FROM THE DARKEST SIDE CHAPTER 5

BY SATHY AGATHA

"Kami ini dua yang menjadi satu . satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, Karena dengan begitu , kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahat ku ini , sangat sulit untuk di cintai ….

Choi Siwon -

"Bukankah Cinta Juga sama? Aku selalu Berpikir bahwa cinta hanyalah bentuk puitis dan obsesi dan keinginan untuk memiliki satu sama lain .

Andrew Choi –

Debar di jantung Kyuhyun makin kencang. Perasaan ini sama seperti perasaan seekor tikus yang terperangkap dalam cengkeraman kucing besar. Kucing itu tidak ingin memakannya dulu, dia lebih memilih bermain-main dengan korbannya, membuatnya kaku ketakutan, sebelum menelannya bulat-bulat.

"Ti...tidak, saya hanya sedikit lelah.."

"Kau sudah tidur seharian ini, tidak mungkin kau lelah." Siwon masih berbisik pelan di telinga Kyuhyun. Lalu tanpa disangka-sangka, lelaki itu menunduk makin dalam, jemarinya menyingkap leher T-Shirt Kyuhyun sehingga menampakkan pundaknya yang rapuh. Dengan gerakan sensual yang mengancam, lelaki itu mengecup pundak Kyuhyun, ringan bagaikan kupu-kupu, tapi membuat Kyuhyun gemetaran, "Kau bisa menemaniku bercakap-cakap malam ini. Aku kesepian."

Apakah lelaki ini mabuk? Kyuhyun bertanya-tanya. Tubuhnya gemetar ketakutan. Ingin melepaskan diri, tetapi terhimpit oleh Siwon di pintu. Dia takut lelaki ini berbuat kasar kepadanya, karena sepertinya lelaki ini dalam suasana hati yang buruk.

"Lepaskan saya Siwon." Suara Kyuhyun pelan, dan gemetar, tetapi dia berusaha terdengar tegas.
Siwon terkekeh pelan di belakang Kyuhyun. Tetapi lelaki itu melangkah mundur satu langkah dan melepaskan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun langsung menghembuskan napas lega merasakan tubuh Siwon menjauh.

"Selamat beristirahat Kyuhyun..."

Kyuhyun tidak sempat mendengarkan lagi. Dia langsung membuka pintu ruang makan itu dan setengah berlari ke kamarnya. Dengan tergesa dikuncinya pintu kamarnya, lalu bersandar di pintu itu dengan ketakutan. Aura lelaki itu berbeda, ada nuansa kejam di sama. Siwon yang di ruang makan tadi mirip sekali dengan Siwon dalam mimpi Kyuhyun beberapa waktu lalu... Lelaki yang mengatakan bahwa namanya adalah Andrew...

Kyuhyun memandang ke sekeliling ruangan. Setelah memastikan bahwa pintunya terkunci rapat, dia melangkah ke ranjang dan duduk di sana dengan gelisah. Ini tidak bisa dilanjutkan. Dia tidak bisa tinggal di rumah ini. Ada sesuatu yang gelap dan misterius yang menghantui rumah ini. Membuatnya merasa diawasi, merasa tidak tenang setiap saat. Kyuhyun harus keluar dari rumah ini, dia mungkin bisa menemukan teman di daerah terpencil yang bisa menampungnya, jauh dari jangkauan para wartawan. Ya, sebesar apapun resikonya, Kyuhyun merasa dia harus segera pergi dari rumah ini.

Ketukan di pintu kamarnya membuat Kyuhyun terbangun dari tidur lelapnya. Dia membuka matanya dan mengerjap merasakan terpaan sinar matahari menyilaukannya. Astaga.. sudah jam berapa ini?

Sepertinya karena semalam dia lama tidak bisa tidur, dia bangun kesiangan. Dengan gugup dia duduk di ranjangnya. Ketukan itu terdengar lagi, membuat Kyuhyun waspada. Dia memang sengaja mengunci pintunya, hanya sekedar berjaga-jaga atas ketakutan yang tidak bisa dijelaskannya.

"Siapa?"

"Ini Hankyung." Suara Hankyung sang kepala pelayan terdengar di luar, "Tuan Siwon meminta saya memastikan anda baik-baik saja, karena anda tidak turun untuk sarapan."

"Saya.. saya baik-baik saja." Kyuhyun merapikan rambutnya dan memastikan piyamanya rapi, lalu melangkah turun dari ranjang dan membuka kunci pintu. Hankyung tampak berdiri di sana dengan ekspresi datarnya.

"Saya bangun kesiangan, mungkin karena pengaruh obat dari dokter, maafkan saya tidak turun untuk makan malam." Kyuhyun tersenyum meminta maaf kepada Hankyung.

Ada seulas senyum kecil yang muncul di wajah Hankyung yang datar. Tetapi hanya sekerjapan mata dan menghilang, hingga Kyuhyun sendiri tidak yakin dengan penglihatannya. "Tidak apa-apa Tuan Kyuhyun. Saya senang anda baik-baik saja. Oh ya, kalau anda sudah siap, Tuan Siwon ingin bertemu di ruang kerjanya." Hankyung sedikit membungkukkan badannya, "Kalau begitu saya permisi dulu."

Kyuhyun termangu. Kenapa Siwon ingin bertemu dengannya? Dibayangkannya suasana makan malam kemarin yang menakutkan, membuatnya merasa enggan.

Sementara itu, langkah Hankyung tampak meragu, kemudian dia berhenti melangkah dan berputar, menatap ke arah Kyuhyun yang masih berdiri di ambang pintu, "Anda mengunci pintu kamar anda." Hankyung menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam.

"Eh... iya.." Kyuhyun mengalihkan pandangannya gugup, tidak tahan dipandang setajam itu, benaknya berputar mencari alasan, "Saya terbiasa mengunci pintu kamar di rumah, maafkan saya membawa kebiasaan itu di sini."

"Tidak apa-apa." Hankyung menggelengkan kepalanya. "Saya harap anda melakukannya terus."

"Melakukan apa?" Kyuhyun menatap Hankyung dengan bingung.

"Mengunci pintu kamar anda setiap malam." Hankyung berucap misterius, lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku bingung di ambang pintu, memikirkan arti dari kata-kata Hankyung. Lelaki itu menyuruhnya mengunci pintu kamar setiap malam. Seakan-akan ada bahaya yang mengintainya kalau dia tidak mengunci pintu kamar. Tiba-tiba Kyuhyun merasakan bulu kuduknya berdiri

Ada bahaya apa yang mengintainya di rumah ini?

"Maafkan aku memanggilmu kemari." Lelaki itu sedang menghadap berkas-berkas yang tampaknya rumit di meja kerjanya. Ketika dia melihat Kyuhyun melirik berkas-berkas itu, Siwon tersenyum, "Oh... aku sedang memeriksa beberapa pekerjaan, kau tahu wartawan-wartawan di depan itu membuatku tidak bisa keluar rumah, jadi aku melakukan pekerjaanku dari dalam rumah. Untunglah teknologi sudah cukup maju sekarang ini, jadi perusahaanku tetap aman dan terkendali. Duduklah Kyuhyun, aku ingin membicarakan sesuatu."

Kyuhyun mengikuti permintaan Siwon dan duduk di kursi di depan meja kerja Siwon, mengamati ketika lelaki itu merenung dengan kedua tangan ditumpangkan di dagu. Lalu lelaki itu menghela napas,

"Mungkin apa yang akan kukatakan ini akan sangat mengejutkanmu." Tatapannya berubah lembut, penuh permintaan maaf, "Sebelumnya aku minta maaf atas tingkahku saat makan malam kemarin, aku tahu itu keterlaluan dan tidak dapat dimaafkan. Tetapi semoga kau mengerti, mungkin malam itu aku sedang mabuk, aku bahkan tidak begitu ingat apa yang kulakukan dan kukatakan, tapi aku tahu itu buruk, dan aku menyesal."

Ini Siwon yang biasa. Kyuhyun menyimpulkan dalam hatinya, lelaki ini kembali menjadi Siwon yang berwibawa dengan auranya yang tulus. Tidak menakutkan seperti semalam, Kyuhyun masih begidik mengingat kejadian semalam... Dan Siwon mengatakan dia mabuk, mungkin jauh di dalam hatinya lelaki itu masih bersedih atas kematian ibunya. Bagaimanapun mereka sepasang kekasih bukan? Mungkin kelakuan menakutkan Siwon yang kemarin masih bisa dimaklumi.

"Tidak apa-apa. Saya mengerti..."

Siwon tersenyum lalu matanya berubah serius, "Well, ini mengenai apa yang akan kuungkapkan kepadamu Kyuhyun... aku minta maaf kalau aku tidak menghubungimu sebelumnya. Aku hanya ingin memastikannya sebelum mengatakannya kepadamu..." Lelaki itu mengambil album foto yang pernah dilihat Kyuhyun sebelumnya, di situ ada foto kedua orang tua angkat Siwon dan kakak Siwon yang lebih tua, " Kau lihat, ini kedua orang tua angkatku dan kakak angkatku, namanya Woo bin." Mata Siwon tampak sedih, "Mereka semua meninggal karena kecelakaan... kedua orang tua angkatku meninggal di tempat begitupun Woo bin... tetapi jauh, lama sebelum Woo bin meninggal dia menitipkan sebuah rahasia kepadaku..."

Kyuhyun menatap foto Woo bin di sana. Lelaki yang tampan. Dengan senyumnya yang hangat, sayang sekali dia harus meninggal di usia muda.

"Woo bin pernah mengatakan kepadaku, di masa mudanya dia pernah melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab, dia menghamili kekasih masa SMUnya, tetapi hubungan mereka tidak berjalan baik sehingga dia memberikan uang kepada kekasihnya untuk menggugurkan kandungannya dan kemudian dia pergi dan meninggalkan kekasihnya..." Siwon menatap Kyuhyun dalam-dalam. "Tetapi kemudian, dia menyadari bahwa ternyata kekasihnya di masa lalunya itu tidak pernah mengugurkan kandungannya, dia ternyata mempunyai seorang Putra yang waktu itu sudah berumur satu tahun."

Kyuhyun mulai menangkap sinyal-sinyal itu. Benaknya menarik kesimpulan, tetapi pikiran logisnya tidak mau percaya... apakah itu benar? Mungkinkah itu? Bagaimana mungkin semua bisa begitu kebetulan?

"Ya Kyuhyun... Putra Woo bin adalah dirimu." Siwon melemparkan jawaban itu, menghapuskan semua keraguan di pikiran Kyuhyun, "Tidakkah kau lihat foto itu? Dia sangat mirip denganmu."

Kyuhyun menatap foto itu, kali ini tangannya gemetar, begitupun hatinya, ikut tergetar. Oh astaga, lelaki ini, yang sedang membalas senyumnya di foto ini adalah ayahnya? Ayahnya yang selama ini dia anggap tidak pernah ada? Ayahnya yang selama ini tidak dia ketahui di mana dia berada, tidak berani ditanyakannya, meski hatinya bertanya-tanya?

Kyuhyun mengakui mereka mirip, warna kulit itu, warna rambut yang pekat, bentuk alis dan bibir mereka, bahkan bibir mereka mirip. Sisanya adalah warisan dari Jin-Ri... tetapi Kyuhyun menyadari dia percaya kepada Siwon, Woo bin adalah ayahnya. Tetapi.. ayahnya sudah mengetahui tentang dirinya sejak dia berumur satu tahun, kenapa ayahnya tidak pernah menemuinya? Apakah ayahnya juga menolaknya seperti ibunya? Menganggapnya seperti aib di masa lalu yang harus dienyahkan?

Kyuhyun mendongakkan kepalanya dari foto itu, menatap Siwon dengan tatapan ragu dan takut, ragu akan jawaban yang diberikan oleh Siwon, "Apakah ayah saya... dia juga menolak saya?"

"Jangan menggunakan kata 'saya' Kyuhyun, itu terlalu formal." Siwon menggelengkan kepalanya, "Dan astaga, tidak Kyuhyun, ayahmu mencintaimu..dia langsung menemui kakek dan nenekmu ketika dia tahu bahwa Jin-Ri membuangmu. Tetapi kakek dan nenekmu begitu ketakutan bahwa Woo bin akan merenggutmu dari kalian, mereka mengancam Woo bin kalau dia berani menemuimu, mereka akan menuntut Woo bin karena telah memperkosa Jin-Ri. Ancaman yang bodoh... tetapi Woo bin begitu mencintaimu sehingga takut pertikaian itu akan mempengaruhimu, karena itu dia menerima kesepakatan dengan kakek dan nenekmu."

"Kesepakatan apa?"

"Bahwa ayahmu tidak boleh menemuimu. Tidak boleh berinteraksi denganmu, setidaknya sampai kau berusia tujuh belas tahun dan sudah dewasa dan bisa menerima penjelasan. Sebagai gantinya, kakek dan nenekmu akan mengirimkan laporan perkembanganmu dan mengabari keadaanmu." Siwon mengeluarkan dua album foto besar dari laci meja kerjanya, "Kakek dan nenekmu mengirim foto perkembanganmu kepada Woo bin secara berkala, dan ayahmu menyimpannya di sini." Siwon mendorong album foto itu kepada Kyuhyun. Di dalamnya berisi foto-foto masa kecil Kyuhyun. Tentu saja Siwon tidak mengatakan bahwa dia memiliki enam album besar lain yang berisi foto-foto Kyuhyun ketika dewasa, yang dikirim oleh para anak buahnya yang mengikuti Kyuhyun secara diam-diam dan mengambil fotonya secara rahasia setiap saat.

Kyuhyun membuka album-album foto itu. Siwon benar. Isinya adalah fotonya dari bayi sampai kanak-kanak. Jadi selama ini ayahnya mengawasinya dari kejauhan, mencintainya diam-diam...matanya terasa panas, mulai berkaca-kaca.

"Dia sangat menyayangimu. Dia hanya menceritakan tentangmu kepadaku karena aku adik laki-laki yang dipercayainya. Meskipun aku hanya adik angkat, kami sangat dekat dan bersahabat..." Mata Siwon melembut, "Dia selalu menunjukkan foto-fotomu dengan bangga, menyimpannya dengan hati-hati... dan berkata dia tak sabar untuk menunggu usiamu tujuh belas tahun dan menemuimu, mengatakan siapa sebenarnya dirinya..." Siwon menghela napas panjang, "Sayangnya dia tidak bisa mencapai saat itu... sebelum usiamu tujuh belas, dia sudah terenggut karena kecelakaan tragis itu."

Air mata Kyuhyun menetes di pipinya tanpa disadarinya. Ayahnya ternyata begitu menyayanginya. Dia ternyata bukan Putra yang ditolak dan ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, setidaknya ayahnya menyayanginya. Album foto itu basah oleh air matanya yang menetes. Dengan tangan gemetar diusapnya air matanya, dan dipeluknya album foto itu seakan itu harta yang paling berharga baginya, "Album foto ini... bolehkah aku membawanya ke kamar? Aku ingin melihat-lihatnya..." dan Kyuhyun ingin membuka setiap lembar album ini sambil membayangkan bagaimana ayahnya membuka album ini dulu ketika dia masih hidup. Album ini menyimpan kenangan, kenangan berharga akan ayahnya yang tak sempat dikenalnya.

Siwon menganggukkan kepalanya, "Tentu saja Kyuhyun.. itu milikmu." Dia menatap Kyuhyun dengan serius, "Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku begitu kuat melarangmu keluar dari rumah ini... selain karena wartawan-wartawan itu... ini alasannya, sebelum meninggal, Woo bin memintaku menjagamu. Woo bin meninggal ketika usiamu delapan tahun. Aku berusia dua puluh tahun ketika itu. Dia memintaku menjagamu.. karena itulah aku berusaha mencarimu. Tetapi sama seperti yang dilakukan kakek dan nenekmu kepada Woo bin, mereka melarangku mendekatimu... apalagi aku tidak ada hubungan apa-apa denganmu, jadi mereka melarangku mendekatimu sampai kapanpun, dan melarangku memberitahukan yang sebenarnya kepadamu, karena saat itu karier Jin-Ri sedang sangat menanjak... mereka takut akan ada skandal yang mempengaruhi karier Jin-Ri.. jadi aku mundur dan menunggu."

Tiba-tiba pikiran itu terasa menggelitik Kyuhyun sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apakah kau mendekati ibuku karena..."

"Ya, aku mendekati ibumu karena mencari jalan untuk menemuimu. Tetapi jangan salah paham, aku memang tertarik pada Jin-Ri, dia cantik dan menyenangkan dan aku serius untuk memperistrinya, dengan begitu aku bisa mendapatkan istri yang cantik, sekaligus bisa menunaikan janjiku kepada Woo bin, untuk menjagamu sebagai Putraku." Siwon mengernyit mendengar kebohongannya sendiri. Dia sama sekali tidak tertarik kepada Jin-Ri, apalagi memperisteri perempuan yang palsu di segala hal itu, dan daripada menjadikan Kyuhyun putranya, Siwon lebih tertarik menjadikan Kyuhyun istrinya.

Sementara itu Kyuhyun berpikir dan menelaah semua hal. Pantas di saat pertemuan pertama mereka dulu, Siwon begitu ngotot agar mereka menjadi satu keluarga dan agar Kyuhyun tinggal bersamanya kalau dia dan Jin-Ri menikah nanti. Ternyata ini alasannya. Dan ternyata ini pula alasan kuat kenapa Siwon menahannya di rumah ini.

"Ternyata semua tak berjalan sesuai rencana...Jin-Ri meninggal dan..." Siwon menghela napas panjang, "Maafkan aku, aku berencana memberitahukan kepadamu pelan-pelan. Tetapi aku tidak mau kau salah paham dan bingung karena aku menahanmu di sini. Aku...meski tidak berhubungan darah, aku sama saja seperti pamanmu. Ayahmu menitipkanmu kepadaku untuk kujaga, dan aku ingin melakukan janjiku kepadanya. Karena itu, kumohon kau mau mempertimbangkan untuk tinggal di sini bersamaku."

Kyuhyun tertegun, teringat akan tekadnya semalam untuk segera pergi dari rumah ini. Tetapi waktu itu dia ketakutan atas tingkah Siwon yang aneh dan dia tidak tahu tentang kenyataan ini. Apakah dia harus mempertimbangkan lagi?

"Ada banyak kisah tentang Woo bin yang ingin kubagi denganmu, kalau kau tertarik ingin mendengar tentang ayahmu.." Siwon melemparkan tawaran yang sangat menarik bagi Kyuhyun, membuat Kyuhyun tidak bisa menolak.

"Baiklah Siwon, aku... aku akan tinggal di rumah ini, aku akan senang sekali kalau kau mau berbagi cerita tentang ayahku kepadaku."

"Aku salah mengatakan kau kurang cerdik.. kau ternyata cerdik." Bayangan di kegelapan itu melemparkan senyum jahatnya kepada Siwon, "Kau berhasil menahannya di rumah ini."

"Diam Andrew!" Siwon menggeram marah, "Kau hampir membuatnya kabur semalam, dan aku yang harus membereskan kerusakan yang kau buat."

"Aku tidak tahan kalau dia ada di dekatku. Rasanya aku ingin melahapnya bulat-bulat..."

"Kalau kau berani menyakitinya, aku akan membuat Kyuhyun pergi dari rumah ini. Jauh darimu sehingga kau tidak bisa menemukannya lagi." Siwon mendesis, mengancam.

Tanggapan yang dia terima dari Andrew hanyalah tawa mengejeknya yang khas, "Apakah kau berani melepaskannya Siwon? Kau bahkan tidak tahan jauh-jauh darinya, aku ragu kau berani membuatnya jauh dariku, karena itu sama saja menjauhkannya darimu."

Siwon terdiam, tertegun kaku. Tetapi kemudian menatap Andrew dengan pandangan menantang,

"Kalau kau membahayakan Kyuhyun, aku akan melakukannya. Aku lebih mementingkan keselamatan Kyuhyun daripada kebahagiaanku. Kalau dengan menjauhkannya dari diriku dan kau akan membuat Kyuhyun bahagia dan selamat, aku akan melakukannya."

Andrew mengerutkan keningnya, mulai menyadari kebenaran dari ancaman Siwon, dia menatap Siwon penuh spekulasi.

"Kau tidak akan berani melakukannya,"

"Aku akan melakukannya."

"Walaupun begitu, Kyuhyun tidak akan lepas dariku, aku akan mencarinya kemanapun. Percuma saja Siwon. Apapun yang terjadi... Kyuhyun akan menjadi milikku."

Tawa Andrew masih membahana di kegelapan, penuh dengan ejekan yang kejam...

"Kalau terjadi apapun kepadaku. Kau akan melakukannya kan Hankyung?"

Hankyung menatap ragu ke arah Siwon, tahu kalau Andrew mendengarkan di dalam sana.

"Kau tidak usah takut." Siwon menghela napas, "Aku minta maaf atas insiden kecelakaan itu, yang hampir merenggut keluargamu.,,," lelaki itu mengacak rambutnya dengan frustasi, "Monster ini kadangkala sangat kuat, tetapi aku akan menahannya sekuat tenaga. Sementara itu, kau lakukan apa yang kuminta untuk kulakukan."

Monster...Hankyung membatin dalam hati. Panggilan itu sangat cocok untuk Tuan Andrew, lelaki itu berjiwa kelam dan bengis, melindas siapapun yang menghalanginya tanpa ampun. Hankyung takut setengah mati kepada Tuan Andrew. Tetapi kesetiaannya kepada Tuan Siwon mengalahkan segelanya. Kalau memang nanti terjadi sesuatu kepada Tuan Siwon, Hankyung akan melaksanakan instruksinya. Melindungi Kyuhyun dan membawanya lari jauh-jauh dari jangkauan Tuan Andrew, meskipun nyawanya menjadi taruhannya.

"Kau masih penasaran akan kasus kematian artis itu?"

Sapaan itu membuat Myungsoo menoleh dan tersenyum, "Aku sedang menyelidiki kasusnya untuk artikel khusus di majalah. Kau tahu, kisah tentang anak gelap Jin-Ri membuat semuanya makin menarik."

"Tetapi anak gelap Jin-Ri itu tidak bisa ditemukan di mana-mana. Rumahnya ditinggalkan begitu saja. Dia mengambil cuti dari tempat kerjanya, dia seolah lenyap dan aku bahkan mulai ragu kalau dia ada." Teman wartawannya yang bernama Kevin menyahut sambil memutar bola matanya.

Myungsoo tertawa, "Dia memang ada." Dibukanya berkas-berkasnya, "Aku menyelidiki ke sekolahnya dan berhasil mendapatkan fotonya waktu masih muda. Usianya pas. Sepertinya gosip itu benar, Jin-Ri melahirkan anaknya ketika usianya enam belas tahun."

Kevin mengambil berkas Myungsoo dan mengamati foto Kyuhyun yang terpampang di sana. "Siapa namanya? Kyuhyun? Hmmm dia cantik, sepertinya mewarisi kecantikan ibunya."

"Asalkan tidak mewarisi sikapnya." Myungsoo tersenyum sinis. Sifat buruk Jin-Ri sebagai artis memang sudah menjadi rahasia umum di kalangan artis dan wartawan.

"Bahkan kita tidak bisa menebak siapa ayah anak ini." Kevin menatap Myungsoo dengan serius, "Kau sudah ada ide di mana Kyuhyun berada sekarang ini? Kau harus menemukannya, artikelmu tidak akan berhasil kalau kau tidak bisa menemukan Kyuhyun."

Myungsoo mengetuk-ngetukkan pensilnya di meja sambil merenung. Sesungguhnya dia mengalami jalan buntu. Tidak ada yang tahu di mana Kyuhyun berada. Dia sudah menghubungi semua orang yang mungkin berhubungan dengan Kyuhyun, Kyuhyun tidak punya banyak teman dan kenalan. Tetapi semua nihil. Tidak ada yang tahu di mana Kyuhyun berada, Namja itu tampaknya lenyap begitu saja. Tetapi Myungsoo bertekad menemukannya, dia pasti akan menemukan Kyuhyun.

"Dan milyuner kaya itu, pacar Jin-Ri, juga tidak ada kemajuan dengannya ya?"

Myungsoo mengerutkan keningnya, Choi Siwon menjadi satu lagi masalah besar. Sejak kematian Jin-Ri dia sangat sulit ditemui. Pintu gerbangnya selalu tertutup rapat, dia bahkan tampaknya tidak pernah keluar dari rumahnya. Penjagaan rumahnya sangat ketat, dan tidak peduli para wartawan berkemah di depan rumahnya, mereka tidak berhasil menemui Choi Siwon.

"Sebenarnya kau bisa menjadikannya bahan artikelmu." Kevin mengusulkan.

Myungsoo mengernyitkan keningnya, "Siapa? Choi Siwon? Tetapi dia hanya milyuner kaya yang kebetulan memacari artis, banyak yang seperti dia, tidak menarik untuk dibahas... Publik akan lebih menyukai kisah anak gelap yang disembunyikan seorang artis sekian lama..."

"Tetapi dari rumor yang aku dengar, Choi Siwon selalu membawa kematian di sekelilingnya."
"Apa maksudmu?" Myungsoo memfokuskan pandangannya kepada Kevin, insting wartawannya mulai berdering.

"Yah kau tahu. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat, keluarga angkatnya juga meninggal begitu saja karena kecelakaan mobil... dan sekarang calon isterinya meninggal pula, di rumahnya. Mungkin pria itu menyimpan kutukan yang membunuh orang-orang terdekatnya." gumam Kevin.

Atau pria itu terlibat sesuatu yang menyebabkan kematian orang-orang terdekatnya. Myungsoo menyimpulkan. Matanya menatap berkasnya yang memuat tentang Choi Siwon. Well, kalau dia menggali sedikit lebih dalam, mungkin dia bisa mendapatkan sesuatu... Myungsoo bertekad dalam hati, dia akan mencari tahu dan menemukan kisah yang menarik untuk diberitakannya kepada publik.

T.B.C

Happy Brithday for desviana Dewi , my lovely reader ku yang palinggggggg setia , apapun yang kamu ingin kan tercapai . happy brtihday sayang , I love You …