From The Darkest Side Chapter 7 BY SANTHY AGATHA

"Kami ini dua yang menjadi satu . satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, Karena dengan begitu , kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahat ku ini , sangat sulit untuk di cintai ….

Choi Siwon -

"Bukankah Cinta Juga sama? Aku selalu Berpikir bahwa cinta hanyalah bentuk puitis dan obsesi dan keinginan untuk memiliki satu sama lain .

Andrew Choi –

*****

Kyuhyun sedikit mengernyit ketika menatap Siwon yang tiba-tiba berbeda. Lelaki itu tampak begitu bergairah, tatapan matanya seolah akan melahapnya hidup-hidup dan meskipun kegelapan meliputi sosok lelaki itu, Kyuhyun bisa merasakan nafsunya yang meluap-luap.

Dengan penuh nafsu, Siwon memposisikan dirinya di tengah paha Kyuhyun, kemudian meluncur masuk tanpa permisi, menyatukan dirinya. Kyuhyun mencengkeram pundak Siwon, sejenak menahan perasaan tidak nyaman, karena ini baru kedua kalinya Siwon memasukinya. Tetapi lelaki itu tidak mau menunggu, dia menggerakkan tubuhnya dengan penuh gairah, seakan begitu kehausan dan akan mati kalau tidak dipuaskan.

Gerakan Siwon sedikit kasar, lelaki itu mengecupi seluruh wajah Kyuhyun, lalu bibirnya melumat bibir Kyuhyun dengan penuh gairah, melahapnya tanpa batas. Bibirnya melumat bergantian bibir atas Kyuhyun dan bibir bawah Kyuhyun, menyesapnya, menghisapnya, mengulumnya dan menikmatinya sesukanya. Lalu lidahnya menelusup masuk begitu dalam dan inten. Ciuman itu menyatukan bibir dan lidah mereka, lalu bergerak menggoda, seiring dengan gerakan pinggul lelaki itu yang semakin cepat di bawah sana.

Percintaan itu keras dan cepat. Siwon tidak lembut lagi, tetapi setidaknya dia membawa Kyuhyun ke puncak kenikmatan dengan cepat dan meledak, hingga Kyuhyun hampir tak sadarkan diri ketika akhirnya Siwon mencapai puncak kepuasan, sekali lagi meledakkan dirinya dalam-dalam jauh di dalam tubuhnya.

Napas mereka terengah-engah dengan tubuh yang berkeringat. Kyuhyun membuka matanya dan bertatapan langsung dengan mata tajam itu. Siwon menatapnya seakan menembus hatinya. Lelaki itu tampak berbeda… tiba-tiba perasaan takut itu datang lagi, membuat Kyuhyun begidik dan merasakan dorongan untuk menjauh. Tetapi Siwon tiba-tiba saja meraih pinggangnya dan membalikkannya supaya membelakanginya. Lelaki itu menempelkan kejantanannya yang mengeras di bagian belakang pinggul Kyuhyun. Jemarinya menelusur penuh gairah, menyentuh paha Kyuhyun dan mengangkatnya ke atas…

"Siwon…?"

"Aku belum puas sayang, malam ini belum selesai untuk kita…"

Lelaki itu menyelipkan dirinya dari belakang dan menyatukannya lagi dengan Lubang Kyuhyun. Dia menggerakkan tubuhnya lagi penuh gairah. Membawa Kyuhyun kembali naik ke dalam pusaran yang makin lama makin membawa kesadarannya.

Siwon benar, malam itu seakan tidak ada ujungnya, gairah Siwon seakan tidak ada habisnya untuk Kyuhyun.

Yang tidak Kyuhyun sadari… sepanjang sisa malam itu, dia bercinta dengan Andrew.

Kyuhyun menggeliat ketika terbangun dari tidurnya. Dan langsung merasakan rasa tidak enak yang amat sangat. Lubang Belakangnya terasa tidak nyaman dan seluruh tubuhnya terasa pegal. Dia membuka matanya dan mengernyit. Kemudian baru menyadari bahwa Siwon masih ada di sebelahnya. Lelaki itu masih telanjang dengan selimut putih membungkus pinggangnya, dia berbaring miring dengan bertumpu siku dan telapak tangannya menopang kepalanya. Lelaki itu tampaknya sudah mengamati Kyuhyun dari tadi, matanya tampak sedih.

Kyuhyun berbaring diam, tiba-tiba merasa malu. Semalam mereka begitu intim dan diliputi gairah. Dan sekarang ketika mereka terbangun dengan logika. Kyuhyun sangat malu dengan ketelanjangan mereka yang diterangi sinar matahari yang menyusup remang-remang dari jendela. Tetapi sepertinya Siwon tidak merasakan itu. Jemarinya menelusuri leher Kyuhyun, lalu menurunkan selimutnya ke dadanya, jemarinya menelusur di sana, mengusap dengan lembut ke dada dan turun ke perutnya, selimutnya makin diturunkan ke bawah, ke pahanya…. dan Kyuhyun melihat, semakin jauh selimutnya turun, mata Siwon tampak semakin sedih.

"Maafkan aku." Akhirnya lelaki itu bersuara, pekat, penuh kepedihan. Membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

"Untuk apa?"

Siwon menghela napasnya dengan berat, dia lalu mengecup bibir Kyuhyun lembut, dan mengelus pipinya, "Untuk semua kekasaranku…. ini… bekas-bekas ini… Oh Astaga, aku minta maaf Kyuhyun.."

Kyuhyun menatap Siwon bingung, lalu dia menundukkan kepalanya dan menatap tubuhnya yang tadi di elus oleh Siwon. Matanya membelalak, ada bekas-bekas merah ciuman di tubuhnya, dan juga beberapa memar di lengan dan pahanya, mungkin akibat cengkeraman yang terlalu keras. Tetapi Kyuhyun semalam tidak merasakannya, dia terlalu larut dalam gairah, hingga tidak menyadari kalau sentuhan dan ciuman Siwon terlalu keras sehingga menimbulkan bekas. Mungkin hal inilah yang menyebabkan tubuhnya terasa pegal dan tidak nyaman ketika bangun pagi tadi.

"Aku kasar dan melukaimu…kau memar-memar seperti ini." Siwon menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat, "Maafkan aku Kyuhyun."

Kyuhyun membalas pelukan Siwon, "Tidak apa-apa Siwon, toh aku tidak menyadarinya semalam."

"Maafkan aku menyebabkanmu harus mengalami ini." Lelaki itu tampaknya tidak mendengar kata-kata Kyuhyun.

"Maafkan aku."

Kyuhyun tertegun. Siwon tampak merasa sangat bersalah karena melukainya. Semalam memang lelaki itu tampak aneh. Dipenuhi dengan gairah yang sepertinya tidak bisa ditahankan lagi, mungkin gairah itu pula yang menyebabkan Siwon terlalu kasar, lelaki itu tidak sengaja…. Tetapi sekarang Siwon tampak begitu membenci perbuatannya, tampak begitu jijik kepada dirinya sendiri. Membuat Kyuhyun langsung memeluknya dengan lembut,

"Aku tidak apa-apa Siwon."

Dan Siwon terdiam. Tidak mengatakan apa-apa lagi.

"Kau brengsek." Siwon menatap bayangan Andrew di cermin. "Kau memperlakukannya seperti pelacur."

Andrew mengangkat alisnya, "Aku memang seperti itu kalau bercinta. Lagipula… kau tidak bisa menyalahkanku, aku sudah lama tidak bercinta. Apalagi aku sudah menunggu lama untuk memiliki Kyuhyun, bukan salahku kalau aku terlalu bergairah dan sedikit melukainya."

"Sedikit katamu?" Siwon menggeram, mengernyit pahit ketika mengingat pemandangan tubuh Kyuhyun tadi pagi. Hatinya langsung hancur, menyadari bahwa Kyuhyun dilukai, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. "Seluruh tubuh Kyuhyun memar dan merah penuh bekas ciuman dan cengkeramanmu, aku yakin Lubangnya juga terasa sakit meski dia menutupinya darimu. Kau seperti binatang Andrew! Dia baru kehilangan keperawanannya, Demi Tuhan!"

"Ah ya…" Andrew tertawa, "Dan kau harusnya berterimakasih kepadaku, karena aku memberikan kesempatan untuk mengambil keperawanan Kyuhyun kepadamu. Aku hanya mendapatkan sisanya. Siwon. Jadi aku mengambil semuanya."

"Brengsek!" Siwon menggeram marah, tinjunya melayang ke arah kaca, menghancurkannya. Membuat bayangan Andrew terpecah menjadi kepingan kecil-kecil. Tetapi Andrew tidak terpengaruh. Lelaki itu tertawa terbahak-bahak, menertawakan luapan emosi Siwon,

"Hati-hati Siwon." Andrew bergumam di sela tawanya, "Kau tahu kalau kau marah, aku akan menguasai tubuh ini."

"Tuan melukai tangan Tuan begitu dalam." Hankyung mencabut hati-hati serpihan kaca di buku jari Siwon, setelah yakin tidak ada kaca lagi, dia membasuh luka Siwon dengan alkohol dan antiseptic lalu membalut luka itu. "Anda tahu, anda harus menahan kemarahan anda."

"Aku tahu. Kalau aku marah atau tidak bisa mengendalikan emosi, aku akan lengah dan Andrew menjadi kuat." Siwon mencoba menggerakkan tangannya yang diperban, lalu mengernyit ketika merasakan sakit, "Kemarin malam aku lengah…. dan Andrew melukai Kyuhyun."

"Anda tidak bisa menyalahkan diri anda. Kehadiran Kyuhyun membuat tuan Andrew semakin kuat."

"Ya aku tahu. Seharusnya aku menjauhkan Kyuhyun dari diriku… tapi aku.. aku mencintainya Hankyung." Suara Siwon menjadi tersiksa. "Aku tahu kalau dia berada dekat denganku, dia akan ada dalam bahaya… tetapi aku begitu egois tidak bisa jauh darinya. Apa yang harus kulakukan Hankyung?"

Hankyung mengamati tuannya dengan sedih. Dia juga tidak tahu. Tuannya ini telah menanggung penderitaan sejak lama karena kehadiran Andrew yang begitu kejam di dalam dirinya. Tetapi mereka adalah satu kesatuan. Satu tubuh, dua kepribadian yang bertolak belakang. Tuan Siwon sangat baik, sayangnya alter egonya… sangat jahat.

Siwon menghela napas panjang, menatap Hankyung dengan hati-hati lalu berucap misterius kepada Hankyung. "Lakukan apa yang harus kaulakukan pada saatnya nanti Hankyung…"

Myungsoo mengamati rumah Kyuhyun dari dalam mobilnya. Dia sudah tahu bahwa rumah itu kosong dan dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi dia ingin datang hari ini dan mencoba menemukan petunjuk.

Kenapa Kyuhyun menghilang setelah kematian ibunya di rumah milyuner itu? Apakah Kyuhyun tahu identitasnya sudah terbongkar sehingga dia bersembunyi dari wartawan? Tetapi bersembunyi di mana? Myungsoo sudah mencoba mencari di semua orang yang mungkin berhubungan dengan Kyuhyun, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada yang tahu di mana Pria itu berada.

Ketika seorang lelaki tua penjual sayur keliling lewat, dan berhenti untuk beristirahat sambil berteduh di perempatan dekat rumah Kyuhyun, Myungsoo langsung turun dari mobilnya dan menghampiri.

"Saya ingin bertamu ke teman saya di rumah ini. Tetapi rumahnya kosong." Myungsoo menunjuk ke arah rumah Kyuhyun.

Pedagang sayur itu menengok ke rumah Kyuhyun dan tersenyum, "Maksud anda Tuan Kyuhyun?"

"Ya. Apakah anda mengenalnya?"

"Saya sudah berdagang di kompleks ini lebih dari tujuh tahun. Saya mengenal Tuab Kyuhyun bahkan saat kakek neneknya masih hidup. Dia Pria yang baik, ramah pada orang tua." Pedagang itu tersenyum mengenang Kyuhyun.

"Anda tahu dia kemana? Tidak ada kabar darinya, dan rumahnya kosong."

"Mungkin dia sedang bersama ibunya?"

Myungsoo langsung mengejar, berharap kalau pedagang sayur itu tahu sesuatu, "Kenapa anda bilang begitu?"

Pedagang itu rupanya tidak mengikuti perkembangan berita artis dan hiburan, dan dia sepertinya tidak tahu kalau Jin-Ri, artis yang sangat terkenal itu adalah ibu Kyuhyun. Pria itu mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat, "Terakhir saya bertemu Tuan Kyuhyun dia berbelanja sedikit. Anda tahu dia selalu berbelanja bahan makanan kepada saya, saya menanyakannya, dan kata Tuan Kyuhyun dia akan pergi beberapa lama bersama ibunya untuk berkenalan dengan calon ayahnya."

Itu informasi yang sangat membantu. Myungsoo merenung setelah pedagang sayur itu pergi dan dia kembali ke mobilnya. Tidak ada yang pernah menebak hal itu. Bahwa Kyuhyun pergi bersama ibunya untuk menginap di rumah milyuner bernama Choi Siwon itu. Kalau hal itu benar-benar terjadi… berarti Kyuhyun ada di dalam rumah itu ketika kematian ibunya terjadi? Tetapi kenapa tidak ada yang tahu kehadirannya? Bahkan di pemakaman dia tidak muncul. Para wartawan yang sempat berkemah di depan rumah Siwon pun tidak bisa menyadari kehadirannya. Sepertinya ada misteri yang tersembunyi di sini. Apakah Siwon menyembunyikan Kyuhyun di balik rumah besarnya yang berpagar tinggi?

Myungsoo menjalankan mobilnya, dan mengarahkannya ke rumah Siwon dengan penuh tekad. Dia harus bisa mencari tahu apa yang ada di balik pagar yang tinggi itu.

"Astaga… kau terluka." Kyuhyun menyentuh jemari Siwon yang dibalut perban, "Kenapa?"

Siwon menggelengkan kepalanya, "Luka ini tidak apa-apa, aku mengalami kecelakaan kecil tadi." Tatapannya berubah lembut ketika menelusuri seluruh tubuh Kyuhyun, "Kau sendiri, bagaimana keadaanmu? Kau tidak apa-apa?"

Bercinta dengan Siwon sangat menguras energi. Pipi Kyuhyun memerah ketika mengingat itu, dan memang memar-memar dan bekas ciuman di sekujur tubuhnya membuatnya bingung, tetapi Siwon sudah meminta maaf bukan pagi itu?

"Aku baik-baik saja Siwon."

Tatapan Siwon kembali sedih, lelaki itu menyentuhkan jemarinya di pipi Kyuhyun, mengelusnya lembut, "Aku jadi takut bercinta denganmu lagi, aku takut menyakitimu."

"Apakah kau selalu sekasar itu kalau bercinta?" Kyuhyun mengernyit. Siwon berkata seolah-olah bercinta dengan kasar itu ada di luar kendalinya.

Pertanyaan Kyuhyun membuat Siwon tertegun. Lelaki itu menggelengkan kepalanya, "Tidak… bukan begitu.. aku hanya terlalu bergairah, jadi mungkin aku tidak bisa menahan diri." Dikecupnya bibir Kyuhyun lembut. "Kau harus tahu Kyuhyun, hal terakhir yang ada di pikiranku adalah menyakitimu."

Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada Siwon, "Aku percaya, Siwon."

Ketika Myungsoo sedang mengamati rumah Siwon di sudut yang tak terlihat, jendela kacanya diketuk. Dia menoleh dan mengernyitkan keningnya melihat sosok lelaki tua berpakaian rapi berdiri di sana. Diturunkannya kaca jendelanya.

"Ya? Ada apa?"

Lelaki tua itu tampak serius, dia melirik ke arah rumah mewah milik Choi Siwon dan menundukkan tubuhnya supaya jelas melihat Myungsoo, "Anda Myungsoo wartawan investigasi yang saya tahu punya reputasi bagus. Maaf, saya menyelidiki anda sebelumnya." Hankyung menghela napas panjang, "Saya adalah kepala pelayan di rumah Tuan Choi Siwon … saya punya informasi untuk anda. Tetapi sebagai gantinya saya ingin meminta tolong anda melakukan sesuatu."

"Melakukan apa?", Myungsoo langsung tertarik ketika mengetahui ada orang dalam yang ingin memberikan informasi.

Hankyung melirik ke kanan dan kiri, tampak tak nyaman berdiri di luar mobil Myungsoo, "Boleh saya masuk? Tidak aman bagi saya untuk berdiri di sini dan bercakap-cakap dengan anda."

Sejenak Myungsoo ragu. Dia menatap Hankyung lagi, tetapi kemudian menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah lelaki baik-baik. Dia membuka kunci pintu mobilnya. Bunyi 'klik' terdengar dan Hankyung melangkah masuk ke dalam mobil, duduk di sebelah Myungsoo. "Sekarang bagaimana?", tanya Myungsoo kemudian.

"Mohon jalankan mobil anda menjauh dari rumah ini. Saya akan menjelaskan semuanya kepada anda di perjalanan."

Hankyung tidak menjelaskan semuanya kepada Myungsoo, informasi yang diberikannya kepada Myungsoo hanyalah kebohongan yang bisa memberikan alasan kepada Myungsoo untuk membantunya. Tuan Siwon telah menyuruhnya mencari orang yang dipercaya untuk membawa Kyuhyun kabur kalau tiba waktunya Andrew menguasai tubuhnya. Dia harus menyelamatkan Kyuhyun dari Andrew. Tetapi Tuan Siwon melarangnya memberitahukan semua rencananya kepadanya. Hankyung harus merencanakan semuanya sendiri, dan menjaga jangan sampai Tuan Siwon tahu, karena kalau Tuan Siwon tahu, Andrew kemungkinan besar juga tahu. Rencana ini mengancam nyawanya, Hankyung tahu itu.

Tetapi dia tidak peduli. Anak, menantu, dan cucunya sudah dimintanya pindah jauh ke tempat yang semoga tidak terdeteksi oleh Andrew. Hankyung telah memutuskan hubungan dengan mereka. Dia telah mengucapkan selamat tinggal dalam perpisahan yang haru. Toh usianya tidak akan lama lagi, dia sudah tua dan siap mati demi kesetiaannya kepada Tuan Siwon.

Sekarang tinggal meyakinkan Myungsoo untuk membantunya. "Tuan Kyuhyun terjebak di rumah Tuan Siwon, dia menahannya. Karena Tuan Siwon ingin menjadikan Tuan Kyuhyun sebagai pengganti Ibunya." Hankyung menyelesaikan kebohongannya, "Saya meminta bantuan anda untuk membantu Tuan Kyuhyun melarikan diri, Karena saya tidak bisa melakukannya, saya sudah terlalu tua dan Tuan Siwon pasti akan bisa melacak saya. Bawa Tuan Kyuhyun menjauh dari rumah ini. Dari kota ini kalau perlu. Saya tahu anda mempunyai banyak koneksi yang bisa membantu anda, dan anda bisa pergi kemana saja tanpa ketahuan, karena itulah saya meminta bantuan anda untuk membantu Tuan Kyuhyun kabur ke luar negeri kalau perlu."

Ini akan menjadi berita yang luar biasa bagus. Myungsoo menghela napas panjang. Merasa senang, "Kalau aku melakukan itu. Apa yang akan kudapatkan?"

"Anda tidak boleh memuat berita tentang pelarian Kyuhyun atau obsesi Tuan Siwon untuk membuatnya menjadi pengganti ibunya." Hankyung tampak serius, "Kalau anda melakukannya, saya akan menyangkal semua pemberitaan anda, dan Tuan Siwon bisa membuat anda kehilangan kredibilitas dengan menuntut anda atas pencemaran nama baik."

"Lalu aku dapat untung apa?" Myungsoo mengernyit, mulai merasa bingung atas kesepakatan ini.

"Anda akan mendapatkan berita ekslusif mengenai siapa ayah kandung Kyuhyun. Siapa laki-laki yang menghamili Jin-Ri di masa mudanya. Berita itu akan menguntungkan anda."

Wah. Itu baru luar biasa. Myungsoo tidak bisa menahan diri untuk tidak menyeringai, " Oke deal. Jadi siapa ayah kandung Kyuhyun?"

Hankyung menggelengkan kepalanya. "Seseorang akan mengirimkan semua berkasnya ke kantor anda. Nanti setelah anda berhasil membantu Tuan Kyuhyun. Sebelumnya anda harus membantu Tuan Kyuhyun melarikan diri dulu dan menolongnya ke luar kota, kalau perlu ke luar negeri. Anda bisa meminta bantuan koneksi anda yang banyak." Lelaki itu mengeluarkan amplop cokelat yang besar dan tebal dari dalam jasnya. "Saya tidak bisa menggunakan cek atau rekening bank karena itu akan terlacak, jadi maafkan saya menggunakan uang tunai. Ini uang untuk proses membantu Tuan Kyuhyun melarikan diri. Semoga cukup." Hankyung meletakkan amplop itu di dekat perseneling di antara kedua kursi.

Koneksiku memang banyak dan pekerjaan ini tampaknya mudah, dia tinggal meminta bantuan teman-temannya untuk menyembunyikan Kyuhyun dan kemudian membantunya kabur ke luar negeri, itu gampang. Apalagi amplop cokelat itu tampaknya sangat tebal, uang akan memuluskan sehalanya… Myungsoo membatin sambil melirik amplop cokelat itu. Tapi Hankyung tampak begitu ketakutan seakan kabur dari Choi Siwon adalah hal yang sangat sulit,

"Apakah Choi Siwon sebegitu hebatnya?" Myungsoo bertanya.

Dan Hankyung mengangguk tanpa ragu. "Dia sangat hebat. Anda harus sangat berhati-hati. Kalau menginginkan sesuatu dia akan mengejarnya sampai dapat. Saya mohon lindungi Tuan Kyuhyun sampai dia bisa kabur, surat berisi berkas-berkas tentang ayah kandung Tuan Kyuhyun sudah saya siapkan di brankas rahasia di sebuah bank. Orang kepercayaan saya akan mengirimkannya kepada anda segera setelah anda berhasil menyelamatkannya." Hankyung mengisyaratkan Myungsoo untuk menepi dan lelaki itu melakukannya, dia meminggirkan mobilnya di tepi trotoar dekat kawasan perdagangan, Hankyung tersenyum kepada Myungsoo, mengulurkan tangan dan Myungsoo menjabatnya, "Terima kasih atas kerjasama anda Myungsoo. Nanti kalau ternyata terjadi sesuatu kepada saya sehingga saya tidak bisa bertemu anda lagi, anda tahu betapa saya menghargai bantuan anda."

Lalu lelaki tua itu keluar mobil dan melangkah pergi. Myungsoo memandang sampai Hankyung menghilang di keramaian. Dahinya mengernyit ketika dia melirik amplop cokelat itu. Diambilnya, dan diintipnya.

Semuanya dalam dollar Amerika. Dan mengingat banyaknya tumpukan di dalamnya, jumlahnya mungkin ada puluhan ribu dolar…

Siwon merasakannya. Dia sudah tidak mampu menahannya. Andrew begitu kuat, mendesak untuk menguasai tubuhnya. Siwon sudah sekuat tenaga menahannya. Dia tidak mau Kyuhyun menghadapi sosoknya yang mengerikan ini. Sosok kejam Andrew. Kyuhyun pasti akan langsung membencinya.

Jauh di dalam sana Andrew tertawa mengejek. "Kau bodoh karena terperangkap perasaan Siwon, cinta hanya akan memberatimu. Sekarang kau makin lemah karena kau jatuh cinta."

"Diam kau!" Siwon mencoba menghilangkan bisikan-bisikan Andrew di dalam sana. "Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Kyuhyun."

"Kyuhyun milikku." Andrew mengucapkannya dengan yakin seakan itu sebuah kebenaran absolut. "Kau tidak akan bisa menyingkirkannya dariku Siwon, apapun rencanamu, aku akan mendapatkannya. Aku tahu kau sedang merencanakan sesuatu dibantu oleh si Tua Hankyung, kalian tidak akan berhasil. Kyuhyun akan menjadi milikku."

"Dia mencintaiku. Bukan dirimu." Siwon menggeram marah.

"Aku tidak membutuhkan cinta dari Kyuhyun, silahkan. Miliki saja cintanya." Andrew terkekeh, "Aku butuh tubuhnya untuk memuaskanku, aku butuh dia tak berdaya di tanganku, jatuh di bawah kuasaku dan tidak berdaya."

"Kau gila!"

"Itu sudah bukan rahasia Siwon…" Andrew tersenyum kejam. "Kegilaanku, dan hasrat ingin membunuh ini sebenarnya milikmu juga. Apa kau sudah lupa? Kita ini satu. Dan mengingat kita ini satu… apakah Kyuhyun masih bisa mencintaimu kalau tahu bahwa kitalah yang membunuh seluruh keluarganya? Kakek dan nenek dari pihak Jin-Ri, kakek dan nenek dari pihak Woo Bin, dan kedua orang tuanya, Jin-Ri dan Woo Bin. Kyuhyun pasti akan sangat membencimu dan kehilangan cintanya kepadamu seketika kalau dia tahu."

Siwon mengernyit, merasakan kepalanya berdentam-dentam. "Kau yang melakukan semua kejahatan keji itu. Bukan aku, dasar Iblis!"

"Aku melakukannya dengan tanganmu, Siwon. Ingat itu. Kita ini dua yang menjadi satu. Satu yang terdiri dari dua."

Andrew tertawa. Dan saat itulah Siwon merasakan semuanya menjadi gelap. Ia berusaha menggapai dan menahan, tetapi Andrew terlalu kuat dan mendesaknya hingga dia menyerah.

"Kyuhyun.." Nama itu terucap di bibirnya sebelum kesadarannya hilang….

Siwon mengurung dirinya di ruang kerjanya sejak tadi. Lelaki itu bahkan tidak turun untuk makan siang. Kyuhyun mengernyit. Ada apa sebenarnya? Tiba-tiba saja Kyuhyun merasa sangat cemas. Siwon tampak pucat dan aneh di pertemuan mereka terakhir tadi. Lelaki itu menatap Kyuhyun seolah mereka akan berpisah lama.

Kyuhyun hendak melangkah dan mengetuk pintu ruang kerja Siwon ketika dia berpapasan dengan Hankyung. Lelaki itu mengenakan baju biasa, bukan seragam pelayannya. Tampaknya dia baru pulang dari berpergian.

"Tuan Kyuhyun…" Hankyung membungkukkan badannya dengan sopan. "Apa kabar. Kenapa anda sendirian? biasanya Tuan Siwon menemani anda siang-siang begini?"

Kyuhyun melirik ke arah ruang kerja Siwon, kemudian menatap Hankyung dengan bingung. "Itulah yang ingin kutanyakan Hankyung, Siwon mengurung dirinya sejak tadi di ruang kerjanya, apakah mungkin dia sakit? Tangannya tadi terluka dan aku mencemaskannya."

Hankyung tertegun, tampak waspada. Matanya melirik ke arah pintu ruang kerja tuannya. Apakah sudah saatnya? Tuan Siwon bilang dia berusaha mengendalikan Andrew sekuat tenaga meskipun dia tidak yakin akan menang. Andrew bertekad kuat memiliki Kyuhyun dan dia semakin kuat. Tuannya bilang dia akan mengurung diri dan mencoba menahan Andrew. Apakah sekarang Tuan Siwon sedang melawan Andrew di dalam sana? Jantung Hankyung berdebar kencang. Ini lebih cepat dari perkiraannya. Dia belum menyiapkan Tuan Kyuhyun untuk rencana melarikan dirinya. Well, Hankyung harus bertindak cepat kalau ingin semuanya lancar.

"Tuan Kyuhyun." Hankyung berbisik lirih, memandang cemas ke arah pintu ruang kerja tuannya lagi, "Kalau boleh saya ingin berbicara dengan anda. Penting."

Kyuhyun mengernyitkan dahinya. "Tentang apa Hankyung?"

"Silahkan anda ikut saya." Hankyung mengajak Kyuhyun ke arah dapur. Di sana ada ruang bawah tanah untuk menyimpan persediaan anggur. Lebih aman di bawah sana, karena Tuan Siwon dan Andrew hampir tidak pernah ke area dapur.

Mata Kyuhyun membelalak kaget. Wajahnya pucat pasi.

"Kepribadian ganda? Apakah kau serius Hankyung?"

Sang kepala pelayan sudah tidak mampu mempertahankan ekspresi datarnya. Dia sudah menceritakan semua kepada Kyuhyun, mengenai Siwon dan alter egonya yang jahat, yang bernama Andrew.

"Anda tentunya menyadari bahwa kadang-kadang Tuan Siwon tampak begitu berbeda. Alter egonya….Tuan Andrew sangat kejam dan dia membawa aura menakutkan itu ke sekelilingnya."

Kyuhyun tertegun. Ingatan pertamanya adalah ketika Siwon tiba-tiba muncul di kamar mandi, ketika Kyuhyun sedang berendam, itulah pertama kali Kyuhyun merasakan bahwa Siwon membawa aura menakutkan… Kemudian malam itu di ruang makan, ketika Siwon meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya mungkin sedang mabuk… dan terakhir…. kemarin malam, ketika mereka bercinta. Siwon berubah menjadi sosok yang begitu bergairah dan kasar, paginya lelaki itu tak henti-hentinya meminta maaf karena tidak bisa mengendalikan dirinya…. Wajah Kyuhyun menjadi pucat pasi ketika menyadari kenyataan itu, Apakah itu berarti semalam dia telah bercinta dengan Andrew? Apakah Andrew yang meninggalkan bekas memar dan kemerahan di tubuhnya?

"Tuan Andrew terobsesi kepada anda. Anda tahu. Begitu tuan Woo Bin meninggal, ketika anda berumur delapan tahun. Tuan Siwon hendak menemui anda, beliau menyusul anda ke taman hiburan, karena dia mendapatkan informasi bahwa nenek anda membawa anda ke sana. Tetapi kemudian ada insiden seorang penodong berusaha merampoknya, dan karena bersedih atas kematian keluarga angkatnya, Tuan Andrew menjadi kuat dan mengambil alih seketika itu juga…. saat itulah Tuan Andrew pertama kali bertemu dengan anda." Hankyung menjelaskan kisah yang pernah dikatakan Tuan Andrew kepadanya, kisah pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya makin dalam. "Aku pernah bermimpi di taman hiburan…. oh astaga.. mungkinkah itu bukan mimpi? Mungkinkah aku benar-benar bertemu dengan Darr… Andrew di usiaku yang ke delapan?"

"Itu benar-benar terjadi." Hankyung mengangguk meyakinkan Kyuhyun. "Dan entah apa yang anda lakukan, anda membuat Tuan Andrew terobsesi kepada anda sejak saat itu."

Dalam mimpinya Andrew sudah hampir membunuh dirinya yang masih kecil. Kyuhyun bergidik mengingat betapa tidak ada belas kasihan dan penyesalan di mata Andrew ketika dia membunuh penodong itu… juga ketika dia akan membunuh Kyuhyun kecil, tidak ada keraguan sedikitpun di matanya. Lelaki itu hampir tidak punya emosi menyangkut pembunuhan…. tetapi kemudian, Andrew mengurungkan niatnya untuk membunuh Kyuhyun karena..

"Aku menawarkan plester untuk menutup lukanya akibat percobaan penodongan itu." Kyuhyun mencoba menguak ingatannya yang berkabut.

"Mungkin itu pemicunya. Tidak pernah ada orang yang seberani itu kepada Tuan Andrew, semua orang ketakutan kepadanya dan menghindarinya. Saya mengikuti Tuan Siwon dan Tuan Andrew sejak beliau kecil, dulu saya adalah pelayan pribadi ayah Tuan Siwon. Ketika Tuan Andrew ada, semua orang kabur ketakutan menghindarinya." Hankyung menghela napas panjang. "Plester itu bahkan masih tersimpan di kotak kaca di brankas Tuan Siwon. Anda benar-benar membuat Tuan Andrew terobsesi kepada anda karena itu.

Karena sebuah plester? Kyuhyun merasakan tubuhnya gemetar. Tidak! Bukan karena sebuah plester. Perbuatannya itu mempunyai arti yang sangat dalam bagi Andrew. Kyuhyun satu-satunya orang yang tidak takut padanya. Oh Astaga, mimpi apa dia sehingga monster menakutkan seperti Andrew terobsesi kepadanya?

"Saya mungkin menyakiti anda dengan apa yang akan saya katakan kepada anda." Hankyung menatap Kyuhyun sungguh-sungguh. "Tetapi saya mohon, setelah anda tahu, jangan anda membenci Tuan Siwon, dia sudah berusaha mencegahnya, tetapi kadang-kadang Tuan Andrew terlalu kuat."

Jantung Kyuhyun berdebar, entah kenapa. "Mengetahui tentang apa?"

"Bahwa Tuan Andrewlah yang bertanggung jawab atas kematian seluruh keluarga anda, kakek dan nenek anda…keluarga angkatnya, termasuk ayah anda, Woo Bin… dan yang terakhir… ibu anda, Nona Jin-Ri…"

Kata-kata Hankyung bagaikan petir yang menyambar dirinya dengan keras dan tanpa ampun. Kyuhyun sampai terhuyung dan harus berpegangan kepada rak anggur di belakangnya, "Apa?"

"Yang pertama Tuan Andrew bunuh adalah keluarga angkatnya. Ayah dan Ibu Woo Bin mengetahui bahwa Tuan Siwon mempunyai kepribadian ganda ketika anjing mereka dibunuh dengan kejam dan mayatnya digantung di pohon, hanya Tuan Siwon yang ada di rumah waktu itu, tetapi tuan Siwon mengaku tidak ingat apapun… sejak ikut keluarga angkatnya dia telah berhasil menekan Tuan Andrew supaya tidak bangkit, anjing itu dibunuh Tuan Andrew, tentu saja dia mengambil kesempatan ketika Tuan Siwon lengah, dan berusaha menunjukkan kalau dia masih eksis. Keluarga angkat Tuan Siwon lalu mengirimkan Tuan Siwon ke psikiater …. dan psikiater itu melakukan usaha hipnotis untuk berkomunikasi dengan Tuan Andrew. Sebuah kesalahan bodoh, karena Tuan Andrew pada akhirnya bangkit setelah sekian lama. Dulu Tuan Andrew hanya bangkit sebentar-sebentar ketika Tuan Siwon lemah, hipnotis itu memberinya kekuatan." Hankyung melanjutkan kisahnya sambil beberapa kali menatap ke arah pintu ruang bawah tanah di atas.

Sementara itu Kyuhyun menahan napasnya mendengar cerita itu. Oh ya ampun.. " Lalu apa yang terjadi?"

"Tuan Andrew bangun dan pulang ke rumah. Berpura-pura seperti Tuan Siwon. Keluarga angkatnya tidak ada yang menyadari bahwa dia adalah pribadi yang berbeda… lalu pada suatu hari, ketika kedua orang tua angkatnya dan Tuan Woo Bin sendiri mengendarai mobil untuk suatu urusan… mereka menabrak truk besar karena rem mereka blong." Hankyung tampak ketakutan, "Tuan Andrew telah merusak rem mobil mereka."

Kyuhyun merasakan bulu kuduknya berdiri, Andrew benar-benar kejam… dan dia… dia satu tubuh dengan Siwon, Siwon yang dicintainya. Apa yang harus dia lakukan? Andrew telah membunuh kedua orang tua ayahnya yang berarti kakek dan neneknya juga, dia juga membunuh Woo Bin, ayahnya, sehingga tidak sempat bertemu dengannya. Andrew telah merenggut kesempatan Kyuhyun untuk bertemu ayah kandungnya. Dan Andrew sama dengan Siwon…. Siwon sama dengan Andrew… hati Kyuhyun berdarah oleh rasa sakit.

Tetapi Hankyung rupanya belum selesai, masih ada lagi rasa sakit yang akan mengoyak-koyak hati Kyuhyun." Kemudian Tuan Andrew mengejar anda… dia menemui kakek dan nenek anda, mengatakan akan mengambil anda untuk mengemban pesan dari ayah kandung anda, Tuan Woo Bin. Tentu saja kakek dan nenek anda menolaknya. Mereka melarang Tuan Andrew mendekati anda selamanya, selain itu mereka takut akan terjadi skandal karena Jin-Ri sedang berada di puncak ketenarannya…" Kemudian, Tuan Siwon berhasil bangkit lagi, dia menenggelamkan Tuan Andrew dan berusaha memperbaiki semuanya. Bayangkan kesedihan yang dirasakan Tuan Siwon ketika menyadari bahwa orangtua angkatnya, kakak angkatnya dibunuh dengan tangannya sendiri, dan dia tak kuasa mencegahnya." Hankyung menarik napas panjang. "Saya ada di sisi Tuan Siwon waktu itu, beliau sangat menderita…"

Karena itulah Siwon tampak sangat menyesal. Kyuhyun bisa merasakan betapa sayangnya Siwon kepada keluarga angkatnya. Memiliki monster tersebut di dalam dirinya dan tidak bisa mengendalikannya…. rasanya pasti sangat menyiksa.

"Tetapi ternyata Tuan Andrew tidak kalah. Dia hanya memutuskan duduk dan menunggu hingga saatnya tepat. Dialah yang menyebabkan kakek anda meninggal…"

"Tetapi kakekku meninggal karena sakit…. dia meninggal di rumah… tidak mungkin Andrew yang membunuhnya."

"Tuan Andrew yang membunuhnya. Karena kakek anda mengancam agar dia tidak berurusan lagi dengan anda."

Hankyung menatap Kyuhyun lurus-lurus, "Anda ingat pembantu rumah tangga di rumah anda, yang bersedia digaji murah untuk membersihkan rumah kakek dan nenek anda?"

Kyuhyun ingat. Pembantu itu, Pria setengah baya yang datang di pagi hari dan pulang ketika menjelang malam. Untuk memasak dan membersihkan rumah mereka, serta mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga.

"Pembantu itu adalah orang suruhan Tuan Andrew. Dia jugalah yang memotret anda setiap saat tanpa ketahuan dan mengirimkannya secara berkala kepada Tuan Andrew."

Kyuhyun ingat album foto yang ditunjukkan Siwon kepadanya, hanya ada tiga dan semuanya berisi kumpulan foto masa kecilnya yang dikirimkan oleh kakek neneknya sendiri kepada Woo Bin, ayahnya.

"Kakek dan nenek anda berhenti mengirimkan foto setelah Woo Bin meninggal. Jadi Tuan Andrew mengirimkan pegawainya untuk mengawasi dan mengirimkan foto-foto anda kepadanya. Dia punya delapan album besar berisi foto anda."

Dan yang Siwon tunjukkan kepadanya hanya tiga album. Kyuhyun membatin. Menunggu Hankyung melemparkan bom yang lebih besar itu kepadanya.

"Pembantu anda yang memasukkan racun yang tidak terdeteksi kepada makanan kakek anda…. dia memberikannya sedikit demi sedikit kepada kakek anda sehingga kondisi kakek anda menurun dan makin melemah, hingga pada akhirnya meninggal dunia."

Mata Kyuhyun terasa panas mendengarkan informasi itu. Oh betapa kejamnya Andrew, lelaki itu melindas nyawa siapapun yang menghalanginya dengan kejam, sangat kejam!

"Tuan Andrew berpikir bahwa dengan meninggalnya kakek anda. Dia bisa membujuk nenek anda untuk menyerahkan anda di bawah perwaliannya. Tetapi nenek anda sama keras kepalanya dengan kakek anda, mungkin dia melihat ada aura jahat di dalam aura Tuan Andrew, sehingga bahkan ia menawari nenek anda uang, tetapi nenek anda menolaknya mentah-mentah….bahkan nenek anda mulai mencari informasi tentang Tuan Andrew, dan hampir menemukan kejanggalan atas kematian suaminya. Sayangnya, Tuan Andrew sudah menginstruksikan untuk membunuh nenek anda juga. Tubuh nenek anda makin melemah, dan ketika dia menyadari bahwa kakek anda dan dia diracun, semua sudah terlambat, dia bahkan terlalu lemah untuk memperingatkan anda…"

Kyuhyun ingat neneknya terus menangis, tetapi kondisi neneknya sangat lemah sehingga jangankan berkata-kata, menelan ludahpun sangat sulit dilakukan neneknya. Waktu itu Kyuhyun berpikir bahwa neneknya menangisi kakeknya, bahwa kondisinya melemah karena patah hati. Kyuhyun tidak berpikir bahwa gejala penyakit kakek dan neneknya sama persis, kondisi tubuh yang menua diikuti kerusakan organ-organ vitalnya, ginjal, paru-paru, jantung, dan kemudian syarafnya….. Apakah waktu itu neneknya menangisinya? Karena neneknya tidak bisa memperingatkannya? Air mata Kyuhyun menetes di pipinya mengingat penderitaan neneknya di saat-saat terakhirnya. Andrew sungguh kejam. Lelaki itu tak punya hati. Dia seperti iblis yang jahat dan tiba-tiba kebencian memuncak di hati Kyuhyun. Lelaki itu telah merenggut seluruh keluarganya, seluruh keluarganya!

"Apakah Andrew juga yang membunuh ibuku?"

Hankyung menganggukkan kepalanya, "Nona Jin-Ri berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Tuan Andrew mengejarnya hanya untuk memasukkanmu ke rumah ini. Kemudian Nona Jin-Ri menemukan album foto anda tanpa sengaja, membuat Tuan Andrew marah…" Hankyung menatap Kyuhyun yang berurai air mata dengan sedih, "Tuan Andrew…mendorong Nona Jin-Ri jatuh dari tangga."

Pemandangan mengerikan itu berkelebat di benak Kyuhyun. Ibunya yang sudah menjadi mayat, terbaring dengan posisi aneh bersimbah darah di bawah tangga. Ekspresinya ketakutan…. Andrew benar-benar kejam dan menakutkan. Tiba-tiba Kyuhyun menyadari bahwa dia terjebak di rumah ini bersama Andrew.

"Kenapa Siwon mengurung diri di ruang kerjanya?" Kyuhyun menyadari firasat buruk itu.

Hankyung menghela napas panjang, "Karena Tuan Andrew makin kuat dari hari ke hari… dia..bisa saja bangkit dan mendesak Tuan Siwon…. Tuan Siwon meminta saya mempersiapkan kalau ini semua terjadi."

Kyuhyun gemetar. Dia takut, dia telah mendengar kisah kekejaman Andrew. Dan sekarang dia hanya bergantung pada kekuatan Siwon. Bagaimana kalau Siwon kalah dan Andrew menguasainya?

"Saya merencanakan pelarian anda. Seharusnya tidak secepat ini. Tetapi sepertinya kita harus bergerak cepat. Malam ini anda harus bersiap-siap." Hankyung bergumam dengan gelisah. Kyuhyun menyadari Hankyung gemetar. Lelaki itu ketakutan. Sama seperti dirinya. Takut kepada Andrew yang mengerikan.

T.B.C

I be backkk all … miss me ?