Warning:
Typo, Gajee, Humor gagal, dll.
Disclaimer: Togashi-sensei.
Selamat membaca!
Keluarga Zoldyck
Saat hari minggu telah tiba, Killua bersepeda pagi bersama Gon.
"Gon, kita bersepeda kemana?" tanya Killua
"Kemana... Kemana... Kemana..." jawab Gon
"Yang boneng ngapa!"
"Ya, sudah, kita ke... Arah danau blablabla" jawab Gon.
Mereka-oun berjalan ke arah danau blablabla. Saat di tengah perjalanan mereka berdua kelaparan,
"Owh! Aku lapar! Kita beli sesuatu dulu, yuk!" ajak Killua pada Gon.
Mereka memakan Omelete isi daging. Untung saja Killua punya simpanan, eeh... Maksudnya uang simpanan. 'Om-nom-nom'. Saat selesai makan, Gon bertanya pada Killua, "Eh, kapan-kapan kita buat grup band, mau gak?"
"Band apa?" tanya Killua
"Namanya BKT 47. Banci Kanal Timur 47" jawab Gon dengan bangganya.
"Wae! Jangan Banci!" Killua memprotes ide 'cemerlang' Gon. Karena takut, emage-nya yang tampan dan cool menjadi hilang begitu saja
"Trus, apa?" Gon balik bertanya pada Killua. Ia agak lesu karena idenya ditolak mentah-mentah oleh sahabatnya.
"Buntelan Kentut Timur 47."
".." Gon pasrah mendengar kata itu, Gon mengingat dirinya dulu. Setiap Gon melewati ayahnya, ia tak sengaja buang gas. Kena omelan deh.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanannya. Sampai di danau blablabla, Gon dan Killua segera duduk di tepi danau. 4 jam kemudian.
Gon dan Killua segera pulang ke rumah.
Keesokan harinya. Setelah Killua pulang sekolah ia melihat badut sedang merayu seorang wanita berambut merah muda.
"Om Hisoka!" cetusnya, tetapi Hisoka tak menanggapinya. Hisoka membuka jaketnya dan menunjukkan kaus polos putih yang hanya ada bentuk hati di tengah-tengahnya,
"Aku... Cinta.., kamu!" sambil kiss bye dan bergaya sok cool pada wanita itu, yaitu, Machi.
"O-om, Hisoka!" teriaknya, Killua mulai kesal dengan Hisoka.
"Grrrr... AUUUUU!" auman Killua terdengar oleh semua orang. Killua merasa malu dengan suaranya.
"Apa, sih?!" ucap Hisoka.
"Hari sudah larut!"
"Lagian, harinya di larutin, lagi pula ini masih siang! Masih Jam 16.00!"
"Iih! Tau ah!"
"..." Killua meninggalkan Hisoka. Dan baru setengah jalan untuk menuju ke rumahnya, rintik-rintik hujan mulai mengguyuri Killua, hujan semakin deras-deras-deras dan deras
Duuh, harus udah sampai di rumah nih! gumamnya.
Sesampainya, Killua melihat rumahnya kosong. Ternyata, keluarganya sedang membeli alat elektronik untuk membersihkan hidung. 'DUAAR!' suara petir yang membuatnya kaget, ia pergi ke ruang keluarga dan tak sengaja melihat foto bebuyutnya yang botak pitak itu.
"Ya, ampun... Wajahnya terlihat sangat tua" ucapnya
Lalu, 'DUAARR!' suara petir yang kali ini membuat listrik rumah Killua padam, Killua segera mengambil handphonenya. "Duh! Cepat donk jangan lemot! Uh!" Kata Killua dengan penuh kesal, baru 3 menit kemudian handphonenya menyala, karena gelap entah apa tombol yang ia tekan tiba-tiba menyala terang. "Fiuuh, akhirnya," ucapnya dengan tenang.
Namun, cahayanya mulai redup kembali. Killua mulai khawatir. Lalu, 'DUAARR!' suara petir yang semakin mencekam suasana.
"Ayo-ayo-ayo!" gumamnya ke handphone tersebut. Tiba-tiba handphone Killua mengeluarkan cahaya dan gambar hantu yang menyeramkan diliputi oleh suara yang menyeramkan, suara petir yang menyeramkan, juga cahaya petir yang membuat Killua kaget lebih menyeramkan, suasana yang menyeramkan, tampangnya yang kini mulai memelas. Killua hanya duduk di pojokkan dan memasang mata yang melas, sungguh melasnya dirinya, dirinya merasa melas sambil memegang handphone yang melas.
Hawa dingin yang masih ia rasakan, sementara hujan masih deras. Handphonenya berbunyi, tanda ada yang mengirim surel. Ternyata, Gon mengirm sebuah surel
" Pulau Paus, 26-11-2014.
Untuk Killua.
Killua, bacalah ini.
BACALAH ini Killua!
10 hal yang aku tahu tentang kamu, Killua.
1. Kamu membaca surel ini.
2. Kamu manusia setengah monster :v
3. Kamu gak bisa nyebutin huruf 'P' kalo bibir atas dan bibir bawahmu tidak bersentuhan.
4. Kamu baru saja mencobanya.
6. Kamu tersenyum sendiri.
7. Sampai kamu ga sadar kalo sebenarnya no.5 itu ga ada.
8. Kamu cek no. 5. Ternyata emang ga ada.
9. Kamu ketawa sendiri sambil agak memaki- maki dalam hati.
Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan
1. Kill, kamu memang malas untuk membaca semua kata 'Kawan' di atas.
2. Kmu ga sadar di antaranya ada kata 'Kawin'.
3. Kamu terus mencari perkataan 'Kawin' yang sebenarnya memang tidak ada.
4. Killua, kamu sudah kena jebakan betmen!
Hhahahahahahhaha Ada 3 (tiga) Hal yang gaƙ bisa dilakukan oleh manusia, juga teemasuk kamu Killua.
1 : Menjilat Sikunya Sendiri..
2 : Melihat Kupingnya sendiri tanpa bantuan cermin..
3. Gak bisa bernafas jika sedang mengeluarkan lidah.
Sudah,... masukin lagi lidahnya! !..cuma ngetest aja koq tadi
Hehehe...hehehe...hehhee..̅
pasti kamu keluarin khan lidahmu,
Terima kasih, Killua
Maaf kalau mirip surat."
Itu adalah isi surel yang Gon kirim ke Killua.
"Ah, terlalu lebay. Udah seperti ngirim surat beneran ke orang penting, pakai tanggalnya lgi sudah tahu ada tanggal saat Gon kirim surelnya." gumamnya dalam hati. Dan sambil tertawa sendiri setelah membaca isi surel tersebut dan mencobanya.
'Ngeek' pintu rumah Killua tiba-tiba terbuka, 'jeejereeng!' sesosok Hisoka yang basah kuyub dan meminta bajunya untuk segera di laundry.
*sfx: horror music, on!*
"Killuaku tercayang... Om minta baju om di laundry donk cayang.,," pinta Hisoka pada Killua
"Enggak!" jawabnya
"Iho! Kenapa? Kamu marah, ya?"
"Enggak!" sahutnya kembali
"Marah?" tanya Hisoka lagi
"Enggak" jawab Killua
"Marah!"
"Enggak!"
"Marah!"
"Enggak!"
"Marah?"
"Enggak"
"Marah!"
"Enggak!"
"Marah!"
"Enggak!"
"Marah?"
"Enggak"
"Marah!"
"Enggak!"
"Marah?"
"Enggak"
"Marah!"
"Enggak!"
"Marah!"
"Enggak!.. Berhenti! Aku lelah!" teriak Killua
"Huh! Sombong!" ucap Hisoka
"Bodo!" sahut Killua
"Amat"
"Dasar!"
"Jelek!"
"Eh, tapi-kan ini lagi mati lampu!"
"Ha? Ampun dah ah-ah-ah!"
Hisoka pulang ke rumahnya karena rumah Killua mati listrik, bukan mati lampu, sebenarnya, istilah mati lampu dari mana, ya? Hehe, lupakan. Saat 6 jam kemudian, barulah listrik menyala. Setelah listrik menyala, keluarga Zoldyck barulah pulang.
Setelah ituh, Happy Ending... Tapi berarti bukan chapt ini berakhir di sini, ya!
Selesai.
-o0o-
A/N: Bagaimana, pendapat kalian tentang fiks, chapter ke-tiga ini? Kurang jelas ya? Ehehe.. Tolong, minta pendapatnya ya. ^-^~
