Note :

Ahahaha, Maaf-maaf saya baru update, lumayan yah reviewer-nya ^^

Karena saya lagi sakit, saya ga sempet bls reviewer semua, so, masi semangat dengan Su-Ju dan Dbsk? ^^

Don't Like? DONT DON READ!

Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik yang maha Esa) *aku rasa gini udah cukup =="

Genre: Teserahlah ~

"Ketika SuJu disentuh Dbsk"

-DrarryLova-

Sementara di kamar Eunhyuk dan Donghae pada pukul 22.28. Yoochun, Junsu, Eunhyuk dan Donghae baru saja masuk ke kamar mereka. Eunhyuk yang pertama kali masuk langsung melempar bantal berwarna biru dan boneka lumba-lumba kesayangan Donghae ke kasur yang ada di bawah.

"Lho? Lho? Hyukkie, apa-apaan ini?" Donghae yang masuk paling akhir protes melihat barang kesayangan untuk peralatan tidurnya di lempar secara brutal ke kasur yang ada di lantai itu. Sang Monky tak menghiraukan omongan si Fishy dan sudah bersiap menyelimuti dirinya.

"Junsu-ah. Kau tidur denganku." Ungkap Eunhyuk dan Junsu berjingkrak kegirangan.

"Tapi, Eunhyuk-ah, Junsu itu— hmmp~~" Mulut Yoochun langsung di sumpal tangan Junsu.

'Tenang, Micky sayang~ aku tidak akan nakal, kok. Hyukkie teman kecilku. Biarkan aku tidur di atas ya? Badanku pegal, nih.' Rajuk Junsu. Yoochun terpaksa mengalah karena Eunhyuk juga yang menyuruh ikan lumba-lumba itu tidur bersamannya.

Donghae terus mengerucutkan bibirnya dan mengumpat-umpat tidak jelas sambil terus memeluk boneka lumba-lumbanya dan beranjak tidur. Junsu lompat ke ranjang sambil memeluk Eunhyuk, sahabat kecilnya. Katanya sih, kangen karena sudah lama tidak tidur bareng dengan Monky itu.

"Aih kangennya~ sama kau, Hyukkie. Semenjak kita sibuk debut sudah lama aku tidak tidur denganmu seperti ini~"Decak Junsu manja sambil memeluk punggung Eunhyuk yang tidur membelakanginya.

"Haahh~"Dengus Yoochun yang mendengar ucapan dolphin-nya ini. Sementara si Donghae, kepala ikan itu sudah terlelap rupanya.

Eunhyuk tidak menyadari gerakan Junsu yang sudah mulai menggrepe-grepe perutnya. Dia masih kepikiran tentang couple EunHae itu. Apakah dia nanti juga akan termakan semua hal dari forum itu dan akan berpacaran dengan Donghae? Ash, Hyukie! Jangan sampai itu terjadi! Batinnya.

Eunhyuk memutar sekedar untuk berhadapan dengan teman kecilnya ini. "Junsu-ah."

"Hm?"

"Kau dan Yoochun, berpacarankah?" Bisik Eunhyuk. Ia takut mengganggu orang di bawah yang sudah tidur.

"I~~Yup!" Jawab Junsu seadanya.

"Karena couple dari pemikiran fans itu?" Tanya Eunhyuk lagi.

"E-Hem! Tapi, karena rasa saying juga, kok." Jelas Junsu sambil kesempatan lagi memeluk tubuh kurus Eunhyuk. "Memang kenapa, Hyukkie~?"

"Mmm, begini." Eunhyuk menelan ludah. Ia juga tidak mau membicarakan hal ini. Tapi, ia penasaran dengan hubungan semacam itu. Ia juga tahu kalau Yunho si leader Dbsk itu berpacaran dengan umma grupnya sendiri. Tapi, apakah boleh jadi homo begitu? Apa enaknya? "Kau pasti sudah lama dengan Yoochun. Kau…. Em, kau, di apakan saja sama dia?"

"Eh, maksudmu apa sih~~" Tanya Junsu sambil mengeratkan pelukannya pada Eunhyuk.

"Ituloh~ kalian berdua bilang tentang masalah… *glek* itu, putting itu~" Kini Eunhyuk semakin mengecilkan volume suaranya.

"Oh. Itu sih, aku sering melakukannya tiap ada waktu." Jawab Junsu santai.

"Eh? Yang benar?" Eunhyuk tak percaya.

"Ya. Putting Yoochun-ah itu manis. Aku juga suka mendengar desahan-desahannya." Timpal Junsu lagi sambil terkikik pelan. Eunhyuk membulatkan mata sipitnya dan lalu….

JEDUUGGG! BRUAKK!

Tubuh lumba-lumba Junsu mendarat sempurna di lantai sehabis melayang bebas dari ranjang Eunhyuk. Dan untung saja tidak menimpa 2 namja yang ada di bawah namun suara ricuh itu membuat Yoochun dan Donghae terbangun.

"Micky, naik ke ranjang!" Perintah Eunhyuk. Dengan ragu-ragu, Yoochun menaiki ranjang sambil meratapi Junsu yang meringis kesakitan dan Donghae yang ngakak sambil mau menangis melihat ketragisan Junsu.

"Kenapa Hyukie-ah?" Tanya Yoochun sambil menarik selimut.

"Huh. Kukira kau yang berperan jadi cowoknya, ternyata si ikan lumba-lumba itu. Pantas saja tadi dia megang-megang aku." Keluh Eunhyuk.

"Oh. Jadi dia begitu sama kau, Hyukkie-ah. Tenang saja, nanti aku akan beri dia hukuman. Dan sekarang, lebih baik kita tidur saja." Ujar Yoochun sambil mengusap bahu Eunhyuk. Ck. Tipe uke-uke yang saling memahami.

0o0

Di kamar YeWook couple. Changmin tidak bisa tidur. Kedua hyung-nya yang memiliki kamar ini sepertinya sudah terlelap.

"Aneh. Kenapa aku tak bisa tidur, ya? Rasanya, kamar ini merinding banget. Kamar ini baunya juga aneh. Ihhh, mistis." Batin Changmin sambil guling-gulingan di kasurnya yang terletak di bawah, di samping ranjang YeWook.

"Ash. Yoochun dan Junsu-hyung juga. Kenapa aku sih yang di jadikan tumbal disini!" keluhnya lagi. Sementara kedua hyung-nya itu mendapatkan moment Hanchul, ketika mereka mendengar gossip tentang Yesung, kedua namja aneh yang penasaran itu mengorbankan Max kecil ini untuk mengambil moment YeWook semampunya. Poor Changmin… T,T

Di kamar ini memang tidak gelap karena Yesung dan Ryeowook tidak biasa tidur gelap-gelapan dan mungkin itu salah satu factor yang membuat Changmin tidak bisa tidur dan kepikiran misi dari kedua hyung-nya itu.

"Nnh~"

Changmin tertegun. 'Suara?'. Tak lama, suara erangan kecil itu terdengar lagi. Changmin langsung menelan ludah. Ia yakin suara itu berasal dari namja yang sedang tidur di atas ranjang. Dengan meragu, Changmin mencoba menengok ke TKP. Dan ia beruntung karena kedua namja hyung-nya pemilik kamar ini memang sudah terlelap. Namun, ada yang aneh dengan kelakuan mereka.

Dengan tangan sedikit bergetar, Changmin menyiapkan kameranya dan secara diam-diam dan tenang mengabadikan moment ini. Mungkin, mereka berdua mengira kalau Max ini orang yang paling cepat tidur. Tapi, sepertinya, hal itu salah besar. Changmin tak akan bisa tidur kalau sedang memikirkan sesuatu.

Dan apakah kalian tahu apa yang sekarang Changmin lihat?

Mungkin ini adalah gerakan reflex dan kebiasaan Yesung. Kedua namja di atas ranjang yang lebih bagus dari pada kasur tipis yang di tiduri Changmin itu memang terlihat jelas sedang terlelap. Tapi, tangan mereka berkata lain. Ia melihat scene dimana baju yang di kenakan Ryeowook terangkat keatas akibat ulah Yesung. Dan Changmin juga bisa lihat kalau hyung berkepala besar itu tengah memainkan nipple di dada Wookie dengan permainan jari-jarinya. Bisa di lihat juga, sesekali tangan Wookie bergerak untuk menyingkirkan tangan Yesung namun Yesung tak mau berhenti sehingga membuat Wookie mendesah dalam tidurnya.

"Ukh…" setetes darah mengalir dari lubang hidung Changmin dan Changmin memutuskan untuk menghentikan pengambilan gambar. 'Sial, seumur hidup aku belum pernah melihat scene sedekat ini.' Umpatnya kesal dan langsung segera beranjak tidur. Rasanya, bulu kuduk Changmin langsung meremang semua. Ahaha, memang YeWook hantu, kah, Yeobo~~ *suara Author terdengar.

0o0

Heechul lagi-lagi uring-uringan di sofa yang akan jadi tempat tidurnya mala mini. "Akh!" Geramnya sambil beranjak bangun. Ruangan tengah memang sepi dan harusnya ia bisa tidur jika tidak ada suara berisik dan disini sudah meyakinkannya untuk bisa terlelap tanpa di temani. Tapi, kenapa dia tidak bisa tidur?

Kruyuuuk~

Aish. Mungkin ini faktornya. "Haduuh, perutku lapar sekali." Keluhnya malang. Akhirnya, ia beranjak pergi ke dapur. Semoga saja ada sisa makanan yang bisa ia makan.

Ketika ia sampai di dapur, tidak ada satu piringpun makanan di tudung saji yang ada di meja makan. Kemudian, dia membuka lemari di atas, tak ada makanan instan dan hanya ada kaleng-kaleng kornet dan Heechul itu tidak bisa masak! Target terakhir, ia menghampiri kulkas dan… TARAAA. Kulkas kosong melompong. Tak ada makanan bahkan camilan. Aish, ia baru sadar kalau penghuni di dorm mala mini tidaklah sedikit dan satu-satunya yang tersiksa hanya dia.

"Tunggu." Ujar Heechul. Ia terdiam sambil merasakan sesuatu dengan indra penciumannya. Ia mencium bau makanan dan dengan penciumannya, ia mencari aroma itu dan berakhir di tempat masak-memasak. "Lho? Ini…" Ia tersentak melihat makanan yang terletak di samping meja memasak.

"Aku tahu Heechul-ah. Kau lapar, kan?" suara dari belakang Heechul membuat dirinya tersentak.

"Kau…" Heechul langsung memasang tampang jutek ketika mendapati Hankyung yang tersenyum bagai malaikat. "Kenapa kau ada disini? Maaf, aku tidak menyentuh nasi goreng Beijingmu." Jelas Heechul dingin. Sepiring nasi goreng buatan Hankyung itu ia yakini bahwa Hankyung lapar dan Hankyung membuat makanan untuknya sendiri, bukan?

"Sudahlah, Heechul-ah. Aku tahu kau bohong." Perkataan itu membuat Heechul mengerutkan alisnya. "Aku tahu kalau terakhir kau makan itu tadi pagi dan siang kau sama sekali tak menyentuh makanan."

Kok? Kenapa Hankyung tahu? Aish, dia lupa kalau tadi siang dia bertemu namja di hadapannya ini dan dia sama sekali tak memesan makanan apapun selain secangkir moccacino. Heechul terdiam. Entah kenapa, ia tak bisa menggubris penjelasan gege itu.

"Aku juga sudah yakin kalau Teuki-umma takkan menyisakan makanan dan aku sengaja keluar untuk bertemu manager masalah jadwal mudikku ke China dan Suju M, sekaligus berbelanja bahan makanan untuk membuat nasi goreng ini." Jelas Hankyung malu-malu bsambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Heechul lagi-lagi tersentak. 'Hankyung keluar membeli bahan makanan juga? Tidak Heechul, jangan terpikat olehnya! Belum tentu nasi goreng itu untukmu kan? Bukannya, Hankyung juga tidak makan malam?' Batinnya.

"Aku juga sengaja membuatnya tengah malam begini agar masih hangat. Maaf ya, aku hanya bisa membuat makanan seperti ini untukmu." Jelas Hankyung kali ini sambil berparas miris.

"Eh? Untukku?" Heechul tak percaya dengan apa yang ia dengar. Hankyung yang tertunduk karena takut mulai menatap Heechul yang di sayanginya dan mengangguk. Heechul terdiam dan rasanya ingin menitikkan air mata.

Sengaja keluar sekalian membeli bahan makanan? Masak tengah malam agar masih hangat? Membuat nasi goreng Beijing yang di cintai para member Suju malam-malam begini hanya untuknya? Untuknya?

Heechul langsung menghambur memeluk Hankyung. Hankyung melotot tak percaya. Padahal, tadi Heechul mendiaminya dan bersikap sangat dingin padanya, tapi sekarang dia memeluknya? Heechul memeluknya?

"Gomawo Hankyung-ah. Maafkan kau karena aku selalu menyalahkanmu tentang hukuman ini." Isak Heechul. Ya, Heechul menangis. Seumur hidupnya, orangtuanya saja tak pernah berlaku seperti Hankyung disaat ia kesusahan seperti ini. Ia begitu terharu ada orang yang rela melakukan ini untuknya.

"Sudah, sekarang kau makan dulu." Jelas Hankyung sambil melepas dari pelukan pujaannya saat ini dengan lembut.

Di ruang tengah. Hankyung senang melihat Heechul dengan lahapnya memakan nasi goreng buatannya. Dan untung saja, member-member yang lain tengah terlelap. Kalau sampai umma tahu, Hankyung pasti langsung di bacok, engga denk, tega amat si Teuki kek gitu, paling-paling, Hankyung kena omelan hingga kupingnya semalaman jadi panas.

Hankyung yang sehabis mengambil air minum langsung meletakkan gelas panjang itu di meja dan ia duduk di samping Heechul.

"Kau juga sudah makan belum? Tadi kau makan sedikit, kan?" Heechul menghentikan kegiatan brutalnya dan menatap Hankyung dengan polos.

'Aish mata belonya ini membuatku cenat-cenut.' Gumam Hankyung sambil menatap mata kucing Heechul. "Aku tidak apa-apa, kok. Yang penting kau. Ayo habiskan."

"Mmm, tidak ah. Kau juga harus makan. Ayo, aaaa~~~" Ujar Heechul sambil menyendok nasi goreng ke hadapan mulut Hankyung. Hankyung tak bisa menolak dan melahapnya pada akhirnya. Wah-wah, ia tidak menyangka perubahan teman sekamarnya itu drastis seperti ini.

Sambil mengunyah, Hankyung berpikir untuk mencoba membicarakan hal yang tadi saat ia menembak Heechul. Ia ingin melupakan hal itu agar hubungannya lebih baik lagi dengan Heechul. Ia ingin Heechul yang seperti ini dan ia juga ingin menarik kata-kata tadi siang.

"Ah, mm, Heechul-ah, masalah di caffee, aku rasa—"

"Mian, Hankyung-ah." Sehabis minum, Heechul yang mendengar perkataan Hankyung tentang pembahasan masalah pacaran itu langsung memotongnya dengan wajah miris. "Aku belum bisa jadi pacarmu, karena, menurutku, itu hubungan yang sulit." Lirih Heechul. Hankyung mengerti dengan maksud itu. Eh? Belum bisa? Hankyung baru sadar dengan kalimat itu. Maksudnya? Heechul mau belajar untuk menerimaku?

"Eh, eh, itu maksudku, aku tidak—"

"Tapi, kalau aku tetap menciummu, tak apa, kan?" miris Heechul lagi. Hankyung tersentak, rasanya dihatinya berkembang bunga-bunga. Ya, asal dekat dengan Heechul saja rasanya sudah cukup. Ciuman? Tentu saja, untuk ini ia akan menerima perlakuan itu dengan segenap hati. "Bolehkan?" Tanya Heechul lagi. Membuat Hankyung tersadar dari kebahagiannya.

"A-Ya. Tidak apa-apa." Jawab Hankyung lembut. Lalu, seketika Heechul mendekatkan wajahnya kepada Hankyung.

"Anggaplah rasa terima kasihku untuk mala mini, Hankyung-ah." Desah Heechul sambil mengeliminasi jarak di antara mereka.

Mata Hankyung berjalan untuk terpejam hingga bibir mereka bertemu. Cup. Bibir mereka sudah menempel . namun, ciuman yang di rasakan mereka kali ini begitu lembut dan hangat hingga lidah mereka juga saling bertaut. Posisi Hankyung tetap seperti itu dengan tangan kanan yang bertumpu di atas sofa dan tangan kiri yang yang mulai memeluk pinggang Heechul. Sedangkan Heechul, dia terlihat menikmati ciuman itu dan seakan ingin memperdalamnya. Tangannya mengalung di leher kekar Hankyung dan jemarinya meremas rambut Hankyung seiring dengan ciumannya.

0o0

Pagi harinya, Heechul sudah terlepas dari hukuman. Semua member termasuk dirinya kini tengah berkumpul di ruang makan untuk sarapan kecuali Yunho, Jaejoong dan Kibum.

Changmin terus memakan sandwichnya sambil memandangi Yesung dengan tatapan horror. Yesung yang tepat di seberang mejanya merasakan ada yang memperhatikan dirinya lalu beralih kea rah Changmin. Namun, dengan segera Changmin menunduk ketika Yesung menoleh padanya. Yesung mengerutkan alisnya ketika Changmin bertingkah aneh seperti itu dan ia yakin Max itulah yang menatapnya semenjak tadi. Sedangkan Wookie masih bulak-balik dapur menyiapkan sarapan. Ia bangun kesiangan sih.

Berkat kejadian semalam, Eunhyuk semakin akrab dengan Yoochun. Mereka berdua sarapan sesekali saling tertawa dengan curhatan masing-masing. Sedangkan Junsu malang tengah di tangani Donghae yang tidak ahli dalam hal pengobatan.

Shindong asyik sendiri mendadani sandwichnya dan maknae super junior terus tersenyum tidak jelas sambil menatap Sungmin yang sedang sarapan. Rasanya, Sungmin sudah menjadi virus di layar PSP-nya dan juga menghilangkan selera makan Kyuhyun.

Henry pasrah di perlakukan seperti anak kecil oleh Zhoumi. Di suguhi ini itu, di pakaikan lap makan, di suapi berbagai makanan yang ada di meja makan dan lain-lain. Mochi yang malang.

Leeteuk sedari tadi menatap Hankyung yang begitu perhatian terhadap Heechul hingga ia tak menghiraukan Kangin yang menyodorkan sarapan padanya. Dan ia juga tak mendengar nasihat Kangin karena ia tengah menyelai rotinya dengan acak-acakan. Tangan bekerja, mata entah kemana, umma-umma~

"Hankyung-ah." Akhirnya sang umma bicara.

"Hm. Iya, hyung?" jawab Hankyung sambil memberikan roti yang sudah di dandaninya pada Heechul yang duduk di sampingnya. Sebisa mungkin Hankyung mencoba tersenyum tenang merespon panggilan Leeteuk. Ia takut Leeteuk tahu kalau semalam ia memasak untuk Heechul.

"Kenapa semalam kau tidur di luar?" Interogasi Leeteuk. Padahal, ia tidak menghukum gege ini, tapi ketika subuh petang Leeteuk terbangun dan ingin minum, saat melewati ruang tengah, ia mendapati Hankyung yang duduk tertidur di sofa dengan Heechul yang terbaring tidur di pahanya.

"Eh? Bukankah, Jaejoong terkilir? Aku takut mengganggu jika tidur di kamar. Lagipula, Heechul-ah tidak bisa tidur kalau tidak ada aku, Donghae, Siwon atau Kibum yang menemani." Jelas Hankyung dengan logat kelembutannya. Heechul yang mendengarnya hanya mengangguk-angguk sambil mengunyah. Itu salah satu kekurangan Heechul dan juga hanya orang-orang yang di sebut Hankyung yang boleh masuk ke kamarnya saja.

Leeteuk tak berkata apa-apa lagi. Lalu, tiba tiba, Kibum yang terlihat sudah rapi berlari-lari ke ruang makan sambil memeriksa barang-barang yang ada dalam tas yang di bawanya.

"Siwon-hyung kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Kibum buru-buru sambil menhampiri bangku Siwon dan menggigit sandwich yang di pegang Siwon. Ia mengunyahnya begitu cepat dan langsung meneguk susu milik hyung sekamarnya itu dengan sekali teguk hingga habis. Sedangkan Siwon hanya bisa cengok melihat angelnya yang sibuk ini.

"Lho? Kibummie? Kau kenapa buru-buru sekali? Mau kemana?" Tanya sang umma. Hankyung menghela nafas lega ketika Teuki beralih kepada Kibum.

"Jam 4 pagi aku di hubungi staf kalau jam syutingku di majukan. Aku berusaha tidur lagi tapi malah kelewat jam bangun seharusnya. Siwon-hyung kok tidak membangunkanku?" jelas Kibum lagi sambil mengerucutkan bibirnya dan mulai memeriksa diri sudah benar-benar rapi.

"Mian, Kibum-ah. Kau terlihat nyenyak sekali dan aku kira kau tak ada jadwal hari ini. Aku tidak tega membangunkanmu." Ratap Siwon dengan muka kucingnya.

"Ara, tidak apa-apa, hyung. Aku pergi dulu." Ujar Kibum tanpa mengalihkan pandangannya dari tas yang di bawanya. Lalu, ia buru-buru pergi meninggalkan ruangan. Tapi di tepi pintu ruangan makan+dapur ini, sahutan Siwon menghentikannya.

"Kibum-ah." Panggil Siwon yang memutar tubuhnya untuk melihat Kibum yang pergi di belakangnya. Kibum yang buru-buru itu terhenti dan sempat menoleh kearah hyungnya. "Biar kuantar."

"Eh. Tidak usah, hyung. Aku naik taxi saja." Tolak Kibum cepat. Siwon mengangkat jarinya sambil minum.

"Oh. Tidak bisa." Ujarnnya sehabis meneguk minuman Eunhyuk yang belum tersentuh oleh Eunhyuk sendiri yang juga kebetulan ada di samping makanannya. "Sudah. Aku antar saja." Siwon beranjak dan berjalan pelan menghampiri Kibum.

"Tapi, hyung juga ada jadwal, kan." Terang Kibum tak ingin merepotkan dan menoleh kearah Teuki yang sudah bersila tangan di dada sambil melirik tajam kea rah punggung Siwon.

"Siwon-ah. Jangan bercanda! Jam 8 kau ada take syuting. Aku tidak mau di omeli lagi oleh sutradaramu."

"Aish, Hyung. Please~ kali ini saja. Kasian Kibum-ah jika dia telat. Aku juga yang salah, kan tidak membangunkannya. Ya? Kumohon Hyung-ku yang baik~"

"Hahh." Leeteuk menghela nafas. "Baiklah. Tapi jam 8 kurang kau harus sudah kembali ke dorm."

"Okk. Ayo, Kibum~~" Ujar Siwon sambil merangkul Kibum keluar ruangan.

Siwon mengeluarkan motor CS-nya dari garasi di dekat parkiran dan langsung menyalakan mesin motor besar itu untuk di panaskan. Kibum melihat jam tangan yang di kenakannya. Pukul 06.49 dan jam 7.15 ia harus sudah ada di tempat. Jika ia naik taxi, dia akan terlambat satu jam. Setidaknya, ia hanya akan termbat 30 menit jika menaiki motor Siwon.

Kibum lalu naik ke jok belakang. Siwon yang sedari tadi memutar-mutar gas tiba-tiba menghentikan gerakan tangannya sehingga suara riuh mesin itu mulai mereda. Kibum kira, mereka akan segera jalan. Namun, Siwon malah terdiam dan membiarkan mesin yang di duduki mereka berdua ini berirama pelan seperti itu.

"Hyung kenapa tidak segera jalan?" Tengok Kibum.

"…mmm" Gumam Siwon sambil membuka kaca helmnya dan menoleh kebelakang, kearah Kibum. Kibum menunggu respon Siwon dari balik kaca helm putih ini. "Aku mau ngebut tapi kau tidak pegangan padaku. Kau mau nanti kau terjatuh?" Desah Siwon manja. Ia juga menatap Kibum seraya mengadu kesal. Kibum terdiam dan perlahan, ia melingkarkan tangan-tanganya memeluk perut Siwon.

Siwon menoleh kearah depan dan tersenyum di balik helmnya. Ia meraih tangan Kibum seraya menyuruh jemari-jemari itu mengeratkan pegangannya sehingga tubuh Kibum mendongak kebelakang dan menempel di punggung Siwon. "Ok. Ayo kita jalan~" Ujar Siwon sambil menancapkan gas dengan kecepatan penuh. Dan tak berapa menit, kedua namja itu menghilang dari pandangan kamera di ujung jalan dari dorm ini.

0o0

Yunho membuka tirai jendela sehingga cahaya mentari masuk ke kamar mereka semalaman ini. Perbuatan Yunho membuat Jaejoong mengerjap-ngerjapkan matanya.

"Yawn~, mnnh, Yunnie~" desah Jaejoong sambil mengusap-usap matanya.

"Selamat pagi, Boo." Ujar Yunho sambil menghampiri Jaejoong dan mencium keningnya. "Ayo cepat bangun. Yang lain pasti menunggu kita di meja makan."

"Iya, ukkh~" Jaejoong ingin beranjak namun tiba-tiba rasa perih menerjang bekas sentuhan Yunho semalam.

"Boo? Ada apa?" Tanya Yunho khawatir dan menahan tubuh Jaejoong.

"Itu. Yang bekas semalam sakit, Yunnie." Ringis Jaejoong.

"Astaga. Mianhae, Boo. Aku mungkin terlalu bersemangat semalam." Ratap Yunho sambil mengusap wajahnya sendiri.

"Ssstt.." Jaejoong menempelkan telunjuknya di bibir Yunho. "Jangan salahkan dirimu, pekerjaanmu semalam sangat memuaskanku, Yunnie. Untuk pertama kalinya kau bisa membuatku tak berteriak kencang di saat kau tengah seperti itu. Aku yakin, aku begitu menikmatinya." Jelas Jaejoong sambil tersenyum nakal dan meraih kepala Yunho untuk melakukan morning kiss.

Namun, Yunho mendorongnya pelan. Dia tahu Jaejoong begitu manja dan membuatnya tak bisa menahan diri. "Kalau begitu, aku ambilkan kau sarapan, ya." Senyum Yunho sambil mencium kening Jaejoong ketika Jaejoong merengut kesal. Yunho beranjak dan berjalan ketepi pintu.

"Yunnie, tunggu. Ukkh~" Jaejoong memaksa berdiri dan dengan terseok-seok, dia menghampiri Yunho. "Aku ikut."

"Tapi, Boo—"

"Aku mau sarapan dengan anak-anakku. Aku mau ketemu member yang lain. Lagipula, di kamar ini bau bulu kucing." Timpalnya dan akhirnya, Yunho mencoba memapang Jaejoong tersayangnya keruang makan.

0o0

"Selamat pagi." Sapa member yang lain ketika melihat Jaejoong dan Yunho.

"Lho? Jae! Kau masih terkilir?" Tanya Teuki yang heran melihat Jaejoong terseok-seok.

"Tidak apa-apa. Pinggangku rasanya agak nyeri sedikit. Mungkin bekas jatuh semalam." Jawab Jaejoong dengan senyum.

Yoochun dan Junsu yang tahu kebenaran hanya pasang mulut merot-merot. 'Dasar, sempat-sempatnya di dorm orang, gitu-gituan.' Batin Junsu saambil menatap namja cantik dan namja kekar itu.

Eunhyuk sang master yadong terus memperhatikan dengan cerdik gerakan Jaejoong. 'Jalan seperti itu kan biasanya habis di sodomi. Apa jangan-jangan Yunho-hyung… aish, Hyukkie, kau tahu kau punya bakat mendefinisikan tentang hal berbau Yadong. Tapi jangan memikirkan sepagi ini!' umpatnya kesal.

Jaejoong melirik kearah Hankyung yang terlihat sedang akrab dengan Heechul. Ah, dia suka pemandangan ini. Ternyata, Hankyung bisa di andalkan juga. Dan sepertinya, Yunho juga tengah prihatin dengan keadaannya. Yunho menyuapi sarapan pada Jaejoong dengan lembut, sabar dan ikhlas. Syukurlah, pagi ini Jaejoong bisa menghirup udara segar tanpa kena darah tinggi akibat marah-marah ^^

TBC

Author : omooo 0,o, bang Siwon, saya pengen deh punya pacar seperti anda ^^

Siwon : Sori thor. Ane cinte ame Kibum seorang. *songong*

Kibum : Ukh… hyung *terdiam*

Siwon : Uwoooh, Kibum-ah, kenapa kau mimisan? Ayo panggil ambulans!*kabur cari ambulans

Author : ini anak satu kok Lebbeee =,=" *liatin Siwon lari secepat kuda*

Kibum : aku malu thor… baru kali ini pegang abs Siwon-hyung… aku juga tadi duduk kaya cewe pas naik motor *malu(tutupin kepala pake kardus)

Author : aiih, manisnya~~~^^

Mind To Review?