3'Oct : elemen Hanza, suiton (elemen air)
Vin'DieseL No Giza : New World Order (tatanan dunia baru)
Uchiha drac : klo untuk menjadi godlike sepertinya tidak bisa, klo soal ORANGE NINJA setelah chapter ini mungkin akan diupdate
Yuriko Rin : bukannya gak mau, tapi belum
m. : mungkin tidak ada. Jujur, bosan aja tiap kali ngeliat Naruto selalu memiliki pair wanita cantik ato klo ngga harem, sudah terlalu mainstream
Uzumaki 21 : Soal flashback Ayase akan dijelaskan di chap depan
Sairaji423 : Naruto emang ga memiliki sharingan ato rinnegn , tapi bukan berarti bahwa Naruto lemah
EstrllaNamikaze : ko Zeus tentunya berada dipihak Naruto
Namikaze130 : masih rahasia
Summary : Naruto mendapat misi dari Kami dan Yami untuk melindungi manusia di Highschool dxd universe. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Silahkan dibaca
Disclaimer : Masashi Kishimoto (Naruto) & Ichiei Ishibumi (Highschool dxd)
Pair : Naruto
Genre : Adventure, Supernatural
N W O
Disebuah tempat yang terdiri dari ratusan lantai dan susunan tangga-tangga yang tidak terhitung jumlahnya, terlihat seorang pemuda berambut pirang tengah menatap bingung tempat dimana ia berpijak. Pemuda yang diketahui bernama Namikaze Naruto itu hanya diam saja sambil mencoba mencari celah keluar dari tempat tersebut, namun hasilnya sia-sia saja.
"Kau merasa bingung dengan tempat ini ya, Naruto-kun ?" ucap seorang perempuan dari arah belakang Naruto
Yang dilihat Naruto kemudian adalah seorang perempuan berambut hitam legam, memakai kimono putih dengan corak bunga sakura serta memiliki kulit mulus seputih susu. Jika dilihat sekilas perempuan tersebut terlihat berumur 20 tahunan, dan menurut Naruto dia adalah perempuan tercantik yang pernah ia temui seumur hidupnya. Perempuan tersebut adalah Kami, the creator of life.
"Salam kenal, namaku adalah Kami" seru perempuan tersebut
"Tu-tunggu dulu, jadi kau adalah the creator of life ?" balas Naruto tanpa bisa menyembunyikan raut keterkejutan diwajahnya
"Ya, tentu saja. Aku mengundangmu ke tempat ini untuk meminta bantuan darimu, Naruto-kun. Maukah kau menerima misi dariku untuk menjadi utusanku didunia lain?" ucap Kami
"Sebenarnya aku tidak mengerti dengan ini semua. Perang Dunia Shinobi keempat baru saja berakhir, kedamaian yang kami impikan akhirnya bisa terwujud. Selain itu, aku juga masih memiliki cita-cita yang belum bisa kuwujudkan, yaitu menjadi seorang hokage. Namun yang terpenting, akhirnya orang-orang di desa mau mengakui keberadaanku. Maaf Kami-sama, sepertinya aku ti–"
"Itulah alasan kenapa aku memilihmu, Naruto-kun. Kau tidak pernah marah saat mereka semua mengucilkanmu, kau tidak pernah marah bahkan saat mereka menganggapmu tidak ada, dan kau tidak pernah marah walau saat mereka ingin melenyapkanmu. Namun, kau baru akan menunjukkan kemarahanmu saat semua itu berhubungan dengan keselamatan orang-orang yang kau sayangi. Itulah hal yang membuatmu terlihat spesial, Naruto-kun" sanggah Kami
"Hm, begitu ya" ucap Naruto sambil menopang dagu dengan tangan kanannya
'Sepertinya ucapanku telah membuatnya besar kepala' seru Kami dalam hatinya
Untuk sejenak Naruto hanya diam saja, entah apa yang dipikirkannya. Namun, perempuan dihadapannya yang dikenal sebagai the creator of life masih tetap setia menunggu jawaban dari pemuda pirang itu dengan senyuman yang masih menempel dibibirnya.
"Baiklah, aku memang masih memiliki cita-cita yang belum bisa kuwujudkan. Namun, mendapat misi dan menjadi utusan anda adalah suatu kehormatan untukku. Aku menerima misi ini"
"Terima kasih atas pengertiannya"
"Namun, aku punya dua permintaan"
"Apapun itu, pasti akan kuwujudkan" seru Kami
"Terima kasih, lagipula permintaanku cukup sederhana. Andai misiku sudah selesai, bisakah aku kembali ke duniaku lagi?"
"Maaf Naruto-kun, meski misimu sudah selesai. Kau akan tetap tinggal didunia itu hingga akhir hayatmu"
"Begitu ya. . Dan untuk permintaan keduaku, ada seseorang yang ingin kutemui sebelum aku meninggalkan dunia ini" ucap Naruto sambil menundukkan kepalanya
...
Disaat gemerlapnya suasana malam hari desa Konoha, terlihat beberapa bangunan yang sudah tidak memiliki pencahayaan lagi disalah satu sudut desa. Bangunan-bangunan tersebut dibiarkan tidak terawat begitu saja sejak tragedi itu terjadi, dan saat ini terlihat seseorang yang duduk disalah satu atap bangunan sedang melihat keindahan malam hari yang disajikan Sang Pencipta. Baginya yang sudah lama jatuh dalam kegelapan, suasana seperti ini memang sangat tepat untuknya. Walau terkadang hati kecilnya menyerukan bahwa dirinya juga sangat ingin berada diantara keramaian desa yang telah melahirkannya. Namun ia sadar bahwa ia tidak pantas, lagipula ditempat seperti ini ia bisa lebih mengagungkan keindahan Sang Pencipta.
"Yo teme" seru Naruro yang berdiri disamping Sasuke
"Hn, dobe. Tidak biasanya kau datang ke tempat ini, kenapa kau tidak bersama dengan orang-orang Konoha itu?"
"Aku hanya ingin menemui sahabatku saja" jawab Naruto
"Ceritakan! Karena aku sudah lama mengenalmu"
"Hah, rupanya aku tidak pandai untuk menyembunyikan sesuatu. Mungkin menurutmu, ini adalah cerita konyol. Kau tahu, aku bertemu dengan Kami-sama, lalu dia meeberiku misi untuk menjadi utusannya didunia lain. Hehehe, bagaimana menurutmu, teme?" seru Naruto
"Yang kutahu kau itu adalah dobe, bukan seorang pembohong. Biar kutebak, kedatanganmu kesini adalah meminta bantanku untuk menggantikanmu melindungi Konoha, bukan begitu?" balas Sasuke
"Sepertinya, tidak ada lagi yang bisa kukatakan padamu, Sasuke. Walaupun kau itu sangat menyebalkan, tapi terkadang kau adalah seseorang yang sangat bisa kuandalkan. Namun, jika sampai aku mendengar kabar bahwa kau kembali mengkhianati Konoha. Aku akan menghalalkan segala cara untuk kembali ke dunia ini, lalu menghajarmu dan menyeretmu kembali ke Konoha"
"Tenang saja, akan kupastikan kau tidak akan kembali lagi ke dunia ini"
"Terima kasih, kutitipkan impianku padamu, Sasuke"
Tidak lama kemudian, terlihat sebuah sinar turun dari langit dan menyinari tempat dimana Naruto berdiri. Secara perlahan, tubuh Naruto terangkat ke atas dan sebelum ia benar-benar menghilang dari tempat itu
"Sayonara, dan kuharap aku bisa bertemu dengan orang sepertimu lagi didunia sana, teme"
"Pergilah! Kau tidak perlu mencemaskan desa ini lagi"
Bagi Sasuke, cahaya tersebut seratus kali lebih menenangkan daripada ia harus berada ditengah gemerlapnya suasana malam hari desa Konoha.
'Impian ya. Kurasa mulai sekarang, aku memiliki impian baru' seru Sasuke sambil merebahkan dirinya diatap bangunan tersebut, dan perlahan matanya pun mulai terpejam.
Kini Naruto sudah berada ditempatnya semula, tempat dimana ia bertemu dengan sosok the creator of life untuk pertama kalinya. Namun ia tidak menemukan sosok yang ia cari sejauh mata memandang, yang dilihat olehnya hanyalah susunan lantai dan anak tangga yang tidak terhitung jumlahnya.
"Maaf, sudah menunggu"
Yang dilihat Naruto kemudian adalah susunan anak tangga. Namun yang membedakannya, anak tangga tersebut terbuat dari cahaya dan sosok yang ia cari pun muncul sambil menuruni tangga itu.
"Sekarang giliranmu untuk memenuhi syarat yang kuajukan, Naruto-kun. Tapi sebelumnya, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" seru Kami
Tiba-tiba muncullah seorang lelaki dihadapan Naruto. Jika dilihat dari perawakannya, lelaki tersebut seperti baru berumur 25 tahunan, selain itu ia juga memiliki rambut merah sepunggung dan saat ini memakai yukata berwarna hijau.
"Yo gaki"
"Hey, memangnya siapa kau! Berani-beraninya memanggilku seperti itu, dasar lelaki cantik" seru Naruto
"Bocah kampret! Jadi kau tidak ingat siapa aku, namaku Kurama" seru sosok yang dikatai Naruto lelaki cantik
"Ti-tidak mungkin, rubah jelek itu adalah KAU" balas Naruto sambil menunjuk Kurama dengan telunjuk tangan kanannya
"Tch, itu sama saja kau tidak menyadari kejelekanmu. Harusnya kau bersyukur walaupun memiliki wajah pas-pasan seperti itu"
"KAU YANG JELEK, DASAR RUBAH BODOH"
'Rasanya. . aku ingin segera menguliti bocah kampret ini sekarang juga' ucap Kurama dalam hatinya
"AH, aku mengerti. Rupanya kau hanyalah replika atau bunshin yang diciptakan oleh rubah bodoh itu untuk mengelabuiku, dan kau adalah perempuan yang diciptakan olehnya untuk menggodaku. Jangan-jangan tempat ini juga diciptakan olehmu. Tch, tidak kusangka kau memakai cara kotor seperti ini untuk mengambil alih tubuhku" seru Naruto berapi-api
Ekspresi kaget pun tergambar jelas diwajah Kurama, ditambah dengan mulutnya yang menganga setelah mendengar pernyataan Naruto. Sedangkan Kami hanya bisa sweatdrop saat mendengar pernyataan pemuda pirang tersebut, apalagi pernyataan yang menyangkut tentang dirinya.
'BLETAKK'
"MANA MUNGKIN AKU MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU, BOCAH KAMPRET!" seru Kurama
"DAN BERHENTILAH MEMANGGILKU BOCAH KAMPRET, DASAR LELAKI CANTIK!" balas Naruto
"Aku minta maaf atas perkataan si baka ini, Kami-sama" ucap Kurama yang tidak mempedulikan perkataan Naruto sambil membungkuk hormat dihadapan satu-satunya perempuan yang berada ditempat tersebut
"Tidak apa. . . Dan untukmu Naruto-kun, kali ini aku memaafkanmu. Namun jika hal ini terjadi lagi untuk kedua kalinya, maka akan kuperlihatkan neraka yang sesungguhnya dihadapan matamu" ucap Kami dengan senyum manis yang tercetak diwajah cantiknya
Sedangkan Naruto hanya bergidik ngeri saat melihat senyuman itu, entah kenapa yang ada dalam bayangannya adalah siksa pedih yang dijanjikan perempuan dihadapannya. Maka tanpa banyak basa-basi, Naruto langsung membungkuk hormat untuk meminta maaf dihadapan Kami. Beberapa waktu berselang, terlihat susunan anak tangga berwarna hitam pekat dihadapan Naruto, dan selanjutnya yang dilihat oleh pemuda pirang itu adalah seorang perempuan yang benar-benar sangat mirip dengan Kami -sama yang saat ini berada disamping kanannya, namun yang membedakannya adalah warna rambutnya. Perempuan yang saat ini sedang menuruni anak tangga berwarna hitam pekat tersebut memiliki rambut berwarna perak, sangat kontras dengan pakaian yang dikenakannya, yaitu dress gothic berwarna hitam.
"Salam kenal Naruto-kun, namaku Yami" seru Yami dengan senyumannya, lebih tepatnya seringaiannya
"Yami? Jadi kau adalah Yami-sama, the creator of death" seru Naruto, dan entah kenapa ia seperti merasakan penderitaan yang menjanjikan saat melihat senyuman iblis dari perempuan dihadapannya.
"Senang bertemu denganmu, Naruto-kun. Namun sebelum kau menerima misi dan menjadi utusan neesan-ku, ada sesuatu yang harus kau pelajari terlebih dahulu" ucap Yami
"Tapi, jika kau mau. Kau bisa mendapatkan kekuatan yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya untuk membantumu dalam menyelesaikan misi dariku. Bagaimana Naruto-kun?" seru Kami
"Maaf Kami-sama, aku tidak bisa. Ada kenangan dan kebanggaan atas kekuatan yang kudapatkan selama ini, kenangan saat berlatih dengan ero sennin dan kebanggaan dari orang-orang yang telah berjuang bersamaku selama ini. Karena bagiku, kebanggaan mereka adalah sumber kekuatanku" balas Naruto
"Sudah kuduga itulah jawabannya. Tenang saja Naruto-kun, aku percaya padamu apa adanya. Namun tetap saja, ada sesuatu yang harus kau pelajari sebelum menjadi utusanku hingga waktu yang telah ditentukan" seru Kami dengan senyum manisnya
"Tu-tunggu dulu, jika memang benar kau adalah Kami-sama. Harusnya kau tahu bahwa aku malas belajar" balas Naruto
"Tenang saja Naruto-kun, akan kupastikan pelajaran kali ini akan membuatmu tertarik" ucap Yami dengan seringai iblisnya dan kemudian langsung menyeret Naruto
"HWAAA, TOLONG AKU KAMI-SAMA, KURAMA" seru Naruto dari kejauhan, sedangkan Kami dan Kurama hanya tersenyum penuh arti saat mendengar teriakan pemuda pirang tersebut.
Waktu pun berselang, namun kedua orang itu masih ditempatnya semula, seolah ada sesuatu yang membuat mereka tetap berada ditempat tersebut.
"Kekuatan yang Menggenggam Langit merupakan kemampuan yang dapat menggenggam dunia ini. Dan semenjak manusia pertama kali menginjakkan kakinya di Bumi, tahta maupun kekuasaan, harta, dan kekuatan, merupakan hal yang paling diinginkan oleh sebagian besar umat manusia. Namun selama ini, belum ada yang dapat mengartikan makna dari filosofi Kekuatan yang Menggenggam Langit. Beberapa manusia diberbagai belahan dunia ini sudah mencoba mengartikan filosofi tersebut dan hasilnya adalah, ada yang mengatakan Kekuatan yang Menggenggam Langit adalah kekuatan tersembunyi dan merupakan harta karun dunia ini, namun ada juga yang mengatakan bahwa filosofi tersebut merujuk pada Hari yang Dijanjikan, dan beberapa yang lainnya ada yang mengatakan bahwa filosofi tersebut merupakan arus takdir" seru Kami
"Tapi, bukankah takdir seseorang sudah ditentukan sejak mereka dilahirkan" balas Kurama
"Ya, dan itulah inti dari filosofi tersebut. Namun, siapa yang mengatakan jika takdir seseorang tidak dapat berubah, bahkan aku sendiri tidak dapat melakukannya, karena yang dapat merubah takdir seorang manusia hanyalah manusia itu sendiri, dan itulah arti dari filosofi tersebut. Aku melihat semua itu ada dalam diri Naruto, ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki kebanyakan manusia lainnya, sesuatu yang dapat membuat orang lain menumpahkan kepercayaan terhadapnya" lanjut Kami
"Dan kau juga mempercayainya?"
"Ya, aku sangat mempercayainya"
Hari demi hari pun berlalu, tidak minum dan tidak makan, itulah yang dilakukan Naruto. Karena pada saat ini, konsentrasinya sudah terfokus pada tumpukan buku yang ada dihadapannya. Tidak peduli apapun yang terjadi didunia sana, karena pada saat ini, impiannya sudah ia percayakan pada sahabat baiknya, dan itu sudah lebih dari cukup. Sekarang, disinilah ia berada, disebuah ruangan kosong yang berlantaikan marmer indah.
500 tahun kemudian
Seorang perempuan yang terlihat seperti baru berumur 20 tahunan, memiliki rambut silver dan memakai dress gothic berwarna hitam sedang berjalan menuju tempat dimana dia meninggalkan seorang pemuda pirang 500 tahun lalu. Dan sekarang disinilah dia berada, didepan sebuah pintu setinggi 3 meter yang terbuat dari emas. Perlahan, perempuan yang diketahui bernama Yami membuka pintu tersebut dan yang pertama kali dilihatnya adalah rambut pirang keemasan yang terjuntai indah dihadapannya. Kemudian pemuda pirang itu mulai membalikkan tubuhnya saat merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya. Tidak ada yang berubah dari segi fisiknya, hanya saja sekarang panjang rambutnya sudah mencapai 2 meter.
"Lama tidak bertemu, Yami-sama"
"Selamat datang kembali, Naruto-kun"
...
Tiga hari sebelum pertemuan Naruto dan Issei
Saat ini pemuda pirang itu sedang berada didepan Kuou Academy, tepatnya 5 meter dari arah gerbang masuk. Pemuda yang diketahui bernama Naruto itu hanya diam saja sambil menyenderkan tubuhnya pada pohon dibelakangnya, pakaian yang dikenakannya memang sederhana, hanya kaos putih berlengan panjang dengan celana jeans hitam, disertai dengan sepasang sepatu kasual. Sesekali ia menengadahkan kepalanya ke atas hanya untuk melihat cuaca yang sudah mendung dari tadi pagi, dan kemudian rintik hujan pun turun yang berlanjut menjadi hujan deras. Walaupun sekarang ia berada dibawah pohon besar, tapi tetap saja air hujan yang mengalir melewati batang dan ranting pohon membuat pakaiannya basah
Beberapa waktu berselang, alarm bebrbunyi menandakan jam pelajaran telah usai dan kemudian terlihat siswa dan siswi berjalan melewati gerbang sekolah sambil membawa payung hingga bocah itu muncul bersama kedua temannya. Senyuman penuh arti pun langsung tersungging dibibir Naruto saat melihat bocah itu. Dari arah yang berlawanan, datang seorang perempuan berambut pirang sambil membawa dua buah payung, yang satunya dia pakai dan yang satunya lagi untuk diberikan pada pemuda pirang itu.
"Sudah kuduga kau berada ditempat ini" ucap Ayase saat melihat Naruto yang sekarang ini sudah basah kuyup sambil menyerahkan sebuah payung ditangan kanannya
"Terima kasih" seru Naruto
Dan kedua orang itu pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Mode berpakaianmu itu buruk sekali" seru Ayase tiba-tiba
"Terima kasih" balas Naruto
"Memangnya apa yang kau harapkan dari bocah itu, Naruto?"
"Tidak ada, hanya saja kita tidak bisa meramalakan apa yang akan terjadi dimasa depan. Mungkin saja ia adalah pewaris tahta Tuhan selanjutnya"
TBC
