Author : Maria Kim / Milky Kim
cast : Luhan & member EXO
Genre : romance gagal nyambi humor garing
Length : Chapter
Summary 2 : "I'm trouble maker" – Luhan
An : slight LuMin. Sekali lagi, PLIS ! jangan panggil Thor ! panggil saya Milky :3. Aku ga tau roommate anak-anak EXO, jadi aku ngarang sendiri. Anggap aja 12 alien itu satu dorm. Kamar 1 ChanBaekHo, kamar 2 KaiHunSoo, kamar 3 XiuKrisTaoChen, kamar 4 LayHan sama 2 manager. Itu dorm segede apa jangan dibayangin :v
warning : bahasa sama sekali ga sesuai EYD, maklum, author abal u,u kata2 yang dipake juga pasaran :v banyak typo, kalo ada kritik ato saran silahkan tulis di review, dengan senang hati pasti aku dengerin ^^ dan satu lagi, ga menerima bashing ! ga suka ga usah baca :v
Back song : BTS – Just one day
.
.
.
ULTIMATE SEME | 2 | D.O / Kyungsoo : Just one day
.
.
.
.
"Lu?"
"Hmm?"
"Aku tahu kau lari dari masalah yang telah kau buat."
"Masalah apa lagi? aku tidak berbuat apa-apa Zi..." lirih Luhan sambil terus memeluk Xiumin posesif.
Selalu seperti itu. Dalam sehari dia, –Luhan-, bisa bergonta-ganti karakter. Tadi bertingkah beringas, apapun yang ada di hadapannya akan jadi sasaran jahil otaknya, beberapa jam kemudian berubah menjadi sosok innocent bak bocah playgroup.
Xiumin mendudukkan dirinya, membuat Luhan mau tidak mau harus melepas tangannya dari badan Xiumin. Sebenarnya Xiumin sedikit jenuh diperlakukan terus menerus seperti itu, membuatnya seperti tempat pelarian (baca : ibu) bocah nakal bernama lengkap Lu Han.
"Oke, kita memang hyung tertua di grup, tapi bukan berarti kita bisa melakukan segalanya seenaknya sendiri."
Luhan hanya diam cemberut memandangi wajah Xiumin. Seolah berkata 'Xiu, kau jahat, apa kau sudah tidak sayang lagi padaku ?'
Xiumin memutar bola matanya malas. "Berhenti melakukan itu, menggelikan." Sarkatisnya kemudian beranjak dari ranjang.
"Odiga?"
"Kau tidur di sini, aku tidur di ranjangmu."
"Hey Min!" teriak Luhan namun tak digubris sama sekali. Pemuda itu terus membuntut di belakang Xiumin. Ia ikut mempercepat langkahnya saat tubuh Xiumin sepenuhnya keluar dari kamar.
"..."
"Lay ada di gedung SM dengan Kai dan Sehun!"
"..."
"Kau lupa?, dua manager hyung libur hari ini."
"..."
"Aku ke kamarmu karena aku kesepian..."
"..."
"Baiklah kalau begitu, kita tidur bersama di kamarku." Luhan menyeringai.
Xiumin menghentikan langkahnya dan memutar haluan kembali menuju kamarnya sendiri.
"Mau kemana?" cegat Luhan.
"Pleasee...Luhan..sehari...saja, biarkan aku sendiri, ya?" Pinta Xiumin tiba-tiba dengan puppy eyes-nya. Dia menggoyang-goyangkan badannya sambil memegang tangan Luhan yang mencengkram pergelangan tangannya yang lain.
Wow, seorang Kim Minseok yang biasanya tak banyak bicara dan kesannya jual mahal mendadak bersikap manja pada Luhan. Tolong tanyakan pada ibu Minseok, 'apa dia benar-benar putra anda nyonya ?'
Luhan membuang nafasnya kasar. Marah ? bukan, Luhan hanya tidak tahan melihat pemuda yang jarak umurnya hanya selisih beberapa bulan dengannya terlihat sangat menggemaskan. 'Boleh aku bawa pulang? Dan kupandangi-, tidak, kumainkan setiap hari?' pikir Luhan dengan mata terpejam.
"...baiklah." Kedua tangan jahil Luhan memainkan pipi bulat Xiumin sebentar. "Jalja baby."
Pemilik pipi bulat itu hanya mengangguk lalu melenggang masuk ke kamar meninggalkan Luhan. Sendirian di ruang tengah. Jauh di dalam hati, Xiumin bersorak atas kemenangannya. Poor Luhan.
Setelah Xiumin menutup pintu kamar, Luhan menghempaskan tubuhnya pada sofa yang ada di tengah-tengah ruangan itu. Hanya ada suara dentingan jarum jam dinding tepat di atas televisi.
Satu ide gila muncul di otaknya, 'Haruskah aku membuat sedikit keributan di dapur ? dengan cara mengambil beberapa panci milik Kyungsoo dan menyusunnya menjadi satu set drum?, oh tidak, aku bukan balita lagi.' Luhan mengacak rambutnya frustasi.
Mata Luhan mengarah pada salah satu kamar, -ChanBaekHo-, sudah dipastikan mereka tenggelam di dunia mimpi masing-masing. Tentu saja. Kalau tidak, pasti kamar itu akan dipenuhi teriakan-teriakan candaan tidak jelas Chanyeol dan Baekhyun featuring rap kaset rusak Suho 'Jangan berisik, ayo tidur, sudah malam.'
Maksud rap kaset rusak adalah mengatakan kalimat yang sama berulang-ulang kali dan tidak akan berhenti apabila troublenya tidak dapat teratasi.
KaiLayHun kemungkinan besar menginap dan tidak pulang. Entah kenapa ketiga orang itu betah berada di sana. Apa ingin merebut predikat –kelebihan stamina- yang pernah Luhan curi beberapa saat yang lalu?, bukan itu Luhan bodoh. Sama sekali tidak ada hubungannya.
KrisTaoChen, masih keluyuran, padahal sudah lewat tengah malam. Kemana mereka ? clubbing ?, tidak mungkin. Mereka pasti memikirkannya beribu-ribu kali sebelum memutuskan masuk tempat seperti itu, dan Luhan yakin itu tidak akan terjadi.
"Lalu Kyungsoo?" Bisik Luhan pada dirinya sendiri.
"AAAT CHATTTAHTAT CHACHACHAHCAHTTT !" Sebuah teriakan dari kamar KaiHunSoo membuat Luhan meloncat dari sofa dan berlari masuk ke kamar tersebut.
'Assa! Ternyata kau masih belum tidur nak!' Ujar Luhan di dalam hati
Segera saja Luhan menghidupkan lampu kamar -yang kebetulan dalam keadaaan gelap- itu.
Di sana, Kyungsoo yang biasa dipanggil D.O, terlihat menekuk kedua kakinya dengan dua tangannya yang menutup wajahnya sendiri.
"Ada apa Kyungsoo-ya?" Tanya Luhan masih di ambang pintu.
"I- itu, tulangnya c- copot" Kyungsoo menunjuk-nunjuk Ipad yang baru saja ia lempar.
Luhan memungutnya. Dia sangat hafal dengan scene yang ada pada layar Ipad Kyungsoo. "Final Destination 5?"
Kyungsoo mengangguk.
"Astaga...kalau tidak berani, jangan dilihat." Luhan mematikan ipad itu dan memberikannya pada Kyungsoo. "Sudah. Jangan diulangi lagi."
Kyungsoo mengangguk. " Terimakasih hyung."
"Tontonan yang pantas untukmu cuma Pororo, bocah Owl."
Kyungsoo mendesis sambil memutar bola matanya malas.
Keluar dari kamar Kyungsoo, Luhan hanya menatap ogah-ogahan pintu kamarnya. Saat ini dorm benar-benar sepi. Ia kembali duduk di sofa ruang tengah. Sejenak Luhan menoleh pada kamar Xiumin, tapi ia mengurungkan niatnya. Tadi dia sudah mengatakan kalau dia tidak akan mengganggu Xiumin kali ini.
Luhan mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan membuka akun Weibo. Ia membaca beberapa komentar dari ratusan ribu komentar lainnya yang masuk pada postingan isengnya siang tadi. Ada yang memuji keromantisan LuTao couple, hingga bashing terhadap Luhan maupun Tao.
'Seandainya aku di posisi Tao, maka aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini.'
'Kau terlihat sexy.'
'Jangan membuatku cemburu Luhan!'
'Apakah kalian pasangan gay?'
'Luhan semakin berani saja.'
'Sejak kapan kalian seranjang ?'
'TAO-YA! MENYINGKIR DARI LUHANKU!'
'Apa ini hanya trik management kalian?'
'Kau membuatku mendapatkan inspirasi. Aku akan membuat fanfic tentang -sang namja- Luhan dengan cutie Tao. Luhan, kau telah membantuku. Hahaha.'
"Oke...cukup sampai di sini. Target pertama, sukses."
Rupanya Luhan cukup puas dengan kalimat itu, 'sang namja Luhan'.
"Kyungsoo-ya, bersiaplah jadi partnerku kali ini."
.
.
.
Di tempat lain.
"Tao-ya, aku sudah mengantuk." ucap Chen dengan mata tertutup. Sesekali kepalanya jatuh ke belakang karena sudah tidak kuat menahan rasa kantuknya.
"sebentar lagi hyung..."
"tapi sampai kapan?" tuntut Kris sambil menggoyang-goyangkan gelas kopi ke empatnya. Ia bahkan terkena virus menguap Chen barusan.
Chen beranjak dari kursi. "Lihat, cafe sudah tutup sejak 3 jam yang lalu. Bahkan sasaeng fans kita..." Dia menunjuk bangunan cafe yang sudah gelap dan beralih pada beberapa remaja perempuan yang tertidur di lantai, ia mengernyit aneh. "Tao-ya...besok masih ada schedule..." lanjut Chen sambil menarik-narik bahu jaket Tao.
Tao menggeleng. Kedua matanya masih segar, tidak ada tanda-tanda mengantuk sama sekali.
"Mungkin Luhan cuma kangen sama ibunya, makanya dia iseng mengerjaimu." Kata Kris sambil memandang Tao bosan.
"Tidak ge, dia tidak sama denganmu. Kalau benar dia kangen dengan ibunya, mungkin dia lebih memilih mengganggu Xiumin ge, bukan aku. Kemarin-kemarin Luhan ge benar-benar aneh."
"Sudahlah, gege mau kembali ke dorm. Kalau kau terus ingin di sini, terserah." Kris berdiri di samping Chen kemudian menepuk bahu pemuda itu. "Kajja Jongdae-ya."
2 menit kemudian setelah kepergian Kris dan Chen.
"gege! hyung! tunggu aku!" Teriak Tao tertahan sambil mengejar Kris dan Chen. Ia takut para sasaeng fans itu terbangun dan meng-apa-apakan *?* dirinya.
.
.
.
Pintu kamar Kyungsoo terbuka.
"Luhan hyung?" Kedua mata Kyungsoo mendapati Luhan yang tiduran di sofa. "Kenapa tidur di sini?" Tanya Kyungsoo sembari berjalan menuju dapur, yang kebetulan searah dengan sofa yang Luhan tempati.
"Kau belum tidur?"
"Aniyo." Pendek Kyungsoo. Dia membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol air mineral. Badannya sedikit bergidik ketika mendapat terpaan suhu dingin dari dalam kulkas.
"Tidak ada teman di kamar. Minseok mengusirku dari kamarnya."
"Pffttt." Hampir saja air yang hendak Kyungsoo telan menyembur keluar dari mulutnya.
"Kenapa tertawa?" Luhan memandang Kyungsoo tidak senang.
'Aku mendengar semuanya hyung.' Benak Kyungsoo. "Hanya saja...kalian terlihat seperti suami istri yang sedang bertengkar. Haha."
"Haha...kau benar. Keluarga bahagia. Suaminya tampan, dan istrinya yang cantik." Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya dan terkekeh remeh.
"Sayangnya kalian berdua sama-sama cantik."
"Hey! Jaga cara bicaramu nak! Aku tampan!" Balas Luhan tak terima dengan perkataan tak senonoh Kyungsoo –itu menurut Luhan-.
Kyungsoo masih tersenyum remeh. Setelah mengembalikan botol air mineral tadi, Kyungsoo menghampiri Luhan dan duduk di sampingnya. "Aish...kenapa mereka masih belum pulang juga."
"Yifan, Jongdae, Zitao ?"
"Tepatnya Jongin dan Sehun."
Luhan menepuk dahinya. "O iya, aku lupa kalau kau sekamar dengan Jongin dan Sehun."
Hening.
"Yixing juga belum pulang." Lanjut Luhan.
"Memangnya Kris, Jongdae dan Tao kemana? Apa mereka belum pulang juga?"
"Belum. Seandainya Junmyeon tahu, besok pagi mereka bertiga pasti mendapat semburan nenek Junmyeon."
.
.
.
Pagi-pagi sekali Luhan membangunkan Kyungsoo dan menyeretnya untuk jogging pagi. Kyungsoo yang notabene-nya termasuk barisan maknae hanya bisa menurut.
Mereka berdua berlari cukup jauh. Mungkin hampir mencapai 2 kilometer. Kyungsoo berhenti lalu menumpukan kedua tangannya pada lutut. Dadanya naik turun tak beraturan. "HYEONG! Seh- uhukk." Dia tersedak ludahnya sendiri.
"Ada apa Kyungsoo-ya?" Luhan ikut berhenti kemudian berbalik ke arah Kyungsoo. "Gwaenchanha ?" Tanyanya sambil mengusap-usap bahu Kyungsoo.
"Nan...jugeul geot gata.."
"Baiklah, kita istirahat dulu." Luhan menunjuk tangga menurun yang menuju sungai Han.
Setelah nafas D.O teratur kembali, ia menatap Luhan dengan mata bulatnya. "Hyung, apa kau tidak merasa lelah sedikitpun ?"
Luhan menggeleng singkat. "Apa kau lupa? Aku mantan pemain sepak bola. Setiap hari aku mematok jarak jogging-ku minimal 15 kilometer."
"Wah...kau benar-benar.."
"Hmm..Kyungsoo-ya."
"Ne hyung?"
"Coba dengarkan ini." Luhan memberikan ponsel beserta earphone-nya. Tanpa sepengetahuan Kyungsoo, Luhan telah merencanakan segalanya.
"Lagu siapa ?"
Bukannya menjawab, Luhan malah tidur di pangkuan Kyungsoo dengan kedua tangan bersedekap.
"Tunggu!" Luhan meraih tangan kiri Kyungsoo yang hendak memasukkan earphone ke lubang telinganya. "Kita dengarkan bersama." Lanjut Luhan kemudian mengambil alih salah satu earphone itu. Si Mata belo itu hanya diam dan mengikuti perintah Luhan.
BTS (방탄서년단) – 하루만 (Just One Day)
Play.
Mengikuti Luhan, Kyungsoo menyandarkan kepala pada anak tangga yang berada di belakangnya lalu menutup kedua matanya.
Pada awal lagu terdengar rap dengan suara berat. Menarik, pikir Kyungsoo.
*rap* If only I had just one day
I want to peacefully fall asleep intoxicated with your sweet scent
If there's a chance in my busy schedule
I want to put my body in your warm and deep eyes
.
.
.
Kyungsoo merasakan pergerakan dari Luhan. Tangan kanannya yang sedari tadi menganggur kini berada dalam genggaman Luhan. Tiap sela-sela jari Kyungsoo terdapat jari Luhan. Dua tangan itu saling bertautan.
"Lu- Luhan hyung?" Jujur saja Kyungsoo sedikit nervous.
Luhan diam. Kedua matanya masih tertutup. Dia pura-pura tidak mendengar.
.
.
.
*rap* I like that, your long, straight hair
Your breathtaking neck when you put it up and the strands that fall out
Wherever we go, my handbag is your waist
Yo ma honey, whenever I see you, I run out of breath
Like the streets of Myungdong, our BGM is the sound of breathing
Your voice when you say my name
I wanna be locked in you and swim in you,
.
.
.
Topi Kyungsoo terbang terkena terpaan angin yang lumayan kencang. Untung saja di tempat ini lumayan sepi. Hanya ada beberapa lansia yang sedang lari-lari kecil di sekitar sini. Rambut Kyungsoo yang mulai memanjang bergerak lembut di kala angin mulai mereda.
.
Pada bagian suara seorang perempuan yang memanggil nama asli si Rapper pada lagu tersebut, sekilas Kyungsoo teringat sesuatu. Ia juga pernah memanggil Luhan dengan manja, nadanya pun sama persis seperti yang ia dengar pada lagu itu. 'Luhan hyung~'
Kyungsoo benar-benar mengingatnya! Itu terjadi saat ia merengek pada Luhan agar Luhan memberikan sisa bubble tea-nya pada Kyungsoo..ah..lihatlah blushing pada tulang pipi Kyungsoo!
.
.
.
*rap* I want to know you more. An explorer venturing through your deep forest of mystery
I appreciate the masterpiece that is you because your existence alone is art
I imagine this all night every day because it's a meaningless dream anyway
.
.
.
Alis Kyungsoo berkedut. Ia sadar betul, ini lagu yang ditujukan pada seorang gadis. Tapi suasana sekitar sungai Han yang mendukung memaksanya untuk melupakan kalau dia seorang laki-laki *APA INI?!*.
.
.
.
*chorus* Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If only we can be together
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
Having a party party with only you
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
A party party with only you
.
.
.
Sebuah senyum tercetak pada bibir Kyungsoo. Dia sendiri tidak tahu mengapa bertindak demikian. Ada yang aneh dengan dadanya. Mendadak ia merasa ada bunga-bunga bermekaran di dalam sana.
.
.
.
If only I could do that, how nice would it be
If only we could go anywhere to eat and watch a movie comfortably
I would do anything girl
I'm sorry, maybe I'm too rational
But still, if you see me some day, smile
Maybe you resent me a little or no, a lot
I know, I couldn't look at you more because of my dream
Then just give me one day, even if it's in my dream, just one day
Out of all those words I had to swallow because of the excuse of reality
I'll pick one and tell it to you for sure
Let's meet when the lilies bloom and say goodbye when they wither
I didn't think I'd get over you easily but
Is it selfish of me to hope you are the same?
I'm still lying, saying that it's all for you
You are standing in the center of my life
Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If you are and I are together, let's go time
24 hours, if I could only be with you
I'd kiss you starting from the morning
.
Mendengar kata 'kiss', Kyungsoo menelan ludahnya sendiri. Ia semakin nervous.
Wajah Luhan terlihat sangat tampan saat memejamkan mata.
Ia menggelengkan kepalanya cepat. 'KYUNGSOO-YA! DIMANA AKAL SEHATMU?!' Teriaknya dalam hati.
'Kenapa tanganku mendadak gemetar dan dingin seperti ini? sial!' Umpatnya lagi.
.
Can't forget to grab some brunch
I'd hold your hand and soak up the sun
It's not over yet, in the middle of a beautiful night
I'll confess to you, with the moon as our light
All of these things tell me
"If I have just one day, it's possible"
Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If only we can be together
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
Having a party party with only you
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
Having a party party with only you
Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If only we can be together
Can you please stay with me?
Ending lagu yang sangatlah manis. Untuk kesekian kalinya cengiran imut Kyungsoo terlontar begitu saja.
"Uhmm...Lu hyung..." Kyungsoo mencoba melepas tangan kanannya yang masih digenggam Luhan.
Luhan membuka matanya perlahan. "Wae?, kau ingin pulang?" Potongnya.
"Uh- oh.." Bola mata Kyungsoo bergerak gelisah saat indra penglihatannya itu serasa ditusuk tatapan charming innocent milik Luhan. "N- ne.."
"Gomawo, Kyungsoo-ya."
CUP
Luhan mengecup pipi Kyungsoo kemudian pergi meninggalkannya sendiri.
"Geuge..mwoji?...apa itu tadi?" Tangan Kyungsoo meraba pipinya sendiri. Setelah beberapa detik kemudian kedua matanya melebar. "Lu- Luhan hyung menciumku?"
.
.
.
.
Epilog
.
"Itu kan Luhan dan D.O oppa?!"
"Mana?"
"Haruskah kita membolos sekolah?"
"Ya! Jang Nayeon! Kita ada ulangan!"
"Sebentar saja..."
"Tsk! 15 menit!"
"Setuju." Gadis yang disebut -Jang Nayeon- itu segera mengambil tempat di antara semak-semak yang ada di sana.
.
Jarum jam sudah hampir menunjukkan angka 12. "9...8...7...6-"
"M- mwo- mwoya?! Hyejin-ah! Palli kameramu!"
"O- o- wae?"
"Aish!" Gadis bernama Jang Nayeon itu langsung mengubek-ubek isi tas selempang sahabatnya. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, dengan cepat ia mengatur fokus kamera DSLR yang ada di tangannya.
CLIK
CLIK
CLIK
CLIK
Sepeninggal Luhan, kedua gadis Highschool itu saling berpandangan. "Daebak..."
Sebenarnya Luhan juga sudah tahu tentang keberadaan dua penguntit kecil itu. Maka dari itu misinya kali ini sukses besar. "Oh yeah...nan trouble maker~" Ia menepuk dadanya sendiri bangga.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
Thanks to : semua yang udah berbaik hati ripiu *senyum Siwon*.
P.s. : Keep ripiu yah?, biar aku semangat nulisnya. Kalo bisa yang banyak, part mana yang kurang greget, rekomendasi Lu couple next part, dll, tolong tell me *kedip2 pinjem mata Luhan*. Semakin banyak review yang masuk, makin banyak pula words next part. *ketawa Kyuhyun*
