Persona V: dunia di balik cermin
Eiji Alfi, seorang anak laki-laki berdarah campuran Jepang-Indonesia yang tinggal di sebuah kota bernama Amenogawa yang damai dan tentram. Terletak di antara Iwatodai dan Inaba.
Hidupnya sebagai Siswa SMA Amenogawa normal-normal saja dan sampai pada akhirnya ketika malaikat Jibril memberinya pesan dari Allah SWT di mimpinya, setiap malam bulan Purnama di Kota Amenogawa, para perempuan yang masih perawan menghilang secara misterius dan saat bulan baru tiba, perempuan yang tadinya di culik di temukan tergeletak tak bernyawa di atas tempat tidur mereka bersama kaca ruangan mereka yang pecah.
Bisakah Eiji Alfi menuntaskan misteri ini?
Discalimer: Persona Series Milik Atlus dan cerita ini milik Sp-Cs
Catatan: cerita ini hanya fiksi. Jadi jika terjadi salah kata, mohon di maafkan.
Beberapa hari kemudian telah berlalu sejak Eiji Alfi bermimpi aneh. Dia kini merapikan rambutnya dan menjalani harinya sebagai seorang islam, yaitu melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari setiap harinya tanpa terlewati. Dan untungnya, sekolah Amenogawa juga mengajarkan ajaran islam kepada murid yang memeluk ajaran Islam, juga orang-orang di sana dulu telah membangun beberapa masjid untuk di gunakan sebagai pusat ibadah mereka yang memeluk islam.
Tapi di saat yang bersamaan, muncul sebuah rumor yang beredar di kalangan pelajar SMA Amenogawa yang belum di ketahui oleh masyarakat sekitar.
Chapter 2: Rumor
Pagi hari di rumah kediaman Eiji. Keluarga Eiji sarapan pagi bersama di ruang makan. Ayah dan ibu Alfi dan Rikan menyampaikan bahwa mereka akan pergi ke luar kota selama setahun karena ada suatu urusan. Hal tersebut membuat Alfi dan Rikan meresa kecewa karena di tinggal sendiri di rumah. Tapi sebelum pergi, ayah Alfi memberikan sesuatu pada anak pertamanya yaitu sebuah Iqro dan Al-Quran mini. Alfi dengan senang mengambilnya dan orang tua mereka akhirnya pergi berangkat ke luar kota. Di susul kemudian dengan keberangkatan Alfi dan Rikan pergi bersekolah.
.
Di dalam kereta, Alfi tengah duduk untuk menunggu kereta sampai di stasiun dekat sekolahnya sambil mendengarkan lagu MP3 miliknya. Tapi entah kenapa suara orang-orang yang berada tidak jauh darinya terdengar di telinga Alfi.
"Hei apa kalian tahu tentang Rumor Mirror of Truth?" tanya siswa pertama pada siswa kedua dan ketiga.
"Mirror of truth? Apa itu?" tanya siswa ketiga.
"Kau tidak tahu? Mirror of truth itu di mana sebuah kejadian yang aneh terjadi ketika bayanganmu yang ada di dalam cermin dapat berbicara padamu dan membongkar seluruh rahasiamu pada saat tengah malam. Juga menunjukan bayangan orang lain yang katanya adalah pasangan hidupmu" jelas siswa ke dua.
"Gila! Yang benar? Cius? Miapa? Memangnya siapa yang telah mengalaminya?" tanya Siswa ketiga.
"Katanya yang mengalami hal tersebut adalah beberapa Siswi kita yang bersekolah di SMA Amenogawa ini dan mereka menyebutnya dengan sebutan Mirror of Truth." ucap Siswa Pertama dan pembicaraan tersebut terus-menerus berlangsung sampai akhirnya kereta berhenti di stasiun tujuan Alfi.
.
Bel pulang sekolah berbunyi tidak lama kemudian datanglah Kentarou yang menghampiri Alfi dan Lala. "Yo, Eiji!" Sapa Kentarou, "Bagaimana kalau kita pergi ke Junes?" ajaknya.
"Baiklah" ucap Alfi.
"Alfi-kun..." Lala menarik-narik sedikit lengan Alfi, "Boleh aku ikut?" tanyak Lala.
"Lala-chi juga boleh ikut kalau mau!" sahut Kentarou tiba-tiba.
"Bolehkah? Terimakasih err..."
"Hyoji Kentarou," Kentarou memperkenalkan dirinya, "Kau boleh memanggilku Kentarou. Aku teman baiknya Eiji loh dari kecil" ucapnya.
"Ya, terima kasih Kentaro-san, namaku Shihiko Lala" ucap Lala.
"Yosh! Ayo kita per-"
"Kentarou!" belum sempat Kentarou menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja seorang gadis berambut biru berkuncir gaya ekor kuda panjang langsung menendang wajah Kentarou dari samping hingga tertabrak dinding dan tidak lama kemudian gadis itu menarik kerah baju laki-laki berambut merah tersebut. "Kenapa kau tidak mengajakku juga?" tanyanya. Alfi dan Lala yang melihat hal itu hanya bisa sweatdrop.
"Tenang Kaiko, kukira hari ini kau tidak masuk seperti kemarin, jadi aku ajak Eiji saja" ucap Kentarou yang menunjukan senyum takutnya pada gadis tersebut dengan panggilan nama Kaiko.
"Kemarin aku tidak masuk karena aku sudah percaya padamu jika hari itu masih libur!" teriak Kaiko. "Jadi sebagai gantinya kau harus... mentraktirku makan es krim Strawbery sepuasnya" ucapnya yang menekan kata 'makan es krim Strawbery sepuasnya'. "Jika tidak, aku tidak mau membantumu mengerjakan PR bersama!" ancamnya.
"Ya-ya-ya akan ku traktir, tapi lepaskan aku dulu." Ucap Kentarou dengan cepat yang akhirnya lepas dari genggaman Kaiko.
Kaiko lalu menoleh ke arah Alfi. "Siang Eiji-kun... lama kita tidak jumpa, bagaimana kabarmu?" diapun memberi senyumnya kepada Alfi.
"Baik seperti biasa." Sapa Alfi dengan dingin seperti biasa.
Kaiko lalu menoleh ke arah Lala, "Kau artis yang terkenal itu ya?" tanyanya pada Lala. "Perkenalkan, namaku Shion Kaiko, aku adalah penggemarmu!" sapanya pada Lala.
"Ya, salam kenal Shion-san."
"Ah... panggil saja namaku secara langsung, jangan nama keluargaku. Agar kita cepat akrab" ujar Kaiko.
"Baiklah, Kaiko-san..." ucap Lala dan mereka berempat akhirnya pergi ke Junes.
.
Di sana Alfi mengeluarkan Hpnya dan memilih permainan Tetris, juga di tempat itu dia kembali mendengar rumor tersebut yang di bicarakan oleh Kentarou dan Kaiko saat tengah menunggu pesanan mereka. Dan pertanyaan sama yang di lontarkan oleh Kaiko dan Lala, sama seperti yang di dengar oleh Alfi ketika naik kereta tadi pagi oleh beberapa siswa di sekolahnya. Tidak lama kemudian akhirnya pesanan mereka datang.
"Oh ya, Bagaimana pendapatmu tentang rumor itu Eiji-kun?" tanya Kaiko sambil melahap Es krimnya dengan santai.
"Entahlah..." jawab Alfi dengan singkat dan seadanya setelah sedikit meneguk minuman kalengnya, Coca-cola. Laki-laki itu bagaikan tidak peduli dengan rumor tersebut.
"Hey bagaimana jika kita mencobanya saat tengah malam?" ajak Lala.
"Mungkin saja, tapi sayang. Cermin di rumahku itu sangat kecil, mungkin hanya terlihat bayangan kepalaku saja" ucap Kentarou.
"Tidak apa-apa, kita coba dulu saja, benarkan Alfi-kun?" tanya Lala pada Alfi.
"M-maaf Lala-chan, kenapa kau memanggil nama Eiji-kun secara langsung? Apakah kalian begitu dekat?" tanya Kaiko yang sepertinya terlihat sedikit cemburu.
"...Ah... Tidak, aku yang memintanya untuk memangil namaku secara langsung dan sebagai gantinya aku akan memanggil namanya juga secara langsung" jelas Lala.
"Oh..." Kaiko menghelah napas.
"Cie... kayaknya ada yang cemburu nih..." sindir Kentarou pada Kaiko.
"Diem loe, siapa juga yang suka sama Hikikomori, dasar kepala api!" Kaiko langsung melempar Deathglarenya pada Kentarou. Sementara Alfi, orang yang di bicarakan itu masih dengan seriusnya bermain Tetris yang kini sudah sampai level lima.
"Sudah-sudah, jangan bertengkar! sepertinya hari sudah mulai sore, lebih baik kita pulang" Lalapun melerai Kaiko dan Kentarou untuk tidak bertengkar karena sadar jika hari menjelang sore. Waktu di jam dinding yang terpasang di sanapun menunjukan pukul setengah lima sore.
"Ya sudah, lebih baik kita pulang dan membuktikan rumor tersebut pada saat tengah malam" ucap Kaiko dan Akhirnya mereka berempat pulang kerumah masing-masing.
.
Setelah Alfi dan Lala berpisah di pertigaan, tiba-tiba Alfi tidak sengaja tesandung batu lalu menabrak seorang perempuan berkerudung merah berbaju hitam di hadapannya yang akhirnya kepalanya mendarat empuk di dada gadis tersebut. Gadis tersebut yang sadar dimana tempat kepala Alfi itu mendarat, akhirnya berteriak histeris lalu memanggil Alfi dengan sebutan 'Serangga' dan menginjak-injak wajah Alfi sampai hidungnya mengeluarkan darah sesaat sebelum laki-laki itu mau meminta maaf.
Tidak lama setelah gadis misterius berkerudung merah itu puas menganiyaya laki-laki tersebut, Alfi segera berdiri dan meminta maaf kembali kepada gadis tersebut, "Maaf, aku tadi tidak sengaja".
"Aku maafkan, tapi jika kau melakukan hal itu lagi padaku... aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!" ancam gadis misterius berpakaian hitam, berkerudung merah yang warnanya senada dengan rok panjangnya itu bernada kesal.
"Sekali lagi aku minta maaf" Alfi dengan segera kembali meminta maaf.
"Huh!" Gadis misterius itu lalu kembali berjalan meninggalkan Alfi dengan sombong dan tidak lama kemudian kembali lagi ke arah Alfi untuk menanyakan sesuatu sambil menyodorkan sebuah kertas, "Hey serangga, apa kau tahu dimana alamat ini berada?".
"Namaku bukan serangga, Namaku Eiji Alfi. Dan aku minta Maaf sekali lagi jika hal tadi telah membuatmu memanggilku dengan sebutan serangga, sampai-sampai kau benar-benar membenciku." Ucap Alfi dengan sopan dan sabar meski menunjukan wajah sedih pada gadis tersebut. Juga perkataannya tadi telah membuat gadis misterius itu merasa sedikit iba kepadanya.
"Eh? B-baiklah, M-maafkan sikapku" kata gadis misterius itu dengan sedikit lembut kepada Alfi.
"Tidak apa-apa, memang itu salahku. Apalagi aku tidak tahu alamat ini" jelas Alfi kepada sang gadis. "Lebih baik kita mencari alamat ini bersama-sama karena hari mulai malam, jika kau tidak keberatan." ucapnya yang kini menunjukan wajah datar.
"A-arigatou!" Gadis misterius itupun berterimakasih dan mereka berdua pergi mencari alamat tersebut. Tidak lama mereka bertanya-tanya tentang alamat tersebut, akhirnya Alfi dan gadis misterius itu dapat menemukannya sebelum matahari terbenam di barat. "Akhirnya aku temukan!" ucap gadis Misterius tersebut dengan senang.
"Kalau begitu, sampai jumpa." Alfi kemudian meinggalkan gadis tersebut dan berlari untuk pulang.
"Tu-tunggu!" gadis itu berusaha menghentikan Alfi untuk berterima kasih, tapi sayang, Alfi sudah sangat jauh darinya dan itu membuatnya kesal. "Baka!" dengan kesal akhirnya gadis misterius itu masuk ke bangunan tersebut.
.
Malam harinya di kamar Alfi...
Laki-laki berambut hitam sedikit emo itupun bersiap untuk tidur setelah selesai sholat Isyak dan sangat lelah untuk bermain game di komputernya, bahkan untuk belajarpun juga tidak sanggup. Bukannya dia pintar, ataupun bodoh. Karena di selah dia bermain game di komputer, dia juga memilih permainan otak di komputernya jika dia sedang menunggu Download anime yang dia cari selesai. Atau kadang-kadang dia juga membuat lagu dengan software pembuat lagu di komputernya untuk dia kirim ke peringkat Nico Nico Douga.
Entah kenapa, setelah bertemu dengan Shihiko Lala atau menerima pesan dari Malaikat jibril... hobi itu perlahan-lahan mebosankan untuknya. Mungkin karena Sholat lima waktu yang kini tidak akan pernah dia lewatkan karena itu adalah bekalnya untuk melawan sesuatu yang akan datang. Dia tidak menyalahkan hal tersebut, karena wajib baginya untuk menjalankan Sholat lima waktu karena dia dan keluarganya adalah penganut agama Islam. Agama dimana Nabi Muhammad SAW memperjuangkannya bersama dengan kaum-kaumnnya dan para sahabatnya untuk memerangi para kaum kafir dan keluar dari zaman Jahiliyah. Walaupun teman-teman Alfi bukanlah penganut agama yang sama dengannya, tapi dia tidak mempersalahkannya.
Ajaran Ibunyalah yang berasal dari Indonesia telah mengajarkannya. Bhineka Tunggal Ika tertanam di hatinya berkat ibunya yang telah mendidiknya dari lahir hingga dewasa meski semasa kecil dia belum bisa melaksanakan sholat lima waktu dan belum bisa membaca Iqro. Saat kecil dia lahir dan tinggal di jepang, meski dia tidak tahu seperti apa negara yang dulu pernah di tempati oleh ibunya yang berasal dari indonesia. Kadang-kadang dia berpikir apakah negara Indonesia sama seperti negara jepang? Karena dulu di sejarah Indonesia, Jepang pernah menjajah indonesia selama lebih kurang tiga tahun. Tapi kini pemikiran itu sudah hilang beberapa tahun yang lalu semasa kecilnya.
Hari ini Alfi tidur dengan lelapnya, lupa akan apa yang dikatakan Lala dan Kaiko tadi sore untuk menyelidiki Mirror Truth.
Tidak lama setelah itu terdengar jeritan Rikan, adik perempuan Alfi, "AAAAHHHH! ONII-SAN! TOLONG!".
Spontan saja, Alfi terjatuh dari ranjangnya dan segera berdiri berlari membuka kamarnya untuk menuju kamar adik perempuannya. "RIKAN!" di lihatnya di mata pemuda itu ketika memasuki kamar adiknya, sebagian tubuh adiknya terhisap masuk ke dalam cermin. Tanpa pikir panjang Alfi segera menarik keluar tubuh sang adik dari sana. "BERTAHANLAH! AKU AKAN SEGERA MENGELUARKANMU!" teriaknya seraya terus berusaha menarik keluar tubuh sang adik. Tapi sepertinya gagal.
Perlahan-lahan Alfi juga ikut tertarik masuk bersama adiknya ke dalam cermin dan akhirnya selesai sudah, cermin itu telah menelan mereka hidup-hidup.
.
Malam hari di kamar Lala...
Kamar itu sangatlah lebar dan luas. Bagai kamar sang putri yang tinggal di kastil-kastil besar. Disana, di atas ranjang itu, Lala masih membuka matanya dan sedikit-sedikit menatap jam dinding yang terpasang di sana yang menunjukan waktu masih tengah malam. Akhirnya karena bosan tidak bisa tidur, Lala berdiri dari ranjang dan menghadap cermin di depannya. Cermin kecil yang hanya bisa menunjukan kepalanya saja. Dia masih berpikir apakah rumor yang di sebut Mirror Truth itu benar.
[Aku adalah kau... kau adalah aku...] sebuah suara terdengar di kepala Lala dan membuat dirinya mengalami sakit kepala.
"Siapa kau?" Lalapun bertanya pada suara itu namun tidak ada jawaban.
Suara aneh dan misterius itu masih terus terdengar di kepalanya dan membuat rasa sakit itu makin bertambah. Tidak lama setelah itu, cermin di hadapannya menunjukan bayangan seseorang yang buram. Sosok bayangan itu adalah sosok orang yang dia kenal yang tengah bersama dengan seorang gadis kecil berjilbab.
"Alfi-kun?" Lala terkejut melihat sosok Eiji Alfi yang tidak sadarkan diri dan berada di dalam cermin tersebut, meski dia tidak tahu bersama siapa Alfi di dalamnya. Gadis itu kini menyentuh cermin di hadapannya yang perlahan-lahan dapat di tembus oleh tangannya. Hal itu membuat dia terkejut, sampai ketika ada sesuatu yang menarik tangannya secara tiba-tiba hingga lengan sampai ujung kepalanya hampir masuk ke dalam cermin tersebut. Namun beberapa detik kemudian, dia terlontar keluar dan terjatuh duduk kebelakang sampai-sampai kepala bagian belakangnya terbentur ranjang dari sana karena ukuran cermin tersebut tidak muat untuk menarik masuk tubuh mungil Lala. "Aduh..." Kepala lala menerima rasa sakit ringan ketika terbentur ranjangnya sendiri.
CTAR!
Dan setelahnya, Kaca kecil itupun jatuh dan pecah di atas lantai.
To Be Continue?
Saya mau bertanya sekali lagi kepada kalian para pembaca yang setia, pantaskah cerita ini di lanjutkan? Hanya itu yang ingin saya tahu dan jawablah pada kotak Review di bawah ini. Jika cerita ini memang tidak pantas untuk di lanjutkan, maka haruslah bagi saya untuk menghapusnya.
Kamus cerita:
Iqro: Iqro atau perintah membaca adalah kata pertama dari wahyu yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Mungkin akan menjadi sebuah keheranan bahwa perintah tersebut ditunjukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya Al-Quran (baca Q.S 29 : 48). Tapi dalam cerita ini, Iqro yang di maksudkan adalah sebuah buku belajar membaca arab untuk bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar.
Al-Qur'an: kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Tetris: teka-teki yang didesain dan diprogram oleh Alexey Pajitnov pada bulan Juni 1985, Namanya berasal dari awalan numerik Yunani tetra yang bermakna bangun dengan empat bagian. Tetris muncul kebanyakan pada komputer rumahan, permainan ini lebih sukses pada versi Gameboy yang dirilis pada 1989 yang membuatnya sebagai permainan paling populer sepanjang masa. Pada berita Electronic Gaming Monthly ke-100, Tetris berada pada urutan pertama pada "Permainan Terbaik Sepanjang Masa". Pada tahun 2007, Tetris berada di urutan kedua pada "100 Permainan Terbaik Sepanjang Masa" menurut IGN.
Jahiliyah: konsep dalam agama Islam yang menunjukkan masa dimana penduduk Mekkah berada dalam ketidaktahuan (kebodohan). Akar istilah jahiliyyah adalah bentuk kata kerja I pada kata jahala, yang memiliki arti menjadi bodoh, bodoh, bersikap dengan bodoh atau tidak peduli.
Bhineka Tunggal Ika: moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat "Berbeda-beda tetapi tetap satu".
Hikikomori: istilah jepang untuk sebutan 'orang yang menyendiri dan mengisolasi diri dari lingkungan sosial disekitarnya'. Jika anda termasuk orang yang penyendiri,bisa jadi anda adalah seorang yang Hikikomori. *Di lempar motor 2 GB(?)*
