.
.
Daisuke, Nee-san!
Disclaimer : Naruto cs punya Masashi Kishimoto.
Story by : Yana Kim
Warning: Chaptered, Abal-abal , AU, OOC, always typo.
.
.
.
Chapter 7
WAIT FOR ME
"Ta-tapi, Tou-san. Kenapa harus di luar negeri? Jepang punya banyak Universitas yang bagus."
"Supaya kau juga bisa belajar mandiri disana, Sasuke. Apa kau keberatan?"
Sasuke tidak lekas menjawab. Sepertinya ia masih sangat terkejut mendengar keputusan mendadak tersebut.
"Kenapa?" Fugaku membuka suara. "Kau tidak mau meninggalkan Karin?"
"Kau sudah tahu, Tou-san." Jawab Sasuke cepat. "Mana mungkin aku meninggalkan Karin sampai empat tahun?"
"Ini yang terbaik untukmu, Sasuke. Karin pun pasti mengerti."
"Tapi, Tou-san..."
"Kau dan Karin beda usia lima tahun. Karin sudah dewasa sedangkan kau masih kekanakan. Dengan belajar di sana, kau bisa menjadi dewasa dan mandiri. Karin pun pasti senang dan mendukungmu."
Sasuke memikirkan apa yang ayahnya katakan. Dia akui kalau ia masih kekanakan dan ia harus menjadi dewasa untuk menyeimbangi Karin. Ia teringat kembali ucapan Karin bahwa ia masih payah.
"Baiklah, Tou-san."
'Aku akan pergi dan kembali menjadi pria yang dewasa dan keren' batinnya.
Fugaku tersenyum mendengar jawaban putra bungsunya. "Kau memang anakku, Sasuke. Tou-san akan mengurus semuanya."
"Hn."
:
:
:
Karin termenung di kamarnya. Ia telah diberitahu oleh Fugaku perihal rencana kepergian Sasuke. Ia sebenarnya tidak ingin Sasuke pergi, tapi mau bagaimana lagi, ia hanya kekasih Sasuke. Dan ia harus mendukung apapun yang terbaik untuk Sasuke walaupun itu berarti Sasuke harus meninggalkannya. Hanya empat tahun memang, tapi ia tidak yakin apakah Sasuke tetap mengingatnya selama di sana nanti.
Kalau ditanya soal setia, Karin pasti akan tetap menunggu Sasuke. Ia sudah dewasa, bukan anak remaja puber yang masih belum mengerti tentang keseriusan dalam sebuah hubungan. Tapi Sasuke masih tujuh belas tahun, umur dimana anak muda masih dalam masa mencari jati diri. Ia tidak yakin dan tidak bisa menjamin Sasuke akan mempertahankannya. Bisa saja Sasuke mendapatkan gadis yang lebih baik dan seumuran dengannya di luar negeri nanti. Bukan gadis yang lebih tua seperti Karin.
Tiba-tiba handphone gadis itu bergetar menandakan panggilan masuk.
'Sasuke' batinnya.
"Hmm, ada apa?" Karin mencoba memperdengarkan suaranya seperti biasa.
"Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Karin." Sasuke berkata setelah jeda beberapa saat.
Karin mulai bisa menduga arah pembicaraan ini. Masih mencoba mempertahankan nadanya yang biasa, ia membalas. "Katakan saja."
"Aku... Aku harus melanjutkan sekolah di luar negeri."
Karin tidak terkejut lagi seharusnya. Tapi mendengar kalimat itu diucapkan langsung oleh Sasuke tiba-tiba saja membuat hatinya mencelos.
"Wah. Bagus kalau begitu. Aku dulu ingin sekali sekolah di luar negeri." Gadis itu kini mencoba menyembunyikan suaranya yang mulai bergetar menahan tangis.
"Apa kau tidak apa-apa bila aku tinggalkan?"
"Tentu saja. Aku bukan anak kecil lagi, Sasuke-kun."
"Empat tahun, Karin. Aku tidak tahu apa aku akan tahan nantinya."
"Kau pasti bisa. Kapan kau akan pergi?" Tanya Karin mencoba mengalihkan pembicaraan.
Sasuke lama terdiam, kemudian kembali menjawab. "Besok."
'Secepat itu?' batin Karin.
"Kau sudah berkemas?"
"Hn."
"Apa aku perlu ikut mengantarmu?" Air mata gadis itu kini sudah berkumpul di pelupuk matanya.
"Tentu. Aku akan menjemputmu besok pagi jam delapan. Pesawatku take off jam sembilan."
"Baiklah. Sasuke, aku sudah mengantuk sekali, aku tutup ya..."
"Ini masih jam sembilan, Karin. Aku.. aku masih ingin mendengar suaramu."
"Aku merasa sangat lelah karena baru pulang dari Ame tadi. Sudah, ya..."
"Baiklah kalau begitu. Oyasumi.."
Karin menggenggam kuat handphonenya. Air mata yang susah payah ditahannya akhirnya jatuh.
:
:
:
Konoha International Airport.
"Teme.. Tidak seharusnya kau pergi hari ini. Kita kan belum mengadakan pesta kelulusan kita. Kau... kau, hiks.. hiks.. Jaga dirimu disana..!"
Sasuke memeluk sahabat pirangnya yang tengah menangis.
"Jangan cengeng, Dobe. Aku bukannya mau berperang."
"Kalau kau pergi, siapa yang akan menjadi sahabatku? Hiks.."
"Masih banyak yang akan menemanimu. Aku juga akan pulang."
"Tapi itu kan empat tahun lagi! Nanti disana kau pasti akan mendapat teman baru. Bule lagi!"
"Tenang saja, selamanya kau adalah sahabat terbaikku."
"Kau juga adalah sahabat terbaikku. Jaga dirimu disana yah.."
"Hn."
Sasuke beralih pada ayahnya. Ia memeluk ayahnya sebentar.
"Jaga dirimu, Nak."
"Hn. Tousan juga. Jangan memaksakan diri kalau bekerja."
"Hn. Tenang saja."
"Aku titip Karin."
"Hn."
Kemudian Sasuke melangkah menuju Karin yang berdiri sedikit di belakang ayahnya. Cukup lama mereka saling bertatapan. Sebelum akhirnya Sasuke berinisiatif untuk memeluk Karin. Gadis itu pun membalasnya. Air mata kembali menggenang di pelupuk mata Karin.
"Kau tidak ada nasehat untukku?" Tanya Sasuke.
"Jaga kesehatanmu. Makan dan tidur tepat waktu," kata gadis itu.
"Hn. Tenang saja. Aku tidak akan selingkuh," jawaban Sasuke membuat Karin memukul punggung pemuda itu.
Sasuke mendekatkan mulutnya ke telinga Karin.
"Tunggu aku. Aku mencintaimu."
Karin hanya mengangguk.
Sasuke melepaskan pelukannya. Ia melihat jam tangannya sekilas.
"Tinggal 15 menit lagi. Aku pergi." Sasuke pun membalikkan badannya dan pergi untuk menaiki pesawat. Tidak ada yang menyadari bahwa air mata telah menetes dari mata kelam pemuda itu.
Setelah Sasuke tak terlihat lagi, air mata Karin pun menetes.
"Maafkan aku." ucap Fugaku kepada Karin.
"Tidak apa-apa jii-san. Sasuke memang harus belajar mandiri."
"Kapan kau akan wisuda?"
"Bulan depan, jii-san."
"Kabari aku. Aku akan datang sebagai walimu."
"Terimaksih, ji-san."
"Hn. Dan setelah itu, ikutlah denganku ke Tokyo."
"Hai'."
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Tiga tahun kemudian...
Seorang gadis berambut merah sepunggung berjalan di atas stiletto yang berwarna senada dengan rambutnya.
Kemeja merah dan rok span hitam di atas lutut membentuk tubuhnya yang proporsional. Di tangannya tersampir blazer hitam dan tas kulit berwarna hitam. Langkahnya terlihat buru-buru memasuki bangunan megah bertuliskan Uchiha Resort Hotel and Travel.
Semua mata pria langsung tertuju kepada gadis itu setelah ia memasuki lobi. Ia langsung berjalan menuju resepsionis.
"Selamat pagi, Karin-san."
"Pagi, Matsuri. Apa Fugaku-sama sudah datang?"
"Beliau belum datang."
"Syukurlah, kukira aku terlambat memberikan laporan bulan ini."
"Tumben sekali Anda datang terlambat?" Tanya sang resepsionis.
"Aku mengerjakan laporan ini. Baiklah, kalau begitu, aku ke ruanganku dulu."
"Hai'."
Ya... Gadis itu adalah Uzumaki Karin. Setelah wisuda, ia diajak oleh Fugaku untuk bekerja di Uchiha Resort. Ia tinggal di sebuah apartemen mewah di Tokyo.
Awalnya Fugaku meminta Karin untuk tinggal di mansion Uchiha, namun Karin menolak dengan alasan akan disangka terjadi nepotisme. Kemudian Fugaku pun menyediakan kepada Karin sebuah apartemen di kawasan elit. Karin pun ingin kembali menolaknya, namun ternyata Fugaku lebih keras kepala. Ia berkata bahwa Karin akan menjadi salah menantu Uchiha. Jadi Karin harus mendapatkan yang terbaik. Gadis itu pun tidak lagi dapat membantah.
:
:
:
Di dalam sebuah mobil.
Seorang pria paruh baya sedang berbicara di telepon.
"Hn. Kau memang putraku yang jenius. Dengan begitu, aku tidak perlu lagi pulang pergi Konoha-Tokyo mulai sekarang. Karena kau yang akan memegang cabang Tokyo."
"..."
"Hn. Dia menjadi wanita yang luar biasa sekarang. Bukankah aku sudah mengirimkan fotonya? Aku tidak percaya kau bahkan tidak pernah meneleponnya."
"..."
"Baiklah."
:
:
:
Uchiha Resort.
Tok tok tok.
Sebuah ketukan terdengar di pintu salah satu ruangan yang cukup besar.
"Masuk."
"Selamat siang, Nona Manajer."
"Ah, Neji-san. Ada apa?"
"Aku ingin mengajakmu makan siang. Aku harap kau bersedia."
"Hmmm. Baiklah."
"Ayo."
:
:
:
"Aku kira kau akan menolak untuk makan siang denganku, Karin." Neji membuka percakapan mereka di sebuah Restoran Pasta.
"Kau mau kutolak lagi?" sahut Karin lalu meminum jus jeruknya.
Neji tersenyum sedikit mendengar respon Karin. "Aku heran. Bukannya bermaksud sombong, banyak wanita yang berharap kujadikan kekasih. Tapi kau malah menolakku. Padahal tiga tahun mengenalmu, aku belum pernah melihatmu bersama seorang pria."
Karin hanya tersenyum. "Kalau begitu, kau hanya perlu memilih dari banyak wanita itu kan?"
"Tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu, Karin."
"Kau yakin jatuh cinta padaku?"
Neji mengangguk.
"Bukannya sudah kukatakan bahwa aku sudah milik orang lain."
"Tapi siapa? Setidaknya beritahu aku. Kenalkan aku padanya."
"Dia tidak ada disini. Dia sedang belajar di luar negri. Mungkin akan pulang setahun lagi."
"Belajar di luar negeri? Kau sudah dua puluh lima tahun dan maksudmu kekasihmu masih kuliah?" Tanya Neji.
"Umm." Karin menganggukkan kepalanya.
"Apa dia tengah mengambil program master?"
"Tidak."
"Oh, kalau begitu calon doktor?"
Karin menggeleng lagi, "Juga bukan."
"Lalu? Masa dia baru akan sarjana?" Neji tampak tak mengerti.
"Memang begitu," sahut Karin sambil menatap gelas jusnya.
"Ma-maksudmu, pria itu lebih muda darimu?" Neji terkejut.
"Hmm..." Karin kembali menganggukkan kepalanya.
"Kau gila. Kalau yang lebih tua itu prianya, wajar. Tapi ini..."
Karin mendongakkan wajahnya. "Aku tidak gila, Neji-san. Aku sudah selesai dan waktu makan siang juga sudah hampir habis."
"Oh, baiklah. Ayo kembali."
:
:
:
From: Karin
Neji-san, aku tidak bisa datang hari ini karena sakit. Tolong katakan pada bagian personalia. Terimakasih.
Neji membaca pesan singkat rekannya di Uchiha Resort. Pria bermata perak itu menghela nafasnya. 'Gadis ini...' batinnya.
Sudah setahun terakhir Neji mengejar cinta Karin. Namun gadis itu tetap saja menolaknya dengan alasan bahwa ia sudah ada yang memiliki. Neji ingin mempercayai itu tapi tidak bisa. Pasalnya ia tidak pernah melihat sosok sebenarnya yang telah merebut hati Uzumaki Karin.
"Fugaku-sama mengatakan bahwa direktur baru itu akan mulai bekerja besok. Jadi kita diperintahkan untuk mengumpulkan semua karyawan besok pagi untuk menyambut kedatangannya."
"Baiklah. Kau yang umumkan pada seluruh karyawan dari semua bagian untuk berkumpul di lobi jam delapan pagi. Ingat, jangan ada yang terlambat. Kita harus memberikan kesan yang baik pada direktur baru kita."
"Hai', Hyuuga-san."
"Hn. Kau boleh pergi."
Setelah bawahannya pergi, Neji mengetikkan pesan singkat kepada Karin.
To: Karin
Besok kita kedatangan direktur baru. Kalau kau sudah sehat, kita berkumpul di lobi jam 8. Get well soon.
Karin yang sedang berbaring di tempat tidurnya tersenyum melihat pesan singkat dari rekan kerjanya itu. Hyuuga Neji adalah pria yang baik. Namun Karin tidak dapat membohongi perasaannya bahwa ia mencintai pria lain yang saat ini berada jauh di sana. Meskipun ia ragu apakah Sasuke masih mencintainya atau bahkan mengingatnya. Wajar saja ia ragu, dua tahun terakhir, Sasuke tidak meneleponnya. Fugaku bilang, mungkin Sasuke sedang sibuk-sibuknya.
'Direktur baru?' batin gadis itu. 'Siapa yang akan menjadi direktur baru?'
Namun ia tidak peduli. 'Mungkin saja yang akan menjadi direktur baru adalah sepupu Fugaku-sama yang baru tiba dari Suna itu. Ya, Uchiha Obito cocok untuk menjadi direktur di Uchiha Resort.'
Gadis itu memegang kepalanya yang terasa pusing. Berdiripun ia merasa tidak sanggup. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur dan berharap setelah bangun nanti, dirinya akan sembuh dan dapat ke kantor seperti biasa.
:
:
:
Seluruh karyawan Uchiha Resort terlihat berbaris di lobi. Dengan penampilan rapi, mereka siap menyambut seorang yang katanya akan menjadi direktur baru mereka. Orang tersebut masih menjadi misteri bagi para karyawan. Gosip mengatakan bahwa orang itu adalah adik sepupu Fugaku yang datang dari Suna. Ada juga yang mengatakan bahwa anak bungsu Fugaku-lah yang akan menjabat nantinya.
Dua buah mobil berhenti tepat di depan pintu masuk. Dari mobil pertama, keluar Izumo yang membukakan pintu untuk Fugaku. Dan dari mobil kedua, seorang berambut oranye keluar dari pintu depan mobil menuju pintu penumpang dan membukanya. Keluarlah seorang pemuda tampan dengan setelan jas yang membuat penampilannya menawan. Tatapan dinginnya sama seperti milik sang ayah.
Fugaku dan pemuda itu memasuki lobi hotel diikuti oleh Izumo dan pria berambut oranye itu. Para karyawati langsung terpesona melihat siapa yang dibawa oleh Presdir mereka. Seluruh karyawan yang ada di sana membungkuk hormat menyambut kedatangan pemilik Uchiha Resort itu. Pemuda tampan bak dewa romawi itu menatap para karyawan satu persatu membuat setiap karyawati yang ditatapnya memerah malu bercampur GR.
"Terimakasih atas penyambutan kalian." Fugaku mulai berbicara.
"Hari ini aku akan memperkenalkan kepada kalian seseorang yang akan menggantikan posisiku sebagai Presdir disini. Aku akan fokus pada cabang kantor pusat kita di Konoha. Dia adalah putraku. Uchiha Sasuke."
Seluruh karyawan bertepuk tangan mendengar pengumuman dari bos mereka itu.
"Dia baru selesai belajar di luar negeri. Jadi aku meminta kalian supaya membantunya dalam pekerjaannya. Silahkan, Sasuke." Lanjut Fugaku.
"Namaku Uchiha Sasuke. Mohon bantuan dan kerjasamanya." Ucap Sasuke singkat dengan pandangan datar.
"Selamat datang, Uchiha-sama. Saya Hyuuga Neji dari bagian Operasional." Neji membalas ucapan Sasuke.
"Hn. Hyuuga-san, apa seluruh karyawan sudah ada disini?" Tanya Sasuke.
"Sebenarnya masih ada satu orang lagi, Uchiha-sama. Dia sedang sakit dan mungkin tidak datang hari ini." Jawab Neji sopan. Fugaku yang mengerti maksud Sasuke hanya tersenyum maklum.
"Hn."
Tap tap tap tap.
Tiba-tiba terdengar derap langkah dari arah pintu utama. Membuat beberapa orang menolehkan kepala mereka ke asal suara.
Tak lama kemudian, muncul sosok pemilik langkah yang terlihat masih ngos-ngosan dan buru-buru membetulkan sikap berdirinya begitu mendekat.
"Summimasen. Maaf, saya terlambat," ucap sosok itu usai mengatur nafasnya sambil membungkuk hormat. Saat mengangkat kepalanya, tampaklah wajah seorang karyawan wanita yang berambut merah dengan iris mata senada.
Fugaku dan Izumo hanya tersenyum melihat pandangan kaget Sasuke melihat siapa yang datang.
Karyawan itu sendiri tak kalah terkejut melihat siapa yang berdiri di samping Fugaku.
Deg!
Onix bertemu Ruby.
'Sasuke..' / 'Karin...' batin kedua orang yang saling bertatapan itu.
TBC
Lala-san... doa kamu didengar lagi dan si hantu datang lagi dengan gayanya...
Sasuke pulang kampung nih,,..
Apa yang terjadi selanjutnya yah…..
Review please…
Yana Kim ^.^
