Sex(y) Love
Main cast : Baekhyun And Find by yourself
Genre : Romance & Drama
Rate : M
WARNING! : NO CHILD
Cerita mengandung unsur dewasa, bagi yang belum cukup umur mohon pikir (minimal 3kali) dahulu sebelum membaca /nahlo/ BENERAN CIYUSSS, SAYA WARN KALIAN!
Judul mungkin gak nyambung sama cerita.
Typo(s) everywhere
Fanfic : GENDERSWITCH (DON'T LIKE DON'T READ) TIDAK MENERIMA BASHING!
Disclamer : Semua cast milik Tuhan dan Keluarganya
Summary
Baekhyun tidak bisa dipanggil dengan sebutan gadis baik-baik. Karena tidak ada gadis baik-baik di dunia ini yang rela membiarkan tubuhnya di jamah oleh orang lain dengan imbalan Dollar.
.
.
.
.
.
"Aku sudah selesai menanam semua bungamu, jadi sekarang berikan aku bunga Daisy itu"
Seseorang tiba-tiba saja muncul dari dalam toko. Membuat Baekhyun dan Tao menoleh karena kaget. Tapi sepertinya hanya Baekhyun yang benar-benar kaget. Karena Tao sudah tahu ada orang disana dari tadi. Dan mata sipit Baekhyun membulat sempurna saat mengetahui siapa orang itu.
"Kau?"
Baekhyun tidak sadar jika baru saja bergumam. Gadis itu bangun dari duduknya dan menatap tak percaya namja yang kini berada di hadapannya.
Tetapi Baekhyun kalah cepat dengan Tao yang kini sedang berbicara pada namja itu.
"Aku sudah meletakkannya di dalam mobilmu"
"Baiklah, Kalau begitu aku pulang!" Akhirnya namja itu pergi dari sana. Dan Baekhyun lihat, namja itu sempat melirik kearahnya. Menyeringai.
Setelah kepergian namja tadi, Tao kembali menghampiri Baekhyun.
"Kau berbicara sesuatu Baek?" Tanya Tao bingung, pasalnya tadi seperti mendengar Baekhyun berkata sesuatu. Namun ia tidak mendengarnya terlalu jelas.
"Dia siapa, Tao?" Baekhyun menaikkan sebelah alisnya meminta penjelasan.
"A- Dia temanku Baekhyun" jawab Tao sedikit gugup mendapati tatapan serius Baekhyun.
"Tao" Baekhyun menatap tajam sahabatnya seolah menginginkan jawaban jujur darinya.
"Sungguh Baek"
.
.
.
Baekhyun meremas sprei putih di bawah tubuhnya yang sudah sangat lusuh. Saat Chanyeol semakin menggila bermain dengan kewanitaannya.
Mereka bahkan sudah bermain hampir setengah jam, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa Chanyeol akan berhenti menyiksa Baekhyun, Well, Bukan menyiksa dalam artian yang sebenarnya. Karena Chanyeol tidak sedang mencumbunya dengan kasar atau membobol lubangnya membabi buta. Chanyeol hanya membuat Baekhyun frustasi dengan sentuhannya.
Namja itu memainkan lidahnya begitu ahli pada bibir vagina Baekhyun yang sudah sangat basah. Bahkan Baekhyun sudah klimaks berkali-kali. Mungkin sebentar lagi gadis itu bisa gila karena tidak mendapat pelampiasan atas nafsunya yang telah sampai di ubun-ubun.
"Chaannnnhh Akkkhhh..." Baekhyun semakin mengubur kepalanya pada bantal. Sumpah Chanyeol benar-benar menyiksanya.
Lagi, cairan milik gadis itu meluber dari dalam rahimnya. Nafas Baekhyun terengah-engah. Ia sungguh tidak habis fikir, sebenarnya apa mau Chanyeol menggodanya seperti itu.
"Hoshh...hahhh... Ahkkuuh... lelahh" Cicit Baekhyun teramat lirih. Bahkan untuk mengatakannya saja butuh tenaga besar baginya. Namun sayang keluhannya barusan itu malah membuat birahi Chanyeol semakin memuncak.
Namja itu mengeringai.
Puas? tentu saja belum.
"Kita bahkan belum ke intinya, sayang" Bisik Chanyeol sediktiv yang kini mulai menggoda lagi. Namja itu meremas dada kiri gadis itu pelan sambil menggesekkan hidung mancungnya pada ceruk leher jenjang Baekhyun. Membasahi dengan salivanya kemudian ia hisap dengan sangat kuat.
"Kumohonn Chanyeolhhh..." Baekhyun berusaha untuk tidak mendesah. Bibirnya ia gigit kuat-kuat, atau jika tidak Chanyeol akan semakin gila mempermainkan tubuhnya. Tapi tetap saja desahan itu masih berhasil lolos.
"Aku belum selesai dengan pekerjaanku, sayang" Ucap Chanyeol lagi. Selanjutnya dada Baekhyun yang menjadi sasarannya. Chanyeol menggelitik nipple mungil itu dengan lidahnya dan memainkan yang sebelah dengan jari-jari dinginnya, memelintir serta menariknya kuat-kuat. Membuat Baekhyun semakin menggelinjang.
Benar saja, Chanyeol tidak akan berhenti semudah itu. Chanyeol akan terus mencumbunya panas dan membawa akal Baekhyun melambung sampai fatamorgana. Dan jika boleh jujur Baekhyun sudah tidak kuat. Atau bahkan ia bisa pingsan sebentar lagi karena terlalu lemas.
Dada sebelah kirinya masih setia berada dalam mulut Chanyeol. Sedangkan yang kanan, Baekhyun baru sadar kalau sekarang ia merasa sangat ngilu disana. Hampir saja Baekhyun kehilangan kesadarannya namun Chanyeol segera membawa tubuh telanjangnya duduk. Gadis itu mengerjap lemas. Jiwanya terasa panas membara tapi ia tidak punya kekuatan akan tubuhnya lagi.
"Hei, Aku tidak mencumbumu untuk membuatmu tertidur. Cepat puaskan aku" Ucap Chanyeol tak berperasaan.
Tidur katanya? Sial, kalau saja Baekhyun masih punya sisa tenaga yang besar pasti ia akan membalas Chanyeol dengan harga yang sama. Membuat namja itu gila oleh segala sentuhannya dan membuat Chanyeol frustasi akan kenikmatan. Sayang nya Baekhyun terlalu lemas untuk merealisasikan keinginannya. Akhirnya ia hanya bisa menurut saat Chanyeol mengeluarkan penis namja itu tepat di depan wajahnya.
Baekhyun menggapainya dengan lemas. Sungguh ia tidak akan melakukan apa-apa selain segera melahap benda panjang kebanggaan Chanyeol itu.
Baru saja penis itu memasuki mulutnya, Chanyeol sudah mendesaknya sampai pangkal tenggorokan. Baekhyun jelas tersedak dan wajahnya langsung memerah. Baekhyun terbatuk sebentar. Lalu kembali dengan pekerjaannya, mengulum penis Chanyeol seperti yang selalu ia lakukan. Semakin cepat ia menyelesaikan tugasnya maka semakin cepat tubuhnya beristirahat. Tubuhnya lemas bukan hanya karena cumbuan panas Chanyeol. Sebenarnya sepulang dari tempat Tao tadi dia belum sempat makan apapun. Dan dikerenakan Chanyeol yang tiba-tiba menariknya kedalam kamar lalu mencumbunya hebat, sekarang Baekhyun sungguh tidak punya tenaga lagi.
Chanyeol mendesis panjang, agaknya Baekhyun berhasil membuatnya terlena.
Namja itu tidak akan bertahan lama oleh sentuhan Baekhyun. Baru sebentar saja penisnya mendapat blow job dari si gadis kini miliknya sudah sangat hard. Chanyeol menengadah melihat Baekhyun yang masih sibuk memberinya kenikmatan. Dia mendesahkan nama Baekhyun berkali-kali.
"Masukkan sekarang!" Perintah Chanyeol terdengar frustasi. Matanya berkabut akan nafsu yang tak terbendung.
Baekhyun tentu hanya menurut. Pelan-pelan ia memposisikan kejantanan Chanyeol di depan kewanitaannya, memasukkannya perlahan sampai seluruh penis itu masuk semuanya. Kemudian ia mulai menggerakkan pinggulnya.
Suara desahan keduanya memenuhi kamar. Mereka tidak merubah posisinya, masih Baekhyun yang berada di atas dan Chanyeol di bawah. Barulah setelah mendapati Baekhyun hampir ambruk, Chanyeol segera bangun, tanpa melepas penyatuan mereka. Namja itu merubah posisinya hingga gadis itu terlentang di bawahnya. Dia yang mengambil alih permainan. Menyadari Baekhyun yang sudah tidak bertenaga. Chanyeol mempercepat gerakan pinggul membobol kewanitaan Baekhyun yang mulai menyempit. Menggenjotnya kasar beserta gairah dan nafsunya yang besar.
Tiba-tiba ingatan Chanyeol terbang pada dua tahun silam. Baekhyun si gadis polos yang kehilangan semangat hidupnya.
Pertama kali dia menyentuh Baekhyun dulu, sempat ada sedikit penyesalan dalam hatinya. Apalagi mendapati gadis yang dibelinya itu benar-benar masih perawan. Chanyeol melihatnya sendiri, darah mengalir dari selangkangan Baekhyun beserta sisa sperma miliknya.
Chanyeol tidak pernah memaksa Baekhyun untuk menerima tawarannya. Namun nyatanya gadis itu menerima terang-terangan semua penawarannya. Baekhyun rela memberikan tubuhnya sebagai pemuas nafsu untuk Chanyeol demi uang yang sangat banyak.
Sejak saat itu Chanyeol mulai sedikit merubah sikapnya. Awalnya Chanyeol adalah namja yang suka bergonta ganti pasangan demi kebutuhan sexual. Membayar pelacur manapun yang rela dia tiduri dengan imbalan nominal uang yang tidak sedikit. Yang jelas kelakuan Chanyeol itu sangat sering mengundang kontra dengan Ayahnya.
Mengingat Chanyeol adalah anak dari orang kaya dan dari keluarga terhormat. Tentu saja Ayahnya sering mencecarnya dengan banyak larangan. Hingga suatu hari Ayahnya mengetahui bahwa Chanyeol menyimpan seorang gadis tinggal bersamanya. Saat itu juga, Siwon -Ayah Chanyeol- mengusir Baekhyun dari apartementnya. Untungnya Chanyeol yang kala itu sedang berada di kantor segera pulang dan berhasil mencegah keinginan Ayahnya. Siwon murka, hingga pria paruh baya itu memanggil semua pengawalnya untuk menyeret Baekhyun agar menjauhi Putranya.
Tapi Chanyeol tidak tinggal diam. Namja itu mengancam Siwon, kalau dirinya akan pergi dari rumah jika Ayahnya masih bersikeras mengusir Baekhyun dari sana. Awalnya Siwon tetap bersikukuh menyeret Bakehyun pergi. Sampai Chanyeol menawarkan sesuatu yang bisa membuat Ayahnya berfikir dua kali. Chanyeol berjanji tidak akan bermain dengan wanita manapun lagi setelah ini. Asalkan Siwon tidak jadi mengusir Baekhyun darinya.
Chanyeol tidak mau Baekhyun besar kepala, ia selalu menegaskan bahwa menampung Baekhyun hanya atas dasar kasihan. Lagi pula Baekhyun juga memberikan apa yang dia butuhkan.
Seolah tersadar dari lamunannya. Chanyeol kembali mempercepat gerakan pinggulnya saat merasakan kewanitaan Baekhyun menjepit erat penisnya. Gadis itu benar-benar membuatnya gila. Ia merasa semakin dekat pada puncaknya. Sedangkan Baekhyun sudah lebih dulu orgasme beberapa detik lebih awal darinya.
Tubuh tegapnya ambruk di sebelah tubuh polos Baekhyun. Gadis itu sudah terpejam, entah tertidur atau benar-benar pingsan.
Lama Chanyeol memandangi wajah Baekhyun yang terlihat sangat kelelahan. Hingga membuatnya tersadar bahwa hari sudah larut malam. Dengan lembut namja itu menyelimuti tubuh Baekhyun sampai bahunya, lalu ikut memejamkan matanya tidur.
.
.
.
Baekhyun melepas sabuk pengamannya dalam diam. Hari ini Chanyeol mengantarkannya ke kampus lagi. Dan lagi-lagi Baekhyun tidak bisa menolaknya. Entahlah ada yang aneh dalam diri Chanyeol akhir-akhir ini. Namun Baekhyun tidak mau repot-repot memikirkan itu.
"Aku akan masuk sekarang" Bakhyun hampir saja membuka pintu mobil kalau saja Chanyeol tidak cepat menariknya hingga berbalik.
Belum juga Baekhyun berkedip kerena keget. Matanya malah terbelalak lebar saat bibirnya dibungkam oleh bibir Chanyeol.
Chanyeol mencium nya?
Baekhyun mengerjap berkali-kali. Untuk meraba apa yang baru saja terjadi. Chanyeol menciumnya? pertanyaan itu kembali Baekhyun tanyakan dalam hati.
Mereka sangat jarang berciuman. Tidak bukan berciuman, tetapi Chanyeol yang menciumnya, dengan lembut? Oh Astaga, apa sebentar lagi akan kiamat. Chanyeol bahkan tidak pernah menciumnya seperti ini. Chanyeol tidak pernah menciumnya selembut ini. Mungkin jika mereka terlanjur berciuman itu hanya sekedar penyaluran hasrat Chanyeol yang membuncah saat mereka bercinta.
Banyak pertanyaan yang lancang berputar-putra di otak Baekhyun. Kenapa Chanyeol mencium seperti itu.
Baekhyun mencoba tak membalas ciuman stranger itu. Tapi ada yang salah dengan jantungnya. Rasanya berdetak lebih cepat. Dan tanpa sadar dia malah membuka bibirnya memberi akses lebih untuk Chanyeol memanjakannya.
Ciuman itu sangat basah dan berlangsung selama kurang lebih semenit, Chanyeol terus mengecap bibir tipis Baekhyun dengan rakus. Namja itu baru sadar kalau bibir Baekhyun ternyata sangatlah manis. Dengan nafsu yang sedikit membara Chanyeol mendesak tubuh si mungil itu hingga menabrak kaca pintu mobil. Masih melumatnya panas bergairah. Sampai remasan pada dada kiri Baekhyun membuatnya tersadar. Gadis itu segera mendorong Chanyeol menjauh darinya. Karena feelingnya mengatakan 'bahaya'.
Baekhyun membenarkan rambut tergerai ya yang sedikit berantakan. Sambil menstabilkan nafasnya yang memburu. Gadis itu berdehem sebentar. Tidak biasa dengan suasana seperti itu.
Sedangkan Chanyeol malah menatapnya santai. Chanyeol menopang dagunya dengan tangan yang disenderkan pada kemudi stir. Namja itu memandang remeh Baekhyun yang masih salah tingkah.
"Aku hanya memberitahumu bahwa kau itu adalah pelacurku. Dan seharusnya kau berfikir untuk tidak menjadi pelacur untuk orang lain" Ujar Chanyeol sadis sambil desartai seringaian memuakkan.
Baekhyun menoleh kaget. Gadis itu melotot tidak percaya kearah Chanyeol. Apa yang baru saja namja itu katakan?
"Apa katamu? Kau pikir aku menjual diriku pada orang lain? Cih!" Baekhyun berdecih kesal lalu keluar dari mobil itu dengan bantingan pintu yang sangat kasar sebagai ucapan sampai jumpa. Baekhyun juga tidak tahu kenapa ia marah, bukankah biasanya dia biasa-biasa saja dengan semua kata-kata dan panggilan kasar Chanyeol yang dimaksudkan padanya. Tapi tak tahu mengapa setelah insiden ciuman stranger tadi, ada yang salah dengan dirinya. Baekhyun merasa harga dirinya yang paling kecil pun di injak-injak tanpa sisa.
Setelah kepergian Baekhyun, Chanyeol segera mengubah air mukanya. Bukan wajah angkuh yang sok berkuasa seperti tadi. Namun raut wajah yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Jika boleh jujur Chanyeol baru saja teringat ucapan adiknya tempo hari. Dan ia menjadi emosi lalu entah dorongan dari mana ia malah mencium Baekhyun seperti tadi.
"Bocah sialan!" Umpat Chanyeol tidak jelas pada siapa.
.
.
.
Baekhyun berjalan cepat memasuki kampus. Ia benar-benar merasa aneh dengan dirinya. Gadis itu berjalan tanpa menoleh kearah mana pun.
Dan ia tidak tahu kalau baru saja melewati seorang namja yang memperhatikannya sedari ia keluar dari mobil. Tidak, bukan hanya setelah keluar dari mobil. Bahkan sebelum Baekhyun keluar dari sana, dan kegiatannya tadi. Namja itu melihat semuanya dengan jelas.
Dia adalah Luhan. Namja yang sedari tadi berdiri dibalik gerbang kampus itu. Namja yang tidak sengaja melihat Baekhyun berciuman dengan sangat panas. Namja yang kini meremas dadanya sakit.
Sakit? ya Sakit, karena Luhan sadar sudah lama menyimpan perasaan pada gadis mungil bernama Baekhyun itu. Awalnya hanya rasa kagum, namun lama kelamaan perasaan itu telah lancang menjadi rasa suka dan...cinta.
Luhan mencintai Baekhyun?
Luhan tahu. Dia sangat naif dengan pengakuannya, tapi mendapati Baekhyun yang selama ini memperlakukannya dengan baik membuatnya nyaman. Bahkan Luhan sempat berfikir bahwa Baekhyun juga tertarik kepadanya seperti yeoja yang lain.
Luhan mengela nafasnya berat. "Apa yang harus aku lakukan?"
.
.
.
Baekhyun masuk ke dalam kelas ya dengan malas. Setelah duduk di bangkunya dengan iseng ia mengambil ponselnya dari dalam tas. Mungkin bermain game sebentar bisa membuatnya lupa akan hal yang baru saja ia alami. Oh ya Ampun. Bahkan sampai sekarang Baekhyun masih teringat ciuman itu.
Baru semenit Baekhyun mulai menikmati gamenya tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Namja itu" Gumam Baekhyun lirih.
Sepertinya Baekhyun teringat oleh namja yang kemarin datang ke toko bunga Tao. Dan ia merasa ada yang salah dengan sahabatnya. Baekhyun harus mencari tahu. Ia berjanji tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Tao kerena mengenal namja berama Oh Sehun itu.
Dengan rasa percaya diri yang besar, Baekhyun mendatangi kelas Sehun. Ia sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa yang sedang berpapasan dengannya. Dan menyadari ia mendapat petunjuk begitu cepat, membuat Baekhyun berasumsi bahwa namja tinggi itu termasuk jajaran Mahasiswa terkenal.
"Cih, Pantas saja dia menyebalkan" Cibir Baekhyun lagi.
Setelah sampai ke kelas yang dia cari, Baekhyun tidak membuang banyak waktu lagi. Segera ia memasuki kelas itu tanpa ragu. Ada segerombolan mahasiswi yang sedang begosip dan juga ada sekelompok mahasiswa yang berdandan layaknya preman pasar.
Baekhyun mengedarkan pendangannya ke semua penjuru kelas, tetapi matanya tidak mendapati keberadaan Sehun disana. Baru saja ia ingin bertanya. Seseorang namja dari sekumpulan mahasiswa yang Baekhyun panggil dengan preman pasar lebih dulu menanyainya. Namja itu mendekati Baekhyun.
"Wah! ada nona cantik kemari, ada yang bisa kami bantu?" Tanya namja itu berusaha menggoda Baekhyun.
Belum juga Baekhyun menjawab, seorang namja berwajah tirus menimpali.
"Sepertinya aku tahu yeoja ini" Celetuk namja berwajah tirus itu.
"Ah! Aku ingat Jaehyun, dia milik Oh Sehun" Lanjutnya lagi. "Kau jangan macam-macam dengannya" Ujar namja itu memperingati teman nya.
Mendengar perkataan namja itu langsung membuat semua mahasiswi yang berada disana mulai berbisik-bisik tidak jelas.
Baekhyun menoleh kearah mahasiswi yang pasti sedang membicarakannya itu dengan pandangan tidak suka. Tapi ia ingat ia kemari memang untuk mencari Sehun. Jadi akhirnya ia beranikan juga menanyakan keberadaan namja tinggi itu.
"Di mana Oh Sehun sekarang?" Tanya Baekhyun langsung kepada namja bernama Jaehyun yang tadi menggodanya.
"Sehun sedang keluar, dia tidak berada disini!" Balas namja itu singkat, dia tentu tidak berani berkata apa-apa lagi jika tahu bahwa gadis itu sudah menjadi incaran Sehun. Atau dia akan dalam masalah.
.
.
.
Setelah mendengar bahwa Sehun tidak berada di kelasnya. Baekhyun memilih segera pergi dari pada kepalanya pusing mendengarkan bisik-bisik mahasiswi yang mulai sibuk membicarakannya.
Akhirnya Baekhyun putuskan untuk menuju ke ruang musik. Menghabiskan waktunya disana sampai kelas usai mungkin pilihan tepat. Dengan bermodalkan earphone yang tadi pagi sempat ia temukan ditumpukan baju lemarinya. Dia sematkan benda bulat itu pada kedua telinganya. Setelah menyambungkan ke ponselnya, Baekhyun memutar lagu kesukaannya.
Tanpa sadar Baekhyun melantunkan lagu yang mengalun merdu melalui earphone itu. Lagu adalah obat terampuh untuknya jika sedang merasa emosi.
Gadis itu meringis kecil saat lagu yang diputarnya berganti lagi. Itu adalah lagu kesukaannya saat masa kecilnya dulu. Saat Baekhyun masih duduk di bangku SD, Ibunya sering menyanyikan lagu itu untuknya menggunakan harmonika.
Sejujurnya bukan kebetulan saja Baekhyun menyukai musik. Itu semua ada alasannya. Dan alasan itu adalah Ibunya. Dulu Ibunya adalah seseorang penyanyi, Ibunya juga sangat pandai bermain musik. Sedangkan Ayahnya adalah orang pertama kali yang akan memberi tepuk tangan teramat meriah untuk Ibunya ketika selesai menyanyi.
Baekhyun rindu Ibunya, Baekhyun rindu Ayahnya. Tapi ia sudah berjanji pada mendiang orang tuanya bahwa ia akan hidup dengan tegar. Bagaimana mungkin ia menjadi gadis cengeng yang bahkan dengan berani menjual tubuhnya demi uang.
Kerena terlalu terhanyaut dengan lagunya tak sadar Baekhyun telah sampai pada lokernya. Gadis itu membuang nafasnya sebentar lalu membuka pintu loker untuk meletakkan tasnya di dalam sana. Baekhyun mengernyit mendapati setangkai mawar merah di dalam lokernya. Sepertinya mawar itu baru saja diletakkan, karena Baekhyun bisa mencium bau parfum yang sedikit tertinggal mengusik indra penciumnya. Gadis itu menoleh kebelakang untuk memastikan apakah benar orang itu masih disitu atau sudah pergi. Tapi sepertinya tidak ada siapa-siapa.
Hampir saja Baekhyun tidak menghiraukan mawar itu, namun matanya mendapati sebuah surat kecil terselip di dalam plastik mawar cantik itu. Baekhyun mengernyit. Tidak biasanya orang yang memberinya barang-barang seperti ini meninggalkan surat. Dan karena ia sudah terlanjur diliputi rasa penasaran yang dalam akhirnya Baekhyun putuskan membacanya.
"Apa kau tidak menyukai semua hadiah dariku?
Kenapa kau tidak pernah memakainya sekali pun.
Aku ingin melihatmu memakainya sekali saja, sungguh.
Hari ini, akan ku tunjukan siapa diriku yang sebenarnya padamu!"
Baekhyun mencoba tidak menanggapi perkataan orang itu.
"Apa? Memakai barangmu?" Baekhyun berdecak. Kemudian ditinggalkannya mawar merah itu disana dengan aroma wangi menyengat yang memenuhi lokernya. Bersama hadiah-hadiah yang pernah ia terima sebelumnya. Ia bahkan sama sekali tidak memindah tempat sedikitpun. Menurut Baekhyun laki-laki itu terlalu pengecut. Jika dia memang menyukai nya bukankah seharus nya namja itu berani mendatanginya. Bukan hanya diam-diam di belakangnya.
Atau jangan-jangan benar dugaan Baekhyun selama ini. Namja yang selalu mengusiknya itu... dia?
Alhasil Baekhyun dibuat ragu oleh perkiraannya sendiri. Dengan pikiran yang melayang-layang Baekhyun meninggalkan lokernya untuk memasuki ruang musik.
Betapa bola mata Baekhyun ingin keluar dari tempatnya begitu mendapati pemuda tinggi yang baru saja ia bicarakan tengah berdiri dengan menyandar pada tubuh grand piano, tempat favoritnya. Namja itu - Oh Sehun - tersenyum teramat manis padanya.
"Aku sudah lama menunggumu."
Entah apa maksud kalimat itu. Yang jelas perkataan Sehun berhasil meracuni otak Baekhyun hingga membuat gadis itu hanya bisa mematung bodoh disana.
Bersambung...
Hi dears... saya dateng membawa chap 4 dan ini udah update cepet loh, lumayan sih...kkkkk
ini juga ada NC nya walau g menggairahkan sama sekali/plak/ aih... apa masih pada penasaran sama namja yang ditoko bunga si Tao? dia Oh Sehun. sekarang tau kan? tau lah pastinya. Dan oiya ada yang gamau pair HunTao disini? Maaf dear ini tuntutan /ketokpalu/
Maaf ya, saya g bisa balesin review nya, bukan saya g baca, saya baca kok. Berulang-ulang malah. Hanya saja saya ga banyak waktu disana(?)
Oho! Ya sudahlah sekian saja. saya Ucapin banyak terimakasih sama readersnim yang udah follow, fav dan read plus review saya cinta kalian. Walau kalian enggak cinta saya, tp saya tetep cinta kalian *maksa
Yang gak review gpp sih, tp heran deh. Masa perlu di ingetin dulu yah? Oh! Kkaeb~
Thanks to:
phyunie - farfaridah16 - SaraswatiNinuk - devrina - DahsyatNyaff - chika love baby baekhyun - danactebh - beng beng max - baexian ree - nandyadwiandini10 - neli amelia - 90Rahmayani - Eclaire Oh - narsih hamdan - vitCB9 - mpiet lee -Shiners99 - nia aries - ShinJiWoo920202 - exoshipper - rura - guest1 - GIRLIEXO - KyuraCho -guest2 - guest3 - Ohmypcy - Cucu200293 - kim kimo - Sniaanggrn - mput - Park802 - KimRyeona19 - Septhaca - chanbaekyu - Byunnie506 - karwurmonica - Jung Hyejin - KCON - Fionny13 - Rly C JaeKyu - ladywufan - lili - bee - narsih hamdan - park kyung min - ParkByun - nurhasanah putri 146 - LynKim - LeeEunin - pinzame - LordChanyeol - nene493line - Parkbaekyoda - Chan Banana - happines delite - guest4 - cynemo - fanoy5 - nia aries - bobo - haru - IndahOliedLee - Baekhaan - guest5
bye~
