"Hi! School"

Chapter 1 : Chanyeol Sunbae

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, others

Genre : Friendship, Romance, School life, Family

Rating : T

Warning :

Yaoi, bxb,Typos

A/N:

Panda kembali dengan chapter dua! Ini udah berusaha fast update loh XD semoga suka dengan chapter duanya, Jangan lupa review ya! I love you guys ~ maafkan kalau ada typo.


Di jam yang sama, hari yang berbeda. lapangan basket selalu saja ramai oleh teriakan dari para pemain taupun pelatih. Namun tak hanya itu, teriakan dari para fans dari tim basket tersebut ikut memeriahkan ruangan tertutup itu. klub basket, salah satu klub terkenal disekolah ini. Berbeda dengan Klub Musik yang –sangat- tertutup, Klub Basket lebih terbuka. Mereka mengizinkan orang lain untuk melihat mereka berlatih setiap harinya. Jika ditanya, berapa banyak fans dari klub tersebut mungkin jawabannya 50% dari siswa sekolah tersebut. Tak heran jika ruangan ini seakan tak pernah mati.

"Kris! Kris!"

"Oppa! Semangat!"

"Chanyeol oppa sangat tampan!"

Kurang lebih teriakan seperti itu yang selalu terdengar dari kursi para penonton. Kebanyakan dari mereka memang para gadis yang berharap menjadi kekasih dari salah satu tim itu. Banyak sekali cara yang mereka lakukan untuk menarik perhatian para anggota tim basket itu, mulai dari memberikan handuk bersih, minuman atau kudapan manis. Namun sayangnya belum ada satupun dari mereka yang melirik para gadis tersebut.

Priiitttttt

Suara peluit menandakan latihan hari ini berakhir. Chanyeol menyeka keringatnya dan berlari menghampiri sabahat seperjuangannya –Kris. Seperti biasa, Kris selalu saja melambaikan tangan sambil tersenyum kepada fansnya.

"Tebar pesona." Chanyeol merangkul Kris dengan kencang.

Kris meringis, "Aku menghargai mereka."

Keduanya pun berjalan menuju pinggir lapangan dan meraih botol minuman yang telah disediakan pelatih. Mata Chanyeol menatap sekeliling lapang, matanya menangkap beberapa siswa yang tengah berbaris di sebrangnya. Wajah mereka tampak baru bagi Chanyeol.

"Apa mereka murid tingkat satu?" Chanyeol menyenggol sikut Kris.

"Ah, hari ini klub kita membuka pendaftaran anggota baru." Kris mengangguk.

Chanyeol hanya membuat bulatan dengan bibirnya, menandakan ia mengerti. Ia mengambil handuk dan hendak pergi menuju ruang ganti, sampai sebuah teriakan menghentikan langkahnya.

"CHANYEOL! HEY!"

Chanyeol membalikan tubuhnya, ia sedikit memicingkan matanya untuk menatap siswa yang tengah berlari ke arahnya.

"Kenapa lapangan basket terasa lebih luas sekarang." Laki laki itu terengah saat tiba di hadapan Chanyeol.

"Orang orang klub menunggumu." Laki laki itu melanjutkan.

"Sudah ku bilang, aku keluar dari klub itu." Chanyeol berkata dengan malas.

"Hey ayolah, hanya kau yang bisa bermain drum." Laki laki itu melemparkan tatapan penuh harap pada Chanyeol.

"Luhan, dengar ya. Passion-ku ini ada di bola basket. Bukan pada stik drum ataupun klub itu."

"Setidaknya datanglah hari ini! Kita akan mengadakan pesta kecil untuk Baekhyun."

"Baekhyun?" Chanyeol mengerutkan keningnya.

"Ah, dia adalah siswa tingkat satu. Anggota baru klub kita." Luhan berbicara dengan semangat.

"Dan jika kau datang hari ini kau bisa meberitahukan pengunduran dirimu kepada anggota lain." Sambung Luhan dengan pelan.

Chanyeol tampak berpikir, tak buruk juga ide milik Luhan. Ia bisa mengundurkan diri dengan terhormat menurutnya.

"Baiklah, akan ku pikirkan."

"Bagus! Pukul empat di salon!" Luhan mengedipkan sebelah matanya.

Chanyeol mengangguk lalu pergi meninggalkan Luhan. Yang ditinggalkan hanya tersenyum. Ia hendak meninggalkan tempat itu sampai..

Bugh!

Bola basket melayang dengan indahnya dan mendarat dengan mulus diatas kepala Luhan. Keseimbangan luhan pun sedikit terganggu, tubuhnya limbung dan jatuh menyentuh lantai. Luhan memegangi kepalanya sambil meringis kesakitan.

"Astaga! Maafkan aku!"

Sebuah suara membuat Luhan mengangkat kepalanya, ia mengedipkan matanya beberapa kali.


"KYUNGIE!"

Baekhyun berteriak dengan begitu semangat, ia berlari menuju sahabatnya Kyungsoo yang tengah sibuk dengan novelnya.

"Baek aku sudah bilang jangan berisik disini!" Kyungsoo menyembunyikan wajahnya dibalik buku yang tengah ia baca.

Baekhyun hanya terkekeh sambil mengangkat tangannya, memberikan Kyungsoo tanya peace dengan telunjuk dan jari tengahnya. Baekhyun memang tak tahu tempat, dimanapun ia menginjakkan kakinya selalu saja berisik. Jelas jelas plang di atas pintu masuk ruangan ini bertuliskan "Perpustakaan" tapi Baekhyun masih saja seenaknya berteriak.

"Coba tebak apa yang terjadi padaku."

"Kau diterima masuk Klub Musik? Oh astaga Baek aku sudah mengetahui itu. Seisi sekolah pun tahu itu." Kyungsoo kembali fokus terhadap novelnya.

"Bukan! Bukan itu." Baekhyun cemberut.

Kyungsoo memutar bola matanya malas, "Jadi apa?"

"Klub musik akan mengadakan pesta kecil untuk kedatanganku!"

Oh lagi lagi tentang Klub Musik, Kyungsoo sudah mulai lelah mendengar tentang Klub itu. Baekhyun ini keterlaluan, sepengetahuan Kyungsoo para anggota Klub Musik selalu menjaga kemisteriusan mereka. Tetapi berbeda dengan Baekhyun yang selalu menceritakan dengan gamblang apa saja yang terjadi didalam sana. Mulai dari salonnya, kegiatannya, anggotanya, semua ia ceritakan.

"Baek, apa mereka tak pernah menegurmu?" Tanya Kyungsoo sambil menutup bukunya.

"Mereka siapa?" Baekhyun memiringkan kepalanya.

"Klub musik. Kan kamu selalu menceritakan tentang mereka dengan seenaknya."

"Ah, Joonmyeon hyung bilang itu tidak apa apa kok. Lagi pula kan aku hanya bercerita kepada Kyungie."

"Tapi seisi ruangan ini dapat men—ASTAGA!" Kyungsoo memekik kaget, refleks ia menutup mulutnya.

Mata Kyungsoo yang memang bulat menjadi lebih bulat sekarang, pandangannya tertuju kepada satu titik. Baekhyun mengerutkan dahinya, ia mengikuti arah pandang Kyungsoo dengan penasaran. Tawa Baekhyun pun pecah saat melihat 'hal' yang membuat Kyungsoo terkejut. Dengan kesal Kyungsoo menutup mulut Baekhyun dengan tangannya.

"Baek, dengarkan aku. Aku akan pergi melalui pintu belakang, aku akan menunggumu di kelas. Dan jika orang itu menanyakan tentangku jawab saja tidak tahu. Please?" Kyungsoo memasang wajah memelas.

Baekhyun mengangguk sambil sedikit terkekeh, "Ya ya ya, aku sudah biasa dengan hal ini."

"Baiklah, aku sedikit menyayangi mu Baek!"

Dengan sekuat tenaga Kyungsoo melesat menuju pintu keluar perpustakaan, Baekhyun hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.

"Hey cantik."

Baekhyun memutar kepalanya dengan malas. Matanya langsung menangkap sesosok manusia hitam dengan cengiran mengerikannya. Namun tak hanya si hitam yang Baekhyun lihat, disebelahnya berdiri sesosok manusia lagi. Namun ia berwajah datar dan bertubuh putih, sangat bertolak belakang –pikir Baekhyun.

"Ada perlu apa? Dan oh Tuhan kau bau sekali!" Baekhyun menutup hidungnya.

Jongin sempat diam sejenak sebelum duduk dihadapan Baekhyun. Jongin yang baru saja selesai dari latihan basketnya langsung melesat menuju perpustakaan.

"Kemana dia? Biasanya dia selalu duduk disini setelah pulang sekolah." Jongin mengedarkan pandangannya.

"Dia siapa?" Baekhyun menjawab seadanya.

"Temanmu itu loh, yang matanya bulat."

Baekhyun memutar matanya malas, "Namanya Kyungsoo, Kyung-soo, Do-Kyung-Soo." Baekhyun memberikan tekanan disetiap katanya.

"Aku hanya berpura pura tidak tahu."

"Menyerahlah hitam, dia benar benar membencimu. Mana ada sih orang yang akan jatuh cinta pada stalkernya. Kalau orang gila sih mungkin saja, tapi Kyungsoo ini waras. Tak seperti kau, jadi menyerah saja."

"Yak! Jangan sembarangan bicara! Aku yakin dia juga menyukaiku, aku bisa melihat dari tingkahnya."

"Dia begitu karena takut padamu bodoh! Sudah lah, aku harus pergi." Baekhyun bangkit dari duduknya.

"Jangan buat Kyungie-ku ketakutan!" Ancam Baekhyun sebelum pergi meninggalkan Jongin.

"Apa katanya? Kyungie-ku? Enak saja!"

Jongin hendak mengejar Baekhyun, tapi tubuhnya ditahan oleh lelaki yang duduk disebelahnya. Jongin hampir saja lupa dengan kehadiran teman sepermainannya itu. Niat awal Jongin mengajak temannya ini adalah untuk pergi ke kafetaria. Tapi saat melewati perpustakaan ia menarik temannya dengan paksa.

"Ada apa sehun?" Jongin mengerutkan dahinya.

"Wow." Ucap sehun.

"Apanya yang wow?" Jongin makin tidak paham.

"Apa dia seorang laki laki? Kenapa manis sekali? Apa disekolah ini banyak laki laki seperti itu ya."

Jongin otomatis mengempaskan tangan Sehun yang menahannya ia juga memukul kepala temannya itu.

"Kau gila! Apa kau menyukai laki laki cerewet tadi?" Kata Jongin sambil menarik Sehun untuk bangkit.

"Aku hanya bilang dia manis!" Sehun balik memukul kepala Jongin.

"Seleramu aneh sekali."


Luhan berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya. Ia mulai kesal dengan seluruh murid –bahkan guru maupun staff disekolah ini. Mereka semua selalu saja menyebut Luhan adalah seorang wanita saat pertama kali bertemu. Demi seluruh saham milik Joonmyeon dia ini seorang pria yang manly! Ia ingin sekali menghajar seluruh manusia yang memanggilnya dengan sebutan Noona atau Eonnie atau bahkan Agasshi. Luhan kembali menekuk wajahnya saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.

Saat itu Luhan sedang berada di Lapangan basket..

Bugh!

Bola basket melayang dengan indahnya dan mendarat dengan mulus diatas kepala Luhan. Keseimbangan luhan pun sedikit terganggu, tubuhnya limbung dan jatuh menyentuh lantai. Luhan memegangi kepalanya sambil meringis kesakitan.

"Astaga! Maafkan aku!"

Sebuah suara membuat Luhan mengangkat kepalanya, ia mengedipkan matanya. Sekali, dua kali sampai tiga kali. Ia menatap lurus laki laki yang tengah mengulurkan tangan padanya. Ekspresinya tampak datar, namun kilatan khawatir begitu ketara pana kedua maniknya. Dengan ragu Luhan meraih tangan itu, ia menarik tubuh kecil Luhan untuk bangkit.

"Aku sangat menyesal, maafkan aku." Ucap laki laki itu.

"Ah, tidak apa apa." Luhan berusaha tersenyum, ia menyentuh bagian kepalanya yang terasa sakit.

"Apa kau baik baik saja?"

"Ya, aku baik."

Luhan merapikan rambut dan pakaiannya yang sedikit berantakan. Sedangkan laki laki itu masih terus memeperhatikan Luhan dengan serius. Luhan menjadi sedikit canggung, ia menggaruk pipinya dan berdehem pelan.

"Ah, iya siapa namamu?" Tanya laki laki itu.

"Namaku Xi Luhan, Kelas 2-3." Luhan tersenyum.

"Oh Sehun, 1-2." Sehun tersenyum.

Luhan berani bersumpah senyum anak itu sangat tampan. Ia kembali salah tingkah,

"B-baiklah senang berkenalan denganmu, Sehun-ah."

"Senang berkenalan dengan mu juga, Luhan Noona."

WHAT?!

Apakah Sehun baru saja menyebut Luhan dengan Noona? Wajah Luhan mengeras, senyumannya hilang. Tangannya mengepal dengan erat. Sehun panik melihat ekspresi Luhan.

"Noona? Apakah Noona baik baik saja? Ada yang sakit? Bia aku antar ke UKS."

"Se-Sehun."

"Ya Noona?"

"Apa kau tidak melihatnya?"

Kening Sehun mengerut, "Melihat apa?"

"Aku memakai celana." Luhan tersenyum dengan manis –coret menyeramkan.

"Lalu kenapa?" Sehun semakin bingung.

"Itu berati aku seorang laki laki. Wanita menggunakan rok disekolah ini."

"Eh? Kau bukan seorang cewek tomboy?"

"AKU MEMBENCIMU!" Luhan memukul bahu Sehun lalu berlari kencang meninggalkan anak itu.

Sehun hanya terdiam ditempatnya, ia menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Sehun! Antar aku ke kafetaria!"

"Ya!"

Luhan rasanya ingin menangis kalau mengingat kejadian itu. Apa seharusnya luhan memang terlahir menjadi seorang wanita? Luhan menatap ke arah selangkangannya.

"LALU KENAPA AKU MEMILIKI INI!" Ia berteriak entah kepada siapa.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat lebih tiga puluh menit. Pesta kecil itu pun sudah dimulai sejak setengah jam yang lalu, namun tanda tanda keberadaan Chanyeol belum terlihat. Pesta ini hanya pesta penyambutan sederhana, dengan kue tart strawberry dan teh chamomile yang menemani mereka.

"Lu, kau bilang Chanyeol akan datang." Joonmyeon membuka mulutnya.

"Entahlah, dia bilang dia akan memikirkannya." Jawab Luhan sambil mengunyah tartnya.

"Hyung, bolehkah aku bertanya?" Baekhyun meletakkan cangkir tehnya.

"Ada apa?" Tanya Joonmyeon.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Chanyeol sunbae? Kenapa dia jarang sekali kesini?"

Joonmyeon meletakkan cangkirnya, ia berdehem pelan sebelum berbicara.

"Dia ketua Klub Basket. Jadi dia sibuk Baek." Joonmyeon tersenyum.

"Kau tahu Baek, dia lebih suka berada di klub basket karena klub itu terkenal. Padahal kemampuan bermusiknya lumayan." Jongdae asal bicara.

"Jongdae!" Luhan menyikut perut Jongdae.

Baekhyun tertawa pelan, "Ah jadi begitu."

Tepat saat Baekhyun menyuapkan tart itu kedalam mulutnya, pintu salon terbuka. Joonmyeon tersenyum dan Luhan terlihat antusias.

"Masuklah, tehnya masih hangat." Joonmyeon menghampiri orang itu.

"Terimakasih." Suara berat itu menyahut.

Baekhyun yang sedang membelakangi pintu masuk terpaksa harus memutar tubuhnya untuk melihat orang tersebut. Pandangan mata Baekhyun langsung bertemu dengan mata bulat milik laki laki itu. Baekhyun tahu persis siapa dia, dia Chanyeol sunbae. Tubuhnya tinggi, matanya bulat, hidungnya mancung. Perfect! Rasanya Baekhyun langsung tertarik dengan orang itu saat pertama kali melihatnya. Tanpa sadar garpu yang ia pegang terjatuh ke lantai.

"Chanyeol Sunbae." Gumam Baekhyun.

To Be Continued...


A/N:

Gimana? Tolong jangan bash panda dengan akhir yang gitu XD hahaha ~

Chapter 3 in progress ya! Doakan semoga cepat selesai.

Ohya, ada reader yang tanya "beautiful creaturesnya kok ilang" panda juga gatau kenapa (?) Nanti panda re-post kok, tapi sekalian mau di edit lagi. jadi tunggu ya:') btw makasih loh yang udah tanya, panda sama sekali gak nyadar fic itu hilang..

Akhir kata, jangan lupa review :3

Sincerely,

Dearpanda