*Keesokan harinya*

Matahari bersinar begitu terik hari ini, namun tak menghentikan langkah 2 namja tampan yang sedang menyusuri jalan di pusat kota tersebut. Salah satunya berjalan dengan riangnya,ia bersenandung lagu-lagu yang ia hafal dan juga cengiran lebar tak pernah luntur dari bibir penuhnya meski beberapa kali ia harus menyeka keringat yang mengucur di dahi,leher,maupun pelipisnya. Berbeda dengan namja satunya yang berjalan disampingnya, ia sama sekali tidak menyeka keringat yang sudah membanjiri kerah baju juga bagian ketiak dan punggung, ia hanya berjalan dalam diam dan menunduk, namun tak mengurangi kadar tampannya, hihihi.

"aigooo, Bummie-ah kau seperti kepiting rebus" ujar Kyuhyun yang tadinya menoleh ke arah Kibum karena kembarannya dari tadi tak mengeluarkan suaranya.

"ha?" yang di tegur malah pasang muka cengo

"pakai ini" kata Kyuhyun sambil menyodorkan handuk kecil yang ia selipkan di ransel birunya.

"ini, untuk?" tanya Kibum bingung

"aisshh, kau lama." Kyuhyun yang tak sabaran pun segera menyeka keringat milik Kibum dengan handuknya tadi.

"aku juga punya yang seperti itu" ucap kibum yang pasrah mukanya di 'mek-mek' sama Kyuhyun.

"diamlah, lagipula kenapa kringatmu banyak sekali? Aku saja tidak sampai segitunya" tanya Kyuhyun setelah ia menyeka keringat Kibum.

"itu karena aku sering olahraga lah, juga makan sayur, tidak seperti kau, bangkring" ejek Kibum

"Yak! Tampungan kringat!" balas Kyuhyun

"kering kerontang!" balas Kibum juga

"rambut arang!" Kyuhyun mulai kesal

"keriting!" ucap Kibum akhirnya lalu kembali berjalan mendahului Kyuhyun.

"Yak! Ini ikal tau, bukan kriting babo!" balas Kyuhyun lalu menyusul Kibum yang sudah berjalan didepannya beberapa meter, "hei Bummie-ah, aku berfikir untuk meluruskan rambutku jika sudah terkenal nanti, bagaimana menurutmu?" tanya Kyuhyun sambil mraba-raba rambutnya.

"jelek" jawab Kibum datar dan jelas

"YAK! Kau!" hardik Kyuhyun dan satu jitakan maut mendarat dikepala Kibum, yang dijitak cuma nyengir.

Begitulah sedikit gurauan yang mereka lakukan saat berjalan menuju tempat tujuan, yaitu gedung SM-ent. Mereka memilih jalan kaki daripada naik bus untuk menghemat biaya, ongkos naik bus berdua bisa digunakan untuk mengisi perut nanti. Setelah berjalan cukup lama, karena tempatnya juga lumayan jauh, akhirnya mereka sampai juga di gedung SM-ent, mereka kagum dengan bangunan gedung yang sangat megah itu, herannya tidak banyak orang yang berlalu lalang di gedung semegah itu padahal ini sedang –musim?- audisi, hanya beberapa staff/pegawai dan mungkin orang-orang yang punya urusan disana yang terlihat.

"woaaa...wooaaaa...kau lihat? Ini sangat keren" Kyuhyun terkagum-kagum dengan bangunan yang ada didepannya.

"jangan norak, ayo masuk" ucap Kibum yang langsung menarik lengan Kyuhyun, membuat siempunya lengan sadar dari acara –kagum-nya

"yak kau, bisakah kau tidak menyeretku, aku seperti karung sampah jika seperti ini!" cicit Kyuhyun

"diamlah, setidaknya kau tidak akan mempermalukanku lebih jauh lagi" ucap Kibum datar.

Kibum masih dengan mode –menyeret- Kyuhyun, sampai akhirnya mereka sampai di depan sebuah tempat yang bertuliskan resepcionist (gini bukan tulisannya?), Kyuhyun melepas kasar cengkraman tangan Kibum.

"silahkan, ada yang bisa dibantu?" ucap namja petugas (resepcionist) ramah yang ber-name tag Lee Sungmin itu.

"mendaftar" ucap Kibum –gaje- mungkin dia lelah

Sang petugas menaikkan sebelah alisnya, mungkin tidak mengerti maksud ucapan Kibum

"maaf, bisa tolong diulangi" ucap petugas masih dengan senyum ramahnya yang menampilkan deretan gigi kelincinya.

"ah, ha?" Kibum malah bingung, hahduh

Kyuhyun yang sudah kesal dengan tingkah –babo- Kibum, menggeser posisi Kibum dengan kasar dan sekarang ia yang berada diposisi berhadapan dengan sang petugas a.k.a Sungmin.

"maafkan kelakuan saudaraku yang ini, ehem,,begini Sungmin-ssi, kami ingin mengikuti audisi pencarian bakat yang diadakan oleh agensi ini" ucap Kyuhyun tegas.

"a-Oh, sebelumnya anda mendapat informasi darimana, eumm..." Sungmin bingung memanggil Kyuhyun apa.

"Kyuhyun, dan ini saudara kembarku Kibum, kami mendapatkannya dari iklan di TV" jawab Kyuhyun.

"apa kalian sudah mengirimkan data kalian lewat email?" tanya Sungmin

"belum Sungmin-ssi, apa itu harus?" tanya Kyuhyun balik

Sungmin hanya tersenyum, lalu mengambil 2 lembar kertas yang berada dilaci meja kerjanya.

"baik Kyuhyun-ssi, Kibum-ssi, kalian isi dulu data kalian disini, lalu ambil formulirnya diruangan sebelah sana. Silahkan" ucap Sungmin sambil menyodorkan kertas untuk mengisi data dan menunjuk sebuah ruangan.

"gamsa ham ni da Sungmin-ssi" kata Kyuhyun lalu membungkukkan badan

"cheonmanaeyo" jawab Sungmin ramah.

Kyuhyun dan Kibum memilih tempat duduk yang berada disudut ruangan untuk mengisi data mereka.

"Bummie-ah, aku tak habis fikir, kenapa kau jadi babo seperti itu?" tanya Kyuhyun kesal karena merasa kibum mempermalukannya.

"aku juga tidak tahu Kyunnie, tiba-tiba saja aku gugup, sepertinya aku tidak asing dengan namja tadi" jawab Kyuhyun.

"Sungmin-ssi?" tanya Kyuhyun meyakinkan

"ya, kalau tidak salah, dia itu alumni Garam high school" ucap Kibum mencoba mengingat-ingat

"Garam high school? Yang dulu pernah terjadi kasus 'kotoran' itu?" tanya Kyuhyun mencoba meyakinkan lagi.

"iya, beritanya kan sudah menyebar, bahkan disurat kabarpun ada" jelas Kibum yang menoleh ke arah Kyuhyun sambil menyeringai, kyuhyun yang sedang lola bingung dengan seringaian Kibum, setelah naluri kembarnya aktif(?) ia mengerti maksud Kibum

"OMO! Jadi dia itu Lee Sungmin hmmpph-" ucapan Kyuhyun tertahan karena tangannya reflek menahan tawa yang akan meledak, sedangkan Kibum hanya terkekeh kecil lalu kembali melanjutkan mengisi datanya.

"dan itu sangat keren, aku mau menjadi anggota Attack On The Pin-Up Boys, pasti aku bisa langsung tekenal tanpa ikut audisi karena blog ku akan dikunjungi hampir 3000 pengunjung, wow dan itu sangat hebat" kata Kyuhyun sambil membayangkan dirinya terkenal, kamera sana-sini dan teriakan fans-fansnya.

"mimpi saja kau" ejek Kibum tersenyum miring.

"cih! Kenapa kau ini?... Oh iya, bagaimana ya perasaan pelakunya saat megang-megang itu kotoran?" tanya Kyuhyun (lagi)

"menurutmu?" tanya Kibum balik

"jijik atau tidak?" jawab Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya karena kesal dengan kata-kata Kibum daritadi.

"kalau disuruh memilih, kau lebih suka yang mana? Dilempar atau melempar?" goda Kibum mulai usil.

"aisshh kau ini, tentu saja tidak dua-duanya, aku kan yang jadi penulis blog nya, mana bisa dilempar atau melempar?" cicit Kyuhyun, Kibum menaikkan sebelah alisnya, ia menatap kembarannya lalu memiringkan kepalanya, ia bingung.

"kau belum tau ya?" tanya Kibum polos

"tau apa?" tanya Kyuhyun balik, ia juga bingung.

"pelakunya kan si penulis blog itu" jawab kibum polos bak anak kecil umur 5 tahun.

"ah..? benarkah?" mata Kyuhyun membola, melihat kembarannya mulai babo, Kibum pun memilih angkat kaki menuju ruangan yang ditunjukkan Sungmin tadi "berarti aku yang pegang-pegang kotoran? Aaaaaaaa ANDWAE... Bummieeeeeeeee shireo aku tidak mau memegangnya...!" teriak Kyuhyun tidak jelas, ia pun berlari menyusul Kibum.

"Kyunnie, katanya audisinya hari ini, tapi kenapa gedung ini tidak dipenuhi orang-orang yang berjejalan ya?" ungkap Kibum yang daritadi penasaran

"mana ku tahu, bukankah malah bagus jika tidak ada yang mengikuti audisi, kita tidak ada saingan" jawab Kyuhyun asal

"benar juga" lirih Kibum "tapi kenapa mereka menyia-nyiakan kesempatan ini?" tanya Kibum lagi, kayaknya nih orang lagi babo -_-

"ah masa bodoh, ngapain mikirin orang lain? Sekarang kita buka saja pintu raksasa ini" ucap Kyuhyun yang mulai mendorong pintu berukuran besar itu. Mata Kibum dan Kibum terbelalak sempurna melihat pemandangan dibalik pintu raksasa tersebut, bukan karena bangunan yang mewah atau yang lainnya melainkan pemandangan manusia-manusia yang berada didalam ruangan tersebut, mungkin ada ratusan/ribuan tapi belum mampu memenuhi ruangan super besar itu.

"Kibummie, ini sungguhan?" tanya Kyuhyun yang belum berkedip daritadi.

"kurasa ya" jawab Kibum yang memasang ekspresi tak jauh berbeda dengan Kyuhyun.

Ternyata ruangan itu adalah tempat berkumpulnya para calon trainee, ruangan itu dibuat kedap suara makanya tadi KiHyun gak denger suara ribut-ribut diluar. Setelah KiHyun memasuki ruangan super besar itu, mereka mendapatkan formulir audisi setelah sebelumnya sudah menukar data yang Sungmin berikan tadi.

"apakah kita akan menginap? Kurasa ini tidak akan selesai dalam satu hari" ujar Kyuhyun sedikit mengeluh

"bahkan mungkin seminggu" jawab Kibum asal, Kyuhyun hanya menghela nafas bosan, "aku sempat berfikir untuk tidak mengikutinya saja tadi" ujar Kibum

"ha? Waeyo?!" tanya Kyuhyun terkejut

"kita hanya punya libur satu minggu kerja Kyuhyunnie" jelas Kibum singkat

"Mwo?! Jadi kau minta izin? Ku kira kita bolos kerja, padahal aku sudah menyiapkan beribu alasan dan kata-kata untuk membalas omelan Park ahjussi nantinya, kekeke" cicit Kyuhyun yang diakhiri dengan kekehan evilnya

"lalu bagaimana? Apa kita akan pulang saja?" tanya Kibum, sepertinya dia sudah putus asa.

"Andwae! Kita sudah susah-susah sampai disini, hei Kibum babo, kenapa kau jadi putus asa seperti itu sih? Itu bukan gayamu kau tau? Apa gunanya IQ mu yang tinggi itu?" kesal Kyuhyun pada kembarannya yang mulai babo itu.

"hhhhh baiklah-baiklah, ayo kita cari cara lain" kata Kibum sambil berjalan keluar dari ruangan besar itu, diikuti Kyuhyun, tiba-tiba Kibum berbalik "dan, jangan memanggilku babo!" desis Kibum berbahaya, yang ditanggapi Kyuhyun dengan cengiran lebarnya.

Mereka berjalan menuju tempat Sungmin, mungkin saja ia bisa jadi malaikat penolong agar mereka bisa mendapat nomor urutan audisi paling depan atau setidaknya awal-awal. Sesampainya di tempat Sungmin

"ada yang bisa kubantu lagi? Kenapa kalian kembali?" tanya Sungmin

"ah ani hyung, emm boleh kupanggil begitu? Aku tidak terlalu suka dengan panggilan formal" ucap Kyuhyun yang diikuti anggukan Kibum. Sungmin sedikit tercengang, namun akhirnya ia memasang senyum kelincinya lagi

"oh tentu, baiklah, apa kalian sedang kesulitan?" tanya Sungmin selanjutnya

"ya tentu saja kam-" ucapan Kyuhyun terputus karena ada orang lain yang menyelanya

"maaf,ada apa ini Sungmin-ssi?" tanya orang yang dengan lancangnya menyela Kyuhyun tadi

"eoh?, a-Leeteuk-ssi, ini ada calon peserta audisi yang sedang kesulitan, jadi aku berniat membantunya" jawab Sungmin pada orang yang bernama Leeteuk itu.

"benar begitu? Apa yang kalian keluhkan?" pertanyaan Leeteuk yang mirip dengan seorang dokter yang bertanya pada pasiennya.

"kami hanya ingin bertanya saja, apakah orang yang ada didalam ruangan itu semuanya peserta audisi, Leeteuk-ssi?" tanya Kyuhyun

"tentu saja, memangnya ada apa?" tanya Leeteuk lagi.

"aduh, bagaimana ini Bummie?" bukannya menjawab Leeteuk, Kyuhyun malah bertanya hampir menyerupai bisikan karena Kyuhyun melirihkan suaranya pada Kibum. Tiba-tiba Kibum yang daritadi hanya menunduk kini mendongakkan kepalanya,

"apa kabar hyung?" tanya Kibum tiba-tiba, lalu ia tersenyum menampilkan killer smilenya. Sungmin dan Kyuhyun hanya memasang ekspresi cengo, sedangkan Leeteuk membulatkan matanya, sepertinya ia kaget, ya senyum itu, senyum yang sangat disukainya, Leeteuk tidak mungkin melupakan senyum maut mematikan itu.

"K..Ki..Kibum-ah?" ucap Leeteuk terbata

"sudah lama ya tidak bertemu?" Kibum memasang senyum mirisnya sekarang

"kau mengenalnya Bummie?" tanya Kyuhyun polos, seketika ia membulatkan mata dan tersenyum sangat lebar "daebak! Kau punya orang dalam Bummie, aah ini akan mempermudah kita lolos audisi, ayo Bummie, katakan sesuatu padanya!" ucap Kyuhyun kelewat semangat, namun Kibum tidak menunjukkan ekspresi sama sekali, ia tidak bergeming.

Cafe

Setelah kejadian saling bungkam digedung SM, akhirnya Leeteuk membawa Kyuhyun dan Kibum ke cafe terdekat, tidak ada suara dari ketiganya sejak Leeteuk menjelaskan pada Kyuhyun siapa dia, Kibumpun hanya menunduk, begitu juga Kyuhyun.

"Bummie-ah, kenapa kau tidak pernah cerita kalau hyung kita masih disini?" tanya Kyuhyun masih menunduk memecah keheningan.

"apa kau marah pada hyung Kibum-ah?" tanya Leeteuk

Tidak ada jawaban, Leeteukpun menghela nafas pelan

"katakan sesuatu Bummie-ah, kau membuatku takut" rengek Kyuhyun, ya dia memang takut jika Kibum bersikap seperti itu, diam seperti batu.

"mianhae" akhirnya Kibum bersuara, dan pemintaan maafnya ia tujukan pada Kyuhyun karena ia berkata sambil menoleh kearah Kyuhyun.

"eoh?" Kyuhyun hanya melongo

"aku tidak marah pada hyung, aku,,aku hanya,,kecewa" ucap kibum yang menatap Leeteuk langsung kedalam mata indahnya. Mata Kibum sarat akan kesedihan dan kerinduan namun jelas kentara kekecewaan disana.

"mianhae Kibum-ah" Leeteuk hanya bisa berkata seperti itu.

"kenapa kau mengingkari janjimu hyung? Kau bilang akan menemui kami dan menjemput kami setelah kau menjadi orang sukses?" ungkap Kibum, ia ingin marah namun buliran bening yang jatuh membasahi pipi putih chubbynya.

TBC,,

chap depan sepertinya udah the end, hehehe