Chapter 2
.
.
.
Preview : "Aku merasa aneh di punggungku" luhan meraba raba punggungnya, hingga ia menemukan benda asing yang tipis.
"AAAAAAAAAAAAAAAA!"
Luhan pov
"Apa ini?! Apakah benda ini sayap?! Aku dimanaa?!" Aku mengerang pelan. dengan segera aku bangkit dan sedikit berlari untuk ke kota. Saat sampai, aku langsung melihat diriku di kaca toko terdekat.
"OMO! apa apaan ini?!" Aku memekik tanpa sadar yang membuat orang orang sekitar menatapku aneh dengan cepat aku sedikit membungkukkan badanku dan menggumamkan kata maaf.
"Haaah~" tanpa sadar aku menghela nafas berat dan merosot jatuh.
"Eothokae? Kenapa aku bisa disini? Hiks.. eommaaa" aku terisak kecil meratapi nasibku. Hah... aku yakin, dunia ini pasti alfheim. Ternyata hal yang dikatakan jungmoo tadi benar adanya. Sial. "Aaarrghhh ini karna kristal bodoh yang di tekan baekhyun tadii! Hueeeee nasibkuuu~" aku merengek dan menendang nendang udara kosong.
"Hey.. kau kenapa adik kecil?" Seorang dengan surai hitam legam dengan manik yang sama jongkok di hadapannya sambil menatapnya tajam
"Kau berbicara pada siapa?"
Author pov
"Kau berbicara pada siapa?" Luhan bertanya sambil memiringkan kepalanya
"Kepadamu bodoh.." pemuda tersebut bertanya dengan intonasi lebih dingin
"Ah! Kau salah.. aku sudah berumur 19 tahun. Aku bukan adik kecil" luhan merengut
"Terserah.. habisnya kau pendek sekali" celetuk pemuda tersebut
"Yak! Aish.. oh ya, siapa namamu?"
"Kyuhyun.. cho kyuhyun.. dari ras spriggan"
"Ah~!" Luhan menepuk tangannya karna teringat tentang sedikit informasi tentang alfheim
"Kenapa?" Kyuhyun bertanya sambil mengangkat sedikit alisnya, sekarang dia sudah duduk di sebelah luhan
"Anio.. hanya teringat suatu hal. Ohya.. dimana ini?"
"Kau tersesat? Atau.. jangan jangan kau mulanya seorang manusia?"
"Yapp aku seorang manusia yang malang karna terseret oleh kristal sialan yang membawaku ke dunia ini"
"Dunia ini.. dinamakan alfheim.. dunia yang tak terlalu besar, alfheim di bagi menjadi 4 wilayah. Yaitu sylph, cat sith,spriggan dan salamander. Dan pusat dunia ini dinamakan oberon, tempat beradanya world tree dan istana oberon. Lalu saat ini kita berada di wilayah sylph di kota Sylvain" kyuhyun menjelaskan panjang lebar
"Waahh kau tahu banyak yah."
"Tentu saja karna aku adalah makhluk asli sini"
"Lalu.. aku ini ras apa?" Luhan bertanya lagi
"Kau.. dilihat dari matamu, kurasa kau adalah undine"
"Undine? Dari penjelasan mu tadi.. apakah tidak ada wilayah undine?"
"Wilayah undine telah resmi digabung dengan sylph karna ras undine hampir punah. Sebelum aku mengetahui mu, sang ratu, titania adalah seorang undine satu satunya di alfheim. Tak kusangka.. poros undine masih berjalan.."
"Whatt?! Lalu aku tinggal dimana?!"
"Mana ku tahu!" Kyuhyun mendengus
"Jika kau mau.. kau boleh tinggal bersamaku dan temanku di wilayah spriggan. Yah setidaknya sampai kau memiliki uang cukup untuk membeli sepetak rumah"
"Bagaimana caranya mencari uang?"
"Kau bisa menjadi pandai besi, koki, penjual makanan, engineer, atau tukang kayu"
"tidak ada yang lain?" Luhan menatap kyuhyun penuh harap membuat kyuhyun memasang tampang jijik
"Ada.. aku dan temanku adalah pemburu.. kau bisa mendapatkan uang jika membunuh hewan atau monster yang ada di luar zona aman/kota"
"Apakah monster mengandung uang?"
"Hhh~ disini seperti dunia virtual/game.. aku juga tidak tau asal usul dunia ini. Jika kau berhasil membunuh sesuatu maka gold mu akan bertambah di gold card mu. Kau punya kan?"
"Tidak.. lihat! Bahkan bajuku sama saat di duniaku. Aku merasa gembel" luhan mempoutkan bibir cherrynya dan menggerutu.
"Kau bisa ambil milikku.. aku punya dua. Tapi maaf saja goldcard yang ini tidak ada isinya" kyuhyun melemparkan kartu berwarna abu dengan motif rumit yang dengan sigap ditangkap luhan. "Lalu aku harus bagaimana?"
Kyuhyun mengambil goldcard itu lagi lalu mencabut beberapa helai rambut luhan dan menggumamkan suatu mantra yang luhan tak mengerti. "Jika kau berhasil menjual/membeli atau memburu angkanya akan bertambah. Kurasa itu saja kan?"
"Yaa terimakasih, jadi.. bisakah aku menumpang?"
"Tentu.. ayo" kyuhyun berdiri melebarkan sayapnya dan hampir saja melesat jika saja luhan tak menahan tangannya dan mengatakan hal yang mampu membuatnya melongo "a-ku.. tak bisa terbang"
Setelah penuh perjuangan bagi kyuhyun untuk mengajari luhan terbang akhirnya mereka sampai di wilayah spriggan yang rumayan jauh dari wilayah sylph. Mereka memang sempat singgah beberapa kali untuk istirahat.
Rumah kyuhyun sangat minimalis dengan dua lantai,bercat putih kebiruan dan jendela besar yang dicat merah. Kyuhyun melangkah pelan memasuki rumahnya yang diikuti luhan.
"Eoh? Hyung sudah pulang?" Namja dengan surai hitam yang basah dan manik hitam yang tajam seperti elang plus bibir tipis dan hidung mancungnya juga garis rahangnya yang tegas. Luhan blushing seketika melihat badan sehun yang tidak berotot tapi sixpack. Lengannya terlihat sangat kokoh walaupun dengan otot yang biasa saja.
"Ya.. dan perkenalkan dia luhan teman baruku. Dia akan menumpang beberapa hari kedepan.. tak apa?"
"Tentu.." sehun berjalan mendekati luhan, kini jarak mereka sangat dekat membuat jantung luhan berdetak ! Dimana Xi Luhan yang sangat dingin di dunia manusia?.
"Undine?" Sehun bertanya dengan nada rendah yang membuat nafas hangat sehun menerpa wajah luhan
"Y-Ya" tuhan selmatkan dia
"Kau cantik." Sehun berkata pelan, jangan lupakan tatapan intens tersebut.
"Yak! Sehun bersikaplah yang sopan.. jangan mesum padanya! Sungmin membutuhkanku.. ia sedang kesepian..aku titip luhan ya" kyuhyun pun berjalan sambil menggenggam surat yang tadi baru diantarkan oleh elang pos. "Mwo?! Yaa kyuu tunggu! aku mau ikut hueee" terlambat. Kyuhyun sudah melesat kencang. "Kyuu.. kau jahat" luhan menangis kecil
"Hey.. tenanglah lu, aku akan menemanimu kok" sehun berkata sambil berlalu ke kamarnya.
"Aku tidak mungkin percaya pada kata katamu bocah" Luhan menggerutu sebelum berjalan menuju kamar tamu yang di pinjamkan oleh kyuhyun
esok paginya..
"hoaeeem.." luhan bangun dan meregangkan badannya di sambil menghadap jendela. luhan pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri
"hai luhan hyung. selamat pagi" sehun tersenyum lembut
"ne.. pagi bocah"
"kau mau kemana?" sehun bertanya sambil menaik naikan alisnya
"kamar mandi"
"ooh.." sehun langsung berjalan menuju kamarnya. entah apa yang dia lakukan
.
.
Setelah luhan mandi sehun langsung memanggilnya untuk makan.
"hyung aku di mintai tolong oleh kyu hyung untuk mengajarimu bertarung.. Bagaimana?" sehun berucap sambil memakan croissantnya.
"benarkah? Memangnya kau mau?"
"tentu.. Asal kau memberikanku sebuhan ciunan"
"mesum." balas luhan sambil memasang tampang jijik
"hanya padamu deer" sehun mengerlingkan matanya genit
"Ooh.. ayolah"
"Just kiss me! Orang di luar sana sangat menginginkan ciumanku.. dan kau? Kau malah menolaknya? Hebat sekali" sehun memasang ekspressi kagum dan sedikit bertepuk tangan.
"Apakah tidak ada cara lain?"
"TIDAK"
"Hhhh" luhan berjalan pelan kearah sehun dan mentapnya dengan mata sayu. Sedetik kemudian ia langsung menempelkan bibirnya dan bibir sehun. INGAT HANYA MENEMPEL. Setelah 5 detik luhan menjauhkan dirinya dan menatap sehun yang tengah tersenyum sumringah,
"Kajja kita ke hutan!" Sehun bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju luar. Ia mengeluarkan sayap hitamnya dan menengok ke belakang. "Kenapa?" Sehun mengerinyit heran
"A-ano sehun, errr aku masih kurang bisa terbang jadi pelan pelan ne?" Sedangkan sehun hanya memasang wajah gelinya
"Ne. Aku akan menunggumu" ia tersenyum lembut sebelum meraih tangan luhan untuk menuntunnya dengan perlahan.
"Kajja~" luhan tersenyum lembut.
.
.
Mereka sedang terbang dengan pelan di langit yang cerah dengan angin yang berhembus lembut, namun tiba tiba saja ada panah yanng melesat kencang
Syuuuutt
"Argh.." luhan meringis pelan saat anak panah itu mengenai lengannya
"LUHAN!" Sehun berteriak saat ia lihat luhan terkena panah. Dengan berang sehun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah, dan bingo! Ia menemukan busur mengkilap di pepohonan arah jam 9 dengan cepat sehun melesat menuju pelaku pemanahan tersebut.
"Moes our lam earth wind!" Sehun berkata dengan lantang, seketika keluarlah lingkaran angin mengelilingi pepohonan tempat berpijak pelaku, dengan cepat sehun merentangkan tangannya dan berkonsentrasi untuk merasakan posisi pelaku. Dengan perlahan sehun meregam kedua tangannya sehingga terdengar jeritan kesakitan dari sang pelaku.
"AAAAAARRRRGHH!"
sehun mendekat perlahan angin angin tersebut kini mencekik leher sang pelaku
"Nugu..ya?" Sehun bertanya dengan intonasi pelan dan dingin menusuk.
Orang itu tetap mengerang kesakitan, tak berniat menjawab sehun. Pandangan mata sehun menggelap, ia membuka tudung kepala pelaku itu dan surai berwarna ungu tua terlihat oleh maniknya. Ia mengernyit bingung, ras apa dia? Setahu sehun semua ras tidak memiliki surai berwarna ungu tua.
"siapa yang memerintahkan mu memanah luhan bajingan?"
"Kau tidak perlu- ARGHHHH!" Kemarahan sehun telah diambang batas dengan kejamnya, menggunakan angin ia memutuskan kepala orang tersebut sehinga kepala pelaku itu terlepas dari badannya.
Tidak puas hanya itu, sehun mengeluarkan mantra apinya dan menghanguskan tubuh pelaku tersebut.
Wajah puas tergambar jelas di wajahnya. Namun sedetik kemudian, raut puasnya terganti dengan raut khawatir.
"Yatuhan! Aku melupakan luhan!" Sehun melesat menuju tempat luhan sebelumnya, namun nihil. Disana tidak ada orang. Sehun pun memutuskan untuk turun kebawah berharap ia dapat melihat sosok mungil tersebut, dan benar saja. Disana luhan sedang bersandar pada sebuah pohon dengan bibir pucatnya yang ia gigit. Darah terlihat merembes di lengan kirinya
"L-luhan!" Dengan panik sehun merobek sebagian bajunya lalu melilitkannya di lengan luhan. Berharap itu dapat menghentikan darah luhan walaupun hanya sementara.
"Bertahanlah Lu.. kumohon" sehun menggendong tubuh luhan sebelum melesat cepat kearah Sylvain. Asal kalian tahu, hanya ras sylph dan undine saja yang mampu menggunakan mantra healing.
...
BRUGH
Sehun mendarat dengan keras membuatnya menjadi perhatian beberapa peri yang berlalu lalang.
Dengan gusar ia menendang pintu bercat coklat milik temannya.
"DO KYUNGSOO! CEPAT KEMARI!" sehun berteriak gusar
"Yak! Oh sehun! Apa yangă…ˇ astaga! Siapa ini?!" Kyungsoo terpekik kaget saat melihat sosok mungil bersurai biru tengah meribgis kesakitan di dalam pelukan sehun
"Cepat sembuhkan dia! Dia terpanah!" Sehun menbaringkan luhan di salah satu sofa besar di ruang tamu milik kyungsoo.
Kyungsoo meringis pelan melihat luka yang lebar tersebut.
"Aku hanya bisa menutup lukanya.. tapi aku takkan bisa menghilangkan nyerinya.. kau tau? Levelku belum cukup" kyungsoo meletakan kedua telapak tangannya di luka luhan membuat luhan memekik kecil.
"Lous derou er kai zo.. heal!" Setelah membaca mantra itu, tangan kyungsoo mengeluarkan cahaya hijau daun. Dan dengan perlahan luka di lengan luhan menutup.
Kyungsoo menyeka peluh di dahinya
"Hah~ ini membuatku lelah.. kau tahu? Lukanya terlalu lama di diamkan.. darahnya banyak keluar" kyungsoo menatap tajam sehun
"Apa yang membuatnya seperti ini?" Kyungsoo menatap luhan intens "dia undine?"
"Ya" sehun menjawab singkat tanpa melepaskan pandangannya dari luhan yang sedang pingsan.
Kyungsoo mengobrak abrik kotak obatnya dan ia mengambil sebutir obat berwarna merah dan hijau. Ia mendekat ke sofa tempat luhan terbaring, kyungsoo menggigit obat yang berwarna merah lalu mendekatkan wajahnya ke wajah luhan "YAK! KAU MAU APA?" Sehun yang sadar keadaan mendorong kyungsoo menjauh dari tubuh rapuh luhan.
"Aku hanya ingin meminumkan tablet obat ini.. kenapa kau berlebihan sekali sih?" Kyungsoo memutar bola matanya malas
"Aish! Tentu saja.. jika begitu kau akan menciumnya kan?" Gerutu sehun sambil bergerak gusar
"Lalu aku harus bagaimana? Membiarkan darahnya hilang? Ayolah.. ini pil penambah darah" kyungsoo menaik-naikan sebelah alisnya
"sini biar aku yang meminumkannya!" sehun merebut 2 pil tersebut dari tangan kyungsoo.
Sehun meletakan pil berwarna merah di bibir tipisnya. Dengan pelan ia menyatukan bibir plum luhan dengan bibirnya. Lidahnya berusaha mendorong masuk pil tersebut agar masuk ke kerongkongan luhan. Entah kenapa.. walaupun pil itu telah sukses tertelan. Sehun tak kunjung melepaskan bibir mereka. Bahkan sekarang ia sedang melumat dan menyedot nyedot bibir luhan.
"Yak oh sehun! Kenapa kau malah menjadi bernafsu eoh?" Kyungsoo tersenyum jahil. Karna sadar apa yang ia lakukan, dengan perlahan ia melepaskan bibirnya.
"Errr.. ehehee aku terbawa suasana hyung" sehun nyengir polos. Namun ia mengernyitkan dahinya bingung karna ada sesuatu yang sesak di bawah sana "sehun.. kurasa kau harus ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratmu.. kau tahu? Jika sesak kau akan merasa tak nyaman.. biar obat luhan ku masukan lewat suntik saja" sehun mengikuti arah pandang kyungsoo. Ternyata senjatanya telah menegang sempurna membuat celananya menjadi sempit.
"Ugh.. sial!" Dengan wajah yang memerah malu, sehun pergi menuju kamar mandi dengan sedikit tergesa gesa
TEBECE
ahooy semuanyaa~ maaf buat chapter 2 nya mengecewakan.. karna itu vyin butuh kritik dan saran para readers.. tapi jangan terlalu kasar dan terkesan tidak sopan. Btw yang nanya tokoh sehun, disini wujudnya sama kaya kirito. Itu fisik aja... kalo muka beda lah.. dann kalau luhan itu yang udh nonton SAO pasti bisa bayangin kan? Mungkin memang nama kota, fisik, dunianya hampir sama kaya SAO cumann ceritanya beda hehee^^ oiya mungkin vyin bakal bales pm/review kalian dari akun ffn readers vyin 'Xiaoluluu'
BIG THANKS TO REVIEWER:*:*:* maaf gak nulis nama kalian satu satu ne:'(
. ?.-.
