The Secret Smile Of You
Tittle : The Secret Smile Of You
Author : Han Se Hyun
Main Cast : Sehun, Luhan
Support Cast : Kris, Jeno, Baekhyun, Kai, dan bertambah seiring berjalannya waktu (?)
Genre : BLB, Yaoi, Shounen-ai, Action and ect.
Rating : T
Warning : This is Yaoi or BoyXBoy. This is Boys Love. Don't Like Don't Read Just Leave it. Typo(s)
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
"kau dengar itu Xiumin?" tanya namja tinggi yang sedang berdiri menyandar di depan pintu ruangan sang Bos besar.
"ya, aku dengar itu. Kerjamu bagus Chanyeol. Sekarang kembali menjalani peranmu jangan sampai membuat satu orangpun curiga denganmu." Ujar suara diseberang sana.
"ya aku tahu itu. Baiklah sampai jumpa." Ujar Chanyeol kemudian melengos pergi dari tempatnya berdiri tadi dan berjalan masuk ke suatu ruangan yang didalamnya terdapat banyak sekali tombol-tombol dan monitor-monitor yang menampilkan gambar-gambar dari berbagai sudut didalam dan diluar rumah ini. Ya ini adalah ruang kontrol dari rumah ini atau bisa disebut markas dari mafia terbesar di Korea Selatan.
"hei darimana saja kau? Kenapa lama sekali?" tanya namja bermata bulat dengan flaming charismanya. Chanyeol menampakkan smirknya. Tangannya mengambil tteobokki yang menunggu untuk disantap. Namja bermata bulat itu mengernyit tak mengerti dengan smirk yang ditampakkan Chanyeol.
"wae? Ada apa dengan smirkmu itu? Apa ada yang terjadi?" tanya namja bermata bulat itu dengan penasaran.
"ani. Hanya saja ada sesuatu yang sangat menarik untuk kau ketahui." Jawab Chanyeol dengan sekenanya. Minho terlihat sangat antusias mendengar jawaban Chanyeol "apa itu? Ayolah ceritakan padaku, aku sangat penasaran Chanyeol." Pinta Minho dengan mata bulatnya yang berbinar-binar. Chanyeol memasang wajah datarnya kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Minho "itu adalah... rahasia." Chanyeol memundurkan wajahnya dan melihat ekspresi Minho yang mengangakan mulutnya tak percaya dengan jawaban Chanyeol tadi kemudian mencibirnya.
"dasar pelit. Aku heran kenapa ada manusia sepelit ini. Uhh~ masih adakah orang yang tahan dengan kelakuannya itu? Aku rasa tidak." Chanyeol hanya memutar bola matanya malas. "jangan mencibirku terus Minho. Aku mendengarmu."
"ahh terserahlah." Dan perdebatanpun dimulai antara Chanyeol dan Minho.
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
"aduh PSPku kemana ya? Seingatku tadi kutaruh diatas meja, kenapa sekarang tidak ada?" ucap Jeno sambil merayap dilantai. Tangannya menggapai kolong meja dan kolong sofa tapi nihil benda yang dicari tidak ada di kedua tempat itu. Jeno berdiri kemudian mengacak-acak sofa beralih ke meja beralih lagi ke tempat lain dan seterusnya hingga Jeno merasa lelah sendiri mencari sang PSP kesayangan,Jeno duduk disofa kemudian mendesah lelah menarik nafasnya dalam kemudian berteriak dengan sangat kencang. "HYUNGDEUL ADA YANG MELIHAT PSPKU TIDAK?"tanya – teriak – Jeno kepada hyung-hyungnya yang entah sedang berada dimana.
"yakk! Apa-apaan kau ini. Kenapa berteriak seperti itu? Berisik tahu!" omel Kris yang baru saja selesai dari ritual mandinya yang suci itu. Jeno hanya melihat sekilas Kris "hyung.. lihat PSP ku tidak?" tanya Jeno sambil menampakkan wajah yang putus asa. "PSP? Memangnya tadi kau taruh dimana?" tanya Kris sambil berjalan ke arah cermin besar. "di atas meja hyung. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi diatas meja. Padahal aku ingat sekali menaruhnya disitu." Jawab Jeno dengan nada memelasnya. Kris memutar kepalanya ke arah Jeno kemudian melihat kesekelilingnya. "ahh jangan tanyakan itu kepadaku. Aku tidak tahu menahu. Lagipula hyung baru saja keluar dari kamar mandi jadi mana hyung tahu tentang PSPmu itu. Kenapa kau tidak tanya Luhan saja siapa tahu Luhan melihatnya." Saran Kris yang sedang menaiki anak tangan menuju kamarnya. "hmm baiklah hyung." Jeno segera menyusul Kris yang menaiki anak tangan kemudian menuju kamar Luhan yang tepat kamar kedua atau ditengah-tengah kamar Kris dan Jeno.
"hyung.. Luhan hyung."panggil Jeno sambil mengetuk pintu kamar bercat putih didepannya. Tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar itu. Sedikit mendegus kemudian mengetuk pintu itu sedikit lebih keras TOK TOK TOK TOK "Luhan hyung cepat buka pintunya ada yang ingin aku tanyakan." Teriak Jeno dari luar kamar Luhan. Terdengar langkah kaki dari dalam. CKLEK. Dan pintupun terbuka memperlihatkan seorang Luhan yang tengah mengucek imut matanya jelas sekali jikalau ia baru saja bangun dari pulau kapuknya yang sangat nyaman itu. Menguap kecil kemudian melihat Jeno yang berdiri tepat didepannya.
"kenapa kau berteriak seperti itu eoh?"tanya Luhan yang masih mencoba mengumpulkan nyawanya. "hyung lihat PSPku tidak?" tanya Jeno dengan memelasnya. "PSP? PSP putih itu?" tanya Luhan lagi Jeno menganggukkan kepalanya "iya benar yang itu. Yang sering aku bawa kemana – mana itu loh hyung." Jawab Jeno dengan tampang berbinarnya. Luhan menyegir tidak jelas ke arah Jeno. Berjalan meninggalkan kamarnya dan mulai menuruni satu persatu anak tangga. "ehmm tentang PSP itu. Maafkan hyung yaa. Hehe semalam hyung tidak sengaja melemparnya ke arah cicak yang sudah mengagetkan hyung hehe. Mianhae Jeno." Kata Luhan sambil berancang-ancang untuk menghindar dari sang dongsaeng.
"mworago? Jadi PSPku musnah karena seekor cicak?"tanya Jeno sarkastik sambil menyipitkan matanya ke arah Luhan yang hanya menggangguk polos sebagai jawabannya. Jeno menghela nafas kemudian berbalik ke arah dapur. Luhan mengelus dadanya lega karena Jeno tidak menyerangnya karena PSP kesayangannya dia rusak karena seekor cicak. Tapi ternyata keberuntungan sedang tak berpihak pada Luhan karena sekarang Jeno sedang berjalan ke arahnya sambil membawa satu loyang chesse cake. Luhan menatap horror ke arah chesse cake itu dan sedetik kemudian Luhan lari ke arah kamar Kris. Membuka pintunya secepat yang ia bisa kemudian menutupnya dengan kasar.
"yakk! Hyung buka pintunya. Hyung! Luhan hyung! Cepat buka pintunya!" teriak Jeno dengan murkanya sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Kris dengan sangat brutal. "andwae. Memangnya kau ingin apa?" tanya Luhan. "aku hanya ingin memberimu chesse cake yang lezat ini hyung. Jangan berfikiran negatif terhadap niat baikku." Jeno menyeringai didepan pintu sedangkan Luhan mengernyitkan keningnya "jeongmal? Apa kau tidak marah tentang ehmm PSPmu itu?" tanya Luhan hati-hati. "sudahlah hyung lupakan itu. Sekarang cepat buka pintunya." Ujar Jeno dengan tidak sabar. Luhanpun membuka pintu kamar Kris kemudian nampaklah wajah Jeno dan senyum cerahnya.
"aku harap hyung menyukai chesse cake ini."Jeno mulai mengarahkan chesse cake itu tepat ke depan wajah Luhan dan Jeno langsung melumuri wajah Luhan dengan cheese cake itu kemudian lari ke lantai bawah. Luhan meringis kemudian menyingkirkan cheese cake di area hidung dan kedua matanya "Jeno! Awas ya kau. Kau tidak akan ku lepaskan. Dasar anak nakal! yak!" marah Luhan berapi-api dan mulai mengejar Jeno. Dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara Jeno dan Luhan. Tak jarang mereka melempar barang apapun yang ada didekat mereka ke arah satu sama lain. Dan karena ulah mereka berdua ruang tengah yang tadinya sudah acak-acakan kini makin bertambah absurd tidak berbentuk sama sekali.
Kris keluar dari kamarnya kemudian menuruni anak tangga menuju ke ruang tengah dan Kris cukup dibuat terkejut dengan keadaan ruang tengah yang jauh dari kata bersih, indah dan rapi. Yang ada hanyalah kotor, dengan barang-barang yang bertebaran entah kemana. Padahal tidak ada badai yang baru saja terjadi tapi kenapa keadaan ruang tengahnya seperti habis dilanda badai yang sangat kuat. "yakk! Kemari kau anak nakal!" suara Luhan menggelegar ke seluruh rumah dan sekarang Kris tahu siapa dan apa yang menyebabkan ruang tengahnya seperti ini. "LUHAN! JENO! APA YANG KALIAN LAKUKAN DENGAN RUANG TENGAH INI HAH!"teriak Kris yang mampu menghentikkan aksi kejar-kejaran antara Jeno dan Luhan.
Jeno dan Luhan saling berpandangan sedetik kemudian mereka memandang horror tepat lurus kedepan dimana disana sudah ada sesosok naga yang siap menyemburkan apinya memanggang hangus mereka.
GLUP
"hmm, hyung bagaimana ini? Kita bisa mati terpanggang jika kesana."ucap Jeno masih dengan menampakkan wajah horrornya. "ehhm sebenarnya hyung juga tidak tahu kita harus bagaimana. Tapi jika kita kabur nasib kita akan lebih menakutkan lagi. Lebih baik kita kesana dan menerima dengan sukarela apa yang akan naga itu lakukan kepada kita." Jawab Luhan pasrah sambil menggandeng – menyeret – lengan Jeno. Mereka mendekat ke arah Kris dengan takut-takut.
"lihat apa yang kalian lakukan. Sekarang aku ingin kalian berdua membersihkan semua kekacauan ini dalam 30 menit." Perintah Kris tegas. Luhan baru saja membuka mulutnya ingin protes tapi langsung dipotong oleh Kris "dan tidak ada penolakan ataupun protes kalau kalian tidak ingin hal yang menyeramkan terjadi pada kalian." Lanjut Kris dengan tatapan mata yang sangat mengintimidasi Luhan dan Jeno. "n-ne hy-hyung, ka-kami akan mengerjakannya." Pasrah Jeno dan Luhan dengan terbata. Kris menyeringai kemudian berbalik pergi dari sana. "hhh~ naga itu sungguh menakutkan." Cibir Luhan sembari mulai membereskan ruang tengah. "benar hyung matanya itu sangat-sangat menakutkan." Setuju Jeno yang juga mulai membereskan ke kacauan yang mereka buat.
-30minutes later-
"wahh ternyata kerja kalian cepat sekali. Haha bagus-bagus." Puji Kris setelah melihat ruang tengah yang sangat rapih dari sebelumnya. JeLu hanya mendengus jengkel.
"ahh hyung sampai lupa memberi tahu kalian." Ujar Kris sambil memperlihatkan tab yang ia bawa ke arah JeLu.
"ini adalah denah tempat transaksi mereka nanti. Tolong perhatikan baik-baik setiap detail dari tempat ini. Jeno kau harus memperhatikan dan mempelajari suasana tempat ini. Luhan kau bisa menjalankan apa yang biasanya kau lakukan. Aku akan mempelajari rute yang akan mereka lewati karena dengan itu kita bisa lebih mudah melumpuhkan mereka." Jelas Kris yang didengarkan dengan sangat serius oleh JeLu.
"hyung, apa kita akan langsung menyerang mereka atau kita membuat sebuah drama terlebih dahulu untuk mengecoh mereka semua?" tanya Jeno yang langsung dijawab gelengan dari Luhan.
"no no no. Kita akan membuat sesuatu yang lebih bagus daripada taktik yang sering kita gunakan dan ini akan menjadi sebuah taktik yang hebat hahaha." Monolog Luhan dengan bersemangat jika ini adalah komik atau anime mungkin dimatanya akan membentuk seperti bara api yang menyala-nyala.
Jeno memandang aneh Luhan yang masih menampakkan semangat yang berlebihannya itu. Sedikit melirik ke arah Kris yang juga tengah memperhatikan Luhan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mengerti dengan sikap ajaib sang adik itu.
"ahh yasudahlah terserah hyung saja. Asal taktik itu tidak membuat kita terlihat bodoh dan mencolok hyung apalagi membuat kita seperti orang aneh aku tidak mau." Peringat Jeno sambil menyilangkan tangan didepan dada. Luhan mendecih jengkel dan mencibir tidak jelas.
"huh tentu saja tidak taktik ku ini sangat bagus dan tidak aneh,ck. Lagipula kan yang bertugas membuat taktik aku kenapa kau yang selalu saja protes sih? Apa susahnya sih tinggal menjalankan saja ishh kau ini menyebalkan sekali." Kris hanya bisa menghela napas jengah terhadap kelakuan dua makhluk disampingnya.
"hei hei sudahlah. Lebih baik kita kembali membicarakan tugas kita ini. Karena sebelum melaksanakan tugas ini kita harus melapor dulu kepada yang diatas." Lerai Kris dengan sedikit menyelipkan tubuhnya diantara JeLu lebih tepatnya ditengah-tengah JeLu menghalau jikalau saja ada sedikit serangan kecil yang datang mungkin.
"baiklah-baiklah ayoo kita fokus sekarang lupakan pertengkaran itu. Ahh iyaa hyung apakah nanti kita membawa senjata?" Tanya Luhan yang tengah memerhatikan Kris dari samping. Kris terlihat sedikit berfikir kemudian merogoh saku celananya dan menemukan secarik kertas yang tertulis angka-angka yang membingungkan atau mungkin seperti kode atau semacamnya.
"menurut informasi yang tertera dikertas ini kita harus membawa senjata tapi hanya senjata ringan bukan senjata laras panjang atau semacamnya. Mungkin karena penjagaan yang diperketat itu jadi kita harus sangat berhati-hati." Jelas Kris sembari memasukkan lagi secarik kertas kedalam saku celananya.
"ahh aku mengerti hyung. Aku sudah mempunyai taktik yang tepat dan mungkin sangat briliant hehe." Ungkap Luhan sambil menampakkan tawa polosnya.
"yasudahlah hyung sebaiknya kita bersiap-siap dari sekarang jadi nanti kita bisa datang lebih awal dan mempelajari medan dengan lebih mantap. Jjaa~ hyung aku bersiap-siap dulu yaa." Ucap Jeno kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya meninggalkan Kris dan Luhan yang masih duduk diam.
"hyung aku juga akan bersiap-siap. Hyung juga harus bersiap-siap sana." Beritahu Luhan sambil sedikit mendorong-dorong punggung Kris yang sudah berjalan didepannya.
"aishh iya iya aku tahu Lu. Kau tidak perlu mendorong-dorongku seperti itu." Cibir Kris.
"hehe mian hyung habisan kau itu jalannya lelet sekali sih hehe."
"ahh iya Lu. Kau harus berhati-hati nanti. Kau tahukan siapa yang akan kita hadapi nanti malam. Jadi tolong berhati-hati dan jangan jauh-jauh dari diriku. Kau mengerti?" tanya Kris dengan nada yang serius.
Luhan merubah raut wajahnya menjadi datar dan memberhentikan langkahnya tepat beberapa langkah didepan Kris. " ya aku tahu itu hyung. Sangat tahu. Dan aku akan berhati-hati hyung. Terima kasih sudah memperigatkanku. Aku mau mandi dulu hyung." Ucap Luhan sambil berlalu meninggalkan Kris dibelakangnya yang hanya bisa menatap punggung sempit itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
"aku harap kau benar-benar akan berhati-hati Luhan." Kris mengucapkan kalimat itu dengan suara yang sangat lirih.
.
.
.
-TSSOY-
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
A/N:
Maaf banget buat semuanya karena se hyun sudah lama banget ga update ini ff. Jujur ajaa entah kenapa ide ini tuh mandet ditengah jalan dan tiba-tiba juga penyakit males ngetik se hyun kambuh dan disaat mau ngelanjutin ini ff ehh malah ke format semua data yang ada dinetbook alhasil yahh harus bersusah payah lagi buat ngelanjutin.
For last makasih yang udah mau baca, review dan masih mau nunggu ff ini.
.
.
.
Mind To Review?
.
.
.
