"Kami ini dua yang menjadi satu . satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, Karena dengan begitu , kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahat ku ini , sangat sulit untuk di cintai ….
Choi Siwon -
"Bukankah Cinta Juga sama? Aku selalu Berpikir bahwa cinta hanyalah bentuk puitis dan obsesi dan keinginan untuk memiliki satu sama lain .
Andrew Choi –
*****"Woo bin sangat senang membaca buku, karena itu aku senang ketika siang itu kau memilih duduk di perpustakaan. Aku sangat senang, karena kau sangat mirip dengannya."
Mereka duduk sambil minum kopi dan kue yang disediakan di kebun belakang rumah. Siwon sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengajak Kyuhyun duduk dan bercerita. Tentu saja Kyuhyun tidak menolak, jantungnya berdegup kencang, menanti cerita tentang Woo bin, ayah yang selama ini tidak pernah dikenalnya. Tetapi Siwon mengenalnya. Dan lelaki itulah satu-satunya penghubung Kyuhyun dengan ayahnya.
Lelaki itu menyesap kopinya, lalu menatap Kyuhyun dengan alis diangkat, "Aku lupa menanyakannya. Kata Jin-Ri kau bekerja di sebuah biro wisata... apakah mereka tahu kenapa kau tidak bisa masuk kerja?"
"Aku sudah menelepon mereka dan mengambil cuti besarku.. aku punya dua puluh hari cuti besar... tapi kalau lebih dari itu, tidak bisa... jadi beberapa hari lagi aku harus masuk kerja."
Mata Siwon berkilat mendengarkan keterangan Kyuhyun, tetapi Kyuhyun tidak melihatnya. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri, matanya menatap ke arah album foto keluarga itu dengan sangat tertarik.
Siwon begitu baik, dia menunjukkan album foto keluarga kepada Kyuhyun, di sana ada foto Woo bin dan dengan rinci Siwon menjelaskan masing-masing kisahnya,
"Ini foto Woo bin waktu wisuda..." Siwon menunjukkan jarinya ke foto lelaki muda yang tampak begitu bahagia dan mengenakan toga yang terpasang rapi, senyumnya lebar, dan sangat mirip dengan Kyuhyun. "Dia sangat gugup pagi itu... karena di hari yang sama dia diwawancara oleh perusahaan besar yang sudah memesannya jauh-jauh hari. Kau tahu, Woo bin mahasiswa jenius, jadi banyak yang mengejarnya ketika lulus. Dia memilih penghasilan terbesar meskipun dia harus bekerja keras. Lebih dari separuh gajinya dia kirimkan kepada kakek dan nenekmu, untuk membantu biaya perawatanmu."
Kyuhyun membelalakkan matanya, "Ayahku melakukan itu?"
Siwon menganggukkan kepalanya, "Keluarga angkatku tidak kaya dan ayah Woo bin tidak tahu tentang dirimu, jadi Woo bin harus bekerja keras demi bisa mengirimkan uang untukmu... Mereka dulunya sahabat ayahku, ayah Woo bin sempat satu sekolahan dengan ayahku di London. Mereka terus menjalin persahabatan ketika ayah Woo bin ditugaskan ke salah satu cabang perusahaan di Yunani, di dekat rumah ayahku. Ketika kedua orangtuaku meninggal, ayahku menunjuk ayah Woo bin sebagai waliku sampai aku berusia dua puluh satu tahun dan bisa menerima warisan sah secara hukum.
Dan kemudian ayah Woo bin harus kembali ke negaranya, sehingga aku dibawanya. Dan disinilah aku sekarang. Aku cukup bahagia dengan keluarga angkatku, mereka menyayangiku dan tidak pernah menganggapku sebagai orang luar. Ketika usiaku dua puluh tahun, mereka semua meninggal karena kecelakaan dan itu merupakan pukulan yang sangat besar untukku. Karena masih kurang dari usia wajibku untuk menerima warisan, Aku mengajukan gugatan ke pengadilan dan dikabulkan, dan mereka akhirnya memberikanku warisanku. Yang ternyata sangat besar, ditambah dengan bunga dan pengembangan saham selama bertahun-tahun, membuatku luar biasa kaya. Aku akhirnya mengembangkan perusahaan dan di sinilah aku." Siwon tersenyum menyesal, "Aku menyesal keluarga angkatku pergi begitu cepat karena aku belum membalas budi kepada mereka.. dan aku menyesal karena kau tidak sempat bertemu Woo bin.."
Kyuhyun mendengarkan kisah Siwon dan termenung. Kisah lelaki ini hampir sama dengannya, mereka sama-sama kehilangan orangtuanya dan bertahan hidup dari kasih sayang orang lain yang mencintai mereka. Ada perasaan empati yang berkembang untuk Siwon di hati Kyuhyun, membuat dadanya terasa hangat.
Siwon menyesap kopinya dan mengalihkan pandangannya kembali ke album foto, "Mari kita bahas lagi tentang Woo bin, ini fotonya ketika dia merayakan ulang tahun ke dua puluh. Kau tahu apa doanya? Dia ingin waktu cepat berlalu dan kau segera berumur tujuh belas tahun..."
Kyuhyun membawa album foto itu ke kamarnya. Ada kekosongan besar yang dirasakannya atas kematian Jin-Ri. Kekosongan itu menciptakan palung yang dalam di hatinya. Karena ibunya telah tiada. Tetapi palung itu juga menyisakan goresan menyakitkan, karena dia tahu pasti ibunya tidak pernah mencintainya dan tidak pernah menyayanginya.
Perasaannya terhadap ayahnya berbeda. Dia hanya mengenal Woo bin, Ayahnya, dari cerita-cerita Siwon dan dari foto-foto keluarga yang sekarang dibukanya di atas ranjangnya. Tetapi hatinya terasa sedih, mengetahui bahwa ayahnya mencintainya, tetapi tidak pernah bisa menemuinya. Mengetahui bahwa kecelakaan itu telah merenggut ayahnya bahkan sebelum dia sempat mengetahui bahwa dia memiliki seorang ayah yang selalu menjaganya diam-diam. Rasanya seperti sesuatu direnggut dari jantung dan dihantamkan ke tanah.
Mata Kyuhyun terasa panas, dan tanpa tertahankan air matanya menetes jatuh, mengenai wajah ayahnya yang sedang tersenyum di foto. Diusapnya air matanya dan tangisnya semakin terisak. Tangis yang terlambat, atas kematian ayahnya, atas kesempatan untuk bertemu yang tidak pernah tersampaikan, atas penyesalannya karena tidak pernah sempat mengatakan bahwa dia juga mencintai ayahnya dan selalu memikirkannya.
"Ayah..." Kyuhyun mengusap foto itu sambil menangis, "Ayah..." Air matanya tak terbendung. Dan dia terisak-isak di kamar itu.
Di luar kamarnya, Siwon berdiri membeku. Meresapi kepedihan Kyuhyun. Ada kepedihan yang sama di matanya. Sebuah penyesalan yang tak tertahankan.
"Maafkan aku Kyuhyun." Siwon menggumam dalam hati dan mengusap wajahnya dengan frustasi.. Kalau saja dia bisa menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya, mungkin dia masih bisa mengharapkan Kyuhyun mengerti. Tetapi kekejaman Andrewlah yang menyebabkan Kyuhyun tidak bisa bertemu dengan ayahnya, dan kehilangan seluruh keluarganya, dan Andrew melakukannya dengan tangan Siwon.
"Bakar biro wisata itu nanti malam." Andrew memberikan instruksi dengan dingin di telepon, "Buat seperti kecelakaan."
Suara Kangin di sana menyahut dengan patuh, "Baik tuan. Saya akan laksanakan sebaik mungkin."
Andrew meletakkan gagang teleponnya dan tersenyum. Dia memang tak segan-segan mengotori tangannya dengan darah kalau perlu. Tetapi untuk hal-hal semacam ini, dia punya Kangin untuk melaksanakannya, pegawainya yang setia dan bersedia melakukan apapun demi dirinya.
Begitu biro wisata tempat Kyuhyun bekerja terbakar habis. Kyuhyun tidak punya alasan untuk masuk kerja karena cutinya sudah habis.
Berita di koran itu membuat mata Kyuhyun terbelalak. Sebuah kawasan ruko terbakar habis dilalap api, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian uangnya luar biasa. Ruko itu menampung banyak usaha niaga, seperti salon, bank perkreditan rakyat, toko elektronik, dan biro wisata tempat Kyuhyun bekerja.
Kyuhyun mencoba menelepon atasannya. Tetapi selalu terhubung dengan mailbox. Mungkin atasannya sedang sibuk ... siapa yang tidak sibuk kalau lahan bisnisnya terbakar habis seperti itu? Kyuhyun membayangkan atasannya dengan sedih, atasannya lelaki setengah baya yang baik dengan keluarga besar dan anak-anak yang baik pula. Tidak terbayangkan betapa sedihnya mereka kehilangan bisnis keluarga seperti itu. Semoga semua sudah diasuransikan, Kyuhyun membatin.
Dan sekarang dia harus memikirkan pekerjaan, karena sudah jelas dengan kejadian ini, dia tidak punya pekerjaan lagi.
"Kau bisa menjadi asistenku." Siwon mengusulkan ketika Kyuhyun menceritakan kebakaran yang menimpa biro hukum tempatnya bekerja.
Kyuhyun mengernyitkan alisnya, "Tidak Siwon... aku akan mencari pekerjaan lain, segera."
"Oh ayolah, kau bahkan belum bisa keluar dari rumah ini, Para wartawan masih berkerumun di sana, mengendus sana dan sini. Aku juga mengalami nasib sama, tidak bisa keluar, aku harus menjalankan perusahaanku dari rumah...akan sangat membantu kalau aku mempunyai asisten."
Kyuhyun menatap Siwon ragu. Jalan keluar yang diberikan oleh Siwon memang membantu mereka berdua, tetapi Kyuhyun merasa tidak enak, dia telah begitu banyak memanfaatkan kebaikan hati Siwon. Dan sekarang bahkan lelaki itu memberinya pekerjaan.
"Terimalah. Dan jangan merasa tidak enak. Aku keluargamu bukan? Keluarga saling membantu." Lelaki itu mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.
Bagaimana Kyuhyun bisa menolak kalau menerima penawaran seperti itu?
Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah hampir satu bulan Kyuhyun tinggal di rumah itu. Hubungannya dengan Siwon berlangsung dengan baik karena mereka berinteraksi dengan intens hampir setiap hari.
Secara aktual. Hanya Siwon yang ditemui oleh Kyuhyun setiap harinya, hanya Siwon teman bicara dan berbaginya, dan hanya Siwon satu-satunya orang yang bisa diajaknya berkomunikasi.
Menjadi asisten Siwon sangat rumit dan Kyuhyun harus belajar banyak. Mengerjakan pekerjaan di perusahaan internasional tentu saja berbeda dengan mengerjakan pekerjaan administrasi di sebuah biro wisata. Tetapi Siwon dengan sabar membantu dan membimbingnya sehingga dia lancar mengerjakan semua pekerjaannya.
Dan perasaan Kyuhyun berkembang kepada Siwon. Oh ya, lelaki itu sangat tampan bagaikan dewa Yunani di kisah-kisah para dewa. Dengan warna rambutnya yang indah, matanya yang dalam dan garis wajahnya yang keras. Penampilan fisik lelaki itu pastilah bisa menaklukkan wanita serta pria manapun, termasuk Kyuhyun. Tetapi bukan itu yang utama, sikap Siwon yang lembut dan perhatian kepadanyalah yang membuatnya terpesona. Siwon selalu membantunya, menjadi teman bicaranya yang baik, lelaki itu mendengarkannya dan bersedia memberikan solusi yang baik. Kyuhyun merasa nyaman bersama Siwon, dan mulai merindukan lelaki itu ketika mereka tidak bersama.
Apakah dia mulai mencintai Choi Siwon?
Pipi Kyuhyun memerah. Oh Astaga, dia tidak boleh menumbuhkan perasaan itu. Lagipula Siwon pasti tidak punya perasaan apapun kepadanya. Lelaki itu baik kepadanya karena dia adalah Putra Woo bin. Bahkan lelaki itu pernah mengatakan bahwa Kyuhyun boleh menganggapnya sebagai pamannya, sebagai keluarganya. Kyuhyun sangat bodoh jika mengharapkan lebih. Apalagi usia mereka terpaut jauh, dua belas tahun. Kyuhyun yakin Siwon akan mencari wanita atau Pria berpengalaman seperti Jin-Ri daripada melirik pria ingusan seperti dirinya.
Dengan tegas Kyuhyun berusaha mematikan perasaan cinta yang mulai bertumbuh itu.
Andrew merasa bosan. Sangat bosan. Dia menuruti permintaan Siwon, diam dan menunggu di sudut gelap dan mengamati. Seperti yang biasa dia lakukan. Dia bersedia menunggu bukan karena ingin menuruti permintaan Siwon, tetapi lebih karena dia melihat bahwa usaha Siwon dengan sikap halus dan lembutnya berhasil menahan Kyuhyun di sini.
Tetapi lama kelamaan dia merasa gemas dan tak sabar. Siwon terlalu lambat. Dia bersikap seperti keluarga, memperlakukan Kyuhyun dengan penuh kasih sayang. Dan tak segera bertindak.
Kalau dia bisa keluar, dia akan segera memiliki Kyuhyun, menguasai tubuh mungil itu dan menjadikannya miliknya. Andrew tidak sabar menanti semua itu terjadi.
Tetapi dia memang harus bersabar. Siwon sedang kuat dan lelaki itu bisa menahan kemunculannya. Andrew hanya tinggal menunggu Siwon lengah, lalu dia akan muncul dan bertindak.
Dengan rasa haus yang amat sangat untuk menguasai Kyuhyun, lelaki itu menjilat bibirnya.
Tunngu Kyuhyun, kau akan sangat menikmati ketika aku memilikimu.
"Maafkan aku, aku baru sadar, apakah kau merasa bosan? Kau hampir tidak pernah keluar dari rumah ini. Aku menyesal." Siwon meletakkan serbet makannya dan menatap Kyuhyun penuh permintaan maaf, "Wartawan-wartawan itu sudah tidak berkumpul di depan, tetapi mereka menyebarkan mata-mata untuk mengawasi diam-diam... Aku baru sadar kalau kita tidak pernah keluar dari rumah ini."
"Tidak apa-apa Siwon, aku cukup sibuk di rumah ini." Kyuhyun tersenyum, berusaha meredakan rasa bersalah yang ada di mata Siwon, "Aku bekerja, aku membaca koleksi bukumu yang luar biasa, aku menonton televisi dan aku mendengarkan musik."
Siwon terkekeh, "Sungguh Kyuhyun, aku harus mengajakmu keluar dari rumah ini kapan-kapan." Lelaki itu mengangkat alisnya, "Omong-omong tentang musik, kita bisa berdansa." Lelaki itu berdiri lalu mendekati pemutar musik di rak samping meja makan. Setelah musik berputar, dia berdiri di dekat Kyuhyun, mengulurkan tangan sambil setengah membungkuk elegan,
" maukah anda memberi kehormatan kepada saya untuk mengajak anda berdansa?"
Kyuhyun terkekeh dan membalas uluran tangan Siwon,
Siwon melangkah mundur, mengajak Kyuhyun ke area kosong di ruang makan yang besar itu. Diletakkannya sebelah tangan Kyuhyun di pundaknya dan yang satunya lagi di genggamannya, dibimbingnya Kyuhyun mengikuti langkah dansanya.
Kyuhyun terkekeh lagi sambil dengan susah payah mengikuti gerakan kaki Siwon, "Aku akan menginjak kakimu, aku tidak pernah berdansa sebelumnya."
Siwon ikut terkekeh dan mereka tertawa bersama-sama. Lalu tiba-tiba saja mata mereka bertatapan dengan dalam, dan sesuatu terjadi begitu saja. Suasana penuh canda berubah menjadi sensual.
Dan ketika Siwon menundukkan kepala untuk mencium bibir Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan mata.
Bibir itu mulanya terasa dingin, menyentuh bibir Kyuhyun yang lembut. Mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibirnya mulai membuka bibir Kyuhyun, dan memagut bibir bawah Kyuhyun. Siwon menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Setelah yakin Kyuhyun menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Kyuhyun supaya merangkul lehernya, lalu memeluk Kyuhyun erat-erat dan melumat bibirnya.
Ciuman Siwon sangat luar biasa, semula dingin lalu panas membakar. Lelaki itu melumat bibir Kyuhyun dengan kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibirnya. Ketika bibir Kyuhyun membuka, lidahnya menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Kyuhyun dan berjalinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.
Ketika Siwon melepaskan kepalanya, matanya yang dalam bertatapan dengan mata Kyuhyun, penuh gairah,
"Aku ingin memilikimu, Kyuhyun." Bisiknya dengan suara parau. Logat asing terdengar kental di suaranya, membuktikan kalau lelaki itu sedang terbawa gairahnya.
Dan bagaimana mungkin Kyuhyun menolak ajakan sensual itu? Mata Siwon begitu dalam, menghipnotisnya, dan Kyuhyun seolah tenggelam di sana, kehilangan daya dalam jebakan sensual yang luar biasa panas.
Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun seolah Kyuhyun sangat ringan, lalu membawanya menaiki tangga menuju kamarnya.
Kesan pertama Kyuhyun atas kamar Siwon adalah kamar itu begitu gelap. Nuansanya hitam, cokelat, dan abu-abu. Sangat lelaki. Tubuhnya dibaringkan dengan lembut di atas seprai sutra berwarna hitam pekat. Dan lelaki itu lalu berbaring di sebelahnya, memeluknya.
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau." Siwon mengangkat dagu Kyuhyun supaya menatap matanya yang dalam, "Kau bisa pergi kalau kau berubah pikiran. Tetapi kalau kau memutuskan iya. Maka kau tidak bisa mundur lagi."
Kyuhyun menatap Siwon dan berpikir. Siwon begitu baik kepadanya selama ini. Hanya Siwon yang ada dalam hidupnya sebulan terakhir ini, dan Kyuhyun hampir yakin kalau dia mencintai lelaki ini. Suasana malam ini begitu mistis, dan Kyuhyun ternggelam ke dalam godaan sensual. Dia siap. Meskipun mungkin dia akan menyesal keesokan harinya, tetapi malam ini dia siap.
Siwon sepertinya membaca penerimaan dari mata Kyuhyun, lelaki itu mengerang, lalu melumat bibir Kyuhyun lagi dengan bergairah, lumatannya tidak ditahan-tahan lagi. Lelaki itu melahap seluruh bibir Kyuhyun, menjilat dan memainkannya dengan lidahnya, mencecap rasanya.
"Ah ya Ampun, akhirnya aku memilikimu sayang." Siwon mengerang parau. Jemarinya bergerak dan menaikkan T-Shirt Kyuhyun, sehingga dada Kyuhyun yang berwarna menggoda terpampang di depannya,
"Ah... indahnya.. Kyuhyun yang indah.. aku akan memujamu, aku akan membuatmu merasakan kenikmatan sayang..." jemari Siwon bergerak lembut dan menyentuh puting Kyuhyun, lalu bibirnya menyusul dan menyesapnya lembut. Kyuhyun mengerang, merasakan keintiman baru yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.
"Siwon... jangan... jangan disitu." Kyuhyun mengerang merasakan rasa panas menyerangnya, di putingnya yang sekarang menegak kaku, rasa panas itu membakarnya, membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
Siwon mengangkat kepalanya dan tersenyum menggoda, "Jangan di sini katamu?" senyumnya polos dan sensual. Lelaki itu menjilat puting Kyuhyun sambil lalu kemudian meniupnya lembut, "Apa Kyuhyun? Katakan lagi... kau bilang jangan di situ?"
"Oh.. ya Siwon.. yaa... di situ Siwon." Kyuhyun mengerang putus asa, putingnya mengencang dan mendamba. Mendambakan bibir Siwon yang panas dan lidahnya yang menggoda.
Dan Siwon mengabulkan permintaannya, tidak mau membuat Kyuhyun tersiksa lama-lama. Lelaki itu menundukkan kepalanya lagi, lalu mengisap puting Kyuhyun dengan penuh gairah, memuja dada Kyuhyun bergantian, membuat tubuh Kyuhyun menggeliat dan melengkungkan punggungnya mendamba.
Jemari Siwon bergerak dan menuju pusat gairah Kyuhyun, tempat di mana rasa panas itu terus muncul ketika putingnya dihisap dengan penuh gairah oleh Siwon. Jemari itu menelusup menyingkap Jeansnya dan menyusup ke balik celana dalamnya , dan menyentuh kejantanan Kyuhyun. Dengan ahlinya Siwon menggerakkan jarinya, mennyentuhnya dengan hati-hati .
Jemari Siwon mengusapnya pelan dan tubuh Kyuhyun seakan disetrum oleh listrik, dia mengigit bibirnya dan mengerang. Mata Siwon mengamati setiap reaksi Kyuhyun dengan penuh gairah. Jemarinya menggoda lagi, kali ini mengocok titik sensitif Kyuhyun dan kemudian melakukan usapan memutar di atasnya . Erangan Kyuhyun makin kencang, membuat mata Siwon berkabut penuh gairah.
"Kyuhyun yang tidak pernah disentuh sebelumnya…." Lelaki itu menunduk ke telinga Kyuhyun dan berbisik parau, "Biarkan aku memuaskanmu." Dicumbunya telinga Kyuhyun membuat Namja itu menggeliat penuh gairah. Dan kemudian dengan cekatan Siwon menelanjangi Kyuhyun, membuat Kyuhyun terbaring tanpa busana di atas ranjang berseprai sutra hitamnya. Tampak siap dan menggairahkan bagaikan Dewi Amor yang dikirim dari khayangan untuk memuaskannya.
Siwon tak tahan lagi, kepalanya pening oleh gairah. Tapi dia tahu bahwa dia harus berhati-hari. Kyuhyun masih perawan dan Siwon harus menjaga supaya Kyuhyun terus larut dalam godaan gairahnya. Siwon akan terus menggoda Kyuhyun sampai tiba saatnya tubuh pria itu tidak akan mampu menolaknya dan otaknya tidak mau bekerjasama lagi.
Dengan penuh gairah dan keahlian, Siwon mencumbu Kyuhyun, bibirnya ada di mana-mana, meninggalkan jejak panas dan basah di seluruh tubuh Kyuhyun, di lehernya, pundaknya, dadanya, perutnya, pinggulnya, dan... Kyuhyun menjerit ketika bibir yang panas itu menyentuh kejantannnya.
Lelaki itu mencumbu kejantanannya tanpa ampun, memujanya. Menggunakan bibir dan lidahnya untuk menggoda Kyuhyun. Lidah Siwon mengusap titik paling sensitif di kewanitaan Kyuhyun dan kemudian lelaki itu menghisapnya, membuat Kyuhyun memekik atas sensasi yang dirasakannya.
Ketika Siwon memutuskan bahwa Kyuhyun sudah sangat siap untuknya, lelaki itu melepaskan pakaiannya hingga telanjang di depan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Siwon dengan malu, pipinya merona, menyebar dengan cepat ke tubuhnya, Siwon tampak sangat... jantan... oh Astaga... Kyuhyun tidak pernah melihat kejantanan lelaki sebelumnya selain miliknya .. perasaan di dalam dirinya tidak bisa dijelaskan... tiba-tiba Kyuhyun merasa takut.
Siwon rupanya melihat rasa takut di mata Kyuhyun. Lelaki itu menunduk dan mengecup bibir Kyuhyun dengan lembut, kemudian bergantian mengecup mata, dahi, dan pucuk hidung Kyuhyun dengan tak kalah lembutnya,
"Jangan takut sayang... aku... aku tahu ini pengalaman pertamamu dan aku mungkin akan menyakitimu.. tapi kau harus percaya kalau aku akan menjagamu."
Kyuhyun percaya. Kelembutan di mata Siwon membuatnya percaya, karena itu, ketika lelaki itu menempatkan diri di antara kedua pahanya, Kyuhyun membuka dirinya untuk Siwon, lelaki itu setengah menindihnya. Kyuhyun bisa merasakan kejantanannya yang besar dan keras menggesek lubang belakangnya, membuatnya menggeliat oleh sensasi asing yang aneh.
Siwon menatap Kyuhyun lembut, tapi ada api di sana, api yang penuh gairah, nafasnya sedikit terengah, sementara pinggulnya bergerak lembut, memperkenalkan bagian dirinya yang keras dan bergairah kepada Kyuhyun.
"Rasanya akan sakit.." Siwon berbisik parau, "Kau boleh mencakarku atau mengigitku untuk melampiaskan sakitmu, tetapi kau harus tahu, betapapun sakitnya itu, aku tidak akan berhenti... bukan karena aku ingin menyakitimu, tetapi karena aku harus melakukannya... kau mengerti Kyuhyun?"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya, menatap Siwon percaya. Lelaki itu lalu mendesakkan pinggulnya pelan-pelan, berusaha membuka pintu untuk memasuki Lubang Kyuhyun. Tetapi Kyuhyun terasa sangat sempit sehingga Siwon harus mendesakkan dirinya berkali-kali dengan kewalahan. Sampai kemudian dengan menggertakkan giginya, Siwon menekankan dirinya dengan kuat, membuat Kyuhyun merasakan rasa nyeri yang amat sangat di bagian belakangnya .
Kyuhyun menjerit, mencakar lengan Siwon meminta lelaki itu berhenti. Tetapi Siwon tidak bisa berhenti.. Akhirnya dengan satu tekanan kuat mampu memasukinya , diiringi erangan kesakitan Kyuhyun.
Mereka berbaring bersama dalam diam. Siwon sudah membenamkan dirinya dalam-dalam di diri Kyuhyun, menyatu sepenuhnya, tetapi lelaki itu tidak bergerak, memberi kesempatan Kyuhyun untuk menyesuaikan diri dengan tubuhnya. Dikecupnya air mata yang keluar dari sudut mata Kyuhyun,
"Maafkan aku... aku tidak bermaksud menyakitimu." Siwon berbisik pelan sambil mengecup bibir Kyuhyun lembut.
Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon, menemukan kelembutan dan penyesalan di sana. Air matanya turun dan Siwon mengecupnya lagi.
"Aku akan bergerak lagi." Suara Siwon serak, "Mungkin pada awalnya akan tidak nyaman.." lelaki itu menggerakkan pinggulnya, membuat Kyuhyun mengernyit.
"Sakit sayang?" Siwon memandang Kyuhyun cemas. Tetapi Kyuhyun sudah tidak begitu merasakan sakit lagi, tubuhnya menerima tubuh Siwon di dalamnya, membungkusnya dalam kehangatan yang rapat dan panas, dia menggelengkan kepalanya.
Siwon tersenyum menerima jawaban Kyuhyun, dia menggerakkan tubuhnya. Semula pelan, lalu dengan ritme yang makin cepat, sesuai dengan gairah mereka yang makin cepat dan napas mereka yang makin tersengal,
"Oh ya ampun, kau rapat sekali Kyuhyun... kau membungkusku dengan begitu rapat..." Siwon berbisik parau penuh gairah, ketika mereka sudah hampir mencapai puncak. Pinggul Kyuhyun bergerak mengikuti Siwon membiarkan lelaki itu membawanya ke puncak yang belum pernah dia datangi sebelumnya. Sensasi gerakan tubuh Siwon pada penyatuan tubuh mereka luar biasa nikmatnya. Kyuhyun akhirnya memejamkan mata ketika dia mencapai puncak itu, meledakkan dirinya dalam kenikmatan yang tak bisa dia ungkapkan, membuatnya melayang dan meleleh sekaligus. Dan samar dia mendengar Siwon mengerang, lelaki itu meledak di dalam tubuhnya dan memeluknya erat-erat.
Setelahnya mereka berbaring berpelukan, dipengaruhi oleh sensasi euforia dan orgasme yang luar biasa dasyat. Siwon memeluk Kyuhyun erat-erat, jemarinya menelusuri punggung Kyuhyun yang telanjang, merapatkan tubuh pria itu ke dalam lindungan dada bidangnya.
Kyuhyun menenggelamkan kepalanya ke dalam rengkuhan dada Siwon, menikmati debaran jantung mereka yang makin lama makin tenang. Orgasme membuatnya mengantuk, sebelum jatuh ke dalam tidurnya, dia mendongakkan kepalanya dan menatap Siwon penuh cinta,
"Aku mencintaimu Choi Siwon."
Tatapan Siwon kepadanya tampak lembut dan penuh haru, "Aku juga Kyuhyun, aku mencintaimu."
Dan mereka tertidur bersama, dalam pelukan penuh cinta,
Kyuhyun terbangun ketika merasakan pundaknya dikecupi dengan penuh gairah. dadanya diremas dengan lembut tetapi menggoda. Suasana kamar itu gelap karena lampu-lampu sudah dimatikan, hanya cahaya bulan yang menembus jendela kaca yang belum ditutup memancarkan cahaya temaram memasuki kamar.
Pria yang mencumbunya ini sangat bergairah. Jemarinya menggoda Kyuhyun, dari dada turun ke kejantannya dan memakinkannya di sana dengan sangat ahli, dengan sangat bergelora. Bibirnya yang panas mencumbui sisi telinga dan leher Kyuhyun. Membuat Kyuhyun makin terjaga, dan kemudian tersadar bahwa dia sedang bersama Siwon yang dicintainya.
"Siwon?" Kyuhyun mengelus punggung Siwon yang sudah mulai menindihnya. Lelaki itu menempatkan dirinya di antara paha Kyuhyun dan menyentuhkan kejantanannya yang sudah sangat keras ke sela paha Kyuhyun.
Siwon tampak terlindungi bayangan gelap dalam temaramnya kamar. Dalam pengelihatannya yang masih mengantuk, Kyuhyun melihat Siwon tersenyum samar. Tatapan lelaki itu tampak tajam, membuat Kyuhyun ketakutan sekejap, tetapi ditepiskannya ketakutannya itu. Mungkin kegelapan yang meliputi Siwon membuat lelaki itu tampak menakutkan, tetapi Kyuhyun yakin Siwon tidak akan menyakitinya. Siwon mencintainya juga, dan lelaki itu akan menjaganya. Di pejamkannya matanya, dan dibukanya pahanya untuk Siwon.
Andrew tersenyum dengan penuh gairah sambil menatap Kyuhyun yang memejamkan matanya. Bayangan gelap melingkupi tubuhnya.
"Kau akan menikmatinya sayang... dan kita baru saja mulai." Bisiknya parau, lalu menenggelamkan dirinya dalam-dalam di tubuh Kyuhyun. Pria yang sangat diinginkannya.
T.B.C
Maaf bangettt baru bisa update lagi , aku lagi sibuk banget soalnya , mohon di mengerti ya , chap selanjutnya mudah-mudahan nanti malaem , itu juga kalo ga ada halangan yang lain , sekali lagi aku minta maaf ..
