Jodohku, musuhku

Bleach © Tite Kubo

Warning: Semi AU? Inti cerita kurang jelas, judul

ngawur, etc

Masih nekat baca? Silakan :D

Chapter 2

RUKIA POV

Yamamoto Ryuu.

Itulah diriku sekarang. Pemuda mungil, berambut hitam pendek dengan bola mata lemon berwarna cokelat. Tidak lupa kacamata bundar menghiasi kedua mataku. Mulai hari ini adalah hari pertama Aku menjadi siswa Kurakura high school tahun kedua.

Sekarang Ku sudah berada di hadapan para siswa yang terlihat memandangku aneh. Ini semua gara-gara Yamamoto Jii-san.

Flashback.

" WHat?!"

" Tenang Rukia-chan... Kau tahu kan kalau Jii-sanmu ini adalah pemilik Kurakura High school, jadi kau bisa sekolah di tempat itu dengan menyamar jadi laki-laki."

" Tapi Jii-san...kenapa harus jadi laki-laki ? Dan lagipula darimana Jii-san mendapat baju laki-laki ini ?". Tanyaku penasaran. Setahuku di rumah ini tidak ada orang lain selain Jii-san dan para pelayannya.

" Oh itu Kakek dapat dari sekolah, pakaian itu merupakan contoh seragam baru yang akan dikenakan tahun ini. Jadi mereka mengirimnya untuk mendapatkan persetujuan dari Kakek ".

" Tapi Jii-san... Tetap saja Aku tak bisa jadi laki-laki. Pasti langsung ketahuan."

" Tenang saja Rukia, Kakek sudah memikirkannya kok, sebenarnya Kakek ingin sekali mempunyai cucu laki-laki, tapi sayang ibumu sudah meninggal. Jadi sebagai gantinya kau mau kan memenuhi keinginan Kakek ?". Tanya Jii-san dengan mata penuh harap.

Ukh...jujur saja Aku tak pernah bisa menolak keinginannya.

" Lagipula kau ingin sembunyi dari Ayahmu kan?". Mata penuh harap itu berubah menjadi senyuman dengan seringai lebar.

" Um...ba..baiklah." Ucapku pasrah.

End flashback

" Yamaoto-san, bisa kau perkenalkan dirimu di depan kami semua ?". Suara itu membuyarkan lamunanku tentang kejadian kemarin. Sekarang Aku sudah berada di samping wali kelas 2A, Ukitake joshiro . Dan mulai saat ini bakat aktingku akan di uji.

" Perkenalkan Saya Yamamoto Ryuu, siswa pindahan dari Tokyo, mohon bantuan teman-teman semua." ucapku dengn nada di buat-buat.

Kuadengar bisik-bisikan para siswa yang memandangku aneh. Aku sama sekali tak peduli. Sekarang Ku duduk di bangku yang sudah tersedia.

NORMAL POV

Terdengar suara gaduh dari arah pintu masuk kelas, terlihat seorang pemuda dengan rambut orangenya yang mencolok tergesa-gesa memasuki kelas. Rukia yang baru duduk hanya bisa melirik sekilas akan apa yang terjadi.

" Kurosaki... Alasan apalagi sekarang yang akan Kau berikan ?" ucap Ukitake Sensei, walikelas 2A.

" Maafkan Saya sensei... Saya kurang tidur jadi bangun kesiangan." Jawab pemuda Kurosaki itu santai.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kurosaki, tepatnya Kurosaki Ichigo merupakan siswa berandal di KHS ini. Meskipun begitu, Dia merupakan salah satu idola para siswi. Selain tampangnya yang menunjang, prestasi akademiknya pun tak kalah dari juara umum sekolah itu. Jadi para guru yang tahu akan hal itu hanya bisa pasrah akan sikap berandalnya.

Ichigo berjalan santai menuju bangkunya yang terletak paling belakang. Dilihatnya seseorang yang asing di matanya duduk tepat di depannya. Tatapan mereka pun bertemu. Seakan ada sesuatu yang aneh dalam diri Ichigo yang ingin lebih lama menatap iris cokelat tersebut.

' Gila...ada apa denganku ? Sudah jelas anak itu laki-laki, kenapa timbul rasa tak karuan seperti ini..?!'

Ichigo segera membuang muka untuk melepas kontak mata dengan Rukia atau Ryuu untuk saat ini. Untuk sekarang Ichigo memutuskan untuk menjauhi siswa baru itu. Ichigo pikir anak baru itu membawa pengaruh buruk pada dirinya.

Jam istirahatpun berbunyi. Para siswa mulai berbincang sendiri-sendiri. Rukia yang belum mempunyai teman hanya bisa duduk sambil membaca buku kesukaannya.

" Halo Yamamoto-san... Perkenalkan Aku Hinamori Momo, dan ini Hitsugaya Toshirou ". Ucap gadis bercepol yang tingginya tidak jauh dari Rukia. Rukia tersenyum dan menyambut uluran tangan mereka bergantian.

" Panggil Aku Ryuu saja, Hinamori-san. Dan salam kenal untuk kalian berdua." Rukia bersikap sejantan mungkin agar tidak terbongkar penyamarannya.

" Oh ya Ryuu-san, boleh kami berteman denganmu? Aku lihat kau pemuda baik jadi Kami ingin lebih mengenalmu ". Ucap Hinamori sambil tersenyum.

" Um...baiklah." ucap Rukia canggung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Pulang sekolah, merupakan saat yang sangat di tunggu oleh Rukia. Sungguh rasanya Dia ingin cepat-cepat melepaskan semua atribut penyamarannya. Sangat tidak nyaman.

Dalam perjalanan pulang Rukia melewati pusat kota Kurakura. Memang tak seramai Tokyo, tapi cukup banyak orang-orang berlalu lalang. Saat berada di depan sebuah toko boneka kaki Rukia mendadak berhenti. Di lihatnya sebuah boneka Chappy berukuran sedang yang sedang di pajang oleh toko tersebut.

Mata lebar Rukia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan bisa melihat produck Chappy limited edition itu. Padahal sudah sejak pertama Chappy itu di produksi, Rukia sangat sulit untuk mendapatkannya. Dan sekarang...Chappy itu duduk manis sambil seakan-akan melambaikan tangannya ke arah Rukia. Dengan tidak pikir panjang, Rukia langsung memasuki Toko boneka yang bertuliskan Happy doll.

" Umm...permisi Nona, bisakah Saya membeli boneka Chappy yang ada di pajangan itu ?".Tanya Rukia dengan mata yang berbinar-binar. Hilang sudah sosok Yamamoto Ryuu yang sejak tadi pagi Rukia pertahankan.

" Maaf Tuan, boneka ini sudah di pesan oleh seseorang, jadi kami tidak bisa menjualnya kepada Anda."

Buyar sudah binar cerah di mata Rukia. Harapannya memiliki boneka Chapppy limited edition sudah hancur.

" Permisi Nona, Saya datang untuk mengambil boneka pesanan adik Saya, Yuzu Kurosaki". Tiba-tiba muncul pemuda Orange yang Rukia kenal. Dia adalah siswa yang datang terlambat tadi pagi.

Chappy itu berpindah tangan dari pelayan toko ke pemuda di samping Rukia. Dengan spontan tangan Rukia segera meraih Chappy itu.

" Hei... Apa yang kau lakukan..?!". Teriakan Ichigo menyadarkan Rukia yang sempat terpesona akan indahnya Chappy.

" Akan Ku bayar berapa pun untuk boneka Chappy ini". Ucap Rukia langsung sambil tetap mempertahankan boneka Chappy.

" Kau pikir semuanya bisa dibeli dengan uang hei anak aneh."

" Apa kau bilang kepala jeruk...!"

" Ap...ap..apa...ke..kepala jeruk? Seenaknya saja kau memanggilku pendek."

" Apa kau bilang ! ". Karena saking kesalnya Rukia menarik boneka Chappy itu sekuat tenaga dan...

BRAAAAK...

" Ta...ta..tangannya..." Rukia terbata sambil memegang potongan tangan Chappy.

" Apa yang kau lakukan PENDEK...!". Dengan wajah yang menahan marah Ichigo membentak Ryuu dan mengambil potongan tangan Chappy dari tangannya secara kasar.

Baru kali ini Rukia dibentak seperti itu, kedua orang tuanya pun belum pernah memarahinya seperti yang Ichigo lakukan. Mulai timbul bulir-bulir air mata di kedua mata Rukia. Ichigo sempat melihat kejadiannitu. Sedikit terkejut dengan tingkah anak baru itu. Rukia yang masih bisa mengontrol emosinya langsung memalingkan wajahnya dan berjalan keluar dari toko itu.

" Hei anak aneh... Kau harus bertanggung jawab atas rusaknya boneka konyol ini !". Teriakan Ichigo hanya mendapat tatapan tajam dari Rukia. Tanpa menjawab teriakan Ichigo, Rukia pergi meninggalkan pemuda orange itu yang masih terdiam dengan tatapan bingung.

' Tak ada seorang pun yang pernah membentakku seperti itu. Kurosaki Ichigo... Akan Ku ingat kejadian ini..!'.

TBC

Akhirnya chapter 2 selesei...yeayy...!

Arigato yang sudah review.