Title : All Of Me

Author : strawbaek

Pairing : Chanbaek

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Oh Sehun, Kim Junmyeon, Do Kyungsoo

Rate : T

Warning: boy x boy/yaoi. If you dont like, please kindly click "X" button on your page.

Note : This is purely a yaoi fict so if you a straight couple shipper dont ever read this because youll definitely ended up with feeling weird. Eheh i'll update every chapter on twitter so you can check it on /strawbaek. Happy reading~~~~~

Here we go!

.

.

.

"aku yakin Chanyeol membutuhkan orang lain." Ketus Baekhyun ketika Jongin menanyakan apa yang terjadi diantara mereka. Jongin adalah satu – satunya orang yang mengetahui persis bagaimana hubungan Chanyeol dan Baekhyun saat ini.

"apa maksudmu hyung?" Jongin membenarkan posisi duduknya diranjang dan mengeryitkan dahi

"dia terus memaksaku untuk menjadi Kyungsoo."

Jongin membuang nafas beratnya. Ia menyadari bahwa Kyungsoo memanglah tipe orang yang disegani siapapun, bentuk bibirnya yang lucu, wajahnya yang manis, perilakunya yang tidak berisik dan cenderung kalem, pandai memasak, dan bersuara emas. Jongin sama sekali tak menyangkal jika ia-pun jatuh hati kepada Kyungsoo. Namun ia juga tidak bisa berbohong jika Baekhyun punya daya tarik tersendiri, watak periangnya, lincah tubuhnya, tawa renyahnya, senyum manisnya selalu mendapatkan perhatiannya. Well Jongin bukanlah seorang playboy, ia tau persis bagaimana hatinya, jika ia memang suka ia akan katakan suka, perasaannya tentu jauh lebih besar kepada Kyungsoo namun ia juga tidak bisa mengelak jika ia pernah memimpikan Baekhyun sebagai objek ciumannya.

Kembali ke Baekhyun. Namja kecil itu seperti menahan tangisnya. 6 bulan sudah mereka bertahan seperti ini, awalnya Chanyeol menjaga janjinya untuk tetap datang kekamar Baekhyun dan memeluknya sampai Baekhyun terlelap namun lama kelamaan Chanyeol justru menunjukkan sindrom baru, ia selalu membanding – bandingkan Baekhyun dengan Kyungsoo. Awalnya Baekhyun menganggap ini memang kesalahannya namun lama – lama Chanyeol semakin menjadi – jadi. Hampir semua yang Baekhyun lakukan selalu salah dimata Chanyeol.

"kau harus bicara baik – baik dengannya hyung, kalian hanya kurang komunikasi."

"kau pikir aku dan dia terpisah jarak ribuan kilo hah? Kami hanya terpisah sebuah dinding dan kau bilang kami kurang komunikasi? Manusia purba macam apa aku ini sampai tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang ada dibalik dindingku?" Baekhyun berbicara dengan nada agak tinggi. Jongin hanya diam, ia tau Baekhyun sudah sangat lama menyimpan amarahnya.

Tak bisa dipungkiri ini semua memang salah Chanyeol, entah karena terbiasa satu kamar dengan Kyungsoo makanya dia berubah seperti ini. Atau ia mempunyai alasan lain? Entahlah.

.

.

.

"kau butuh orang lain." Baekhyun meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Ia menahan segala air mata dan amarah yang ada dihatinya. Kali ini mereka (Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo dan Jongin) tengah berada dikamar Chanyeol dan Kyungsoo.

"apa maksudmu?" Chanyeol terlihat takut akan pernyataan Baekhyun.

"aku bukan orang yang kau inginkan. Seharusnya kau bisa melihat dan mengoreksi kedalam hatimu siapa yang sebenarnya kau cintai jika kau masih terus membandingan aku, kekasihmu dengan teman satu kamarmu ini. Jadi aku pikir lebih baik kita-"

"aku tidak akan pernah melepaskanmu, Baek." Chanyeol berkata tegas menatap lurus kearah Baekhyun yang sedang membuang muka.

"terserah." Baekhyun berlalu tanpa pamit. Suasana menjadi canggung diantara tiga orang yang tersisa, diujung sana terlihat Kyungsoo yang memegangi kepalanya dengan gusar, ia nampak gelisah akan perasaan bersalahnya. Sementara Jongin hanya menghela nafas berat dan kemudian berdiri, "aku kekamar dulu hyung.", tidak ada yang menjawab. Chanyeol masih membeku ditempatnya, ia masih belum menemukan api yang bisa melelehkannya dan menyadarkannya dari tatapan kosong itu.

"kau tak seharusnya melangkah sejauh ini, Chanyeol." Kyungsoo akhirnya membuka mulutnya.

"tapi aku harus melakukannya." Chanyeol membalas dengan mantap.

.

.

.

.

Sementara dikamar Jongin dan Baekhyun..

"hyung semudah itu?" Jongin bertanya dengan heran seiring memasuki kamar dan menutup pintunya. Ia masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Baekhyun yang terkesan pendek, meskipun Baekhyun berusaha menahan amarahnya tapi semua yang ia katakan pada Chanyeol adalah sederet kata yang memiliki nama lain 'amarah'.

"apanya yang mudah? Aku harus mengganti foto avatar, mengganti namanya dicontact-ku, menghapus kakaotalknya, mengganti status fbku, menghapus bio dan masih banyak lagi, itu semua ribet. Mananya yang mudah hah?" Baekhyun berkata disela isakannya sementara jongin tertawa akan jawaban polos namja mungil itu. Bahkan di sela – sela seperti inipun Baekhyun masih bisa meloloskan humornya, dia benar – benar orang yang tak terduga, pikir jongin.

Tapi kau dengar kan ia bilang ia tidak akan melepaskanmu." Jongin mengambil posisi duduk disamping Baekhyun, mencoba menenangkan puppy kecil itu dengan mengusap punggungnya. Baekhyun hanya menghela nafas panjang, ia nampak tak tau harus menjawab apa, entah Chanyeol sedang mempermainkannya atau apalah, ia belum mau peduli.

.

.

.

.

Berat bagi Baekhyun untuk diam saja dan melihat kelakuan Chanyeol yang semakin menjadi. Sejak kejadian tempo hari Chanyeol justru semakin menunjukkan ketertarikannya terhadap Kyungsoo secara lebih terang – terangan, sementara Baekhyun hanya mendesah pelan –lebih terlihat seperti orang frustasi- karena Chanyeol. Baekhyun lebih menghabiskan waktunya bersama duo kembar Sehun dan Jongin, dua balita exo itu adalah harapan Baekhyun satu – satunya untuk membuatnya tertawa dengan tingkah gila mereka.

Baekhyun benar benar tidak mengerti mengapa Chanyeol bisa melakukan ini kepadanya setelah apa yang sudah ia lakukan untuk Chanyeol mulai dari belajar memasak dan lainnya, ia bertanya – tanya apakah semua itu sudah tidak ada artinya? Atau memang tidak ada artinya bahkan dari awal Baekhyun melakukannya? Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dicampakkan oleh orang yang dulu jatuh kepadamu namun sekarang menjatuhkanmu.

Airmata Baekhyun terus menetes tanpa bisa dibendung lagi, dengan suasana hatinya yang tidak baik, Chanyeol justru memperparah keadaan dengan bermesraan didepannya dengan Kyungsoo sementara Jongin hanya menatap iba kepada Baekhyun. Entah kemana mata Chanyeol namun ia benar – benar tidak mengetahui Baekhyun menangis dihadapannya, Sehun pun sampai dibuat geram olehnya. Baekhyun adalah hyung kesayangannya, ia banyak bermain dengannya, ia juga yang mengajarkan Sehun bagaimana menyikapi fans dan bersikap didepan kamera hingga Sehun kini tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka. Sementara dua orang gila itu, ah tepatnya satu orang gila bernama Chanyeol itu masih sibuk memainkan tangan Kyungsoo yang ditatap dengan tatapan tajam oleh pemilik tangannya, Kyungsoo beberapa kali mencoba menarik dirinya namun genggaman Chanyeol terlalu kuat yang membuatnya hanya menatap penuh maaf kepada Baekhyun yang sampai saat ini masih belum mau melihatnya.

"Baek hyung bukankah kau menyukai film ini?" Sehun memutuskan untuk mengalihkan kebisuan yang terjadi dengan sekeping dvd

"ah ne?" Baekhyun mengerjab beberapa kali dan mengusap pipinya yang sedari tadi basah, Chanyeol nampak mendongak sebentar dan mendapati kekasihnya tengah mengusap pipinya dengan lucu kemudian menunduk dan memainkan tangan Kyungsoo lagi, entah apa yang Chanyeol rasakan tapi sepertinya ia tengah memikul beban besar, rasa bersalah. Baekhyun menatap kearah Sehun dan berkata, "ah ne, aku sudah puluhan kali menonton film itu." Sehun terlihat bingung, ia kehilangan cara untuk membuat Baekhyun terhibur dan menatap Jongin dengan penuh harap, meminta Jongin melakukan sesuatu untuk hyung kesayangan mereka itu.

"bagaimana jika kita pergi ke tempat karauke. Kurasa itu akan seru. Aku akan meminta ijin kepada Suho hyung yang masih berada di SMBuilding dengan menelfonnya. Kalian siap – siaplah kita akan pergi bersama – sama!" Ucap Jongin semangat yang disambut dengan senyum diwajah Sehun

"aku boleh ikut kan?" Kyungsoo bertanya dengan polos

"tentu saja." Ucap Baekhyun singkat kemudian berjalan menuju kamarnya, untuk melancarkan aksinya Jongin menyusul dibelakang Baekhyun dan mensejajarkan langkah mereka, mencoba meraih Baekhyun dan merangkulnya. Bingo! Sekarang Jongin sudah mendapatkan perhatian Chanyeol secara penuh, namja jangkung itu tengah menatap sengit kearah punggung Jongin dan Baekhyun yang berjalan menjauh.

.

.

.

.

Dan disinilah mereka sekarang, disebuah ruang karauke yang cukup luas untuk menampung 5 member. Baekhyun langsung duduk ditengah dan diikuti oleh Sehun dan Jongin yang masing – masing duduk disamping Baekhyun, tak memberikan ruang Chanyeol dan Kyungsoo untuk duduk bersebelahan. Sementara Chanyeol duduk disamping Sehun dan Kyungsoo disamping Jongin. Mereka semua masih diam, saling metpa dan kemudian tiga anak kecil yang persis duduk ditengah itu tertawa bersama, entah apa yang mereka tertawakan namun begitulah jika Baekhyun-Jongin-Sehun sudah disatukan maka dunia akan hancur (pmsl gadeng).

"Baekhyun hyung ayo nyanyikan sesuatu!" Sehun berkata antusias sementara Baekhyun langsung memilih lagu yang akan ia nyanyikan untuk pembukaan, matanya tertuju pada sebuah lagu yang berasal dari amerika milih penyanyi kenamaan Rihanna. Ia mengambil microphone and menarik Jongin dan Sehun untuk berdiri.

"kau berdua bagian rapnya ara?"

"ne!" dan dijawa dengan kompak oleh bayi kembar itu

Just gonna stand there and watch me burn

But thats alright because i love they way it hurts

Just gonna stand there and hear me cry

But thats alright because i love the way you lie

I love the way you lie

Baekhyun merampungkan part awalnya dan langsung diteruskan oleh duo rapper dadakan Sehun dan Jongin. Namja kecil itu melirik kearah kirinya dan mendapati Chanyeol tengah terpaku melihatnya, ia yakin seribu persen bahwa Chanyeol menyadari lagu itu sengaja ia nyanyikan untuknya. Namun detik berikutnya Baekhyun sudah terlarut dalam irama musiknya, Kyungsoo yang awalnya diam saja kini bergabung dengan ketiga member gila itu. Sebenarnya Baekhyun sama sekali tidak menaruh dendam kepada Kyungsoo karena ia menyadari Kyungsoo bukan objek kesalahannya, semua kesalahan tertumpuk di pundak Chanyeol, karena toh kenyataannya Kyungsoo tidak pernah menanggapi Chanyeol.

Semua orang masih terlarut dalam irama titanium ketika Chanyeol sibuk mengamati wajah baekhyun yang tengah tersenyum bahagia kearah tiga temannya, ia menyadari betapa ia merindukan sosok yang semakin menjauh dari hidupnya itu, betapa ia merindukan memeluk tubuh kecil itu, betapa ia merindukan kebiasaan Baekhyun yang akan selalu memainkan telinga Chanyeol sebelum ia tertidur, betawa ia merindukan sosok Baekhyun, namja yang selama ini mengisi separuh hidupnya bahkan lebih, mengisi pikirannya dengan celoteh lucu yang selalu mengalir dari bibir tipisnya. Chanyeol melewatkan satu hal, ia melupakan anniversary ke 6 bulan bersama Baekhyun dua hari yang lalu, kemudian ia terkisap, mengingat suara tangis didepan kamarnya dua hari yang lalu itu bukan hantu, tapi Baekhyun. Menangis akan kebodohan Chanyeol yang melupakan janjinya sendiri akan membawa Baekhyun kesebuah tempat ketika hubungan mereka berjalan 6 bulan. Ia baru saja melewatkan orang yang ia akui sebagai harapan hidupnya.

Mereka semua bernyanyi, menari, tertawa dan melakukan hal lain kecuali Chanyeol, ia hanya terduduk lemas dan sesekali memainkan ponselnya. Sampai akhirnya para bocah itu lelah bermain mereka berhenti dan duduk diposisinya semula.

"aku lelah sekali, kalian sunggu gila." Baekhyun duduk dengan masih mengatur nafasnya

"kau ingat tidak suara Kyungsoo melesat jauh dari nada utamanya tadi hahahahahahaha" Baekhyun melanjutkan kata – katanya dan diikuti oleh tawa Jongin dan Sehun sementara Kyungsoo hanya melemparkan bantal kearah Baekhyun.

.

.

.

.

Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan menonton film yang mereka beli ketika berada dijalan menuju dorm. Posisi duduk Baek-Jongin_sehun masih belum berubah namun..Chanyeol sudah kembali ada disamping Kyungsoo, demi apapun didunia ini mood Baekhyun rusak dalam hiungan detik. Ia langsung berjalan menuju kamar yang ditatap aneh oleh orang – orang disana, bahunya bergetar kecil, Chanyeol, penyebab utama keanehan Baekhyun menatap punggung kecil itu masih dengan memainkan tangan Kyungsoo, ia ingin menyusul Baekhyun namun mengurungkan niatnya.

Terdengar perdebatan kecil diluar namun Baekhyun tidak peduli, entah mereka meributkan film atau Baekhyun tidak akan pernah peduli, hatinya sakit bukan main. Bagaimana ia berusaha keras membangun kembali moodnya ketika berada ditempat karauke, Chanyeol dengan lancang menghancurkannya lagi. Ia terbaring ditempat tidurnya, menutup mukanya dengan bantal dan terisak cukup keras. Ia sudah lelah menahan semua perasaan yang semakin lama semakin membuatnya kehilangan akal. Entah apa maksud Chanyeol tapi semua ini sudah cukup membuat Baekhyun menderita. Baekhyun terus menangis dan menangis, mengingat segala hal yang pernah ia lakukan bersama Chanyeol sekaligus menyadari hal yang tengah dilakukan oleh Chanyeol, bagaimana mungkin namja yang dulu selalu mengejarnya sekarang berbalik arah dan justru berlari darinya.

Sesaat Baekhyun mendengar suara pintu kamarnya terbuka, ah.. Jongin.

"Baekhyunie.." Namun ia salah terka, namja yang baru saja membuka pintu adalah namja yang menjadi alasan tunggal semua air matanya ini. Ah tunggu, tapi dari suara derap langkahnya Chanyeol tidak sendirian, Baekhyun bertanya – tanya siapa yang datang dengan Chanyeol namun ia enggan membuka bantalnya, enggan membiarkan Chanyeol tau bahwa ia tengah meruntuki nasibnya.

"aku dan Kyungsoo ingin berfoto bersama dan bolehkah dia meminjam sweeter couple kita?" Baekhyun tidak menjawab. Chanyeol mencoba menggerakkan tubuh Baekhyun namun tetap tidak ada reaksi sementara Kyungsoo hanya bisa menggigit bibir melihat aksi Chanyeol yang seperti sedang ingin membangunkan seekor singa. Chanyeol akhirnya duduk disamping Baekhyun dan mengusap kaki Baekhyun.

"Baekhyunie..apa kau tidur?" masih tidak ada jawaban, Chanyeol mendesah dengan pelan namun sesaat ia mendengar pekikan kecil seperti suara orang yang menahan tangis. Darah Chanyeol membeku.

"Baekhyunie.. aku tahu kau tidak sedang tidur, jadi jawablah aku apakah Kyungsoo bole-" tiba – tiba Baekhyun membuka bantalnya dan terduduk, menatap Chanyeol dan Kyungsoo secara bergantian dengan tajam, buliran airmata masih membasahi pipi mulusnya dan terus menetes tanpa bisa dibendung. Chanyeol terkisap, tidak mengatakan apa – apa, begitu juga Baekhyun. Namja kecil itu terus menatap ke arah Chanyeol dengan segala macam hujatan yang tersirat didalamnya. Tatapan mata yang biasanya menatap Chanyeol dengan teduh sekarang menatapnya dengan marah dan penuh luka.

Chanyeol terlihat ingin membuka mulutnya ketika Baekhyun mendahuluinya, "kau bisa mengambil semua barang pemberianmu untukku dan memberikannya kepada Kyungsoo." Suara Baekhyun bergetar, ia kemudian beranjak dan meninggalkan Chanyeol dan Kyungsoo yang masih terpaku ditempat masing – masing.

"sudah kubilang kau berjalan terlalu jauh. Kau melewatkan apa yang harus nya kau jaga." Kyungsoo memecahkan keheningan sementara Chanyeol hanya memejamkan matanya dan membiarkan sebulir air menetes dari mata besarnya.

"aku tau kau bodoh, tapi aku tidak menyangka kau sebodoh ini dengan tetap berdiam diri tanpa melakukan apapun." kini kalimat Kyungsoo terkesan menyindir. Sudah waktunya Kyungsoo bicara, bagaimanapun Baekhyun adalah sahabatnya.

"apa yang harus aku lakukan?" Chanyeol akhirnya membuka mulutnya setelah beberapa saat ia mengalami bisu mendadak.

"ikuti kata hatimu." Kyungsoo berlalu begitu saja tanpa memberikan penjelasan lebih. Sementara Chanyeol memutar otaknya, kemana Baekhyun pergi? Sesaat kemudian Chanyeol berlari kearah pintu dan keluar dorm, ia terus berlari sampai matanya menemukan jalan menuju tempat favoritenya dan Baekhyun, ia berlari dengan frustasi, mencoba menyeimbangkan antara otak dan hatinya, ia mengingat apa yang Baekhyun pernah bilang, jika bandara adalah tempat dimana pesawat datang dan pergi, ada yang kembali dan ada yang meninggalkan sehingga menciptakan perubahan, namun ada satu hal yang tidak pernah berubah, bandara itu sendiri. Chanyeol terus menggumam,

"aku ingin bersamamu, tidak takut akan perubahan, kita bukan bandara"

"aku ingin bersamamu, tidak takut akan perubahan, kita bukan bandara"

"aku ingin bersamamu, tidak takut akan perubahan, kita bukan bandara"

"aku ingin bersamamu, tidak takut akan perubahan, kita bukan bandara"

"aku ingin bersamamu, tidak takut akan perubahan, kita bukan bandara"

"aku ingin bersamamu, tidak takut akan perubahan, kita bukan bandara"

Chanyeol mengulang terus kata – kata itu sampai akhirnya ia sampai ditempat tujuannya dan...

TBC.

HULLO! Chapter 3 is up yehey! Thanks buat para reader dan sider yang udah mau baca ff aneh bin ajaib ini lmfao thanks juga buat yang udah review. Nah disini gue mau sekalian balesin review kalian oke here we go:

Dhea485: thanks thanks haha padahal ga ngerasa ini ff greget, aneh malah hehe

Majey jannah 97: waa terimakasih, syukur deh kalo ada yang suka hehe

Jinyeoley: waaaw thanks a lot! It really motivated me :D

Indaaaaaahhh: ahaha ini ga se fluff yang lo bayangin kayaknya soalnya knfliknya lebih nyebelin, kasian byun baekku haha lol

Realkkeh: ah thanks for the critics! Actually i added a "—" and "~~" to separate the times plot but it didnt come out, gatau gue udah ngasih pembatas tapi kok ga muncul di webnya aneh sekali. Semoga di chapter ini bisa muncul ya thanks sekali lagi

Baekkam: ah gapapa mau review di chapter mana aja hehe ohya? We have a same fav otps then! Anw thankyou

Guest(idk who): terimakasih udah mau baca hehe

Xlsklbccdtks: wow terimakasih hehe iya gue pribadi juga lebih suka genre yang begini xd

Mput: wahaha iya iya, ini udah chapter 3 anw jangan lupa review ya mwehehe

Kim Bo Mi: how about i say that its real? Ahaha wah selamat kamu beruntung karena dichapter ini ada kaibaeknya, walaupun dikit hehe

Rapbyeon: waaw terimakasih hehe pantengin terus ya /maksa lol

chanB: gue juga bingung kenapa baek begitu ahaha lol

itu tadi balesan gue buat review kalian, yang belum review yang bisa kali ya ninggalin review dikit juga gapapa tapi ga maksa juga sih (nahloh) haha pokoknya makasih yang udah mau baca. See you on the next chapter!