Don't Like? DONT DON READ!

Disclaimer : SM Entertainment (Semua Milik yang maha Esa)

Genre: Teserahlah ~

"Ketika SuJu disentuh Dbsk"

Nampak 6 orang namja dan satu yeoja duduk bersimpuh dihadapi namja paruh baya dengan tubuh sedikit gumpal yang masih memasang raut marah.

"Aku tidak habis pikir... sebenarnya, apa yang kalian lakukan? Mengacau, merusak dan mempermalukan hal-hal yang aku anggap tabu." Desisnya. Ya, dialah Lee Soo Man, Presiden Direktur SM Entertaiment, managemet yang di tinggali para manusia yang sedang bersimpuh ini.

Tak ada yang mau menjawab desisannya, hanya menunduk terdiam.

Soo Man sudah amat kesal atas kasus Changmin, maknae DBSK itu yang sulit sekali diajak beradegan mesra di dramanya, bahkan ia tak segan-segan menyuruh anak buahnya untuk menggebukinya agar ia harus Pro melaksanakan tugasnya sebagai peran utama. Dan sekarang, apalagi ini? Acara radio Sukira yang berhasil ia taklukan dan mendapatkan respon baik malah menjadi ajang kemesuman pasangan-pasangan gay? Apalagi, sekarang studionya sudah hancur lebur akibat ulah Yoona dan Jonghyun yang sekarang masih berada di hadapannya!

Walau ia tak tahu, apa yang 2min dan HaeHyuk lakukan adalah tuntutan para fans.

Masih juga tak ada suara, Soo Man melirik Leeteuk yang masih bungkam meski ia yang paling tertua dan pantas bertanggung jawab disini. Ia tak tahu kalau namja yang berbadan mungil itu juga masih berada di suhu panas badannya.

Tanpa segan, Soo Man melangkah kearahnya, membuat Eunhyuk dan Donghae berdebar kencang, takut-takut karena ulah mereka, Ummanya jadi taruhannya.

Benar saja, Soo Man langsung mencengkram dan dengan keras menampar pipi Leeteuk.

"Apa yang kau lakukan selama ini?!" Geramnya.

Leeteuk yang tak tahu harus bagaimana menitikkan air mata sambil menyentuh pipinya yang memanas perih akibat tamparan dadakan itu. "Aku minta maaf... aku minta maaf..." lirihnya. Ia tahu, ia memang yang pantas bertanggung jawab disini.

Donghae melihat Eunhyuk yang ada disisi kirinya yang tepat berada disisi sang umma, bahunya mulai bergetar, Eunhyuk tak henti-hentinya menangis dalam diam melihat adegan kekerasan itu, begitupun Taemin yang ada disisi kanannya. Donghae, Minho dan Jonghyun hanya menunduk dengan wajah yang amat sangat bersalah. Tidak dengan Yoona yang masih berwajah datar, seperti ia tak takut atau tak mau berurusan lebih dengan Soo Man, bahkan sekarang, ia sudah mulai berani angkat bicara.

"Presdir-ssi, aku juga minta maaf. Apakah ini sudah selesai? Ada acara penting yang harus kuhadiri." Ungkapnya tenang.

Soo Man diam. Ia memang paling tunduk terhadap wanita, tak berani menentang Yoona.

"Ya, kau boleh pergi. Jonghyun, Minho dan Taemin, kau juga boleh pergi, sampaikan pada Onew, kalau kalian bertiga aku larang untuk tampil di acara-acara selama sebulan ini. Dan kau Leeteuk, bawa kedua anakmu itu pergi, aku harap aku tidak melihat hal-hal yang tak ingin aku tatap seperti tadi, uang jatah untuk Dorm kalian juga aku potong untuk memperbaiki studio sukira." Detailnya.

"Ba-baik." Ungkap Leeteuk dan lalu, semuanya meninggalkan ruangan ini. Kecuali Yoona, mereka pasti mendapat Luka batin yang tak mungkin mereka tak ingat lagi.

0o0

Dalam perjalanan, Eunhyuk tak henti-hentinya meminta maaf pada Ummanya dan merasa amat khawatir dengan Leeteuk. Leeutek tak mau terlihat menyedihkan didepan anaknya dan ia bilang kalau ia baik-baik saja. Eunhyuk juga tak jarang mengeluarkan air mata dan air mata lagi, namun Leeteuk tetap tersenyum dan menutupi bekas tamparannya dengan rambutnya yang memang gondrong saat ini. Donghae yang harusnya biang masalah dari masalah ini hanya bisa terus diam dengan muka lirihnya. Tak tahu bagaimana caranya ia harus meminta maaf pada sang umma yang memang bisa sebaik hati ini.

Ia bisa sadispun karena ia mendidik anak-anaknya, ia memperhatikan anak-anaknya agar pihak management tak menyentuh anak-anaknya sedikitpun, bahkan ia rela menerima tamparan keras itu demi melindungi Eunhyuk dan Donghae. Bahkan, Fans pun tak Cuma-Cuma memberikan nama untuknya sebagai "Angel."

Kini mereka sudah sampai di kediaman tercinta. Agak takut juga kalau-kalau anak-anaknya berkumpul diruang tengah dan menemukan keadaannya yang buruk, paling tidak Leeteuk berpikir dia harus tersenyum. Eunhyukpun disuruh Leeteuk untuk mengusap air matanya dan berhenti menangis agar tak mengkhawatirkan anggota yang lain dan beri kabar sebaik mungkin bahwa tidak ada kabar buruk, semua baik-baik saja.

"Kami pulang." Ungkap Leeteuk. Dan lalu, mereka menemukan Kangin, Hankyung, Kyuhyun, Zhoumi dan Henry yang ada diruang tengah, sedikit bersyukur untuk Leeteuk agar anak-anak tidak ada yang menoticenya.

"Bagaimana Hyung?" Tanya Kangin yang sepertinya terlihat paling cemas.

"Tidak apa-apa, semua baik-baik saja, ya?" Tanya Leeteuk pada HaeHyuk.

"Y-Ya! Semua baik-baik saja." Pekik Eunhyuk dan dijawab anggukan Donghae. Kyu dan ZhouRy yang ada disana mengusap dada tanda bersyukur. Namun, Hankyung dan Kangin merasa ada yang aneh pada Leeteuk, tapi mereka hanya diam saja.

"Ba-Baiklah, kalian sudah tak usah cemas, Hyukkie, Hae, kalian beristirahatlah dikamar, aku juga mau istirahat sebentar." Ujar Leeteuk, tanpa babibu, Hae dan Eunhyuk berjalan gontai kelorong menuju kamar, dan Leeteuk buru-buru ke kamar yang memang terpisah dari kamar-kamar anak-anaknya yang lorongnya berada di sebelah kiri di samping dapur, sedangkan lorong kamarnya dan Kangin ada disebelah kanan disamping ruang tengah. Ia berharap, tidak ada yang menotice luka di pipinya.

Semua mengiyakan dan berucap selamat beristirahat kecuali Kangin yang terdiam di tempatnya setelah menatap Leeteuk lekat-lekat tadi dan Hankyung dengan buru-buru mengejar Leeteuk, pria berdarah asli rakyat China itu yakin, ada yang salah pada ummanya.

Beberapa meter dari pintu kamar masuk KangTeuk, Hankyung berusaha untuk menanyai Leeteuk yang berada jauh berjalan memunggunginya.

"Hyung—" namun ia sedikit kaget ketika ia merasakan dengan cepat seseorang berlari melewatinya dan lalu menarik pergelangan Leeteuk dan dengan cukup kasar mendorong tubuh mungil itu ke tembok yang ada disisi pintu kamarnya.

"Young woon-ah—" Leeteuk kaget ketika Kangin dengan seksama melotot kearahnya, Kangin bahkan bisa melihat dengan jelas bulir-bulir air yang jatuh dari mata indah angelnya yang sepertinya terjadi ketika sang angel itu meninggalkan ruang tengah, sedang Hankyung, membeku ditempatnya dan memasang wajah lirih melihat adegan ini, ditempat sepi dan cukup temaram ini.

Kangin dengan cepat menyibak helaian rambut lembut yang menutupi pipi sang umma. Ia melihat ada bekas lebam merah yang sepertinya terlihat cukup menyakitkan.

"Bagaimana bisa ini terjadi?" Ungkapnya menggeram sambil menggertakan giginya, Hankyung bahkan cukup kaget melihat bekas yang sepertinya tamparan keras itu.

"Young Woon-ah..." Tak ada yang bisa Leeteuk katakan melihat reaksi amarah namja yang ada didepannya ini, bahkan bulir-bulir air mata semakin jatuh lagi dan lagi dari matanya.

"Hyung—" bahkan Hankyung juga tak tahu harus bagaimana melihat reaksi Kangin yang mungkin juga sama ia marah dengan ini semua.

"BAGAIMANA BISA IA MELUKAIMU?!" Kini Kangin berteriak amat marah, mengapa Soo Man melukai wajah yang begitu dicintainya, teriakan Kangin menggema sampai kearah ruang tengah dimana semua orang yang ada disana kaget dan tanpa menunggu, akan menghampiri sumber suara. Bahkan, suara gema itu sampai kekamar HaeHyuk dimana Eunhyuk menenggelamkan wajahnya kebantal, terisak tersedu dengan Hae yang tak berada jauh darinya dan tak kuasa iapun mulai menangis dalam diam tanpa menghilangkan sifat cool-nya.

Mereka berdua yakin, siapapun yang tahu Umma disakiti, mereka pasti akan marah, terlebih appa yang slalu melindunginya. Bahkan Hae merasa bodoh mengapa ia tidak bisa melindungi sang umma padahal umma berada di dekatnya tadi.

"Aku tidak terima! Aku akan menemuinya! Aku tak terima dengan ini?!" Kangin kalap dan berusaha untuk meninggalkan tempat, membalaskan kemarahannya pada namja yang berhasil melukai orang yang dicintainya.

"Kumohon... hiks, Kumohon jangan Young Woon..." Leeteuk masih terisak sambil menahan namja yang tak bisa mengendalikan emosi itu, dibantu Hankyung yang juga mengamankan sang appa. Bahkan Leeteuk yang merasakan sedih dan mencoba menenangkan Kangin mulai menjatuhkan kedua lututnya sambil terus memeluk pinggang gumpal itu, menangis sejadinya, agar Kangin tak mencari masalah lebih dari ini.

"Kumohon tenanglah, Hyung—" Bahkan Hankyung merasa ingin menangis dengan kisah yang mereka alami saat ini.

Kangin tesentak ketika melihat Kyuhyun, Zhoumi dan Henry yang langsung Shock melihat sang umma menangis berjongkok dibelakang dirinya, memeluknya.

Hankyung yang tersadar ada orang lain langsung menggiring mereka bertiga untuk kembali bersamanya, membiarkan umma dan appa menyelesaikan masalahnya.

"Kumohon—hiks..." Euteuk masih asik dengan tangisan pilunya. Kangin lalu memutar tubuhnya dan berjongkok menyamakan dirinya dengan Leetuk. Ia menggengam pipi yang menundukkan wajahnya itu, untuk melihat kearahnya, rambut Euteuk yang acak-acakan dengan wajah merah berbasuh derasnya air mata, membuat Kangin menatapnya pilu, belum lagi tamparan pedih yang dirasakannya.

"Maafkan aku..." Kini Kangin bahkan tak kuasa meneteskan air mata kesedihannya. "Maafkan aku... Maafkan aku yang tak bisa melindungimu..." Ungkapnya. Euteuk sedikit tersentak dan lalu dengan cepat menghamburkan diri kedalam pelukan teman sekamarnya. Menangis sejadi-jadinya dengan bungkaman dari dadanya. Kangin yang sempat marah itupun hanya bisa mengusap kepala dan punggung yang dicintainya, berbeda dengannya yang mengendalikan segala emosinya, Leeteuk lebih memendam segala emosi dan merasakannya sendiri, Kangin begitu bangga dengan angelnya yang masih bertahan menjadi Leader dengan kehidupan yang keras ini. Bahkan disaat badannya yang sakit, mendapatkan luka yang menyakitkan baik dipipi dan batinnya, bahkan sempat menahan tangis, membiarkan agar seluruh anggota tak merasakan kepedihannya. Itulah Angelteuk, orang yang paling dicintainya, kali ini, Kangin percaya padanya, Kangin mengendalikan amarahnya, tapi ia bersumpah, ia tak akan memaafkan namja bernama Soo Man itu, seumur hidupnya!

0o0

Kejadian akan peristiwa sang Umma yang tersakiti dan hanya Appa, Kyuhyun, ZhouRy, Hankyung dan HaeHyuk, mulai berlalu seiring berjalannya detik jam yang ada diruang tengah itu. Semua yang tahu tutup mulut dari anggota lain, dan mencari alasan sang umma butuh istirahat dikamarnya dan tak ada satupun yang mengherankan karena gerakan sang appa yang siap siaga menahan siapapun yang berani masuk ke kamar mereka.

Malam inipun member super junior seperti biasa berkumpul diruang santai, tanpa Umma dan Appa yang sedari tadi berdiam di kamar, dan Siwon juga Kibum yang masih belum pulang. Tak berapa lama, terdengar suara pintu terbuka dan menampakkan sang simba yang baru saja pulang.

"Lho? Kibum belum pulang?" melihat semua kebanyakan berkumpul disana, Siwon yang yakin, hanya angelnya yang belum pulang.

"Kami tidak tahu, sepertinya, dia mungkin pulang larut malam." Sahut Kyuhyun sambil memencet remote untuk mengganti channel lainnya.

"Hm." Siwon hanya mendengus dan akan berlalu kekamarnya namun—

"Krystal, tolong jelaskan pada kami, apa hubungan kau dengan Kibum dari SuJu ini—"

"WHOA!" Semua yang ada disana kaget karena melihat betapa dengan manisnya Kibum ada dalam acara itu dan duduk manis disamping Krystal Fx, anggota Girlband yang juga berada dibawah naungan Soo Man, Junior Mereka.

Tak terkecuali Siwon yang entah kenapa langkahnya terasa berat. Bahkan dengan cepat, Jantungnya berdetak kencang seketika, dengan bola mata yang terus melotot sempurna melihat layar TV yang tak begitu jelas terlihat olehnya karena beberapa temannya itu menghalangi pandangannya dengan histeris.

Bagaimana bisa Kibum ada disana bahkan tak satupun member tahu?

"Ya, begitulah, aku dan Kibum, sudah lama berhubungan dan kami memberitahukan kalau kami adalah pasangan."

Gadis yang terbilang cantik itu dengan sangat percaya diri merangkul namja mungil yang ada disampingnya, namja yang hanya memberikan senyum malaikatnya dengan pipi yang tersipu.

"Kenapa ada ribut?!" Kini sang appa mulai bergabung dan cukup kaget dengan apa yang ditampilkan di layar televisi itu.

Dan pada saat ini juga, amarah mulai menyeruak dalam hati namja tertampan di ruang ini, bahkan sedih bercampur dengan perasaan yang hancur berkeping-keping, Kibum dan Krystal berpacaran? Sejak kapan? Apa yang tidak ia ketahui tentang malaikatnya itu?

Semuapun punya pertanyaan yang sama.

"—Hm ... memang sih, kalau tidak salah, Bummie pernah cerita kalau dia tertarik dengan Krystal, bahkan Krystal juga pernah menanyakan padaku nomor ponsel Bummie." Bola mata Simba langsung menyorot pada Heechul yang berhasil memecahkan suasana Shock.

"Iya juga, kalau diingat-ingat, Krystal juga pernah dengan gigih meneleponku dan menanyakan jadwal syuting Kibum." Kini Hankyung menimpali.

Lalu, karena itu semua, para member merasa sedikit kesal sekaligus tenang, bahwa kabar itu bukanlah kabar mendadak, hubungan mereka mungkin sudah memang sejauh itu. Bahkan, niat Kangin yang nantinya akan marah juga terurung karena ia juga tidak bisa menghalangi percintaan anaknya...

Namun, bagaimana reaksi Siwon?

Marah?

Oh Tentu.

Dengan menggebrak kakinya dilantai kayu itu dan membuat semua member memandang kearahnya dengan kaget, Siwon berlalu ke koridor menuju kamarnya. Dan setelahnya terdengar suara debam pintu yang cukup keras dirasa itu adalah pintu kamar Siwon dan Kibum disaat Siwon sudah dipastikan memasuki kamar.

"Kenapa dengan anak itu?" Tanya Kangin heran dengan reaksinya.

"Mungkin dia Iri kalau Kibum yang biasa-biasa saja itu punya pacar." Tebak Shindong.

0o0

Setelah menutup pintu kamarnya dengan cukup kasar, Siwon membanting dirinya duduk di ranjang, nafas menderu dengan tidak tenang. Sepertinya, berita itu direkam saat sore tadi, dan sampai saat ini, Kibum belum pulang?!

Banyak pertanyaan yang membuat Siwon gelisah, bagaimana bisa Kibum lepas dari ikatannya ini dan menjalankan suatu hubungan yang bahkan tidak ia duga?

Ia juga tidak bisa mengambil kunci motornya dan dengan kalap menjemput dan mencari Kibum di gedung pelaksanaan syutingnya begitu saja dengan posisinya yang merupakan idol ini.

Maka dari itu, ia memutuskan untuk berdiam disini dengan segala perasaan buruk yang bercampur, ia tidak bisa mentoleransi lagi, baginya, ia sudah cukup berbaik hati kepada Kibum. Tentang masalah Hara, tentang tangisan pilunya, tentang segala macam masalahnya yang diselesaikan oleh Siwon, tentang seluruh perhatian yang ia berikan, tentang janjinya, bahkan disaat Siwon menyerah akan cintanya, Kibum bahkan dengan sadis menarik kembali hatinya dengan janji itu, janji untuk selalu agar bersamanya ...

"Bagaimanapun juga, aku tak bisa memaafkannnya. Kibum harus mengerti, Kibum harus kupaksa tahu, aku tidak peduli dengan apa yang terjadi setelahnya, aku tidak akan memasang topeng malaikat lagi untuknya, Kibum harus dapat hukuman karena telah menginjak-injak perasaanku..." Desisnya dengan mata yang masih menampakkan amarah dengan warna kemerahan yang tak bisa diungkap untuk menahan tangis perih itu.

...

Jam 00.43, dikamar Siwon dan Kibum, Dorm Super Junior ...

Tak. Suara saklar lampu membuat kamar yang tadinya gelap gulita itu mulai menerangi, dan Kibum tidak kaget saat melihat teman sekamarnya duduk di sisi ranjang dan dengan kerennya menopang dagu dengan kedua tangan yang sikunya bertumpu di kedua pahanya.

"Lho, hyung, belum tidur?" Ucap namja yang masih saja selalu melempar senyum sederet giginya setiap kali bertemu Siwon.

"Hm, sepertinya sedang senang sekali." Bukannya menjawab pertanyaan Kibum, tapi dengan dinginnya Siwon mengalihkan kalimat lain.

Kibum hanya berjalan kearah lain untuk membenahi dirinya dan tersenyum sambil menggigit bibirnya, siapapun tahu kalau saat ini namja itu sedang begitu amat senang. Melihat reaksi imut itu malah membuat Siwon tampak kesal, ya, sangat marah!

Dan kini badan bongsornya mulai berjalan kearah belakang Kibum, menyenderkan sisi tubuhnya kelemari dan kedua tangannya ia lipat didada, seperti tengah melabrak Kibum yang masih berganti pakaian.

Bahkan badan topless yang terbuka tanpa siaga itu tidak mempengaruhi amarah Siwon, Siwon yakin cepat atau lambat, badan putih mulus itu ia akan santap dengan segera, meski tetap sesuai dalam rencananya, dengan pemaksaan.

"Na, hm, bagaimana dengan Krystal?" Siwon menyodorkan wajahnya, jelas sekali ia tampak tidak suka mengucapkan nama gadis sialan yang berhasil memeluk angelnya itu.

"W-Wae?! Hyung, ano..." Telak. Reaksi Kibum begitu jelas bahwa dia memang benar ada dalam berita itu, rasanya Siwon seperti menampar dirinya berkali-kali agar tersadar dari betapa imutnya Kibum malam ini secara beruntun dengan reaksi malu-malunya, inikah reaksi orang jatuh cinta, eoh?

"Semua member sudah tahu, jadi tidak usah cemas." Ungkap Siwon, membuat Kibum yang salah tingkah itu mulai menutup mulutnya dan hanya tersipu berkata. "oh."

"Jadi, pulang larut karena bersamanya?" Kini ucapan Siwon semakin sinis, membuat Kibum baru tersadar ada yang aneh dengan hyung-nya yang biasanya bersikap sangat baik padanya itu.

"Bukan, kami memang bersama tapi kami bertemu presdir—"

"Bermesraan?" Belum sempat menjelaskan, Siwon dengan tatapan dingin kembali bersuara. Membuat Kibum terdiam, dan dengan kesalnya, Kibum merengut, sepertinya, dia harus menghindari Siwon saat ini, Siwon terlihat berbeda dari biasanya, dan entah kenapa, Kibum sangat jengkel dengan pertanyaan-pertanyaannya.

"Aku mau makan." Kalimat itu sukses terucap untuk menghindari Siwon dan Kibum memalingkan wajahnya berjalan kearah pintu kamar, paling tidak, ia tidak mau seruang dengan namja aneh itu.

Baru saja Kibum memegang knop pintu dan membukanya sedikit, dengan sekejap, udara berhembus dari belakangnya dan BRAK! Pintu berhasil tertutup dengan tekanan tangan Siwon yang kini berada dekat dibelakang punggung Kibum.

"Jawab. Pertanyaan. Aku." Siwon memberi jeda pada setiap katanya.

"Sebenarnya apa maumu?" Tanpa berbalik, Kibum membalas pertanyaan dengan nada yang tidak kalah sinis.

"Sudah kubilang, jawab pertanyaanku. Kau bermesraan dengannya?"

Kibum berbalik padanya dan dengan wajah menanggah, ia menatap marah Siwon. Namun Siwon tetap bertahan dengan wajah datarnya yang ia buat sebisa mungkin dari petang tadi, ya, untuk peristiwa ini ia harus menenggelamkan wajah tersenyumnya.

Bisa di bilang, sama dengan wajah yang ia lemparkan kepada namja cantik dari Dbsk tempo hari.

Dan dalam kesempatan itu juga, diam-diam tangan Siwon dengan cepat mengunci pintu kamar dan mengamankan sang kunci dalam genggamnya tanpa disadari Kibum yang berada dengannya sedekat ini, paling tidak Siwon dengan pintarnya, untuk keberhasilan misinya, yang paling utama saat ini adalah Kibum tak boleh lepas dari wilayahnya.

"Hah? Sebenarnya kau kenapa, Hyung? Oh, mungkin kau iri kalau aku punya pacar secantik Krystal?" Kini Kibum mulai menantang untuk menarik amarah Siwon.

Siwon menyeringai sambil memalingkan wajahnya dari namja yang tengah marah namun terlihat sangat imut itu. "Heh, Iri karena kau punya pacar cantik? Enak saja."

"Ya! Lalu kau kenapa? Kau juga ingin punya pacar? Kenapa kau ingin tahu sekali kehidupan pribadiku? Kau iri karena kau tampan tapi kau belum punya pacar? Kau tidak terima kalau aku duluan yang punya pacar? Lalu, apa masalahmu kalau aku bermesraan atau tidak dengan Krystal?!" Amarah Kibum mulai meluap bahkan ia sudah tidak bisa sopan lagi terhadap namja yang lebih tua darinya itu.

"Sudah kubilang, aku ingin tahu apa kau bermesraan dengannya...?" Siwon sudah tidak tahu harus berkata apalagi, dalam pikirannya saat ini, ia membayangkan bagaimana wajah imut dihadapannya itu mendesah sambil memeluk yeoja sialan,sialan,sialan,sialan itu. Ia ingin tahu sudah sampai mana hubungannya yang tidak ia tahu?! Siwon sangat jelas sekali hanya menginginkan wajah itu! Wajah selain wajah kesehariaan Kibum! Wajah mendesah yang tidak karuan, menikmati segala lekuk dari pasangannya, ya, terlebih lagi, wajah sexy mendesah dan memohon untuk pelukan Siwon sendiri.

"Heh, kau hanya cemburu padaku karena aku mendapatkan Krystal. Aku juga tidak tahu, apa yang kulakukan sehingga yeoja secantiknya berkata ingin menjadi pasanganku."

Siwon semakin kesal, entah apa yang ia tanyakan dengan apa yang Kibum jawab, sangat sulit sekali untuk bersatu dan pada akhirnya ...

BRAK. Siwon meninju kuat-kuat daun pintu yang ada diatas kepala Kibum itu, sejenak membuat tidur semua member yang kamarnya dekat dengan mereka terusik, namun, tidak ada satupun yang terbangun dan menyapa kamar yang suasananya sudah membara itu.

"AKU TIDAK PEDULI. AKU SAMA SEKALI TIDAK INGIN MEMILIKI PACAR SEPERTI YEOJA SIALAN ITU! YANG KUINGINKAN HANYA KAU! JAWAB PERTANYAANKU!"

Kibum melotot. Apa maksudnya? Siwon menginginkan Dirinya? Apa maksud Hyung-nya itu menginginkan dirinya.

"Jawab pertanyaanku!" Suara keras itu memecahkan kebingungan Kibum.

"Bagaimana bisa aku bermesraan dengannya?! Hubungan kami saja baru tersiar hari ini!" Kibum tak kalah meneriaki jawabannya. Ia tidak suka, ia tidak suka dibentak dan dipojokkan seperti ini. "Sudah puas, kan? Aku lapar." Melihat reaksi Siwon yang tenang setelah mendengar jawabannya, Kibum berbalik dan kembali memunggunginya, tak menghiraukan kalimat yang sudah jelas Siwon torehkan tadi, bahwa Singa kelaparan itu menginginkan sang putri salju dalam tanda kutip yang berbeda.

Tidak sadar kalau pintu ternyata sudah terkunci, Kibum yang memegang knop pintu itu tersentak saat lengan besar mengelilingi bahunya, dan dengan jelas terasa, ada wajah yang bersembunyi dibelakang helaian rambutnya.

"Hyung—"

"Syukurlah..." Desis Siwon tanpa membiarkan Kibum melihat wajah dibaliknya.

"Hyung..." Kibum entah kenapa, tidak tega melihat reaksi pelukan Siwon yang sepertinya terlihat kesepian itu, bahkan ia juga merasa bersalah sudah banyak berteriak padanya. "Hyung, Mianhae—"

"Dengan begini, sudah jelas, aku yang pertama, kan?" Kalimat sederet itu membuat alis dan dahi Kibum mengernyit, sepertinya, ia tidak tahu dengan bahaya yang begitu dekat dengannya ini.

Tanpa disadari, salah satu tangan Siwon mulai turun kearah dadanya dan membuka kancing baju yang baru saja dikenakan Kibum beberapa menit lalu.

Tapi, sepertinya Kibum tidak bodoh, dengan segera dan sekuat tenaga ia melepas dirinya dari Siwon dan mendorong jauh namja yang sudah gila akan dirinya itu.

"Kau bercanda, kan Hyung?" Kibum dengan segera merapikan kancing-kancing yang dengan cepat dibuka oleh satu tangan Siwon itu.

Siwon masih menundukkan wajahnya, dan setelah itu, tangan yang baru saja ia gunakan untuk meraba kancing baju Kibum yang terasa begitu sangat mendebarkannya barusan, ia tapakkan menutup mulutnya, menghirupnya dalam-dalam, dan tawa menyebalkan mulai terdengar darinya.

"Hahahahaha! Hahaha! Ini benar-benar menakjubkan, kau begitu harum, Bummie~"

"Kau sudah gila, hyung!" Kibum mulai tidak enak perasaan, dan ada sedikit rasa takut melihat Siwon yang benar-benar aneh malam ini. Dengan segera ia buru-buru membuka pintu untuk lari darinya.

Lari dari dia yang tanpa Kibum duga adalah ancaman terbesar dalam hidupnya. Tapi ia melotot sempurna saat tahu ada yang tidak berfungsi dari pintu keselamatan yang ada dihadapannya.

Cring ...

Suara yang begitu ingin Kibum dengar saat ini membuatnya menoleh telak pada Siwon yang dengan tampang setannya menggoda dengan sesuatu yang ada di sela-sela jarinya.

"Kau cari ini, Bummie?" Seringainya sambil memutar sang kunci yang masih bertengger dijarinya, dan perlahan menghampiri Kibum. Reflek, Kibum mundur perlahan, tepat menempelkan punggungnya pada sang pintu.

"Sebenarnya kau kenapa, hyung? Apa salahku? Kenapa kau jadi seperti ini?" Kini rasa takut menyelimutinya. Mengapa ia tak menduga ada setan jahat yang slalu menemaninya sedekat ini dengan bertampang seperti malaikat?!

"Kau sejak awal sudah salah, Bummie. Hara, Krystal atau sederet wanita yang sering kau bicarakan padaku. Aku sudah tidak bisa berbaik hati lagi karena berita itu, aku begitu marah, Bummie. Rasanya kau seperti menginjak hatiku berulang, berulang, mengeratkannya lagi, injak lagi. Dimana kurangku, Bummie?"

"Bagaimana aku bisa tahu, hyung. Kau Hyung-ku, teman sekamarku, orang yang kuhormati, kau begitu tampan, kau bisa menarik segala yeoja yang ada didunia ini! Aku iri padamu, Hyung. Kau inspirasiku, hentikan ini! Kau salah jika menginginkan aku, Hyung." Kibum berusaha bersikap normal, barangkali Siwon mendengar kata-katanya. Ya, menyukai dirinya yang namja ini adalah sebuah kesalahan fatal untuk namja terideal didunia itu.

"Tidak bisa. Berulang kali aku bersikap biasa, tidak ada yang bisa mengalahkanmu, Bummie. Aku begitu menginginkanmu. Hm, pisah dari Krystal, ya? Dan mulai bersamaku?" Kini Siwon dengan manisnya meregangkan kedua tangannya. Seraya Kibum akan lari dalam peluknya.

"Aku tidak percaya, kau gila, Hyung." Kibum mendesis dengan tampang jijiknya dan berusaha membuat Keributan dengan menggedor-gedor pintu kamar, berharap anggota lain terbangun dan menyelamatkannya. Tentu saja, dia takkan mungkin bisa melawan Namja yang lebih kuat darinya itu, tepatnya lebih unggul segalanya daripada dirinya yang biasa itu.

Namun, dengan sigap, Siwon berlari kearahnya, mencegah keributan yang akan ditimbulkan angelnya itu yang akan merusak segala rencananya. Siwon sudah tidak peduli dengan resiko yang akan diembannya jika misi ini berhasil, ia hanya ingin mendapatkan malam pertamanya, menjadi namja pertama yang mengetahui segalanya milik Kibum, dan memberi tahu pada angel itu akan siapa dirinya, sehingga ia tidak usah bertahan lagi dari sikap sabarnya.

Dengan sangat gampang, ia menggendong tubuh mungil itu dan membantingnya ke ranjang. Kibum meringis merasakan sakit di punggungnya yang dengan kerasnya terpantul lagi. Ia yakin, Siwon benar-benar ancaman hidupnya saat ini.

Siwon dengan buru-buru melepas kaosnya. Menampilkan kulit kecoklatan dengan sixpack yang begitu amat dipuja dan diteriaki dengan histeris oleh seluruh wanita yang selebihnya adalah wanita cantik tipe-tipe ideal Kibum.

Kibum melotot bahkan tak kuasa untuk menangis. Menjadi cengeng dan dengan erat memeluk bajunya. Ia tak bisa lari lagi, satu-satunya harapan adalah merubah Siwon kembali menjadi seperti semula.

Kini namja itu tepat berada dihadapannya. Diatasnya. Dan Kibum menutup matanya ketika merasakan nafas menderu menerpa wajahnya. Dan tangan yang memeluk dirinya itu kini bergantung diatas kepalanya dengan satu tangan Siwon yang menahannya.

Kibum tidak mau melihat wajah mengerikan itu. Wajah Gilanya.

"hhh... Kibum..." Desahan kecil yang memanggil namanya dengan sangat sexy itu membuat Kibum bergidik ngeri, dan ia tidak nyaman saat Siwon dengan seduktif menciumi lehernya yang terbuka itu. Bahkan kini, air mata mulai bergulir dari matanya yang terpejam dengan sangat dalam.

"Hyung..." Kibum buka suara meski nada isaknya tidak bisa ia sembunyikan. Membuat Siwon terhenti dari gerakannya, merespon apa yang ingin disampaikan oleh Kibum. Menyerah? Atau kembali melawan? "Kau cinta padaku, kan?"

Sejenak hening. Siwon bahkan tak mau membeberkan wajahnya yang masih tenggelam dalam leher seputih salju itu.

"Kau sangat cinta padaku, kan?" Kibum mengulanginya. Bahkan ia membiarkan suara takut, gentar dan tangisnya membalut, berharap Siwon akan mengerti.

"Sudah sangat sejak lama. Aku hanya memperhatikanmu." Siwon membalas dengan suara pelan. Ia dapat merasakan tetesan air yang turun kedahinya.

"Hiks. Jadi, kau memendam semua itu? Kau sangat cinta padaku? Berarti bukan salahku, kan?" Kibum menangis. Yang ia tahu, semua kejadian ini bukan SALAHNYA.

"Ya. Bukan salahmu." Siwon membenarkan.

"Jadi, kalau kau sangat mencintaiku, bukankah seharusnya kau melepasku? Kau harus membiarkan aku bahagia, hyung. Mianhae, aku tidak peka dengan segala perhatianmu. Semua ini bukan salahku, Hyung." Kibum menangis sejadinya.

Tak ada jawaban dari Siwon yang masih terdiam itu.

Kibum sangat percaya, Siwon masih baik padanya. Siwon pasti akan melepasnya ...

0o0

Pukul 00.43, di waktu dan malam yang sama, di dorm yang lain, nampak 5 orang namja yang sangat dicintai para Cassiopeia itu tengah berkumpul dalam suasana yang sepertinya serius itu.

Yunho sang leader dengan sangat cermat melihat lembaran kertas dimeja yang ada di hadapan mereka. Jaejoong sang umma terlihat sedari tadi hanya mendengus-dengus, dan ketiga anaknya hanya terdiam dengan paras yang nampak sedih.

"Kalau sudah begini, apa yang harus kita lakukan, boo?" Yunho memijat-mijat dahinya sambil memejamkan matanya dalam. Ia bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika lembaran itu datang bersama Jaejoong petang ini.

Lembaran yang dengan sangat jelas menyatakan bahwa Kim Jaejoong, Park Yoochun dan Kim Junsu, akan dikeluarkan dari Dbsk karena kontrak yang tidak bisa di perpanjang. Dan surat itu berlaku di akhir tahun nanti.

"Tapi ini sangat tidak masuk akal, Yunnie! Ini hanya akal-akalan mereka! Mereka ingin memecah kita! Mereka mengancam kita! Kita harus mengajukan masalah ini ke meja hijau! Sekaligus menggugat masalah Changmin kita!" Cerocos sang umma yang nampaknya malah membuat Yunho tampak semakin kesal.

"SUDAH KU BILANG, KAN!" Dan suara yang menggelegar itu mulai keluar dari mulut Yunho. Membuat Jaejoong terdiam dan para anak yang semakin merunduk takut. "Aku bilang kita jangan sampai berurusan lagi, boo... kau paham atau tidak, kalau sudah begini, apa kuasaku? Aku bisa apa untuk menolong kalian..." Bahkan kini namja gentleman itu mulai melihatkan sisi lemahnya dengan mengalirkan air matanya dan bersandar dibahu Jaejoong.

"Maafkan aku, Yun... aku datang padanya karena aku masih tidak menerima tentang peristiwa Changmin... aku tidak suka Yun, aku benar-benar minta maaf ..." Bahkan Jaejoong mengusap bahu coklatnya dan ikut menangis. Membuat Yoochun dan Junsu yang masih berada diam di tempatnya juga mulai ikut menangis, dan Changmin ikut memeluk appa ummanya itu.

"Aku yang harusnya di salahkan, maafkan aku, umma, appa." Ucap namja jangkung itu sambil menangis tersedu-sedu. Namun, Yunho dan Jaejoong dengan sangat sayang mengusap magnae mereka itu.

"Kau tidak salah, Changmin. Kami menyayangimu, kami melakukan semua ini karena kami sangat peduli padamu, jangan menangis lagi." Ujar Jaejoong sambil tersenyum simpul, membuat Changmin dengan menurut menenangkan dirinya.

Namun saat itu, Yunho memutar wajah Jaejoong dan menempelkan dahinya dengan dahi Jaejoong, bahkan mata sipitnya masih bengkak karena masih menangis. "Tapi, aku tidak ingin berpisah darimu, juga uri Yoochun dan Junsu, boo..."

"Appa..." Yoochun, Junsu dan Changmin mulai mendekat pada semua akhirnya saling berpeluk, bahkan mereka juga merasakan hal sama. Mereka tidak ingin terpisah.

"Maafkan aku... maafkan aku, Yunho-ah..." Dan namja cantik itu mulai meraung lagi meratapi kesalahannya.

"Yoochun, Junsu, aku titip ummamu nanti... sampai saat itu tiba, ayo kita perbanyak waktu kita ya, aku sangat sayang kalian..." Ungkap Yunho sambil memaksakan senyum dengan mata yang masih menyipit dan disertai dengan air mata itu.

0o0

"Tidak bisa."

Kibum yang masih belum bisa melihat dengan jelas karena air mata yang menghalangi itu melototkan matanya. Suara pelan itu sangat jelas ia dengar di suasana yang sangat sunyi ini.

"Hyung—"

"Aku tidak bisa berbaik hati padamu lagi, aku menginginkanmu Kibum. Tak ada yang kuinginkan malam ini selain itu, aku tahu kau pasti akan menyakitiku." Ungkap Siwon sambil kembali menciumi setiap lekuk lehernya.

"Tidak Hyung, hh, aku akan memperhatikanku.. hyu—hh." Kibum bahkan tidak bisa memendam suara lenguhnya ketika Siwon dengan sangat cepat menemukan titik-titik sensifit disekitar lehernya itu. Ia masih belum menyerah, ia harap Siwon pasti akan mengerti.

"Aku tetap tidak peduli. Kau akan berlaku bagaimana padaku nanti, aku sudah tidak peduli! Aku ingin jadi yang pertama untukmu!" Ungkap Siwon kesal dan bibirnya menulusur turun tidak sabar menjamah permukaan dada sang angel.

"Hentikan, Hyung! Aku tidak—Agh!" Kibum berteriak ketika tanpa aba-aba Siwon memelintir nipel kanan dan menggigit nipel kirinya.

Dan ia hanya bisa menangis sambil berusaha meronta ketika Siwon dengan kasarnya melucuti segala yang ia kenakan.

"Hyung... Hiks... Hyung!" Bahkan Siwon sudah tidak dapat berbelas kasih ketika dengan nikmatnya merasakan setiap inchi lekuk tubuh Kibum dan disertai dengan wajah Kibum yang memerah, meraung, mendesah sekaligus marah padanya. "Aku.. aku, hh, akan membencimu... aku tidak akan memaaf—hmmpph..." Bahkan tidak segan-segan Siwon membungkam bibir mungil itu dengan ciumannya.

Tidak peduli Kibum melukai lidah dan bibirnya, bahkan tangan yang telah Siwon lepaskan mulai memukulnya, menjambaknya, membuat luka disekitar punggungnya, Siwon sudah tidak peduli, resiko setelah hal ini adalah yang paling terbesar untuknya.

Ia sudah siap berpisah dengan Kibum asalkan telah menikmati kenikmatan yang ia jalankan saat ini dengan sempurna.

Dan Kibum sempat terlonjak, Syok, melotot dan terhenti dari gerakan brutalnya ketika ia merasakan sakit akan sesuatu yang besar merobek wilayah itu.

Ia sudah kalah. Siwon tidak bisa ia kendalikan lagi. Baik Kibum dan Siwon sudah tidak peduli dengan darah yang mengalir dari wilayah Kibum yang merembes ke seprai kasur, keadaan Kibum yang menjijikan dan berantakan, juga Siwon yang memiliki banyak luka malam ini.

"hh... Kibum... Ught... Ogh..." hati Siwon begitu senang dapat merasakan kenikmatan dari angel yang paling di cintainya itu. Meski dengan pemaksaan, ini sangat nikmat, sangat nikmat sekali.

Kibum hanya bisa menangis dalam diam, membutakan matanya dari adegan tidak normal itu juga wajah Siwon yang membuatnya ingin menghilang saja dan juga menulikan pendengarannya dari desahan dan lenguhan biadab namja yang dipuja wanita cantik itu. Dia juga membisukan suaranya agar tak sedikitpun keluar suara isak lagi, dan juga suara desahan miliknya yang ia anggap menjijikkan dengan melukai dirinya sendiri, mengatup mulutnya dengan menggigit bibirnya kencang-kencang hingga berdarah.

Bahkan tanpa belas kasihan pula, Siwon mengeluarkan cairan laknatnya dalam dirinya. Dan dengan tenangnya, namja tampan itu menjatuhkan tubuhnya sambil memeluk Kibum dan tertidur...

...

Malam sudah berlalu, dihari yang masih sangat pagi itu, tepatnya pukul 03.26, Kibum yang masih menangis dan membersihkan dirinya, dengan hati yang hancur mulai membersihkan dirinya. Dan ia juga menaruh beberapa bajunya di sebuah tas yang cukup besar, lalu ia meninggalkan ruang yang masih terisi dengan namja telanjang yang berselimut itu dengan tidur tanpa dosanya.

0o0

Sudah 3 hari berlalu sejak peristiwa malam mengenaskan bagi Kibum itu. Di pagi ini, semua anggota SuJu sedang berkumpul untuk Sarapan. Lalu, ketika Hankyung yang paling terakhir datang ke meja makan, ia merasa ada yang aneh dengan suasana sarapan sama seperti dua hari sebelumnya.

"Hei, apa kalian tidak khawatir dengan Kibum?" Ungkap namja yang paling perhatian itu. Mendengar nama Kibum di sebut, Siwon langsung memutar wajahnya tidak peduli dan kembali menyendok serealnya. Membuat Heechul yang duduk di seberangnya menyimpan rasa curiga.

"Namanya juga lagi jatuh cinta, hyung. Wajar kalau jarang pulang~" timpal Kyuhyun enteng. Membuat anggota lain selain SiChul angguk-angguk.

"Siwon?" Kini Hankyung dengan jelas juga menyimpan rasa curiga pada namja jangkung yang slalu lebih perhatian terhadap Kibum melebihinya.

"Wa-Wae?" Siwon meladeninya dan pura-pura tidak tahu.

"Apa kau tidak khawatir?"

"Y-Ya, mau bagaimana lagi—" Siwon bingung harus membuat alasan apa, tapi yang ia tahu sepertinya rasa curiga Hankyung akan makin besar dan membuat member lain juga akan merasa aneh dan curiga padanya nantinya. "A-Aku sudah selesai sarapan, aku akan bersiap untuk pergi." Siwon dengan cepat mengalihkan pembicaraan dan beranjak untuk pergi dari kerumunan.

"Ya, Siwon-ah—" Hankyung yang masih membutuhkan informasi dari Siwon digenggam tangannya oleh Eeteuk yang berada didekatnya. Namun saat itu, Heechul ikut berlalu dan mengejar Siwon ke lorong kamar, ia yakin ada sesuatu yang terjadi pada namja itu dan Kibum.

"Sudahlah, Hankyung... kau jangan mengganggu Siwon. Banyak Syuting yang harus ia kerjakan. Lagipula, kau tidak perlu khawatir dengan Kibum, benar kata Kyu, dia sedang jatuh cinta, biarkan saja. Lagipula, kita sedang free juga dari Super Junior."

Hankyung terdiam dan mulai menyembunyikan rasa khawatirnya. Lalu, ia ikut duduk namun ia berusaha sarapan secepat mungkin agar bisa bertemu Siwon sebelum ia pergi.

0o0

Saat Siwon akan memasuki kamarnya, ia menoleh saat seseorang menggapai tangannya.

"Hyung?" Tanya Siwon. Agak lega bahwa yang mendatanginya bukan Hankyung. "Ada apa?" Tanyanya sambil berusaha tersenyum seperti biasanya.

"Ada yang terjadi padamu dan Kibum." Ungkap Heechul serius.

Mendengar nama Kibum lagi yang di panggil. Siwon dengan refleks menghentikan wajah malaikatnya dan melepas diri dari Heechul dan masuk kekamarnya, entah kenapa, sejak malam itu, ia sudah memaku dirinya, ia juga kesal dengan Kibum yang lebih memilih pergi darinya.

Namun Heechul berusaha mengikutinya kedalam kamarnya.

Siwon sebisa mungkin tak menghiraukan Heechul yang kaget melihat kamar yang cukup berantakan tidak seperti biasanya.

"Sudah kuduga." Heechul berucap saat dengan jelas melihat darah yang ada di seprei putih mereka. Mendengar satu kalimat itu, Siwon tetap memungguninya sambil memakai kemeja dan jasnya, tak mau menghiraukan Heechul yang ia anggap hanya mengetahui bahwa dia dan Kibum hanyalah bertengkar biasa. "Ada luka di sekitar lehermu, bahkan mungkin di punggungmu, jelas sekali, kau memperkosa Kibum dengan paksa."

Mendengar kalimat yang berani itu membuat Siwon melotot dan menoleh dengan cepat pada hyungnya yang dianggap paling cantik itu. Dan saat ia melihat Heechul yang dengan seksama melihat kearah ranjang tidur dengan noda merah itu, Siwon dengan sangat stress menghampirinya, dan dengan kasar menarik seprei putih tak bersalah itu.

"Benar, kan?" Kini Heechul dengan seduktif menggoda Siwon yang nampaknya tebakannya benar-benar sangat tepat.

"YA! YA! Hyung benar! Aku memaksanya!" Siwon dengan kesal menggulung-gulung seprei itu kesebuah kantong plastik yang ia ambil dan menghampiri Heechul yang masih berdiri di sisi ranjangnya. Paling tidak ia akan melondry seprei saksi bisu cinta sepihaknya kepada Kibum.

Dengan nafas yang sangat tersengal-sengal karena 2hari ini ia sangat stress, Siwon mendudukan dirinya di ranjang tanpa seprai itu, dan Heechul juga mulai mendudukkan diri di sampingnya.

Dengan sangat lembut dan bola mata yang sangat miris, Heechul menyentuh dagu Siwon dan menelusuri bibir yang diimpikannya itu dengan ibu jarinya. "Bahkan bibirmu sampai luka begini, sebenarnya apa yang terjadi malam itu? Baik dirimu dan Kibum, kalian sangat kasihan sekali."

Siwon terdiam. Mendengar ia dikasihani oleh orang lain, rasanya sangat membuat dirinya seperti orang tidak berguna. Heechul benar, seorang namja tampan sepertinya bahkan tidak bisa mendapatkan cinta yang diinginkan. Bahkan, ia sampai harus memaksa dan terluka, juga di akhiri dengan gantung dan membuatnya stress. Dalam hati yang paling dalam, ia tidak mau kehilangan Kibum ...

"Kenapa harus Kibum? Padahal sangat sulit, bukankah kau lebih baik mendapatkan yang lebih menyayangimu?" Kini Heechul serasa ingin menangis melihat namja idamannya itu gelisah seperti ini.

"Maksud, Hyung?" Siwon seperti mencerna sesuatu dan tanpa segan menatap wajah cantik itu.

Heechul mengusap pipi Siwon dengan sayang, membuat Siwon yang butuh kasih sayang itu terenyuh. "Ada aku, Siwon-ah..." Ungkap Heechul dengan senyum miris. Dan tanpa ada jarak, mata mereka beradu, membuat bibir keduanya saling bertaut senada dengan irama cinta yang baru ...

Namun tanpa mereka ketahui, Hankyung berada disana saat menyaksikan ciuman yang begitu sakit menjalar kehatinya. Tanpa suara, namja itu hanya meninggalkan ruang dalam diam ...

0o0

Ting Tong ...

Baru saja keluar dari lorong kamar yang pas-pasan akan keruang makan, dan sambil menghapus air mata yang jatuh sedikit, Hankyung memutuskan untuk melihat siapa yang datang.

Saat membuka pintu, ia mendapatkan seseorang yang sepertinya sudah masuk pada daftar orang yang harus ia datangi untuk mencapai informasi, Jung Soo Yeon atau biasanya lebih dikenal dengan nama Jessica dari Girlband SNSD itu, kakak kandung dari Krystal.

"Hm... Hankyung-hyung?" Jessica dengan nada sombongnya berbicara ketika yang ia dapatkan hanya seorang namja asal China itu.

"Ya." Hankyung malah agak sedikit canggung ketika gadis yang lumayan cantik itu juga menyebut namanya.

"Ya, tidak apa-apa deh, kuberi tahu pada hyung saja." Ujarnya. "Begini ya, Hyung. Aku mau protes nih sama Leeteuk-hyung, atau sama semua anggota super junior. Asal kau tahu saja, aku tidak terima dengan namja bernama Kibum itu yang menginap di dorm Fx, tempat Krystal selama 2hari ini! Sebenarnya apa yang kalian lakukan! Aku sudah mengatakan pada Krystal tapi dia lebih membela namja nyebelin itu! Pokoknya aku tidak mau tahu! Aku tidak suka!"

"Jadi, kau tahu dimana Kibum?" Hankyung dengan antusiasnya memastikan. Ia juga cukup curiga saat ia tidak bisa menghubungi ke ponsel Kibum, dan dengan segera ia keluar menuju parkiran mengambil mobilnya dan dengan sangat sopan, mengajak Jessica masuk untuk menemaninya ke dorm FX dan sekaligus membawa Kibum pulang.

0o0

Hankyung dan Jessica sudah sampai di dorm Fx. Ketika sudah masuk, Hankyung dan Jessica menemukan Victoria, Sulli dan Luna ada di ruang tamu.

"Anyeong Hankyung-hyung. Jessica Unnie." Ucap mereka bertiga.

"Anyeong." Hankyung menjawab dengan sopan. "A-Ano, apakah Kibum disini?"

"Ya, Kibum Oppa ada di kamar Krystal, sejak datang, ia bahkan tidak membiarkan Krystal masuk kamar." Jelas Luna.

"Na, sudah kubilang, kan. Membermu itu merepotkan sekali dan tidak tahu malu datang ke dorm Fx." Desis Jessica. Hankyung hanya mendecak menghadapi sinisan member SNSD itu. Ia lalu di antar Luna menuju kamar Krystal. Hankyung bisa lihat Krystal dan Amber berdiri di sebuah pintu kamar.

"Oppa, ceritakan padaku. Aku akan mendengarkan." Nampak Krystal masih tak menyerah mengetuk pintu kamarnya untuk mendengarkan masalah namjachingu barunya itu.

"Maaf, bisa permisi sebentar." Hankyung mulai masuk ketengah mereka dan juga ikut mengetuk. "Kibum-ah, ini aku."

Tak ada respon saat Hankyung mengetuk dan berucap. Membuat semua yeoja yang ada disana juga ikut prihatin dengan apapun yang mereka lakukan tak menghasilkan.

"—Hankyung-hyung?" Terdengar suara pelan dari dalam.

"Oppa. Iya, kami khawatir padamu, makanya Hankyung Oppa kemari." Jelas Krystal lagi.

"Kibum-ah, ayo pulanglah. Kibum-ah, biar aku yang dengar masalahmu."

"Maaf, bisakah hanya Hankyung-hyung yang masuk?"

Mendengar permintaan itu, membuat Krystal sedikit kecewa. Tapi semua setuju untuk membiarkan Hankyung masuk kedalam saat Kibum membuka kunci kamarnya. Baru saja pria itu masuk, Hankyung sedikit kaget ketika dongsaengnya itu memeluknya.

"Hiks, Hyung—hyung, hiks."

Hankyung menatap miris. Mungkin ini memang ada masalahnya dengan Siwon, karena seharusnya, dalam masalah seperti, ia bukanlah orang pertama yang menemukan Kibum, karena pada biasanya, Siwonlah yang slalu menemukan namja berkulit pucat ini duluan.

"Na, Kibum-ah, tenanglah." Ucap pria china itu sambil mengusap punggung Kibum. Paling tidak, Kibum percaya bahwa namja yang sedang dipeluknya ini adalah namja berbeda, yang tidak sejenis dengan singa sialan yang 3tahun lebih itu menjadi teman sekamarnya.

Titah Hankyung didengar Kibum, ia mulai menenangkan diri dalam tangisnya. Dan kembali duduk dikamar yang suasananya cukup lumayan banyak sentuhan kesukaan wanita.

"Sebenarnya, apa yang terjadi? Semua member tidak ada yang tahu, mereka berpikir kau sedang bersenang-senang karena baru saja mempublikasikan kau punya yeoja secantik Krystal. Tapi aku merasakan kau sedang dalam kesulitan, Kibum. Apalagi, tingkah Siwon yang acuh padamu, membuatku jadi lebih yakin. Untung saja, Jessica datang ke dorm."

Agak sedikit mendesis ketika nama Siwon tersebut. Namun, sebisa mungkin, Kibum ingin tutup mulut tentang malam kemalangannya itu.

"Hyung, aku ingin pindah ke kamar Hyung."

"He? Jadi benar kau ada masalah dengan Siwon? Kalian bertengkar masalah apa?"

"Pokoknya aku ingin tukar kamar dengan Heechul-hyung! Kumohon, hyung! Bantu aku!"

Kini berbalik Hankyung yang sedikit mendesis ketika nama Heechul terucap. Bagaimana tidak? Ia melihat kekasihnya itu dengan tenang mencium Siwon!

"Hm. Kalau aku ya tidak apa-apa, tapi kita tidak bisa begitu saja sekamar, kau harus minta izin pada Heechul, juga Appa umma. Jadi, kita pulang ya?"

Dan dengan diskusi pendek itu, Kibum dan Hankyung pamit pada penghuni dorm Fx juga Jessica juga mengucapkan terima kasih pada mereka.

0o0

Jam menunjukan pukul 21.19. Kibum sang penggugat, sudah membawa saksi, Hankyung-hyung. Kedua pemilik rumah, Kangin dan Leeteuk, juga pihak kedua, Heechul dan sang tersangka, Siwon, sudah berkumpul di ruang tengah. Disana juga ada Ryeowook dan Sungmin yang masih bergelut di dapur menyiapkan cemilan. Juga ada HaeHyuk yang masih asik nonton tv dengan suara volume yang kecil itu, menghargai apa yang mau di rapatkan Kibum.

"Jadi, kenapa kau membuat permintaan di saat seperti ini, Kibum?" Tanya Leeteuk dengan nada lembut. Bahkan ia juga sedikit heran.

"Aku ingin pindah ke kamar Hankyung-hyung. Jadi aku ingin bertuar tempat dengan Heechul-hyung." Tegasnya.

Mendengar pernyataan Kibum. Siwon yang sedari tadi malas untuk bergabung dalam rapat, mulai menolehkan kepalanya ke hadapan Kibum. Mimiknya terlukis bahwa dia keberatan. Ia tidak menduga kalau Kibum benar-benar nekat untuk menghindarinya. Rupanya, si iblis bertopeng malaikat itu masih mengharapkan cinta sang snow white.

"Hmm, kalau aku sih terserah Heechul saja." Terang sang umma.

"Aku sih oke saja." Jawab Heechul kilat. Kibum merasa tenang mendengar kesepakatan yang dianggapnya berjalan lancar ini. Namun di balik itu, Hankyung rasanya kurang senang ketika dengan cepat Heechul pergi seperti itu saja dengan keputusannya itu.

"Tapi kau kenapa sih, Kibum? Oh ya, bagaimana hubunganmu dan Krystal? Hmm hmm?" Goda si tubuh gumpal pasangan Leeteuk itu.

"Iya benar hyung! Kami penasaran nih!" Timpal HaeHyuk.

"Ah, ano—" dan refleks, Kibum langsung malu-malu.

BRAK.

Siwon mengeruhkan suasana dengan menggebrak meja rapat. Membuat semua yang ada disana kaget.

"Ya! Siwon-ah! Apa maksudmu!" Kangin nampak marah.

"Appa, Umma. Memang ada apa? Mengapa harus bertukar kamar! Aku dan Kibum sudah lama bersama, kita bahkan sudah berjanji untuk slalu bersama, na! Kibum!" entah mengapa, kekalapan Siwon justru membuat tanda tanya besar untuk semua orang disana kecuali Kibum.

Kibum hanya diam. Dia tidak menyangka bahwa si singa itu masih ingin menahannya.

"Jujur saja, umma, appa. Sejak pengumunan Krystal itu, Presdir mendatangiku. Katanya, respon aku untuk menerima Krystal sangat bagus, lalu, aku ditawari untuk jadi tokoh utama dalam beberapa Drama papan atas."

Semua langsung melotot dengan pernyataan Kibum yang tiba-tiba itu, kalau dapat tawaran seperti itu, sudah pasti Kibum... ah, tidak, mereka yakin, Kibum pasti akan menolaknya betapa sayangnya Kibum kepada super junior.

"Jadi maafkan aku. Aku menerima tawaran itu, aku akan vakum dari super junior."

"Kibum-ah, bagaimana bisa kau seperti itu?!" Umma rupanya tidak terima anaknya dimanfaatkan oleh si SooMan itu dan mulai perlahan menghancurkan keluarga hangatnya ini.

"Maafkan aku umma. Aku sudah memikirkan matang-matang, tapi ini kesempatanku. Lagipula, kaitannya dengan pindah kamar aku ingin fokus, aku tidak mau... aku tidak mau namja itu menggangguku lagi."

"Hah? Apa maksudmu?" Kini namja tampan itu yang mulai hilang kendali setelah mendengar ucapan-ucapan Kibum yang membuat hatinya shock berkali-kali.

"Siwon-ah. Kalau kau bertengkar dengan Kibum, jangan berlarut-larut, kau ini hyung-nya, mengalahlah." Ujar Kangin.

"Yasudah, untuk sebulan ini, kau bertukar kamar dengan Heechul, dan untuk selanjutnya, kalian kembali kekamar masing-masing lagi, aku tidak suka ada pertengkaran di dorm kita." Ungkap sang umma menengahi.

"Ani! Aniyo! Aku tidak akan kembali lagi!" Kibum dengan cepat mengelak.

"Kalian ini sebenarnya kenapa sih! Siwon-ah! Apa yang kau lakukan sehingga membuat Kibum seperti ini!"

Siwon hanya bungkam.

"Aku takut... aku takut, Umma—" Kibum mulai terisak. Siwon sedikit was-was takut-takut Kibum membeberkan semuanya.

"Na, Kibum-ah. Tidak apa-apa, kita bertukar kamar, tidak apa-apa." Kini Heechul yang mulai khawatir dengan suasana seperti ini.

"Ya, Kibum. Aku tidak keberatan." Tambah Hankyung.

"Tapi aku keberatan—" Belum sempat Siwon yang gigih itu mempertahankan Kibum, namun, tak di duga-duga, Kibum membuat kalimat yang membuat semua orang disana seketika jadi shock.

"AKU TIDAK MAU! SIWON SUDAH MEMPERKOSAKU!"

"EEEEHHHHHH!"

Siwon terduduk lemas dikursinya. Matilah sudah ia ...

TBC

Na! Lammaaa tak berjumpaaaa~~~ *ditabok*

Hehehe, aku kembali~ oh ya, karena masalah sudah semakin pelik, jadi humornya dikit-dikit udah ilang yee, gada ide buat ngehumor lagi nih, xixixi.

Setahun syudah saya menghilang :D banyak alasan gono-gini yang membuat saya down dengan ff, apalagi saat tiba-tiba errornya fanfiction, yang susah dibuka di lappy dan dimanapun, jadi ga ngerti ==

Belum lagi, penyakit author yang lupa ps akun, woh!

Sebenernya, awal-awal udah diketik beberapa bulan yang lalu, tapi ide juga macet tengah jalan, ya, namanya juga Fiksi, semuanya hanyalah fiksi belaka, sekedar menghibur :3

Oh ya, mau kasih kabar juga, Author kini sudah menikah! Yeyeyeye! Jadi udah ga ragu lagi bikin fic Rate diatas rata-rata, hehehe ~ #apa hubungannya?!

Ya wiss, mind to repiu?