Note :
Lanjoooottttttttttttt~~~~~
Mian ga bisa bls reviewnya, soalnya saya publish di hape, T,T
Don't Like? DONT DON READ!
Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik Entertainment)
Genre: Teserahlah ~
"Ketika SuJu disentuh Dbsk"
-DrarryLova-
"Hyung." Heechul menoleh kearah suara & mendapatkan Kibum tengah duduk di sampingnya. "Hyung makan ya?" Rajuk Kibum dengan wajah yang cemas.
"Tidak usah, tadi siang aku sudah makan kok." Jelas Heechul sambil senyum.
"Kibum-ah, jangan seperti ini, kau juga harus makan." Kini Siwon datang bersama Hankyung.
"Hee? Kau belum makan?" Tanya Heechul pada namja berparas pucat itu.
"Aku tidak mungkin makan kalau ada hyung-ku yang di hukum seperti ini." Jelas Kibum sambil menapik tangan Siwon yang menariknya untuk kembali ke ruang makan.
"Kibum-ah. Jangan khawatirkan aku, aku benar sudah makan kok. Lebih baik kau makan Kibum-ah, kau pasti lelah." Saran Heechul sambil mengusap bahu Kibum.
"Apa kita makan sama-sama diluar saja?" Timpal Siwon karena ia khawatir pada keduanya.
"Aniyo, Siwon-ah. Kau tahu kan bagaimana Teuki-hyung? Sudah, kalian makan saja! Lagipula ini hukumanku, gwechana." Jelas Heechul sambil sedikit melirik tajam pada Hankyung. "Makan malam ini tak masalah kok. Besok juga aku sudah boleh makan kan?"
"Benar nih, hyung? Tidak apa?" Sepertinya Kibum mulai menyerah dan lapar.
"Kalau begitu, Mianhae hyung. Aku dan Kibum pergi makan dulu." Jelas Siwon sambil menarik Kibum dengan lembut. Meninggalkan ke 2 namja ini.
Ketika punggung kedua dongsaengnya itu menghilang, Heechul kembali membaca majalah & sengaja tidak menghiraukan Hankyung. Ia masih menyalahkan kalau hukuman yang ia dapat ini sebab gege itu.
"Ah, mm,,, Heechul-ah-"
"Kau juga tidak makan?" Tanya Heechul dingin. Bagaimanapun juga, ia tak bisa mendiamkan orang yang bukan berasal dari Korea ini.
"Ta-tadi aku sudah makan kok. Sedikit,,," Jawab gege meragu.
"Baguslah."Timpal Heechul masih dengan sikap dingin. Berkat respon itu, suasana menjadi hening. Aish, Hankyung jadi tidak tenang sendiri.
Heechul membalik lembar majalah untuk kesekian kalinya. Membuat Hankyung tidak tahan lagi, ia tidak mau dicueki seperti ini. Hankyung segera mengambil tangan yang sibuk membuka lembaran demi lembaran itu. "Heechul-ah! Aku mohon jangan seperti ini!" Bentak Gege.
"Se-seperti apa? Lepaskan tanganku, Hankyung-ah!" Berontak Heechul. Sebisa mungkin, ia tidak ingin gege tahu kalau ia benar-benar marah padanya.
"Sudahlah, lupakan kejadian di cafee itu, tolong jangan bersikap seperti ini!" Kini tangan Hankyung mencengkram tangan Heechul yang lain & mendorongnya sehingga pemuda berambut merah itu tersandar di tepi sofa.
"Hankyung-ah! Aku bilang lepaskan aku! Atau, kau ingin aku berteriak agar semua member kemari & tahu kalau kau bisa bersikap seperti ini?" Ancam Heechul dengan bisikan dan berontak kecilnya.
Hankyung tersadar dari tindakannya barusan & melepas Heechul. "Mi-Mianhae, aku tadi-"
"Sebaiknya kau pergi sebelum aku naik pitam." Perintah Heechul sambil merapikan ikat rambutnya.
"Aku sungguh tidak bermaksud-"
"Aku Bilang Pergi!"
JEPRAT JEPRET.
Suara potretan yang bernada kecil itu lagi-lagi terdengar dari kejauhan. Namun, sepertinya 2 namja yang berguncang diruang tengah tadi tidak menyadarinya.
"Xixixi, dapat HanChul moment yang bagus nih." Bisik Junsu sambil tertawa kecil.
"Iya, untung saja kita sudah menyusupkan kamera di setiap ruangan. My dolphin~" Tambah Yoochun tanpa berpaling dari kamera potonya.
Kedua namja ini sedang bersembunyi disalah satu sudut di ruang tengan untuk mengabadikan HanChul moment barusan.
Poke.
Seseorang menepuk pundak mereka berdua & membuat keduanya menoleh slow motion kebelakang.
"U-Umma! Kau mengagetkan saja!" Dengus Yoochun. Hampir saja kameranya terlepas dari pegangannya.
"Misi Kalian berhasil?" Tanya Jaejoong dengan tatapan aneh.
"Tentu dong. Kami dapat scene bagus tadi." Jelas Yoochun sambil menutup kameranya.
"Aish, berkat itu aku jadi punya inspirasi buat cerita HanChul berikutnya nih, My Micky~" Tambah Junsu Lebay.
"Kalian ini, bisa-bisanya menyusupkan kamera ke dorm SuJu. Kalau ketahuan, aku tak mau ikut campur."
"Arraseo, Umma~ kami tak akan bawa-bawa umma kok. Kan umma sudah memberi dana untuk membeli semua kamera itu." Junsu menggoda dan mencolek dagu Jaejoong.
"Kok umma ada disini? Makan malam sudah selesai?" Tanya Yoochun sambil menggetok kepala Junsu.
"Ne. Sudah selesai. Aku bantu-bantu Teuki-hyung untuk membereskan meja makan tadi. Sudah ya, aku mau cari kamar."Jaejoong kemudian berlalu.
0o0
Jaejoong menelusuri koridor untuk menuju kamar member SuJu. Tapi di ujung koridor, dia bertabrakan dengan namja yang badannya lebih besar sehingga Jeje terpental. "Ukh, sakit tau..."
"Huooo, ini si pendek dari dbsk yang menyebalkan rupanya~" Terang namja itu saat tahu orang yang menabraknya sekaligus terpental itu adalah Jaejoong.
"Kau! Tidak sopan sekali, Siwon-ah!" Decak Jaejoong sambil membenarkan posisinya yang terjatuh dengan memalukan tadi. "Bukannya minta maaf, malah menghinaku seperti ini."
"Eh, hyung." Siwon menatap tajam Jaejoong & menghampiri Jaejoong yang punggungnya tersandar di tepi dinding hingga wajahnya dekat dengan Jeje. "Kau tidak suka dengan Kibum-ah? Kata ketusmu waktu di meja makan membuatku sebal tahu."
"A, apa maksudmu?" Jaejoong berpaling dari wajah namja tertampan di SuJu itu.
"Sudahlah, aku tahu hyung tidak senang sama Kibum & Heechul!" Siwon meninju dinding dengan kasar. Membuat kepala Jaejoong yang ada di tengahnya tersentak mendengar debam itu.
Apa-apaan Siwon itu? Dia tidak membenci Kibum, tapi sepertinya Siwon marah-marah padanya hanya karena masalah Kibum ngambek itu? Dan Siwon lebih memprioritaskan Kibum ketimbang Heechul yang memang di bencinya.
"Kau itu apa-apaan sih? Aku masih ada urusan." Jaejoong beranjak dari ruang lingkup Siwon, namun dengan segera, Siwon menarik tangannya dan membanting tubuhnya ketempat awal. "Kau itu kenapa sih!" Jerit Jaejoong ketika Siwon mencengkram tangan mungilnya.
"Kenapa? Hyung tidak suka?" Goda Siwon seraya balas dendam. Jaejoong terdiam & takut melihat tatapan & alis tebal Siwon. Siwon mencengkram pipi Jaejoong. "Asal hyung tahu saja. Meski hyung sangat terkenal, hyung bukan siapa-siapa disini & tidak berhak membenci Kibum ataupun Heechul. Ingat itu!" Jelas Siwon sambil mendorong tubuh Jaejoong. Dan ia pergi berlalu begitu saja.
0o0
Jaejoong ingin beranjak & meninggalkan tempat sialnya ini, tapi punggungnya sakit akibat dorongan Siwon tadi, ia harap, ada yang menolongnya saat ini.
"Lho? Boo, kenapa duduk disini?" Yunho muncul dari arah yang sama saat ia melihat Siwon tadi.
"Yunnie-ya~ aku terjatuh tadi & punggungku sakit terbentur dinding." Keluh Jaejoong. Ia tidak mungkin bilang kalau ia baru saja di labrak Siwon.
"Aih, Sakit ya? Kau tidak apa-apa? Biar aku menggendongmu." Khawatir Yunho sambil meletakkan lengan Jaejoong di bahunya & mengangkat tubuh namjachingunya ini.
"Huhuhu, beruntung sekali ada kau. Aku tadi mencarimu dan malah bernasib seperti ini." Manja Jeje dengan nada sedih.
"Mianhae boo, aku tadi di tawari kamar oleh Hankyung-ah. Katanya, sebagai tanda maaf tadi siang."
"Lho? Lalu dia tidur dimana?"
"Aku tidak tahu. Katanya, dia keluar malam ini. Lagipula, Heechul-ah juga tidur diruang tengah." Tambah Yunho sambil membuka pintu kamar Hankyung.
Dengan hati-hati, Yunho menaruh tubuh Jaejoong ke ranjang. Lalu, namja bermata sipit itu tengah meninggalkan Jeje.
"Bear, mau kemana?"
"Aku mau ambil kotak obat. Kalau punggungmu kenapa-napa bagaimana?" Jelasnya. Lalu sosok bernama Jung Yunho itu menghilang dari pandangan Jaejoong.
0o0
Yesung, Eunhyuk, Donghae, YooSu, Henry, Leuteuk, Kangin dan Shindong sedang menonton TV diruang tengah sedangkan Zhoumi, Changmin, Siwon, Kibum dan Kyuhyun menemani Heechul yang terlihat agak lesu ini. Wookie dan Sungmin memilih sibuk di dapur.
Yunho lewat begitu saja melewati ruang tengah dan menuju dapur. Membuat semua pasang mata yang ada di sana heran dengan parasnya yang terlihat seperti bukan Yunho yang biasanya. Yunho terlihat cemas.
"Wookie-ah, ada kotak obat?"
"Eh? Ada kok." Respon Sungmin sambil menghambur untuk mengambil barang yang di maksud lalu memberinya pada Yunho.
"Gomawo." Yunho yang tak menyadari pasang-pasang mata yang teralihkan dari TV itu kembali berjalan keluar dari ruang dapur sambil bernafas lega saat mendapat kotak obat itu.
"Yunho-ah, untuk siapa itu?" Leeteuk bicara sehingga menghentikan langkah Yunho.
"Itu, Jae jatuh di koridor tadi." Jawab Yunho datar.
Siwon yang memang pelakunya mendengar hal itu dan masa bodoh. Biarin, toh, Jaejoong memang nyebelin. Pekik Siwon.
"Eh? Yang benar? Parah tidak?" Teuki pura-pura panic. Halah, sifat umma kan biasanya memang lebay dan sok cemas. Giliran udah marah, Heechul yang baru aja tahu tuh, ga ada manis-manisnya tuh muka Leeteuk!
"Tidak, kok. Cuma luka kecil. Aku akan mengobatinya, tenang saja."
"Oh, baguslah. Nanti kesini kau Yun, nonton TV bareng." Saran Teuki membuat Kangin pura-pura muntah melihatnya. Giliran ke cowok ganteng, kalau lagi mood si umma ganjen beeud.
Yunho mengangguk pelan dan berlalu di ikuti YooSu dan Changmin.
0o0
"Cemilan datang~" Wookie dan Sungmin keluar dari dapur sambil membawa 2 piring mocha penuh aneka rasa buatan mereka sendiri. Satu di sodorkan pada orang-orang yang sedang menonton TV dan yang satunya di sodorkan pada gerombolan Siwon.
"Huaaa. Mochi, Mochi, ini kau, Mochi!" Teriak Zhoumi lebee sambil mengambil 1 mochi dari piring.
"Biasa aja kali, hyung." Dengus Mochi alias Henry sambil focus pada layar TV dan mengambil Mochi dari piring lain.
"Mochi! Masa' kau makan dirimu sendiri." Ujar Zhoumi sambil melirik pada Henry dan menatap Mochi yang dimakan Henry dengan wajah sedih.
"Kau ini! Tidak seperti itu juga kali!" Siwon menggaplok kepala Zhoumi gemas. Heechul yang tidak sadar kalau sedang di hukum, tak sengaja mencomot mochi. Tapi, sang umma yang melihat keburu menggeplak tangan Heechul.
"Kau masih belum boleh makan apapun sampai nanti pagi." Ancam Leeteuk sambil pergi kearah dapur.
"Tidak apa, hyung. Kami sudah simpan sebagian di kulkas untuk jaga-jaga kalau nanti hyung lapar." Bisik Wookie dan Sungmin sambil menepuk pundak Heechul. Heechul terharu karena masih ada yang memperhatikannya.
"Omong-omong, Hankyung-hyung mana ya?" Tanya Kyuhyun yang baru sadar kalau si gege itu tidak ada disini sambil mencomot satu mochi lagi, padahal dalam mulutnya masih penuh dengan gumpalan berwarna putih itu.
"Dia pergi keluar. Dia tidak bilang mau kemana." Jawab Kibum.
"Dia bilang kok. Dia bilang ada perlu dengan manager." Tambah Leeteuk sambil keluar dari dapur dengan secangkir teh seperti biasanya.
"Hee? Tumben, biasanyakan dia malas kalau keluar malam-malam begini." Tambah Wookie. Heechul terdiam dengan paras miris. Apakah dia pergi karena ulahnya? Tapi, toh, Hankyung juga yang membuatnya begini, kan?
0o0
"Nah, sudah selesai." Ujar Yunho sambil menurunkan baju Jaejoong.
"Umma, kok bisa jatuh sih?" Tanya Yoochun tidak percaya. Masa', koridor yang terang, lantainya tidak licin begitu dan Jaejoong bisa jatuh?
"Umma juga tidak tahu. Tidak usah khwatir, kok. Umma tidak apa-apa." Ujar Jaejoong dengan senyum malaikatnya sambil memandang Yunho yang sibuk membereskan kotak obat.
"Hu, yasudah kalau begitu." Junsu, Changmin dan Yoochun melenggang keluar di ikuti dengan Yunho. Namun, ketika Yunho sampai di tepi pintu kamar, Jaejoong langsung menyahutnya.
"Bear, kau mau kemana?"
"Aku mau keruang tengah bersama anak-anak."
'Ruang tengah? Tempat Heechul di hukum dan Yunho membiarkanku sendirian?' batin Jaejoong. "Mau apa? Kau tega meninggalkanku yang sedang sakit?" Jaejoong mulai memperlihatkan actingnya.
"Ti-tidak, boo. Bukan begitu. Lagipula, kau cuma memar saja kan? Tidak enak loh hyung yang lain menungguku." Jelas Yunho sambil kembali masuk.
"Tapi…" Jaejoong pasang mata puppy. Yunho yang panik tahu kalau Jaejoong tidak mau di nomor duakan langsung menghampiri namja cantik itu. "Yuniie kejam sama aku. Hiks."
"Loh, loh. Bukan boo, bukan itu. Aku tidak mau—" Yunho tidak tahu harus menjelaskan bagaimana dan hanya bisa menyentuh kedua pipi pucat Jaejoong yang tak mau melihat dirinya. Tapi, saat Jaejoong berpaling ke Yunho, ia langsung mencium bibir peach Yunho dan rupanya Yunho meresponnya.
Suara decak demi decak mulai bergema karena Jaejoong begitu menginginkan Yunho. Ya, dalam hidup Jaejoong, hanya Yunho yang ia inginkan.
"Fuaahh~" Yunho menarik dirinya dan mendorong Jaejoong pelan karena ia tidak siap dan kehilangan nafas dan juga ia merasa Jaejoong ingin mendominasi ciuman tadi. "Ba-baiklah, nae boo~ aku akan taruh kotak ini sebentar dan aku akan kembali kemari." Jelas Yunho. Namun sebelum Yunho beranjak, Jaejoong meremas kemeja Yunho sambil menggigit bibir bawahnya. Sensasi yang selalu tidak bisa Yunho tolak jika Jaejoong tetap tak mau menghentikannya. Tapi kali ini, Jaejoong menghentikan gerakannya dan melirik manja.
"Baiklah, tapi jangan lama-lama Yunnie. Bibirku kelaparan." Decak Jaejoong menggoda.
DEG. Jantung Yunho serasa bergetar mendengar kata-kata manja itu. Namun, sebelum ia nosebleed, dia langsung keluar untuk menahan dirinya. Aish, Yunho sudah bertekuk lutut pada namja bernama Jaejoong itu. Entah kenapa, bisa bercinta dan berpacaran dengannya. Meski baru 1,5 tahun mereka debut bersama, namun,Yunho baru menembaknya dan berpacaran selama 7 bulan yang lalu. Tapi jujur saja, Yunho masih belum berani untuk selalul mencecapi keperawanan namja itu tanpa seijin Jaejoong sendiri.
0o0
"Wah~ ada Mochi~ Yaaaaaa~~~~" Changmin kecewa karena kue mochi terakhir itu langsung di comot Kyuhyun lagi (?). "huhuhu, kok tidak bilang ada mochi?" rajuk si tukang makan dan maknae dbsk ini. Yoochun dan Junsu juga masang tampang melas karena tidak kebagian mocha.
"Masih ada lagi kok di kulkas, ambil saja dan bagi adil." Jelas Teuki tanpa mengalihkan pandangan dari layar televisi.
"Benarkah?" Tanya ketiga member dbsk ini dengan mata cling-cling. Wookie dan Sungmin yang kaget karena ucapan Teuki mulai sedikit panik.
"Tapi, itukan umma—" buat Heechul-hyung. Wookie tidak berani meneruskan kalimatnya. Wookie dan Sungmin jadi diam tak bisa membela apa-apa. Heechul menepuk pundak mereka seraya berkata 'tak apa'.
"Iya. Masih ada di kulkas. Ambil saja dan silahkan habiskan." Jelas Teuki mendadak baik. Dasar umma pilih kasih! Sepertinya Euteuk tahu sisa mochi itu untuk Heechul.
Dengan segera, ketiga namja berwajah kelaparan itu pergi ke dapur dan saling berebut mochi dengan berisik.
"Huh, mochi tidak enak saja di perebutkan. Enak juga Henry mochiku." Dengus Zhoumi sewot sambil senyum-senyum sendiri.
"Ohok-ohok-ohok." Si mochi yang di maksud langsung batuk-batuk horror. Sedangkan Zhoumi sekarang sedang di geplak Siwon (lagi) plus Sungmin dan Wookie dengan amat sangat kesal. Dasar koala gak peka. Poor Zhoumi…
0o0
Di kamar KyuMin… 4 namja yang ada didalamnya masih uring-uringan. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 22.28 lewat.
"Mochi~ kenapa kau tidur di atas?" rengek Zhoumi yang sudah tiduran di bawah pada Henry yang tidur di atas ranjang bersama hyung tertua di kamar ini. "Aku kan malas tidur sama Kui Xian."
"Hyung. Biasa kali. Dari tadi lebe mulu." Dengus Henry sambil beberapa kali menguap. "Aku ngantuk nih…"
"Ayolah, Mochi. Malas kalau grepe-grepe Kui Xian~"
BLETTAK. SUING. JEDUUG. BUAGGH!
Langsung saja bantal, guling, boneka, sandal jepit, kipas angin, delele melayang menimpa Zhoumi. Dan pelakunya ternyata Henry di tambah Kyuhyun.
"Eh hyung. Aku juga malas di grepe-grepe sama kao! Udah ah sana. Jangan tidur disini! Hush! Hush!" usir Kyuhyun sambil nendang-nendang Zhoumi keluar dari selimutnya. Maunya sih Kyuhyun tidur bersama Sungmin yang rencananya bakal ia grepe-grepe. Eh, taunya, dua namja itu nyasar ke kamar mereka.
"Hiks, aku juga tidak mau tidur di kamar ini. Tapi mau gimana lagi, gege-hyung mengusir kita dan Siwon-hyung juga tak mau di ganggu. Di kamar Hae sudah ada dua namja aneh itu dan akhirnya mochi kepikiran kamar Kui-Xian dan aku ikut deh. Huhuhu, tapi sekarang aku di usirr, hiks…"
Sungmin menggeliat dari usaha untuk tidurnya. Dia semakin tak bisa tidur mendengar curahan Zhoumi di pojokan kamar sambil menggelung diri itu.
"Huaaah, Mimi-ah kenapa sih? Kyu mengusirmu? Ya sudah, sudah kau tidur bersamaku saja dan Henry yang tidur bersama Kyu, yawn~" jelas Sungmin sambil setengah mengantuk.
"EH?" Henry dan Kyuhyun langsung membatu sedangkan Zhoumi sudah tersenyum bagai malaikat. "Jangan Hyung! Dia berbahaya! Dia berbahaya, hyung!" teriak mereka bersamaan.
"Terus bagaimana dong? Ini sudah malam, tahu!" jerit Sungmin kesal.
Sejenak suasana hening. Kyuhyun mendeathglare Henry seraya mengisyaratkan 'jangan biarkan si koala gila itu menggrepe-grepe hyung kita' Henry menghela nafas ketika mendapat tatapan itu. Memang Zhoumi gila itu tak pernah peduli siapa orang yang di grepenya. Dan di Su-Ju M, tentu saja mochi kecil ini yang jadi tumbalnya dan malah membuat si muka burung kakaktua itu ketagihan dan selalu mengikutinya. Ya karena mereka juga satu-satunya member yang tidak di akui sebagian elf sebagai super junior, makanya, mereka juga sering lengket –tidak- Zhoumi yang sering melengketkan diri dengan Henry.
"Iya deh, aku tidut dengan Hyung." Desah Henry pasrah sambil beranjak turun dari ranjang Sungmin dan dengan segera senyum terlintas di wajah maknae suju dan muka koala itu.
Kyuhyun senang untuk pertama kalinya bisa tidur seranjang dengan teman sekamarnya ini. Yup, walaupun tidak menggrepe-grepe Sungmin, seenggaknya, meluk Sungmin boleh dong~~ sedangkan Zhoumi mengeluarkan banyak smirk melihat malaikat kecilnya yang malang.
TBC
Apakah segini sudah panjang? Perasaan saia ngetik kok lama banget ya? 0,oa
Maaf. Aku mungkin author yang banyak kekurangan. Aku juga pesimis dengan kotak repiu yang aku baca bahkan peminatnya sedikit. Maaf karena aku ga bisa bales ripiu karena aku publish pake hp, readers harap maklum dan aku juga harus ke warnet kalo untuk bales ripiu, masalahnya modemnya lemott, *curcol*
Tapi, aku jadi semangat karena masih ada readers yang menghargai karyaku dan juga sampai bilang 'aku penasaran sama kelanjutannya, thor.' Meski lama update, aku berusaha untuk menghidupi fic ini. Gomawo ya *big hug*
Mind to review?
