"Ras stacia?" Sehun bertanya dengan nada datar

"Kau tak tahu? Bodoh sekali..." chanyeol menjawab dengan nada mengejeknya.

"Aku memang tak tahu salamander! Sekarang, Jelaskan!" Perintah sehun dengan nada angkuh

"Cih.. Stacia adalah ras kuno yang dikabarkan telah tiada atau bisa dikatakan sangat kuat, konon setiap orang khusus dari stacia dapat mengendalikan masing masing 1 elemen. Ras stacia punah karna perang dengan undine 700 tahun lalu. Aku tak mengetahui hal ini dengan jelas, tetapi.. aku rasa dia ingin melalukan hal buruk pada luhan.. karna aku yakin undine memiliki suatu kekuatan khusus.." jelas chanyeol dengan nada seriusnya

Sehun nampak berpikir keras. Bagaimanapun ia tak ingin luhan disakiti walaupun hanya sedikit.

"Aku.. akan melindunginya" ucap sehun, chanyeol memandang sehun remeh sementara luhan membelalakan matanya tetapi tak berkomentar apapun

"Wah... aku tak yakin" chanyeol mendekati sehun

"Kau tahu bung? Walaupun kau spriggan.. tetapi itu tak menjamin keselamatan luhan"

Sehun menegang. Tetapi wajahnya tetap datar.

"Pergilah ke Arun! Kau bisa tinggal di wilayah cat sith selama beberapa hari.. Sylvain bukan tempatmu lagi" chanyeol mengubah wajahnya menjadi serius

"Dan... kau harus mengajarinya bertarung Oh Sehun." Kata Chanyeol sambil menyeringai puas.

"Aku pergi... " Kata chanyeol sambil terbang dengan cepat meninggalkan luhan dan sehun yang terdiam

"Se-sehun?" Luhan menepuk bahu sehun pelan.

Grep

Sehun memeluk luhan erat dan menaruh dagunya di bahu sempit milik luhan

"Aku takkan membiarkan mereka menyentuhmu luhan.. tak akan" ucap sehun dengan nada sarat akan takut kehilangan membuat bibir tipis luhan terangkay dan membentuk senyuman

"Jika begitu... lindungilah aku, tuan Oh"

"Tentu..."

Mereka berpelukan cukup lama. Dan Luhan memutus pelukan mereka.

"Kau serius ingin ke Arun?" Tanya luhan

"Aku rasa belum saatnya.. kau harus belajar Sihir dan bertarung. Jika ke Arun, disana takkan ada kyungsoo yang dapat menyembuhkanmu" cecar sehun

"Heh.. kau meremehkanku.. aku sudah mengetahui beberapa sihir"

"Sudahlah.. lebih baik kita kembali ke rumah kyungsoo" final sehun mengakhiri pembicaraan

"Kau selalu memerintah! Huh.. menyebalkan!" Sungut luhan. Sehun yang melihat itu terkikik geli. Diacaknya surai biru muda luhan gemas.

"Hahaaa mianhae.. Baiklah jika kau tak mau kemhali, ayo kita ke hutan! Kau tahu? Aku mengetahui sihir panah. Kurasa kau bisa menggunakan panah itu untuk bertarung"

Mata luhan berbinar senang mendengarnya

"Benarkah? Yattaaaa~" Seru luhan senang

"Ayoo!" Kata sehun sambil terbang keatas dan melesat ke hutan perbatasan Arun-Sylvain yang diikuti luhan dari belakang.

~oOo~

Tap

Sehun mendarat dengan mulus yang diikuti luhan beberapa detik kemudian.

Sehun menghirup udara segar disekitarnya.

"Eous Linf Waffe pfeil!" Sehun membaca mantranya

Dan keluarlah pedang agak panjang berwarna hitam ditangannya.

"Kau cukup membaca mantra yang kuucapkan tadi dan yangan kananmu kerahkan seperti sedang memegang Busur Panah dan tempat anak panahnya.. cobalah" sehun menjelaskan kepada luhan.

"Eous Linf Waffe pfeil" luhan membaca mantranya tiga detik kemudian keluarlah Busur berwarna perak lengkap dengan anak panahnya.

Luhan mengenakan tempat anak panahnya yang berbentuk kotak dengan sabuk di pinggangnya

"Apa kau tau cara mengenakan busur?" Tanya sehun

"Tergantung.. aku dulunya seorang gamers. Jadi ini bukan hal baru"

"Gamers?" Tanya sehun sambil mengerutkan alis hitamnya

"Sudahlah kau takkan tau" jawab luhan acuh

"Dua tips untukmu.. matamu bisa kau pertajam. Seperti teropong.. namun hanya dengan jarak 300meter, begitupula dengan pendengarammu. Jadi kau bisa memfungsikan matamu sebagai scopenya"

"Arra" bisik luhan,ia mulai menajamkan maniknya dan voila! Ia dapat melihat seekor kelinci putih sekarang.

Luhan mengarahkan anak panahnya pada kelinci itu.

Syuuutt. Surai birunya sedikit bergerak mengikuti angin dari anak panah itu

Jelb 'ngiiiiiikkk ngiiiiikk'suara kelinci itu memekakan telinganya. Luhan menyeringai dan bebisik dengan nada rendah "dapat.."

Sehun yang melihat ekspresi luhan merinding takut. Entahlah ia merasa akan ada perubahan pada diri luhan.

"Tips kedua, kau bisa menambahkan sihir es,api dan petir pada panahmu"

"Oke.." luhan menjawab pelan

Sehun menghela nafas namun detik selanjutnya ia menggerak gerakan cupingnya

"Sehun.. kau mendengarnya?" Luhan bertanya dengan nada takut

"Ya.. coba lihat kearah jam 3!"

Dengan cepat luhan melihat kearah jam 3 dengan menajamkan pengkihatannya

"I-itu.. se-seekor A-anjing berkepala ti-tiga!" Luhan berjengit takut melihat seekor Anjing berwarna merah yang besarnya kurang lebih 13 kaki dengan mata menyala dan lidah menjulur keluar. Jangan lupakan taring tajam dengan liur berasap itu.

"cerberus?! Kenapa bisa disini?" Bisik sehun

"Manakutahu!"

"Berapa jaraknya?"

"100Meter"

"Sial! Tak akan ada waktu lari! Luhan kau panahlah dari atas pohon! Cari yang paling strategis! Aku akan melawannya" Kata sehun sambil memasang kuda kuda

"B-baik!" Luhan segera berlari lalu melompat keatas pohon untuk bersembunyi

"GRAOOOOOOOO" Cerberus itu muncul dari semak semak dan langsung berhadapan dengan sehun. Sehun berlari sambil mengayunkan pedangnya. Saat sehun berniat menebas kaki cerberus itu sebuah cakar menangkis serangannya

Traang

Sehun terhempas agak keras "cih" sehun meludah darahnya dan kembali menyerang. Ia melapisi pedangnya dengan angin dan melompat ke belakang cerberus itu. Di tebasnya kaki makhluk berkepala tiga tersebut dengan kejam membuat suara erangan terdengar menggema.

"LUHAN! TEMBAK SEKARANG!®

Luhan mulai memfokuskan anak panahnya ke salah satu kepala cerberus yang tengah kesakitan di depannya

" " Panah luhan mengeluarkan asap dingin.

Syuuutt

"RAAAAAAOOOOOOOOOORRRR" panah itu tepat mengenai salah satu kepala cerberus.

Sementara dua kepala lainnya sedang fokus kepada kepala yang sedang membeku perlahan itu sehun berlari lalu menebas ketiga kepala sang cerberus. Cerberus itu menggeliat sebelum tumbang dengan 3 kepala yang terpisah.

Sehun terduduk dengan nafas yang terengah engah.

Puk

Sehun menoleh dan mendapati luhan yang tersenyum hangat kepadanya.

'"Grioun pain heal" Luhan membaca mantra dan meletakan telapak tangannya di dahi sehun.

Sehun menutup matanya menikmati tangan halus luhan yang ada di dahinya.

Luka luka pada tubuh sehun berangsur angsur pulih.

"Terimakasih luhan hyung" Senyum tulus terukir di wajah tampan sehun.

"Sama sama dan terimakasih juga telah bertarung untukku" kata luhan yang hanya dibalas senyum tipis sehun

Prok

Prok

Prok

Seseorang dengan cape merah dan wajah tertutup tudung cape berjalan dari hutan kearah mereka sambil bertepuk tangan dan menyeringai seram.

Luhan langsung bersiaga dan sehun memasang kuda-kudanya.

"Hebat sekali bisa membunuh hewanku."

"Siapa..?" Kata sehun dingin

"Aku...? Namaku Kim Myungsoo." Kata myungsoo sambil membuka tudung capenya dan terlihatlah tambut keunguan dengan mata ungu tua itu.

"Heh... jadi kau termasuk orang yang mengincar luhan?" Sehun tersenyum sinis. Luhan meneguk ludahnya kasar.

"Yah.. aku memang di perintahkan oleh dia untuk membunuh luhan.. tapi.. entahlah aku tak bisa melakukannya sekarang ini"Kata Myungsoo sendu

"Dia.. mengingatkanku akan seseorang" Myungsoo melanjutkan perkataannya membuat Spriggan-Undine itu bingung.

"Sudahlah.. aku akan melapor kalian kabur. Jadi jika kita bertemu lagi berhati hatilah karna saat itu aku takkan membiarkanmu lepas.. berhati hatilah" kata myungsoo sebelum ia berubah menjadi kepulan asap dan hilang.

"Ayo kembali. Ini mulai berbahaya" ajak luhan

"Hn."

TBC

HUEEEEEEEEEE maafin vyin yg apdet keluaaaamaaan T.T sumpah vyin sibuk sama sekolahh..*nangisdipojokan*

Mungkin chara antagonisnya bakalan muncul perlahan-lahan dengan kekuatan yang masing masing berbeda. Oiya vyin ketik update dan lain sebagainya lewat hp jadi maaf kalo penulisannya jadi jelek*garukpantat* *nyengir*

Okehh thanks for review everybodeehh and tobatlah siders! :) :D

REVIEW?^o^