Wabah
Disclaimer: MASHAMI KURUMADA…
Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl)
…
Chapter: 2
…
Sebelumnya
Sanctuary sedang terjangkit wabah kutu rambut. Disaat para Goldies sedang sibuk mencari solusinya, tiba-tiba Athena datang dengan ramuan hasil belajarnya dari Alberich…
Apakah yang akan terjadi selanjutnya
…
…
Ruangan Kuil Taurus yang dipakai oleh mereka untuk berkumpul itu senyap beberapa saat dengan kedatangan Athena yang sepertinya mempunyai niat baik tapi berbahaya.
Mengingat itu buatan dia yang suka bolos pelajaran kimia itu sudah dinilai sangat berbahaya. Apalagi yang ngajarin dia adalah si Alberich orang pintar yang dikenal sok pintar. Mending kalau itu ramuan yang bener, kalau itu ramuan abal-abal gimana nasib kepala mereka coba.
Itulah isi dari kepala para Goldies yang menjadi ngeri membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka mencoba memakai ramuan itu.
…
"Ayo siapa yang mau coba ?"
Athena menawarkan ramuan buatannya pada para Goldies. Bersamaan dengan itu para Goldies malah ngumpul, mundur dan berdiskusi lewat telepati.
Aiolia: "Gimana nie ?"
Mu: "Gue sih gak masalah… guekan udah licin gini jadi gak butuh ramuan lagi…!"
Camus: "Bener gue juga…!" (Sama-sama botak)
Shaka: "Gue mendingan digigitin kutu dari pada kehilangan kepala…!"
Kanon: "Apa mendingan dibotakin juga ya…?"
Saga: "Kalo loe mau botak... gue ikut…!"
Aiolos: "Tapi gue gak mau botak… tapi gak mau kepala gue ancur juga…!"
DM, Lia, Milo, Shura: "Sama….!"
Alde: "Trus gimana donk…?"
Semua: "Gak tauuuuuuu…..!"
Aiolia: "Master Shion & Dohko… ada ide…?"
Shion & Dohko: "Gak…!" (sama sekali gak mau berfikir)
Semua (Dalam hati): "Gak bisa diandelin ni orang tua dua…!"
…
"Aku menungguuuuuu…!"
Teriak Athena berirama merdu, nyender didinding sambil menghentak-hentakan kakinya nungguin mereka yang lagi diskusi dalam telepati.
Sontak para Goldies melirik sedikit kearah majikannya itu dengan wajah horror bak melihat hantu disiang hari.
Shura berjalan perlahan kedepan, memisahkan diri dari kerumunan. wajahnya serius dan langkahnyapun juga pasti. dia membuat para Goldies lainnya merasa sangat kagum.
"Athena-sama... sebagai Goldies paling setia… aku relakan kepala si DM jadi percobaan anda…!"
"Woiiiiiiiii….. koq gueeeeeeeeee…..!"
Jerit SiDM disertai pukulan yang gak lembut kekepala sang Capricorn yang seenaknya menjadikan dirinya sebagai relawan ramuan yang jelas-jelas mencurigakan itu.
"Gak apa Death… nama kamu kan dah berarti MATI… jadi gak masalah kalo loe mati mengenaskan sekarang…!"
Tambah Milo yang sepertinya mendukung usulan Shura barusan.
"Lagian kamu kan punya banyak kepala cadangan dikuil cancer…!"
Si Alde ikut-ikutan mendorong si DM kedepan menuju kearah Athena yang sedang tersenyum bengis dan sadis kearahnya.
"Gak Mauuuuuuuuuuuu….!"
…
"Deathmask….. sini…!"
Athena terdengar seperti ilmuan gila difilm Frankenstein lengkap dengan scan gelap dan kilatan petir juga kelelawar yang berterbangan dari belakangnya.
"Gue belom mau mati… apalagi mati karena jadi kepiting percobaannya Athena…!"
Jerit Si DM yang meronta-ronta sambil terus didorong para Goldies lainnya dari belakang.
"Tenang aja DM… tenang..!"
Shaka yang masih tenang berusaha menenangkannya yang sudah kaya ayam yang mau dipotong.
"Tapi kalo loe mati, koleksi topeng kamu buat aku ya…?"
Lanjutnya bikin kepala si DM yang lagi diserang kutu mengepul berasap keudara.
"Gak…! Loe gue coret dari surat wasiat gue Shakaaaaaaaa…..!"
…
Dengan didorong oleh para goldies lainnya si DM semakin mendekati sosok ilmuan gila… maksudnya sosok Athena yang telah menunggu dengan ramuannya yang masih diragukan dan belum lulus uji laboratorium.
Perlahan Athena mencoba menuangkan ramuan itu kekepala si DM. Setetes dari ramuannya terjatuh kelantai hingga membuat sebuah lubang kecil yang membuat kaki si Alde terperosok kedalamnya.
Melihat keampuhanya menjebol lantai itu, siDM semakin takut saja. Tanpa akal sehat lagi dia meronta dan melempar semua Goldies + Athena kesegala arah lalu kabur terkencing-kencing keluar dari tempat itu. (Catatan: waktu kabur si DM emang sempet kencing dicelana)
…
"Yah dia pergi…..!"
Athena kecewa lihat kepiting percobaannya sudah kabur dengan meninggalkan jejak asap yang masih mengepul diatas jalanan dan beberapa ekor kutu kecil yang berjatuhan dari kepalanya yang nyaris jebol.
"Dasar si DM… gak bisa apa dia berkorban sedikit saja demi temannya yang menderita ini ?"
Kata Saga yang sebagian badannya telah masuk kedalam dinding akibat dilempar sama si DM yang kalap tadi.
"Kalau begitu kamu aja ya Sag…?"
Kata Athena yang berniat menjadikan Saga sebagai percobaan berikutnya.
"Gak…!"
Teriak Saint Gemini itu sambil menembus tembok (?) yang sudah terlanjur jebol itu dan menjauh dari Athena yang dinilainya jauh lebih berbahaya dari pada biasanya.
…
"Lalu siapa dong yang mau coba duluan ?"
Athena masih bersikeras untuk mencoba ramuan buatannya meski kenyataannya telah tampak dilantai yang telah berlubang dan kini diisi sama si Alde yany gak bisa ngeluarin kakinya dari dalam sana.
"Maaf… Athena-sama…! Bukankah lebih baik kalau ramuan itu diujikan pada induk semang dari sikutu ?"
Kata Aiolos yang lagi pelukan sama Aiolia sambil merapat disudut tembok terjauh.
"Induk semang… Loe fikir anak kos…?"
Teriak Milo yang gabung ditengah mereka berdua.
"Maksud gue… induk awal dari kutu-kutu ini… orang pertama yang terjangkit kutu dan menulari kita semua yang ada disini !"
Jelas Aiolos keras-keras kelubang telinga Milo yang tepat berada didepannya.
"Gue setuju sama loe Los ! Orang itu yang harus bertanggung jawab atas wabah ini !"
Sambutan baik dari Shion yang sependapat dengan Aiolos tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas wabah itu dan mendapat hukuman.
"Iya… tapi orang itu siapa ?"
…
To Be Continue
Behind the scane
Istar: "Nah siapakah kira-kira orang yang menjadi sumber asal mula dari kutu-kutu itu ?"
Goldies: "Ayo kita selidiki !"
Athena: "Barang siapa yang menjadi pembawa wabah ini akan menerima hadiah besar berupa sebuah mobil mewah…!"
Semua Saint: "Gue… gue…!"
Istar: "Tapi itu berarti bakalan jadi percobaan bagi ramuan Athena !"
Semua Saint: "Bukan gue… bukan gue…!" (Lebih milih gak punya mobil dari pada gak punya kepala)
