"Kami ini dua yang menjadi satu . satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, Karena dengan begitu , kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahat ku ini , sangat sulit untuk di cintai ….
Choi Siwon -
"Bukankah Cinta Juga sama? Aku selalu Berpikir bahwa cinta hanyalah bentuk puitis dan obsesi dan keinginan untuk memiliki satu sama lain .
Andrew Choi –
*****"Anda harus bersikap biasa saja supaya lolos malam ini. Tuan Andrew bisa saja sudah menguasai tubuh Tuan Siwon, dan dia berpura-pura. Dia sangat ahli kalau berpura-pura…. sama seperti yang dulu dilakukanya kepada keluarga angkatnya. Anda harus sangat waspada, dan bersandiwara. Jangan sampai Tuan Andrew tahu bahwa anda sudah tahu semuanya. Rencana kita bisa gagal."
Jantung Kyuhyun berdebar liar. Melarikan diri? Rasanya begitu menakutkan melarikan diri dari sosok mengerikan seperti Andrew. Kyuhyun ketakutan. "Aku akan berusaha Hankyung."
Kyuhyun berusaha tampak tenang, "Terima kasih karena sudah melakukan ini semua untukku, aku tahu kau bertaruh nyawa di sini."
Hankyung tersenyum lembut, sebuah ekspresi yang akhirnya ditunjukkannya setelah sekian lama memasang wajah datar. "Anda tahu, saya menyesal karena anda harus kehilangan seluruh keluarga anda. Dan saya sangat setia kepada Tuan Siwon…. beliau.. beliau sungguh-sungguh mencintai anda. Beliau yang merencanakan ini semua untuk menyelamatkan anda, kalau beliau sudah tidak mampu menahan Tuan Andrew lagi."
Perkataan Hankyung terasa menusuk hatinya, membuatnya terasa nyeri. Siwon mencintainya, dan Kyuhyun juga mencintai Siwon. Semula hanya sesederhana itu, tetapi ternyata tidak. Siwon… dia satu dengan Andrew… dan merekalah yang bertanggung jawab atas kematian seluruh keluarganya. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa tetap mencintai Siwon setelah ini? Tetapi Kyuhyun memang mencintai Siwon, jauh di dalam hatinya dia menyadari bahwa Siwon telah mencuri seluruh hatinya, dengan segala kelembutannya, sikap tegasnya, kasih sayangnya. Kyuhyun mencintai Siwon, meskipun waktu itu dia tidak tahu bahwa Siwon mempunyai alter ego bernama Andrew yang begitu kejam….
Begitu Kyuhyun pergi, Hankyung langsung menelepon Myungsoo, dia sudah menyimpan nomor itu dari hasil penyelidikannya.
"Halo?"
"Ini Hankyung."
"Well, Hankyung, uang yang ada di amplop ini banyak sekali…"
"Anda akan membutuhkannya nanti. Malam ini saya membutuhkan anda untuk bersembunyi di sudut dekat pagar rumah Tuan Siwon. Saya akan menyelundupkan Tuan Kyuhyun keluar malam ini."
"Malam ini?" Myungsoo merenung, tidak menyangka mereka akan menjalankan rencana ini secepat itu. Dia belum menyiapkan segalanya. Tetapi mungkin dia bisa menaruh Kyuhyun di apartemennya dulu. Atau di hotel dan menyamarkannya.
"Keadaan menjadi gawat." Hankyung berbicara pelan dan waspada dengan keadaan sekelilingnya, "Saya harap anda siap di posisi. Tepat jam dua belas malam."
"Oke. Aku akan siap."
"Kyuhyun kau ada di mana?" Siwon mencari-cari Kyuhyun. Untunglah Kyuhyun sudah naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Dengan gugup dia menghela napas panjang, lalu membuka pintu kamarnya.
Siwon tampak sangat tampan berdiri di sana. Dengan sweater abu-abu dan celana gelap warna hitam. Lelaki itu sepertinya habis mandi karena rambutnya basah.
Siwon tersenyum lembut ketika menyadari bahwa Kyuhyun sedang mengamati rambutnya yang basah, "Aku berenang tadi." Gumamnya pelan, "Sebenarnya ingin mengajakmu, tetapi kau sepertinya ada di kamar sedang beristirahat. Aku tak mau mengganggumu."
Ini Siwon atau Andrew yang sedang berpura-pura? Kyuhyun mengernyit. Bagaimanapun, sebelum dia bisa menentukan kepribadian siapa yang sedang menguasai tubuh Ini. Kyuhyun harus berhati-hati.
"Kenapa kau mengernyitkan keningmu?" Siwon menyentuh lembut dahi Kyuhyun dan mengelusnya, "Kau sakit?"
Kesempatan. Kyuhyun langsung menyambarnya, "Iya.. aku sedikit pusing, …" Kyuhyun berdoa dalam hati semoga kebohongannya tidak terbaca, dia tidak pandai berbohong. Tetapi dengan berpura-pura sedang sakit setidaknya dia bisa mengamankan dirinya kalau-kalau Siwon mengajaknya bercinta malam ini. Selain itu, malam ini dia harus berada di kamarnya sendiri. Karena Hankyung akan merencanakan pelarian untuknya malam ini.
"Kau sedang Sakit?" Siwon tampak terkejut, dia lalu menatap Kyuhyun penuh arti, "Jadi malam ini sepertinya kita tidak bisa bercinta."
Kyuhyun menganggukkan kepalanya, menatap Siwon menyesal, "Maafkan aku, Siwon."
"Hey, jangan minta maaf. Tidak apa-apa. Seks bukan hal utama untukku." Siwon meraih Kyuhyun ke dalam pelukannya, "Aku senang bersamamu, malam ini kita bisa berpelukan, hanya berpelukan saja di kamarku."
Tidak, mereka tidak boleh berpelukan di kamar Siwon. "Aku.. mungkin aku lebih baik malam ini tidur di kamarku sendiri, Siwon… kau tahu… aku tidak terlalu nyaman ketika sakit dan lebih memilih sendirian.."
Siwon mengernyitkan dahinya, menatap Kyuhyun dalam-dalam, lalu tatapannya berubah lembut dan penuh pengertian. Lelaki itu masih memeluk Kyuhyun erat dan mengecup pucuk hidupnya dengan sayang.
"Tentu saja sayang, aku mengerti. Aku akan menunggu dengan sedikit frustasi." Siwon terkekeh menertawakan dirinya sendiri.
Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di pelukan Siwon. Oh Astaga. Lelaki ini terasa sama… terasa sangat Siwon, aromanya, tatapan lembutnya, kasih sayangnya. Mungkinkah dia bukan Siwon?
Sejenak Kyuhyun terlena. Tetapi kemudian dia teringat peringatan Hankyung. Mereka tidak tahu siapa yang sekarang berdiri di depan Kyuhyun. Kalau memang ini benar-benar Siwon,dia akan dengan rela melepaskan Kyuhyun untuk pergi. Dan kalau ini Andrew… lelaki itu akan mengamuk kalau tahu Kyuhyun sudah pergi, setidaknya Kyuhyun sudah menyelamatkan dirinya.
"Kita akan makan malam di luar." Siwon tersenyum, menyampaikan kabar itu dengan gembira. Kyuhyun mengangkat kepalanya, tiba-tiba merasa senang. Sudah lama sekali dia tidak keluar dari rumah Siwon, meskipun segala kebutuhannya tercukupi dan hiburan yang disediakan untuknya lebih dari cukup, pergi keluar terasa begitu menyenangkan.
"Benarkah? Ke mana?"
"Ke restoran favoritku, di sana sangat private sehingga kita tidak perlu mencemaskan wartawan. Para pengawalku akan menjaga kita dengan sangat ketat."
Itu berarti Kyuhyun juga dijaga supaya tidak punya kesempatan melarikan diri. Sebenarnya kesempatannya keluar malam ini sudah tidak penting lagi, karena dia tahu malam ini dia akan menghirup kebebasannya. Tetapi dia harus tampak bahagia, kalau tidak Siwon akan curiga. Jadi dipeluknya Siwon, berakting seolah bahagia.
Mereka makan malam di sebuah restaurant yang benar-benar private. Di lantai delapan sebuah hotel bintang lima. Mereka keluar dengan mobil Siwon yang berkaca gelap. Kyuhyun melihat di belakang mereka ada setidaknya tiga mobil pengawal Siwon yang mengikuti.
"Kau senang?" Siwon tersenyum kepada Kyuhyun ketika hidangan pembuka sudah datang. Kyuhyun mencicipinya dan memutuskan dia menyukainya.
"Ya Siwon, terima kasih."
Siwon menatapnya dengan lembut dan intens, "Aku senang kalau kau bahagia Kyuhyun, kau tahu kebahagiaanmu adalah tujuan hidupku."
Apakah ini Siwon? Kyuhyun menatap ragu. Andrew tidak akan mengatakan hal seperti ini kepadanya bukan? Tetapi bukankah Andrew diam-diam mengamati jauh di kedalaman jiwa Siwon? Dia pasti tahu apa yang harus Siwon katakan untuk membuat Kyuhyun terpedaya, menyamar sebagai Siwon sangat mudah bagi Andrew.
"Kenapa kau sedikit kaku malam ini kepadaku sayang? Apa yang mengganggu pikiranmu?"
Suara Siwon menyentakkan Kyuhyun yang sedang sibuk mengaduk-aduk makanannya. Oh, apakah terlihat jelas dia berbeda? Gawat. Tidak boleh begitu. Kalau yang di depannya ini Andrew, lelaki itu akan menyadari bahwa dia sudah tahu segalanya. Siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Andrew kepadanya setelahnya? Paling aman adalah membuat Siwon ataupun Andrew, siapapun yang di sana yakin bahwa Kyuhyun tidak tahu apa-apa.
Dengan tatapan meminta maaf, Kyuhyun menatap ke arah Andrew, "Maafkan aku…. Aku sudah bilang tidak enak badan."
'Oh iya. Aku lupa." Siwon menatap Kyuhyun menyesal, "Maafkan aku, waktunya tidak tepat ya."
Kyuhyun menatap lembut ke arah Siwon. "Tidak apa-apa Siwon aku yang meminta maaf."
Kyuhyun merasakan jantungnya berdegup liar. Dia akan meninggalkan Siwon malam ini. Melarikan diri dari Andrew. Dia tidak tahu apa yang terjadi ke depannya. Pasrah kepada rencana Hankyung.
Malam itu Kyuhyun sudah berpakaian lengkap dia menyiapkan sedikit bawaannya. Pakaian-pakaian paling sederhana yang dia bawa, dan sepasang sepatu datar yang paling tidak mencolok. Sisanya, baju baju indah dan segala perlengkapannya yang dibelikan oleh Siwon untuknya, dia tinggalkan tergantung di atas lemari.
Malam ini adalah malam pelariannya.
Kyuhyun merasa sangat gugup. Gugup dan takut. Takut rencana Hankyung gagal. Takut dia harus bertahan di rumah ini, bersama Andrew yang telah mengalahkan Siwon.
Ah…. Siwon. Tiba-tiba matanya terasa panas dan ingin menangis. Kenangannya bersama Siwon adalah kenangan yang indah. Kyuhyun sungguh-sungguh mencintai Siwon, kebersamaan mereka memang singkat, tetapi sepenuh hatinya. Dia tidak akan merasakan itu kepada lelaki lain. Tidak akan pernah bisa sedalam yang Kyuhyun rasakan kepada Siwon.
Ketukan di pintunya begitu pelan, tetapi dalam keheningan itu membuat Kyuhyun melonjak kaget. Dia termangu sejenak. Itu Hankyung? Atau Siwon?
Dengan hati-hati dia membuka kunci pintu, berdoa supaya Hankyung yang ada di depan pintunya. Dan syukurlah doanya dikabulkan. Hankyung yang ada di sana, membawa bungkusan warna hitam.
"Pakailah baju ini. Cepat." Suaranya berbisik pelan, penuh kehati-hatian.
Kyuhyun masuk kembali ke kamar dan buru-buru mengenakan pakaian itu. Itu pakaian pelayan pria. Sekilas dia melirik ke kaca. Penampilannya mirip seperti Pelayan lelakidi rumah ini.
Dia segera keluar dan menemui Hankyung yang masih menunggu di depan pintu dengan gelisah, dibawanya kantong tas kecilnya yang berisi pakaiannya seadanya. Hankyung lalu mengajaknya melangkah pelan menuju tangga. Mereka harus melewati kamar Siwon untuk menuju tangga. Jantung Kyuhyun berdebar kencang seperti mau pecah ketika melangkah melewati pintu kamar Siwon. Dia sempat melirik ke arah bawah pintu Siwon dan menyadari kalau kamar itu gelap dan hening. Sepertinya Siwon sedang tertidur. Syukurlah.
Mereka melangkah menuruni tangga dengan hati-hati. Hankyung mengajak Kyuhyun keluar, banyak pengawal Siwon yang berkeliling di sekitar taman. Hankyung mengajak Kyuhyun berjalan pelan mengitari rumah menuju gudang di halaman belakang. Hankyung mengambil sebuah drum sampah besar dan dengan susah payah mengangkatnya ke sebuah gerobak kecil yang disandarkan di pinggiran gudang. Dia menyuruh Kyuhyun mengikutinya ke arah sebuah pintu kecil di samping.
Mereka berpapasan dengan salah satu penjaga keamanan yang berpatroli, Kyuhyun bersikap gugup tetapi Hankyung tersenyum dan menyapa penjaga keamanan itu dengan santai,
"Hai , malam yang dingin ya."
Lelaki yang dipanggil Taeyang itu tersenyum, Kyuhyun begidik ngeri melihat apa yang terselip di pinggang lelaki itu. Itu sudah pasti sebuah pistol, sebuah pistol yang sangat mengerikan.
"Hai Hankyung. Malam membuang sampah? Sepertinya kau kemalaman ya? Dan kenapa tidak menyuruh salah satu anak pelayan melakukannya?"
Hankyung terkekeh, "Aku tertidur dan lupa kalau sampah harus dikeluarkan setiap hari Jumat. Dan anak pelayan ini baru jadi aku harus membimbingnya."
Taeyang tertawa. "Menyebalkan memang. Tapi setelah ini kau bisa tidur, sementara aku harus berjaga semalaman."
"Tapi kau kan sudah tidur seharian tadi sementara aku berkeliaran mengurusi rumah." Hankyung menyahut dengan sebal. Kedua lelaki itu tertawa bersama, sementara Kyuhyun berdiri dengan gugup di tepi gerobak. Kemudian Taeyang menepuk pundak Hankyung dan berpamitan pergi.
Hankyung sangat gugup, dibalik sikapnya yang tenang, Kyuhyun melihatnya berkeringat, padahal malam ini sangat dingin. Lelaki itu mengajak Kyuhyun berhati-hati berjalan-jalan menuju ke arah pintu samping. Mereka berdiri di sana dan Hankyung membuka grendel pintu samping itu. Dan dalam sekejap pintu itu terbuka.
"Lari…." Hankyung berbisik, "Ada mobil yang menunggu anda di ujung sana. Dia orang baik. Dia akan menjaga anda. Ini uang untuk pegangan anda, ini dari tabungan investasi Tuan Siwon atas sebuah peternakan yang diberikan kepada saya. Saya sudah menyiapkan uang itu untuk anda, saya harap uang itu cukup." Hankyung meletakkan amplop tebal berisi uang ke tangan Kyuhyun.
"Anda sendiri… bagaimana dengan anda?" Kyuhyun kaget, tidak menyangka bahwa Hankyung tidak akan ikut lari bersamanya. Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan menyesal,
"Saya tidak bisa ikut bersama anda. Saya akan memperlambat anda. Dan Tuan Andrew akan bisa melacak saya." Dia menatap Kyuhyun dengan sedih, "Lari. Dan berhati-hatilah."
Kyuhyun menatap Hankyung dengan mata berkaca-kaca, 'Terima kasih." Dia berbisik pelan, lalu membalikkan badan. Berlari dan tidak menoleh ke belakang lagi.
Hankyung melangkah hati-hati, memasuki pintu rumah Choi Siwon yang mewah itu. Lobby sangat gelap ketika malam. Berusaha tanpa menimbulkan suara sedikitpun, Hankyung menutup pintu itu.
"Senang Hankyung karena berhasil membodohi tuanmu?"
Suara itu datang dari kegelapan, dan membuat Hankyung terperanjat. Benar-benar terperanjat. Dia melihat ke atas dan seketika itu gemetar.
Tuan Siwon…oh Tidak! Itu Tuan Andrew berdiri di ujung atas tangga, dengan jubah tidur hitam. Lelaki itu tampak seperti hantu yang muncul dari kegelapan malam, dengan pakaian hitam-hitam dan aura gelap menakutkan yang menyelubunginya. Seakan-akan ingin mempermainkan ketakutan Hankyung, dia melangkah pelan-pelan menuruni tangga.
"Kau pikir aku tidak tahu?" Andrew tersenyum kepada Hankyung, senyum membunuh yang kejam. "Aku berpura-pura sebagai Siwon malam ini. Dan Kyuhyun bertingkah ketakutan. Dia bilang dia sedang Sakit untuk menolakku. Tetapi tentu saja aku tahu dia bohong. Ketika kalian mengendap-endap melewati kamarku, aku hampir tidak bisa menahan diri untuk tertawa. Dan aku mengawasimu sampai kau melepaskan Kyuhyun lewat pintu samping…."
"Ke…kenapa anda tidak mencegah kami kalau anda sudah tahu?" Suara Hankyung tertelan ludahnya, dia sangat ketakutan. Ini sangat tidak dia sangka, dia pikir semuanya sudah teratur dan sangat rapi. Sama sekali tidak disangkanya kalau Tuan Andrew sudah mengetahui semua rencananya.
"Karena aku ingin melihat sejauh mana kau mengkhianatiku." Andrew masih mempertahankan suara tenangnya yang penuh senyum, "Dan ternyata kau tidak berpikir panjang untuk mengkhianatiku." Lelaki itu sudah berdiri di ujung tangga dan sekarang melangkah mendekati Hankyung, pelan-pelan sampai kemudian berdiri di dekatnya, menjulang tinggi dan begitu mengintimidasi. "Apa yang diberikan Tuanmu Siwon itu sehingga kau begitu setia kepadanya?"
"An… anda bisa membunuh saya sekarang." Hankyung bergumam, pasrah mungkin memang sudah saatnya dia mati.
Tetapi Andrew malahan tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Andrew, "Membunuhmu? Setelah pengkhianatan yang kau lakukan? Tidak Hankyung, aku tidak sebaik itu kepadamu. Kalau kau mati, kau tidak akan menderita." Andrew mengarahkan tangannya ke leher Hankyung dan mencengkeramnya, Hankyung memejamkan matanya ketakutan, lelaki ini akan mencekiknya dan meremukkan lehernya, "Walaupun aku sangat ingin mencekikmu, tetapi tidak akan kulakukan. Itu terlalu mudah untukmu." Andrew melepaskan tangannya dari leher Hankyung. Lalu melangkah mundur memberi Hankyung ruang untuk bernapas, sebelum menjatuhkan bom mengerikan itu kepada Hankyung,
"Apakah kau ingat ancamanku Hankyung? Bahwa aku tidak akan melepaskan anak, menantu, dan cucumu, kalau kau mengkhianatiku?"
Wajah Hankyung pucat pasi, dia langsung panik. Andrew bisa menemukan anak dan cucunya? Bagaimana mungkin? Sudah jauh-jauh hari dia menyuruh mereka pergi secara hati-hati dan rahasia.. seharusnya mereka tidak akan pernah terlacak!
"Aku tahu kau pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa menemukan keluargamu, yang telah kau coba sembunyikan dengan begitu ahli." Andrew terkekeh, "Seperti yang kulakukan kepada kakek dan nenek Kyuhyun, aku menempatkan pegawaiku untuk menyamar sebagai babysitter keluarga. Dan dia melapor kepadaku, ketika keluargamu berusaha pindah dengan terburu-buru. Kau tak menyangka itu bukan?"
Hankyung sungguh tak menyangka. Bukankah seharusnya Tuan Siwon memperingatkannya kalau itu terjadi?
"Kau tak mengerti ya?" Andrew menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Hankyung seolah-olah lelaki itu orang bodoh, "Aku lebih kuat dari Siwon. Kalau Siwon sadar, aku bisa berdiri di sudut dan mengamati semuanya. Tetapi kalau aku sadar. Siwon tertidur. Jadi aku bisa melakukan apapun sesukaku dan Siwon tidak akan ingat apapun, tetapi ketika Siwon melakukan sesuatu, aku akan tahu." Tatapan Andrew berubah kejam dan marah, senyumnya menghilang, "Dan ketika aku tahu keluargamu akan pergi. Aku mengutus KangIn mencegat mereka dan menahan mereka di sebuah gudang tua di pinggir kota…" Matanya bersinar, tampak puas, "Dan sekarang gudang itu sedang terbakar habis dilalap api karena kau sudah berani mengkhianatiku…"
"Tidak! Tidaaakkk!" Hankyung menjerit, tidak percaya akan semuanya, tidak percaya akan kekejaman Andrew.
Andrew tertawa pelan, tawa yang kejam. "Aku menyuruh KangIn membakar gudang itu sementara mereka terikat hidup-hidup di dalam sana…"
"Tidaaak… tidaaak kau iblis! Kau iblis yang kejam! Aku akan membunuhmu!" dengan histeris Hankyung mencoba menyerang Andrew, tetapi tentu saja lelaki itu bukan tandingannya. Andrew muda dan prima dan dipenuhi insting membunuh, dengan mudah Andrew menelikung Hankyung dan mengunci kedua tangannya ke belakang.
"Tuan Siwonmu yang kau puja itu sudah tidak dapat menolongmu." Andrew mendesis lirih, "Katakan kepadaku kau menyuruh Kyuhyun kabur kemana…dan siapa yang membantumu di luar sana."
Hankyung menangis, bercucuran air mata. Karena kesalahannya, anak, menantu, dan cucunya menjadi korban. Sekarang hidupnya tidak ada artinya lagi, dia tak akan memberikan kepuasan kepada iblis jahat ini untuk menelan korban lagi.
"Lebih baik bunuh saya sekarang."
Andrew tersenyum, "Terserah. Dengan atau tanpa bantuanmu, aku akan menemukan Kyuhyun." Dia menekan tangan Hankyung yang ditelikungnya di belakang punggung laki-laki itu. Dan kemudian menekannya hingga suara patah terdengar keras, Jeritan keras Hankyung membahana ke seluruh ruangan membuat beberapa pelayan tergopoh-gopoh berlarian keluar dari ruangan mereka. Semuanya tertegun melihat tuan mereka melepaskan tubuh Hankyung yang langsung terjatuh ke lantai. Mereka memandang ngeri tangan Hankyung yang lunglai dalam posisi aneh. Tuan mereka telah mematahkan kedua tangan Hankyung!
Andrew menatap Hankyung tanpa belas kasihan, lalu dia memerintahkan kepada salah seorang pelayannya. "Bawa dia ke rumah sakit." Diliriknya para pengawalnya yang berdatangan, "Dan jaga dia dalam pengawalan ketat, dia tidak boleh berbicara dengan siapapun selama di rumah sakit."
Lalu Andrew membalikkan badan dan menaiki tangga, terdengar suaranya memasuki kamarnya dan pintu kamarnya dibanting dengan keras. Sementara beberapa pelayan langsung berusaha mengangkat Hankyung dan memapahnya untuk dibawa ke rumah sakit.
Mobil itu menunggu di sudut yang gelap. Dan setengah berlari Kyuhyun menghampirinya dengan ragu. Myungsoo yang sudah menunggu di balik kemudi melongokkan kepalanya,
"Kyuhyun?" Kyuhyun langsung menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Myungsoo, "Masuklah." Lelaki itu membukakan kunci pintu penumpang untuk Kyuhyun. Mobil langsung melaju kencang menembus kegelapan malam.
"Pria tua itu… Hankyung… dia tidak ikut?"
Myungsoo menjalankan kemudi sambil melirik ke arah Kyuhyun yang masih gemetaran. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan menggenggam erat amplop cokelat yang diberikan oleh Hankyung. Benaknya kalut memikirkan apa yang akan terjadi pada lelaki tua yang baik hati itu. Apakah Andrew akan membunuhnya? Kyuhyun berharap yang tadi itu benar-benar Siwon. Siwon akan menghargai usaha Hankyung melepaskan Kyuhyun, dan itu berarti Hankyung akan selamat. Tetapi kalau yang tadi itu Andrew, maka….. Kyuhyun memejamkan matanya, tidak berani membayangkan. Semoga Tuhan melindungi Hankyung di sana.
Mobil berhenti di sebuah kawasan apartemen di pinggiran kota. Myungsoo memasukkan mobilnya ke parkiran di basemen apartemen dan mengajak Kyuhyun keluar,
"Ayo, malam ini kita menginap di apartemenku dulu. Besok akan kuantar kau kepada temanku yang akan membantu pelarianmu ke luar negeri."
Ke luar negeri? Kyuhyun membelalakkan matanya. Terkejut dengan kata-kata Myungsoo. Sementara itu Myungsoo terkekeh melihat reaksi Kyuhyun.
"Lelaki tua itu tidak mengatakan kepadamu ya." Myungsoo melangkah ke area lift di basemen dan mengajak Kyuhyun. Pintu lift terbuka beberapa saat dan mereka masuk, liftpun bergerak ke atas, "Hankyung menyuruhku membantumu melarikan diri ke luar negeri. Dia bilang Choi Siwon sedang mengejarmu karena dia gila dan terobsesi menjadikanmu pengganti Jin-Ri." Myungsoo menatap Kyuhyun, mencoba mencari informasi tetapi ekspresi Kyuhyun tetap datar meski wajahnya pucat pasi.
Jadi informasi itu yang diberikan Hankyung kepada penolongnya ini. Hankyung pasti punya alasan sendiri merahasiakan informasi kepada lelaki di depannya, dan Kyuhyun memutuskan akan mengikuti arus.
Myungsoo mengawasi Kyuhyun, dia seorang wartawan dan dia tergelitik untuk bertanya, "Aku penasaran kenapa kepala pelayan Choi Siwon sangat serius untuk membantumu melepaskan diri."
Kyuhyun tergeragap, tapi langsung menjawab sekenanya, "Dia sahabat kakekku."
Myungsoo rupanya bisa menerima jawaban Kyuhyun. Pada saat itu pintu lift terbuka di lantai dua puluh tujuh. Myungsoo mengajak Kyuhyun keluar dari lift dan menuju kamar apartemennya di tempat yang paling ujung.
"Sebelumnya aku minta maaf kalau kamarku berantakan. Maklum, kamar bujangan yang tidak tersentuh wanita." Lelaki itu memutar bola matanya dan membuka kunci pintunya, "Oke silahkan masuk."
Kyuhyun memasuki ruangan apartemen yang cukup luas itu. Sebenarnya kondisinya tidak seburuk yang dikatakan Myungsoo. Apartemen itu cukup rapi untuk ukuran penghuni lelaki.
"Ada dua kamar di sini. Kau bisa memakai kamar kecil di sebelah sana itu. Kamar itu kosong. Dan semoga nyaman, besok kita akan berkendara lama, jadi beristirahatlah." Myungsoo mempersilahkan. Sebenarnya dia sudah gatal ingin mewawancarai Kyuhyun. Wawancara langsung dengan Kyuhyun pasti akan menjadi berita eksklusif baginya. Karena tidak ada yang bisa melakukannya selain dirinya. Myungsoo membayangkan betapa para wartawan lain akan iri dengannya.
Kyuhyun mengucapkan terima kasih dengan gugup. Lalu memasuki kamar kecil itu. Sementara Myungsoo termenung sambil menatap pintu kamar Kyuhyun yang tertutup.
Hankyung telah menjanjikan berita eksklusif untuknya, berita tentang ayah kandung Kyuhyun. Tetapi Myungsoo memiliki berita itu sendiri di rumahnya. Seorang wartawan akan sangat bodoh kalau melewatkan kesempatan ini.
Dia berjalan mondar mandir di kamarnya. Choi Siwon tampaknya punya segalanya. Dan kalau pelayannya saja bisa memberikan uang yang begitu banyak untuk kerjasamanya. Bayangkan apa yang bisa diberikan oleh Choi Siwon sendiri kepadanya. Myungsoo terdiam, menimbang-nimbang. Kalau dia menyerahkan Kyuhyun kepada Choi Siwon, lelaki itu pasti akan memberikan imbalan yang banyak. Dan Myungsoo akan bisa memuat berita tentang itu… tentang skandal Choi Siwon yang menahan Kyuhyun dan berusaha menjadikannya pengganti Jin-Ri, dia bisa menggunakannya untuk mengancam Choi Siwon, dan kemudian dia pasti akan menerima uang tutup mulut yang banyak.
Myungsoo tergoda, sungguh-sungguh tergoda. Tetapi pikirannya masih dipenuhi oleh pertanyaan tentang siapa ayah kandung Kyuhyun. Dia menghela napas panjang, Kalau Hankyung yang notabene pelayan Choi Siwon bisa mengetahui informasi itu, itu berarti Choi Siwon mungkin juga tahu. Myungsoo tersenyum. Dia harus bisa membujuk Choi Siwon untuk bekerjasama dengannya.
Myungsoo tahu nama perusahaan Choi Siwon … dia berusaha menelepon kantor itu. Tetapi tidak ada yang mengangkat. Dia tersambung dengan mesin perekam pesan kantor.
Lelaki itu menarik napas, sambil melirik ke arah kamar Kyuhyun. Well, maafkan aku Kyuhyun. Aku bagaikan ikan hiu yang diberi umpan. Tentu saja aku akan memilih umpan yang lebih besar.
Dengan tenang, Myungsoo meninggalkan pesan di mesin perekam pesan kantor Choi Siwon itu,
"Hai. Choi Siwon. Saya wartawan tabloid terkenal yang ingin meliput anda. Kalau anda menyetujui kerjasama untuk wawancara eksklusif, saya akan memberikan informasi tentang seseorang bernama Kyuhyun kepada anda. Saya yakin nama itu punya arti buat anda.".
Lalu Myungsoo mematikan ponselnya dan menunggu. Senyumnya mengembang, uang besar akan datang kepadanya, tidak disangkanya dia seberuntung itu.
T.B.C
Sorry typo yang kemarin , maklum lagi sakit , jadi ga bisa focus buat editnya . sekali maaf ya …
