Note :
Holla~~~ Author yang telah lama hilang ini kembali muncul :D
HAPPY READING READERS~~~ ^^
Don't Like? DONT DON READ!
Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik yang maha Esa)
Genre: Teserahlah ~
"Ketika SuJu disentuh Dbsk"
Suatu senja di dorm Super Junior…
Nampak terlihat Kangin, Eunhyuk dan Shindong tengah bulak-balik ke kamar KangTeuk. Ya, saat ini, mereka panik karena sang umma tiba-tiba jatuh sakit.
"Kuatkan dirimu, kuatkan dirimu, hyung~" Lirih Kangin sambil memegang tangan Leeteuk yang terbaring lemah di balik selimut tebal di kamar mereka dengan nafas naik-turun. *Udah kek mau lahiran aja =="
"Ba-Bagaimana, Hyung? Apa keadaan umma sudah agak baikkan?" Eunhyuk melongok khawatir kearah Kangin yang tengah serius meratapi ketidak berdayaan Euteuk. Tentu saja, sudah 45 menit Leeteuk dalam keadaan mencemaskan itu.
"Sudah sudah! Kau ambil air kompressan lagi! Shindong-ah, cepat-cepat panggil dokter!" Perintah Kangin terhadap Eunhyuk dan Shindong. Ia sudah benar-benar khawatir dengan demam angel-nya yang tak mau turun. Dengan kelimpungan, Eunhyuk dan Shindongpun keluar dari kamar KangTeuk.
"Ya, Kangin-ah, anak-anak, huuft, brrr." Leeteuk berusaha untuk berbicara, sebenarnya ia juga cemas dengan keadaannya yang seperti ini.
"Husst, husst, Hyung. Tenanglah, sudah ada Sungmin dan Yesung yang menjemput mereka di bandara." Tenang Kangin sambil lebih menggenggam erat tangan Leeteuk. Menyuruh Leeteuk untuk beristirahat sebisa mungkin. Kangin begitu miris melihat keadaan angel-nya ini yang begitu lemah. Rasanya, ingin mendekapnya saja… tapi, Kangin tahu, justru nanti perasaannya akan merepotkan untuk Leetuk sendiri.
Drap Drap Drap.
Derap kaki terdengar mendekat di koridor menuju kamar KangTeuk.
"Ya! Apa umma baik-baik saja?!" Heechul datang dengan paras khawatir dengan di ekori Taemin di belakangnya.
"Hee-Heechul-ah, bisakah kau lebih tenang sedikit." Tegur Leeteuk dengan nada berat. Sedangkan Taemin malah menitikkan air mata, tidak tega melihat Leader yang tegar itu kini jatuh sakit.
"Aku bawa obat. Tadi kami membelinya dalam perjalanan." Heechul langsung menghambur kearah KangTeuk dan langsung mengeluarkan obat yang dibelinya dan sebotol air putih. Dengan sigap, Kangin langsung membantu Leeteuk untuk setengah duduk dan member obat itu padanya.
"Bagaimana dengan Jinki?" Tanya Leeteuk setelahnya.
"Onew-hyung sepertinya tidak ada, biar aku yang mewakilkannya, Leeteuk-hyung." Ujar Taemin berani meski dia masih setengah menangis melihat demam Leeteuk yang memilukan.
"Ah, Taeminnie… beritahukan saja dia nanti, kalau nanti dia yang menggantikan aku menjadi MC di Mubank kamis depan,,, aku rasa, aku memang harus beristirahat."
"Mm! baik, Hyung!" Angguk Taemin.
"Ya, Ya! Air kompres datang!" Eunhyuk muncul sambil membawa bak berisi batu es dengan selembar kain kecil.
"Sudah, sudah! Kalian berisik sekali! Biarkan Leeteuk-hyung beristirahat!" Usir Kangin pada Eunhyuk, Heechul dan Taemin setelahnya.
Leeteuk yang merasa pusing, membiarkan matanya terpejam dan menyerahkan semua urusan perawatannya pada Kangin. Dia sampai saat inipun, tidak sadar, kalau selama ini, hanya Kangin yang begitu bisa merawatnya…
0o0
Sementara itu, Sungmin dan Yesung yang menunggu di Loby airport, masih terdiam duduk di bangku sana hanya untuk menjemput anak-anak SuJu-M. Nampak sedari tadi wajah Sungmin cemberut dan terlihat bosan. Sedangkan Yesung, dengan perasaan deg-degan, berusaha duduk setenang mungkin untuk menyambut malaikat kecilnya yang tak sabar ia menemuinya sesegera mungkin untuk memastikan.
Padahal, beberapa menit barusan, keduanya bersama dalam perjalanan pulang karena panik mendengar umma Su-Ju itu jatuh sakit. Karena harusnya Euteuk yang menjemput anak-anak, karena kebetulan mereka ada dalam perjalanan, akhirnya mereka berdua diminta Kangin untuk menjemput anak-anak Suju-M.
28 menit menunggu, dan pada akhirnya, segerombolan namja keluar dari area masuk dan langsung mengenali Sungmin dan Yesung disana. Merekapun menghampiri kedua namja yang berdiri menyambut mereka itu.
"Apa benar Umma sakit?" Tanya Hankyung cemas.
"Kami juga belum lihat keadaannya. Kami dari managemet dan langsung kesini." Jawab Sungmin. Sepertinya dia tengah mengantuk. Ryeowook langsung memeluk mantan teman sekamarnya itu kangen. Ya, karena biasanya, Sungmin yang selalu perhatian padanya. Ketika tersenyum dan menoleh kesamping, Yesung yang tersenyum bahagia tengah merentangkan tangannya, menunggu malaikat kecil itu memeluknya dan tiba-tiba saja…
BLUSSH.
Wajah Ryeowook bersemu merah. "A-aku ke kamar mandi sebentar ya~ a-ayo, Kyu!" Tanpa sadar, Ryeowook menarik tangan Kyu yang tahu apa-apa dan lari terbirit-birit keluar Loby.
Yesung mengerutkan alisnya. Tapi, ia juga marah karena Ryeowook menarik Kyuhyun?! Dan pada akhirnya, dia malah mengekor mereka berdua.
Setelah Ryeowook yang merasa sudah berhasil kabur dari Yesung dan merasa sudah berada sejauh mulai menghela nafas sebanyak-banyaknya.
"Ya! Hyung! Wae?" Protes Kyuhyun yang tidak mengerti dengan tingkah member ter-innocent di SuJu ini. Sedih memang ketika melihat wajah Sungmin yang tak begitu peduli pada Kyu sehingga ia rasanya ingin ikut lenyap saja dari sekitar anak-anak dan kebetulan ia juga di tarik oleh Ryeowook.
"Sudah, diam saja." Ancam Ryeowook yang tak begitu menakutkan di mata Kyu. Kyu menyandarkan diri di dinding dengan wajah cembetut. Sedangkan Wookie masih mengatur pernafasannya sampai-sampai…
"Yesung-hyung!" Lambai Kyu pada namja di selubung orang-orang berlalu-lalang yang terlihat memang menuju kearah keduanya. Membuat sontak Wookie yang saat ini memang memunggungi Kyuhyun. Ia berharap, Kyu hanya bercanda. Wookie berdebar kencang dan menutup matanya rapat-rapat, semoga Kyu salah memanggil nama orang…
"Sedang apa kalian disini?" Wookie tersentak mendengar suara bass nan dingin itu. Tak salah lagi, itu teman sekamarnya. Wookie bertahan untuk tidak membalikkan badan. Ia masih bingung untuk berlaku apa pada namja yang sekarang sudah DICINTAINYA?
"Wookie? Kau sakit?" Tengok Yesung cemas. Curiga dan marahpun ada karena malaikatnya menggandeng seorang evil-kyu kemari.
"Ah-emm-emm, aku baik-baik saja, hyung…" Suara gentar wookie menjawab tanpa melihat kearah si penanya sekalipun. Membuat Yesung semakin mengerutkan alisnya.
"Ah, bohong dia Hyung. Sepertinya, Wookie-hyung baru merasa jetlag." Tambah Kyuhyun sok tahu.
"Sebaiknya, kau pergi saja. Kyu." Yesung menarik Kyuhyun menjauh dari Wookie dan tak mengindahkan magnae itu. Justru, Yesung semakin penasaran dengan keadaan Ryeowook yang aneh menurutnya.
Kyuhyun yang merasa tak di butuhkan akhirnya melangkah menuju dimana anak-anak yang lain menunggu dan meninggalkan YeWook. Setelah Kyu sudah berada jauh di belakang Yesung. Yesung yang agak marah, membuka pintu toilet dan menarik paksa Wookie ke dalam, dan ia memilah-milah kabin toilet yang dirasanya cukup sepi.
Ketika sudah masuk dalam Kabin, tenaga Wookie yang memang lemah dari Yesung, membuat Yesung dengan mudah membalik tubuh Wookie menghadapnya dan menghimpit tubuh kecilnya itu antara dinding dan tubuhnya.
"Sebenarnya kau ke—" Yesung tercengang ketika melihat wajah Wookie yang merah padam, tidak bisa berkata apa-apa, gugup dan nampak menitikkan air mata.
'Manis~' gumam Yesung sehingga ia tak bisa menguasai rasa cintanya terhadap Ryeowook.
Wajah Yesung berubah serius, matanya mulai menyayu menatap bibir mungil Ryeowook. Jemari tangan kanannya mulai melingkar di bawah dagu Wookie sedangkan tangan kirinya ia jadikan tumpuan untuk mengunci tubuh Wookie.
Perlahan, bibir Yesung membuka dan mulai menepi kearah bibir Wookie. Wookiepun entah kenapa, untuk kali ini, ciuman ini yang begitu ia tunggu dan begitu merasa berdebar-debar. Bukan takut, justru malah gugup. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta? Kenapa harus kepada namja yang perhatian ini terhadapnya?
Yesung mulai memakan bibir Wookie seluruhnya dan Wookie menerima itu dan mulai membalas setiap sentuhan Yesung.
"Mmnnh, mmnhh." Yesung sampai membuka matanya ketika ia melihat Ryeowook memejamkan mata dan menikmati ciumannya kali ini. Ah bahagianya…
0o0
Kyu berjalan bingung. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, tapi Kyu merasa moodnya sedang tidak bagus.
BRUUK!
"Ah! Mianhae!" Kyu buru-buru membantu orang yang terjatuh akibat menabraknya yang tidak memperhatikan jalanan di tempat yang ramai seperti ini. "Su-Sungmin-hyung?!"
"Haiissh." Decak Sungmin kesal sambil membersihkan pakaiannya dengan menatap sebal Kyuhyun. Sebegitu bencinya~ TT,TT
"Ke-kenapa hyung ada disini?" Tanya Kyu takut-takut. Sebenarnya ia paling malas meladeni Sungmin yang sepertinya sedang galak ini. Tapi rasanya Kyu kasihan, Sungmin terlihat seperti tersesat.
"Anak-anak lain udah pulang duluan. Siwon katanya menjemput Kibum. Aku itu sedang mencari Yesung, Wookie dan kau! Haiish, aku malah tersesat, terjatuh lagi!"
Tuhkan benar, dia tersesat… "Wookie-hyung aman kok bersama Yesung-hyung. Hyung tenang saja."
"O-Ok kalau begitu! Ahh!" Ketika Sungmin memutar balik dan mulai melangkah, kakinya terasa ngilu. Kyu sampai membuang tas besarnya hanya demi menolong Hyung-nya agar tidak jatuh.
"Hyung baik-baik saja?" Tanya Kyu cemas.
"Hiks! Tuhkan ini gara-gara kau! Kakiku keseleo kan!" Rengek Sungmin menyalahkan.
Kyuhyun yang panik dan begitu menyayangi Hyung-nya yang manja itu mulai menawarkan diri untuk menggendong Sungmin. Tanpa ba bi bu, Sungmin yang daripada harus tertatih-tatih melangkah, dia lebih baik di gendong Kyu walau ia tahu Kyu membawa tas sebesar itu.
0o0
Siwon memarkir mobilnya hampir terburu-buru. Tadi, dia disms Kibum untuk menjemputnya dan akhirnya dari bandara, Siwon meminjam mobil salah satu bodyguard untuk menjemput Kibum di lokasi syuting. Lagipula, ia juga khawatir karena malam sudah semakin larut.
Siwon bertemu para kru yang bekerja sama dalam film Kibum dan di persilahkan duduk di tempat untuk menunggu. Meski ia khawatir pada keadaan Leeteuk, tapi dia lebih tidak sabar lagi untuk melihat Kibum. Ia juga tidak tahu berapa kecepatan mobil yang ia bawa sampai ia tiba disini, masih terlihat di kejauhan sana Kibum masih berakting. Meski ingin sekali memeluk tubuh berkulit putih mulus itu, tapi Siwon juga tak ingin kalau kehadirannya malah mengganggu jadwal syutingnya. Akhirnya, Siwon setia menunggu sampai tugas Kibum selesai.
35 menit kemudian…
"Kibummie, terima kasih untuk hari ini." Seorang Yeoja lawan main Kibum yang Siwon tahu bernama Go Hara menghampiri Kibum dan memeluk juga cipika-cipiki pada Kibum.
Siwon reflex berdiri untuk menghampiri tapi tertahan. Siwon tak mau tidak bisa mengendalikan diri sehingga malah merepotkan Kibum. Cemburu? Hei! Tentu saja! Bahkan Siwon bersumpah tak ingin Kibum menjadi milik yang lain selain dirinya. Tapi, bagaimana ia melakukannya?
Akhirnya, Siwon pasrah dan mendudukkan kembali dirinya. Ia hanya bisa melihat Kibum berbincang dengan Yeoja itu dengan tatapan sedih. Ya, Kibum kelihatan senang berbicara dengan yeoja bertubuh mungil itu.
"Hyung, maaf lama menunggu." Ungkap Kibum ketika berada di hadapan Siwon. Siwon langsung beranjak dan menjawab dengan senyum tulus seperti biasanya.
"Sampai kapanpun aku akan terus menunggumu dengan setia." Jawab Siwon. Kibum hanya tersenyum kecil. Baginya, jawaban Siwon tadi begitu lebay.
Mereka berdua lalu meninggalkan lokasi dan mulai berjalan menuju parkiran. Di sepanjang jalan, Siwon yang rindu mencoba untuk berbincang, walau terlihat Kibum begitu lelah.
"Kau nampak bahagia sekali…" Desah Siwon yang berjalan di samping Kibum tapi agak terbelakang.
"Wae?" Tanya balik Kibum dengan nada datar dan senyum yang selalu membuat Siwon mati rasa.
"Kau suka dengan gadis itu ya?" Sindir Siwon. Tidak senang juga rasanya membicarakan orang lain selain mereka. Tapi, ini menyangkut perasaan Kibum dan penasaran Siwon.
"Haish, Jinjja? Terlihatkah?" Kibum nampak tersenyum lebih lebar lagi. Dan ada sedikit rona merah di wajahnya. Ini yang Siwon takutkan. Padahal, Siwon berusaha untuk memperhatikan Kibum di luar dorm, tapi jadwal-jadwal brengseknya hanya bisa membuat ia mengetahui kabar Kibum lewat ponsel dan itupun terbatas. Siwon juga mengerti kalau Kibum berbeda dengannya. Kibum menyukai wanita, sedangkan ia menyukai Kibum. Ini yang Siwon sesali, ia berusaha menghindari Kibum dari apa yang di sebut… JATUH CINTA!
Mereka berdua sampai di depan mobil hitam yang Siwon bawa dengan kecepatan penuh tadi. Ketika Kibum membuka pintu di sisi bangku pengemudi, ia sangka Siwon membuka pintu di sisi lain dan ia tidak tahu kalau Siwon justru berada di belakangnya.
BRAKK!
Kibum jatuh tertidur di bangku depan dan pintu yang ia buka memang sudah tertutup dengan kasar, tapi, Kibum kaget ketika Siwon menahan tangannya dan berada di atasnya.
"H-Hyung?" Kibum tidak tahu apa yang terjadi dengan Siwon. Tapi, reaksi ini, seperti Siwon mencintainya saja dan marah karena ia berbicara dengan yeoja? Oh ayolah Kibum, pemikiran anda di luar kenyataan. Mana mungkin, Namja tertampan di Super Junior dan sering mendapat jeritan-jeritan gila dari berbagai yeoja cantik menyukaimu, Kibum?! "H-Hyung, a-ada apa?" dan tanpa Kibum sadari, tubuhnya bergetar ketakutan melihat tatapan Siwon yang terlihat marah dan juga tak ada kata yang keluar dari mulutnya yang tengah menggertak.
Kibum ketakutan dan ia memalingkan wajahnya dari Siwon dan memejam dalam-dalam. Kibumpun tanpa sadar mulai menitikkan air mata. Kibum lelah, malam sudah semakin larut, dan ada apa dengan Siwon?!
Melihat reaksi Kibum yang sepertinya ingin cepat-cepat menghindar dari dirinya, membuat tatapan Siwon menjadi miris. Ia terluka. Berusaha sebaik apapun pada Kibum, Kibum tak juga menyadarinya. Ia gila karena ingin memilikimu, Kibum!
"!" Kibum tersentak ketika Siwon mengangkat punggungnya dan memeluk tubuhnya.
"Maafkan aku sudah membuatmu takut, Kibummie…" lirih Siwon berat. Dan ketika telah mengucapkan kata itu, Siwon keluar dan kembali duduk di kursi kemudinya. Selama perjalanan pulang, tak ada satupun dari mereka yang berbicara.
0o0
Anak-anak Su-Ju M pulang ke dorm dengan selamat dan bergegas menjenguk sang umma. Di ikuti kepulangan KyuMin dan YeWook. Dan dua jam setelahnya, SiBum pun tiba di dorm. Siwon dan Kibum berusaha menutup-nutupi kejadian sebelumnya. Padahal, sepertinya, Siwon seperti tidak ingin berbicara dengan Kibum.
Kondisi Leeteuk sudah agak membaik sejak semua anak-anaknya menjenguk satu persatu. Dan malam itu, suasana di dorm Suju mulai menghening tak rebut seperti biasanya.
Sungmin tertidur di pelukan Kyuhyun yang mengobati luka di kakinya. Meski Kyu tahu Sungmin ketiduran mungkin karena lelah, tapi setidaknya, Kyu menikmati detik-detik ini dan mulai mengusap rambut lembut hyungnya itu di kasur pink milik Sungmin ini.
Yesung dan Ryeowook yang sudah saling mencinta mulai lembur malam ini di kamar mereka. Malam pertama yang membuat mereka merasakan indahnya jatuh cinta dan memiliki satu sama lain.
Siwon terduduk di ranjang putih di kamar mereka dengan jendela yang masih terbuka sehingga hawa dingin menusuk punggungnya. Tapi ia tak mempedulikan itu, siwon memejamkan matanya dan berpikir dengan keras. Ia menyesali perbuatannya malam ini karena telah membuat Kibum jadi takut padanya. Ia mulai menjernihkan pemikirannya sendirian di kamar ini.
Heechul tertidur pulas di antara Taemin dan Hankyung. Taemin yang bagai adik kembar Heechulpun tengah tertidur pulas sambil memeluk Heechull. Hanya Hankyung yang belum bisa tidur karena memikirkan Leeteuk yang belum ssehat benar, dan ia mulai melihat Heechul yang tidur memunggunginya. Hankyung tersenyum dan mengusap lembut punggung Heechul. Mungkin, karena ia juga merindukan namja ini… hankyung sebelum memejamkan matanya mengecup pelan ke punggung berkaos putih tipis itu.
Donghae sudah asik tidur dengan lumba-lumba birunya di kamar HaeHyuk. Ash, Jeongmal!? Sebegitu lelahnya kau Hae sampai membuat pulau seperti itu?!
Kibum meminta untuk tidur bersama Leeteuk. Kibum memang paling cemas dengan keadaan member yang sedang terluka. Waktu Heechulpun ia yang paling khawatir. Dan kali ini, ia tidur di kamar Leeteuk sekaligus untuk menghindar dari Siwon. Ia ingin Siwon menenangkan dirinya dulu.
Sementara yang lainnya, memilih tidur di ruang tengah yang tak jauh dari kamar KangTeuk. Menjaga takut-takut Leeteuk terbangun dan menginginkan sesuatu. Karena, mereka yakin benar, Leeteuk yang demam pasti pusing untuk berjalan jadi mereka jaga-jaga untuk membantu Leeteuk jika terbangun malam-malam.
Kangin dan Shindong tertidur duduk di salah satu sofa dengan saling bersandar. Eunhyuk tidur di bawah mereka sambil memegang baskom. Jaga-jaga kalau ia di suruh ambil air kompresan lagi.
Zhoumi tertidur duduk di bangku yang lain dengan Henry yang kepalanya berada dip aha Zhoumi. Henry yang tidur lebih dulu, dengan sayangnya Zhoumi menyelimuti badan mungil Henry dengan selimut.
Ya, mala mini malam mencemaskan untuk keluarga Super Junior. Suasana begitu hening. Banyak hal yang terjadi pada masing-masing anggota. Tapi mereka mencoba meredamnya.
Hussst, Umma Leeteuk sedang sakit, semoga cepat sembuh, umma~
0o0
Di malam yang sama di dorm DBSK…
"SUDAH! KAU DIAM SEBENTAR!" Yunho berteriak tepat di depan Jaejoong. Yoochun yang tengah mengobati luka-luka Changmin pun merasa khawatir. Changmin saja sudah menangis melihat pertengkaran mereka lagi.
"TAPI INI SUDAH KETERLALUAN! SOOMAN SUDAH MELUKAI MAGNAE KITA! AKU TIDAK TERIMA YUNHO-AH!" Jaejoong tak kalah kalap dan mulai menyerang Yunho dengan pendiriannya.
"AKU LEADER DISINI! DAN INI URUSAN KITA! KITA HARUS MENYELESAIKANNYA SENDIRI! SOOMAN PEMILIK MANAJEMEN KITA, BOO!" Yunho tak mau kalah karena ia merasa ia bisa mencari solusi ini dengan jalan damai.
"Ya, U-Umma, A-Appa. Sudahlah…" Junsu mencoba untuk melerai walau ia paling takut melihat mereka berdua yang sedang bertengkar.
"AKU AKAN LAPORKAN INI! MEREKA HARUS TAHU KITA DISIKSA!" Jaejoong mulai ambil tindakan. Dengan segera Yunho menarik tangan Jaejoong dan menamparnya.
Semua kaget. Bahkan, Jaejoongpun juga terpaku.
"KALAU KAU AMBIL TINDAKAN CEROBOH! AKU TAK AKAN MEMAAFKANMU, BOO! PERGI KAU DARI SINI! KAU MEMBUAT SEMUA PEMIKIRANKU KACAU!" Usir Yunho tidak main-main. Jaejoong seketika menitikkan air mata dan mulai pergi dari dorm mereka di malam yang larut ini.
"Umma—"
"Berhenti disitu Junsu!" Cegah Yunho agar Junsu tak menyusul kepergian Jaejoong. Yunho mulai meredam amarahnya dan ikut mengobati luka Changmin.
Ya, perbedaan pendapat memang sering membuat YunJae bertengkar. Tapi, YooSuMin sekarang mulai takut. Karena baru kali ini mereka melihat Yunho menampar Jaejoong.
Semoga dorm ini kembali damai…
TBC
Yunho : Darimana aja thor? *menatap mematikan*
Author : A-Anu, kerja, oppa… *bow*
Siwon : Udah berapa bulan bikin aku ga liat Kibum, hm? *nyindir*
Author : em-empat bulan ya, Oppa… *tambah nunduk*
Hankyung : Mana scene gua ciuman sama Heechul lagi?! *malak Author*
Siwon+Yunho : YA! ITU BUKAN BIKIN AUTHOR BERSALAH! *getok Hankyung*
Jaejoong : MWO!? BARU MUNCUL AKU LANGSUNG DI TAMPAR SAMA YUNNIE?! *baru baca endingnya*
Author : A-Ampun OPPAAAAA~~ *kabur sebelum di cium ketek Jeje*
…
LOVELY READERS~~~ Maaf baru muncul lagi ya aku TT,TT
Semoga fic terusan ini cukup memuaskan untuk readers yang menunggu fic ini di teruskan. Akhir kata, Mind to review? :3
