The Secret Smile Of You
Tittle : The Secret Smile Of You
Author : Han Se Hyun
Main Cast : Sehun, Luhan
Support Cast : Kris, Jeno, Baekhyun, Kai, dan bertambah seiring berjalannya waktu (?)
Genre : BLB, Yaoi, Shounen-ai, Action and ect.
Rating : T
Warning : This is Yaoi or BoyXBoy. This is Boys Love. Don't Like Don't Read Just Leave it. Typo(s)
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
"Luhannie, mau makan apa? Biar aku pesankan." Tanya Baekhyun kepada Luhan yang sedang terlihat berpikir.
"eum.. aku pesan Taro Bubble Tea dan Ramen saja." Jawab Luhan sambil tersenyum manis ke arah Baekhyun. Baekhyun segera melangkah menjauh dari tempatnya berdiri tadi untuk memesan makanan yang akan mereka makan. Sedangkan Luhan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantin sambil sesekali mengangguk kecil.
DRTT.. DRTT..
Handphone Luhan bergetar. Segera Luhan merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda persegi panjang itu. Di lihatnya layar benda persegi panjang itu yang menampilkan sebuah pesan masuk yang berasal dari sang dongsaeng tercintanya. Jeno.
From : Jeno
Hyung, kau dimana? Aku ingin memberitahukanmu sesuatu dan ini sangat penting!
Luhan mengerutkan keningnya melihat isi pesan yang dikirimkan oleh dongsaengnya itu. Lalu mulai mengetikkan beberapa kata kemudian mengirimnya. Kemudian Luhan memasukkan benda persegi panjang itu kedalam saku celananya kembali.
Tak berapa lama Jeno datang dengan raut wajah yang sulit diartikan. Luhan mengerutkan keningnya bingung dengan raut wajah Jeno. Jeno mendudukkan dirinya di depan Luhan, kemudian menarik napas pelan dan menatap serius ke arah hyungnya itu. Sedangkan yang ditatap mulai mengerti arti dari raut wajah Jeno sebelumnya.
"apa ada sesuatu yang kau dapatkan?" ucap Luhan. Yang langsung mendapat anggukan dari Jeno. Jeno sedikit melirik ke sekeliling kantin memastikan jika tidak ada yang akan mendengar pembicaraan mereka.
"ya, aku tidak sengaja melihat putranya dan beberapa orang yang tidak ku kenal sedang membicarakan hal yang selama ini kita cari." Luhan menatap serius Jeno. Kemudian dia sedikit terdiam memikirkan sesuatu. Lalu senyum mulai terkembang diwajah cantiknya. Jeno sedikit bingung dengan senyum yang Luhan tunjukkan.
"kita akan segera beraksi. Jadi awasi dia terus menerus. Jangan sampai lengah dan kita tidak mendapatkan apa-apa. Mengerti?" Luhan menatap serius ke arah Jeno. Dan Jeno mengangguk mengerti. Disaat mereka selesai disaat itu juga Baekhyun datang sambil membawa makanan yang tadi mereka pesan.
"makanan telah datang.." ucap Baekhyun riang seraya mendudukkan dirinya disamping Luhan dan mulai memberikan makanan yang Luhan tadi pesan. Setelah selesai Baekhyun melihat ke arah depan Luhan yang sudah terduduk seseorangg yang tidak dia kenal. Baekhyun mengalihkan pandangannya menatap Luhan.
"ehm.. Luhan, ini siapa?" tanya Baekhyun sambil melirik Jeno yang masih terdiam ditempatnya. Dan sesekali melirik ke arah makanan Luhan. Luhan melihat ke arah Jeno kemudian tersenyum.
"ohh dia ini adikku Baekhyun. Jeno perkenalkan dirimu." Perintah Luhan dan dengan segera Jeno melaksanakan perintah sang hyung.
"annyeong haseyo sunbae. Naneun Xi Jeno imnida. Bangeupseumnida." Jeno sedikit menundukkan kepalanya ke arah Baekhyun dan Baekhyun hanya tersenyum kemudian memperkenalkan dirinya kepada Jeno.
"nado bangapta. Byun Baekhyun imnida. Jangan panggil aku dengan sebutan sunbae, panggil saja aku hyung." Balas Baekhyun sambil tersenyum manis ke arah Jeno.
"ne, hyung." Jeno melihat ke arah makanan Luhan kemudian melihat ke arah hyungnya.
"hyung..." panggil Jeno manja. Luhan mengalihkan pandangan dari makanannya ke arah Jeno dan sedikit menaikkan alisnya tanda bertanya. Jeno menunjuk-nunjuk ke arah makanan Luhan.
"shireoo.. kau beli saja sendiri sana. Ini makananku!" Luhan sedikit menjauhkan makanannya dari Jeno. Sedangkan Jeno hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal dengan reaksi hyungnya itu.
"hyung.. jeball.. aku ingin itu hyung.. boleh ne?" Bujuk Jeno sambil mengeluarkan jurus puppy eyes-nya. Luhan menghela napasnya kemudian menggangguk menyerah kepada Jeno. Jeno bertepuk tangan girang karena berhasil membujuk hyungnya. Jeno berpindah duduk kesebelah Luhan.
"hyung, suapi aku. Aaaa.." Manja Jeno lagi sambil membuka sedikit mulutnya menunggu Luhan memasukkan sesendok ramen ke mulutnya. Luhan menatap kesal Jeno tetapi Luhan tetap melakukan apa yang Jeno inginkan. Luhanpun memasukkan sesendok ramen ke mulut Jeno, kemudian memasukkan sesendok ramen kemulutnya sendiri.
"annyeong Baekhyun, Luhan" sapa namja berkulit tan sambil menyunggingkan senyum aneh. Disebelah namja berkulit tan berdiri namja berkulit putih nyaris pucat berwajah datar dengan tatapan tajam nan menusuk milikknya. Baekhyun dan Luhan membalas senyuman namja berkulit tan itu.
"ohh, annyeong Kai, Sehun. Ayo duduk disini." Sapa Baekhyun balik. Sedangkan Kai dan Sehun mulai menempatkan dirinya di seberang Luhan, Baekhyun dan Jeno. Kai sedikit melirik Sehun yang sedaritadi hanya menatap Luhan tanpa berkedip sedikitpun walaupun masih dengan wajah datar andalannya. Kai menyeringai jahil.
"annyeong Luhan, Kim Jong In imnida. Cukup panggil aku dengan Kai. Bangapta" Ucap Kai memperkenalkan dirinya yang dibalas senyuman manis Luhan.
"ne, nado annyeong Kai." Balas Luhan masih dengan senyum manisnya. Luhan mengalihkan pandangannya ke arah Sehun yang masih tidak bergeming. Kai menyikut pelan perut Sehun. Sehun tersadar dari lamunannya, kemudian menatap bingung ke arah Kai.
"kau tidak ingin memperkenalkan dirimu Sehun?" tanya Kai yang diakhiri dengan sebuah senyum aneh dan menyeramkan secara bersamaan menurut Sehun.
"ahh.. Oh Sehun imnida" Ucap Sehun memperkenalkan dirinya dengan singkat, jelas dan padat.
"ohh, ne. Salam kenal Sehun" Balas Luhan dengan masih menunjukkan senyum manisnya sedangkan Sehun terlihat mematung melihat senyum malaikat menurutnya. Jeno mengerucutkan bibirnya kesal seraya melihat Luhan yang sibuk menyunggingkan senyum manisnya dan meladeni kedua makhluk yang mempunyai perbedaan yang sangat kontras itu. Jeno menarik-narik ujung lengan baju Luhan dengan sedikit keras. Luhan mengalihkan pandangannya ke arah Jeno dan dengan segera Jeno membuka mulutnya mengisyaratkan Luhan untuk melanjutkan kegiatan suap-menyuapnya yang sempat tertunda karena kedatangan Kai dan Sehun. Luhan memutar bola matanya malas melihat kelakuan manja Jeno, kemudian Luhan melanjutkan kegiatan suap-menyuapnya. Kai sedikit mengernyitkan dahinya bingung melihat adengan suap-menyuap antara Luhan dan Jeno kemudian sedikit melirik ke arah Sehun yang edang melayangkan pandangan tidak suka ke arah Jeno dan Luhan. Kai sedikit terkekeh kecil kemudian berdehem.
"ehemm. Luhan dia siapa?" tanya Kai yang menunjuk Jeno dengan dagunya.
"ohiya. Aku lupa memperkenalkan dia. Ini Jeno. Jeno ayo beri salam." Jawab Luhan dengan sedikit melirik ke arah Jeno yang sedang memasang wajah sebalnya karena lagi-lagi dua makhluk yang menurutnya sangat ingin tahu itu mengganggu acara suap-menyuapnya. Dengan malas Jeno membungkukkan sedikit badannya kemudian memperkenalkan diri.
"annyeong haseyo. Jeno imnida. Bangeupsimnida Sunbaenim." Setelah memperkenalkan dirinya Jeno langsung mendudukkan dirinya kembali kemudian melanjutkan acara yang sempat tertunda tadi.
"ohh ne. Hmm.. Luhan sebenarnya aku ingin memberitahumu sesuatu dan ini berhubungan dengan Sehun. Sehun menatap horror Kai sedangkan Kai hanya memasang sebuah seringaian. Luhan menatap Kai menunggu lanjutan dari ucapan Kai. Kai mengembangkan senyumnya kemudian mulai menampakkan raut wajah seriusnya.
"sebenarnya Sehun sangat..." Ucap Kai menggantung di akhir kalimat. Dan sedikit melirik ke arah Sehun yang wajahnya sudah sangat pucat. Kai tambah menyerigai.
'oh Tuhan, tolong diriku. Jangan sampai si item jelek ini membocorkannya. Ya Tuhan apa salahku? Kenapa kau memberikanku cobaan seperti ini. ARGGHH awas saja kau Kkamjong! Sudah item jelek pesek. Sehabis ini kau tidak akan selamat dariku Kkamjong!'-Batin Sehun jengkel.
"sangat?" ulang Luhan sambil memperlihatkan raut wajah penasaran akan kelanjutan ucapan Kai.
"sebenarnya Sehun sangat me_" saat Kai ingin melanjutkan kalimatnya bel tanda berakhirnya istirahat berbunyi dan Luhan dengan cepat mulai berdiri dari keterdudukkannya.
"emm, maaf bisakah kita lanjutkan ini setelah pulang sekolah saja? Kita harus masuk kelas sekarang." Ucap Baekhyun yang sedaritadi hanya diam dan menjadi seorang pendengar yang baik. Kai menggangguk dengan sedikit lemas. Kemdian Luhan, Jeno dan Baekhyunpun meninggalkan Kantin dengan sedikit berlari kecil. Sehun menghela napas lega dengan berbunyinya bel itu kemudian menatap kai dengan deathglare nya. Yang ditatappun hanya bisa meneguk salivanya kasar dengan sedikit menyegir kemudian memberikan tanda V sign ke arah Sehun. Merasa itu tidak mempan Kai mulai mempersiapkan ancang-ancang untuk berlari. Tapi Sehun segera menarik kerah belakang baju Kai sehingga Kai tidak bisa kemana-mana lagi.
"Sehun, aku hanya bercanda. Tidak usah diambil hati ne. Hehehe" mohon Kai dengan wajah memelasnya sedangkan Sehun makin menatapnya dengan tatapan dingin dan menusuk serta amarah yang daritadi ditahannya.
"tidak semudah itu Kai. Kau harus mendapatkan hukuman dariku." Ucap Sehun dengan nada datar, dingin dan menyeramkan yang membuat Kai bergidik ngeri dibuatnya.
"jangann.. ampuni aku Sehun. Aku hanya bercanda tadi. Maafkan aku Sehun." Memelas Kai ke arah Sehun dengan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya didepan dada. Sehun sedikit mengendurkan tarikkannya di kerah belakang baju Kai. Kai tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan dengan segera Kai kabur dengan secepat yang ia bisa meninggalkan Sehun yang menyumpah serapahkan dirinya.
"KAI KEMBALI KESINI SEKARANG. KAU INGIN MATI DITANGANKU EOH?! KAIII! Aishh dasar item jelek pesek! Awas kau Kai, kau akan tahu akibatnya." Ucap Sehun sambil menyerigai dan dengan dikelilingi dengan aura tidak bersahabatnya. Sepertinya Sehun sedang membuat hukuman yang cocok untuk seorang Kai.
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
'TRINGGG TRINGGG'
Para siswa dan siswi bersorak gembira mendengar bel pulang berbunyi dengan nyaringnya. Dengan segera mereka berhamburan keluar dari kelas masing-masing dengan ekspresi yang bermacam-macam mulai dari senang, suram, dan sebagainya. Tak terkecuali dengan Luhan yang sedang membereskan buku-bukunya dengan wajah yang menyiratkan kelegaan karena telah terbebas dari rumus-rumus kimia yang menurutnya sangat merepotkan dan membosankan.
"Luhan, aku duluan ya. Bye" ucap Baekhyun sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu kelas yang terbuka.
"ne, hati-hati Baekhyun. Bye." Balas Luhan yang masih sibuk dengan kegiatan masuk-memasukkan bukunya. Setelah kegiatan masuk-memasukkan bukunya selesai Luhan segera melangkahkan kakinya keluar dari kelas barunya. Luhan berjalan menyusuri koridor sekolahnya sembari memperhatikan kanan dan kirinya. Luhan baru menyadari jika sekolahnya sangat luas bahkan terlampau sangat luas. Luhan terus berjalan hingga kedua kakinya sudah melangkah keluar koridor sekolah menuju ke gerbang sekolah yang disana sudah berdiri Jeno dan Kris yang sedang menyenderkan punggungnya ke mobil. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu. Seakan menyadari sesuatu Kris mengalihkan pandangannya ke arah Luhan yang sudah tersenyum manis ke arahnya.
"Hai, Kris hyung." Sapa Luhan sambil mengangkat sedikit tangan kanannya. Kris membalas sapaan Luhan kemudian mereka semua masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan pulang tidak ada satupun yang membuka suara hanya untuk memecah keheningan. Merasa jengah dengan keheningan yang mendominasi akhirnya Kris membuka suaranya.
"Lu, bagaimana hari pertamamu sekolah? Apa menyenangkan?" tanya Kris sambil melirik ke arah Luhan lewat ekor matanya. Luhan tersenyum sambil mengganggukkan kepalanya imut.
"sangat menyenangkan hyung. Bahkan aku sudah mempunyai seorang teman namanya Byun Baekhyun. Dia anak yang manis dan mempunyai eyesmile yang sangat menawan." Cerita Luhan sembari membayangkan awal dia berkenalan dengan Baekhyun. Kris tersenyum tipis mendengar cerita Luhan tentang Baekhyun dan kejadian yang dia alami saat tadi berada di sekolah barunya. Jeno memutar bola matanya malas mendengar cerita yang menurutnya sangat membosankan dan tidak penting bukankah seharusnya mereka membicarakan hal-hal yang penting seperti.. 'Eh, tunggu! Sesuatu yang penting? Ahh, aku ingat petunjuk itu.'-Batin Jeno.
"hyung, tadi aku menemukan satu petunjuk lagi tentang orang itu." Ucap Jeno yang langsung membuat ocehan tidak jelas Luhan terhenti dan menatap serius Jeno. Kris sedikit melirik jeno yang duduk dijok belakang mobil seakan menyuruh Jeno untuk melanjutkan kalimatnya.
"orang itu akan beraksi malam ini dan penjagaannya akan sangat ketat dari sebelumnya. Hyung, kita harus cepat bertindak. Apa belum ada sama sekali perintah dari atas?" tanya Jeno sambil menatap Kris seolah meminta kepastian. Kris menghela napas kemudian sedikit melirik ke arah jam tangannya yang melingkar manis di lengan kirinya.
"baiklah, aku akan menyusun rencananya dan kalian persiapkanlah diri kalian. Mungkin sebentar lagi kita akan dikabari, bersabarlah sedikit jangan terburu-buru. Bisa saja ini sebuah jebakan untuk kita." Tenang Kris. Jeno hanya mendengus sebal mendengar penuturan yang keluar dari bibir Kris sedangkan Luhan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Keheningan kembali mendominasi, tidak ada satupun yang berniat mengeluarkan sedikit suara untuk memecah keheningan. Mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing, entah apa yang mereka pikirkan.
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
Seorang namja bersenyum malaikat dan berwajah tenang terlihat sedang mengamati layar komputernya dengan sangat serius. Satu persatu foto ia lihat dengan sangat teliti, takut jika sesuatu yang penting itu terlewatkan olehnya. Seorang namja berpipi chubby mendekati namja berwajah tenang itu sambil menepuk pundaknya. Namja berwajah tenang tersentak kaget karena tepukkan yang tiba-tiba dari namja berpipi chubby.
"apa kau sudah menemukan sesuatu, Suho?" tanya namja berpipi chubby kepada Suho –namja berwajah tenang– dengan memperhatikan foto-foto yang ditampilkan oleh layar komputer didepannya. Suho menghela napas. Kemudian, mulai membuka satu foto yang disana terlihat seorang namja tinggi bermata panda sedang membawa sebuah koper hitam menuju sebuah mobil limosin hitam yang di depannya sudah berdiri seorang yeoja berekspresi dingin. Di kanan kirinya terlihat beberapa orang berbadan kekar, seperti seorang penjaga yeoja itu.
"ini. Kita bisa mencari tahu siapa yeoja ini dengan simbol ini." Jawab Suho dengan menunjuk ke arah salah satu anting-anting yeoja itu. Anting-anting itu bersimbolkan huruf J. Xiumin mengganggukkan kepalanya paham.
"baiklah, aku mengerti. Aku mendapatkan informasi mereka akan beraksi lagi malam ini dan penjagaannya akan sangat ketat dari sebelumnya. Dan orang yang akan mereka temui adalah seorang menteri terhormat." Ucap Xiumin sambil mendudukkan dirinya disebelah Suho yang sudah beralih menatapnya dengan serius.
"seorang menteri terhormat? Aku rasa mereka pasti menyiapkan sesuatu yang sangat besar sampai melibatkan seorang menteri terhormat. Kita harus segera memberi perintah, agar mereka mempersiapkan diri mereka masing-masing. Xiumin, sekarang bisakah kau mengecek situasi yang ada dan dimana mereka akan bertemu?" Perintah dan tanya Suho kepada Xiumin. Sedangkan Xiumin sudah mulai berjalan ke arah monitor-monitor yang menampilkan seluruh tempat yang ada di Seoul. Xiumin mengetikkan beberapa kata kemudian monitor besar disamping monitor-monitor yang menampilkan seluruh tempat yang ada di Seoul itu menampilkan sebuah rumah besar yang di luarnya terdapat dua penjaga bertubuh kekar, kemudian di depan pintu masuk terdapat 4 penjaga bertubuh kekar. Semakin masuk ke dalam rumah besar itu semakin banyak penjaga bertubuh kekar yang ada.
"mereka bertambah dua kali lipat dari sebelumnya." Gumam Xiumin yang masih memperhatikan layar monitor besar itu. Sekarang Xiumin terlihat sedang memasang sebuah earphone ke telinganya. Tak lama ia mendengar suara di ujung sana.
"eumm, tuan. Dimana kita akan melakukan pertemuan?" tanya namja bersuara beratnya kepada namja yang tengah duduk membelakanginya.
"kita akan bertemu dengan menteri bodoh itu di pelabuhan Incheon." Jawab namja itu masih dengan membelakangi namja bersuara berat.
"dan aku tidak ingin pertemuan kali ini gagal. Aku ingin semuanya berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala apapun. Kau paham, Chanyeol?" tanya namja itu kepada Chanyeol yang sedang menunduk hormat.
"ne, tuan. Aku paham." Jawab namja itu singkat. Suara dan layar monitor itupun terputus dengan tiba-tiba. Xiumin melepaskan earphone yang menempel di telingannya kemudian menghubungi seseorang.
"kode biru. Mereka akan beraksi malam ini dan pertemuannya akan dilakukan di Pelabuhan Incheon." Ucap Xiumin kemudian langsung mematikan sambungan telepon. Suho menghampiri Xiumin yang masih menatap layar monitor yang sudah menampilkan Pelabuhan Incheon yang sedang sibuk oleh lalu lalang kuli penggangkut barang. Sedikit menghela napas kemudian Suho bergumam.
"sebenarnya apa yang sedang mereka buat?" gumam Suho.
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
"appa, aku pulang." Teriak namja berdimple yang sudah menghempaskan badannya ke sofa ruang kerja ayahnya. Sang ayah hanya melirik sekilas sang anak kemudian kembali menatap keluar jendela ruang kerjanya. Merasa bosan diacuhkan oleh sang ayah namja berdimple itupun membuka suara.
"aku sudah bertemu dengan orang-orang itu appa. Mereka berjanji akan membantu kita menyembunyikannya." Sang ayah membalikkan badannya. Mata tajam, hidung mancung dan rahang yang tegas terlihat sangat menganggumkan. Sang ayah mulai mendudukkan dirinya kemudian menatap sang anak. Sebuah senyum mengerikan muncul diwajah tampan yang masih belum kelihatan tua walaupun sudah memiliki seorang putra.
"bagus. Sekarang yang kita perlukan hanya menteri bodoh itu dan barang itu." Ucap sang ayah sambil menatap lurus kedepan. Kemudian sang ayah memutar kursinya kembali menghadap jendela besar. Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar. Pintu terbuka setelah sang ayah mengucapkan kata masuk. Disana terlihat seorang namja tinggi berbaju hitam melangkah masuk kedalam sambil menundukkan kepalanya hormat.
"ada apa?" tanya sang ayah singkat.
"eumm, tuan. Dimana kita akan melakukan pertemuan?"tanya namja bersuara beratnya kepada namja yang tengah duduk membelakanginya.
"kita akan bertemu dengan menteri bodoh itu di pelabuhan Incheon."Jawab namja itu masih dengan membelakangi namja bersuara berat.
"dan aku tidak ingin pertemuan kali ini gagal. Aku ingin semuanya berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala apapun. Kau paham, Chanyeol?"tanya namja itu kepada Chanyeol yang sedang menunduk hormat.
"ne, tuan. Aku paham." Jawab namja itu singkat.
'TOK TOK TOK'
Suara pintu diketuk dari luar terdengar. Sang ayah segera berucap masuk. Pintu itupun tebuka dan disana terlihat seorang yeoja berekspresi dingin sedang membawa sebuah koper hitam. Yeoja itu melangkahkan kakinya menuju meja kerja sang ayah kemudian meletakkan koper hitam itu ke atas meja kerja. Sedikit memundurkan langkahnya kemudian menunduk hormat.
"tuan, ini adalah barang yang anda minta." Jelas yeoja itu sambil menatap sang ayah. Sang ayah tersenyum senang mendengar penjelasan dari yeoja berekspresi dingin itu. Diputarnya lagi kursi yang ia dudukki agar menghadap kearah meja kerjanya. Dibukanya dengan perlahan koper hitam itu. Setelah terbuka sang ayah tertawa dengan sangat kerasnya kemudian menyerigai senang. Yeoja dan sang anak ikut tersenyum senang melihat isi dari koper hitam itu.
"bagus sekali Jessica. Aku menyukai cara kerjamu dan juga Tao. HAHAHA barang yang sudah lama aku inginkan akhirnya ada ditanganku. Sekarang kita bisa menjalankan rencana kita dengan sangat sempurna." Ucap namja itu kemudian menyeringai seram.
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
TBC
A/N:
Wahhh akhirnya selesai juga chapter 2 nya. Gimana ceritanya makin gaje kah? Maaf ya kalau menurut readers ini membosankan salahkan otak Se Hyun yang tiba-tiba buntu dalam hal ide cerita ini.
Hayoo menurut readers siapa Luhan, Kris dan Jeno? Dan siapa sang ayah namja berdimpel itu? Adakah yang bisa menebaknya? Jika bisa kalian daebakk hahaha.
Oh iya makasih yang udah memfavoritkan, menfollow dan menreview ff abal Se HYun ini. Tapi Se Hyun bersyukur masih ada readers yang mau membaca ff abal Se Hyun ini.
Untuk yang sudah membaca tolong jangan hanya membaca saja tapi berikan Se Hyun sepatah dua patah kata untuk memberikan Se Hyun kritik, saran dan lain-lain yang membuat ff ini semakin bagus.
Dan yang terakhir Se Hyun minta tolong banget review dari readers sekalian agar Se Hyun nulisnya semangat juga biar cepet-cepet update ceritanya.
BIG THANKS TO:
WinterHeaven, hunhanminute, Arraa, lisnana 1, ssnowish, younlaycious88, Ami Yuzu, Thehun Yehet Ohorat.
RnR juseyoooo...
Mind To Review?
