Note :

Update ~~

Don't Like? DONT DON READ!

Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik yang maha Esa)

Genre: Teserahlah ~

"Ketika SuJu disentuh Dbsk"

Detik jarum yang tergerak dari titik satu ke arah yang lain pada jam yang menggantung di dinding pintu masuk dorm Dbsk sangat terdengar dengan jelas. Tengah malam semakin melarut. Yoochun berjalan dalam diam dan terhenti di depan ruang depan. Seketika air muka Yoochun melirih memperhatikan namja yang sudah seperti ayahnya ini masih bertopang dagu di sofa. Terlihat semakin dalam renungannya, bahkan, sejak tadi keberadaan Yoochun-pun tak menghiraukannya.

"Hyung..." Panggil Yoochun tak kuasa untuk membangunkan namja itu dari lamunan penyesalannya.

"? A-Ah, ne? Yoochun-ah?" Toleh namja itu dengan senyum simpul tipuannya. Yoochun tahu itu, Yoochun menunduk dan menghampiri untuk duduk di sampingnya. "Junsu dan Changmin?"

"Mereka sudah tidur, hyung." Jelas Yoochun. "Aku merasa tidak enak pada Hara-noona yang tiba-tiba Hyung usir pulang... jangan di sesali hyung." Tunduknya.

Seketika, paras Yunho berubah melirih. Pikiran renungannya takkan berhenti karena ia sadar seharian ini ia sudah menyakiti belahan jiwanya sehingga tak kuasa menahan amarah terhadap Hara. "Maafkan aku, Yoochun. Kau tidurlah, aku perlu waktu sendiri." Gumamnya.

Yoochun mencekungkan alisnya. Bagaimana ia tak cemas kalau seorang leader Dbsk tak menjaga porsi istirahatnya seperti ini? Tapi tanpa sungkan, Yoochun mengikuti titah Yunho dan agak ragu untuk meninggalkannya tidur.

Ah, dia lupa, ummanya...

Trililili, Trililili...

Suara dering telepon menghentikkan langkah kaki Yoochun dan mengejutkan Yunho. Dengan segera, Yunho mengangkat teleponnya.

"Nuguseyo?" Tanyanya. Ia berharap, suara Jaejoong yang akan ia dengar di seberang sana.

"Maaf, dengan Tuan Jung Yunho?"

Yunho mengerutkan alisnya mendengar suara namja yang sepertinya sudah berumur. Ah, semoga saja bukan dari pihak SM.

"Ya. Saya sendiri."

"Kami dari pos polisi sebelah utara. Kami menemukan tuan Kim Jaejoong dalam keadaan mabuk berat. Tidak ada pelanggaran yang dia lakukan. Saya berharap rekannya bisa menjemputnya kesini, karena kami tidak bisa mengendalikannya."

Jaejoong mengamukkah?

"Ah. Nde. Saya akan segera menjemputnya." Tukas Yunho sambil menutup telepon dan buru-buru mengambil mantel dan kunci mobilnya.

"Ada apa, hyung?" Tanya Yoochun cemas.

"Tidak apa. Aku akan menjemput Jaejoong. Kau beristirahatlah, Yoochun-ah."

Blam.

Tubuh yang panik itupun mulai pergi dari pandangan Yoochun. Apa yang Yunho maksud dengan 'Tidak Apa'? tentu saja Yoochun khawatir, 'semoga saja tak terjadi apa-apa pada Jaejoong-umma...' Harapnya.

0o0

Malam inipun, Wookie masih duduk menggelung dirinya di atas kasur di kamar tersayangnya ini.

Sendirian.

Sebentar-sebentar, ia melirik ponsel yang di genggamnya. Tak ada pesan atau panggilan lain selain pesan terakhir yang di terimanya hari ini dari Changmin.

From : _Max_

Ya, Hyung. Aku baru saja jatuh, tapi tak usah khawatir.

Aku sudah baikkan kok ^0^

Nde, Hyung. Gomawo buat oleh-olehnya :*

Tak berniat membalas pesan itu sejak sore tadi. Padahal, Wookie termasuk orang yang asik dalam ber-sms ria. Bisa dibilang, Wookie orang ramah bahkan sms dari orang tak di kenalpun kadang ia balas. Tapi seharian ini, selain memberitahu dia tak bisa datang menengok Changmin, dia tak sms siapa-siapa lagi. Bahkan keinginan terbesarnya adalah jari-jari yang harusnya mengetik pesan atau memanggil nomor yang selalu ia pandangi...

3 My Yeobo, Yesung-hyung 3

Entah sejak kapan Wookie mengganti nama kontak hyung yang menggilainya itu. nampak tertera photo close up wajah Yesung dengan senyum bertebar deretan gigi yang putih merata. Sedikit mendecak melihat poto itu, kesal kah?

Bahkan poto yang seminggu ini menemani layar ponselnya kini menjadi non-wallpaper. Hanya menampakkan gambar desain berwarna biru muda.

Wookie terlalu keras kepala mengharapkan namja itu yang mengirim pesan duluan ketimbang dia yang menanyakannya. Tapi apa? Sampai detik inipun sepertinya namja yang selama ini meraba tubuhnya bahkan tak ingat padanya!

Tring~

Wookie tersentak. Satu pesan di terima.

Tapi, siapa yang tengah malam begini mengirim pesan?

From: 3 My Yeobo, Yesung-hyung 3

Wookie-ya? Mianhae!

Apa kau sudah makan?! Aku saat ini di ajak oleh staff untuk mengikuti alur cerita film kali ini. Aku tak bisa menolak tawaran mereka.

Maaf tidak memberitahumu, aku bahkan belum memberitahu umma atau Kangin. Ponselku dimainkan Seo-Woo, Geun-Yong dan Taecyon terus.

Semoga kau sudah tidur #hug#

"Eoh? Aku sudah tidur?" Wookie membeo dan detik itu juga Wookie melempar ponselnya ke sisi ranjang yang lain. "Cih! Dia pikir dengan pesan seperti itu sudah membuatku memaafkanmu?! Yang benar saja aku mengharapkan namja seperti dia!" Umpatnya sambil menarik selimut dan berbaring.

Bagi Wookie. Sms yang ia tunggu-tunggu itu justru membuatnya malah melakukan kegalauan yang sia-sia. Dia terlalu bodoh mengira bahwa si kepala besar itu mencintai namja seperti dirinya. Ia lupa bahwa di sekitar mereka banyak yeoja-yeoja cantik sehingga membuat Wookie berpikir pada kenyataan.

"Ah! Semoga saja namja itu tidak pulang-pulang!" Geramnya sebelum melelapkan diri.

Sementara itu di suatu tempat yang amat lumayan jauh dari dorm Su-Ju dan Management...

Yesung tersenyum tenang. Akhirnya, dengan lega ia bisa kembali memasang wallpaper wajah kekasihnya yang imut itu di layar ponselnya. Ia juga merasa tenang sudah berhasil mengirim pesan yang sedari tadi ingin mengabari kekasihnya. Seharian ini ia merasa was-was tatkala pemain dorama itu bilang ingin meminjam ponselnya dan dengan terburu-buru dan sangat menyesal, dia harus mengganti memori ponselnya dimana banyak sekali poto sang angelnya.

Padahal ingin sekali ia menelepon kekasihnya itu saat ini, tapi, ia takut mengganggu waktu tidurnya.

"Semoga dia membaca pesanku." Gumamnya. "Ah! Babo-Yesung! Dia pasti sudah tidur, kan?!" Gumamnya lagi. Berharap kalau Wookie saat itu membaca pesan yang mati-matian ia ingin kirim padanya.

"Yesung-hyung, kau harus tidur." Sahut Taecyon yang dengan nada yang lelah sekali. Membuat Yesung sempat tersentak kalau-kalau Taecyon penasaran apa yang sedang ia lakukan, namun, namja berbadan bongsor itu langsung menggelung diri di tempat tidurnya.

Yesung bernafas lega. Dan dengan senyuman orang yang masih kasmaran, dia pergi ke alam tidurnya...

0o0

"Sekali lagi, saya minta maaf sudah merepotkan bapak-bapak sekalian. Terima kasih sudah menjaganya." Yunho membungkuk berkali-kali mengucapkan rasa maaf dan terima kasih kepada dua polisi yang masih berjaga di pos malam ini.

"Ahaha, sudah tidak apa-apa, nak Yunho. Justru kami yang merasa malu tidak bisa menjaga tuan Kim dan malah merepotkan anda." Bapak Polisi berkumis menepuk bahu Yunho sambil tetawa. Jaejoong yang sudah reda dari amukannya masih meng'hik' ria di samping Yunho.

"Tidak, saya yang harusnya minta maaf." Bungkuk Yunho lagi.

"A-anu, Tuan Jung. Tidak apa-apa. Lagipula ini juga bukan kasus. Anda tidak usah minta maaf berulang-ulang." Pak polisi yang lebih muda merasa tidak enak dengan penyesalan Yunho. Sepertinya, Polisi itu yang menelepon ke dorm Dbsk.

"Iya. Anda juga terima kasih sudah memberitahu dan menjaganya." Kini Yunho malah membungkuk kearah polisi itu.

"A-Ah. Saya juga yang salah karena kebingungan hanya bisa menelepon kesana. Bersyukur ada yang bisa dihubungi." Ungkapnya kebingungan.

"Ahahaha, sudahlah nak Yunho. Ini sudah malam, sebaiknya kalian lekas pulang. Tuan Kim sempat memaksa diri untuk pulang sendiri, sekarang kami tidak khawatir lagi."

"Iya. Saya mengucapkan banyak terima kasih."

"Tuan Kim saya harap jangan mabuk lagi. Dan Tuan Yunho, saya mohon maaf karena sebagai polisi kami belum bisa menjalankan tugas kami dengan melindungi seorang warga seperti Tuan Kim saja kami masih merepotkan anda."

"Ah tidak pak polisi. Kami yang sebenarnya seharian ini khawatir dengan keadaannya. Terima kasih kalian yang sudah menemukan dan menjaganya." Balas Yunho dan lagi-lagi perdebatan ini menjadi ajang penyesalan yang tak berujung dari dua belah pihak tanpa si 'korban' mengerti dan pedulikan.

"Ahaha, sudah-sudahlah nak' Yunho! Omong-omong, bisakah aku meminta tanda tanganmu? Anak perempuan ku yang bungsu sangat mengagumimu. Kalau bisa, aku merestui kau menjadi menantuku, hahaha." Ungkapan pak polisi yang paling tua justru membuat ketiga yang lain sweatdrop dan akhirnya menghentikan perdebatan Yunho dengan pak polisi muda.

...

Yunho membuka pintu mobil di sisi lain untuk mendudukan Jaejoong dan sebelum membuka pintu dimana adalah bangku supir, ia sempat melambai kearah pak polisi yang setia menunggui mereka.

"Sekali lagi, terima kasih." Ungkapnya sebelum menutup pintu mobil.

"Ya, nak'Yuho! Hati-hati, sudah malam! Terima kasih tanda tangannya!"

Yunho hanya membalas dengan senyuman yang di paksakan. Bisa-bisanya di keadaan galaunya ada pak polisi tua yang meminta tanda tangannya untuk di berikan pada putrinya. Ah, sampai lupa, bahkan, sempat pula Yunho dan Jaejoong poto-poto dengan pak polisi itu meski sepertinya pak polisi muda tidak begitu menginginkannya.

Yunho sangat berterima kasih dengan kedua polisi itu. dan Yunho harap, Pak polisi yang tua bukan Cassieopeia. =="

...

Yunho terus mengemudi dan menatap jalanan kosong. Mungkin sekitar 50 menit mereka bisa sampai dorm karena jalanan yang sepi ini.

Tapi, ketika sesekali ia melirik kearah Jaejoong yang sepertinya sudah kembali sadar dari sisa mabuknya, namja cantik itu sama sekali tak menghiraukannya dan masih cemberut menatap keluar jendela disisi pintu sambil menopang pipi kanannya.

Yunho merengut kesal. Ia tahu ia salah, tapi setidaknya Jaejoong berterima kasihlah sedikit karena ia sudah menjemputnya di tengah malam larut ini. Ah tidak, ini menjelang jam 3 pagi!

Namun. Meski Yunho tahu sifat Jaejoong yang satu itu, Yunho masih bisa mengalah dengan sifat keras kepalanya yang memang sebanding dengan sifat keras kepala Jaejoong.

Ckiitttt.

Yunho memarkirkan mobil di pinggiran di tengah perjalanan pulang ini. Membuat Jaejoong terkejut dengan rem dadakannya.

"Ada apa ini?!" Tanya Jaejoong. Yunho mendecak, akhirnya si bisu Jaejoong berkata juga.

"Apa? Ada apa katamu?" kini Yunho malah mengompori Jaejoong.

"Kau ini berniat membawaku pulang tidak?! Kalau tidak, aku akan kabur lagi!" geram Jaejoong sambil akan membuka pintu. "Aght!" Jaejoong reflek meringis ketika Yunho menggenggam keras lengannya dan menariknya kembali.

"Siapa suruh kau kabur begitu saja!" Kini Yunho merangkul badan Jaejoong dari belakang dengan erat. Hah, sepertinya Yunho tak berniat mesra. "Kenapa kau kabur dan malah mabuk, hah?" Nadanya tinggi. Padahal saat itu Yunho hanya memberi Jaejoong pembalasan kecil.

"Apa sih?! Lepaskan aku! Lagipula aku malas pulang ke dorm selama ada yeoja itu!"

"Eoh? Jadi kau cemburu, boo? Itu motifmu kabur padahal Changmin sedang sakit?"

"Bukan! Awalnya aku juga marah dengan pendapat tidak jantanmu! Padahal kita hajar saja si Sooman itu atau kita adukan ke pihak berwajib atau aku akan berbuat onar dimana-mana sehingga memalukan namanya atau—"

CHU~~

Jaejoong terdiam ketika Yunho mencium bibirnya dengan lembut.

"Yunho?" Tanyanya ketika kini mata namja itu mulai menyayu menatapnya.

"Apa kau bodoh? Kami semua sangat mencemaskanmu." Peluk Yunho lega. Seketika, Jaejoong yang sensitive itu mulai menangis terharu.

"Hiks... Huweee, maafkan aku... aku juga tak berniat membuat kalian khawatir... aku hanya ingin pendapatku di dengar, huweee."

"Iya. Nanti kita bicarakan juga dengan Changmin, saat itu anak-anak pasti cemas melihat kita, maaf aku terlalu egois. Bahkan saat kau datang bersama Hankyung malah membuatku agak marah, aku juga tanpa sengaja malah mengusir Hara."

"Y-Yun?" Jaejoong kini mulai menatap Yunho dengan mata bulat berairnya. Merasa sangat bersalah malah membuat kekasihnya lebih di landa kebingungan ketimbang acara kabur dan keegoisannya.

"Ne. Sarangheyo Boo." Yunho tersenyum simpul dan mulai mencium kekasihnya lagi lebih dalam.

"Hmm..mmmh,,, Yun...hh" Jaejoong bahkan tak bisa menghentikkan kemesraan ini.

Kali ini mereka berdua mungkin akan sampai di dorm jam 5 pagi...

0o0

Pagi sudah menjelang. Seperti biasa, kicauan burung terus menemani pagi indah di dorm Su-Ju. Eunhyuk yang saat itu bangun paling akhir, dan sudah rapi dengan setelan kemeja dan celana jeansnya untuk mengawali kegiatannya pagi ini, mulai menghampiri meja makan dimana semua member SuJu sudah berkumpul dengan acara sarapannya.

"Lho?" Euhhyuk cengo dengan keramaian pagi ini. Suasana yang terlihat begitu asing baginya, ah tidak, hanya beberapa yang asing.

Ketika dia mulai menggeser kursinya untuk ikut sarapan. Kata yang keluar dari mulutnya pagi itu adalah...

"Lho? Yesung-hyung mana?" tanyanya ketika melihat member lain sangat lengkap apalagi ada Zhoumi dan Henry yang menginap semalam.

TRANG.

Euhyuk terkejut dengan hentakan piring yang di sajikan di depannya. Kalau saja piring itu piring murah, mungkin saja sudah retak dan nasi goreng pagi itu pasti sudah berceceran.

"I-NI SA-RA-PAN-MU." Penekanan dan mimik Wookie pagi itu sukses membuat bulu kuduk Hyukkie merinding. Dan ketika badan kecil Wookie telah kembali kedapur, membuat Hyukkie kembali bersuara.

"A-Ada apa?" Tanyanya gemetaran.

"Sudah biarlah, paling-paling lagi PMS." Ejek Kyuhyun.

PRANG. Seketika suara piring dari arah dapur terpecah membuat yang lain merinding kecuali Teuki yang hanya menghela nafas lemah.

Kalau saja dia tidak dalam keadaan masih sakit, mungkin ia bisa memulai perang dengan Wookie yang sedang marah tidak jelas itu.

"Hah~ sudahlah Hyukkie-ya, kau makanlah." Ujar Teuki membiarkan yang lain untuk tidak menggoda Wookie.

Akhirnya Hyukkiepun mulai sarapan sambil berusaha mati-matian menenangkan dirinya. Ia tak percaya malaikat di Su-Ju ini bisa menjadi seorang DEVIL BEREKOR HITAM BERTELINGA IBLIS PEMBAWA SABIT YANG BISA MEMBUNUH KAPAN SAJA.

Tapi Wookie tak peduli apapun julukan yang di berikan Author karena kalau memang begitu yang pertama ia bunuh pasti bapak dari ddangkoma yang memiliki kepala bulat itu.

Oke, kita kesampingkan masalah Wookie #Author ketancep pisau yang di lempar Wookie#

Sebenarnya, sedari tadi, Shindong mulai eneg duduk bersama di meja makan ini kalau saja bukan karena masakan Wookie yang tetap enak setiap saat kapanpun dimanapun dalam mood apapun. Karena~

"Aaaa~~" Terdengar bunyi 4 suara.

"O-oi, Sungmin, kau ini sedang apa sih?" Tanya Shindong pada Sungmin yang duduk di sebelahnya.

"Ne? Ada apa?" Tanya Sungmin polos dengan masih menggenggam sendok yang baru saja meluncur kemulut Kyu.

"Apa sih, hyung? Aneh ya melihat kami semesra ini~~?" Kini Kyu yang malah mulai sewot.

"Ya, aneh. Kenapa bisa Sungmin menyuapimu." Liriknya malas pada Kyu yang kepedean.

"Ahaha, oh, ini. Ini karena Kyu sudah capek-capek menemani kami belanja kemarin dan membawa banyak barang belanjaan."

"*chew chew* mmh! Bethul-bethul!" Angguk Kyu sambil memejamkan mata meresapi makanan terenak di dunia saat ini. "AAAA~~~" Kini ia mulai bermanja lagi dan dengan suka rela Sungmin menyuapinya.

"Dasar. Jijik aku melihatmu yang narsis malah jadi kucing manja begitu." Desis Shindong namun Kyu tak menghiraukan dan lebih memilih kebahagiaan di pagi ini.

"AAA~~"

"Aish. Suara apalagi ini..." Jenuh Shindong kini mulai melirik yang ada di seberangnya.

"A~AM! Huumpppp! Suhaphan mochi-ku memhang yuhang puhaling henak hekali~~~ *chop chop*"

Shindong semakin membiru melihat tingkah konyol Zhoumi yang menari-narikan bagian badannya sambil bertepuk ria setelah disuapi oleh Henry.

"Oi-Oi, Henry, apa dia memaksa dan melecehkanmu lagi?" Kini Shindong malah khawatir takut-takut Henry malah di bully sama kakaktua jelek itu.

"Ah! Tidak, Shindong-hyung. Semalam, Zhoumi-hyung jatuh dari tempat tidur dan tangannya terkilir. Tidak apa, tak usah cemas." Jelas Henry jujur.

"Ehm! Bethul-bethul!" angguk Zhoumi di tambah KyuMin yang memang karena kamar mereka yang jadi tempat bermalam ZhouRy.

Shindong membeku. "Tapi... bagaimanapun juga sepertinya orang aneh itu sehat-sehat saja." Desisnya.

Shindong melirik Hae yang makan dengan kalap seperti biasa yang duduk di samping Henry. Dan dua suara 'AAA~~" lagi adalah suara Teuki-hyung yang disuapi oleh Kangin. Bagi Shindong itu wajar karena memang sang umma masih kurang sehat sedangkan satu lagi memang berasal dari suara keseharian Heechul selama ada Hankyung disisinya, kapanpun dimanapun Heechul selalu bermanja untuk disuapi Hankyung kalau sedang makan.

Kibum, Siwon, dan Eunhyuk mengerti posisi Shindong yang dikelilingi orang-orang mesra pagi itu. dan mereka hanya bisa tersenyum melihat paras kegundahan member tergemuk itu.

Bahkan Siwon dan Kibum yang memang merasa aneh juga belum menyentuh makanannya sedari tadi memperhatikan kegiatan sarapan pagi ini. Apalagi suara heboh dari arah dapur. Sepertinya, Wookie juga ingin mengumbar kemesraan seperti itu dengan Yesung, tapi, apa boleh buat... =="

Siwon menggaruk pipinya sambil melihat Kibum ketika Kibum akan mulai untuk memakan sarapannya. Sebenarnya, Siwon juga ingin menyuapi Kibum tapi apa alasannya ya?

Kibum dengan elegan mulai menyendok sup paginya. Ya, Wookie itu sangat bertalenta meski dalam keadaan marah sekalipun, ia selalu membuat makanan sesuai dengan selera mereka saat itu.

'Oh, Tuhan, melihatnya makan saja sudah membuatku sebahagia ini~ maafkan diri ini yang selalu meminta lebih dari-Mu~' Gumam Siwon dan pada akhirnya dia juga mulai memakan sarapannya.

Namun saat itu...

Trang. Sendok yang dipegang Kibum untuk makan terjatuh kelantai. Kejadian itu membuat Siwon -hanya Siwon- yang terinterupsi. Kenapa bisa ada kejadian yang mengganggu makan pagi Kibum-nya?! Pikir Siwon marah.

Ketika Kibum beranjak untuk mengambil sendok lain di dapur, untuk sebisa mungkin ia tidak mau merepotkan Wookie, namun saat itu Kibum meringis.

"Akh."

"WAE KIBUM-AH?!" Cuma satu orang itu saja yang lebay sambil memaksa Kibum untuk duduk kembali.

Sedangkan yang lain hanya menghentikkan kegiatannya sejenak. Ah, tidak, Hae yang duduk diujung sana dengan Kibum yang ada diujung sini, masih kalap memakan makanannya.

"Wae, Bummie?" Tanya sang umma ingin tahu, bukan cemas.

"Ah. Tidak. Tanpa sadar jariku memegang mangkuk sup yang panas." Ujarnya sambil meniup jari kananya yang memerah. Dengan sigap Siwon terburu-buru mengambil kotak obat dan mengobati luka bakar di jari-jari berharga milik angelnya tercinta dengan salep dan memperbannya.

"Terima kasih, Siwon-hyung." Ujar Kibum. Ketika semua kembali pada acara makan pagi yang mesranya, Siwon terusik dengan Kibum yang sepertinya bingung harus makan dengan tangan apa selama tangan kanannya masih terbalut perban dan sulit untuk digerakkan.

Saat itu, dalam hati Siwon menangis tersedu. Tidak tepatnya terharu karena 'TERIMA KASIH TUHAN KAU MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG SANGAT KECIL INI UNTUK ORANG HINA SEPERTI DIRIKU~~ MAAF AKU TELAH MENYALAHKAN KEJADIAN YANG TELAH MENGGANGGU SARAPAN KIBUMMIE~' Teriaknya dalam hati. Hatinya yang saat itu menangis meraung-raung bahagia dan saat itu...

"Kibum-ah, kau baik-baik saja? Apa perlu kubantu?' dengan elegan. Siwon yang selalu bermuka malaikat itu –ya, dengan maksud tertentu- mulai menawarkan bantuan.

"Ah, nde. Tidak apa, hyung. Hanya sulit saja untuk makan dengan tangan seperti ini, ada-ada saja ya." Kikik Kibum sebenarnya menyalahkan kecerobohannya pagi ini.

"A-Apa perlu kusuapi?" dengan segenap perasaan dan jiwa, Siwon mengutarakannya kata itu. ia harap, itu tidak terdengar aneh ditelinga Kibum atau yang lain. Ah, yang lain sih mungkin tidak peduli.

"Eh. Tidak usah! Aku nanti malah merepotkan sarapan Hyung." Tolak Kibum.

"Ah, tidak apa-apa. Sebenarnya aku sudah kenyang, kok." Ungkap Siwon memaksa. Ya, dia harus mendapatkan kesempatan emas ini. Mau tak mau Kibum harus mau disuapi olehnya. Dia juga tidak ingin kalah dengan Kangin, ataupun Hankyung! Siwon tidak mau seperti Kyu atau Zhoumi kalau di depan banyak orang =="

PRANG. Terdengar suara pecahan piring di kejauhan sana.

"SI-WON-HYUNG, A-KU-SU-DAH-MEM-BU-AT-SA-RA-PAN... HA-RUS-DI-HA-BIS-KAN..." Suara mengerikan mulai terdengar dari dapur. Tidak! Telinga Wookie memang telinga iblis!

"A-Ah, Y-Y-Ya, Wookie, aku akan habiskan nanti." Ujar Siwon merinding. Kibum melirih bahkan untuk makanpun dia harus merepotkan orang lain bahkan orang lain itu sampai kena marah.

Siwon mengerti air wajah itu. dan dengan lembut, Siwon mengambil sendok yang susah payah di genggam jemari Kibum yang terlilit perban.

"Aku suapi, ya?" Tawar Siwon dan mulai menyendokkan sup dan meniupnya sebelum meluncur ke mulut Kibum.

"Aaa~" Dengan merasa tak enak juga. Kibum tetap menerima kebaikan hati Siwon. Bahkan Kibum ingin menangis karena Siwon masih memperhatikan keadaannya.

Padahal dibalik keterharuan Kibum, justru lelaki tertampan di Su-Ju itu sudah menangis duluan dengan kemesraan yang Tuhan berikan padanya pagi ini.

...

Semua orang sudah selesai dengan sarapannya. Namun, masih ada KangTeuk, Hae yang masih saja kalap makan, entah kenapa itu satu orang ga berhenti makannya, sudah seperti kesetanan... HanChul dan Hyukkie.

"Oh ya, Hyukkie, omong-omong, siapa penggantiku di Sukira? Hari ini kau mau melakukan kegiatan ke Sukira kan?" tanya Leeteuk sambil mengusap bibirnya dengan tisu sehabis makan.

"Ah. Tidak ada Hyung. Aku membawakan acara itu sendirian. Tenang saja, aku merasa nyaman karena bintang tamu hari ini hanya Minho dan Taemin." Ungkap Eunhyuk.

"Lho? Onew kemana?" Tanya Kangin. Bukankah Leeteuk sudah mengamati Onew untuk menemani Eunhyuk menggantikan Leeteuk membawakan acara Sukira?

"Hmm, sepertinya, Onew, Key dan Jonghyun ada konser kecil di luar kota. Padahal hari minggu ini kami sudah memberi tahu bintang tamunya adalah SHINee. Tapi mau bagaimana lagi, hyung. Onew kan leader SHINee. Datangnya Minho dan Taemin saja sudah untung."

"Hmm." Teukie mulai berpikir. Benar kata Eunhyuk. Tapi kenapa jadwalnya bentrok begini? Apa saja sih yang sedang dilakukan staff management? Saat itu, Teuki melihat Hae yang masih asik dengan makanannya. 'Ini anak kapan berhenti makannya... maafkan aku mendiang ayah Donghae~ aku belum bisa mengurusnya sepenuhnya~'

Leeteuk juga melirik sepertinya tidak ada anggota lain yang siap di perkerjakan olehnya hari ini. Semuanya tidak meyakinkan selain... "Hmm, kalau begitu, hari ini Hae akan ikut bersamamu mengisi acara Sukira."

"EH?!" Eunhyuk hampir saja tersedak saat minum. 'HAE! HAE SI MESUM ITU KATANYA?' Well, 'Mesum' Hae hanya pendapat pribadi Hyukkie gara-gara terngiang-ngiang fanfiction sejak pertama kali berkenalan di fanfiction ini. Belum sempat menolak, Leeteuk keburu menelepon pihak management.

"ah, ya. Donghae.. apa? Tidak bisa?" suara diskusi umma saat itu membuat Hyukkie tenang. "Hmm... bintang tamu kurang? Okk, jadikan bintang tamu saja."

Kini, Hyukkie menangis dalam hati. Ia pasrah kalau seharian ini ia bisa kapan saja sempat di perkosa Donghae.

"Hae. Cepat selesaikan makanmu. Kau akan ikut Hyukkie menjadi bintang tamu di Sukira."

"APA? Aku hari ini kerja? Bersama Hyukkie?! ASIKK~" Ya, Hae lebih bersifat anak kecil ketimbang Kyuhyun yang memang magnae Super Junior. Sehingga membuat Leeteuk dan Kangin tak khawatir dan yakin bahwa Hyukkie bisa mengendalikannya.

Ah. Lebih tepatnya. Justru Hyukkie yang akan di kendalikan namja bersifat 'anak kecil' itu. karena mereka semua tidak tahu apa saja yang Hae lakukan kalau hanya berjalan berdua bersamanya.

Hiks. First Poor Hyukkie...

0o0

"WHOA! Hae-hyung!" Sapa Minho saat itu ketika melihat Eunhyuk dan Donghae sudah datang di lokasi rekaman.

"WOI! Minho-ya!" Balas Hae dan kedua seme itu saling pelukan bersobat.

"Se-selamat pagi, hyung." Sapa Taemin ragu ketika melihat paras bosan hidup Hyukkie saat itu. dan baju yang terlihat sedikit berantakkan.

Benar. Selama dalam perjalanan, Donghae tidak segan-segan menempel pada Eunhyuk dan mulai meraba-rabanya sampai-sampai pak supir saja segan untuk melihat kearah kaca yang memantulkan keadaan kursi di belakang apalagi sampai-sampai menoleh kebelakang.

Pak supir juga merasa tertekan dengan teriakan merana meminta pertolongan dari seorang namja berambut pirang disana. Tapi apa daya? Dia hanya seorang Supir dan lawannya adalah Donghae anggota Super Junior. Dan untuk mengatasi hal itu, pak supir hanya bisa mendengarkan musik kencang-kencang melalui ponsel yang sudah tersambung headset di telinganya. Dan dia berucap kata maaf berulang dalam hati atas entah apa kejadian yang menimpa member Su-Ju di belakang sana.

Sebenarnya, sebelum mengenal fanfic, Hyukkie merasa biasa saja dengan perlakuan aneh Hae yang selama ini ia kenal. Tapi apa daya, kenyataan fanfiction itu amatlah benar, dan kini Hyukkie mulai menyadari penyebab, gejala dan akibat-akibatnya.

DIA, ORANG YANG SELALU DI DOMINASI DONGHAE.

Bahkan, Hyukkie selalu berdoa kalau Hae melakukan itu semua hanya karena ingin mengejek atau menggodanya saja. Tak ada perasaan khusus sedikitpun.

Saat melihat wajah takut Taemin yang menyapanya pagi ini. Hyukkie mulai terisak. Wajah itu... wajah itu adalah wajah yang sama dengan keadaanya.

Wajah yang di serang namun pasrah saja dengan apapun tingkah si penyerang karena yakin jika melakukan pemberontakkan sehebat apapun, tenaga mereka tak sebanding dengan keinginan sang penyerang.

"Howaa~~~Taeminnie~~" Isaknya sambil memeluk Taemin. Taemin yang terkejut hanya bisa mengusap bahu Hyukkie.

Namun saat itu, para Seme meyadari hal itu dan dengan sekuat tenaga. Hae menarik badan Hyukkie dan Minho menarik Taemin dan kemudian memelukknya erat-erat.

"Hahaha~ Hari ini cuacanya cerah ya, Hyukkie-hyung." Ungkap Minho tersenyum menyeramkan pada Eunhyuk dengan tonjolan urat nadi di dahinya.

"Ahahaha, aku tidak tahu kau disini, Taeminnie~" Sapa Donghae dengan senyuman yang membuat Taemin merasa terancam.

Pagi yang cerah itu –memang pagi yang cerah- menjadi suasana kelabu yang hanya Taemin dan Eunhyuk sadari di ruangan ini.

Kedua namja berbadan kecil itu sudah meringkuk ketakutan...

...

Perekaman untuk pemutaran radio Sukira edisi kali ini dimulai. Mau tak mau, Eunhyuk dan Taemin harus profesional walau partner masing-masing masih memandang marah partner yang lain dengan senyuman licik dan mengancam. Bertingkah egois seperti anak kecil. Taemin dan Eunhyuk merasa kecewa mengapa mereka mendapat partner baik hari ini atau takdir pair atau fanfiction adalah seorang Choi Minho dan Lee Donghae...

"A-ahm. Pertanyaan selanjutnya untuk Taemin. Dari x, 'Tae-oppa, katanya kau di bully di sekolahmu? Aku harap itu Cuma rumor...'" jelas Eunhyuk sambil membacakan surat dari fans Taemin yang lain.

"Ah...mm, anu itu..." Taemin ragu untuk mengatakan kejujurannya. Sebenarnya memang dua hari yang lalu ketika ia bersekolah ia sempat di bully, tapi ia merasa mungkin hanya hari itu saja dan takkan terulang lagi.

"Apa? SIAPA YANG MEMBULLY TAEMIN?" Jawaban suprise Minho membuat Eunhyuk dan Taemin justru panas dingin. Kenapa ini orang menanggapi sih?

"Ti-Tidak, hyung. Itu Cuma gosip. Aku baik-baik saja, kok." Ujar Taemin menenangkan Minho yang tiba-tiba beranjak dari kursinya itu. dengan sentuhan lembut tangan Taemin di punggungnya, sukses meredam amarah Minho dan membuat Minho kembali terduduk dengan menolehkan senyuman lembut pada namja yang digilainya itu. "Syukurlah kalau kau tidak apa-apa. Aku tidak akan mengampuni orang yang mengganggumu." Ucapnya sambil mengusap kepala Taemin. Sempat melirik keji juga terhadap Donghae yang masih memandang mengancam terhadap Taemin tercintanya.

'A-Apa dia tidak sadar kalau percakapan ini di-direkam?' Gumam Eunhyuk takut-takut dalam hatinya. Ia jadi menyadari tamunya di edisi ini adalah tamu yang paling membahayakan nyawa Sukira. Hiks, Eunhyuk berharap kalau Onew, Key dan Jonghyun datang saat ini juga. "Se-Selanjutnya, surat dari xx untuk Minho. 'Kyaaa~~~Minho-oppa~~kumohon menikah denganku~~"

"TI~~DAK!" Jawab Minho segera. Jawaban yang tegas dan serius itu membuat Eunhyuk cengo. "Sampai kapanpun tidak ada yang kucintai selain Taemin~"

"KYAAA~~" Saat itu 2min-shippers yang mendengar acara Sukira langsung berteriak gemas sambil mimisan. Suara teriakan itu seperti terdengar jelas diruangan ini, membuat Eunhyuk merinding ria.

"AH! Ahahahaha, ahahahha, ya~ Minho bercandamu. 2min is real, eoh? Hahaha." Kibul Eunhyuk untuk mencairkan suasana dan memberitahu bahwa itu hanya candaan. Ia tak ingin tiba-tiba pihak SM datang dan malah menggamparnya dan menuduhnya menjadi dalang terjadinya cinta terlarang. Saat Minho ingin mengucap untuk membalas perkataan Eunhyuk, dengan segera Eunhyuk yang duduk di sebalah Donghae itu berlari keseberang bangku Donghae hanya untuk membungkam mulut keroro itu. "Ya~ baiklah, kita lanjutkan untuk surat yang lain~ hmmm, dari xxx untuk Donghae. 'Huweee~ Donghae-oppa! Kudengar kau pacaran dengan Yoona-eonnie? Walau aku sangat tidak suka pair HaeHyuk, aku juga tidak mau Oppa dipasangkan dengan Yoona-eonnie~~Andwae~~'" Ya, itu surat histeris untuk kali ini.

"Nah, bagaimana, Hae? Kau beneran pacaran dengan Yoona?!" Tanya Eunhyuk iseng.

Donghae menopang dagunya seraya tengah berpikir. "hmmm, Yoona? Siapa ya?" Ungkapnya sambil memiringkan kepala. Tiba-tiba, urat besar terlihat nampak di jidat Eunhyuk.

"YOONA DARI SNSD, PUAABBOO!" kesalnya sambil menggeplak kepala Donghae yang bersikap so cute.

"MWO?! AKU DIPASANGKAN DENGAN NENEK SIHIR ITU!?"

Saat itu, bathub yang digunakan Yoona mandi langsung pecah ketika mendengar suara hinaan untuknya di radio berukuran mini berwarna pink di ruangan kamar mandinya itu.

"GRRR! Donghae-Ya?" Geramnya sambil sukses mematahkan gagang shower yang tengah di genggamnya.

"ANDWAE~ Yang benar saja?! Daripada dia, aku lebih memilih menjadikanmu istri, Hyukkie!" jawab Donghae dengan wajah yang benar-benar seriusnya lebaay kepada Hyukkie.

Hyukkie sempat cengo dan malah mulai tertawa. "Hahaha, lagi-lagi candaan. Ya, pada intinya, Yoona bukan pacar-nya. Oke surat selanjutnya~"

"Aku serius, Hyukkie!"

CHU~~

Taemin melotot dan Minho menyeringai melihat adegan ciuman mesra barusan.

"Aku itu suka kamu, tahu." Ungkap Donghae setelahnya. Namun saat itu, Eunhyuk membatu. Ya, Eunhyk mati suri. Ini hal yang paling ingin di hindarinya, jika Hae hanya meraba, Eunhyuk bisa pasrah. Tapi ini? Ini... Ciuman? "Ah~ surat selanjutnya aku yang baca! Aku yang baca!" ujar Donghae riang sambil merebut surat yang di genggam Eunhyuk.

"Dari xxxx. AKU INGIN MENDENGAR SUARA MINHO YANG MERAPE TAEMIN-OPPA~~XD"

Mendengar suara terakhir membuat jantung Taemin terhenti sejenak dan diikuti dengan keringat dingin yang merembes keluar kesemua tubuh Taemin.

'B-Bagaimana? B-bagaimana bisa? S-surat seperti itu?' gumamnya. Ia paling tidak mau kalau sampai-sampai dia di perkosa oleh Minho. Tapi, tapi... tapi ini permintaan fans? Memang ada fans yang seperti itu?

"O~KE! BAIKLAH, Dengan senang hati~ufufufu~" ujar Minho yang menyeringai namun semakin menyeringai ketika menghadap kearah Taemin yang sudah siaga memeluk tubuhnya. "Kemarilah Taemin sayang~"

"An-Andwae, Minho-hyung...Jebal..." geleng Taemin sambil memeluk dirinya erat-erat dipojokan sana.

Sementara, di sebuah mobil hitam di luar kota di bagian Korea...

Onew dan Key cemas sambil memperhatikan radio yang ada dihadapan wajah mereka.

"Ck." Jonghyun mendecak kesal dan dengan segera, namja pendek berambut pirang itu menghilang dari hadapan OnKey dan meninggalkan pintu mobil yang terbuka begitu saja. Namja itu berlari secepat kilat kearah pusat pemancaran lokasi Sukira...

"Gyaa~ gyaa~~" 2min shipper histeris mendengar suara-suara aneh di radio mereka masing-masing. Bahkan SooMan yang berada dijauh sana entah dimana sukses mimisan.

"A-AP-Apa-apaan acara ini?! Kenapa?!" Ungkapnya salah tingkah.

Leeteuk yang juga sedang mendengar acara Sukira mulai menepuk jidatnya sebelum kejang-kejang dan mendapat pertolongan pertama dari Kangin.

"Howaaa~~ mereka bikin iri ya~ Hyukkie~ ayo kita juga ikutan~"

Namun tiba-tiba saja,

BLAM!

Penduduk Korea yang sedang gempar itu mulai terkejut dengan suara debaman pintu maut yang terdengar diradio mereka masing-masing.

"Taemin!" Ada suara namja yang entah siapa mulai terdengar dan saat terdengar suara namja itu terdengar suara berisik yang tidak jelas dan menghentikkan suara-suara vulgar disana. Dan tak lama kemudian...

PRANG!

Kali ini terdengar seperti suara pecahan kaca.

"DONG~HAE~~~" Dan dilanjutkan suara wanita yang terdengar seperti penyihir.

Lalu tak terdengar suara apa-apalagi selain suara keributan.

"BRAAK BUUM, PRAANG! BUAAGH! PIPPPPPP~~~~~"

Setelah suara-suara akhir itu, kini semua radio yang menerima sinyal dari Sukira mulai mati. Kejadian ini adalah awal mulanya dimana SooMan mulai semakin murka terhadap semua anggota artis di managementnya dan mulai melakukan kekerasan bukan hanya terhadap Changmin...

Tamat?

Engga deenk, masih TBC kok :P

AHAHAHA~ MIANHAE~~

Fic ini memang paling bagus jadi Fic konyol. Agak sulit untuk menjadikan fic ini fic serius :D Maaf kalau selera humor Author sangat kurang bagus.

Kenapa ceritanya jadi begini?

Ya, ini sebenarnya awal mulai kenapa DBSK dan SuJu mulai hancur TT,TT

Namanya juga fanfiction,, apa saja bisa terjadi disini, mian, kalau Fantasi Author terlalu jauh dan tak masuk akal.

Ya, mau bagaimana lagi, Author sudah mesetting ceritanya sesuai dengan keadaan SuJu, Homin dan JyJ dengan latar belakang yang jauh melenceng berbeda karena Author tidak tahu pasti apa masalah yang sebenarnya membuat Dbsk menjadi Homin dan JyJ Dan Suju yang ditinggal Hankyung, Kibum dan Kangin.

Sekali lagi, ini fic author, author mohon maaf TT,TT

Dan terima kasih kepada reviewer yang setia menunggu...

Meski konyol dan mungkin sad-scene, namun Author masih akan menyajikan kisah-kisah manis untuk SiBum, KyuMin, ZhouRy, YeWook, KangTeuk, HanChul, HaeHyuk, YunJae, dan 2min.

Di tunggu reviewnya~ :3