Author : Maria Kim / Milky Kim
cast : Luhan & member EXO
Genre : romance gagal nyambi humor garing
Length : Chapter
Summary 3 : "One More Time, OK?" – Luhan
An : slight LuMin. Aku ga tau roommate anak-anak EXO, jadi aku ngarang sendiri. Anggap aja 12 alien itu satu dorm. Kamar 1 ChanBaekHo, kamar 2 KaiHunSoo, kamar 3 XiuKrisTaoChen, kamar 4 LayHan sama 2 manager. Itu dorm segede apa jangan dibayangin :v
warning : bahasa sama sekali ga sesuai EYD, maklum, author abal u,u kata2 yang dipake juga pasaran :v banyak typo, kalo ada kritik ato saran silahkan tulis di review, dengan senang hati pasti aku dengerin, eh, baca maksudnya ^^ dan satu lagi, ga menerima bashing! ga suka ga usah baca :v
Back song : CSJH The Grace – One More Time, OK?
.
.
.
ULTIMATE SEME / 3 / Baekhyun : One More Time, OK?
.
.
.
.
"Sedang apa hyung?" Kai ikut bergabung dengan Luhan yang duduk sendirian di sofa yang berada di ruang tengah.
Tidak ada jawaban dari Luhan. Pemuda yang dijuluki Rusa oleh para fans-nya itu masih terkikik sendiri sembari memperhatikan layar ponselnya.
"Apaan sih?" karena merasa diacuhkan, akhirnya Kai menyerah dan menengok layar ponsel Luhan.
"Aish!" Luhan menjorokkan kepala Kai. "Mengganggu saja."
"Wah...jangan-jangan..."
"Apa..."
"Hyung menonton –ITU- ya? Ayo mengaku!" Kai menggoyang-goyangkan lengan Luhan.
"-ITU- apa?"
"Jangan sok polos deh hyung, yang ada –MENDESAH- nya, yang –ITU-."
Kai mendapat tonyoran kecil di kepalanya.
"Kau itu bicara apa sih? Lihat ini."
Luhan menunjukkan layar ponselnya pada Kai.
Dan, tada! Ternyata Luhan juga anak remaja pencandu internet seperti remaja pada umumnya. Tapi, kenapa juga dia harus repot-repot mencari fancam tentang dirinya? Apa dia sudah tertular virus narsis Yesung dari Super Junior? Masih mending Yesung yang mencari info tentang seberapa populernya dia.
Pada kolom search Youtube, Kai bisa membaca jelas apa keyword yang ditulis Luhan.
'Luhan kiss Xiumin fancam'
"Perhatikan," Luhan men-scrollresult video yang ia dapatkan "ternyata lumayan banyak yah? Haha"
Ada senyum ambigu di wajah Kai. "Hyung, apa kau sangat menyukainya?"
"Aku bahkan sudah melihatnya beberapa kali..."
Sekilas Kai menoleh pada jam dinding, "sudah jam tiga sore," gumamnya.
"...sejak tadi pagi," lanjut Luhan.
"HAH?!"
Teriakan Kai membuat kuping kiri Luhan kemasukan bunyi –ngiiiiingg- yang panjang.
"Hei! Jangan tiba-tiba berteriak membuatku kaget! Aku hyung! Tidak sopan berteriak pada hyung!"
"Malah kau hyung yang membuatku jantungan!"
"Aku tidak berteriak! Kau yang membuatku jantungan!"
"Tapi hyung yang membuatku berteriak! Itu salah hyung!"
"Kau tidak bisa menyalahkan hyungline!"
"Oh...berarti tetua tidak pernah salah? Begitu?"
"Ya! Kenapa mengataiku tua?!"
"BERESEEEK!" Baekhyun keluar dari kamar dengan rambut berantakan. Kedua tangannya memeluk gulingnya sayang. "Tidak bisakah kalian diam? Aku tidak bisa tidur..." sepertinya Baekhyun ingin menangis.
"Ah..kau tidak seru Baek." Ternyata sedari tadi Xiumin asik menonton adu mulut Luhan dan Kai. Sempat terbesit ide, 'Nonton Luhan Kai bergulat sambil makan popcorn', tapi semuanya hangus tersapu teriakan high pitch Baekhyun.
Ketiga manusia itu, Luhan, Kai dan Baekhyun mengalihkan pandangan pada Xiumin yang berjalan masuk ke dapur.
Luhan tiba-tiba senyum-senyum sendiri melihat penampilan berantakan Baekhyun.
Baekhyun mengernyit, "ada apa hyung? Kenapa kau mendadak seperti orang gila begitu? Apa ada yang aneh?" main vocal EXO-K tersebut kebingungan mengecek tubuhnya. Ia juga mengecek selangkangan boxer yang ia kenakan, takut-takut ngompol atau apa.
"Kai-ya," Luhan menepuk pundak Kai.
"Apa?!" jawab Kai sewot sambil meraih remote televisi yang ada di meja.
"Sepertinya aku ingin mencoba fake kiss dengan Baekhyun, di konser kita selanjutnya. Mungkin real kiss? Lihat dia, tidakkah dia seksi?" Luhan menunjuk Baekhyun yang menggunakan singlet kebesaran dengan salah satu sisi melorot menampilkan bahu mulusnya.
Disebut seksi, ujung pipi Baekhyun memanas. Apalagi diantara sesama pria, bukankah itu 'sesuatu' sekali? Bagaimana jika kebetulan seorang gadis cantik lewat? Tapi di dorm khusus laki-laki ini sungguhlah mustahil. Baekhyun sadar itu. "Ya ya ya! Hyung! Berhenti berbicara yang tidak-tidak!"
Kai tidak jadi menekan tombol power. Ia malah membanting remote itu ke sofa kemudian berdiri menghadap Luhan diikuti hidungnya yang kembang kempis menahan emosi, "silahkan hyung! Lakukan apa yang kau mau! Cium Baekhyun di stage!"
"Hei! Panggil aku hyung!" itu Baekhyun, tapi sepertinya ia tak digubris oleh Kai.
"Cium! Lumat kalau bisa! Buat fans kita melongo! Bayar staff, suruh bawa kamera dengan kualitas HD, agar kau bisa dapat video yang lebih bagus! Tanpa sibuk searching fancam di internet! Buat malu management kita! Buat masalah dengan senior kita! Buat semua orang menganggap kita gay!"
Luhan tertawa meledek melihat ekspresi Kai. "Wah...ternyata Kim Jongin bisa meledak rupanya?"
"Ya! Aku meledak! Sebentar lagi ledakanku bisa membuat dorm ini hancur!" Kai masuk ke kamar kemudian menutup pintu dengan keras. "AKU TIDAK HABIS PIKIR KENAPA AKU HARUS SATU GRUP DENGAN ORANG GILA!" teriaknya di dalam kamar.
"Jongin! Berithik! Dathar hitam! Aku mau tidur!" sudah pasti itu suara Sehun.
"APA?! DIAM KAU MAGNAE! AKU HYUNG!"
Tidak ada jawaban dari Sehun. Sepertinya dia tidak ingin memperpanjang masalah.
Xiumin yang bersandar di perbatasan antara dapur dan ruang tengah, bertepuk tangan puas. Ia juga mengusap ekor matanya yang basah akibat terlalu lama menahan tawa. "Kau benar-benar hebat Lu."
Selanjutnya Baekhyun yang membanting pintu kamar.
"Hahaha...kacau, kacau," Luhan mendecak geli.
.
.
.
Semua member EXO tampak seperti ikan kecil yang terdampar berserakan di sekitar pantai. Mereka semua collapse setelah latihan dance hampir empat jam berturut-turut. Minus Xiumin.
Sejak awal latihan member tertua itu masih belum menunjukkan batang hidungnya. Member lain tidak tahu dia pergi kemana. Mustahil dia tersesat saat menuju ke sini. Apa dia diculik orang jahat di tengah jalan? Heol.
Hingga akhirnya manager hyung masuk bersama dengan member yang hilang itu, Xiumin.
"Minseok hyung?" suara Suho membuat yang lain menoleh ke arah pintu masuk.
"Ada apa dengan kakimu?" Kyungsoo berlari mendekati Xiumin yang ternyata menggunakan alat bantu berdiri.
"Haha...aku tak apa, hanya jatuh-"
"Tadi dia didorong salah seorang sasaeng fan Luhan," potong manager hyung.
Sontak Luhan berdiri dan mengecek kaki Xiumin. Di sana ada beberapa luka lecet di sekitar tulang kering Xiumin. Luhan meringis kecil, 'sepertinya perih' benaknya.
"Dia bilang 'Jangan dekati Luhan, Luhan milik Sehun'," tambah manager hyung.
Sehun tersenyum remeh memutar bola mata malas, "dathar iluthi fanth. Luhan hyung itu milik orang tuanya, bukan aku."
"Lagian Luhan hyung yang thuka deket-deket Mintheok hyung," lanjut Sehun.
Mendengar ocehan Sehun membuat Luhan semakin geram ingin keluar dan memarahi fan tersebut, tapi lebih dulu dicegat Chanyeol. Chanyeol menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Kau hanya akan memperkeruh masalah," kata Chanyeol, "dan kau magnae, kami tidak meminta komentarmu."
Sehun mendengus.
"Hmm...oke, begini. Tadi aku sudah berunding dengan ketua tim konser tunggal kalian. Akan banyak hal yang berubah. Karena keadaan kaki Minseok tidak memungkinkan untuk melakukan koreo, jadi sepanjang konser nanti dia hanya duduk. Tentu saja tidak ada solo untuk Minseok." Manager hyung tersenyum miris pada Xiumin.
Xiumin mengangguk mengerti sembari tersenyum.
Tersenyum angelic bukan berarti ia benar-benar baik-baik saja. Ada sedikit rasa kesal di hati Xiumin. Dia juga manusia biasa. Di saat ia mendapat kesempatan untuk mendapat perhatian lebih, ia malah kehilangan kesempatan itu berkat seorang fan gila.
Mau tidak mau Luhan harus menanggung rasa bersalah. Ia memeluk Xiumin erat. "Maafkan aku, seharusnya aku tak meninggalkanmu. Seharusnya aku menjagamu seperti biasanya," bisiknya lembut di telinga Xiumin.
"Aku tak apa, lagipula itu bukan salahmu," balas Xiumin sambil menepuk punggung Luhan.
"Hyung, bagaimana kalau aku menemani Minseok? Jadi aku tidak perlu ikut-"
"Tidak bisa!" usul Luhan langsung ditolak sang manager mentah-mentah. "Aku tahu niatmu baik, tapi lebih baik jangan. Satu anggota bermasalah itu sudah cukup merepotkan. Para staff juga harus mengatur ulang segalanya, lighting, camera, properti dance, dan lain sebagainya. Minseok, sebagai gantinya kau akan lebih sering di tengah-tengah panggung."
"Aku? Di tengah?"
"Wah...kau benar-benar V.I.P hyung! Aku iri padamu." Chen memukul lengan Xiumin kecil.
Manager hendak pergi tapi dia tiba-tiba berbalik. Sepertinya ia lupa mengatakan sesuatu.
"Oh ya...tentang fake kiss yang seharusnya Luhan dengan Minseok, harus ada penggantinya."
"Bagaimana dengan Jongin? Luhan hyung dengan Jongin?" celetuk Chanyeol.
"Ah...aku tidak mau! Kenapa tidak kau saja?" Kai langsung pergi dari sana dan menghampiri audio set kemudian memutar lagu Let Out The Beast.
Ada seringai di wajah Luhan, 'sepertinya dia masih marah denganku', ucapnya di dalam hati.
Sehun merasa semua mata tertuju padanya, minus Luhan. Sehun lebih memilih bergabung dengan Kai, perlahan menyamai gerakan Kai. "Tidak. Thama thaja aku memberi harapan palthu pada fanth yang menjodohkanku dengan Luhan hyung."
Kyungsoo mengangguk mengerti, menurutnya alasan Sehun ada benarnya.
"Kau mau Soo?" tawar manager hyung melihat Kyungsoo mengangguk.
"A- ah..bukan begitu maksudku, ak-aku tidak mau!" jawab Kyungsoo lantang. Dalam sekejap dia ingat kejadian beberapa bulan yang lalu, di dekat sungai Han. Pemuda pemilik mata khas ikan tersebut memukul kepalanya gemas.
"Kenapa kau Kyungsoo-ya?" tanya Chen.
"K- kepalaku sedikit-pening."
"Bagaimana kalau Baekhyun?" usul Xiumin tiba-tiba, membuat Luhan melepaskan pelukannya.
Tampaknya Kai dan Sehun benar-benar tidak tertarik. Buktinya mereka lebih memilih melenggok-lenggokkan badan di depan kaca super besar. Memantau mengoreksi pantulan dirinya. Karena semua orang tahu, terkadang otak tak sejalan dengan tubuh.
"Kenapa aku?!" – Baekhyun.
Xiumin mendecak. "Apa kau lupa? Sebelumnya Luhan juga ingin melakukannya denganmu!"
Luhan mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang mati-matian menelan ludah.
Baekhyun benar-benar tidak lupa, ia ingat saat Luhan berbicara pada Kai kalau Luhan ingin melakukan fake kiss dengan dirinya. Dia juga ingat saat Luhan menyebutnya 'seksi' kemarin.
"Ayolah Baek, kali ini saja. Sebelumnya hyung tidak pernah meminta tolong padamu. Apa kau tega hyung ber-GEE GEE GEE GEE dengan tongkat ini? Lagipula kau kan fanboy SNSD sunbae," cerocos Xiumin.
"Ah...aku Cuma ingin berlaku sebagai junior yang baik, mengatakan mereka adalah idolaku, padahal aku lebih suka HyunA sunbae. Dia itu lain dari pada yang lain. HyunA sunbae benar-benar seksi."
"Ye!~" Suho memukul kepala Baekhyun. "Dasar mesum!"
"Ya! Hyung! Aku tidak mesum!"
"Alah, kau sama saja dengan Luhan! Wajah-wajah penipu," timpal Kris.
"Tsk, kau juga ge, kita semua suka wanita seksi. Tapi Kyungsoo yang masih ambigu. Haha.." sindir Tao.
"Ya!" Kyungsoo berteriak tidak terima. "Idolaku Jun Jihyun noona! Kau tau itu! Dia juga seksi!"
"Boo..." semua anggota EXO tidak percaya dengan perkataan Kyungsoo. Bahkan Kai dan Sehun terkikik geli melihat tingkah hyung-hyungnya dari pantulan kaca.
Mulut Tao mecucu meledek Kyungsoo.
Dan akhirnya Kyungsoo dan Tao bergulat di tengah ruang latihan.
"Baekhyun, fix!" Manager hyung yang sedari tadi menahan tawa, menengahi candaan dua belas alien itu.
Di sisi lain, Luhan tersenyum hambar. "Kenapa kau melakukannya Min?" ucap Luhan dengan suara pelan, sekiranya hanya Xiumin yang dengar.
"Bukankah kau menginginkannya?"
"Kemarin itu Cuma bercanda. Jangan-jangan kau sengaja melukai kakimu agar aku melakukannya dengan Baekhyun?" Luhan bodoh menatap mata Xiumin.
"Tsk, jangan samakan aku dengan alien bodoh sejenismu!" sarkatis Xiumin kemudian berjalan ke luar ruangan.
"Min! Kau juga alien!" balas Luhan hingga mendapat tatapan aneh dari member lain. "Apa lihat-lihat? Naksir ya? Aku memang tampan sejak lahir!"
"Eww.." – Chen.
"Hoekk!" – Sehun.
"Apa salahku tuhan.." Chanyeol memukul dadanya berkali-kali.
Sedangkan yang lain, "Ayo latihan! Latihan!"
"Kau masih saja narsis Han." Manager hyung meninju perut Luhan kemudian pergi menyusul Xiumin.
.
.
.
Ada perubahan koreo. Saat EXO perform batle dancce dengan lagu milik senior-seniornya, Baekhyun dimasukkan ke EXO M. Apa lagi kalau bukan untuk menggantikan Xiumin.
Sementara member lain bertingkah konyol di depan seorang lucky fan, Xiumin duduk sendirian di stage yang di tengah, namun dengan posisi agak menepi. Ia hanya menepuk-nepukkan tangan mengikuti irama sembari memantau member-member lain.
Super Junior – Sorry, Sorry
'Akhirnya, sudah dimulai,' benak Baekhyun.
.
SHINee – Dream Girl
.
SHINee – Ring Ding Dong
.
SNSD – Tell Me Your Wish
.
Baekhyun menghela nafas berat. Keringat dingin menetes di pelipisnya. Ini adalah pertama kalinya ia melakukan adegan fake kiss, dengan sesama lelaki pula. Saat latihan dan gladi resik Baekhyun selalu menolak, dia bilang, nanti saja hyung kalau konser yang sebenarnya. Dan Luhan mengerti.
Sekarang Baekhyun hanya bisa menggigit bibir cemas sambil mengumpat di dalam hati. Seharusnya ia mau menuruti Manager hyung untuk berlatih bagian itu. Benar kata orang-orang, 'Penyesalan selalu datang akhir'.
Seandainya Tao benar-benar seorang time controller, sudah pasti Baekhyun akan merengek padanya agar dikembalikan ke masa latihan, atau paling tidak saat gladi resik. Tidak. Baekhyun ingin kembali ke hari di mana Xiumin mendapatkan luka pada kakinya. Ia berjanji akan menjaga Xiumin dengan sungguh-sungguh. "Ah...Lee Sooman seongsaengnim, kau pemberi harapan palsu," ucapnya kecil.
Lagu parodi yang paling terakhir, yang paling membuat Baekhyun gugup, SNSD – Gee.
Space yang seharusnya milik Xiumin, kini berganti Baekhyun. Baekhyun berusaha keras agar dapat menyamai gerakan centil Xiumin seperti konser-konser sebelumnya.
Luhan hanya bisa menampilkan senyum palsunya. Sebenarnya ia tidak ingin ada yang mengganti posisi Xiumin. Tapi mau bagaimana lagi? Haruskah ia berlari ke tempat Xiumin dan ber -fake kiss dengannya?
Hei...Luhan masih normal, dia tidak ingin disangka fans kalau selama ini benar-benar ada yang tersembunyi di balik skinship-nya dengan Xiumin.
Luhan hanya ingin melakukannya dengan Xiumin dengan alasan Xiumin adalah sahabatnya yang paling dekat dengannya, tidak lebih, Luhan itu sang namja, ingat itu.
Di konser-konser sebelumnya, biasanya Luhan menepuk bokong Xiumin -yang bergoyang-goyang menggodanya- dengan gemas berkali-kali dengan bantal berbentuk hati. Meskipun Baekhyun melakukannya, tapi Luhan tidak ada keinginan untuk sekedar menyentuhnya saja. Akhirnya Luhan hanya menutup separuh wajahnya dengan bantal tersebut.
Apa itu yang disebut aegyo? Dia benar-benar tidak bisa melakukan hal-hal imut seperti yang biasa dilakukan Sehun saat merengek pada hyung-hyung nya.
Luhan menggelengkan kepalanya, atau lebih terlihat seperti bergidik. Bulu-bulu bantal itu masuk dan menggelitik lubang hidungnya. Sial, dia sedang berpose manekin, jadi tidak boleh bergerak sampai Suho menggerakkan badannya.
"JU- JU- JU- JUNMEN! TUNG—ha...
ha..
haaaa...
HUATCHIM!"
JDUGG
Luhan bersin hingga dahinya berbenturan dengan dahi Baekhyun. Baekhyun mengaduh, mengusap dahinya yang sakit. Kakinya reflek berjalan ke belakang.
"Baek! Awas Kyung-" peringatan dari Luhan terpotong. Baekhyun lebih dulu menginjak tali sepatu Kyungsoo yang kebetulan lepas. Badan Kyungsoo langsung rubuh, ditambah punggungnya yang ditabrak punggung Baekhyun. Luhan mencoba menarik kerah belakang Kyungsoo, tapi ia lupa Baekhyun yang ikut membebani badan Kyungsoo.
TADA!
Human burger EXO version!
Mengenaskan, wajah tampan Kyungsoo harus dipaksa merasakan bagaimana rasanya mencium lantai stage. Baekhyun jatuh menimpa Kyungsoo. Terakhir Luhan.
Baekhyun semakin gugup, wajah Luhan mendadak zoom in di depan matanya. Sedangkan matanya yang sayu itu membola. Luhan yang menimpa Baekhyun dapat merasakan nafas Baekhyun yang tak karuan. Pasalnya dada Baekhyun yang ia tindihi naik turun tidak normal.
"Baek?"
Baekhyun tetap mematung tidak menjawab Luhan.
Satu venue langsung sunyi, kecuali audio yang masih mengalunkan lagu Gee. Para staff yang mendapat bagian mengendalikan kamera, mengalihkan pandangannya lebih memilih melihat dengan mata langsung. Mereka ingin memastikan, apa tiga member EXO itu benar-benar jatuh? Atau Cuma salah lihat?
Botol cola dengan isi bersih satu setengah liter yang dimainkan Sehun jatuh menimpa kaki Lay. Tapi Lay masih fokus, tidak, dia tercengang melihat tiga member se-grupnya saling tumpang tindih di tengah stage.
'Hyung, kau tampan dilihat dari dekat,' benak Baekhyun. Ia bersikeras menelan ludahnya.
"Bibirmu terlihat lembut Baek..." ucap Luhan pelan namun bisa dipastikan Baekhyun mendengarnya.
Wajah Luhan semakin dekat.
"...izinkan aku..."
Dan semakin dekat.
"...mencicipinya.."
CUP
Luhan mengecup bibir Baekhyun yang menutup rapat. Ia menghisapnya sekilas lalu melepaskannya.
Mata Baekhyun berkedip-kedip lucu. Wajahnya memerah alami tanpa efek blush on.
Audio yang melantunkan lagu Gee telah berakhir.
Semua berlalu begitu cepat.
"Shi-app-ahh phun.. ah-khuh..thi-dhak bhi-za bher-nah-phass" Kyungsoo yang terjepit menyadarkan hampir semua member EXO, kecuali Luhan dan Baekhyun yang masih belum bergeming.
Chanyeol melompat ke depan kemudian menggerakkan badannya abstrak. Dia bersikeras untuk mengalihkan perhatian fans dan mencairkan suasana. "Sorry sorry sorry sorry...nuni busyeo nononono...jjarit jarit...oh oh oh!"
Diikuti Kai dan Chen.
Suho mendorong Luhan, menyingkirkan Baekhyun, lalu membantu Kyungsoo berdiri. "Kau tak apa?"
"A- aku tak apa. Apa yang terjadi?" Kyungsoo mencengkram dadanya yang terasa nyeri.
Mata Sehun, Lay, dan Kris saling bertukar pandangan heran.
Tao menggeleng-gelengkan kepala. Phobia-nya pada Luhan kambuh. Ia lebih memilih turun dari stage.
Xiumin berjalan dengan susah payah ke arah lucky fans yang masih blank dengan apa yang barusan ia lihat dengan jarak kurang dari satu meter di depannya. Tangan gadis beruntung itu tampak bergetar. Moment LuBaek tadi sempat terekam di kameranya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Xiumin.
Gadis yang masih melongo itu menggeleng pelan.
Xiumin melirik layar kamera yang dipegang gadis itu. LED pada kamera itu masih ada bulatan merah dan tulisan Rec, yang artinya kamera itu masih bekerja. "Boleh aku pinjam sebentar?" Xiumin menadahkan tangannya.
"Tidak! Aku tidak akan meminjamkannya padamu!" si Lucky fan tersebut mengamankan gadget-nya kemudian kabur turun dari stage. "DAEBAK!" teriaknya saat sudah di bawah.
Xiumin membuang nafas kesal, "Luhan..."
.
.
Di dorm inilah ke-sebelas member boyband berkumpul. Sofa pertama paling ujung ada Luhan yang memainkan ponselnya, di sampingnya Xiumin yang duduk tegap dengan salah satu kakinya yang cidera diselonjorkan, Chanyeol duduk malas-malasan, ditutup Suho yang memijit keningnya yang berdenyut tidak normal. Di bawah ada Chen, Kris, dan Sehun. Kyungsoo bersandar di samping pintu kamarnya. Di sofa kedua, Baekhyun duduk di antara Kai dan Lay. Tao lebih dulu masuk ke kamar dan tidak mau tahu tentang fake kiss yang semrawut tadi.
Apa yang dikatakan Kai tempo hari menjadi kenyataan. Sekarang gedung SM dibanjiri para wartawan yang mulai menggila. Kebanyakan yang mereka tanyakan adalah 'Apa Luhan gay?', 'Benarkah Luhan dan Baekhyun mempunyai hubungan khusus?', 'Apa benar Luhan memiliki cinta sepihak dengan Baekhyun?', dan yang paling hebat adalah, 'Apa benar grup-grup SM Entertainment saling memiliki hubungan khusus antar member?'
Semua member EXO, termasuk Xiumin yang selalu ada untuk Luhan, angkat tangan. Kelakuan Luhan kali ini telah melebihi batas.
"Hyung, minta maaflah pada Baekhyun," suruh Suho sambil menunjuk Baekhyun yang hanya menundukkan kepalanya.
"Untuk?" Luhan balik bertanya. Di saat seperti ini ia terlihat tenang-tenang saja.
Apa dia tidak sadar, kalau secara tidak langsung ia juga membawa Baekhyun masuk ke sebuah masalah yang ia perbuat?
Xiumin merampas ponsel Luhan dan melemparkannya pada Kris yang hampir saja terlelap dengan kepala yang disandarkan pada meja. Kris tersentak, matanya melirik kiri kanan cepat.
"Min..." Luhan memanyunkan bibirnya merajuk pada Xiumin.
"Minta maaf pada Baekhyun!" Xiumin mengulangi perintah Suho.
"Untuk apa aku minta maaf?..." Luhan memeluk Xiumin dari belakang. Hidungnya yang mancung ia mainkan pada punggung Xiumin. "...aku tidak mau," lanjutnya.
Baekhyun beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar. Suara pintu kamar yang ditutup barusan adalah awalan Luhan mendapatkan sorotan tajam member lain.
"Minta maaf apa susahnya sih hyung? Apa kau ingin beralasan 'aku amnesia' dan melupakan semua kesalahan yang telah kau perbuat?" cibir Chen.
"Aku kecewa padamu hyung," tambah Kyungsoo yang memilih masuk ke kamarnya.
Kai menarik lubang leher kaos Sehun, "sudah saatnya tidur." Keduanya masuk kamar.
"Selamat malam semua. Mimpi indah." Chanyeol juga beranjak dari tempatnya, menyusul Baekhyun.
"Aku akan minta maaf!" ucap Luhan lantang saat Chanyeol hampir menggapai gagang pintu kamar.
Chanyeol berjalan ke arah sofa kembali. "Silahkan.."
"Cepat!" Xiumin menepuk bokong Luhan yang masih stuck berdiri di depannya.
"Iya, istriku.." tangan Luhan mencolek dagu Xiumin, "kau cerewet sekali.."
"Aish...benar-benar.." Kris menatap Luhan malas.
Luhan mengetuk pintu tiga kali, "Baek, aku masuk."
Di dalam sana Baekhyun sudah bergelut dengan selimut menghadap dinding. Luhan menghampirinya dan duduk di pinggiran ranjang. Tangannya menepuk lengan Baekhyun kecil. "Baek? Apa kau sudah tidur?"
"Belum hyung," jawab Baekhyun dengan suara sedikit serak, "tapi aku sedikit mengantuk."
"Apa kau marah padaku?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya.
"Benarkah?"
"...iya."
Hening.
Baekhyun menyibak selimutnya lalu duduk.
"Kau mau memaafkanku?" ulang Luhan.
Baekhyun mengangguk. "Aku memang kesal padamu hyung." Ia memukul kepala Luhan dengan boneka Rilakuma pemberian fans.
Hanya cengiran khas bocah tak berdosa yang Luhan tunjukkan, "kau memang adikku yang terbaik," ucapnya sambil mengelus kepala Baekhyun tapi segera ditepis oleh Baekhyun.
"Aku Cuma khawatir dengan fans. Aku takut mereka akan mengira kalau kita itu gay."
"Ah...tidak mungkin. Heechul hyung juga pernah melakukannya. Ia bahkan lebih parah. Heechul hyung melakukannya dengan Sungmin hyung, Siwon hyung, juga Jungmo hyung."
"Apa Heechul hyung panutanmu? Apa kau berani menentang Youngmin sepertinya?"
"Hmm...tidak juga sih."
"Kalau kau memang bisa seperti Heechul hyung, aku akan membiarkanmu. Apa perlu aku menelponnya sekarang dan memintanya langsung agar kau bisa belajar langsung darinya?"
"Baek, kau marah?"
Baekhyun mendecak, "tidak, hanya saja aku kesal denganmu," kemudian masuk ke dalam selimut melanjutkan tidurnya yang tertunda.
"Baek"
"Ya..." jawab Baekhyun malas dari dalam selimut.
"Byun Baek..." ulang Luhan.
"Ada apa sih hyung? Kau tidak lihat ini sudah jam berapa?" tadi Baekhyun melihat sekilas weker yang ada di nakas menunjukkan pukul tiga pagi.
"Byun Baekhyun..."
"Jangan berisik hyung, aku ngantuk," serak Baekhyun.
"Kau tidak marah padaku kan?"
Selimut itu bergerak-gerak, mungkin Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Tidak. Selama aku di sini, aku tidak akan menyalahkan hyung line," suara Baekhyun semakin tenggelam.
"Hmm...boleh aku meminta sesuatu?"
"Apa?"
"One more time, OK?"
Hening beberapa saat. Tak ada jawaban dari Baekhyun. Luhan mengira Baekhyun telah tidur, jadi ia memutuskan untuk keluar saja.
Setelah Luhan keluar dan pintu kamar tertutup, Baekhyun menyibak selimutnya kasar. Matanya melebar sempurna. Diraihnya ponsel yang ada di nakas. Baekhyun bercermin menggunakan fitur kamera depan pada ponselnya. Matanya menatap intens bibirnya sendiri, lalu melirik ke arah pintu.
Baekhyun masih ingat jelas bagaimana hyung tertua nomor dua itu mengecup bibirnya lembut. Badannya bergidik ngeri. Kenapa ia ingin menciumnya lagi? One more time? Apa dia masih belum jera?
"Dia itu JoNes atau apa sih? Apa sebegitu inginnya Luhan hyung berciuman dengan wanita dan melampiaskannya padaku?" Baekhyun menghela nafas kemudian tengkurap di kasurnya sendiri. "Eomma...appa...kenapa kalian memberiku wajah imut seperti perempuan..."
.
.
.
.
.
END
.
.
.
Yeth! Saya kembali dengan LuBaek. Gimana readers? Masih kurang greget? Kkk~ sorry, kemarin-kemarin ga ada ide buat LuBaek :3 terlalu pokus sama LuMin :3 review yang banyak ya? jangan sungkan2 *tebar eyeliner Baekhyun*
Silahkan rekomendasi next couple!
