"Kalian bercanda..kalian cuma bercanda kan? Okaa-saaann...kumohon pulang dan bangunkan aku...ini mimpi buruk...mimpi kan..." Katamu dengan roh keluar dari mulut. (/apaini)

"Nee (name)cchi! Yume janai!" Kata kise sambil mencubit pipimu. Kamu memegangi pipi yang telah dicubit oleh kise sambil meringis menahan sakit.

"Ittai...berarti bukan mimpi..." Katamu,masih lemes.

"Jaa,(name)-san." Kuroko berhenti meminum vanilla milkshakenya.(gatau deh sejak kapan dia minum milkshake. Ah sudahlah ini kegilaan Author. /Author di ignite pass/)

"Siapa yang akan kau kencani pertama?" Tanyanya dengan senyum di wajah yang biasanya—seharusnya datar.

JLEGAAR.

Ada petir.

Ada naga indosiar.

Ada kesatria naik di atasnya. (HEH AUTHOR)

"A-aku...ng.." Jawabmu patah patah.

'Lho ini lantainya kok muter muter ya...' Pikirmu.

Lalu semuanya jadi gelap.


"...chi?"

"...-cchi?"

"(Name)-cchi?"

Kamu terbangun dan mendapati si pirang duduk disebelah kasur yang kamu tiduri. (Jauhkan pikiran mesum dari kata 'tiduri'.) Dia tampak lega setelah kamu bangun.

"Haa! Yokatta-ssu! Akhirnya (Name)cchi bangun!" Kata kise sembil memegang tanganmu.

"Ki..se...kun? Aku dimana..?" Katamu dengan gaya sinetron yang udah koma berbulan bulan.

"Ah, (name)cchi tadi pingsan-ssu. Aku—mm yah,kami semua panik. Jadi kami membawamu kesini-ssu."

Oh ya...kamu ingat. Kencan dengan mereka. Kencan yang kamu sama sekali tidak mengerti artinya apa. Rasanya kamu pengen pingsan lagi aja.

"Ano...lalu bagaimana?" Tanyamu pada kise. "Dan kise-kun, sampai kapan kau mau memegang tanganku?"

"Eh! Gomen-ssu! Aku tidak menyadari kalau memegang tangan (name)-cchi ssu!" Kise langsung melepas genggaman tangannya. "Apanya yang bagaimana-ssu?"

"Etto..kencan...atau apalah itu" wajahmu panas. Kepalamu pusing. Kamu muntah muntah. Lalu minum proma*ag. (*author digebukin readers*)

"Oh itu-ssu..." Kise menghela nafas. "Jadi tadi..."

-FELESBEK (baca: flashback)-


"Merepotkan saja." Ucap aomine menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Bisa bisanya si bodoh itu pingsan padahal baru dibilang begitu. Mana aku harus membawanya ke uks!" Gerutunya.

"Daiki, diamlah." Akashi mengambil langkah menuju pemuda tan itu. (sebenernya author curiga itu daki yang mengeras lalu berubah jadi kulit permanen. /author dilindes fans aomine/)

"Dia belum sadar kan?" Tanya akashi lagi. Aomine hanya menggeleng.

"Nah,sekarang bagaimana, Akashi?" Megane hijau pun bertanya.

"Kita akan menentukan siapa yang akan berkencan duluan dengannya." Kata akashi. Mata heterokromnya memandang teman-teman (baca: budak budak) pelanginya.

"Kita semua akan janken. Yang menang akan membuat peraturan dan urutan orang yang akan berkencan dengan (name)." Kata akashi lagi.

"Yossha! Ayo kita janken-ssu! Aku sudah tidak sabar!" Kata kise diikuti semua generasi keajaiban yang mendekat dan membentuk lingkaran. Bukan buat ritual satanis. Buat janken.

Semuanya sudah siap dan mengambil kuda kuda untuk janken. (Yang gatau janken: jankenpon itu suit gunting batu kertas gitu, tapi digabung jadi kayak hompimpah.)

"JAN KEN PON!"

.

.

.

.

.

Tentu saja Akashi yang menang.

Sebenarnya janken ini mungkin gak berguna.

Toh pada akhirnya mereka semua dijadiin budak.

"Oke. Aku yang menang." Ucap akashi kalem.

Glek. Semuanya menelan ludah. Kecuali kuroko dan Murasakibara tentunya.

"Jadi peraturannya simpel. Kalian harus berkencan dengan (name) dan membuatnya jatuh cinta. Kita bersaing secara sehat seperti yang kita bicarakan kemarin. Tenggat waktunya sampai liburan musim panas selesai." Akashi berdeham. "Dan yang terpenting,tidak ada yang boleh 'menembak'nya. Biarkan di akhir, (name) yang memilih salah satu dari kita. Barulah kita 'menembak'nya. Yang dipilih tidak boleh sombong (kecuali aku). Dan yang tidak terpilih harus lapang dada." (Wait bukannya mereka dadanya udah bidang,lebar kaya lapangan gitu yah? Ehm abaikan /slap)

"Che– aku tak menyangka berkencan dengan cewek yang kusukai akan butuh peraturan." Kata Aomine.

"Mau bagaimana lagi Aomine-kun. Kita semua menyukai cewek yang sama." Kata kuroko. Masih muka datar sambil minum milkshake. (Astaga itu milkshake darimana lagi)

"Bu-bukan berarti aku menyukainya,nanodayo!" Midorima cepat cepat menyangkal. Mukanya merah kayak timun. (ITU IJO THOR)

"Tsundere." Mereka berlima kompak berkata kepada midorima. Eh, berempat. Soalnya Murasakibara masih makan.

Sebenernya midorima mau menyangkal lagi kalau dia bukan Tsundere. Tapi daripada diserbu begitu. Lebih baik dia ganti topik.

"Jadi bagaimana, akashi? Bagaimana urutan orang yang akan me–emm...jalan dengannya?" Midorima mulai mengganti topik.

"Urutannya?" Akashi menyeringai. Dia memandang kise yang lagi duduk santai santai.

"Ryota." Panggilnya.

"Hai', akashicchi?" Jawab kise.

"Kau yang pertama."

.

.

.

Hening.

.

.

.

Krik.

.

Krik.

.

Miaw. (/author dicakar kucing/)

"EEEEHHHH?!"

-END OF FLASHBACK

"Be-begitulah-ssu.." Kise menghela nafas setelah berkata panjang lebar.

Kamu masih cengo.

'Seorang gue kencan sama kise ryota?'

"Ano... (Name)cchi...?" Panggil kise.

"Y-ya?" Jawabmu agak gugup.

"Jadi maukah kau berkencan denganku?" Tanyanya

Memangnya kamu punya alasan untuk menolak?