Note :
Hehehe, mian ada author stress ngerepotin ==, CHAPTER 3 (UPDATE from HIATUS!)Chingudeul ~ sebenernya, ini fic ptamaQ ttg K-Pop. Jadi, mian kalo byk kesalahan. Fic penghilang setress sebelum UAN nih, HUFT T.T
Warning : BL or Yaoi (aku tak bisa hidup tanpa itu!*dibunuh), maybe OOC, maybe Typos, tidak mengikuti EYD yang benar.
Don't Like? DONT DON READ!
Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik Entertainment)
Genre: Teserahlah ~
"Ketika SuJu disentuh Dbsk"
-DrarryLova-
Entah kenapa perasaan Siwon tidak tenang. Ia merasa sebal kalau Hankyung berjalan bersamanya dan Kibum. Apalagi, Kibum lebih banyak berceloteh dengan namja asal RRC ini. Aish, mana jalan ke dorm masih sedikit jauh. Ia tidak suka Kibum-nya itu akrab dengan Hankyung.
"Hyung." Panggil Siwon yang berjalan dibelakang Hankyung dan Kibum. Kedua namja di depan terhenti dari langkahnya juga menghentikan perbincangannya dan menoleh pada Siwon.
"Ada apa?" Tanya Hankyung. Tentu ia tahu kalau Siwon menyahutnya, bukan Kibum.
"Tadi hyung keluar, kan? Aku kan titip barbel, hyung membelinya tidak?"
"Astaga. Aku lupa! Aku masih menyimpannya di bagasi mobil. Mianhae Siwon-ah, aku ambil dulu kalau begitu." Jelas Hankyung sambil berbalik dari arah menuju dorm.
"Hyung, mau kami tunggu?" Tanya Kibum polos.
"Tidak usah. Kalian duluan saja ke dorm." Jawab Hankyung lalu berlari kecil menuju tempat parkiran.
"Ayo, Kibum-ah!" Ujar Siwon dengan senyum senang sambil menarik tangan Kibum.
0o0
Hankyung berjalan kecil sambil memutar-mutar gantungan kunci mobilnya dan bersiul pelan. Setelah sampai di sebuah mobil flat merah tak beratap miliknya yang terparkir di pinggir garasi, ia langsung membuka bagasinya dan mengambil sepasang barbel yang dipesan Siwon.
"Ugh ~"
Gerakan Hankyung terhenti. Diparkiran memang sangat sepi saat ini. Tapi, itu suara apa?
"...Sakit,hhnh..."
Suara itu terdengar lagi. Hankyung bergerak pelan untuk menutup bagasi mobilnya dan menoleh ke sekeliling. Lalu, pandangan mata sipitnya tertumpu pada mobil milik Jaejoong yang sedikit bergoyang lalu diam kembali. Tak berapa lama, mobil itu bergoyang lagi seakan-akan ada kejadian didalamnya.
Dengan penasaran dan rasa deg-degan, Hankyung meletakkan barbel yang di pegangnya itu diatas bagasi mobilnya dan berjalan pelan menuju mobil Jaejoong.
Sedikit lagi ia tepat di belakang mobil mercy bercorak blackbery itu. Suara gaduh dan erangan-erangan kecil terdengar lagi dengan samar-samar.
"Akh!pelan-pel...ahh..." Pekikan yang terlintas itu membuat Hankyung semakin berdegup cemas. Bukan karena ia nanti harus nosebleed melihat kejadian didalam, tapi, dia hanya khawatir, apakah orang yang memekik itu sedang tersiksa ataukah dipaksa? Dan itu seperti pekikan dari temannya sendiri, Kim Jaejoong!
Tanpa disadari, Hankyung sudah berdiri di tepi pintu mobil Jaejoong dan mata sipitnya langsung terbuka lebar saat melihat Jaejoong yang sedang meraung kesakitan. Ya, ia bisa melihat punggung Yunho yang sedang menyerang titik sensitif di dada Jaejoong berkali-kali.
Dengan segera dan tanpa sepengetahuan mereka berdua, Hankyung langsung membuka pintu mobil yang rupanya tidak dikunci. Dia menarik kemeja Yunho dari belakang agar menjauh dari Jaejoong sekaligus menariknya keluar dari mercy itu.
BUAAK!
"Hankyung-ah! Hentikan!" Jaejoong yang tidak sadar kalau Hanyung telah menarik Yunho keluar, langsung ikut turun keluar sekaligus panik melihat Hankyung baru saja membogem kekasihnya.
"Apa yang kau lakukan pada Jaejoong, hah? Dasar lelaki tidak tahu diri!" Umpat Hankyung yang tidak tahu apa-apa.
Yunho yang tadi hilang keseimbangan, terjatuh begitu cepat ketika seseorang meninju pipinya. Dia langsung menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
"Dasar bajingan!" Hankyung yang tak terkendali itu lagi-lagi akan meninju Yunho. Namun, dengan segera Jaejoong menahan tubuh Hankyung dengan tangan-tangan kecilnya. Ia memeluk tubuh Hankyung dari belakang untuk menahannya.
"Jangan pukul Yunho lagi..." Pinta Jaejoong sampai tak sadar kalau ia menangis dipunggung Hankyung. Ia tidak mau melihat Yunho-nya dipukul seperti tadi.
"H-hyung, kenapa? Dia sudah menyakitimu, kan? Ke-kenapa kau menangis?" Tanya Hankyung heran.
Yunho beranjak dan membersihkan kemejanya yang terkena debu juga mengusap pipinya yang sedikit sakit."Biar aku yang jelaskan." Ucap leader dbsk ini dengan tegas & sedikit merintih.
Flashback
Seorang pemuda cantik tengah duduk menunggu disebuah cafee kecil siang ini. Kulit pucat & rambut hitamnya membuat tampang polosnya menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.
Tapi, sepertinya namja itu tidak peduli terhadap orang-orang yang memandangnya dan malah celingukan kearah lain, mencari orang yang ditunggunya. Lalu, tak berapa lama, orang yang di tunggunya datang.
"Jae-hyung!" Lambai namja itu sambil menghampiri tempat duduk Jaejoong. "Ada apa?" Tanyanya lagi ketika sudah menduduki dirinya dibangku seberang Jaejoong.
"Hankyung-ah! Katakan padaku kalau ciuman yang dilakukan Heenim malam itu adalah nyata!" Jelas Jaejoong to the point.
"Eh?" Hankyung cengok dengan perkataan umma dbsk itu setelah meminum coffeenya yang telah di pesan Jaejoong beberapa menit lalu.
"Benar,kan? Dia menciummu, kan?" Tanya Jaejoong lagi dengan mata yang semakin bulat.
"I-itu benar. Memang, ada apa hyung?"
"Kenapa kau mau, Hankyung-ah! Dan kenapa Heenim sampai berani melakukannya?" Kini suara Jaejoong sedikit naik oktaf. Hankyung terdiam. Ya, dia juga tak bisa mendeskripsikan kejadian malam itu dengan pasti. Dan ia juga heran kenapa Heechul menciumnya di depan Elf? Di depan publik? Dan itu adalah bibirnya? Dan kenapa dia mau & tidak marah dengan perlakuan teman sekamarnya itu?
"Hankyung-ah." Jaejoong merampas jemari Hankyung sehingga membuat Hankyung tersadar dari lamunannya. "Katakan padaku kalau kau menyukai Heechul-ah." Jelas Jaejoong dengan mata serius.
"Eh? Itu tidak mungkin! Aku dan dia sama-sama namja." Elak Hankyung paksa sambil mencoba lepas dari genggaman Jaejoong.
"Hankyung-ah, tatap aku! Aku yakin kalau kau menyimpan perasaan yang aneh terhadap Heechul-ah. Aku lihat kejadian malam itu. Itu alami! Aku rasa, dia juga pasti menyukaimu."
"Tapi, Jae-hyung..." Hankyung meragu antara perasaannya, pikirannya, dan perkataan Jaejoong.
"Tidak apa. Perasaanmu itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kau harus perjuangkan rasa itu." Yakin Jaejoong. Hankyung terdiam sejenak, membuat Jaejoong penasaran apa yang tengah dipikirkannya. Lalu, Hankyung tergerak untuk mengambil ponsel disakunya dan menekan tombol dengan lincahnya.
"Halo? Heechul-ah? Kau ada dimana? Mian, aku hanya ingin bertemu denganmu. Iya, hari ini. Dicaffee biasa saja. Nde, tunggu aku ya." Hankyung lalu memutuskan kontak telepon dengan Heechul dan kembali menatap Jaejoong yang menunggu. "Aku akan bertemu dan akan menjelaskannya setelah ini." Jelas Hankyung.
"Bagus. Itu lebih baik."
"Kalau begitu, aku tinggal dulu ya, hyung." Ujar Hankyung sambil meninggalkan Jaejoong.
Setelah Hankyung hilang dari pandangannya, Jaejoong menyandarkan punggungnya dan melipat kedua tangannya dengan bernafas lega.
"Semoga saja namja itu bisa membuat Heechul jatuh cinta. Biar aku tidak risih kalau Yunho-ah dekat-dekat dengannya." Ungkapnya sebal.
Flashback End
Kyuhyun yang berlari-lari hingga melewati hyung-hyungnya akhirnya tiba di dorm. Bukannya bergegas kekamar untuk menaruh barang-barang yang dibawanya, namja itu malah melesat kedapur dengan begitu semangatnya.
"Sungmin-hyung, masak apa untukku! Lho?" Maknae Su-Ju itu terhenti dan kecewa ketika hanya ada 1 orang saja didapur.
"Kyu? Ada apa sih teriak-teriak begitu?" Tanya Teuki bete sambil berbalik kehadapan Kyuhyun dan membawa secangkir teh hangat yang baru saja dibuatnya tadi dan tentunya untuk dirinya sendiri.
"Lho? Umma, Sungmin-hyung dimana?" Tanya Kyuhyun dengan tampang super babo. Teuki keluar dari dapur & berjalan menuju ruang tengah dimana Kangin sedang duduk menonton TV disana.
"Diakan ada dikamar, Kyu. Lagipula kau ini aneh-aneh saja mencari Sungmin didapur sore-sore begini." Tukas Leeteuk dari luar dapur.
Kyuhyun sebal. Ia lalu pergi meninggalkan sang umma dan Kangin setelah mendengar perkataan itu. Kangin menatap Teuki heran seakan-akan menanyakan gelagat Kyuhyun barusan. Tapi sang umma hanya menjawab dengan angkatan bahu.
"Aduuuh, tenggorokanku sakit sekali." Keluh Teuki sambil meminum teh hangatnya.
"Hyung kebanyakan teriak-teriak tadi saat memarahi Heechul. Kau pasti lelah, hyung." Ujar Kangin sambil memijat-mijat pundak Teuki.
0o0
BRAAK.
Kyuhyun membuka pintu kamar dengan sedikit rusuh. Maknae ini benar-benar sedang sebal. Sungmin yang sedang berbaring tengkurap diranjang masih terfokus pada laptop pink-nya.
"Kenapa Kyu? Kau ribut sekali." Ujar Umin tanpa mengalihkan perhatiannya kepada maknae teman sekamarnya itu.
"Hyung ~ Kan aku minta kau memasak untukku ~" Rewel Kyuhyun sambil menaruh tasnya.
"Tadinya sih mau, tapi saat sudah didapur, aku jadi males Kyu." Jelas Umin datar tanpa rasa bersalah sedikitpun & masih sibuk dengan pink-elektro-nya.
"Ah, hyung ~" Rengek Kyu lagi karena Umin tak meliriknya sama sekali.
Sungmin berbalik 90 derajat hingga wajahnya melihat kearah Kyuhyun yang berdiri di tepi pintu lemari. "Sudahlah Kyu, nanti juga Wookie dan Umma masak, kan? Aku lelah sekali, Kyu. Jangan merajuk seperti itu. Lebih baik, sini, kau istirahat sama aku." Ujar Umin polos sambil menepuk ruang kosong di sebelahnya & lalu kembali kepekerjaannya.
Kyu membatu. Hatinya berdebar-debar dan hidungnya kembang-kempis ketika Sungmin berkata seperti itu.
~Lebih baik, sini, kau istirahat sama aku~
'Apa maksudnya? Apa hyung ingin digrepe-grepe sama aku? Apa Sungmin-hyung juga menginginkan tubuhku? Apa sebenarnya dia juga berharap padaku?' Batin si maknae itu ge-er.
Apa Sungmin salah berkata seperti itu? Ternyata, otak yadong Kyuhyun masih aktif gara-gara FF NC KyuMin yang dibacanya dari pemberitahuan 2 namja aneh dari dbsk itu.
Tanpa disadari, Kyuhyun menatap namja yang sedang berbaring tak berdosa dihadapannya ini dengan mata kelamnya yang tidak berkedip sedikitpun.
Dag Dig Dug. Dag Dig Dug.
'Aish, Sungmin-hyung benar-benar imut.' Gumamnya, lalu, ia menggeleng pelan sambil menampar-nampar wajahnya. 'Tidak Kyu! Jangan sampai kau mengakui kalau ada namja yang lebih imut darimu. Sadar, Kyu! Sadar!'
Sungmin yang merasa resah akan tingkah laku teman sekamarnya itu mulai memberi respon. "Kyu, kau kenapa sih? Aku tahu kau juga lelah! Makanya sini, istirahat saja! Untuk malam ini kau boleh tidur diatas deh!" Bentak Sungmin kesal. Namun, Kyuhyun merasakan bentakan Sungmin malah menggoda untuknya.
Jantung Kyuhyun bagai loncat dari tempatnya. Matanyapun membulat sempurna. Memang, selama sekamar dengan Sungmin, Kyuhyun selalu tidur dibawah karena ia benci dengan ranjang berwarna pink itu!
Tapi, untuk kali ini saja, biarkan Kyuhyun menaiki ranjang Sungmin...khukhukhu*evilkyu*
Dengan ragu, Kyuhyun menaiki tempat kosong yang dimaksud Sungmin sambil sesekali menelan ludah. Dia tetap pada posisi duduk sedangkan hyung-nya masih berbaring diam sambil fokus pada laptopnya & Kyuhyun terfokus pada tubuh namja disampingnya.
'Uwaah. Sungmin-hyung montok juga.' Jeritnya dalam hati dan tanpa sadar, Kyuhyun sudah menaruh kedua tangannya diatas bokong Sungmin yang masih terbalut dengan training bekas latihan tadi.
Tak ada respon pasti dari Sungmin setelah Kyuhyun meletakkan tangan biadab itu di bokongnya. Toh, bagi Sungmin, itu bukanlah hal apa-apa & ia juga tidak menyadari kalau Kyuhyun sedang kerasukan setan Yadong! Berkat respon Sungmin, Kyuhyun memberanikan diri tidur disamping Sungmin sambil mengelus-elus bokong Hyungnya itu dengan irama super lembut. Dan bagi Sungmin, belaian maknae itu membuat rasa lelahnya menghilang.
0o0
"Hyukie." Panggil Donghae ketika Eunhyuk baru saja masuk kekamar & mendebam pintu. Hae heran, iapun masuk kekamar & untung saja si monky itu tidak mengunci kamarnya.
Donghae menghela nafas & berkacak pinggang melihat Hyung-nya itu membenamkan diri dibalik selimut.
"Hyukie?" Tak ada jawaban dari namja yang dimaksud.
"Hyukie?" Sama saja.
"HyukJae?" Coba Donghae lagi. Namun tetap tak ada jawaban. Hae menghela nafas lagi.
"Eunhyuk?" Ada sedikit respon dari dalam selimut yang sedikit bergerak, namun, diam lagi.
"Lee HyukJae!" Tetap. Donghae seakan sedang memanggil sebuah batu. Untuk ini, Donghae masih bersabar.
"Lee HyukJae-Hyung!" Dengan nada tinggi, Hae memanggilnya lagi. Dengan terpaksa, Eunhyuk keluar dari selimutnya dengan wajah yang cukup kesal.
"Ada apa?" Bentaknya. Namun, dengan segera Donghae menghampirinya dan mencengkram pipinya.
"Ada juga aku yang tanya seperti itu! Kau kenapa sih?" Bentak Donghae tak mau kalah. Eunhyuk berdebar dan merinding menghadapi wajah Donghae sedekat itu. Bukannya menjawab pertanyaan Hae, Eunhyuk dengan segera menutup matanya dan mengatupkan bibirnya. Menyembunyikannya rapat-rapat.
'Oh God. Jangan biarkan namja ini memperkosaku.' Batinnya memelas.
0o0
Setelah mendengar penjelasan Yunho, Hankyung menutup mulutnya & mukanya langsung memerah mengingat kejadian yang dilihatnya barusan. "Mian, aku tidak tahu, hyung." Ujarnya sambil tersenyum sendiri.
"Eh? Kau mimisan, Hankyung-ah." Timpal Jaejoong sambil mengusap darah yang keluar dari hidung Hankyung. Tapi dengan segera Hankyung menghindar dan menyekanya sendiri.
"Aku benar-benar minta maaf telah mengganggu kalian berdua."
"Tidak apa-apa. Tak masalah." Ujar Jaejoong dengan senyum ramah.
"Babo. Kau itu mengganggu tahu." Jelas Yunho sambil menatap Hankyung dengan muka sebal.
"Mian ~" Ucap Hankyung lagi sambil menunduk. Tapi tak berapa lama, dia menatap Jaejoong. Sedangkan Jaejoong hanya tersenyum dengan muka innocent-nya.
Lalu, pemandangan itu terbesit lagi di kepala Hankyung saat menatap umma dbsk itu. Jaejoong yang mengerang kesakitan, mendesah-desah & menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan matanya dalam-dalam...ia juga melihat nipple merahnya yang semakin memerah akibat hisapan Yunho...
Saat itu jantung Hankyung berdebar-debar melihat sosok cantik yang sedang tersenyum manis ini...
PLAKK.
Yunho menempeleng kepala Hankyung sehingga membuat koko gege itu tersadar dari fikiran anehnya. "Jangan macam-macam kau! Jaejoong itu milikku." Ancam Yunho dengan wajah yang di seram-seramkan seseram mungkin.
"I-iya. Aku tahu Jae-hyung sangat cantik. Tapi, aku tetap menginginkan Heechul." Dengusnya sambil mengusap bekas tempeleng tangan Yunho.
"Kau juga, jangan sampai member lain tahu tentang hubunganku dan Yunho, ya?" Pinta Jaejoong dan langsung direspon dengan anggukan pasti Hankyung.
Yunho beranjak dari duduknya & menggandeng Jaejoong. "Yak. Sebaiknya kita kembali ke dorm."
TBC
Pliss, kasih Commennnttt sebagai tanda maaf saya sebagai author bangkeee yang mengabaikan fic ini begitu saja (_ _)
Saia akan menghidupkannya kembalayyy~ mianhae~ *cium-cium YeWook*
