KETIBAAN ABANG ADU DU
Rated : T
Genre : adventure
DISC: BoBoiBoy by animonsta
OC: Ada da, Ado dol
warning: beberapa kekerasan
Ini dia fanfic pertamaku! Kasih saran dan komentar ya…..
CHAP 1: FIRASAT DAN PERSYARATAN
Suatu ketika di planet Ata Ta Tiga, terlihatlah Ada da dan Ibu bu yang dipanggil 'mak' sedang bercakap-cakap mengenai adiknya Ada da, Adu du dengan panggilan 'Bobocu'.
"Bagaimana kunjungan mak ke rumah Bobocu?" tanya Ada da
"Kasihan si Bobocu. Dah rumahnya kotor, kecil, miskin pula."kata mak sambil menghela napas.
Ada da langsung tertawa sambil berkata, "Ha! Rasakan tuh si Bobocu. Dari kecil sampai sekarang selalu bilang ingin mandiri. Dah jadi miskin baru tahu rasa!"
"Ish, kau ni. Tak ada rasa kasihan kah pada adik kau ni?! Mak udah kasih dia kard kredit Plutonium agar dia menjadi penjahat berkalibar dan menguasai bumi."tegur mak.
"Untuk apa dia menguasai bumi? Setahuku bumi Cuma planet kecil je. Tak usah dirisaukan."
"Hmph! Kau ni memang pemalas! Masa kau kalah sama Bobocu? Dia dah lama tahu kalau di bumi ada tenaga koko! Dia sendiri yang cerita sama mak!"
"APA!? TENAGA KOKO?!" seru Ada da terkejut. "Oh… hebat sangat si Bobocu. Patutlah dia dah lama tak muncul. Pasti dia bakal jadi kaya raya berkat koko itu. Tapi, apasal dia masih miskin?"
"Nah, itu dia masalahnya. Waktu dah disana si Bobocu jadi baik! Untung mak bisa ajak si Bobocu jadi jahat balik!" kata mak khawatir.
"Eh? Apasal dia jadi baik? Dia makan sesuatu yang aneh kah di bumi?" tanya Ada da heran.
Mak pun menceritakan mengenai Boboiboy. Tanpa ia sadari bahwa cerita yang ia bawakan telah menimbulkan niat jahat di pikiran Ada da.
Setelah obrolan ringan itu berakhir, Ada pun kembali ke rumahnya. Di rumah Ada da duduk di kursi dengan ekspresi berpikir.
"Cerita mak tadi memberiku sebuah gagasan… Ado dol!"panggil Ada da.
Seorang alien kotak masuk ke ruangan itu. Rupanya Ado dol merupakan anak buah Ada da.
"I… iya incik bos?" tanya Ado dol.
"Kemasi barang-barang kau."
"APA!?" teriak Ado dol. Lalu ia langsung menangis tersedu-sedu.
"Uhu…hu… jangan pecat aku incik bos… aku salah apa?"katanya.
"Ish, siapa bilang ingin pecat kau? Aku suruh kemas barang kau untuk untuk siap-siap pergi bersamaku ke bumi." Kata Ada da sambil geleng-geleng kepala.
"Eh? Untuk apa kita ke bumi incik bos? Berwisata kah?" tanya Ado dol polos.
"Heh, wisata gundulmu! Jangan banyak tanya! Cepat laksanakan!" kata Ada da kesal.
"Baik!"
Beberapa jam kemudian, Ada da dan Ado dol sudah bersiap di depan kapal dua kapal angkasa.
"Aku sudah siapkan dua kapal angkasa. Kau naik warna abu-abu, aku naik warna hitam." Perintah Ada da.
"Kenapa kita bawa dua incik bos? Satu kan cukup?"tanya Ado dol.
"Haah… begitu aku kasih tahu mak aku mau ke bumi, dia langsung suruh aku hantar kapal angkasa warna abu-abu ini ke Adu du. Dasar mak. Selalu manjakan dia! Dah, ayo berangkat!" seru Ada da.
"Eh? Sekarang incik bos?" tanya Ado dol bingung.
"GRR! TAHUN DEPAN! Ya jelas sekarang lah!" rupanya Ada da sudah kesal dengan ke'bego'an anak buahnya.
Akhirnya mereka berdua pun menaiki kedua kapal angkasa itu. Lalu, dengan kecepatan penuh, mereka pergi menuju bumi…
Sementara itu di markas kotak Adu du, ia masih tertidur di ranjangnya. Tiba-tiba…
"KRING! KRING! Bangun incik bos!" teriak Probe membangunkannya.
"WAAAA!" Adu du langsung jatuh dari ranjang saking kagetnya.
"Aduh… apasal kau ni Probe! Aku sedang mimpi berhasil taklukkan Boboiboy, kau bangunkan!" seru Adu du marah.
"Ah.. maaf incik bos.." kata Probe menyesal.
Tiba- tiba Adu du merasakan ada firasat buruk sekaligus perasaannya tidak enak, yang membuat bulu kuduknya berdiri.
"Eh, Probe. Kenapa ya aku merasa tidak enak?"tanya Adu du.
Probe pun berpikir. "Hm…. Ah! Aku tahu! Mungkin incik bos perlu berolahraga!"
"Eh, apa hubungannya dengan olahraga?" tanya Adu du heran.
"Mungkin rasa tidak enak itu karena keadaan incik bos yang kurang olahraga! Tengok.."katanya sambil memegang lengan Adu du, "…tangan incik bos lemah…"lalu memegang bahunya, "…tubuh incik bos tak tegap, bahkan kulitnya pun sampai bewarna hijau!"
Sebuah cawan besi terbang dari tangan Adu du dan langsung menghantam Probe.
"Aduh! Uh... kenapa aku dilempar cawan incik bos?" katanya sambil memegang benjolnya.
"Ish, kau ni Probe. Kulitku yang warna hijau ini dah ada pas aku lahir! Tapi benar juga kata kau Probe. Aku kurang olahraga. Ayo temani aku lari-lari pagi." Katanya sambil turun dari ranjang dan berjalan keluar markas kotak.
"Baik incik bos…"serunya gembira.
Namun Adu du dan Probe tidak menyadari bahwa firasat buruk itu sebenarnya merupakan pertanda buruk yang akan terbukti beberapa saat lagi…
Beberapa saat kemudian, ketika Adu du dan Probe sedang asyik berolahraga, tiba-tiba jam tangan Adu du berbunyi. Bertanda ada yang menghubungi. Adu du segera menjawab. Ternyata Computer yang menghubungi.
"Computer, ada apa?" tanyanya.
"Incik bos harus segera pulang. Ada tamu yang datang"
"Siapa? Ba Go Go?"
"Bukan incik bos. Pokoknya segera pulang. Tamu itu sudah tak sabaran."
"Oh…. Oke oke"
Mereka pun segera kembali ke markas kotak. Sesampai di sana, mereka heran ada dua kapal angkasa terparkir di dekat markas kotak.
"Eh, kapal angkasa siapa itu?"tanya Adu du dalam hati.
Tiba-tiba muncul dua alien kotak di depan mereka.
"Hahaha… halo Adu du. Atau perlu kupanggil kau…. Bobocu." Seru salah satu dari mereka.
"Eh, Abang Ada da!" seru Adu du kaget.
"Incik bos kenal alien ini?"tanya Probe.
"Mestilah. Dia kan abang aku. Abang yang selalu berbuat jahat kepadaku!" serunya kesal.
"Ish, jangan marah-marah lah Adu du. Sudah baik hati aku bawakan kapal angkasa dari mak buat kau." Kata Ada da menenangkannya.
Adu du kaget, "Da….dari mak? Abang bicara apa saja dengan mak?"
"Banyak hal. Tapi yang terpenting mak telah memberi tahuku tentang rahasia kau bahwa kau telah menemukan koko."
"Ka… kalau macam tu, untuk apa abang datang ke sini?"
"Selain menjaga amanah mak dengan menghantar kapal angkasa ini, Aku ingin tahu bagaimana perkembangan operasi koko-mu di bumi."
Adu du langsung menunduk lesu, "Gagal abang. Tiap rencanaku pasti selalu digagal kan oleh manusia superhero bernama Boboiboy."
"Hm… nampaknya menarik sekali bocah bernama Boboiboy itu. Aku ingin tahu lebih banyak tentangnya. Adikku, ceritakan segala yang kau ketahui tentang dia. Asal-usulnya, kekuatannya, kelemahannya, kawan-kawannya, hingga kisah pertarunganmu dengannya." Kata Ada da.
Adu du pun menceritakan sesuai permintaan Ada da.
"…..begitulah kisahnya, abang." Kata Adu du mengakhiri ceritanya.
"Mendengar kisahmu dan kisah dari mak, aku jadi ingin menawarkan sesuatu padamu, adikku. Yaitu, maukah kau bekerjasama denganku? Kau sudah lama tinggal di bumi. Sudah pasti kau tahu banyak mengenai bumi. Sedangkan aku sudah membawa banyak robot tempur dari planet Ata Ta Tiga. Jika bergabung, kita pasti dengan mudah menguasai bumi." Tawar Ada da.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku ingin menguasai bumi bumi dengan kekuatanku sendiri. Cepat pergi! Dan bawa kedua kapal angkasa itu!" tolak Adu du tegas.
"Huh, ya sudah kulakukan sendiri. Tapi kapal angkasa dari mak kutinggal disini. Malas aku bawa balik. Ado dol! Ikut aku kembali kapal angkasaku! Mari kita bicarakan strateginya." Serunya kesal sambil berjalan kembali ke kapal angksa hitam itu sambil melempar kunci ke Adu du.
Ado dol menoleh. Rupanya selama tuannya berbicara dengan Adu du, dia malah asyik bicara dengan Probe mengenai koleksi buku horornya. #authorgelenggelengkepala
"Eh… baik incik bos!" serunya sambil mengikuti tuannya.
Mereka pun kembali ke kapal angkasa hitam Ada da. Di kapal angkasa itu….
"Hehehe…. Tak lama lagi, aku akan menebar teror di bumi ini. Tunggu kau Boboiboy…tunggu kau! HAHAHA…" teriak Ada da dengan tawa kejam yang mencengkam.
Di saat bersamaan saat Ada da tertawa, Boboiboy sedang berada di sekolah rendah Pulau Rintis. Ia sedang di kantin bersama kawan-kawannya. Yaitu Yaya, Ying, Gopal, dan Fang. Semuanya sedang asyik menyantap makanan masing-masing.
Saat Boboiboy sedang menyantap makanannya, tiba-tiba dia merasakan firasat buruk sekaligus perasaan tidak enak yang membuat bulu kuduknya berdiri. Karena perasaan itu datang secara tiba-tiba, makanan yang dia makan membuatnya tersedak.
" Uhuk-uhuk!" Boboiboy langsung meminum air untuk menghilangkan tersedaknya.
"Ish, kau ni Boboiboy. Makanya makan jangan cepat-cepat. Tengok, jadi tersedak kan?" nasehat Yaya.
"Ish, Aku mana ada makan cepat-cepat. Aku tersedak tadi gara-gara mendadak aku ada firasat buruk" kilah Boboiboy.
"Haiya. Kenapa kamu ada firasat buruk. Kau mau sakit kah?" tanya Ying khawatir.
"Atau kau khawatir soal utangmu?" tanya Gopal
"Ish, bukannya kau yang utang sama aku?" tanya Boboiboy kepada Gopal.
Gopal langsung nyengir, "Hehehe…. Kapan-kapan aku bayar.."
Fang malah berkata, "Heh, pasti firasat buruk itu karena sebentar lagi aku mampu mengalahkan kepopuleranmu. Hehehe…"
Semua langsung menatap wajah Fang dengan wajah antara jijik dan melongo.
KRIK KRIK
KRIK KRIK
"Ehehehe…."
KRIK KRIK
KRIK KRIK
"Hehe… hei, berhenti menatapku seperti itu!" serunya kesal.
"Hihi… Terbaik." Boboiboy tertawa kecil sambil mengacungkan jempolnya sesuai ciri khasnya.
"Sudahlah Boboiboy. Tak usah dipikirkan. Cuma firasat je." Kata Ying menenangkan.
"Hm. Yelah-yelah…" kata Boboiboy acuh tak acuh.
KRING! KRING! KRING! Bel masuk berbunyi. Tanda waktu istirahat telah berakhir.
"Eh, dah masuk. Cepat-cepat!" seru Yaya kaget.
Mereka pun kembali ke kelas.
Sepulang sekolah, Boboiboy dan kawan-kawannya berjalan pulang bersama. Walau yang lainnya tampak ceria, Boboiboy masih merasakan firasat buruk itu, seberapapun ia coba untuk -tiba…
"DUAR! DUAR!" Terdengar suara ledakan dan terlihat kobaran asap dari kejauhan.)
"TOLONG! TOLONG!" Samar-samar terdengar suara teriakan meminta tolong dari arah ledakan.
"HA!? Apa itu!?" seru mereka kaget.
"Jom, kita kesana!" komando Boboiboy.
"JOM!"
Mereka pun segera berlari ke arah ledakan.
Sesampai di sana, Mereka terkejut karena kota diserang oleh tiga robot tempur bersenjatakan lengkap. Ketiga robot itu meledakkan dan membakar apa saja yang ada,.
"Aiyoyo… bagaimana ini? Mereka sedang menghancurkan seisi kota. Bagaimana ini Boboiboy?" tanya Gopal panik.
"Eh.. um… Ah! Aku tahu. Gopal dan Ying selamatkan penduduk kota. Bawa mereka ke tempat yang aman. Yaya, Fang, dan aku akan menghajar robot itu." Jawab Boboiboy.
"BOBOIBOY KUASA TIGA!" Boboiboy pun langsung berpecah menjadi tiga. Yaitu Taufan, Halilintar, dan Gempa.
Maka terjadilah pertarungan seru dan sengit antara Boboiboy dan kawan-kawan dengan ketiga robot tersebut. Saking seru dan sengitnya, Author pun tak mampu mengungkapkannya.
Akhirnya setelah pertarungan yang luar biasa itu, mereka pun berhasil menghancurkan ketiga robot jahat itu. Untungnya kerusakan kota tidak banyak dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Yeii… kita semua dah Berjaya melawan robot-robot jahat itu…" sorak mereka gembira. Tapi…
Tiba tiba muncul sebuah kapal angkasa bewarna hitam di langit.
"HA!?" seru merka kaget.
Dari kapal angkasa itu , muncul seorang alien kotak berdiri di atas mereka. Menatapnya dengan tatapan tajam.
"Eh..? Nampak macam… geng Adu du!" seru Boboiboy.
"Haik..? apa siasat si kepala kotak itu kali ini?" tanya Ying.
Fang langsung berteriak ke alien itu, "Hei, alien kotak! Apa kau ni gengnya Adu du?! Mau apa kau kemari? Cakap!"
Alien itu malah tertawa dan berkata, "Hahaha… Geng Adu du? Hmph, aku ajak dia bekerja sama pun dia tak mau."
"Siapa kau ni?!" tanya Yaya.
"Aku Ada da! Abang dari Adu du yang kau sebut tadi! Hm.. nampaknya rencana tahap pertamaku telah berjalan dengan baik.." seru Ada da.
"Dengan baik apanya!? Ketiga robot yang kau kirim tadi dah kami kalahkan semuanya." Kata Gopal.
"Ahahaha…. Sebenarnya ketiga robot itu Cuma pengalih perhatian saja. Tengok ni!"
Ada da memencet sesuatu di lengannya. Kaca penutup sisi pesawat pun terbuka. Dan terlihatlah banyak orang terkurung di sana. Bahkan ada Tok Aba, Ayah Gopal, Adik Yaya, bahkan Nenek Ying pun juga terkurung di sana.
"Tolong…Tolong.."teriak orang-orang di dalam.
"APA?!" seru mereka terkejut.
"Hahaha… sewaktu korang sibuk bertarung, aku diam-diam menangkap mereka. Kini mereka semua dah jadi tawananku." Kata Ada da.
"Lepaskan mereka!" seru Boboiboy.
"Hmph. Jangan harap! Tapi, aku ada syarat agar mereka bisa bebas. Yaitu, kau harus menyerahkan dirimu, Boboiboy. Datanglah ke markas kotak milik adikku besok jam sembilan pagi waktu bumi. Jangan ajak siapapun. Kalu kau tak datang… tamatlah riwayat para tawananku ini. Hahahaha…." Kata Ada da.
"Berani kau… KERIS PETIR!"Boboiboy pun melempar keris petir kearah Ada da.
Namun sebelum keris petir itu mengenai Ada da, kapal angkasanya telah terbang dan langsung menghilang.
Semua langsung terdiam dengan ekspresi campur antara bingung, lelah, dan pasrah.
TO BE CONTINUE….
MAAF BAHASANYA BERANTANKAN BEGINI. KARENA INI BAHASA INDO CAMPUR MALAY.
SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA!
