Note :
Chapter 10 is UP!
APA YANG AKAN TERJADI DENGAN PARA COUPLES?
Ah, mereka dalam dilema! Ayo saksikan chapter ini~~
Don't Like? DONT DON READ!
Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik yang maha Esa)
Genre: Teserahlah ~
"Ketika SuJu disentuh Dbsk"
Siang itu, terlihat Hankyung tengah berlari terburu-buru kearah sebuah pemandian. Ketika ia masuk kedalam, ia memutar kepalanya untuk mencari seseorang. Nafasnya masih terdengar menderu ketika matanya mendapatkan sosok yang ia cari.
Jaejoong dengan kaos dan celana pendek hijau yang sama-sama berwarna hijau muda. Terlihat handuk yang tedapat lipatan melingkar disisinya dengan warna senada bertengger diatas rambut berwarna pirang itu.
"Hyung-ah." Sahut Hankyung mendekati Jaejoong yang terduduk diam sendirian menjauh dari orang-orang.
"Hankyung-ah!" Ketika Jaejoong menyadari ada sosok di depannya, ia langsung memeluk Hankyung dan tersedu. "Huks, aku benci! Aku kesal…" Isaknya.
"Wa-wae, hyung? Ah, jebal. Tenanglah." Hankyung merasa salah tingkah dipeluk namja cantik dari dorm lain itu.
Jaejoong mulai menenangkan tangisnya dan dengan perlahan menceritakan masalahnya pada Hankyung.
…
Wookie kesiangan hari itu. Semalam merupakan malam panjang baginya dan Yesung. Tapi, ketika dia selesai mengucak-ucak mata, ia tak mendapati namja berkepala bulat itu ada di sampingnya. Ketika ia melihat jam di ponselnya yang tergeletak tak jauh darinya, Wookie berseru.
"Jinjja?!" Dia tak percaya, dia yang tak pernah absen bangun pagi ini?!
Wookie buru-buru turun dari ranjang untuk bergegas menyiapkan dirinya. Ia benar yakin, member yang lain bukannya lupa membangunkan Wookie, tapi, mereka memang tak ada yang berani masuk kekamarnya dan Yesung.
Setelah beberapa menit kemudian, terlihat Wookie berjalan kearah ruang tengah. Disana terlihat Eunhyuk dan Shindong yang sedang main PS.
"Yang lain kemana?" Tanya Wookie heran. Padahal, Leeteuk masih sakit, tapi dorm terlihat sepi.
"Sedang jalan-jalan." Jawab Eunhyuk tak mengalihkan pandangannya dari layar tv.
"Jalan-jalan?" Wookie tambah heran saja. Memang benar, jadwal Super Junior kosong karena Leeteuk sedang sakit. Tapi, apa berarti Yesung juga sedang jalan-jalan? "Semuanya jalan-jalan?" Tanya Wookie meyakinkan. Kok tak ada yang mengajaknya?
"Ah, Aniyo. Cuma Sungmin, Kyuhyun dan Heechul." Tambah Shindong.
"?" Wookie melipat kedua tangannya dan mengerutkan alisnya kesal. Bahkan, kini, posisinya tepat di hadapan mereka berdua yang tak focus menjawab pertanyaannya.
Shindong dan Eunhyuk berhenti menekan tombol-tombol PS dan menunduk takut sekaligus bersalah. Wookie yang innocent itu kalau lagi PMS suka marah tak jelas *lho?
"Mmh. Kangin-hyung ada bersama umma di kamar. Hankyung-hyung keluar sendirian katanya ada perlu. Donghae kami tak tahu dimana." Jawab Eunhyuk canggung.
"Siwon sedang pulang kerumahnya, Kibum biasa sibuk syuting, dan Yesung pergi ke management." Tambah Shindong.
Pergi ke management? Untuk apa? "Sipp." Ungkap Wookie. Pada intinya, dia hanya ingin tahu dimana Yesung. Iapun langsung bergegas kedepan pintu dorm.
"Oh, ya, Wookie-ya! Tadi Yoochun dan Junsu kemari, dia Tanya oleh-oleh darimu untuk Changmin, kami tidak tega membangunkanmu, sepertinya kau lelah." Tambah Shindong.
"Ah. Ne, Gomawo." Jawabnya. Ia lupa pada si jangkung dari Dbsk itu. Tapi, ia ingin pergi ke management dulu untuk menguntit 'kekasihnya' itu baru sorenya pergi ke dorm Dbsk.
0o0
Kyuhyun menghela nafas panjang sambil memperhatikan punggung Zhoumi di kejauhan sana yang masih tersenyum menemani Henry belanja. Tak lupa, mulut Kyu komat-kamit mengutuk burung kakak tua sialan itu!
Kenapa itu bisa terjadi?!
Ya, saat ini, tangan kanan Kyu, penuh dengan belanjaan si tante, Heechul. Dan tangan kiri Kyu, penuh dengan belanjaan malaikatnya, Sungmin. Heechul dan Sungmin memang paling klop untuk masalah berbelanja, mereka selalu berdua karena mereka penyuka barang-barang manis.
Dan disana?! Zhoumi hanya memegang satu kantung kecil belanjaan Henry. Henry memang tak suka berlama-lama untuk shopping. Dia paling hanya memilih barang elegan yang memang di butuhkannya saja. Tak perlu banyak asalkan dibutuhkan saat-saat ini.
Terlihat Henry masih lama memilih-milih dan sesekali minta pendapat Zhoumi. Zhoumipun menjawab sesuai dengan seleranya cocok tidak untuk dipakai Mochinya. Sehingga, mereka seperti pasangan yang memang berkencan saja.
Sedangkan Kyuhyun?
Heechul dan Sungmin, kalau suka hanya dalam sekali lihat, mereka pasti langsung beli, beli dan beli.
"YA! Heechul-hyung! Bawa barang belanjaanmu sendiri!" Kyuhyun berhenti dengan kesal. Heechul dan Sungmin yang berjalan di depannyapun terhenti dan menoleh pada Kyu.
"Ya, Kyunnie! Kalau saja Hankyung tidak ada acara, dia juga pasti yang akan membawanya kok! Bawa saja kenapa sih." Jawab Heechul tak mau tahu. Kyuhyun sweatdrop mendapat jawaban seperti itu. Memang, kali ini dia baru merasakan seperti ini, itu karena ia ingin mendekati Sungmin! Dan ia juga baru tahu kalau menemani Sungmin berbelanja ternyata bakal separah ini… rasanya ingin menangis saja. Bahkan, ia juga prihatin sebaik apa orang China itu sehingga tahan pada nenek sihir penyiksa macam Heechul.
"Mi-mian ya, Kyu. Aku tidak bisa bawa belanjaannya sendiri karena kakiku masih terasa nyeri…" Sungmin merasa tidak enak dan mulai mengeluarkan puppy-eyesnya.
"Andwae! Andwae! Barang-barang Hyung, biar aku saja yang bawakan." Ujar Kyuhyun gagah berani.
"Kalau begitu, aku minta tolong belanjaanku juga ya. Bahuku sedang sakit." Jelas Heechul sadis lalu kembali melangkah bersama Sungmin.
Omaak. Kini, Kyuhyun sudah benar-benar merasakan encok. Poor Kyu.
0o0
Siwon masih setia memegang setir dengan pandangan lurus kedepan. Tapi, dalam mata tajam itu, tak ada yang nyata. Ya, Siwon tengah melamun dalam kehampaan jalanan panjang menuju kediamannya ini. Ia masih terpikirkan satu hal, satu hal yang tak akan pernah bisa ia tinggal meski hanya dalam satu jam saja. Yaitu, cinta Kibum-nya…
Apakah ia harus menyerah?
Ia tahu. Ia tahu benar justru Kibum lebih mesum terhadap wanita ketimbang dia sang pria idaman wanita. Bahkan, ia masih ingat Kibum pernah marah karena wanita yang di taksirnya malah menggoda Siwon. Siwon sampai bersembah sujud kepada angelnya itu hanya untuk Kibum bisa memaafkannya. Karena dalam kasus ini, Kibum takkan pernah menyalahkan seorang wanita.
Ya, Kibum pencinta wanita…
"Kibum-ah…" Desah Siwon lirih. Ia benar-benar menginginkan Kibum, tapi, bahkan malam itu, Siwon melihat langsung di depan matanya wajah Kibum yang tersipu ketika dia menyindir Go Hara. Kini Siwon benar-benar depresi, apa yang ia lakukan untuk bisa melupakan Kibum yang paling dicintainya?
Bahkan, dengan menjauhkan dirinya dari Kibum saja sudah terasa sakit. Ia benar-benar tak bisa bahagia tanpa Kibum disisinya…
0o0
Siang itu, suasana sedang hangat-hangatnya di kamar KangTeuk. Demam Leeteuk sudah agak mendingan dan kini, namja cantik itu masih bergemul selimut namun mendudukkan dirinya dan menyandarkan punggungnya dengan bantal. Nampak, di depannya ada Kangin yang tengah memegang semangkuk bubur.
"Aaaa~" Kangin memperlakukannya seperti anak kecil.
"Am." Leeteuk dengan lemah membuka mulutnya dan dia terharu dengan kehadiran Kangin yang selalu menomor-satukannya. Lelaki bertubuh gumpal itu tak pernah sekalipun marah kalau bukan karena kebaikkannya. Ya, baru kali ini Leeteuk mengalami sakit separah ini dan hanya Kangin yang paham penderitaannya.
Bahkan, Leeteuk tak percaya, perhatian Kangin lebih daripada wanita maupun ibunya.
Ya, Kangin sangat berharga dalam hidup Leeteuk. Tapi, tak ada yang special. Hanya teman.
Tak seperti sebaliknya di pihak Kangin. Kangin berharap, agar suatu saat nanti ia boleh mengungkapkan perasaan cintanya yang meluap pada Leeteuk. Ia ingin menjadi kekasih sah yang melindunginya. Ya, itu kalau Leeteuk benar-benar bisa tertarik pada seorang pria.
Kini, mereka berdua hanya saling memendam perasaan masing-masing dalam diam.
0o0
Wookie sudah sampai di Management, tapi, loh? Apa yang sedang dia lakukan? Namja berbadan kecil itu tengah bersembunyi di balik dinding tembok. ya, Wookie tidak ingin kedatangannya di ketahui. Ia ingin tahu, sebenarnya, apa yang kekasihnya itu lakukan di management dan sampai tak sempat sms, menelepon atau apapun yang mengabarinya?
Ini tanda-tanda Wookie benar-benar jatuh cinta. Apa yang Yesung lakukan, itu bermasalah untuknya…
Padahal, Yesung tidak dalam waktu yang sempit bisa mendapatkan hati Wookie, tapi kenapa namja berkepala bulat itu menyia-nyiakannya?
Wookie nampak celingukan. Hari ini, banyak orang di management.
'Ah! Itu Yunho dan YooSu!' Ungkapnya dan reflek ingin mengejar mereka, tapi niatnya diurungkan karena saat ini, Wookie tidak ingin di ketahui keberadaannya disini. Lagipula, Changmin juga tak ada bersama mereka. Hm, sepertinya, Jaejoong juga tak ikut bersama mereka, tumben sekali, biasanya, dimana ada Yunhi disitu ada Jaejoong.
Mata wookie terus tertuju pada tiga namja itu sampai Wookie melihat yeoja yang mengajak ngobrol Yunho, Wookie tahu siapa yeoja itu, dia Go Hara, lawan main Kibum di filmnya.
Tiba-tiba pada saat itu, ada seorang namja berkepala bulat dengan rambut jabrik melewati mereka. Ya! Itu Yesung!
Wookie memunculkan senyumnya dan menguntit namja itu. Dilihat dari belakang, sepertinya Yesung sedang tidak bersemangat. Ketika Yesung memasuki suatu ruangan, Wookie diam-diam mengintip dan betapa terkejutnya dia.
"Gomawo, Oppa." Ungkap dua orang Yeoja sambil menerima minuman kaleng dari Yesung. Yesung hanya tersenyum biasa menghadapi kedua yeoja itu.
Yeoja itu Moon Geun Young dan Seo Woo kan?
Kalau tidak salah, mereka berdua bermain dalam drama SBS, Cinderella's Stepsister? Dan tak berapa lama, Taecyon dari 2pm menghampiri mereka bertiga. Benar, kan? Sebenarnya? Apa yang Yesung lakukan disana? Pengisi soundtrack, kah?
Pantas saja, sibuk sekali dia dengan dua neomu yeoja itu…
Dan dalam keadaan kesal, sedih dan marah, Wookie akhirnya meninggalkan tempat itu dan kembali pulang ke dorm.
"Yesung-hyung pasti tertarik dengan yeoja… sampai membelikan minuman segala…" gumamnya lirih sambil menuju jalan pulang.
0o0
Wookie terus termenung dalam kamarnya. Ia sedang lesu untuk melakukan aktivitas apapun. Dia terus memandangi ponselnya. Sampai sore inipun Yesung masih belum mengabarinya, sebegitu sibukkah, eoh?
Tiba-tiba saja, Wookie mengingat sesuatu, ah… oleh-oleh untuk Changmin…
Dia mengambil sebuah bungkusan dan keluar dari kamarnya, baru saja dia menutup pintu, Hankyung lewat tepat di hadapannya.
"Mau kemana, Hyung?" Tanya Wookie.
"Mau keluar." Jawab Hankyung. "Ada apa?"
"Ah. Bisakah hyung menolongku antar ini ke dorm Dbsk? Ini milik Changmin." Pinta Wookie. Hankyung berpikir sejenak. Baru saja dia bertemu Jaejoong dan ia juga sudah tahu sedang ada masalah apa di dorm Dbsk, oh ya, setahunya dari Jaejoong, katanya, Changmin habis dipukuli oleh staf SM?
Hmmm, apa sebaiknya dia pergi saja ke dorm Dbsk sekaligus menengok Changmin? Baru pulangnya ia menjemput Heechul yang sedang shopping bersama Kyuhyun, Sungmin, Henry dan Zhoumi.
"Ah, ne. baiklah." Ujar Hankyung sambil mengambil bingkisan itu. Ketika badan si gege itu menghilang ditikungan koridor, Wookie kembali masuk ke kamarnya dan kembali menggalau.
0o0
"Ah~ Capek~~~" Akhirnya Kyuhyun bisa mendudukkan dirinya di bangku kafetaria ini.
"Kau itu, mengantar belanja segitu saja sudah capek." Ungkap Zhoumi cengengesan. Tak lupa pandangan mesum burung kakak tua itu selalu tertuju pada Henry yang sekarang sedang bersama HeeMin yang tengah memesan makanan.
"Hell ya! Lihat barang belanjaan mereka!" Kyu menggetok kepala namja sialan itu. Enak sekali dia bicara…
"Ya! Sakit, Kyu!" Keluh Zhoumi kesal.
"Masa bodoh!" Ujar Kyu dan kembali menyandarkan dada dan wajahnya diatas meja. Tak mau bercapek ria meladeni Zhoumi.
Baru saja memejamkan mata untuk beristirahat sejenak, Kyu di kejutkan dengan segelas milk shake strawberry yang tepat berada di matanya. Saat menanggah, Kyu mendapat wajah Sungmin-angelnya yang tengah tersenyum merekah.
"Hyung…" Desis Kyu terharu.
"Kau pasti lelah, minumlah." Ujar Sungmin ramah. Tiba-tiba saja, bibir Kyu melengkung kebawah dan matanya sudah mulai berkaca-kaca. "W-wae, Kyu?! Kau tak suka strawberry, ya?!" Tanya Sungmin panik.
"Howaaa~ Hyung~ aku sangat menyukaimu sangat menyukaimu sangat menyukaimu~~" Isak Kyu sambil memeluk leher Sungmin dan menyibak-nyibakkan kepalanya. Sungmin hanya sweatdrop dengan tingkah kemagnaean Kyuhyun. Ya ya, itu Sungmin maksud dengan kemanjaan kyu saja.
Lalu, saat itu, Henry duduk di samping Zhoumi dan mulai memakan pesanannya.
"Mo-Mochi-ya~ punyaku mana?" Rajuk Zhoumi berharap Henry juga pengertian dengannya.
"Loh, memang Hyung tadi minta pesan juga ya?" Tanya Henry polos.
"Hiks…" Zhoumi langsung pundung dipojokan dekat tempat sampah di Kafetaria itu. Yang lain hanya mengerutkan alisnya dan tetap melanjutkan makan mereka. Poor Zoumi…
0o0
Jaejoong berjalan di jalanan yang mengarahkannya menuju dorm Dbsk tercinta. Ya, disanalah keluarganya berada. Tapi, sejenak ia menghentikkan langkahnya. Ya, ia canggung untuk pulang karena memang ia merasa bersalah. Ceramahan Hankyung memang bisa di benarkan, berurusan dengan SooMan itu pasti membawanya, bahkan bisa saja Yunho dan ketiga anaknya menuju ke meja hijau.
'Haissh. Kenapa kau tidak menyadari perasaan, Yunho, Jaejoong.' Gumam Jaejoong. Lalu, ia menghela nafas. Ia yakin, Yunho pasti akan memahaminya, baru saja ia kembali melangkah, tiba-tiba saja tangannya di genggam seseorang dari belakang. "Hankyung-ah?" Senyum Jeje seketika.
"Ah. Hyung. Kita sama-sama mau kedalam ya." Ungkap Hankyung tersipu malu melihat senyum malaikat dari Dbsk itu.
"Ne. ayo bersama." Ajak Jaejoong.
Baru saja mereka berdua membuka pintu dorm, nampaknya, semua orang di dalam sana tengah bersenang.
"Wah, ini untukku, nona?" Tanya Yoochun sambil mengibas-ngibaskan sebuah kemeja.
"Terima kasih untuk obat Changmin." Ungkap Junsu sambil tetap merawat sang magnae.
Jaejoong terpaku. Ya, Yeoja itu berada di antara keluarganya.
"Yunho-oppa, jadi aku boleh menginap disini, kan? Changmin sepertinya masih sakit." Pinta Yeoja itu sambil menggelayut di lengan Yunho.
"Hara?" Tanya Hankyung. Kenapa wanita bertubuh pendek itu ada di dorm Dbsk? Apa dia juga tahu apa yang terjadi dengan Changmin.
"Hyung!" Seru ketiga anak Jaejoong dengan senang melihat umma mereka kembali.
"Hankyung-oppa! Jaejoong-oppa!" Seru Go Hara polos.
Jaejoong tetap memandang Yunho dalam kebisuan. Sebisa mungkin, Hankyung tak ingin terlibat jauh dalam permasalahan mereka dan menuju ketempat Changmin yang terbaring lemah untuk memberikan amanat dari Wookie. Yunho yang masih membiarkan Go Hara menggelayut di lengannya hanya bisa memandang Jaejoong dengan tatapan miris.
Dan pada saat itu, Jaejoong tidak tahan lagi dan dia kembali keluar.
"Jae—" Yunho benar ingin mengejarnya. Tapi, disini ada Go Hara. Ia tak ingin satu orang yeojapun tahu hubungan sebenarnya dengan Jaejoong sehingga dia hanya bisa terdiam di tempatnya tanpa bisa mengejar sang pujaan hati.
Hankyung dan ketiga anak lain hanya bisa diam melirih. Tak mau mencampuri urusan appa dan umma mereka, dan Hanyung juga ingin Yunho yang bisa menjaga Jaejoong. Dia bukan siapa-siapa dalam peran disini.
Jaejoong terus berlari dan berlari dengan terisak. Hatinya terasa begitu pedih…
0o0
Hari sudah menuju ketengah malam. Sekarang pukul 00.12, dan Siwon baru selesai memarkir mobilnya di parkiran dekat dorm.
Lalu, dengan tak bersemangat ia menuju pintu dan mengambil kunci di saku celananya untuk membuka pintu dorm. Ya, dia sudah berkata akan pulang malam pada Leeteuk dan Kangin sehingga ia diijinkan membawa kunci.
Tak.
Siwon menyalakan lampu depan. Suasana terdengar hening kecuali kipas berputar yang ada di langit-langit ruang tengah. Siwon yakin pasti semua orang sudah terlelap.
Setelah kembali memastikan pintu terkunci dengan benar. Ia menuju kearah dapur dan membuka refrigator dan minum air putih segelas. Kemudian, badan jangkung itu terdiam sejenak.
Siwon tak kuasa untuk berjalan kearah kamar…
Ada Kibum disana sudah pasti…
Dia masih belum bisa mengobati hati dan pikirannya, ia takut kalau nanti dia bisa menyerang Kibum…
"Andwae…" gumamnya sambil menggeleng pelan. Ya, dia bisa mengendalikan dirinya. Prinsip hidup Siwon adalah 'tak ingin menyakiti Kibum'.
Siwon lalu menghela nafas dan mematikan lampu ruang tengah yang terhubung dengan dapur. Kemudian ia berjalan ke lorong kamar untuk menuju kamarnya dan Kibum.
Siwon berusaha untuk membuka pintu kamar sepelan mungkin. Ia harap Kibum sudah tertidur. Dan ketika ia sudah masuk kedalam kamar…
Dia memang melihat punggung Kibum di ranjang, tapi, bahu namja berkulit putih bening itu terlihat naik-turun. Itu membuat Siwon cemas. Apa Kibum sakit?
"Ki-Kibum-ah?" Usap Siwon pelan ke bahu Kibum.
"Hyung?" Kibum menoleh kearah Siwon dan Siwon sempat melotot melihat wajah sembapnya. "Hyung!" dan tiba-tiba saja, namja berbadan kecil itu memeluk badan besarnya. Siwon tak sempat berbicara karena Kibum masih terisak. "Hyung! Ayo berjanji padaku! Kau harus terus bersama-sama denganku Hyung! Kau yang paling memahamiku, hyung… huks, hatiku sakit Hyung… dia mencintai orang lain, hyung… hara mencintai yang lain… kau harus bersamaku, hyung…" Isak Kibum di bahunya.
Mata Siwon menyayu… kasihan sekali angelnya. Ia tak ingin melihat Kibum sampai menangis seperti ini hanya karena yeoja macam Hara…
Disisi lain, Siwon tenang karena Kibum memintanya untuk selalu bersama. Adakah kesempatan untuknya mencintai Kibum?
Siwon mengangkat lengannya dan menumpunya di balik surai hitam angel-nya ini.
"Gwechana, Kibum-ah. Aku aka nada bersamamu, kau tidurlah." Ungkap Siwon menenangkan. Karena terlalu lama menangis dan kelembutan Siwon, lama-lama, Kibum mulai tertidur.
'Kibum-ah… Sarange…' Bisik Siwon ketika namja itu benar-benar tertidur pulas.
TBC
Donghae : Ya! Aku ga muncul nih thor…*tampang melas*
Author : Mi-mian oppa *bow*
Eunhyuk : Kalau bisa sih, dia dihilangkan saja dari FF ini thor… *swt*
Donghae : *mulai pake tampang mau nangis*
Kyuhyun : lu tega thor lu thor sama gue…
Author : *ketancep piso*
Zhoumi : ya lu tega…
Author : *ketindihan gunung*
Jaejoong : semua author tega… dimana-mana gue selalu dinistain…
Author : *ketiban beruang* Yunho dong? :3 *diinjek Jeje*
Siwon : Makasih thor… *popo*
Author : *melayang**langsung di tarik Kibum dan dilempar ke gunung Krakatau*
kangTeuk : *lagi mesra*
YeWook : *lagi galau*
Changmin : *lagi sakit*
Go Hara : *dibuang kelaut*
YooSu : udah sih thor udah capek!
Author : mi-mian oppadeul =,=
HOLAAAA~ Lagi kesemsem nih ama teaser jeje yang MINE~ *gapenting*
Sekedar inpo! Author berusaha untuk menupdate ff ini setiap hari senin! So, maafkan Author ya~ osh, masih banyak FF lain juga dong yang perlu di update dan author juga punya segudang pekerjaan di dunia nyata… sekali lagi~ author mohon maaf~~
Reader yang paling TOP banget mah pasti ripu dongs~~ ayo ripu-ripu~~~ :3
