Setelah tempo hari berkencan dengan Kise, beberapa hari berikutnya kamu habiskan dengan bermalas-malasan didalam kamar.
.
.
Ponselmu berbunyi. Email.
From: Kuroko Tetsuya
Oh begitu. (Name)-san sedang apa sekarang?
Ya, akhir-akhir ini Kuroko sedang mencoba PDKT sama kamu. Walaupun cuma balas-balasan e-mail. Kamu dan dia memiliki beberapa kesamaan hobi. Sama sama suka baca buku seperti Light Novel, sama sama suka perpustakaan, dan lain lain.
To: Kuroko Tetsuya
Aku sedang malas malasan di kamar. Tapi sepertinya aku akan ke toko buku siang ini,ada terbitan baru yang harus kubeli. Kuroko-kun sendiri?
Send.
.
Ponselmu berbunyi lagi.
From: Kuroko Tetsuya
Aku juga mau ke toko buku nanti. Mau pergi bersama?
Deg. Ajakan kencan selanjutnya,kah? Apakah kali ini giliran Kuroko-kun?
To: Kuroko Tetsuya
Boleh saja, Kuroko-kun. Jam berapa?
Send.
From: Kuroko Tetsuya
Baiklah, kutunggu di depan Toko Buku Nobuzuki jam 11 siang.
Kamu melihat jam. Pukul 9.45. Bolehlah.
To: Kuroko Tetsuya
Baiklah Kuroko-kun! Aku akan siap siap dari sekarang. Jaa mata nee~
Send
.
.
Lalu kamu langsung menuju kamar mandi dan meninggalkan ponselmu di kamar.
Sementara di seberang sana, Kuroko Tetsuya telah meng ignite-pass salah satu tembok kamarnya sambil tersenyum. Wajahnya memerah. Dia terlalu senang untuk pergi berkencan denganmu.
"Sebaiknya aku juga bersiap siap." Kata kuroko pada dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
Jam 10.20 kamu sudah sampai di stasiun dan bergegas masuk kereta jurusan Nobuzuki.
Hari ini kamu memakai terusan pendek bermotif bunga-bunga yang manis, dipadu dengan celana jins pendek diatas lutut dan sneaker berwarna senada. Terimakasih untuk Kise yang telah mengubah style berpakaianmu.
Kereta melaju. Hari ini lumayan sepi, mungkin orang orang sedang liburan musim panas keluar kota.
'Yah, mau apalagi. Okaa-san dan Otou-san sibuk.' Katamu dalam hati.
15 menit kemudian, Kereta sampai di stasiun Nobuzuki yang tidak terlalu ramai. Kamu berjalan keluar dari stasiun. Lalu melangkahkan kakimu ke Nobuzuki Book Store yang gedungnya sudah terlihat dari kejauhan.
Setelah sekitar 8 menit berjalan sambil menikmati keramaian yang tidak seramai biasanya ini,kamu mencapai Book Store itu.
Di depan pintu masuknya, sudah ada cowok berambut biru langit yang minum vanilla milkshake di tangannya.
Kamu tersenyum dan menghampirinya dengan berjalan lebih cepat. Tak disangka, hawa keberadaannya yang tipis itu tumben bisa kamu sadari.
"Kuroko-kun!" Sapamu padanya.
"Ah, (name)-san." Ucapnya kalem, dan membuang bungkus milkshake-nya yang sudah habis. "datang lebih awal, ya?" Tanyanya.
"Iya, maaf membuat kuroko-kun menunggu." Jawabmu. Kuroko tersenyum kecil.
"Tidak juga. Aku juga baru sampai." Katanya.
.
.
Lalu kalian masuk ke toko buku bersama sama. Tapi di dalam, kalian memisah sebentar. Karena kuroko mencari buku yang diinginkannya, dan kamu pun mencari komik kesukaanmu yang baru terbit itu.
Setelah kamu berputar putar di toko buku itu, lalu mendapatkan komik kesukaanmu, dan membeli beberapa buku lain, kamu membayarnya di kasir. Lalu mencari kuroko.
Dan kamu menemukannya sedang dan bercakap-cakap dengan seorang anak kecil sambil jongkok untuk menyesuaikan tinggi badannya dengan si anak kecil.
.
"Kuroko-kun..." Panggilmu.
"Ah, (name)-san. Sudah selesai?" Tanyanya.
Kamu mengangguk.
"Aku juga sudah." Katanya.
"Anak ini kenapa, kuroko-kun?" Kamu bertanya dan ikut jongkok di sebelah kuroko. Kamu melihat ada bekas air mata di wajah anak itu.
"Dia Risa-chan, dia tersesat dan ketakutan." Jelas kuroko padamu. Kemudian, ada seorang ibu-ibu muda berjalan kearah kalian.
"Maa, maa Risa-chan. Okaa-san sudah datang." Kuroko tersenyum dan mengusap usap kepala gadis kecil itu. "Risa chan jangan menangis lagi ya? Tentu saja Risa-chan manis saat menangis. Tapi akan jadi super manis jika Risa-chan tersenyum."
Lalu gadis kecil itu tersenyum. Kuroko mengacungkan jari kelingkingnya. "Janji kan, Risa-chan akan tersenyum lalu jadi super manis?"
Risa mengangkat kelingkingnya untuk membalas kelingking kuroko, sambil tersenyum lebar. Dan memang manis sekali sih.
Lalu ibu-ibu itu datang dan langsung memeluk Risa. "Maafkan Kaa-san Risa sayang. Kau baik baik saja kan?" Tanyanya pada anaknya itu.
"Iya kaa-can! Nii-chan itu nolongin lisa!" Kata Risa sambil menunjuk Kuroko. Ibu ibu itu tersenyum pada kuroko. "Ayo Risa, bilang terimakasih pada nii-chan!" Kata ibu itu sambil menggendong Risa.
"Aligatou nii-chan.. Nee-chan juga.. Dadah.." Risa melambaikan tangannya, lalu ibu itu membungkukkan badannya sebagai rasa terimakasih, lalu pergi. Kuroko membalas lambaian tangan risa, dan karena kamu dipanggil risa tadi, maka kamu juga melambaikan tangan.
"Kalau begitu, ayo kita pergi juga, (name)-san." Kata kuroko setelah risa sudah menjauh.
"Ah, iya." Kamu bergegas mengambil kantong belanjaanmu. "Kuroko-kun beli buku apa saja?"
"Aku hanya membeli buku ini." Kuroko menunjuk buku yang berada di tangannya. Lalu memasukannya kembali ke dalam tas.
"(Name)-san, sudah hampir jam satu siang. Apa (name)-san mau makan siang?" Tanya kuroko. Sebenarnya kamu lupa sarapan tadi. Jadi perutmu lapar banget. Ga mungkin banget sekarang kamu menolak ajakan kuroko itu.
"Tentu! Kuroko-kun mau makan apa?" Tanyamu semangat.
.
"Yang ada vanilla milkshakenya."
.
.
Yap, disinilah kalian berdua. Salah satu restoran fast-food. Setelah memesan dan sekaligus mengambil makanan di kasir, kalian memilih tempat duduk yang berada di samping dinding yang merangkap jadi jendela karena dibuat dari kaca bening.
Tentu saja Kuroko Tetsuya memesan Vanilla Milkshake.
"Jadi..kuroko-kun," kamu memulai pembicaraan. "Apakah kali ini giliran kuroko-kun berkencan denganku?"
Kuroko hampir tersedak minuman kesukaannya itu,tapi tentu saja tidak kelihatan karena mukanya yang expresionless itu.
"Iya." Jawabnya singkat. "Tapi kencan kita kali ini bukan karena itu. Aku berkencan dengan (name)-san karena aku memang menginginkannya." Lanjutnya. Seiring ucapannya, jantungmu berdebar lebih keras.
.
Tapi tak cuma jantungmu, jantung kuroko tetsuya juga.
.
"Begitu. Tapi kenapa Kuroko-kun mau berkencan denganku?"
.
Kamu orangnya to the point banget ya.
"Itu..." Kuroko mengaduk aduk milkshake-nya dengan sedotannya. "Karena aku menyukai (name)-san. Dan aku tak rela menyerahkan (name)-san pada yang lain begitu saja. Mungkin." Sejenak obrolan kalian jadi tegang..tapi sekaligus manis.
.
"Lalu...kenapa kuroko-kun menyukaiku?"
.
.
"Aku tak pernah berpikir untuk suka ke seseorang. Tadinya aku menaruh standar tinggi untuk tipe-ku sendiri. Supaya aku tidak gampang tertarik ke perempuan manapun. Yah, begitulah." Kuroko meminum lagi milkshake-nya. "Tapi saat di perpustakaan itu, (name)-san menanyaiku apakah boleh duduk disebelahku. Jujur aku kaget, karena ada yang menyadari keberadaanku yang tipis,walaupun hanya sedikit menyadari. Lalu (name)-san tidak cerewet dan heboh seperti cewek lain. (Name)-san benar benar berbeda. Aku juga tidak terlalu mengerti apa artinya berbeda ini." Jelasnya panjang lebar.
"Souka.." Kamu terus memakan burgermu untuk alibi, menutupi wajahmu yang merah.
.
.
Kalian berdua mulai melupakan topik yang tadi membuat pembicaraan menjadi kaku. Kalian membicarakan light novel kesukaan masing-masing. Kalian larut dalam pembicaraan sampai tidak menyadari kalau jam menunjukkan pukul 3 sore.
Kalian lalu bangkit dan meninggalkan restoran fast-food itu. Berjalan-jalan di setapak Nobuzuki sambil mengobrol dan menikmati suasana. Sederhana saja.
.
Lalu ada anjing kecil di pinggir jalan yang menarik perhatianmu. Kamu mendekati anjing itu dan mengusap usap kepalanya.
"Aku kangen nigou jadinya." Kuroko berkata sambil menyebelahimu dan ikut mengusap anjing itu.
.
"Kuroko-kun hebat ya.. Penyayang.." Katamu begitu saja.
.
Kuroko tetsuya hampir meng-ignite pass sebuah gedung jika akal sehatnya tidak berfungsi. Dadanya berdegup tidak karuan karena kata katamu. Tapi tentu saja semuanya dia sembunyikan. Satu satunya yang terlihat jelas hanya semburat merah di pipinya yang berkulit putih.
"Kuroko-kun suka anak kecil dan hewan. Aku hanya suka hewan. Aku tidak terlalu suka anak kecil." Kamu bercerita pada kuroko yang masih berusaha menyembunyikan deg-degannya itu.
.
"Anak kecil itu manis,kok. Seperti (Name)-san...manis" katanya.
.
Pssssh.
Mukamu berubah jadi merah seketika.
.
.
"Kuroko-kun gombal..." Kamu menutupi wajahmu yang warnanya kayak kepiting rebus dengan kedua tanganmu.
.
Kuroko hanya tertawa kecil dan mengusap-usap rambutmu. "Sudah yuk? Jam setengah lima nih."
"Oke!" Kamu mengangguk. "Bye-bye anjing kecil~" kamu mengelus kepala anjing itu sebelum kamu pergi.
Kalian berdua melangkahkan kaki ke stasiun Nobuzuki.
.
.
.
.
.
"Terimakasih sudah repot repot mengantarkanku pulang, kuroko-kun." Katamu pada Kuroko.
"Iie, tak apa apa kok (Name)-san. Lagipula ini sudah sore." Jawab kuroko kalem. "Kalau begitu aku duluan ya."
"Iya, hati hati ya kuroko-kun." Kamu tersenyum. "Dan terimakasih untuk hari ini ya! Sampaikan salamku untuk nigou-chan."
"Ah iya... Jaa." Kuroko melambaikan tangannya.
"Jaa!" Kamu membalas lambaian tangan kuroko. Lalu berlari kedalam gedung apartemenmu.
.
.
.
Setelah berjalan cukup jauh, Kuroko menyandarkan badannya di dinding di tepi jalan. Mata birunya menatap langit yang mulai berwarna merah.
"Kalau aku benar benar menyukainya,bagaimana ya." Gumamnya.
.
.
.
.
.
(A/N): makasih yg udah baca,fav,review,follow,dll x3~ hontou ni arigatou~~ btw yg bingung kenapa updatenya cepet banget, itu karena fic ini udah lama dibuatnya, dan baru di upload sekarang,gitu._. Terus kalo ada yg punya wattpad gitu, jgn heran kalo nemu fict ini dengan judul yg sama, karena authornya jg sama xD iya, yuki emang upload fic ke wattpad juga~ unamenya sama kok, yukichaa:3 /promosi/ /plak. Yaudah sekian dulu~Gimana kencannya? Suka?:p selanjutnya siapaa yaaa~~penasaran looh~~ /slap. Ditunggu reviewnya ya:3
