Hari ini adalah ulang tahun Lambo.

Awalnya kami bermaksud membuat pesta ulang tahun kejutan, tetapi gagal. Kau tahu kenapa? Sebab Lambo bangun lebih cepat dari siapapun yang ada di rumah, dan membangunkan kami sambil berteriak, "Hari ini Lambo-san ulang tahun!". Ia meminta ibu untuk membuat sarapan pagi dengan makanan kesukaannya, meminta aku untuk membelikan mainan yang disukainya, dan meminta I-pin dan Fuuta untuk bermain dengannya seharian.

Akhirnya kami mengubah rencana. kami awali pagi hari dengan berbagai macam makanan kesukaan Lambo, beserta kue ulang tahun yang dibuat oleh ibu. (Ia juga request ke ibu untuk menyediakan kue di makan siang dan makan malam nanti) Siang harinya teman-teman yang terkejut karena kami sudah merayakan ulang tahun Lambo terlebih dahulu, kembali merayakannya dengan cemilan-cemilan yang mereka bawa.

Karena persediaan makan habis digunakan untuk sarapan dan makan siang tadi, kini aku dan Lambo pergi untuk berbelanja makan malam. Lambo merengek untuk pergi jalan-jalan bersamaku, jadi terpaksa aku mengajaknya. Yah, kurasa perjalanan untuk belanja cukup menjadi acara jalan-jalan untuk anak kecil.

Ketika melewati sebuah taman, Lambo tiba-tiba berlari masuk dan berteriak ingin tiduran di atas rumput. Aku mengejarnya yang sudah mulai tidur-tiduran di samping seorang wanita. Sepertinya ia melihat saat wanita itu sedang tiduran di atas rumput dan ingin ikut. Ayolah, jangan merengek untuk bermain! Kau tahu kan bagaimana mengerikannya Reborn jika kita telat pulang? Tentu dia akan menembakkan beberapa peluru ke arah kita! Apalagi hari ini dia sedang bad mood karena semua orang merayakan Lambo.

"Dik, kamu pergi saja berbelanja. Biar adikmu ini aku jaga di sini"

Wanita tersebut tersenyum dan menawarkan bantuan. Akupun segera berlari menuju pusat perbelanjaan setelah menitipkan Lambo ke wanita tadi. Sambil mencari barang yang harus dibeli, aku memikirkan kenapa aku dengan begitu mudahnya menitipkan Lambo kepada wanita tadi. Padahal belum lama ini berbagai macam hal terjadi. Mungkin saja wanita itu juga seorang mafia yang sedang mengincar Guardian Vongola? atau berniat menculik Lambo yang merupakan Guardian terkecil.

Oh, tidak. Aku sudah mulai terpengaruh dengan mereka. Kenapa seorang siswa SMP biasa harus mengkhawatirkan hal seperti ini?!

...Ya, sudahlah. Tidak perlu memusingkannya. Jika wanita itu memiliki niat yang tidak baik, pastinya hyper intuition aku sudah bekerja dari tadi. Yang penting sekarang aku harus bergegas membeli semua bahan makanan, atau lubang di bajuku akan bertambah lagi.

.

.

"Uaaagh!"

"Hanya segitukah kekuatanmu, Lambo!?"

Aku baru sampai di dekat taman, tapi suara Lambo terdengar sampai sini. Aaaahhh apa yang dia lakukan...! Kemana perginya wanita itu? Bukankah katanya dia akan menjaga lambo? Kenapa sekarang lambo bermain sendirian?

"Lambo-san yang asli tidak akan kalah dengan yang palsu!"

"Coba saja kalau kau bisa. Pada akhirnya aku akan menjadi asli!"

Saat aku memasuki taman, teriakan tersebut berhenti. Ternyata Lambo tidak bermain sendirian, tetapi bermain bersama wanita tadi. Aneh. Rasanya tadi yang terdengar hanya suara Lambo... Apakah Lambo dubbing perkataan wanita itu?

"Ma, maaf membuat anda menjaga Lambo... Te, terima... kasih..."

Napasku sudah terengah-engah ketika sampai di dekat mereka. Oh.. Memalukan... Seharusnya aku mengucapkan terima kasih setelah napasku teratur terlebih dahulu... Tapi mau bagaimana lagi, batas waktu sudah semakin mendekat. Keselamatanku menjadi taruhannya!Saat aku mengangkat kepalaku, wanita tersebut tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, justru aku yang harus berterima kasih denganmu. Aku dapat pengalaman berharga bermain dengan anak ini". Suaranya begitu mirip dengan Lambo. Hingga aku berilusi bahwa Lambo menjadi wanita dewasa di depanku ini.

Sambil menggandeng tangan Lambo dan berjalan pulang, aku memikirkan perkataan wanita tadi. Apa yang dimaksud dengan pengalaman berharga? Apakah ia selama ini sangat ingin bermain dengan anak kecil? Atau ternyata dia benar-benar seorang mafia, dan pengalaman berharga itu adalah pengamatan Guardian Vongola?

Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berpikir. Lambo sejak tadi tidak berhenti menceritakan pengalaman bermainnya bersama wanita tadi. (yang sepertinya, bernama Takeuchi Junko-san) Aku terlalu khawatir. Lambo terlihat sangat senang, kenapa aku harus berpikir rumit?

"Maman! Makan malam, makan malam!"

"Tadaima~ Lambo, kamu belum mengucapkan salam!"

"Oh iya! Maman, Tadaima~!"