Den'Nara : Naruto tidak memiliki doujutsu disini
Neko Twins Kagamine : Tidak ada harem Naruto, dan disini tugas Naruto adalah mewujudkan perdamaian dan menjadikan Issei sebagai pahlawan karena sesuatu alasan
Munawirucyiha : bisa dibilaang begitu
Uzumaki 21 : Itu karena disini Naruto fokus dalam mengemban misinya. Dan untuk pertanyaan satu lagi, tidak berarti jika Naruto mendapat misi dari Kami dan Yami, ia harus mendapatkan kekuatan ekstra, karena disini Naruto percaya bahwa perdamaian itu bisa dicapai tanpa peperangan. Untuk Naruto x Gabriel, belum tentu
Drak Yagami : Jika memang banyak yang meminta Naruto untuk dikasih pair, baiklah akan author usahakan, tapi tidak janji
Summary : Naruto mendapat misi dari Kami dan Yami untuk melindungi manusia di Highschool dxd universe. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Silahkan dibaca
Disclaimer : Masashi Kishimoto (Naruto) & Ichiei Ishibumi (Highschool dxd)
Pair : Naruto
Genre : Adventure, Supernatural
N.W.O
Sudah beberapa hari berlalu semenjak Naruto masuk di Kuoh Academy, hanya beberapa orang saja yang dekat dengannya atau lebih tepatnya mengenalnya, seperti Issei, Matsuda dan Motohama.
Hari ini sama seperti hari sebelumnya, Issei berangkat sekolah bersama dua sahabat tercintanya. Namun kali ini ada yang berbeda, ia menyadari bahwa dirinya sekarang sudah bukan lagi manusia, bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa ia akan terlahir kembali sebagai seorang iblis. Tapi apapun wujudnya sekarang, itu bukan masalah, karena baginya, kehidupannya sekarang saat ini memudahkannya dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu menjadi Raja Harem. Lagipula Issei tetap berpegang teguh pada motto hidupnya 'jalani terus kehidupanmu apapun resiko dan kondisi yang kau hadapi'.
"Yo Issei" seperti biasa, Naruto menyapa Issei didepan gerbang sekolah
"Hai Naruto-san, bagaimana kabarmu"
"Baik seperti biasa, kudengar kau bergabung dengan Occult Research Club"
"Itu benar, lalu bagaimana denganmu dsendiri"
"Aku masuk club Photography"
"Wah itu hebat, kau bisa mencari hal yang menarik untuk dijadikan sebagai objek photo, terutama. . ."
". . . Oppai" seru mereka berdua dengan seringaian nistanya
SKIP waktu pelajaran
Saat ini Issei berada diruang club bersama semua anggota Occult Research Club, dan saat ini pun ia kembali melakukan kegiatan rutinnya sebagai anggota baru, yaitu menyebarkan selebaran sihir dan mencoba membuat kontrak dengan manusia. Setelah dibertitahu oleh Rias mengenai aturan-aturan sebagai seorang iblis, termasuk tentang kemungkinan dirinya memiliki bawahan sendiri. Apalagi dengan fakta bahwa ia bisa melakukan hal apapun terhadap bawahannya, termasuk hal-hal mesum. Tentu saja itu semakin menguatkan keinginan Issei untuk menjadi Raja Harem.
"Baiklah buchou, apa yang harus kulakukan hari ini?" seru Issei penuh semangat
"Seperti biasa, tugasmu adalah menyebarkan selebaran dan mencoba membuat kontrak dengan manusia" balas Rias
"Kalau begitu aku pergi dulu, buchou"
"Ya, semoga berhasil" balas Rias dan tidak lama kemudian terdengar suara pintu tertutup, pertanda bahwa Issei sudah pergi.
"Ara ara, ia sangat bersemangat sekali hari ini"
"Mencurigakan" ucap Koneko
Dalam perjalanan, tiba-tiba Issei mengeluarkan sebuah kunai bercabang tiga pemberian dari Naruto siang hari tadi. Sekarang Issei tahu, bahwa Naruto bukanlah manusia biasa, melainkan seorang pemimpin aliansi shinobi dan perwakilan umat manusia.
FLASHBACK
"Issei, bisakah ikut aku sebentar" ucap Naruto yang saat ini berada dihadapannya
"Baiklah, memangnya ada apa Naruto-san" balas Issei sambil mengikuti Naruto dari belakang
Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai diatap sekolah dan Naruto mulai membalikkan tubuhnya sehingga mereka berdua berhadapan.
"Aku minta maaf" ucap Nauto sambil menmbungkukkan tubuhnya
"Tunggu dulu, apa maksudmu Naruto-san?" balas Issei yang tidak mengerti dengan keadaan yang menimpanya sekarang ini
"Maaf, karena aku telah membiarkanmu mati waktu itu" ucap Naruto masih membungkuk
"Ja-jadi, kau mengetahuinya juga Naruto-san" seru Issei tidak percaya
"Ya, sebenarnya aku ingin memasukkanmu ke dalam aliansiku. Tapi, mengetahui tempat ini adalah daerah kekuasaan iblis, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, aku membiarkanmu mati waktu itu. Sungguh, aku tidak memiliki niat buruk padamu, Issei. Aku melakukan semua ini, karena aku percaya. . ."
Kau membiarkanku mati agar aku dihidupkan kembali sebagai seorang iblis, bukan begitu Naruto-san? Lalu kenapa kau sampai elakukan semua ini, bukankah–"
"Karena aku percaya, kau adalah orang yang ditakdirkan untuk membawa perdamaian didunia ini. Selain itu, aku juga akan membantumu dalam mewujudkan cita-citamu menjadi Raja Harem" seru Naruto
"Benarkah itu?"
"Ya, tentu saja. Anggaplah hal tersebut sebagai permintaan maaf dariku. Dan satu lagi, maukah kau menerima ini" ucap Naruto sambil menyerahkan sebuah benda dengan kedua tangannya, benda tersebut tidak lain adakah hiraishin kunai.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita memulainya dari awal lagi. Perkenalkan, namaku Naruto Namikaze, pemimpin aliansi shinobi dan perwakilan umat manusia" lanjut pemuda pirang itu
"Salam kenal, namaku Hyoudou Issei, pawn dari Rias Gremory senpai"
"Mohon bantuannya"
"Ya, aku juga"
END OF FLASHBACK
Dan sekarang Issei sedang dalam perjalanan menuju orang yang membuat kontrak dengan keluarga Gremory, sesekali ia mengeluarkan kunai hiraishin dari kantong celananya hanya untuk melihat betapa uniknya benda tersebut.
Sementara di Occult Research Club, terlihat Rias bersama semua anggota klubnya sedang membicarakan sesuatu mengenai iblis liar yang akhir-akhir ini sering sekali muncul. Tidak hanya itu, bahkan mereka kerap mendapatkan perintah langsung dari maou untuk menghancurkan iblis liar yang meresahkan.
Keesokan harinya Issei berangkat sendirian menuju sekolahnya dan secara tidak sengaja ia bertemu dengan seorang biarawati yang tersesat bernama Asia Argento yang ternyata baru di Jepang. Sementara itu, tidak jauh dari tempat mereka berdua terlihat Naruto yang seang berdiri diatas dahan pohon. Jika dilihat dari raut wajahnya, sepertinya ia sedang menertawakan Issei yang mencoba mencari topik pembicaraan yang bagus, namun ternyata hasilnya sia-sia belaka. Karena merasa sangat menarik, akhirnya Naruto pun turun dari dahan pohon tersebut lalu menyapa mereka berdua, namun. .
"Asia-chan, lebih baik kau menjauh darinya. Aku tidak ingin gadis baik sepertimu mengenal orang mesum seperti dia"ucap Issei sambil menunjuk Naruto
Dan sekarang dapat dipastikan, Naruto hanya bisa cengo dengan mulut yang menganga.
"Benarkah itu, Issei-san?"
"Ya, tentu saja. Bahkan ia sering mengintip perempuan yang sedang berendam di onsen" seru Issei
"Grr, jangan berkata seenaknya"
"Tapi itu memang benar"
Dan setelah mengalami perdebatan yang cukup panjang, Asia langsung berpamitan kepada mereka berdua karena tempat yang dia cari sudah ditemukan.
"Hehehe, akhirnya aku berhasil" ucap Issei
"Apa maksudmu?" seru Naruto yang masih kesal dengan perkataan Issei tadi
"Aku sudah tahu akal licikmu, Naruto-san. Kau pasti akan menjelekkanku dihadapan Asia-chan. Jadi sebelum hal itu terjadi, lebih baik aku menjelekkanmu terlebih dahulu" ucap Issei
Tidak lama kemudian, mereka berdua tertawa bersama hingga melupakan tujuan awal mereka, yaitu berangkat sekolah. Dan setelah ingat, mereka kembali melanjutkan perjalanan.
"Kau tahu Naruto-san, kita baru berteman beberapa hari dan tiba-tiba kehidupanku berubah drastis. Jujur, ini terlalu cepat untukku, bahkan aku tidak memintanya. Tapi, kau mengatakan bahwa aku adalah orang yang membawa perdamaian didunia ini. Hah, aku benar-benar tidak mengerti" seru Issei
"Ya, aku juga" ujar Naruto
Siang harinya di Occult Research Club, Issei mencertakan semua yang ia alami tadi pagi, tepatnya tentang pertemuannya dengan Asia yang ternyata adalah seorang biarawati, dan hasilnya ia mendapat peringatan keras dari Rias untuk tidak bertemu dengan gadis itu lagi. Sementara itu Naruto saat ini berada diatap sekolah untuk menghabiskan waktunya dengan tidak melakukan apa-apa.
"Bagaimana, Hanza?" ucap Naruto
"Ternyata Khaos Brigade bukanlah sebuah organisasi tunggal. Melainkan didalamnya terdapat beberapa organisasi yang menjadi pilar utama kekuatan mereka. Old Satan Faction, Hero Faction, Magician Faction dan Qlippoth merupakan empat pilar penting yang menjadi penyangga kekuatan Khaos Brigade" Jelas Hanza
"Jadi begitu ya" ujar Naruto sambil bersandar pada pagar pembatas
"Jujur, aku masih tidak pecaya kita dengan ini semua. Kita menggantungkan harapan perdamaian pada sosok bernama Hyoudou Issei. Tapi setelah mendengar penjelasanmu, sedikit demi sedikit aku mulai percaya"
"Hahaha. Kau tahu, hidup tanpa adanya tantangan itu hanya akan membuatmu terasa hampa. Terkadang kita perlu tantangan untuk mengisi kehidupan yang sementara ini"
Tidak terasa siang hari sudah berlalu, dan sekarang telah digantikan oleh sore hari yang cerah. Terlihat seorang pemuda bersurai pirang tengah berjalan diatas susunan batu yang kokoh. Pemuda yang diketahui bernama Naruto tersebut, saat ini sedang berjalan pulang ke apartemennya. Bukan apartemen mewah, melainkan sebuah apartemen minimalis yang hanya terdiri dari satu kamar tidur, sebuah ruang santai dan saru kamar mandi, tidak balkon apartemen juga tersedia. Kini Naruto sudah berada didepan pintu apartemennya dan langsung membukanya begitu saja, lalu berjalan masuk kemudian mengambil segelas air minum. Sekilas, pandangannya beralih pada sofa disamping kirinya, tepatnya pada orang yang sedang duduk di sofa tersebut. Seorang perempuan yang sudah tinggal bersamanya sejak seminggu terakhir ini. Tidak banyak yang Naruto ketahui tentang perempuan tersebut, yang ia ketahui hanyalah namanya, Ayase Kamiyugi, dan juga satu fakta lainnya bahwa dia adalah seorang blasteran antara Jepang dan Jerman. Setelah menyimpan gelas kosong diatas meja, Naruto langsung beranjak menuju satu-satunya kamar tidur diruangan itu untuk ganti baju, namun sebelumnya ia sempat menyapa perempuan yang masih asyik duduk diatas sofa tersebut.
"Bagaimana harimu?"
"Menyenangkan" jawabnya sambil sesekali meneguk teh miliknya dengan pandangan yang terus fokus pada acara di TV yang berukuran 30 inch
"Untuk makan malam hari ini, aku yang memasak" ucap Naruto
"Ya" balasnya dan kemudian meneguk tehnya lagi
Sedangkan dilain tempat, terlihat Issei yang sedang mengendarai sepedanya menuju orang yang telah memanggilnya. Sebenarnya bukan ia yang dipanggil, melainkan Koneko. Namun karena gadis itu mendapat panggilan lain diwaktu yang sama, akhirnya Issei-lah yang pergi ke tempat pemanggil satu ini. Tidak lama kemudian, Issei sampai ditempat yang dituju lalu mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Dengan memberanikan diri, Issei memasuki rumah tersebut dan betapa terkejutnya ia saat mendapati bahwa orang yang telah memangginya sudah dibunuh dengan sadis. Tidak jauh dari mayat tersebut, berdiri seorang pemuda berambut putih dengan mata berwarna merah, ia adalah Freed Sellzen yang merupakan seorang exorcist.
"A-apa yang kau lakukan?"
"Kau bertanya apa yang kulakukan, tentu saja aku melakukan tugasku sebagai seorang exorcist, membunuh iblis termasuk para pengikutnya. . . Dan juga iblis rendah sepertimu" ucap Freed dengan seringaian gilanya
Kemudian ia mengeluarkan sebuah pistol ditangan kiri dan juga pedang cahaya ditangan kanannya. Serentak, Issei merasakan hal buruk akan terjadi pada dirinya. Bahkan ia sempat berfikir,
'Kenapa hal-hal buruk selalu menyertaiku'
Beberaa detik berselang, Freed langsung menyerang Issei secara membabi buta dan akhirnya berhasil menembak kaki kanannya. Diwaktu yang sama, seorang biarawati datang ke tempat tersebut karena mendengar suara tembakan, dan betapa terkejutnya dia saat mendapati orang yang dikenalnya terluka akibat peluru perak yang ditembakkan oleh Freed.
"ISSEI-SAN" seru Asia
"Asia. . . Gomen, aku adalah iblis" ucap Issei sambil menunduk
Mendengar pernyataan yang dilontarkan Issei, tentu saja membuatnya kaget, dia tidak menyangka bahwa orang yang pertama kali dikenalnya di Jepang adalah seorang iblis. Namun baginya, baik manusia maupun iblis, mereka memiliki hak yang sama, yaitu hak untuk hidup. Oleh karena itu, dia memilih untuk melindunginya. Akibatnya, Asia mendapat hukuman dari Freed berupa pelecehan seksual, dan tentu saja hal ini membuat Issei geram. Namun apa daya, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan hanya kakinya, tapi hatinya juga terasa sakit. Ia hanya bisa melihat sosok yang tadi mencoba melindunginya, kini tengah dilecehkan seperti itu.
"HENTIKAN. . . KUBILANG HENTIKAN" teriak Issei dengan suara parau
'Kupikir, jika aku seorang iblis. Aku bisa mendapatkan kekuatan, namun ini tidak ada artinya sama sekali'
Sejenak, Issei teringat dengan kunai pemberian dari ia mengeluarkan kunai tersebut dari kantong celananya, lalu melemparnya ke arah Freed. Berharap akan adanya keajaiban, atau setidaknya dapat melukai lelaki bajingan itu. Namun usahanya sia-sia belaka karena kunai tersebut dapat ditangkis dengan mudah olehnya.
"Percuma, tidak ada yang dapat kulakukan pada akhirnya"
"Kenapa kau hanya diam saja disana, Issei?"
"Na-Naruto-san"
"Tch, siapa kau?" ucap Freed yang merasa aktifitasnya terganggu
Dengan secepat kilat, Naruto langsung berada disamping Freed lalu menendangnya sehingga lelaki berambut putih tersebut menabrak dinding.
"Kau tidak perlu menyesali dirimu sendiri, karena kau sudah melakukannya semampumu" ucap Naruto yang saat ini berdiri dihadapan Issei dengan senyuman hangatnya
Setelah itu, Naruto langsung membawa Issei dan Asia pergi dengan meninggalkan kilatan kuning, meninggalkan Freed Sellzen yang masih dalam posisi jatuhnya yang tidak elit. Tidak lama kemudian sebuah lingkaran sihir tercipta diruangan itu, lalu muncullah Rias Gremory beserta semua anak buahnya.
"Heh, sayang sekali kalian terlambat. Bocah itu sudah dibawa pergi oleh seorang pemuda asing" seru Freed yang sudah bangun dari jatuhnya
"Siapa dia? Beritahukan padaku, siapa yang berani membawa pelayan manisku" seru Rias dengantatapan intensnya
"Maaf saja, aku tidak tahu" ucap Freed kemudian menghilang dalam balutan cahaya
...
Kini Issei dan Asia berada di apartemen Naruto, sebuah apartemen minimalis namun tertata rapi. Tiba-tiba tatapan Issei dan Asia terfokus pada sosok perempuan yang sedang duduk diatas sofa.
"Uhm, Naruto-san. Siapa perempuan itu?" tanya Issei
"Dia partner-ku, Ayase Kamiyugi. Untuk sekarang, tidak usah kalian pedulikan dia" balas Naruto kemudian membawa kotak obat untuk Issei
"Sekarang bagaimana, apa kau sudah merasa baikan?" ujar Naruto setelah mengobati luka dikaki kanan Issei
"I-iya, terama kasih Naruto-san"
"Lalu bagaimana keadaanmu, Asia-chan?" seru Naruto
"A-aku baik-baik saja, terima kasih karena telah menolongku dan juga Issei-san"
Setelah menenangkan diri untuk beberapa waktu, Naruto langsung mengantarkan Issei dan Asia pulang. Serta menyarankan agar Asia menginap di rumah Issei untuk beberapa waktu ke depan. Ternyata tidak hanya Naruto, tapi Ayase juga ikut mengantar.
Tidak terasa malam hari sudah menjelang, dan saat ini Naruto beserta Ayase sedang berjalan pulang menuju apartmene milik Naruto. Seperti biasa, mereka berjalan dalam diam. Namun sekilas, Naruto melihat sebuah senyuman yang terlukis dibibirnya yang berwarna selembut kelopak sakura. Bukan senyuman sinis yang biasa dia tunjukkan, melainkan sebuah senyuman hangat yang baru pertama kali Naruto lihat sejak pertemuan pertama mereka seminggu lalu.
"Kalau boleh aku tahu, senyumanmu itu menandakan apa?" ucap Naruto yang tertegun melihat sosok disampingnya
"Hanya sesuatu yang menarik, yang mungkin akan terjadi nanti. Karena kau sudah menunjukkan siapa dirimu padanya" ucapnya dan kemudian ekspresinya kembali pada raut wajah datarnya
Tidak lama kemudian, mereka berdua sudah sampai dan Naruto langsung menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, itu juga ia lakukan karena perempuan pirang itu yang terus memaksanya untuk menyiapkan makanan, mungkin karena perutnya yang sudah keroncongan. Dan untuk kesekian kalinya, mereka berdua makan dalam diam.
Setelah membersihkan piring, gelas termasuk peralatan makan lainnya yang kotor. Naruto langsung menuju sofa kemudian merebahkan dirinya dan perlahan matanya pun mulai tertutup. Namun tiba-tiba matanya terbuka saat merasakan sesuatu yang hangat menutupi tubuhnya.
"Kau selalu memperlakukan orang lain layaknya seperti permata, sedangkan dirimu sendiri kau acuhkan" ucap Ayase yang sudah selesai menyelimuti Naruto dan kemudian kembali ke satu-satunya kamar tidur dalam ruangan itu.
TBC
A/N : karakter Ayase Kamiyugi diambil dari anime Z/X Ignition
