Uchiha Sasuke rasanya mengenal Haruno Sakura dengan baik.
Ia tahu kekasihnya itu cerewet, berisik, aneh, dan tidak bisa diam. Tapi, belakangan setiap ia hendak pulang sekolah ia selalu mendapati gadisnya terdiam di sisi jendela ruangan kelasnya sambil memunggunginya. Gadis itu baru turun setelah ia menyuruhnya turun.
Berkali-kali Sasuke ingin sekali bertanya ada apa dengan gadis itu, tapi ia selalu mengurungkan niatnya.
Tapi…
Ia baru menyadari ada sesuatu yang aneh.
.
.
.
.
.
Arissachin©2013
Seri Cerita Hantu Perguruan Konoha : Di Balik Jendela Kelas.
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : OOC, Gak serem, dan sebagai-bagainya.
Character for this Chapter : Uchiha Sasuke.
.
.
.
.
.
2. Cerita kedua : Di Balik Jendela Kelas.
.
.
Berkali-kali Uchiha Sasuke menghela nafasnya, ia kembali mendengar godaan dari teman-temannya lagi. Sudah merupakan rahasia umum bahwa pemuda Uchiha itu kini telah melepas status lajangnya dengan berpacaran dengan Haruno Sakura.
Gadis yang merupakan orang paling cerewet, menyebalkan, dan membuatnya selalu khawatir itu telah berhasil menaklukan hatinya.
"Berisik dobe," gerutu Sasuke pelan.
Beruntung ia berbeda kelas dengan Sakura. Tidak bisa ia bayangkan jika ia ada di kelas 2-7 juga. Bisa-bisa habis dia di ejek oleh orang-orang. Terutama Naruto.
"Teeeeeeme," panggil Naruto.
Ia yang awalnya menatap ke luar kelas langsung melirik pemuda pirang itu. "Hn?"
"Omong-omong, Sakura betah ya di kelas 2-7, kalau aku sih pasti sudah takut! Apalagi dia piketnya kebagian hari kamis!" Naruto melebih-lebihkan gerakan bergidiknya. Ia lalu memutar posisi duduknya ke samping agar bisa mengobrol dengan Sasuke lebih jelas. "Tahu tidak? Kelasnyakan di gedung B, yang ada lukisan yang melegenda itu loh! Belum lagi gedung B'kan letaknya di belakang sekolah, dekat taman belakang. Aku heran, kenapa menaruh kelas sejauh itu sih!"
Yang dikatakan Naruto benar sih. Gedung B yang merupakan gedung yang katanya paling angker di Perguruan Konoha memang jarang di kunjungi orang-orang. Sementara kelas 2-1 sampai 2-5 di gedung C, kelas 2-6 dan 2-7 ada di gedung B.
Walaupun orang-orang bilang gedung itu angker, tapi menurut Sasuke gedung itu bukannya angker, tapi gelap. Karena banyak pohon rindang yang menutupi gedung itu, jadi terkesan gedung itu gelap. Che, tidak ada hal yang bisa membuat Sasuke takut. Apalagi cerita hantu.
Seperti ia akan percaya saja.
"Eh, eh tahu tidak? Katanya hantu teki-teki lagi heboh loh di distrik ini! Anak kelas sebelah ngeliat hantunyaaaa! Kalau aku sih mending langsung pingsan ngeliatnya!" suara Kiba yang memang dasarnya kelewat keras tertangkap telinga Sasuke. Salah satu cowok komplotan Naruto yang sama berisiknya.
"Teruuuuuus? Orangnya pingsan gak? Hantunya pergi?" sambung Kotetsu heboh.
Sasuke benci menguping pembicaraan orang. Dia sama sekali gak peduli soal hantu tolol begitu. Tapi, bukan salahnya hingga ia mendengar suara mereka yang memang dasarnya kelewat keras itu.
"Eeeeh ngomongin hantu teki-teki?" tiba-tiba Uzumaki muda itu asal menyaut obrolan Kiba dan Kotetsu. "Hoi, tahu gaaak cara ngusirnya? Aku tahu looooh."
"Gimana?" ujar Kiba yang langsung memutar posisi duduknya menatap Naruto.
Sasuke jadi ikut-ikutan melirik ke arah Naruto yang sedang memasang pose sok tahunya. "Kan hantu itu akan bertanya, tahu gak kakinya dimana? Kalian jawab ada di stasiun Meisen. Terus –"
"Kenapa Meisen?" potong Kotetsu. "Kenapa gak di stasiun Akari?"
"Soalnya, hantu itu katanyakan meninggalnya di stasiun Meisen. Saat dikejar oleh preman-preman itu, si hantu tanpa sengaja jatuh di rel, jadi badannya terbagi dua, teruuus gitu deh sekarangkan dia bergentayangannya pake sikut! Woooah! Terus yaa…"
Sasuke menghela nafasnya.
Harus ya kupingnya mendengar celotehan Naruto soal hantu begini? Hal tolol seperti itu, kenapa banyak orang yang percaya?
Cih, terpaksa ia mendengarkan sampai selesai.
.
.
.
.
.
Mereka bilang, hantunya tengah berkeliaran di distrik Hi mencari pembunuhnya yang merupakan murid di salah satu perguruan di sini.
Seandainya kau bertemu dengannya, tahukah kau bagaimana caranya menghindarinya?
.
.
.
.
.
Sasuke tidak mengerti.
Entah mengapa kekasihnya selalu menyuruhnya menunggu di taman belakang di dekat gedung B –gedung kelasnya. Bukannya Sasuke tidak suka, atau sebal menunggu. Tapi, taman ini selalu kelewat sepi. Apalagi sore-sore begini. Salahkan rumor konyol yang beredar itu.
Ia melirik ke arah jam tangannya.
16.16
Sudah berapa lama ia menunggu di sini? Yang pasti sudah lama.
Mata onyxnya menyisiri taman itu, berusaha mencari gadisnya yang berkemungkinan lari ke arahnya atau mungkin tengah mencarinya juga. Tapi, nihil. Tidak ada siapapun di sini.
Kepalanya mendongak mencoba berharap bahwa gadisnya ada di jendela kelasnya atau –bingo! Haruno Sakura tengah duduk di jendela kelasnya memunggungi dirinya. Gadis yang berambut sepinggang itu sepertinya duduk di atas loker.
Enak sekali dia duduk begitu sementara Sasuke berdiri seperti orang tolol menungguinya.
Pemuda itu kemudian merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, hendak mengetikan pesan singkat pada kekasihnya itu. Dia banyak tugas, dan menunggui Sakura begini membuatnya kesal lama-lama.
To : Haruno Sakura.
Dimana? Aku menunggumu di bawah. Cepat.
Dan jemarinya menekan tombol kirim.
Hanya berselang beberapa detik setelah ia menekan tombol kirim, terdengar suara yang memanggilnya. Haruno Sakura tengah berlari menuruni tangga dengan wajah bersalah. Siapa yang tidak bersalah menyuruhnya menunggu lama begini?
.
.
.
.
.
Ini kali kesekiannya ia menunggui Haruno Sakura.
Dan menunggu di tempat yang sama.
Uchiha Sasuke mendengus jengkel saat menyadari Haruno Sakura masih tetap saja diam di pinggir jendela. Dalam hati ia bertanya-tanya apakah benar Haruno Sakura itu piket? Pasalnya, entah berapa kali ia selalu menemukan gadisnya termenung di jendela membelakanginya.
Kali inipun hal tersebut terulang kembali.
Sudah dua minggu ini, setiap kali ia menunggui Sakura, selalu saja gadis itu diam di balik jendela.
Ia pernah mencoba memanggilnya lewat jendela, tapi Sakura bahkan tak menoleh. Hanya diam membelakanginya. Diam-diam ia ingin sekali bertanya padanya ada apa yang mengganggunya? Karena dari belakang, gadisnya selalu terlihat sedih. Dan diam-diam itu membuatnya khawatir juga.
Haruskah ia bertanya?
Jarinya mendapati ponselnya di dalam saku celananya, ia mencari nama Haruno Sakura kemudian ia memanggil nomer tersebut. Terdengar nada sambung sebelum telefonnya dimatikan. Mata onyxnya masih setia memandangi gadisnya di balik jendela.
"Maaaaaaaaaaaf! Sasuke! Tadi sensei menyuruhku ke ruang guru dulu, jadi aku ke ruang guru baru kemari!" sebuah seruan terdengar dari kejauhan membuat Sasuke mencari sumber suara itu.
Haruno Sakura melambaikan tangan kearahnya seraya berlari-lari kecil menuju dirinya. Rambut Sakura yang sebahu terlihat bergoyang dengan lembut.
Tunggu…
Ada yang salah disini..
"Kau dari ruang guru?" ucap Sasuke. Ia dengan cepat menoleh ke arah jendela –dan tidak menemukan siapapun.
"Eung," ia mengangguk cepat. Setelah di sisi Sasuke, gadis itu meraih tangan Sasuke lalu menariknya menuju pagar utama. "Kenapa memang? Oh ya! Rambut baruku bagus tidak?"
Dan kali ini, perhatian Uchiha bungsu itu teralih pada rambut gadisnya. Ia menyadari sesuatu yang salah tengah terjadi. Pendek? Bukankah…bukankah…
Uchiha bungsu yang memang dasarnya pendiam semakin terlihat membisu ketika di tarik oleh Haruno Sakura. Berbagai pemikiran dan hal-hal ganjil memenuhi pikirannya. Walaupun enggan, ia tahu dalam hatinya sebuah perasaan ngeri muncul.
Kalau Sakura tadi di ruang guru?
…yang ia lihat tadi siapa?
Dan…
Deg.
DEG.
DEG.
Bukankah gadis di balik jendela itu berambut…
.
.
.
–sepinggang?
.
.
.
.
.
Mereka bilang hantunya bergentayangan seolah mencari sang pembunuhnya.
Tapi…toh ia masih belum menemukan sang pembunuh.
.
.
.
.
.
Ia tahu ia bodoh.
Ia tahu ia benar-benar idiot sejati.
Dan ia tahu hal yang ia lakukan hanya akan membuat dirinya dalam bahaya.
Tapi, ia tidak bisa menahan dirinya.
Kini, ia tengah berdiri di seberang kelas Sakura, menatap sang gadis dengan punggung yang membelakanginya. Setahunya, hanya Haruno Sakuralah yang berambut merah jambu di perguruan Konoha. Tidak ada lagi.
Ia melirik batu di sisi sepatunya, dan menatap balik ke arah jendela.
Jantungny berdebar keras seriring dengan tangannya yang hendak meraih batu itu, tangannya mencapai sang batu dalam waktu sekejap, ia kembali menegakan tubuhnya dengan mata terpejam. Pfft, semoga yang ia takutkan tidak akan terjadi.
Ia bersiap melemparkan batu itu, namun sesuatu menghentikannya.
Matanya membelalak menyadari sang gadis tidak ada lagi di jendela. Keningnya berkerut, kalau dia tidak ada di situ…
–kemudian dimana?
Suara gemerisik membuatnya menoleh ke arah semak-semak.
Ia tidak pernah merasa sekaget ini, tidak pernah sekalipun ia merasakan jantungnya berdebar sekeras itu… dan ia tidak pernah merasakan ketakutan yang sebesar ini. Kerongkongannya tercekat, tidak ada suara yang keluar dari kerongkongannya.
Matanya menemukan gadis berambut merah jambu itu –sekarang cenderung kelihatan ungu kemerah-merah jambuan di bandingkan merah jambu muda seperti milik Haruno Sakura, rambutnya berantakan, sebagian bersar wajahnya tertutupi oleh rambutnya namun matanya masih bisa memandang penuh kebencian pada Sasuke.
Tapi yang membuatnya paling ketakutan bukanlah wajahnya atau pandangan tajamnya.
…akan tetapi diri gadis itu yang hanya bertumpu pada kedua sikutnya, dengan bagian tubuh pinggang ke bawah menghilang.
"Kau…"
Bersamaan dengan dirinya yang melangkah mundur, gadis itu mulai melangkah ke arahnya…dengan sikutnya.
.
.
Ketika kau bertemu dengannya….dia akan menanyakan dimana kakinya?
.
.
Gadis itu mengangkat kepalanya, membuat rambutnya tersibak, seringai mengerikan terbentuk di bibirnya yang terlihat mengeluarkan darah.
Katakan ini kesialan, katakan ini kebodohannya.
Kakinnya terantuk batu, membuat dirinya terjungkal ke belakang. Dan, hantu itu mengirimkan seringai mengejek padanya, seolah mengatakan bagaimana bisa seorang seperti Uchiha terjatuh.
Seolah-olah ia membeku, Sasuke tidak bisa menggerakan tubuhnya, matanya bergerak-gerak panik menyadari betapa dekatnya gadis itu dengannya.
Ia bisa melihat lebih jelas bagaimana hancurnya bagian tubuh gadis itu yang terpotong. Rasa mual memenuhi kerongkongannya.
.
.
Dengan suara yang lirih dia akan bertanya, dan kau harus menjawab dengan tepat!
Kalau jawabanku salah?
…maka…dia akan membuat dirimu sama sepertinya!
.
.
Dengan jarak begitu dekat, Sasuke menahan nafasnya.
"Apakah kau tahu?" suara lirih terdengar keluar dari bibir itu. "…watashi no … wa doko desuka*?"
Sasuke menelan ludahnya lagi. Hantu itu bertanya padanya dengan suara yang lirih, namun ia bisa mendengar nada mencemooh yang keluar dari suaranya itu.
Dengan mata saling berhadapan, Sasuke menelan ludahnya.
Berharap…jawabannya tepat.
Atau setidaknya ia tidak salah dengar.
.
.
Kalau begitu…aku harus jawab apa Naruto?!
Gampang! Kau tinggal jawab–
.
.
"Kakimu…" Sasuke menelan ludahnya dengan susah payah. "…ada di stasiun Meisen."
Seringai mengerikan itu terhapus dari bibirnya, tapi tidak membutuhkan waktu lama hingga seringai mengerikan itu kembali terpatri di bibirnya. Sasuke mencoba tenang, toh ia sudah menjawab dengan benar bukan?
"Benarkah…" gadis itu menarik tubuhnya agar lebih mendekat pada Sasuke. Ia merayapi tubuh Sasuke, hingga akhirnya ia berada di atas tubuh pemuda itu. "…kalau begitu…apa kau mengenalku?"
"…"
"…kau tahu siapa namaku?"
.
Tapiiiiiiiiiii belum selesai!
Apa lagi memang?
Nanti dia bakal bertanya lagi tahuuuuuuuuuu.
Bertanya apa?
Namanya! Tapi ingat jangan sebut namanya!
.
"…nama…" gumam Sasuke
Seringai makhluk itu terlihat lebih mengerikan dengan posisi begini.
"…ya namaku…".
.
.
.
.
.
.
"Kau…
.
Topeng…
.
Iblis….
.
–Kematian."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Koran mingguan perguruan Konoha.
.
HALOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
Tahu tidak? Reporter Matsuri kemarin mendapatkan berita baik! Katanya heartrobe perguruan Konoha kita tercinta alias sang Pangeran Uchiha Sasuke sadar loh! Setelah tiga hari pingsan di rumah sakit internasional Konoha, Sasuke akhirnya membuka matanya!
Ditemukan pingsan di pinggir gedung B, rumor mulai muncul! Dari alasan kelelahan, sakit, darah rendah, hendak di putuskan oleh si cantik Haruno Sakura, hingga di ganggu hantu di sekolah ini!
HIIIIIIY! Seremkan?
Menurut beberapa sumber terpercaya, Sasuke yang merupakan kekasih resmi dari Haruno Sakura katanya pingsan gara-gara ketemu hantu! Tapi, masaaaaaaaaaa seorang sedingin Sasuke pingsan cuman gara-gara ketemu hantu?
…oppps! Bukan menyepelekanmu loh ya!
Tapi, tergantung hantunya juga sih.
Kalau hantunya memang mengerikan…siapa yang tidak akan pingsan?
.
.
.
OWARI.
.
.
.
AUTHOR NOTE'S :
APAAAAAAAAAA INI? Ngahahaha saya gak ngerti deh. Oh ya, ini kenapa banyak anon ngereview? Gak paham.
Cerita selanjutnya judulnya….Mata.
Ada yang mau nebak siapa pemerannya?
.
.
Cheers,
.
.
Selena
