FROM THE DARKEST SIDE CHAPTER 2

BY SANTHY AGATHA

Meskipun sudah berjanji pada Siwon untuk menahan diri, dia tetap saja mendatangi Kyuhyun di kamarnya.

Siwon bisa marah, nanti. Tapi dia tidak peduli. Bagaimana mungkin dia tahan berdiam diri begitu saja saat Pria yang sudah ditunggu-tunggunya sekian lama sekarang ada di rumah yang sama dengannya ?

Dia berdiri di sudut ranjang, mengamati Kyuhyun yang tertidur pulas seperti bayi.

Sejenak kemarahan menyelimuti hatinya,

Sampai kapan dia hanya bisa melihat Kyuhyun di saat Pria itu sedang tertidur?

Siwon harus cepat. Mereka sudah sepakat tentang Kyuhyun, padahal jarang sekali mereka berdua sepakat. Dia dan Siwon bertolak-belakang dalam segala hal.

Siwon cenderung baik hati dan menggunakan cara-cara pintar untuk meraih tujuannya, sedangkan dia selalu menggunakan cara-cara licik - licik, bukan pintar - untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Dan seperti yang Kris katakan tadi, dia sangat kejam.

Tapi Kyuhyun adalah Namja yang sudah menyentuh perasaannya. Mungkin Namja itu sudah melupakannya, bahkan mungkin Namja itu tidak menyadarinya, tapi kejadian dua belas tahun lalu itu tidak akan pernah dilupakannya. Pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun sekaligus hari di mana dia memutuskan akan memiliki Kyuhyun.

Siwon harus memaklumi ketidaksabarannya, dia sudah menunggu selama dua belas tahun. Menunggu dan menunggu sampai Kyuhyun siap menjadi miliknya. Dan sekarang Namja itu ada di depan matanya.

Dia mendekat, tangannya menyentuh pipi Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun bergeming, masih pulas, tidak menyadari ada sosok yang mengamatinya lekat di tepi ranjangnya.

"Kau milikku kyuhyun, jangan lupakan itu."

Kyuhyun bermimpi. Dia berada di sebuah taman hiburan yang sangat ramai. Penuh dengan pedagang dan para orangtua yang menggandeng anak-anak mereka. Suara musik dari berbagai stan permainan dan suara-suara manusia terdengar bercampur menjadi satu, riuh rendah di telinganya.

"Kyuhyun, jangan ke situ." suara neneknya terdengar memperingatkan.

Kyuhyun mengernyit. Neneknya masih hidup? Dia menolehkan kepalanya dan mendapati neneknya berdiri di belakangnya, neneknya benar-benar masih hidup. Hidup dan tampak lebih muda.

Dengan bingung Kyuhyun mengamati sekeliling, dan menyadari kalau bukan dia yang dipanggil neneknya. Di sana berdiri seorang anak, mungkin delapan tahun, kurus, dan agak canggung. Itu adalah dirinya yang masih berumur delapan tahun!

"Jangan bermain terlalu jauh Kyuhyun, nenek tidak mau kamu tersesat, di sini sangat ramai." sang nenek menggandeng tangan Kyuhyun kecil. Lalu membawanya ke sebuah kursi kosong yang terletak di pinggir taman.

"Duduk di sini dulu, nenek akan membelikanmu es krim," kata neneknya sambil menunjuk stan es krim dengan antrian pembeli yang panjang, yang terletak kurang dari seratus meter dari tempat mereka, "Jangan kemana-mana dan jangan berbicara dengan orang asing. Kalau ada apa-apa teriak saja, nenek pasti akan mendengarnya."

Kyuhyun kecil mengangguk, tapi matanya memandang sekeliling dengan penuh semangat.

Kyuhyun tetap mengamati dari kejauhan, kenangan ini masih terpatri samar-samar di benaknya, kenangan saat pertama kali dia di ajak ke taman hiburan.

Tiba-tiba Kyuhyun kecil melangkah turun dari kursi, dan mulai berjalan menjauh.

Kyuhyun langsung panik,

Hey... Kembalilah, kau bisa tersesat!

Dengan gugup Kyuhyun menoleh ke arah sang nenek yang sedang antri di stan es krim, dia ingin berteriak tapi entah kenapa suaranya tidak keluar. Setelah beberapa kali usaha yang sia-sia, akhirnya kyuhyun memutuskan untuk mengikuti Kyuhyun kecil.

Kyuhyun kecil terus berjalan sambil mengamati sekelilingnya dengan penuh rasa tertarik, tidak menyadari bahwa dia makin tersesat menembus keramaian. Dengan susah payah Kyuhyun berusaha mengikuti sampai kemudian mereka berdua sampai di pinggiran taman, berlokasi di bagian belakang stan yang sepi.

Kyuhyun pucat pasi ketika sadar, pemandangan yang ada di depan mereka sungguh mengejutkan, di sana ada sosok lelaki tinggi dengan pakaian rapi, sedikit acak-acakan karena baru saja berkelahi. Rambutnya yang sedikit lebih panjang daripada seharusnya menutupi sisi wajahnya, lelaki itu berdarah di bahunya, darahnya merembes menembus kemeja putihnya. Tangan lelaki itu memegang pisau yang penuh darah... Dan di depannya... di depannya tergeletak sesosok lelaki lain besar dan berpakaian kusam, dengan perut terluka parah oleh tusukan pisau, sosok itu tidak bergerak. Mati.

Lelaki tampan itu menoleh dan melihat Kyuhyun kecil sedang terpaku menatapnya. Seperti neneknya tadi, lelaki itu sepertinya juga tidak menyadari kehadiran kyuhyun, dan entah bagaimana kyuhyun seolah-olah terpaku, hanya bisa melihat, tidak bisa berbuat apa-apa.

"Well, halo nak", sapa lelaki itu sambil tersenyum mempesona, "Apakah kau tersesat?" tanpa peduli lelaki itu melipat pisau penuh darah di tangannya dan memasukkannya ke saku.

Kyuhyun kecil mengerutkan keningnya, "Aku bersama nenekku tadi. Apakah kau membunuhnya ?" tanyanya dengan suara kekanak-kanakan.

Lelaki itu melirik mayat di kakinya, lalu mengangkat bahunya tak peduli, "Dia pantas mati, dia tadi berusaha merampokku dengan pisau ini, jadi aku membunuhnya dengan pisaunya sendiri. Manusia seperti itu tidak pantas hidup."

kyuhyun kecil menatap lelaki itu tanpa takut, "Kau tidak lapor polisi?" tanyanya polos.

Lelaki itu langsung tertawa, "Polisi? Apa yang bisa dilakukan polisi di sini? Aku sudah cukup beruntung tidak ada yang melihat kejadian ini, sampai kau datang." ekspresinya berubah kejam. Lalu lelaki itu mendekati Kyuhyun kecil.

Lari ! Ayo lari !

kyuhyun berusaha berteriak, memperingatkan Kyuhyun kecil, tetapi suaranya tidak bisa keluar, kakinya seolah-olah terpaku.

Lelaki itu lalu berjongkok di depan Kyuhyun kecil, "Aku minta maaf kau berada di tempat yang salah nak, tapi sepertinya aku harus menyingkirkanmu juga."

Kyuhyun kecil sama sekali tidak memperhatikan ucapan laki-laki itu tatapannya terarah pada darah di bahunya,

"Kau terluka." gumam kyuhyun kecil.

"Apa?" lelaki itu mengerutkan keningnya, lalu melirik ke bahunya yang penuh darah, "Oh... Ini hanya luka kecil, akan kututup dengan jaket." sambungnya sambil melirik jaket cokelatnya yang tergeletak di tanah.

Tanpa diduga, Kyuhyun kecil mengeluarkan plester luka yang selalu dibawa-bawanya dari sakunya,

"Bisa diobati dengan ini? Nenek selalu menutup lukaku yang berdarah dengan ini."

Lelaki itu tertegun, lalu tertawa terbahak-bahak, "Tentu saja bisa, terima kasih," sambil masih tersenyum dia mengambil plester luka itu dari tangan Kyuhyun dan memasukkannya ke saku, "Siapa namamu nak?"

"kyuhyun." jawab Kyuhyun polos.

Dengan pelan lelaki itu berdiri, mengambil jaketnya dari tanah dan memakainya, lalu mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun kecil,

"kyuhyun... dan kau bilang sedang bersama nenekmu tadi? Sungguh suatu kebetulan karena aku kemari untuk melihatmu," Lelaki itu mengamati kyuhyun dengan teliti, tampak puas dengan apa yang ditemukannya, "...hmm...sepertinya kau tersesat, ayo, aku akan mengantarkanmu ke bagian informasi supaya nenekmu bisa menemukanmu."

Kyuhyun menarik napas lega karena lelaki itu sepertinya sudah mengurungkan niatnya untuk menyingkirkan Kyuhyun kecil seperti yang dikatakannya tadi.

Tangan kyuhyun kecil menerima uluran lelaki itu, dan mereka bergandengan menuju ke area yang lebih ramai. Buru buru Kyuhyun mengikuti mereka berdua.

Mereka sampai ke bagian informasi dan lelaki itu menyerahkan kyuhyun kecil ke petugas yang berjaga di sana, sebelum pergi dia berjongkok lagi di depan Kyuhyun kecil,

"Kau tidak akan mengatakan apapun yang kau lihat tadi kepada orang lain kan?" tanyanya sambil tersenyum.

Kyuhyun kecil menganggukkan kepalanya.

Lelaki itu memajukan kelingkingnya.

"Janji?"

Kyuhyun kecil tersenyum, senyum polos anak-anak dan menautkan kelingkingnya di jari lelaki itu,

"Janji."

Dengan senyumnya yang sedikit berbahaya, lelaki itu berdiri dan melambaikan tangan.

"Kalau begitu selamat tinggal aku janji kita akan bertemu lagi, dan saat kita bertemu, kau akan menjadi milikku, jangan lupakan itu." gumamnya sambil melangkah menjauh meninggalkan Kyuhyun kecil.

Tiba-tiba lelaki itu berhenti dan memutar tubuhnya, berhadapan langsung dengan Kyuhyun.

kyuhyun langsung pucat pasi, lelaki tampan itu menatap langsung ke arahnya! Apakah dia menyadari kehadirannya? Bukankah di mimpi ini dia tak terlihat? Karena semua orang sepertinya tak menyadari dia ada...

Tatapan mata Kyuhyun menelusuri lelaki itu. Kali ini wajah lelaki itu benar-benar jelas. Dan sebuah kesadaran menyentaknya, rambut hitam dengan sulur keabu-abuan itu... Mata hitam itu... Semuanya tampak lebih muda, tetapi kyuhyun mengenalinya.

"Siwon?" gumamnya ragu.

Lelaki itu tersenyum, senyum puas yang sedikit keji, senyum yang tidak mungkin ditampilkan Siwon yang begitu dingin.

"Bukan sayang, panggil aku Andrew Choi."

Kyuhyun tersentak dan membuka matanya. Keringat dingin mengalir di dahinya, dan dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sejenak kehilangan orientasi karena dia tidak mengenali kamar ini.

Tapi lalu dia sadar, ini di kamar tamu rumah Siwon, calon ayah tirinya.

Dengan gugup kyuhyun mengusap keringat di dahinya, mimpi itu... Mimpi itu terasa begitu nyata sekaligus aneh, tapi kyuhyun tidak tahu apakah itu kenangan masa kecilnya atau cuma mimpi...

Kyuhyun duduk di tepi ranjang lalu menuang air ke gelas dari teko yang terletak di meja samping ranjang. Setelah meminum seteguk air dia memejamkan mata. Perasaannya tidak enak. Seperti ada yang terus menerus mengawasinya di kegelapan, menunggu sesuatu terjadi. Tetapi sesuatu apa?

Dengan putus asa Kyuhyun mengeryit, mengingat mimpi anehnya tadi. Benar-benar mimpi yang aneh. Setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling dan yakin bahwa dia sendirian di kamar ini, kyuhyun membaringkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya.

Itu pasti cuma mimpi yang aneh karena dia tidak terbiasa tidur di kamar yang bukan kamarnya cuma mimpi.

Tapi kata-kata itu tetap terngiang-ngiang di benaknya,

"Kau milikku kyuhyun, jangan lupakan itu..."

Kyuhyun terbangun di dini hari yang temaram, masih fajar dan sinar matahari sudah mulai menembus jendela-jendela yang ditutup oleh gorden putih yang indah.

Hey... Kamar ini indah sekali...

Kyuhyun baru menyadarinya sekarang, kemarin ia terlalu lelah sehingga tidak sempat melihat ke sekeliling.

Kamar ini bernuansa putih gading, semua ornamen dari karpet bulu yang tebal, gorden dan tempat tidur semuanya bernuansa putih. Bahkan dinding-dinding dan kusen jendela serta atapnya semuanya berwarna putih.

Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, "Masuk." jawab kyuhyun sambil mengernyitkan kening, siapa gerangan yang mengetuk pintu sepagi ini? Ternyata yang masuk adalah seorang pelayan, masih muda seumur dengannya dan kelihatan agak gugup,

"Tuan Kyuhyun, saya diperintahkan untuk melayani anda."

Kyuhyun mengernyit. Melayaninya? Seumur-umur dia tidak pernah dilayani oleh siapapun, apalagi oleh pelayan. Konsep ini terasa sangat baru baginya,

"Tidak usah. Saya bisa melakukan semuanya sendiri." Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari-cari tasnya. Untung saja dia membawa pakaian ganti. Jin-Ri sudah mengingatkannya akan kemungkinan mereka menginap di akhir pekan ini.

Tapi di mana tasnya itu?

Pelayan wanita itu seolah-olah tidak peduli dengan perkataan kyuhyun, dia melangkah menuju lemari pakaian indah yang juga berwarna putih,

"Saya akan menyiapkan perlengkapan mandi tuan, dan ini... Semua pakaian tuan sudah disiapkan disini." dia lalu membuka lemari itu,

Kyuhyun ternganga.

Di dalam lemari itu terdapat banyak pakaian, mungkin puluhan dan semuanya digantung dengan rapi di balik plastik pembungkus yang masih baru. Tidak mungkin kan pakaian itu untuknya? Pelayan itu pasti salah.

"Ti... tidak mungkin pakaian-pakaian ini untukku. Kamu pasti salah," Sehun berusaha mengatasi rasa gugupnya, "Mungkin... mungkin ini punya Siwon?"

Dengan tegas pelayan itu menggeleng,"Saya mendapat instruksi langsung oleh kepala pelayan. Mari, saya akan menyiapkan air dan peralatan mandi anda. Lagi pula tuan Siwon mempunyai Lemari Pakaian sendiri di kamarnya"

Kyuhyun sebenarnya ingin membantah. Tidak mungkin kan Siwon menyiapkan pakaian baru sebegitu banyak untuknya? Dia kan hanya akan tinggal di sini selama akhir pekan, apakah Siwon tetap berpendapat Kyuhyun akan tinggal bersama mereka setelah pernikahannya dengan Jin-Ri? Tapi, meskipun Siwon berpendapat begitu, lelaki itu kan tetap saja tidak perlu menyiapkan baju sebanyak itu?

Pelayan itu pasti salah, kyuhyun memutuskan. Semua baju itu pasti Punya Pelayan disini..

"Aku... Aku ingin memakai bajuku sendiri, kau tahu tidak dimana tas pakaianku yang berwarna cokelat? Sepertinya kemarin aku meletakkannya di atas meja."

Pelayan itu menggeleng, "Tidak ada tas disini." jawabnya datar lalu meninggalkan kyuhyun untuk masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air mandi untuknya.

Kyuhyun termangu, matanya masih mencari-cari dan dia masih belum putus asa mencari sampai pelayan itu muncul lagi dari kamar mandi, "Mari Tuan , airnya sudah siap. saya akan merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian Tuan."

Mau tak mau, meski dengan dahi berkerut Kyuhyun melangkah masuk ke kamar mandi. Dia tidak terbiasa dilayani, dan tidak suka di layani. Seperti jaman feodal saja, gerutunya dalam hati. Tapi apapun keberatan yang ada di dalam hatinya itu langsung hilang melihat keindahan kamar mandi di depannya. Kamar mandi itu dipenuhi kaca, di dinding dan di atap, dengan bingkai-bingkai putih di sekelilingnya, kaca itu beruap karena air panas dari bathtub yang penuh busa dan menguarkan aroma wangi campuran mawar dengan susu.

Tiba-tiba saja mandi terasa sangat menggoda bagi kyuhyun .

Pelan-pelan dia mencelupkan tangannya ke air hangat dalam bathtub itu, hangatnya pas. Pelayan tadi benar-benar mempersiapkannya dengan baik. Kyuhyun lalu berendam dan memejamkan matanya. Rasanya nikmat sekali, seperti otot-ototnya yang kaku dilemaskan dengan pelan-pelan. Rasanya sangat nyaman hingga Kyuhyun hampir tertidur. Perasaannya damai hingga makin lama Kyuhyun makin tenggelam ke dalam alam mimpi.

"Jangan tertidur disini. Dari yang kudengar, banyak orang mati tenggelam karena tertidur di bathtub."

Suara itu begitu mengejutkan Kyuhyun dari tidur-tidur ayamnya. Dia terlonjak kaget dan begitu menyadari siapa yang berdiri sambil bersandar santai di kusen pintu penghubung kamar mandi, wajahnya langsung merah padam.

Secepat kilat kyuhyun menenggelamkan tubuhnya sampai ke leher, menyembunyikannya di balik busa.

Siwon, yang bersandar di pintu tampak tidak terpengaruh dengan rasa malu kyuhyun. Lelaki itu malah menyeringai dalam senyuman sedikit mengejek.

"Aku bertanya-tanya kenapa kau tidak segera keluar dan sarapan, pelayan itu bilang kau sedang mandi dan dia tidak berani mengganggumu."

Rona merah di wajah kyuhyun mulai menyebar ke seluruh tubuhnya, dia malu sekali! Tapi kenapa lelaki ini seolah-olah tidak peduli? Tidak sopan bukan masuk ke kamar mandi di mana ada Pria sedang mandi? Walaupun Gender mereka sama , tetap saja kyuhyun malu!

Tapi sepertinya Siwon tidak peduli dengan etika ataupun kesopanan, mata tajam Siwon menelusuri wajah dan leher kyuhyun yang merona. Ada api memancar di sana, dan ekpresinya berubah, sedikit liar tapi menakutkan. Bukan seperti ekspresi yang akan muncul di wajah lelaki sedingin Siwon, pikir kyuhyun tiba-tiba. Ini terasa sangat aneh karena ketika menatap mata Siwon, ada nyala api yang sedikit menakutkan di dalam mata kecokelatan itu.

"Aku sudah menyelamatkan nyawamu tadi, kalau terlambat kau mungkin sudah mati tenggelam di kamar mandi, tidakkah kau ingin mengucapkan terima kasih?" Suara itu setengah berbisik, diucapkan dengan nada malas, tapi bulu kuduk Kyuhyun langsung berdiri. Dia menatap Siwon dan menyadari lelaki itu masih berdiri di sana, menunggu.

"Te... Terima kasih." gumamnya pelan entah kenapa meskipun tidak yakin kenapa harus berterimakasih dia merasa terdorong untuk melakukannya. Lelaki ini begitu mengintimidasi dan sepertinya kalau keinginannya tidak dituruti dia akan melakukan sesuatu yang tak terduga.

Senyum yang muncul pelan-pelan di bibir lelaki itu malah membuat kyuhyun sedikit takut dan gelisah. Hey... Apakah ini orang yang sama dengan calon ayah tirinya yang berkenalan dengannya kemarin? Kenapa auranya begitu berbeda?

"Bagus," gumam Siwon lambat-lambat, lalu melangkah mundur, "Cepat selesaikan mandimu, aku menunggu di ruang makan, Oh ya, bajumu sudah kusiapkan di ranjang, kupilihkan sendiri dari lemari."

Siwon menyiapkan bajunya? Kyuhyun mengernyit dan bertanya-tanya. Jadi memang pakaian-pakaian itu disiapkan untuknya? Tapi kenapa? Lagipula kenapa Siwon menyiapkan bajunya?

Dia menoleh untuk bertanya, tapi sosok Siwon sudah lenyap. Dengan gugup kyuhyun menyelesaikan mandinya dan melangkah keluar dari kamar mandi. Pelayan wanita itu masih di sana, tapi tampak lebih pucat.

"Kau tidak apa-apa?" Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.

Pelayan itu mengangguk sedikit gemetar, "Tuan Siwon memarahi keteledoran saya karena tidak memeriksa anda di kamar mandi. Tuan Siwon sangat menakutkan kalau marah." suara pelayan wanita itu berbisik ketakutan.

Sekali lagi Kyuhyun mengernyit. Menakutkan kalau marah? Dalam majalah-majalah bisnis dan gosip mengenai Siwon yang dibacanya karena ingin tahu, calon ayah tirinya itu dikenal sangat pandai mengendalikan emosi, malah ada yang menyebutnya tak punya emosi. Apakah selama ini Siwon menyembunyikan sifat aslinya?

"Baju anda sudah disiapkan, Tuan "

Kyuhyun menoleh ke ranjang, tempat bajunya dihamparkan dan sekali lagi terperangah.

Indah sekali.

Itulah yang terpikir pertama kali olehnya ketika melihat Pakaian itu. T-shirt itu, berpotongan sederhana tetapi sangat indah. Warnanya Biru muda, dan bahannya dari sutra yang sangat halus, berdesir setiap kali kain itu digerakkan.

Masih termangu, kyuhyun membiarkan pelayan itu membantunya . Lalu membiarkan lagi dirinya dibimbing untuk duduk di depan meja rias. Seperti sudah biasa melakukannya,. Sementara Kyuhyun menatap bayangan dirinya di cermin.

Betapa sebuah Pakaian bisa mengubah penampilan seseorang! Yang terpantul di sana bukanlah kyuhyun yang kuno dan berpenampilan seperti kutu buku. Bayangan yang muncul di cermin di depannya itu adalah bayangan Pria muda yang Mempersona, dengan pipi kemerahan dan rambut yang hitam kelam .

"Rambut anda indah sekali." gumam pelayan .

Kyuhyun tergeragap. Menyadari bahwa dari tadi dia melamun sambil menatap bayangannya sendiri, setelah selesai membereskan semuanya, Pelayan itu berpamitan dan melangkah keluar dari kamar. Meninggalkan kyuhyun sendirian di kamar ini. Sejenak kyuhyun termangu, lalu teringat pesan Siwon tadi. Sarapan... Tadi Siwon bilang begitu kan? Mungkin Siwon dan ibunya sudah menunggu di sana.

Dengan bergegas, kyuhyun melangkah ke ruang makan.

T.B.C

Mian atas kesalahan nama nyaaaa , aku nge-Remake nya menjadi 2 Krishun dan Wonkyu jadi maaf jika ada typo kesalahan nama . untuk yang penasaran sama novel nya , judulnya sama ko sama yang aku remake , jadi kalo penasaran baca aja , daripada nunggu aku yang suka ga tentu , jadi mau lanjut atau tidak ?