Author : Maria Kim / Milky Kim

cast : Luhan & member EXO

Genre : romance gagal nyambi humor garing

Length : Chapter

Summary 1 : "I got you, under my skin" – Luhan

An : !slight LuMin !slight KaiHun. Panggil saya Milky ! jangan Author, jangan Thor, jangan Min, ataupun Mimin =..= yeorobun, mianhae, Milky emang ga bisa pisahin Luhen sama Umin TT_TT jadi tiap part nanti pasti ada slight LuMin u,u

!warning : bahasa sama sekali ga sesuai EYD, maklum, author abal u,u kata2 yang dipake juga pasaran :v banyak typo, kalo ada kritik ato saran silahkan tulis di review, dengan senang hati pasti aku dengerin ^^ dan satu lagi, ga menerima bashing ! ga suka ga usah baca :v

.

.

.

ULTIMATE SEME | 1 | Tao : I got you, under my skin

.


.

.

.

"hunghunghunghung..." terdengar suara tawa seseorang yang ditahan dari dalam sebuah kamar.

Alis sebelah kanan Luhan terangkat, 'sedang apa dia ?' tanyanya dalam hati. Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, ia langsung menyerobot masuk ke ruangan itu begitu saja.

"e- eh gege ?" Tao yang gelagapan buru-buru menutup laptopnya dan kembali mengatupkan bibirnya hingga ujung pipinya memerah.

Luhan mendudukkan dirinya di samping Tao. Pemuda China itu mencondongkan wajahnya zoom in tepat di depan Tao. "apa yang kau lihat sendirian di dalam kamar, eoh ?" ia menyeringai.

"t- tidak ada ge" Tao mengerutkan bibirnya ke dalam sampai menutupi deretan-deretan giginya yang rapi.

"oh ya ?" goda Luhan, selayaknya seorang hyung tertua yang menggoda adik termudanya. Badan Luhan semakin condong ke arah Tao.

Bibir Tao mulai mengembik tak karuan.

Dan.

"BWUAAHHH HAHAHAHA !" Tao tertawa lepas membiarkan ludahnya menyembur indah pada wajah tampan Luhan.

Luhan reflek memejamkan mata dan menelan ludahnya sendiri.

"ups..." sadar itu Tao melempar laptopnya pada kasur dan berlari keluar kamar.

Slipper sudah di tangan. "KEMBALI KAU MAGNAE KURANG AJARR !" baru saja mencapai bingkai pintu, Luhan teringat sesuatu.

Luhan menatap horor kelipan lampu biru kecil tak lebih dari 2mm yang ada pada ujung laptop Tao. "bodoh" celetuknya.

Hyung tertua kedua di grup itu langsung meraih benda tipis berbentuk persegi panjang yang tergeletak diatas tempat tidur. Ia harus cepat-cepat mengecek apa yang tadi Tao lihat, sebelum Tao sadar laptopnya belum dimatikan dan kembali masuk ke kamarnya.

"mwoya ige..."mata Luhan melebar sembari men-scroll tampilan halaman website yang dibuka Tao.

Bibir Luhan menggumamkan bacaan yang terpampang di depan matanya. "-Luhan berlari ke arah Tao dengan air mata yang bercucuran di sela-sela pipinya. 'kajima', ucapnya saat ia berhasil memeluk tubuh Tao yang memunggunginya. 'maaf ge, aku bukan pecinta sesama jenis sepertimu'. Suara Tao terdengar menggema di telinga Luhan yang menempel pada punggung Tao. Sebuah pukulan hebat bagi seorang Luhan. Selama ini dia dielu-elukan kecantik-" Luhan melempar benda tak berdosa itu ke tempat tidur. "cantik kau bilang ? CANTIK ?! aku tampan ! camkan itu !"

Luhan beranjak dari sana dan menendang keras pintu kamar. "persetan dengan cerita buatan fans gila itu !" umpatnya.

.

.

.

"ge, kau benar-benar gila" Suara Tao membuat 3 makhluk yang sedang menghayati lekukan-lekukan indah member-member Girl's Day yang sedang perform lagu Something di televisi, menoleh innocent.

"ada apa Tao ?" tanya member tertua EXO, Xiumin.

"Luhan ge" ujar Tao sambil melempar ponselnya pada Luhan yang tiduran di karpet.

Xiumin dan Kris yang sama-sama penasaran ikut menengok tampilan layar ponsel Tao.

"BWAHAHAHAHA" tawa Luhan seolah De Javu. Sama persis seperti tawa Tao saat itu.

Tingkah aneh Luhan selama konser tadi sore membuatnya menjadi trending topic di Naver, search engine milik Korea.

Di urutan ke 10 'Luhan memeluk mesra Chen'

9 'Luhan & Tao saling pukul'

6 'Luhan menendang bokong Kris 4 kali'

5 'Luhan meniup titik sensitive Lay'

2 'Luhan kelebihan stamina'

1'Luhan mencium bibir Xiumin di ending Lucky'

Tao menjatuhkan badannya di sofa. "kalau kita sekarang berada di Seoul, aku yakin 100% Suho hyung pasti memarahiku. Dia pasti mengira Luhan ge dan aku benar-benar bertengkar, saling pukul dan pura-pura kalau itu hanyalah fanservice." Cerocosnya.

"sudahlah Tao, kau masih di urutan 9. Coba bayangkan kau berada di posisiku ?, aku masih belum siap dibunuh sasaeng fansnya Luhan" Xiumin melirik kesal Luhan.

Sedangkan Luhan ? ia langsung merengkuh tubuh Xiumin ke dalam pelukannya. "itu hanya fan service sayang~"

Kris dan Tao memandang horor Luhan. Mereka berdua bergidik bersamaan.

"Luhan, hentikan, aku bukan pacarmu" kata Xiumin datar.

"hehe..."

.

.

.

"-apapun yang kau lakukan, kau tetaplah uke yang cantik Luhan-ah, awuuuu saranghaeyo !~ 3" sebuah komentar yang ada pada postingan tentang dirinya yang menendang bokong Kris membuat Luhan geram.

Mata Luhan menajam. Dia melempar ponselnya ke ujung ranjang tidurnya. "apa-apaan ! lihat saja, akan kutaklukan mereka semua ! tidak hanya Minseok, Kyungsoo, Baekhyun, Suho, Yixing dan Jongdae, bahkan Kris ! aku akan membuatnya bertekuk lutut dihadapanku"

Untung saja Lay dalam mode -budeg-. Kedua telinga Lay tersumbat earphone, matanya terpejam, namun badannya masih bergerak apik mengikuti alunan lagu My Lady dari ponselnya.

Luhan mencabut salah satu earphone yang menyumbat telinga Lay hingga pemuda itu sadar dari dunia dancingnya.

"ada apa ge ?"

"aku tidur di kamar Tao"

"bagaimana dengan Kris ?"

"biar aku yang urus"

"baiklah" Lay hendak memasang earphone-nya kembali namun dihentikan oleh Luhan. "apa lagi ?"

"jangan sampai melempar benda-bendaku lagi, kemarin kau sudah menendang rubik limited editionku keluar dorm"

"sip boss !"

"anak pintar" Luhan puk puk kepala Lay.

"ge, aku bukan anjing" Lay sweatdrop.

.

.

.

Ini kali kedua di hari yang sama Luhan menyerobot seenaknya masuk ke kamar Tao. Tidak peduli Tao sedang naked atau apa.

"kemana dia ?"

Tidak ada orang di sana.

Luhan menutup pintu kamar dan berjalan ke ranjang Kris.

Selang beberapa detik kemudian Kris masuk.

"Luhan ?" Kris mendapati seekor Rusa berguling-guling tidak jelas di kasurnya, -itu hanya anggapan Kris- "sedang apa kau di sini ?"

Luhan menghentikan gerakan sit up-nya. "ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Tao, boleh semalam aku tidur di sini ? dan kau tidur di kamarku"

"sepenting itukah ?"

Luhan mengangguk.

"no problem" sahut Kris (sok) cool.

.

.

.

Luhan terjaga dari tidurnya. Dia melirik weker yang ada pada nakas, "2 ? Kemana anak itu ?".

Ia beranjak dari kasur Kris dan berjalan keluar. Televisi yang ada di ruang tengah masih menyala, menyajikan drama horor berbahasa Cina. Tapi tak ada seorangpun di sana. Kepala Luhan bergerak mencari tanda-tanda manusia di sana. Tidak ada, dia sendirian. Tidak mau berlama-lama lagi Luhan mengambil remote control dan mematikan televisi.

"a ! Kamchakkiya !" hampir saja Luhan terkena serangan jantung seandainya dia tidak cepat-cepat sadar kalau makhluk yang sedang tertidur dengan posisi melingkar di atas karpet adalah si maknae. Dia tertidur dengan kedua telapak tangan yang menangkup wajahnya sendiri.

Luhan berjongkok di depan wajah Tao dan tersenyum. "kwiyeowo" ujarnya.

"ini pasti gara-gara drama romance yang tayang tengah malam".

Terjadilah scene seekor Rusa mem-piggy back seekor Panda.

.

.

.

"hohh !" mata Tao membulat. Perlahan ia mundur menghindar.

Luhan mengucek matanya innocent "ada apa Tao ? Ini masih pagi" katanya sambil menarik kepala Tao kembali ke dadanya.

Tao menolak dan bergidik geli. Mata Tao menangkap benda-benda yang familiar. "apa yang gege lakukan di sini ? Dan mana Kris ge ?". Tao tak mendapati Kris di ranjangnya.

"memangnya kenapa kalau aku tidur di sini ? Tidak boleh ? eum ?". Luhan menyandarkan kepalanya pada kepala ranjang dan menatap Tao datar. Kedua tangannya bersedekap di depan dada.

"b- bukan begitu..." Tao memutar kepalanya ke arah lain. Lagi-lagi ia bergidik ngeri, membayangkan kepalanya yang semalaman bersandar di dada Luhan. "kenapa gege melepas baju-"

Luhan melingkarkan lengannya pada leher Tao dan menariknya hingga tubuh Tao terhempas jatuh ke belakang. "aku hanya melepas kaosku, tidak lebih" ucap Luhan seduktif dengan dagu yang menempel pada pucuk kepala Tao.

"ge..please...lepaskan aku"

"sudahlah Tao-ya, kita sama-sama namja. Aku tidak akan menghamilimu." puk puk Luhan pada pipi Tao dengan mata terpejam.

"ge, kau benar-benar menakutkan. Apa aku pernah berbuat salah padamu ?"

"ssstt..." telunjuk tangan Luhan bertengger pada bibir Tao. Membuat pamuda itu mati kutu.

Tao benar-benar tidak bisa bergerak. Kepalanya terbelenggu lengan-lengan Luhan, sedang tubuh bagian bawah terkunci kaki kiri Luhan.

Mungkin para fans Tao akan berteriak, 'ayo gunakan wushu-mu ! Mengalahkan Rusa mesum itu lebih mudah dibanding si Baozi !'

Tentu saja Tao akan menolak, selain karena Luhan adalah hyung-nya, wushu yang Tao pelajari bukanlah untuk menyakiti orang lain melainkan untuk pertunjukan belaka saja.

"eomma..." rintih Tao di dalam hati.

.

.

.

"kalian sudah siap ?" tanya manager hyung sambil menelusuri satu persatu wajah-wajah member EXO M.

5 manusia itu mengangguk, hanya Tao yang masih menundukkan kepalanya. Menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan topi.

"Tao, apa kau sakit ?" manager hyung hendak mengangkat ujung topi itu namun dicegah oleh Tao.

"a- aniyo, gwaenchanhayo hyung..." balas Tao hanya menampilkan senyum di bibirnya.

SYUT

Innocent Lay mengambil topi Tao tiba-tiba. "kau habis menangis ?" mata Lay membulat lucu.

"ANIRAGOO !" Tao memasukkan kepalanya ke dalam kupluk jumper yang Lay kenakan dan memegang erat tepiannya, membuat 4 member EXO M lainnya beserta manager hyung menoleh heran padanya.

"pantas saja tadi pagi dorm sepi, tidak ada rengekan manja si maknae" celetuk Chen sambil bersedekap.

Tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya, Luhan tersenyum aneh.

"apa kau ada masalah ? Ceritakan pada gege" Kris menepuk pelan bahu Tao.

"nanti saja dibicarakan atau kita akan ketinggalan pesawat" sela manager hyung.

Luhan berdehem dan berjalan ke arah Lay. Ia mengambil topi hitam yang ada di tangan Lay lalu memakaikannya kembali pada Tao. "kita harus segera sampai di bandara"

.

.

.

Selesai mencuci wajahnya di wastafel, Tao terlonjak kaget. Ia mendapati pantulan seseorang pada cermin yang ada di depannya. Dan seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Luhan yang bersandar pada dinding toilet. Kedua mata Luhan tak lepas dari gerak gerik Tao.

"ge, jangan melihatku seperti itu" suara Tao sedikit bergetar.

Luhan berjalan ke arah Tao yang masih pada posisinya. Ia memeluk erat Tao dari belakang. Kepalanya ia sandarkan pada salah satu bahu Tao. "kenapa kau menangis baby, eum ?~"

Tao hanya diam.

"aku sama sekali tidak menyentuhmu malam itu. Aku bersumpah, percayalah padaku."

"ge, kumohon. Jangan seperti ini." Tao mencoba melepaskan ikatan tangan Luhan yang mengunci badannya. "lagipula, aku tidak menangis. Aku baik-baik saja."

"sudahlah, matamu yang membengkak itu mengatakan segalanya."

"kenapa kalian lama sek-" Xiumin menghentikan langkahnya dan memilih untuk mengintip dari luar.

"Minseok hyung ! Apa yang kau lakukan di sana ? Cepat panggil mereka !" teriak Chen dari kejauhan.

"iya cerewet !" balas Xiumin.

"g- ge, itu- itu tadi suara Xiumin ge. Apa kau mendengarnya ? Kau pasti mendengarnya, iya kan ?-"

"lalu ?" potong Luhan.

"mereka pasti menunggu kita..."

"oh ya ?" Luhan semakin mendekatkan hidungnya pada leher Tao.

Tao merasakan bulu kuduknya merinding. 'siapapun ! Selamatkan aku !' teriaknya di dalam hati.

Ponsel Luhan yang ada di dalam saku celananya bergetar memainkan nada Fur Elise, membuat Tao semakin merinding mendengarnya.

"aish...jinjja" akhirnya Luhan melepas tangannya dari tubuh Tao. Ia menggeser icon hijau pada ponselnya. "ada apa Baozi sayang ?~" manja Luhan sambil berjalan keluar toilet.

"oh my gosh..." Tao bersimpuh pada wastafel. Dia bersyukur kalau dia masih bisa bernafas normal. "Luhan ge benar-benar mengerikan."

Seorang pria yang baru masuk ke toilet berlari ke arah Tao. "kau Zitao dari grup EXO ?" tanyanya menggunakan bahasa Cina sambil membantu Tao berdiri.

Tao hanya mengangguk lemas.

"perlu bantuan ? Aku akan mengantarkanmu pada teman-temanmu" tawar orang itu.

Tao tersenyum. "tidak, terima kasih"

.

.

.

Sesampainya mereka di Korea, heboh tentang fanacc 'Tao masuk ke toilet yang kebetulan dalam keadaan sepi. Luhan ikut masuk. Mereka berdua cukup lama di dalam. Xiumin menyusul, namun dia tidak jadi dan lebih memilih menelpon seseorang. Luhan keluar dari toilet sambil menelpon seseorang kemudian bertemu dengan Xiumin. Sepertinya mereka saling mencari satu sama lain. Luhan terlihat tersenyum pada Xiumin dan Xiumin membalasnya. Beberapa saat kemudian Tao keluar dengan keadaan yang cukup aneh. Dia terlihat sangat lemas. Tidak ada yang tahu kenapa Tao bertindak demikian. Hanya Luhan dan Tao sendiri yang tahu.'

Seusai membaca suatu postingan blog, Kai dan Sehun saling berpandangan horor.

"thiapa yang lebih dulu ? Luhan hyung ? Tao ?"

"Luhan hyung !" Kai menarik pergelangan tangan Sehun.

Ternyata keenam member EXO M sedang tertidur pulas di ruang tengah. Di sofa pertama ada Kris, Tao dan Lay duduk berurutan, kepala mereka bertiga bersandar pada punggung sofa. Chen bersila di bawah dengan kepala yang ditaruh pada meja. Sedang di sofa kedua duo hyung tetua tidur bersama. Xiumin duduk biasa, dan pahanya dijadikan bantalan oleh Luhan.

"eotte ?" Kai meminta persetujuan Sehun.

"go !" Sehun menarik salah satu tangan Luhan hingga tubuh Luhan jatuh dari sofa.

Kai memelototi Sehun. "michyeosseo ?!"

"kapan lagi mengerjai Luhan hyung ? Ayo cepat bantu aku !"

Kai mengernyit miris kemudian ikut menyeret Luhan ke arah balkon.

Sesampainya di balkon dua maknae tengil ini hanya memandangi hyung tertua kedua itu tergeletak di lantai tanpa alas apapun.

Kedua mata Luhan masih terpejam.

"kebo" celetuk Kai.

"kau juga thama" balas Sehun.

"bodo"

"unghmm..." ada tanda-tanda pergerakan dari Luhan.

TUNGG NYESS

"aww !" tangan Luhan terantuk pagar besi balkon yang seharian ini tersengat sinar matahari. Dia mengaduh sambil mengelus punggung tangannya yang tersulut panas besi tadi. "naneun wae yogisseo ? Kenapa aku di sini ?"

Mata Luhan menangkap dua makhluk yang tengah memandangnya innocent.

"apa yang kalian lakukan di sana ?"' datar Luhan sambil mendudukkan dirinya.

Kai dan Sehun berlari mendekat pada Luhan.

"apa yang hyung lakukan pada Tao ?" ucap Kai dan Sehun bersamaan.

"apa maksud kalian ?" Luhan memandang aneh Kai dan Sehun bergantian.

"toilet" – Sehun

"bandara" – Kai

"eh ?"

"lihat" Kai menyerahkan ponselnya yang terpampang fanacc tadi.

Luhan membacanya kemudian tersenyum remeh. Ia mengembalikan ponsel Kai. "kalian tanya sendiri pada Tao. Yang bermasalah dia. Aku tidak ikut campur." Si Mata Rusa itu melenggang begitu saja dan kembali pada posisi tidur sebelumnya meninggalkan KaiHun yang menggaruk tengkuk bingung.

"Tao ?" Sehun mengisyaratkan matanya menunjuk pada Tao.

"kajja"

Mereka melakukan hal yang sama pada Tao. Namun saat baru saja mencapai balkon, Tao sudah terbangun lebih dulu.

"kenapa membawaku kemari ?" rengek Tao sambil mencoba kembali ke dalam.

Sehun mencegahnya. "kau tidak boleh mathuk thebelum kami mendengar penjelathanmu terlebih dahulu"

"penjelasan apa ?..." – Tao masih dengan nada manjanya.

"apa yang kau lakukan dengan Luhan hyung di toilet saat di bandara ?" pertanyaan Kai sukses membuat Tao gelagapan.

"a- aku t- tidak aku-"

"A-yo ! *bacanya e yo! *" Luhan menepuk bahu Sehun. "what's goin' on ?"

Tao mulai mengumpat tak karuan di dalam hati.

"apa yang sedang kalian bicarakan ?" tanya Luhan dalam bahasa Cina. Mata kanannya mengedip pada Tao tanpa sepengetahuan KaiHun.

"ge, kumohon, jangan lagi..." balas Tao dalam bahasa Cina.

"aku tidak mengerti maksudmu, Tao. Apa yang kau bicarakan ?" tanya Luhan menggunakan bahasa Cina, lagi.

"aish ! aku jadi frustasi" Kai mengacak-acak rambutnya kesal. "tidak seharusnya kita berurusan dengan dua orang aneh ini. kajja"

Sehun mengangguk kemudian membuntut Kai meninggalkan si Rusa mesum dan Panda yang ketakutan itu.

Setelah memastikan Kai dan Sehun pergi, Luhan mengunci pergerakan Tao pada pagar balkon. Luhan tidak peduli panas besi itu menyengat telapak tangannya.

"ge, apa yang akan kau lakukan ?" kedua mata Tao membulat.

"tidak ada, hanya ingin melihat wajahmu lebih jelas." Jawab Luhan innocent.

"ge..kau benar-benar mengerikan" ringis Tao.

"bukannya kau menganggapku cantik ? iya kan ?"Luhan semakin mencondongkan wajahnya pada Tao. "bbuing, bbuing ?" Luhan ber-aegyo dengan poker face andalannya. *maksudnya, Cuma suara doang bbuing2 tapi tanpa ekspresi*

"ge.."

"wae ?"

"punggungku...panas"

Luhan tersenyum kemudian membiarkan Tao bernafas lega. "mian" ganti Luhan yang bersandar pada pagar.

"a- aku pergi dulu" Tao mengambil langkah seribu dan masuk ke kamar Kai dan Sehun.

Belum mencapai 3 detik, ia keluar dengan mulut yang berkomat kamit. Kali ini dia masuk ke kamar Suho yang kebetulan tidak ada siapapun dan cepat-cepat menutup pintu kamar.

"bodoh" celetuk Luhan sambil terkekeh. Dia hanya diam menyaksikan betapa lucunya tingkah salah satu maknae itu.

Kai dan Sehun keluar dari kamar mengejar Tao. Mereka berdua menggebrak-gebrak pintu kamar Suho yang kemungkinan besar telah dikunci oleh Tao.

"Tao-ya, buka pintunya !" Kai, Sehun bersahutan.

"oi ! jangan berisik !" si Naga yang merasa tidurnya terganggu tiba-tiba berteriak.

"aish !" umpat Kai yang lebih memilih untuk menyerah lalu kembali ke kamar diikuti Sehun di belakangnya.

Di luar, Luhan tertawa sendiri. Ia memutar badannya 180 derajat agar bisa melihat pemandangan siang kota Seoul. Dirogohnya ponsel yang ada pada saku celananya.

Luhan membuka akun Weibo-nya. Dia memosting foto dirinya sendiri bersama Tao yang tertidur di dadanya, tapi masih dengan baju lengkap. Terlihat di foto itu Luhan memanyunkan bibirnya ke pucuk kepala Tao. Ia juga menuliskan sesuatu di sana 'adikku benar-benar cute saat tertidur, kalian setuju ?'.

"ini hanyalah awalan" sebuah seringaian muncul di bibir Luhan. "Tao-ya, I got you, under my skin"

.

.

.

END


.

.

.

Tidak ada review kalian, maka tidak akan ada lanjutan ff absurd bin ngayal ini u,u

Thanks to :

DeerIAM, MeicaClouds, IchaByun, Jongin48, NS Yoonji, .35, yehetmania, Azura Eve, yamanaka aya, TaeKai, xoxodeer, Deushiikyungie, Initial D 0326, LiezxoticVIP, VirXiaoLu, blissfulxo, Ve Amilla, WAIJYN, November0627, cxpairexo, nonabaozi, namadisamarkan, suhokim, BaekShin, EndahXo, LuBaekShipper, park hyun in filla, Raicho S, chanhanshipper, Bunga I4, exo'student, BakpaoIsiRusa, enchris.727, Sefita Wu, chilay, kim jaerin, fiixoxo, Guest, .39, rara, Liaoktaviani, wafel's, meli luiseme, LatteDyo, Yehet kkaebsong, onlyxiuhan, Aoyama Flory, dan yang lainnya yang unamenya ga bisa ketulis. Aku juga ga tau kenapa =..=a