From The Darkest Side Chapter 9 BY SANTHY AGATHA

"Kami ini dua yang menjadi satu . satu yang terdiri dari dua. Aku tak tega membiarkanmu mencintaiku, Karena dengan begitu , kau harus bisa mencintai sisi jahatku. Dan sisi jahat ku ini , sangat sulit untuk di cintai ….

Choi Siwon -

"Bukankah Cinta Juga sama? Aku selalu Berpikir bahwa cinta hanyalah bentuk puitis dan obsesi dan keinginan untuk memiliki satu sama lain .

Andrew Choi –

*****

Pagi harinya Andrew mendengarkan pesan itu, yang diantarkan langsung oleh KangIn, orang kepercayaannya yang sangat setia kepadanya. KangIn bertubuh gemuk dan Kecoklatan , tetapi lelaki itu memiliki keahlian membunuh yang sangat hebat. Andrew pernah menyelamatkan nyawanya dalam satu insiden dan lelaki itu mengabdikan kesetiaannya kepada Andrew. Kepada Andrew, bukan kepada Siwon. Kalaupun dia melaksanakan perintah Siwon, itu karena dia tahu Andrew ada di dalam diri Siwon. KangIn adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu bahwa Choi Siwon memiliki kepribadian ganda.

"Apakah kau sudah tahu di mana wartawan bodoh bernama Myungsoo itu tinggal?"

"Saya sudah tahu."

"Bagus. Kau dapat nomor kontaknya?"

KangIn mengangguk dan tanpa kata meletakkan sebuah kertas bertuliskan nomor ke meja Andrew,

Andrew menelepon nomor itu. Suara Myungsoo terdengar ragu menjawab di telepon itu.

"Ya?"

"Ini Choi Siwon ." Suara Andrew dingin dan tenang. "Katakan penawaranmu."

"Sebentar saya keluar dulu." Myungsoo tampak keluar dengan hati-hati, membuat Andrew langsung tahu, Kyuhyun ada di situ, bersamanya. Senyumnya langsung mengembang.

"Aku menerima tawaranmu untuk wawancara ekslusif itu. Info apa yang kau punya tentang Kyuhyun?"

Myungsoo begitu senang hingga tidak menyadari nada kejam dari suara Andrew, "Baiklah. Jam berapa saya harus siap ke rumah anda? Oke." Dia mencatat dalam hatinya, besok jam sembilan pagi di rumah Choi Siwon. Dia akan mewawancari lelaki itu secara ekslusif. Dan malam ini dia punya kesempatan mewawancari Kyuhyun. Betapa beruntungnya dirinya.

"Saya tahu di mana Kyuhyun berada."

"Di mana?"

"Maaf tidak bisa saya katakan. Saya harus mewawancarai anda dulu, setelah saya mendapatkan berita baru saya beritahukan informasi itu."

"Dan bagaimana aku tahu kau tidak membohongiku?"

Suara lelaki ini, meskipun lewat telepon begitu mengintimidasi. Pantas Hankyung tampak ketakutan kepadanya, Myungsoo mengerutkan keningnya, "Hankyung…" gumamnya, "Anda mengenal kepala pelayan anda kan? Jadi anda tahu saya tidak berbohong."

Hening yang lama dan menyeramkan. Lalu Andrew bersuara.

"Besok jam sembilan." Dan teleponpun ditutup.

Andrew masih merenung dalam senyuman sinis sambil menatap telepon itu ketika KangIn bertanya,

"Anda akan menerima permintaan wawancara itu?"

Andrew mengangkat matanya dan menatap KangIn, tatapan membunuh ada di sana, meskipun bibirnya tersenyum, "Tentu saja tidak. Lelaki bernama Myungsoo itu bertindak bodoh dengan mengira bisa mempermainkanku. Dia tidak akan hidup sampai besok jam sembilan untuk mewawancaraiku." Andrew terkekeh, "Malam ini kita akan memberikan kunjungan kejutan untuknya".

"Kita tidak jadi pergi?" Kyuhyun mengerutkan keningnya. Dia sudah bersiap untuk pergi menemui teman lelaki bernama Myungsoo ini yang katanya akan membantunya melarikan diri ke luar negeri.

"Temanku sedang ada urusan ke luar kota, jadi kita harus menunggu besok untuk menemuinya." Mereka sedang sarapan kopi dan mie instant, karena hanya itu yang dipunyai Myungsoo di lemari dapurnya.

Kyuhyun gelisah. Itu berarti dia akan tertahan di tempat ini satu hari lagi. Firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk. Semoga saja Andrew tidak dapat melacak mereka. Tetapi Hankyung pasti sudah mengusahakan yang paling aman untuknya bukan? Andrew pasti tidak akan bisa menghubungkan dirinya dengan Myungsoo.

"Ngomong-ngomong, aku seorang wartawan."

Kyuhyun hampir tersedak kopinya ketika Myungsoo mengatakan hal itu, "Apa?" Dari semua orang di dunia ini, kenapa Hankyung meminta tolong kepada seorang wartawan.

"Hei jangan memandangku seperti itu. Tidak semua wartawan jahat. Aku contohnya. Aku punya koneksi yang luas dan aku bisa membantumu." Meskipun Hankyung harus menyogokku dengan berita eksklusif tentang ayah kandungmu dan segepok uang, lanjut Myungsoo dalam hati.

Kyuhyun termangu. Hankyung pasti memilih Myungsoo karena lelaki ini punya banyak koneksi. Dan mengingat Andrew dan Siwon sangat menghindari wartawan, mereka pasti tidak akan berpikiran bahwa Hankyung akan meminta tolong kepada seorang wartawan untuk membantu Kyuhyun melarikan diri. Hankyung memang cerdik, batin Kyuhyun dalam hati.

"Lagipula kenapa kau lari dari Choi Siwon?" Myungsoo menatapnya dengan menyelidik, "Biarpun dia kedengarannya arogan, dia pria yang kaya dan tampan. Kalau aku jadi Kau aku tidak akan menolaknya."

Kyuhyun diam saja, tidak terpancing dengan pertanyaan Myungsoo. Lelaki itu tidak tahu, betapa mengerikannya sisi lain Choi Siwon. Betapa mengerikannya seorang Andrew. Kalau lelaki itu tahu, dia pasti tidak akan sesantai ini.

Myungsoo menatap Kyuhyun yang mengabaikan pertanyaan-pertanyaannya. Namja ini langsung bersikap defensif ketika Myungsoo menyatakan bahwa dirinya seorang wartawan. Dia menyesal mengatakannya, seharusnya tadi dia diam saja dan berpura-pura menjadi teman baik, mungkin dia bisa mengorek lebih banyak informasi.

"Bagaimana rasanya menjadi anak seorang artis terkenal yang disembunyikan? Apakah kau merasa tersiksa dan ingin berteriak agar diakui? Kenapa kau bersembunyi selama ini?" Myungsoo tidak mau menyerah. Besok mungkin Namja ini sudah diambil oleh Choi Siwon, dia harus mendapatkan informasi sebanyak yang dia bisa.

Tetapi Kyuhyun hanya menatapnya tajam dari atas cangkir kopinya. Kemudian meletakkan cangkirnya dan menatap Myungsoo bermusuhan,

"Aku rasa aku sudah selesai sarapan. Terima kasih. Aku lelah, mungkin aku akan beristirahat seharian di kamar." Dan kemudian Namja itu melangkah pergi dan memasuki kamarnya.

Sialan. Myungsoo mengumpat dalam hatinya. Sepertinya susah mengorek informasi secara sukarela dari Kyuhyun. Myungsoo hanya bergantung pada Choi Siwon kalau begini caranya.

Kyuhyun baru membuka amplop cokelat yang diletakkan Hankyung ke dalam tangannya. Isinya uang dalam bentuk dolar, dan banyak sekali. Dia tidak mau menghitungnya, jadi dimasukkannya uang itu kembali ke dalam amplop dan dijejalkannya ke dalam tas pakaiannya.

Hankyung sudah menyiapkan uang itu sejak lama. Uang investasi katanya. Berarti Siwon sudah menyiapkan rencana ini sejak lama.

Siwon….Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk menyebut nama Siwon berulang-ulang di benaknya. Apa kabarnya dia? Apakah dia baik-baik saja? Ataukah dia terkubur dalam-dalam, ditidurkan dengan paksa oleh Andrew?

Dia masih mengingat jelas percintaannya dengan lelaki itu. Siwon begitu lembut, memperlakukannya penuh kasih sayang. Dari semua hal yang dilakukannya, Kyuhyun tidak pernah menyesal menyerahkan keperawanannya kepada Siwon. Meskipun percintaan berikutnya…. Kyuhyun menghela napas, berusaha menghilangkan kenangan akan percintaan liar dan brutal yang dilakukan oleh Andrew kepadanya.

Tidak. Dia tidak boleh memikirkan Siwon lagi. Dia tidak bisa mencintai Siwon, karena mencintai Siwon berarti harus bisa menerima Andrew. Kyuhyun tidak bisa, dia takut dan benci. Takut atas semua kekejaman yang tega dilakukan oleh lelaki itu. Dan benci atas kejahatan lelaki itu, yang merenggut semua keluarganya dari sisinya.

Malam sudah datang dan Myungsoo mengintip dengan hati-hati di pintu kamar tidur Kyuhyun, pria itu sedang tidur lelap. Myungsoo menelan ludahnya. Dia harus mendapatkan informasi sebelum besok pagi.

Myungsoo melihat bahwa malam itu Kyuhyun membawa tas dan menggenggam erat-erat sebuah amplop cokelat. Dia harus bisa mengorek tas itu, mungkin saja ada informasi rahasia di dalamnya.

Setelah mengintip lama, Myungsoo yakin bahwa Kyuhyun sudah benar-benar tertidur pulas. Dia membuka pintu kamar Kyuhyun pelan-pelan dan mengendap-endap melangkah masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Namja itu sedang tidur dan miring membelakanginya sehingga Myungsoo mulai leluasa bergerak.

Dia melihat tas itu. Tas cokelat berukuran sedang yang diletakkan di atas kursi di samping ranjang. Dengan hati-hati diambilnya tas itu dan diangkatnya ke atas meja. Dibukanya resleting tas itu pelan, berusaha tidak menimbulkan suara.

Isi tas itu terbuka. Menampakkan pakaian-pakaian pria yang tidak seberapa jumlahnya. Dan ada amplop cokelat yang terselip di sana.

Uang atau dokumen..?

Dengan ingin tahu Myungsoo mengambil amplop itu dan membukanya. Isinya uang. Dalam bentuk dolar. Pelayan itu ternyata kaya juga. Myungsoo tergoda untuk memilikinya. Dia kemudian memutuskan untuk mengambil uang itu. Toh Kyuhyun tidak akan membutuhkannya lagi. Besok Choi Siwon mungkin akan menjemputnya dan membawanya pergi, dan Myungsoo yakin Choi Siwon bisa memberi Kyuhyun lebih banyak uang daripada yang di amplop ini.

Dia berusaha memasukkan amplop itu ke dalam saku belakang celana jeansnya karena dia masih ingin membuka-buka isi tas Kyuhyun, siapa tahu ada dokumen-dokumen penting tersembunyi di sana. Tetapi karena terburu-buru, amplop itu meleset dan jatuh ke lantai, menimbulkan bunyi jatuh yang cukup mengganggu.

Kyuhyun membuka matanya waspada ketika mendengar bunyi itu. Sejak tahu bahwa Andrew mengejarnya, Kyuhyun membiasakan diri untuk selalu waspada, malam ini dia tertidur pulas mungkin karena kelelahan lahir dan batin. Tetapi suara berisik benda jatuh di lantai itu membuatnya terbangun.

Matanya terbuka dan dia langsung terduduk kaget, menangkap basah Myungsoo yang sedang mengaduk isi tasnya dengan amplop uangnya terjatuh di lantai.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Kyuhyun berteriak panik karena ketakutan. Dia hanya berdua di rumah ini bersama Myungsoo dan dengan bodohnya dia mempercayai lelaki ini, karena Hankyung mengatakan lelaki ini akan menolongnya. Seharusnya dia curiga. Myungsoo seorang wartawan dan semua wartawan selalu mempunyai maksud di balik tindakannya.

Myungsoo sendiri panik karena ketahuan, dia menyergap Kyuhyun dan membekap mulutnya.

"Jangan berteriak." Suara Myungsoo terdengar mengancam, "Aku cuma berusaha mencari informasi tentangmu, karena kau sangat pelit membagi informasi. Mata Myungsoo menelusuri tubuh indah di bawah tindihannya. Dia baru menyadari bahwa Kyuhyun sangat cantik. Dengan matanya yang lebar bagai rusa dan kulitnya yang lembut menyentuh kulitnya. Bahkan tubuh di bawah tindihannya ini terasa begitu menggairahkan.

Myungsoo lelaki normal, dan berada di kamar yang temaram, dengan seorang pria yang cantik dan sexy tentu saja membangkitkan gairahnya. Aku akan mencoba Namja ini. Toh tidak ada ruginya, Namja ini akan menjadi gundik Choi Siwon, dan Myungsoo akan rugi kalau tidak mencicipinya.

Kyuhyun melihat di mata itu. Mata lelaki yang mulai dirayapi oleh nafsu, dia meronta sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri. Tangannya mencoba mencakar, kakinya mendendang sekuat yang dia mampu. Tetapi dia hanyalah pria mungil di bawah kuasa lelaki bertubuh besar. Kyuhyun hanya melukai dirinya sendiri, ketika Myungsoo menggunakan kekuatannya untuk menahannya. Kaki dan tangannya serta beberapa bagian tubuhnya mulai memar-memar.

Dengan penuh nafsu Myungsoo merobek Piyama tidur Kyuhyun di bagian dada, robekannya begitu kasar hingga tanpa sadar tangannya mencakar pundak Kyuhyun, menimbulkan bilur kemerahan yang perih. Kyuhyun melindungi dadanya sekuat tenaga, dia memeluk dadanya agar tidak terlihat oleh Myungsoo sementara salah satu tangan Myungsoo membekap mulutnya dan tangan yang lain dengan kasar mencengkeram tangannya berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun yang melindungi dadanya.

Paha Myungsoo mencoba membuka paha Kyuhyun yang tertutup rapat, napas keduanya terengah-engah atas pergulatan itu. Dalam suatu kesempatan, Kyuhyun menggigit tangan Myungsoo yang sedang membekap mulutnya, membuat Myungsoo marah, lalu menamparnya keras-keras hingga darah mengalir di sudut mulutnya.

"Diam dasar pelacur! Aku tahu kau sudah menjadi pelacur Choi Siwon, dan sekarang aku akan mencicipi tubuh pelacurmu yang menggiurkan." Myungsoo berseru sambil menahan kedua tangan Kyuhyun, lelaki itu menyeringai mengamati dada Kyuhyun yang menggoda, "Wow…. aku akan sangat puas malam ini, merontalah pelacur, dan aku akan sangat menikmatinya…."

Lelaki itu berusaha mendekatkan bibirnya untuk melumat bibir Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan matanya jijik, berusaha memalingkan kepalanya menghindari ciuman itu. Kedua tangannya ditahan dan kedua kakinya ditindih hingga dia tidak dapat bergerak. Dan Kyuhyun bersumpah, dia akan bunuh diri kalau lelaki itu berhasil memperkosanya.

Tubuh lelaki itu makin berat menindihnya. Semakin berat…. lalu…. tidak terjadi apa-apa. Kenapa lelaki itu hanya menindihnya dan kemudian terdiam? Apakah lelaki itu tertidur? Kyuhyun membuka matanya pelan-pelan. Lalu memekik ketakutan.

Sebuah pisau besar telah menancap di punggung Myungsoo, dan sepertinya tidak hanya sekali menancap, tetapi lebih dari dua kali, karena bajunya terkoyak oleh beberapa tusukan dan darah memancar luar biasa deras dari punggung yang tertusuk pisau itu. Wajah Myungsoo tampak sangat kaget, matanya melotot dan bibirnya menganga, lelaki itu sepertinya tidak sadar apa yang terjadi ketika ajal menjemputnya. Darahnya begitu banyak, dan mulai menetes menyebarkan cairan panas berbau anyir dan lengket, dan menetes ke bawah, membasahi tubuh Kyuhyun. Kyuhyun menjerit, berusaha menyingkirkan mayat Myungsoo yang menindihnya.

Saat itulah Kyuhyun menyadari Andrew berdiri di pinggir ranjang, lelaki itu menatap mayat Myungsoo dengan kemarahan yang menakutkan. Tatapannya tampak begitu puas karena telah menancapkan pisau berkali-kali di punggung Myungsoo. Andrew mencabut pisau itu dengan dingin dari punggung Myungsoo tampak puas melihat darah segar mengalir dari lubang yang dia buat. Pisaunya berkilat dan bersimbah darah. Dan dengan tenang lelaki itu mengelapnya dengan sapu tangannya, lalu memasukkan ke wadahnya, dan menyimpannya ke dalam saku jaketnya. Andrew mengalihkan pandangannya dengan dingin ke arah Kyuhyun yang berusaha menyingkirkan tubuh Myungsoo yang terkulai mati dari atas tubuhnya.

"KangIn."

Seorang lelaki Asia yang gemuk dan kecoklatan melangkah masuk. Tatapannya sepertinya biasa saja ketika melihat mayat Myungsoo.

"Bereskan mayatnya."

Tanpa kata, KangIn menyingkirkan mayat Myungsoo yang bersimbah darah dan memanggulnya keluar kamar.

Kyuhyun terbaring dengan tubuh gemetaran di atas ranjang sambil menatap Andrew. Dia hampir saja diperkosa dan telah melawan sekuat tenaganya. Pakaiannya sobek dari leher bajunya sampai ke pinggangnya dan dalam usahanya untuk menutupi dirinya, Kyuhyun menggunakan lengannya untuk melindungi dadanya dan memeluk dirinya sendiri, dan ada bekas cakaran dan memar-memar merah di tangan dan kakinya. Ujung bibirnya masih mengeluarkan darah segar, luka akibat tamparan Myungsoo yang sangat keras, dan dia ketakutan setengah mati, menyaksikan pembunuhan keji yang dilakukan Andrew di depan matanya.

Andrew mendekat. Dan Kyuhyun langsung beringsut mundur ketakutan. "Ja.. jangan mendekat…" Matanya terasa panas oleh air mata frustasi yang mengancam akan turun, dan tubuhnya terasa sakit. Dia sungguh takut dan tidak mampu lagi melawan. Tetapi setidaknya dia masih bisa bertahan.

Andrew tersenyum, lelaki itu tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap luka-luka di tubuh, pundak, dan bibir Kyuhyun dengan tidak senang. Ada kemarahan membakar di sana. Tetapi Andrew tetap menjaga kemarahannya tetap di dalam. Lelaki itu membuka jasnya, dan kemudian menyelimutkannya ke tubuh Kyuhyun yang setengah telanjang

"Ayo kita pulang."

Kyuhyun ingin melawan, tetapi dia sudah kehilangan tenaga. Dia hanya pasrah ketika Andrew mengangkatnya dan menggendongnya keluar kamar itu.

KangIn sudah menunggu, mayat Myungsoo sudah di bungkus dengan rapi di dalam kantong mayat warna hitam yang entah darimana. Apakah mereka memang datang untuk membunuh, hingga sudah menyiapkan kantong mayat itu?

"Bereskan kekacauan di kamar itu sebelum kau singkirkan mayat itu. Pastikan semua bersih seolah-olah kita tidak pernah datang. Aku akan pulang dengan supir. Kau menyusul nanti."

Kyuhyun merasakan tubuhnya teayun-ayun dalam gendongan Andrew. Dan kemudian dia kehilangan kesadarannya.

Dia tersadar kemudian ketika merasakan mobil sedikit beruncang. Dibukanya matanya dengan bingung, dia berada di dalam mobil. Tubuh bagian depannya tertutup oleh jas Andrew dan dia berbaring di pangkuan Andrew. Tangannya menggantung di leher Andrew. Lelaki itu memeluknya dengan kaku, menyangga kepalanya dengan lengannya.

Kyuhyun merasakan aroma itu. Dan kenangan akan Siwon menyeruak di benaknya. Dia mencoba mengusir kenangan itu. Ini sudah pasti Andrew. Bukan Siwon. Hanya Andrewlah yang mampu menancapkan pisau ke punggung orang berkali-kali, lalu setelah orang itu mati, dia mencabut pisau itu dengan tenang, mengelap darahnya seolah membersihkan kotoran biasa, dan menyimpan pisaunya kembali. Lelaki ini kejam dan sedikit gila. Dan sekarang Kyuhyun kembali terperangkap ke dalam cengkeramannya..

Kyuhyun merasakan mobil itu berhenti. Mereka sudah berada di gerbang rumah Siwon. Dia masih terdiam berpura-pura tidur, meski jantungnya berdebar kencang. Kyuhyun ketakutan dan berharap Andrew tidak merasakan debaran jantungnya.

Begitu pintu gerbang itu tertutup, maka kesempatan Kyuhyun untuk keluar tidak akan ada lagi. Kyuhyun tidak akan pernah bisa lepas untuk yang kedua kalinya dari cengkeraman Choi Siwon ….

Lelaki itu menundukkan kepala, dan kemudian menggunakan ujung jarinya untuk mengangkat dagu Kyuhyun, memaksa pria itu menatapnya, ada senyum kejam di sana yang tidak mungkin dilakukan oleh Siwon,

"Well, Kyuhyun, selamat datang di rumah." Gumamannya mengerikan, bergema di kegelapan. Bagaikan sebuah janji tak terbantahkan, sama seperti ketika dia bersumpah bahwa Kyuhyun akan menjadi miliknya.

T.B.C

Oke 2 chapter udah update ya .. jadi selamat membaca