Samsulae29 : satu-satunya orang yang berasal dari Naruto universe hanyalah Naruto sendiri, jadi shinobi yang ada disini adalah hasil didikan Naruto dan Hanza
Munawirucyiha : siapa bilang sama, pastinya akan ada perbedaan
Yokai999 : kemungkinan besar setelah ini
: klo soal pertemuan Naruto dan Ayase mungkin akan terjawab di ch 5 ato 6
Syidik NH : untuk karakter tambahannya hanya Hanza Nukui yang diambil dari anime Bleach dan Ayase Kamiyugi yang diambil dari anime Z/X Ignition, untuk selebihnya memakai chara Highschool dxd, tujuannya hanya perdamaian dan sekutunya adalah Issei dan kawan-kawan
Summary : Naruto mendapat misi dari Kami dan Yami untuk melindungi manusia di Highschool dxd universe. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Silahkan dibaca
Disclaimer : Masashi Kishimoto (Naruto) & Ichiei Ishibumi (Highschool dxd)
Pair : Naruto
Genre : Adventure, Supernatural
N W O
Di sebuah tempat yang tidak diketahui namanya, terlihat seseorang yang memakai pakaian seperti seorang imam besar tengah berdiri dengan angkuhnya dihadapan seorang lelaki yang memakai topeng badut, ia adalah Hades yang saat ini tengah memerintahkan anak buahnya yang paling setia yaitu Pluto untuk membantai aliansi perwakilan manusia.
"Siapapun lawannya, baik Malaikat maupun Iblis, entah itu perwakilan manusia sekalipun, akan kulenyapkan mereka semua tanpa sisa" ucap Hades dihadapan ratusan anak buahnya
Perintah telah diberikan untuk memusnahkan perwakilan umat manusia sekaligus buronan Khaos Brigade. Dan kini, Pluto yang dikenal sebagai the legend of Grim Reaper bersama ratusan anak buahnya tengah bersiap menyerang aliansi shinobi.
Sementara itu dilain tempat, Hanza yang merupakan komandan tertinggi unit pasukan shinobi tengah bersiap bersama 25 shinobi lainnya dan juga 10 unit anbu yang sudah tersebar diberbagai perjuru untuk menahan serangan dari prajurit Grim Reaper's. Hal tersebut ia ketahui dari mata-mata yang ia kirimkan ke daerah musuh.
"Semua perangkap sudah dipasang" lapor seorang shinobi kepada Hanza
Tidak lama kemudian, musuh pun datang dengan Pluto yang mengomandoi lebih dari 200 Grim Reaper's lainnya.
"Bagaimana ini, kita dikelilingi oleh serangga-serangga tidak berguna, komandan" seru seorang shinobi
"Tetap fokus pada misi utama kita, menghancurkan mereka semua" tanggap Hanza
Dan dengan satu perintah, semua Grim Reaper's langsung menyerang kelompok shinobi. Sementara 10 Grim Reaper's lainnya berada dibelakang Pluto untuk berjaga-jaga.
"Kai"
Ratusan kunai dan shuriken langsung melesat dari dalam tanah ke arah Grim Greaper's dan membunuh sebagian dari mereka. Sementara 5 orang shinobi yang saat ini sudah berada didepan langsung mengnakan hand seal dan
"Katon Goukakyuu no jutsu"
Lima bola api raksasa langsung menghantam 7 Grim Reaper's yang tidak sempat menghindar. Mengetahui hal tersebut, Pluto hanya berdiam diri saja seolah tidak terjadi apa-apa. Sementara itu, 15 Grim Reaper's langsung menyerang kelima shinobi yang telah mengeluarkan ninjutsu katon namun
"Doton Douryuuheki"
Serangan Grim Reaper's dapat ditahan oleh dinding tanah yang diciptakan oleh 2 orang shinobi dibelakang mereka berlima. Tidak lama berselang, empat orang shinobi lainnya melompat ke atas dinding tanah tersebut lalu dua orang dari mereka mengeluarkan ninjutsu bertipe fuuton dan dua orang lagi mengeluarkan ninjutsu bertipe katon. Akibatnya tercipta tornado api yang langsung menghantam sebagian besar Grim Reaper's. Sama halnya seperti Pluto, Hanza hanya berdiam diri dan mengabaikan apapun yang terjadi disekitarnya.
"Maaf saja, tapi waktu kalian semua sudah habis. Suiton Suiryuudan no jutsu" ucap Hanza dan tercipta dua naga air disamping kanan dan kirinya yang tentu saja langsung menyerang sisa dari Grim Reaper's
"Menarik, jika seorang komandan sudah turun tangan. Maka aku juga harus melakukannya" ucap Pluto dan sebuah schyte langsung tercipta ditangan kanannya
Seorang shinobi yang mengetahui bahwa Pluto akan menyerang, dengan sigap mencoba menahannya dengan ninjutsu dan
"Katon Goukakyuu no–" belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, Pluto sudah keburu menebasnya secara vertikal dengan schyte miliknya
"Tch, lambat" ucapnya sarkastik
Mengetahui hal tersebut, lima orang shinobi lainnya langsung menyerang Pluto yang sedang berdiri diatas udara dengan angkuhnya. Namun hal yang hampir sama pun terjadi, dengan kecepatan kilat miliknya Pluto langsung menebas kelima kepala shinobi tersebutsecara bersamaan. Masih dengan memakai topeng badut miliknya, tanpa segan Pluto langsung membantai sisa shinobi yang ada ditempat itu. Potongan tubuh pun terlihat berserakan disekitar tempatnya berdiri, rumput yang biasanya berwarna hijau pun kini terlihat berwarna merah pekat dengan campuran bau amis darah. Dan sekarang tinggal tersisa 9 shinobi termasuk Hanza.
"Senjutsu: Sage Mode"
Energi alam mulai berkumpul disekitar Hanza. Sebelumnya ia tidak pernah berniat untuk menggunakan jutsu milik masternya ini kecuali dalam keadaan darurat saja.
"Kau tahu, 70% dari dunia ini diselimuti oleh air. Begitu juga dengan udara yang ada didunia ini, walaupun 78% terdiri dari nitrogen dan 21% terdiri dari oksigen. Namun asal kau tahu, sisa dari 1% itu termasuk adalah. . uap air. Jadi bersiaplah, Suiton Suiryuudan no jutsu" ucap Hanza
Seketika langsung tercipta sebuah naga air sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter dibelakang Hanza.
"Ow, benar-benar ucapan yang menarik. Aku sungguh tersanjung. Dan hey kalian semua, cepatlah kemari!" ucap Pluto kepada 10 anak buahnya yang masih hidup
Tiba-tiba kabut asap langsung menyelimuti tempat kesepuluh Grim Reaper's tersebut berada, dan ketika kabut sudah mulai menipis terlihat 10 anbu yang berdiri ditempat itu.
"Sisanya kami serahkan pada anda, komandan" ucap seorang anbu laki-laki berambut biru muda dengan codename Hikari
Sekarang tinggal Hanza dan Pluto yang berada di tempat tersebut. Tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Naruto itu hanya berdiam diri menunggu serangan dari Pluto, tidak lama kemudian lelaki bertopeng badut itu langsung melesat ke arah Hanza sambil merentangkan tangan kanannya ke samping, mencoba menebasnya secara horizontal. Namun dengan mudah dapat ditahan oleh Hanza dengan kunai ditangan kirinya. Beberapa detik berselang naga air raksasa itu langsung menyerang Pluto dan menelannya.
Sementara itu dilain tempat,
Saat ini Naruto sedang berada bersama Azazel ditempat biasa, tepatnya dipinggir sungai. Bukan tanpa alasan mereka berdua berada ditempat ini dan bukan tanpa alasan pula Naruto tidak membantu aliansi shinobi dalam menahan serangan Grim Reaper's. Bagi Naruto, Hanza merupakan sosok lain yang terlihat seperti kebalikan dari dirinya, jika ia memiliki tipe kepemimpinan yang acuh dan kerap kali mengabaikan semua yang terjadi disekitarnya, maka Hanza memiliki tipe kepemimpinan yang serius yang taat pada aturan dan sistem yang berlaku, bahkan ia tidak segan untuk menghukum dan membunuh siapapun yang melanggar aturan atau sistem yang ia pegang teguh.
"Kenapa kau tidak membantu anak buahmu, Naruto?" ucap Azazel
"Hahaha, kupikir itu tidak perlu. Aku rasa Hanza saja sudah lebih dari cukup untuk menangani itu semua. Asal kau tahu Azazel-san, ia memiliki sesuatu yang tidak kumiliki"
"Maksudmu?"
"Ia adalah tipe orang yang loyal terhadap aturan dan sistem, selain itu ia juga memiliki kelebihan dalam ilmu anatomi tubuh Bahkan saat pertama kali aku bertemu dan bertarung dengannya, ia berhasil melukai salah satu organ vitalku" ucap Naruto
Kembali ke tempat Hanza dan Pluto,
Saat ini Pluto hanya bisa tergeletak diatas tanah, sementara Hanza yang masih dalam wujud sago mode-nya tetap beridiri diatas tanah sambil memasukkan tangan kiri ke dalam saku celananya.
"Kau pikir bisa menghancurkan kami hanya dengan serangan langsung. Akan kuberitahu satu fakta yang tidak terbantahkan, masih jauh dari kata cukup untuk dapat menghancurkan kami, perwakilan umat manusia" seru Hanza dengan tatapan tajamnya
Kemudian Hanza berjalan ke arah Pluto tergeletak dan tanpa segan langsung memotong lehernya, sementara tubuhnya ia bakar untuk menghilangkan jejak bukti. Beberapa detik berselang, setelah Hanza menempatkan bongkahan kepala tersebut dalam gulungan kosong, ia langsung menghilang dari tempat itu bersama dengan sisa shinobi yang masih hidup.
Tidak terasa sore hari sudah menjelang dan saat ini Naruto berada di apartemennya bersama dengan Ayase yang dari tadi duduk diatas sofa sambil melihat acara di TV yang menurut Naruto terlihat membosankan. Pemuda pirang yang saat ini sedang menenggak habis air mineral untuk kedua kalinya itu terlihat memakai kaos putih berlengan panjang disertai celana jeans hitam yang memang jika dilihat sekilas penampilannya itu terlihat seperti seorang anak jalanan berwajah polos. Bahkan sering kali Ayase menegur tentang cara berpakaian Naruto yang menurutnya acuh dan tidak memiliki mode, namun tanggapan pemuda pirang itu selalu 'Lain kali saja' atau 'Baiklah, akan kuganti nanti'.
Beberapa menit berselang, terdengar suara ketukan dipintu apartemennya. Dengan inisiatif, Naruto langsung beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu, sedangkan Ayase hanya melihat sekilas ke arah pintu tersebut, lalu sedetik kemudian pandangannya kembali terfokus pada acara TV dihadapannya.
"Yo, bocah pirang" seru Azazel dari balik pintu yang dibuka Naruto
"Selamat datang, pak tua" balas Naruto
Dan tanpa segan Azazel langsung masuk ke dalam apartemen Naruto dan mendudukkan dirinya diatas sofa, tepatnya disebelah Ayase. Sedangkan gadis itu hanya diam saja, seolah tidak terusik oleh kedatangan Azazel.
"Hei Naruto, tidak kusangka kalau kau tinggal bersama dengan seorang gadis cantik" ucap Azazel sementara yang bersangkutan sedang membuatkan minum untuknya
Beberapa detik setelah Naruto membuatkan minum untuk Azazel, tiba-tiba pak tua itu kembali bersuara dan kali ini sampai membuat Naruto membulatkan matanya untuk sejenak.
"Oh ya, bagaimana dengan perwakilan dari fraksi Malaikat?" ucap Azazel tiba-tiba
Tanpa disadari Azazel namun dapat dilihat oleh Naruto, tiba-tiba tatapan Ayase berubah tajam dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lelaki tua yang duduk disebelahnya.
"Kau bilang tadi Malaikat, maksudmu akan ada Malaikat yang datang ke tempat ini?" ucap Ayase yang kini sampai membuat Naruto meneguk ludahnya sendiri
"Gawat, aku lupa tentang hal ini" ucap Naruto pelan
"Memangnya ada apa, Naruto? Kenapa tiba-tiba dia menatapku dengan tatapan tajam seperti itu?" seru Azazel meminta penjelasan
'TOK TOK TOK' untuk kedua kalinya terdengar suara ketukan dipintu apartemen Naruto
Tiba-tiba Ayase mengeluarkan sebuah kartu dan dari dalam kartu tersebut langsung keluar seekor Panther berwarna ungu kehitaman dengan sebuah mahkota dikepalanya, ia adalah Sieger yang merupakan Z/X milik Ayase dari Black World. Sementara itu, Azazel hanya bisa terdiam karena terkejut, sedangkan Naruto hanya diam dengan keringat dingin yang mengalir dari pelipisnya karena sudah memperkirakan apa yang akan terjadi setelah ini.
"Sudah lama kau tidak memanggilku, Ayase. Apa ada seseorang atau makhluk yang ingin kau bunuh?" seru Sieger
"Ya" ucap Ayase sambil berjalan ke arah pintu keluar
"Hahahaha, aku suka sekali denganmu dan juga cara berpikirmu itu" seru Sieger sambil mengikuti Ayase dari belakang
Tidak lama kemudian, pintu apartemen Naruto terbuka dan terlihatlah seorang perempuan berambut pirang memakai dress goddes tengah tersenyum.
"Sieger, bunuh dia" ucap Ayase tiba-tiba dan membuat perempuan dihadapannya yang diketahui adalah Gabriel langsung membulatkan matanya seketika
...
Malam hari sudah menjelang, jam dinding pun menunjukkan pukul 19.37. Didalam sebuah apartemen yang kini dihuni oleh empat orang, terlihat Naruto yang sedang bersandar pada dinding dibelakangnya disertai oleh Azazel, sementara Ayase dan Gabriel saat ini sedang duduk berhadapan. Kalau boleh dijelaskan, sudah lebih dari satu jam suasana seperti ini terjadi, dan tentu saja hal ini membuat dua orang lelaki yang dari tadi memasang pose sok cool benar-benar dongkol dibuatnya. Bagaimana tidak, sudah capek-capek mereka berdua melerai pertarungan dan berharap pemecahan masalah-lah yang akan didapat. Namun kenyataannya kedua gadis itu malah saling menatap tajam satu sama lain, dan tepat ketika Naruto benar-benar akan meledak karena sudah tidak tahan lagi, sebuah suara malah terdengar oleh gendang telinganya.
"Aku mau mencari udara segar" ucap Ayase kemudian bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu keluar
"Hei, apa kau tidak melihat cuaca diluar?" seru Naruto sambil menunjuk ke arah balkon apartemen dan terlihat hujan deras benar-benar mengguyur daerah dimana mereka berada
"Kau tidak bisa melarangku" ujar Ayase
"Setidaknya, bawalah sebuah payung" balas Naruto
Untuk beberapa saat mereka bertiga hanya berdiam diri, namun tiba-tiba Gabriel membuka suara.
"Kalau boleh aku tahu alasannya, kenapa tiba-tiba dia menyerangku, Naruto-san?" seru Gabriel
"Dari cerita yang kudengar darinya, itu karena kedua orangtuanya dibunuh oleh para Malaikat" jawab Naruto
Setelah itu tidak ada lagi yang memulai pembicaraan, ketiga orang yang memiliki kekuatan diatas rata-rata itu hanya diam, seolah tenggelam oleh suara gemuruh hujan yang mengguyur.
"Oh ya, alasanku mengundang kalian berdua datang ke tempat ini adalah untuk membicarakan Khaos Brigade yang saat ini sudah mulai bergerak"
"Ya, apa yang dikatakannya benar, kita tidak bisa diam saja dan menunggu kehancuran mendatangi kita" seru Azazel
"Kalau begitu, pilihan terbaik yang kita miliki adalah membuat aliansi dan mengesampingkan ego masing-masing" ucap Gabriel
"Maaf, tapi tujuanku sebenarnya mengundang kalian berdua ke tempat ini adalah untuk membuat aliansi dengan kelompok Gremory di Kuoh Academy" seru Naruto
"Tch, jadi begitu ya. Sekarang aku mengerti" ucap Azazel
"Tunggu dulu, sebenarnya apa maksudmu, Naruto-san?" seru Gabriel
"Maaf Gabriel-sama, alasanku melakukan ini semua adalah karena orang itu, Hyoudou Issei. Entah kenapa, saat pertama kali bertemu dengannya, ia mengingatkanku dengan diriku yang dulu. Selain itu, aku juga percaya bahwa ia adalah orang yang ditakdirkan untuk membawa perdamaian didunia ini"
'Karena untuk alasan lainnya tidak bisa kusebutkan, ia mirip dengan diriku 500 tahun yang lalu' lanjut Naruto dalam hatinya
"Aku mengerti" ucap Gabriel
"Dan satu lagi, tolong maafkan temanku, Gabriel-sama. Aku mengerti anda masih marah dengan kejadian tadi, tapi Ayase adalah teman pertama yang kumiliki. Oleh karena itu, maukah anda memaafkannya?" ucap Naruto sambil membungkuk
"Tenang saja, aku sudah memaafkannya. Dan kau tidak perlu membungkuk seperti itu dihadapanku, Naruto-san" ujar Gabriel
Saat ini Naruto tengah berbaring diatas sofa, sesekali ia melirik jam dinding dan mendapati waktu sudah menunjukkan pukul 23.13. Sebenarnya ia sudah mengantuk, tapi apa boleh buat karena gadis itu belum pulang. Beberapa menit kemudia, Naruto mendengar suara pintu terbuka dan ia melihat Ayase membawa payung yang sudah kering, maklu saja karena hujan sudah berhenti beberapa jam yang lalu.
"Selamat datang" seru Naruto
Sejenak, Ayase hanya diam mematung, namun kemudian dia kembali melangkahkan kakinya.
"Kau pasti kedinginan, kalau begitu akan kubuatkan teh hangat" ucap Naruto, namun sebelum ia melangkahkan kakinya, pemuda pirang dapat Ayase yang saat ini sedang memegang perutnya.
"Oh ya, aku lupa. Kau belum makan. Baiklah, makan malam akan segera tersedia" seru Naruto
"Eh, tidak usah. Biar aku yang membuatnya sendiri" sanggah Ayase
"Tidak apa, kau duduklah disini. Biar aku yang membuatnya" ucap Naruto sambil mendudkkan Ayase didepan meja makan , sementara gadis hanya mengangguk dan kemudian menunduk.
Beberapa waktu berselang, makanan pun sudah tersaji dihadapan Ayase. Namun sebelum gadis itu memakannya,dia sudah memantapkan hatinya terlebi dahulu.
"Naruto, kenapa kau tidak marah? Padahal aku sudah mengacaukan semuanya sore tadi" ucap Ayase
"Kenapa aku harus marah, kau adalah teman pertama yang kumiliki didunia ini dan aku tidak mau kehilangan teman pertamaku. Walaupun menyebalkan" balas Naruto
'BUAGH' sebuah bogem mentah pun kendarat mulus diwajah Naruto
"Terima kasih" ucap Ayase dan dia mulai memakan makanannya
Samar-samar, Naruto mendengar suara orang mengobrol, dengan perlahan ia mulai mengucek kedua matanya lalu mengubah posisinya dari tidur menjadi duduk. Sekilas, pemuda pirang itu mengalihkan perhatiannya ke arah jam dinding dan mendapati waktu sudah menunjukkan pukul 06.15. Namun tiba-tiba ia melihat sesuatu yang membuat kedua maanya melebar, sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dan dijelaskan oleh kata-kata, yaitu Gabriel-sama dan Ayase sedang mengobrol. Entah apa yang mereka bicarakan, namun Naruto dapat melihat raut bahagia diwajah mereka berdua.
"Ohayou Gabriel-sama, Ayase" seru Naruto
"Ohayou" seru mereka berdua
"Yo, triple blonde" seru seseorang yang main masuk seenaknya sendiri
"WOI, JANGAN MAIN MASUK KE APARTEMEN ORANG LAIN SEENAKNYA, PAK TUA!" seru Naruto
"SIAPA YANG KAU PANGGIL PAK TUA, DASAR BOCAH BAU KENCUR" balas Azazel
Karena merasa malas untuk membalas perkataan Azazel, akhirnya Naruto lebih memilih untuk berbicara dengan dua orang gadis yang dari tadi asyik mengobrol.
"Tidak kusangka kalian berdua bisa seakrab ini setelah kejadian kemarin" seru Naruto
"Tentu saja, Naruto-san" balas Gabriel
"Ini bukan urusanmu" ucap Ayase
"Ehh" Naruto hanya bisa sweetdrop sendiri
Tidak berapa lama setelah itu Naruto langsung mandi, kemudian membuatkan tempura untuk Ayase, Gabriel dan Azazel yang saat ini menunggu dengan setia dimeja makan, tidak lupa untuk dirinya juga. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 dan
"Hiks, kejam sekali. Padahal aku yang membuatkan makanan dan mereka malah menyuruhku untuk mencuci piring-piring kotor ini juga" ucap Naruto sambil meratapi nasibnya
TBC
