Sherry dark jewel : terima kasih, dan author memang berpikiran sama dengan anda soal pair Naru x Rias, kemungkinan disini Naruto tidak akan mendapatkan pair
El bany blueblack : Emang pada dasarnya Vali itu kuat, ia adalah sosok yang haus akan kekuatan dan pertarungan
Blue-senpai : Kemungkinan Naruto disini tidak akan mendapatkan pair, jadi sudah dipastikan tidak akan ada Naru x Sona
bohdong palacio : disini Naruto bisa hiraishin
DarkYami Kumagawa : New World Order
Agung Moelyana : Naruto tidak memiliki kekuatan apa pun, kecuali kemampuan shinobi-nya
Near Andra : Kemungkinan Naruto tidak mendapat par dalam fic ini
Vira Kuroneko : Disini Naruto emang manusia biasa, klo soal Naruto bias disisi malaikat jatuh, itu masih rahasia
Wisnanda putra : Dalam fic ini, Naruto hanya memakai kemampuan shinobi-nya
Dikdik717 : Naruto tidak punya sacred gear
Al-Faraoh : Naruto tidak memiliki kekuatan baru, hanya kemampuan shinobi-nya
.5473894 : Untuk pair kemungkinan besar tidak (untuk Naruto)
Summary : Naruto mendapat misi dari Kami dan Yami untuk melindungi manusia di Highschool dxd universe. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Silahkan dibaca
Disclaimer : Masashi Kishimoto (Naruto) & Ichiei Ishibumi (Highschool dxd)
Pair : Naruto
Genre : Adventure, Supernatural
N.W.O
Hari yang ditunggu pun telah tiba, kini Issei sedang bersiap-siap berangkat ke sekolahnya. Walau terlihat biasa-biasa saja, tapi kali ini adalah moment yang spesial untuknya, karena untuk pertama kalinya ia bisa kencan dengan seorang gadis. Jika biasanya ia selalu pergi bersama dengan Matsuda dan Motohama, sehingga meraka bertiga kerap dijuluki trio mesum, bahkan beberapa hari terakhir ini julukan baru pun melekat pada diri mereka, yaitu trio maho. Diduga karena tidak mendapatkan seorang pun gadis untuk dikencani, akhirnya gosip itu menyebar dari mulut ke mulut yang menyatakan bahwa mereka bertiga mengalami penyimpangan seksual. Namun kali ini Issei akan menepis itu semua dengan memperkenalkan pacar barunya kepada semua siswa-siswi di Kuoh Academy, termasuk dua sahabatnya.
'He he, aku yakin Matsuda dan Motohama pasti akan iri denganku' seru Issei dalam hatinya dengan senyuman nista
Kini terlihat Issei sedang berjalan berdampingan dengan Yuuma menuju Kuoh Academy, kebanggaan pun tercetak jelas diraut wajah pemuda tersebut, tentu saja ia bangga karena memiliki pacar secantik Yuuma Amamo. Bahkan ketika mereka berdua berpapasan dengan Matsuda dan Motohama, Issei memperkenalkan pacarnya dengan sangat antusias kepada dua sahabatnya tersebut.
"Yo Issei" seru seseorang dari arah belakangnya
"Oh, Naruto-san. Rupanya sekarang kau sudah menjadi murid di sekolah ini juga ya" ucap Issei saat melihat seragam yang dipakai Naruto sekarang
'Yah, setidaknya penampilannya sedikit lebih baik daripada kemarin. Dan yang lebih penting, tidak terlihat seperti seorang pemulung lagi' seru trio mesum dalam hati mereka masing-masing
"Hai nona manis, boleh kutahu siapa namamu?" ucap Naruto sambil mencium pergelangan tangan Yuuma, sementara yang bersangkutan terlihat wajahnya mulai memerah.
"NARUTO-SAN, JANGAN PERNAH MENGGODA YUUMA-CHAN KARENA DIA ADALAH PACARKU. . DASAR MESUM" seru Issei
"Aku hanya ingin tahu siapa namanya, lagipula kau kan juga mesum, Issei" seru Naruto
"Hiks, setidaknya jangan bongkar aibku dihadapan Yuuma-chan" seru Issei yang pundung dipojokan
"Jadi namamu adalah Yuuma. Salam kenal, namaku Naruto Namikaze. Oh ya, kalau begitu aku duluan karena ada beberapa persyaratan yang harus kuurus berhubung aku murid baru" ujar Naruto kemudian meninggalkan mereka
Saat yang ditunggu pun telah tiba, dan kini Issei sudah siap dengan pakaian kasual khas remaja. Untuk acara pertama, Issei mengajak Yuuma ke sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berada. Hari ini begitu menyenangkan bagi Issei karena impiannya telah terwujud untuk memiliki seorang pasangan. Dan untuk bagian terakhir, entah kenapa Yuuma mengajaknya pergi ke taman. Bahkan Issei sudah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, seperti ciuman disaat matahari terbenam, memikirkannya saja sudah membuatnya mengeluarkan senyuman mesumnya.
"Maukah kau mati untukku?"
"Eh, apa?"
"Maukah kau mati untukku, Issei-kun?"
Yang dilihat Issei kemudian adalah wujud Yuuma yang berubah, tepatnya hanya pakaiannya saja yang berubah, beberapa detik kemudian sebuah tombak cahaya sukses menembus perutnya dan perlahan ia pun mulai kehilangan kesadarannya.
"Bermain pacaran denganmu sangat menyenangkan, Issei-kun. Dan, jika ada yang ingin kau salahkan, maka salahkanlah Tuhan yang telah menanamkan sacred gear ke dalam tubuhmu"
Setelah itu, Yuuma langsung terbang meninggalkan Issei yang sekarang berada diambang kematiannya. Namun tidak lama kemudian sebuah lingkaran sihir muncul didekat Issei tergeletak dan menampakkan seorang gadis iblis bernama Rias Gremory yang menghidupkannya kembali sebagai salah satu pelayannya.
Beberapa saat setelah Rias membawa Issei pergi, muncullah sebuah bayangan dari dalam tanah yang diketahui adalah Hanza dengan diikuti delapan bayangan lain dibelakangnya yang memakai shinobi shozoko berwarna hitam.
"Sesuai dengan perkiraan, ia dihidupkan kembali sebagai pelayan iblis" ucap Hanza kemudian menghilang diikuti kedelapan anak buahnya
New World Order
Kemana pun kau mencarinya, baik menjelahi jaringan internet, menelusuri sumber-sumber melalui buku maupun al-kitab yang selama ini dijaga kerahasiaan dan kesuciannya oleh pihak gereja. Semuanya mengarah pada satu aspek jika yang kau cari adalah ajaran yang menerangkan tentang kehidupan, dan kini pemuda pirang tersebut sudah berada didepan sebuah bangunan yang lebih dikenal sebagai Gereja Kathedral Roma, Italia. Sebuah tempat yang menjadi pusat didunia ini, yang menerangkan tentang ajaran berupa keyakinan dan iman.
Naruto terus berjalan ke arah pintu gereja tersebut sambil memainkan kunai hiraishin dengan telunjuk tangan kanannya. Sama seperti sebelumnya, ia hanya memakai kaos putih lengan panjang dengan celana jeans hitam serta sepasang sepatu kasual. Didalamnya, ia melihat seorang gadis berambut pirang yang memakai dress goddes sedang duduk dibarisan ketiga dari depan. Jika dilihat sekilas, sepertinya dia sedang memanjatkan doa, yang dilakukan Naruto kemudian hanyalah duduk dua baris dibelakangnya. Saat melihat gadis itu sudah selesai berdoa, Naruto langsung beranjak untuk menghampirinya. Namun belum sempat Naruto melakukan niatnya, sebuah suara sudah keburu mengejutkannya.
"Kelihatannya kau datang ke tempat ini bukan untuk berdoa ya, wahai manusia!" sebuah pernyataan yang membuat Naruto sempat melebarkan matanya, walau hanya sejenak
"Maaf atas kelancanganku. Kalau boleh kutahu, kau berdoa untuk siapa?" ujar Naruto
"Aku berdoa untuk semua orang di dunia ini, semoga mereka selalu diberkati dan dijaga keimanan serta kesucian hati mereka. Amen" balas gadis tersebut sambil berjalan menghampiri Naruto dengan senyuman hangatnya
Untuk sejenak Naruto hanya diam memandangi gadis itu, tidak ada alasan baginya untuk tidak menghormati sosok yang ada dihadapannya.
"Perkenalkan, namaku Naruto Namikaze. Kedatanganku kemari sebagai perwakilan untuk mengajukan kesepakatan perdamaian"
"Sebelumnya, perkenalkan namaku Gabriel. Kau datang dengan membawa niat perdamaian. Baiklah, aku menerimanya dengan senang hati. . . Dan, kalau boleh kutahu, benda apa yang kau pegang ditangan kananmu itu, Naruto-san?" ucap Gabriel
"Oh, ini adalah kunai hiraishin, benda ini adalah pemberian sekaligus kenang-kenangan dari ayahku" ucap Naruto sambil menunjukkan kunai bercabang tiga ditangan kanannya
"Sepertinya ia adalah sosok yang sangat kau kagumi, Naruto-san"
"Tentu saja, dan terima kasih Gabriel-sama" ucap Naruto membungkuk hormat kemudian menghilang dengan meninggalkan kilatan kuning
"Semoga kau selalu diberkati, Naruto-san"
Tugasnya sudah selesai, sekarang Naruto sedang tiduran diatas hamparan air yang luas di Samudra Atlantik sambil menikmati pemandangan sore hari disana. Ia menunggu salah satu teman dekatnya di dunia ini, seseorang yang menurutnya memiliki kelakuan yang sama dengan ero sennin. Tidak lama kemudian, sebuah pusaran air yang cukup besar tercipta dihadapan Naruto, dan orang yang ditunggunya pun datang dari dalam pusaran air tersebut. Ia adalah Poseidon, the Greek God of the sea, salah satu dari the Trinity Gods of Olympus selain dua saudaranya, Zeus dan Hades. Menurut Naruto, Poseidon terlihat seperti seorang lelaki tua dengan tubuh tegap dan ramah. Selain itu, lelaki tua ini juga memiliki sebuah senjata suci yang dikatakan dapat mengontrol lautan, yaitu Trident.
"Yo Naruto, sudah cukup lama kau tidak berkunjung kemari" seru Poseidon
"Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu, Poseidon-san, dan ini mengenai salah satu saudaramu, Hades yang kini sudah menjadi bagian dari Khaos Brigade. Aku pernah bertarung sekali dengannya, dan hasilnya adalah ini. . ."
Kemudian Naruto membuka kaos putih polosnya dan terlihat bekas luka tebasan menyilang dari bahu kiri hingga perut kanan bagian bawahnya.
". . .Ini bukan apa-apa. Tapi ia sempat menyatakan bahwa ia akan membebaskan Samael, aku tidak tahu siapa Samael. Namun menurut analisaku, jika Hades yang merupakan salah satu dari sepuluh makhluk terkuat didunia ini ingin membebaskannya, pasti ia bukan orang biasa. Lalu apakah kau tahu siapa Samael, Poseidon-san?" untuk sejenak Naruto melihat raut wajah Poseidon yang berubah serius. Baru kali ini Naruto melihat sang dewa laut bisa seserius ini, karena biasanya ia selalu bersikap konyol dan mesum.
"Hahaha, ia memang selalu begitu dari dulu, selalu bersikap seenaknya dan arogan. Bahkan ia selalu memanggil kaum iblis dan kaum malaikat jatuh dengan sebutan kelelawar dan gagak karena sayap yang mereka miliki. Dan untuk Samael. ." Naruto bisa melihat Poseidon yang menggantungkan ucapannya
Siapa yang tidak kenal Hades, the Leader of Grim Reaper's. Keberadaannya selalu menjadi kekhawatiran bagi orang-orang disekitarnya. Dari pengalamannya bertarung dengan Hades, Naruto melihat seluruh tubuhnya hanya berupa tulang, dan ia memakai pakaian seperti seorang 'Imam Besar' serta membawa sebuah schyte ditangan kanannya. Walaupun Michael dan Azazel menyatukan kekuatan untuk melawannya, kesempatan untuk menang masih sangat kecil.
"Oh, jadi begitu" ucap seseorang dari arah belakang Naruto dan Poseidon
"Odin-san" seru Naruto saat melihat Odin dan pengawalnya, Rossweisse.
"Samael adalah pelaku yang mempengaruhi Adam dan Eve untuk memakan the fruit of wisdom, dan karena perbuatannya, akhirnya ia dikutuk oleh Tuhan menjadi Naga. Selama ini ia disegel didasar Underworld, tepatnya di Cocytus. Berhati-hatilah terhadapnya, ia adalah seorang hybrid antara Fallen Angle dan Dragon. Samael dikenal juga sebagai the Dragon Eater Snake of Eden, ia memiliki kemampuan untuk melenyapkan setiap Naga" ucap Odin
Odin, dikenal sebagai lelaki tua berjanggut, berambut abu-abu dan memakai penutup mata dimata kirinya. Ia adalah pemimpin para Asgard, selain itu ia sering mengolok-olok pengawalnya yaitu Rossweisse karena belum memiliki pacar sampai sekarang. Menurut Naruto, Odin adalah Issei kedua di dunia ini. Bahkan tidak jarang ia mengajak Naruto dan Poseidon untuk pergi ke Oppai Clubs yang tentu saja langsung medapat persetujuan dari keduanya. Ia memiliki sebuah senjata legendaris bernama Gungnir dan juga Slepnir.
"Hah, sepertinya ini tidak akan mudah" ucap Naruto
"Oh ya, aku memiliki kabar baik untukmu, Naruto. Namamu sekarang menjadi cukup terkenal dikalangan Khaos Brigade. Hahaha, aku yakin mereka semua pasti sudah mengenalmu, Naruto Namikaze, the Creator of Shinobi, Master of True Sage and the Half God in this world" seru Odin
"Kenapa namaku terdengar seperti seorang buronan" ucap Naruto sweatdrop
Hari sudah menjelang malam dan kini Naruto sudah berada di Jepang, didepan sebuah sungai, bersama seorang lelaki tua yang menemaninya memancing. Seperti hari-hari sebelumnya, walaupun memancing tapi pada akhirnya mereka tidak mendapatkan apa-apa, dan Naruto tahu betul akan hal itu. Dan anehnya lagi, mereka berdua kembali melakukan hal yang sama malam ini.
"Oh ya, apakah misimu hari ini berhasil?" seru Azazel
"Ya, berjalan sesuai yang diharapkan" balas Naruto
"Oh. . kupikir orang mesum sepertimu hanya akan ditendang keluar dari Gereja" sindir Azazel
"Kata-katamu pedas sekali"
"Hahaha, tapi memang itulah yang seharusnya terjadi"
"Hah, hatiku semakin sakit"
Keesokan harinya seperti biasa, Issei berjalan menuju sekolahnya ditemani dua sahabatnya, Matsuda dan Motohama. Namun kali ini ada yang berbeda dari raut wajahnya, tampak sekali bahwa Issei sedang memikirkan sesuatu, tepatnya hal yang ia alami kemarin.
"Yo Issei, Matsuda dan Motohama" seru seseorang dari belakang mereka bertiga
"Oh, selamat pagi Naruto-san" balas Issei
"Kau terlihat murung, Issei. Apa kau sedang memikirkan sesuatu?"
"Uhm, sebenarnya ada hal yang mengganjal pikiranku. Tapi tenang saja, itu bukan masalah besar kok" balas Issei
Sedangkan Naruto hanya mengangguk dan sedetik kemudian sebuah senyuman langsung tersungging dibibirnya. Ia baru ingat kalau ada sesuatu yang ingin ia berikan kepada pemuda itu. Namun segera ia urungkan niatnya setelah melihat salah Kiba Yuuto datang menghampiri mereka, tepatnya Issei.
"Hai Issei-kun, sebelumnya maaf karena telah memanggilmu tanpa memperkenalkan diri terlebih dulu. Perkenalkan, namaku Yuuto Kiba, salah satu anggota Occult Research Club. Kedatanganku kemari adalah sebagai perwakilan untuk mengundangmu ke klub kami" seru Kiba
Sedangkan saat ini Naruto sedang mengobrol dengan Matsuda dan Motohama yang tentu saja membicarakan hal-hal yang berbau hentai. Tidak seperti saat pertama kali mereka bertemu, kali ini Naruto beserta Matsuda dan Motohama langsung akrab, apalagi hal yang mereka bicarakan merupakan favourite mereka bertiga.
Setelah menyetujui ajakan Yuuto Kiba, Issei kembali pada Naruto dan dua sahabatnya, lalu mereka berempat kembali melanjutkan perjalanan menuju kelas masing-masing.
FLASHBACK
Disebuah ruangan dengan pencahayaan minim, terlihat seseorang sedang berdiri dengan memakai shinobi shozoko hitam lengkap dengan sebuah katana dipunggungnya. Ruangan tersebut bukanlah ruangan yang besar. Namun walaupun begitu, terdapat berbagai macam senjata yang biasa digunakan shinobi seperti katana, wakizashi, tanto, nagamaki, naginata, dan juga sai yang menghiasi dinding dalam ruangan.
"Jadi bagaimana, Hanza?" ucap orang tersebut yang tidak lain adalah Naruto
"Hyoudou Issei dibunuh pada saat kencan pertamanya, lalu dibangkitkan kembali sebagai iblis oleh Gremory Rias, dan kini ia menjadi bawahannya" ucap Hanza
"Begitu ya, menarik. Aku ingin bermain-main dengan mereka semua sebentar lagi"
"Tapi, apa anda yakin dengan semua ini"
"Bukankah sudah kukatakan padamu, Hanza. Tujuanku berada didunia ini adalah untuk menjadikannya sebagai pahlawan. Hyoudou Issei adalah permata yang langka, layaknya seperti permata, jika kemampuannya terus diasah. Maka ia bisa menjadi salah satu penguasa didunia ini"
"Tapi, Naruto-sama –"
"Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yah, walaupun ia memang sangat mesum dan bahkan sering diremehkan oleh orang-orang seusianya. Tapi dibalik itu semua, ia adalah tipe yang peduli terhadap orang-orang disekitarnya. Lihatlah sisi positifnya, tidak semua orang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi sepertinya"
END OF FLASHBACK
Waktu pelajaran telah berakhir, dan kini Issei sedang berjalan santai menuju Occult Research Club. Ia sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba ia diundang, tapi menurut penjelasan Yuuto Kiba tadi pagi, bahwa ada sesuatu yang ingin dibicarakan Rias-senpai dengannya.
Kini Issei sudah berada didalam ruang klub tersebut dan menurutnya tempat ini sangat luar biasa. Dan kemudian, samar-samar Issei mendengar suara air shower, pertanda bahwa ada seseorang yang sedang mandi didekat sini.
"Selamat datang di Occult Research Club, Hyoudou Issei-kun" seru gadis berambut merah yang diketahui Rias Gremory beberapa saat kemudian
Saat ini Naruto sedang berjalan ke arah Minimarket terdekat untuk membeli beberapa kebutuhan sehari-harinya. Ya, Naruto berjalan diatas trotoar yang berupa sususnan batu kokoh. Namun belum sempat ia mencapat tempat tujuannya, seseorang sudah keburu menghalangi jalannya.
"Tidak biasanya kau tiba-tiba menunjukkan diri dihadapanku, Vali"
"Ya, karena ada seseorang yang ingin kutemui, ia adalah rival abadiku"
"Maksudmu, Sekiryuutei?"
"Tentu saja, dan kudengar kau berteman baik dengannya, Naruto?"
"Cukup baik, dan saranku, sebaiknya kau harus waspada terhadapnya, karena ia akan menjadi lebih kuat darimu" kemudian Naruto kembali melanjutkan perjalanannya
Waktu pun cepat berlalu dan kini malam hari telah menjelang, tidak seperti biasanya, kali ini terlihat Azazel dengan enam pasang sayap dipunggungnya, ia tengah melihat ke arah bulan purnama yang bersinar malam ini.
"Menarik, menari sekali" dan kemudian terlihat seringaian iblis diwajahnya
TBC
