Untuk anda yang sudah siap dengan OOC, silahkan baca chapter ini...
OK?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kufufu~ Kufufu~ Kufufu no fu~"
"Iida! Kamu Jenius! Lagu ini benar-benar ada untuk Mukuro-chan!"
Yah, tentu saja... Kan ini character song Mukuro...
"MM! Berhenti tertawa! Kalian juga, Ken! Chikusa! Dan kau, berhenti menyanyikan lagu itu sekarang juga!"
Untuk menjelaskan keadaan ini, mari kita flashback sebentar.
Saat aku membuka mata... Aku tidak bisa melihat apa-apa.
Bukan berarti aku tiba-tiba menjadi buta! Hanya saja, aku terbangun di suatu ruangan yang gelap gulita. Aku membangunkan diriku dan mulai berjalan perlahan, sambil mengingat kembali apa yang terakhir kali kulakukan sebelum terbangun di sini. Memang kemarin sebelum tidur aku sempat minum sake, sih... Tapi masa' aku mabuk sampai datang ke tempat yang tidak jelas begini?
Setelah menabrak tembok, perlahan aku jalan menelusurinya. Seluas apapun tempat ini, pasti nanti aku akan bertemu dengan pintu keluar jika menelusuri tembok. Kecuali, jika pintu keluar berada di lantai atau langit-langit. Kalau begitu tamat sudah riwayatku.
Kurasakan sentuhan yang berbeda dari sebelumnya. Sesuai perkiraanku, aku berhasil menemukan pintu dan dapat keluar dari ruangan gelap gulita tadi.
Di luar dugaan, aku dapat segera melihat cahaya matahari setelah keluar ruangan. Aku keluar di suatu koridor dengan deretan jendela yang kacanya pecah. Remang-remang cahaya matahari masuk dari jendela-jendela tersebut. Kulihat pintu tempat aku keluar tadi. Ruang Teater. Pantas saja gelap gulita.
Aku berjalan menelusuri koridor, kali ini untuk mencari jalan keluar dari bangunan tua ini. Saat ini aku berada di lantai 3, sangat tidak memungkinkan untuk keluar dari jendela. Aku berjalan sambil melihat luar jendela. Bangunan ini dikelilingi oleh pepohonan yang cukup banyak dan lebat. Awalnya kukira hutan, tapi sepertinya bukan. Walau sedikit jauh, aku dapat melihat jalan raya di balik pepohonan tersebut.
Oke, aku tidak tahan lagi. Aku mencoba menghilangkan rasa takutku dengan melihat pemandangan di luar jendela, tapi tidak bisa! Rasanya perutku melilit-lilit memikirkan keadaanku saat ini. Dimana aku sekarang? Kenapa aku berada di sini? Apakah aku yang berjalan sendiri ke sini? Atau ada orang lain yang membawaku ke sini? Kalau begitu siapa? Bagaimana caranya dia membawaku? Untuk apa dia membawaku?
Aaarrghhhhh Sungguh, saat ini aku benar-benar sadar diri kalau aku anggota "The Sensitive"! Seandainya ada mereka... Walau sama-sama sensitif, kita pasti bisa melaluinya bersama. Inoue-kun... Tosshi... Fujiwara-kun... Oke... Tenanglah... Tidak ada gunanya berharap dengan sesuatu yang sangat tidak mungkin... Bagaimana caranya agar tenang ya...?
"... Masaka boku ga kono te de~ Kimi ni fureru nante ne~ Kimi wa sono amasa~ yue~ Bokuni~ Nottorareru~"
Ini dia! Ini dia cara terbaik menenangkan diri! Terima kasih Mukuro... Aku bersyukur kau punya lagu bersemanget dan aneh yang bisa mengusir kekhawatiranku ini...
"Saa~ Boku to~ Keiyaku~ Simase! n! ka! Kioku~ nakusu~ sono mae ni~"
"Mukuro-sama?"
"?!"
Baiklah saat ini aku tidak tahu harus senang karena ada orang selain aku di sini, atau harus malu karena ternyata ada orang yang mendengar aku bernyanyi? mana lumayan semangat lagi... Padahal bukan di panggung... Tunggu, dia bilang Mukuro-sama? Wah... ternyata ada penggemar Mukuro... sampai... memanggilanya... Mukuro...sama...?
Oh, sepertinya dia penggemar Chrome, bukan Mukuro. Coba lihat, dia ber-cosplay persis seperti Chrome! Dia sangat menghayati perannya, sampai-sampai memanggil Mukuro dengan tambahan sama. Iya, pasti begitu!
"Lho... Bukan Mukuro-sama...?"
"Hei, sedang apa kamu di situ! Pesta akan segera dimulai! ...Ng? Siapa yang berdiri di sana?"
"Tidak tahu... Tapi suaranya persis Mukuro-sama..."
Wah... Jarang sekali ada yang cosplay-nya benar-benar niat seperti ini... Suaranyapun persis sama! Tidak kusangka tidak hanya Chrome, ternyata MM juga punya penggemar berat... Oke, berhenti untuk lari dari kenyataan. Saat ini mereka ada di depanku dan bertanya macam-macam, tapi tidak ada satu katapun yang berhasil aku cerna. Ya, mereka bicara dengan bahasa Jepang, memang. Tapi aku masih tidak mengerti situasi ini. Sungguh, aku panik.
Kira-kira begitulah ceritanya, alasan mengapa aku sedang menyanyikan lagu Kufufu no Fu di pesta ulang tahun Mukuro ini. Eh, ada bagian yang terlongkap? Adegan tiba-tiba berubah? Ayolah, aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi denganku tadi. Setelah aku sadar dan tenang dari kepanikan, aku sudah dihadapan mereka dan disuruh menyanyi. Aku tidak ingat sudah berjalan menelusuri koridor panjang itu dan sampai ke ruangan ini. Daripada itu, ada yang lebih penting sekarang...
"Ayatsura~re~ta~ kimi wa bo~ku~ no~ ei~en~ no sambaaaa!"
Fiuuhh... memang ada rasa kepuasan tersendiri setelah menyanyikan sebuah lagu. Terdengar tepuk tangan dari sekitar, terutama MM. Dia tepuk tangan sekuat tenaga sambil tertawa keras. Kuharap dia tertawa karena liriknya, bukan karena tarianku.
"Sudah kubilang hentikaaannn! Apa-apan lagu itu! Kenapa terakhirnya jadi samba?!"
"Kufufu... Tanyakanlah pada yang membuat liriknya... Tapi menurutku lagu ini cukup menggambarkan Rokudou Mukuro?"
"Apanya?! Dan sudah berkali-kali kukatakan, jangan meniru suara dan gaya bicaraku!"
"Iya, iya... Tapi untuk suara tidak bisa, ya? Suara asliku memang begini"
Ya, saat ini aku sedang iseng terhadap Mukuro. Berkali-kali aku berbicara dengan gaya bicara Mukuro, dan sepertinya dia tidak suka itu. Sebenarnya aku juga merasa aneh, sih. Rasanya seperti bicara dengan diri sendiri. Habis, pengisi suara Mukuro kan aku. Tapi tetap saja aku tidak bisa berhenti. Ternyata iseng terhadap orang itu asyik, ya! Pantas saja teman-teman di sekitar aku suka iseng terhadap aku. (tonton talk yang ada di rebocon ya~ by:author)
Walau hanya berenam, pesta berlangsung ramai. Makanannya juga enak-enak. Awalnya aku heran bagaimana caranya mreka menyiapkan makanan-makanan ini. Ternyata makanan ini sebagian besar dibuat oleh maman! Awalnya Tsuna dkk ingin mengadakan pesta bersama, tapi karena ditolak habis-habisan (terutama oleh ken)... Ya tuhan, aku sangat bersyukur bisa makan masakan maman! Aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini, tapi tidak buruk juga.
"Jadi, sebenarnya kamu ini siapa, sih?
Oow... Pertanyaan yang cukup telat, kurasa. Kenapa baru sekarang mereka menanyakan siapa diriku? Padahal sekarang pesta sudah usai dan kita sedang membereskan ruangan bersama. Oh iya, kenapa aku jadi ikut pesta? Kukira aku akan diinterogasi atau apa karena masuk ke markas Kokuyou tanpa sepengetahuan mereka.
"Iida Toshinobu. Aku adalah 'suara' dari Mukuro"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
~Atogaki~i
Happy Birthday Mukuro! TL twitter animeku rame banget kemaren malem, pada ngerayain ultah Mukuro. Dan sebagian besar temen-temenku upload foo nanas www Fiuuhh... Untung novelnya juga sempet update tanggal 9!
Image-ku tentang Iida-san itu kira-kira kayak begini. Apalagi Iida-san salah satu "the sensitive" seiyuu Reborn wwwww Kayaknya tipe yang panikan dan kepikiran macem-macem. Dan karena di talk rebocon Iida-san suka diisengin sama seiyuu yang lain... jadilah ceritanya kayak begini.
Chapter berikut, tanggal 11 pas ulang tahun Tsudaken!
... Niatnya begitu sih, tapi berhubung author lagi minggu ujian, update berikutnya diundur jadi tanggal 13 atau 14 Juni.
