.
.
Daisuke, Nee-san!
Disclaimer : Naruto cs punya Masashi Kishimoto.
Story by : Yana Kim
Warning: Chaptered, Abal-abal , AU, OOC, always typo.
.
.
.
Chapter 5
I'm Your Girlfriend
"Terimakasih," ucap Karin sambil turun dari motor Sasuke dan melepaskan jaket Sasuke yang dipakainya.
"Hn. Aku pergi dulu," ucap pria itu sambil menerima jaketnya.
"Ummm. Hati- hati di jalan."
"Hn."
Karin menatap motor Sasuke sampai tidak lagi terlihat olehnya. Ia pun berjalan masuk ke dalam gedung apartemennya.
Gadis itu kemudian terkejut melihat seorang pria yang duduk di kursi roda. Pria itu dikelilingi oleh empat orang pria lainnya yang mengenakan pakaian serba hitam.
"M-maaf. Kalian siapa?" Tanya Karin.
"Fugaku-sama. Gadis itu telah tiba." kata seorang yang ternyata adalah Izumo pada tuannya.
"Ah. Selamat malam, Uzumaki-san."
"Anda kan...?"
"Benar. Aku adalah orang yang kau tolong tempo hari. Bisakah kami masuk, Uzumaki-san?"
"A-Aku.. Maksudku, baiklah." Karin menjawab dengan gugup.
Karin membukakan pintu dan masuklah tiga orang termasuk Fugaku. Karin mempersilahkan mereka duduk.
"Aku akan membuatkan teh. Tunggu sebentar."
"Tidak perlu. Kami hanya sebentar, Uzumaki-san."
"Ah, baiklah."
"Begini, aku datang kemari untuk berterimakasih secara langsung kepadamu. Aku dengar kau tidak menerima imbalan yang anak buahku tawarkan. Kenapa kau tidak menerimanya?"
"Aa-a soal itu.. Saya ikhlas menolong Anda, Tuan. Anda tidak perlu repot-repot memberikan saya imbalan. Orang tua saya mengajarkan untuk tidak pamrih saat menolong orang," terang Karin.
Fugaku tertegun. Manusia berhati mulia seperti ini hanya ada satu berbanding seribu orang.
"Hn. Ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan padamu. Aku tahu bahwa kau sedang menjalin hubungan khusus dengan anakku."
"Eh? M-maksud Anda?" Tanya Karin heran.
"Sasuke adalah anakku."
"Apa?" Karin cukup syok dengan berita ini. Hei, apakah dunia ini tidak terlalu kecil? Baru bertemu anaknnya, sekarang sudah harus bertemu ayahnya.
"Benar. Aku tidak menyangka dia menyukai wanita yang lebih tua darinya."
Karin hanya menundukkan kepalanya.
"Tapi aku senang bila Sasuke menyukai wanita berhati mulia sepertimu, Uzumaki Karin."
"Eh?" Karin mengangkat kepalanya menatap pria di depannya.
"Aku sangat menyayangi Sasuke. Tapi aku bukanlah orang yang bisa dengan mudah menunjukkannya. Aku sangat merasa bersalah pada Sasuke yang selalu kutinggal untuk bekerja. Hingga akhirnya Sasuke berubah menjadi anak yang nakal dan selalu bolos. Aku memang ayah yang payah."
Karin dapat melihat kesungguhan dan penyesalan dari mata pria itu.
"Aku ingin kau merubah Sasuke. Dia sudah kelas XII dan sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan. Aku yakin Sasuke akan mendengarkan semua yang kau katakan."
Fugaku turun dari kursi rodanya dan dengan menahan sakit berlutut di depan Karin.
"Fugaku-sama! Luka Anda!"
"A-Apa yang Anda lakukan?" tanya Karin panik.
"Aku mohon padamu, Uzumaki-san. Sasuke tidak akan mendengarkanku. Hanya kau yang bisa melakukannya."
Karin tidak tahan melihatnya. Pria itu sampai meneteskan airmatanya. Karin membantu Fugaku untuk berdiri dibantu oleh para pengawalnya dan mendudukannya dikursi rodanya.
"Saya akan membantu Anda, Tuan."
"Benarkah? Terimakasih, Uzumaki-san. Sekarang aku tahu kenapa Sasuke sangat mencintaimu."
"A-aku.. Aku akan berusaha, Tuan."
"Terimakasih. Terimakasih, Uzumaki-san."
:
:
:
Sasuke baru saja selesai membersihkan dirinya. Ia kemudian membaringkan dirinya di tempat tidur king size-nya. Tiba-tiba ia merasa pusing di kepalanya. Mungkin karena terkena hujan tadi saat mengantar Karin. Ia harus rela mengendarai motor ditengah hujan deras dengan hanya mengenakan kaus tipis. Tapi ia tidak masalah dengan itu. Asalkan gadisnya tidak kedinginan, ia rela harus hujan-hujanan tanpa kaus sekalipun. Karena merasa kepalanya berat, Sasuke pun tertidur.
Pagi harinya, para pelayan di kediaman Uchiha merasa bingung karena sang tuan muda belum juga bangun padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Biasanya, sang tuan alias Sasuke sudah bangun tanpa harus dibangunkan oleh para pelayan.
Tuan besar mereka telah berangkat ke Tokyo tadi malam. Meskipun masih dalam keadaan yang tidak fit, Uchiha besar itu mau tidak mau harus pergi ke kota besar itu untuk mengurus Resort yang akan dibangunnya disana.
Salah seorang pelayan memberanikan diri untuk masuk ke kamar majikan mudanya. Alangakah terkejut sang pelayan melihat sang tuan muda tidur dalam keadaan menggigil dan wajah yang sangat pucat. Sasuke terlihat menggulung dirinya didalam selimut tebalnya.
Pelayan itu langsung menelpon dokter pribadi keluarga Uchiha untuk memeriksa keadaan majikannya. Sang dokterpun datang dan memeriksa keadaan Sasuke. Pemuda itu mengalami demam tinggi. Dokter segera memberikan resep obat dan menyuruh pelayan untuk segera menebusnya. Keadaan Sasuke pun sudah mulai tenang setelah dokter menyuntikkan obat padanya.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas pagi. Namun sudah sepuluh pelayan yang kembali dari kamar Sasuke dengan wajah muram. Itu karena mereka susah payah menyuruh sang majikan untuk makan dan segera meminum obatnya. Akan tetapi, Sasuke tetap berkeras bahwa ia tidak lapar dan tidak mau meminum obatnya. Ia malah mengancam bahwa ia akan memecat pelayan yang datang kekamarnya.
"Sekali lagi kalian datang ke kamarku, maka kalian akan kupecat! Jangan datang lagi kemari!"
"Anda sedang sakit, Sasuke-sama. Fugaku-sama pasti akan memarahi kami nanti." Seorang pelayan dengan takut-takut mencoba menjelaskan.
"Aku tidak sakit dan aku tidak peduli dengan orang tua itu! Kubilang cepat keluar!"
Sasuke masih saja keras kepala. Padaha siapa pun yang melihat dan mendengar suara lemahnya pasti akan tahu bahwa ia sedang sakit. Para pelayan pun menyerah dan menelpon tuan besar mereka.
"Hn. Aku mengerti. Jangan khawatir. Kalian tenang saja." kata Fugaku.
:
:
:
Karin baru saja akan berangkat ke tempat kerjanya. Waktu menunjukkan pukul lima sore dan ia juga baru saja pulang dari tempat PKL-nya. Namun langkahnya dicegat oleh seorang yang tak dikenal. Namun Karin merasa familiar dengan orang tersebut.
"Fugaku-sama ingin berbicara dengan Anda." kata sang pria lalu memberikan handphone-nya kepada Karin.
Karin sedikit membelalakan matanya mendengar perkataan Fugaku di seberang.
"Hai'. Aku mengerti."
"Terimakasih, Karin."
:
:
:
Karin diantarkan oleh pria yang tadi mencegatnya. Mereka telah tiba di kediaman Uchiha. Karin terperangah melihat betapa besar dan megahnya rumah itu.
Para pelayan langsung menyambut kedatangan Karin. Salah seorang pelayan mengantarkan Karin ke kamar Sasuke sambil membawa nampan berisi makanan dan obat yang harus diminum Sasuke. Setelah tiba di depan kamar Sasuke, pelayan tersebut undur diri. Karin langsung saja mengetuk pintu kamar sang pacar?
Tok tok tok.
Tidak ada sahutan.
'Mungkin dia sudah tidur' pikir Karin.
Karin membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan yang diberikan oleh pelayan tadi. Pintu pun tebuka. Gelap. Itu yang pertama dilihat Karin. Susah payah gadis itu mencari saklar lampu. Setelah menemukannya Karin langsung menghidupkan lampu dan langsung terlihat Sasuke yang sedang tertidur.
Sekejap, Karin merasa bersalah karena ia yakin ialah yang menyebabkan pemuda itu sakit. Kalau saja Sasuke tidak memberikan jaketnya untuk gadis itu, mungkin ia tidak akan sakit seperti ini.
Karin meletakkan nampannya di meja samping tempat tidur Sasuke. Kemudian duduk di tempat tidur Sasuke. Ia meletakkan punggung tangannya ke dahi pemuda itu dan dapat merasakan panas yang cukup tinggi.
"Sasuke." Karin menggoncang pelan bahu pemuda itu.
Tak ada reaksi.
"Sasuke..." Karin mengeraskan sedikit suaranya.
"Hmm?" gumam Sasuke separuh tak sadar.
"Bangunlah. Kau harus makan dan minum obat." ujar Karin dengan suara lembut.
Sasuke membuka matanya. Seketika itu juga ia terkejut.
"Kau?! Ka-Karin? Kau disini?"
Karin merasa miris mendengar suara lemah Sasuke.
"Iya. Aku disini." Karin membantu Sasuke untuk duduk dan bersandar pada kepala tempat tidur. Kemudian memberikan Sasuke segelas air putih. Sasuke hanya minum sedikit.
"Pelayan bilang kau belum makan dari pagi. Makanlah." Karin menawarkan sesendok bubur pada Sasuke.
"Tidak, rasanya pahit." sahut Sasuke dan terdengar seperti rajukan kecil di telinga Karin. Gadis itu tersenyum, tidak menyangka pemuda menyebalkan di depannya bisa semanja ini.
"Aku sudah jauh-jauh datang kesini, tapi kau malah tidak mau makan. Padahal aku sudah mau menyuapimu. Aku pulang saja." Karin berkata ketus dan berpura-pura akan pergi. Tapi Sasuke menarik tangannya. Tarikannya tidak terlalu kuat karena kondisi Sasuke yang sedang sakit.
"Jangan pergi. Aku akan makan."
"Bagus. Sekarang, buka mulutmu. Aaaa." Karin menyuapi Sasuke sampai bubur yang ada di mangkuk tersebut habis. Karin tersenyum melihat Sasuke menjadi penurut.
"Sekarang, minum obatmu ini."
Sasuke mau tidak mau harus meminum obat yang diberikan Karin.
"Bagus. Kau memang anak yang baik." Karin mengacak rambut Sasuke membuat sang empunya mendengus sebal.
"Bagaimana kau ada di sini?"
"Ayahmu yang menyuruhku datang. Sepertinya dia tahu kita punya hubungan. Dan dia bilang kau sedang sakit dan tidak mau makan. Beliau menyuruhku untuk menemanimu karena sekarang dia ada di Tokyo."
"Tidak mungkin."
"Kau tidak percaya? Ayahmu sebenarnya sangat menyayangimu, Sasuke. Dan aku yakin kau pun begitu. Berhenti bersifat egois. Kalau salah satu diantara kalian tidak ada yang mengalah, maka kalian akan saling membenci selamanya."
Sasuke diam.
"Maksudmu, aku harus mengalah?"
Karin mengangguk. "Aku tahu kau anak yang baik."
"Jangan mengatakan aku anak baik." Sasuke membuang mukanya.
"Kau memang anak baik. Kau kan pacarku." Perkataan Karin membuat Sasuke menatap gadis itu.
"K-kau.."
"Kenapa? Kau tidak suka? Baiklah, aku akan pergi." Sebelum Karin mencoba berdiri, Sasuke sudah menarik gadis itu ke pelukannya.
"Terimakasih, Karin."
"Hmm." Karin menggumam sekilas dan membalas pelukan Sasuke.
:
:
:
"Sasuke. Ini sudah jam sepuluh malam. Aku harus pulaang.." ucap Karin kesekian kalinya.
"Karena itu, menginaplah disini. Bukankah Tou-san menyuruhmu menemaniku. Aku ini masih sakit, tahu." Sasuke tetap bersikeras agar Karin menginap di rumahnya.
"Kau ini!"
"Hn. Tidurlah disini. Temani aku." Sasuke membaringkan dirinya.
"Maksudmu disini? Di kamarmu? Satu tempat tidur denganmu? Jangan Gila!"
"Memang. Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa. Aku kan masih di bawah umur."
"Tapi kan—"
"Atau kau memang mengharapkannya?"
"Tidak mungkin, bodoh!"
"Kalau begitu tidurlah."
"Huh..." Karin pun tidur di sebelah Sasuke dengan terpaksa.
:
:
:
Keesokan paginya.
Karin membuka matanya pagi itu. Ia melihat langit-langit kamar di atasnya. Kenapa berwarna biru? Sedetik kemudian ia sadar bahwa ia tidak berada di apartemennya, melainkan di kediaman Uchiha.
Ia menoleh ke samping kanannya dan melihat sang pacar alias Sasuke masih tertidur lelap dengan wajah polosnya. Karin tersenyum melihatnya. Kemudian gadis berambut merah itu bangun, masuk ke kamar mandi sebentar dan berjalan keluar kamar.
Karin berjalan ke arah dapur untuk mencari segelas air putih. Sesampainya didapur, Karin melihat dua orang pelayan yang sedang memasak.
"Ohayou." Kedua pelayan menoleh ke arah Karin dan membungkukkan badannya.
"Ohayou gozaimasu, Uzumaki-san."
Karin kemudian meminum air putih yang diberikan oleh pelayan tersebut.
"Aku pulang dulu. Katakan pada Sasuke, aku sudah pulang dan harus berangkat PKL."
"Setidaknya kau harus sarapan dulu, Karin."
Karin tersentak mendengar suara dari arah belakangnya. "Fugaku-sama?" ucap Karin setelah menoleh ke belakang.
"Hn. Terimakasih sudah mau datang dan menemani Sasuke." kata sang tuan rumah.
"S-sama-sama, Fugaku-sama."
"Jangan panggil aku seperti itu. Kau bisa memanggilku jii-san, Karin."
Karin terlihat ragu sesaat. Namun kemudian ia mengangguk sopan. "Hai', jii-san. Anda sudah pulang dari Tokyo?" Tanya Karin.
"Hn. Karena Sasuke sedang sakit, aku jadi tidak bisa tenang, makanya aku pulang." Ucap Fugaku tanpa tahu bahwa Sasuke telah ada di belakangnya.
"Benar begitu, Tou-san?" Tanya Sasuke membuat sang ayah terkejut dan membalikkan badannya.
"Sa-sasuke?"
"Terimakasih, Tou-san." Sasuke berjalan dengan tenang, kemudian memeluk ayahnya.
Fugaku tersentak. Airmatanya sudah siap untuk jatuh.
"Sasuke."
"Maafkan aku, Tou-san." Kata Sasuke.
"Tidak, Sasuke. Akulah yang harus meminta maaf. Maafkan Tou-san, Nak." Akhirnya air mata sang Ayah pun jatuh tak tertahan lagi. Dalam hati, ia sangat berterimakasih pada Uzumaki Karin.
Karin dan pelayan yang ada di situ hanya bisa tersenyum sambil menahan tangis haru mereka melihat adegan itu.
:
:
:
"Kau hebat. Aku bangga padamu."
"Kaulah yang hebat disini, Karin. Kau mampu melunakkan hati dua orang Uchiha yang begitu keras."
Karin dan Sasuke sedang duduk di bangku yang ada di balkon kamar Sasuke. Sang ayah sedang istirahat mengingat kondisinya yang belum sepenuhnya pulih.
Karin tidak berangkat ke kantor untuk PKL hari ini. Fugaku sudah mengatakan dirinya yang akan meminta izin pada sahabatnya Minato perihal Karin.
"Benarkah? Sebenarnya aku tidak melakukan apa-apa. Kalian sendirilah yang membuka hati kalian."
"Karin." panggil Sasuke.
"Hm?" gumam Karin menanggapi panggilan Sasuke.
"Aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku."
"Eh? Aa-aku.. Aku..."
"Aku tahu kau masih ragu pada perasaanmu. Dan itu adalah tugasku untuk meyakinkanmu," jawaban Sasuke membuat Karin tersenyum.
"Aku juga akan berusaha meyakinkan perasaanku, Sasuke-kun."
TBC
Waaah. Ga trasa udah chapter lima. Disini full Uchiha family and Karin. Hahaha.
Chapter 3 ke 4 cepet banget updatenya. Soalnya hantu menulis muncul. Dan kalau dia muncul, maka saya akan updatenya cepat. Doain aja tuh hantu sering-sering muncul, biar sering-sering update. Hahahah. Arigatou Gozaimasu…. ^_^
Review please….?
Fugaku+Yana Kim
