Chapter 3: Takao Kazunari – Laugh
.
.
"Sudah mengerti?"
Pertanyaan seorang Yamanaka Ino memecah lamunan Takao Kazunari. Ia segera mengalihkan mata rajawalinya ke arah gadis di hadapannya itu. "Ah! Maaf-maaf ... kau bilang apa tadi?"
Gadis bertubuh langsing bak barbie itu memutar bola matanya sambil berdecak. Sudah satu jam lebih ia berada di kamar Kazunari untuk membantu pemuda itu belajar. Namun, alih-alih berhasil, sahabatnya itu sepertinya malah tidak memperhatikannya sama sekali. Padahal, pemuda itu sendiri yang meminta Ino datang untuk mengajarinya. "Takao-kun, kau mengerti apa yang kuajarkan tadi?"
Kazunari menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal. "Bisa kau ulangi sekali lagi? Aku masih belum mengerti masalah trigonometri."
"Kita tidak sedang belajar matematika, Takao-kun. Kita tengah melakukan persiapan ulangan kimia. Dari tadi otakmu ke mana saja, sih?" Ino mulai berkacak pinggang. Pancaran mata biru lautnya menunjukkan bahwa ia sudah siap mengintimidasi Kazunari sampai pemuda itu menyerah.
Kazunari menyeringai. "Ngg..."
"Jangan bilang kau memikirkan Inter High lagi!"
Kazunari terdiam. Itu berarti, tebakan Ino tepat sasaran.
Ino menghembuskan napas pasrah. "Ayolah Takao-kun. Kau sudah sering absen dengan alasan latihan persiapan Inter High. Kau juga tertidur terus di saat kelas berlangsung karena kelelahan. Waktu aku mengajarimu, kau malah tidak memperhatikannya. Kalau begini, bisa-bisa kau tidak lulus ujian, Takao-kun."
Kazunari tampak terdiam. Raut wajahnya berubah serius. Ino menduga bahwa pemuda itu menyadari kesalahannya sehingga ia kini bisa lebih memperhatikan akademiknya. Namun, dugaan Ino ternyata salah karena Kazunari tiba-tiba saja tertawa. Ino sama sekali tidak mengerti apa yang ditertawakan oleh pemuda itu.
"Kenapa tertawa? Memangnya ada sesuatu yang lucu?" tanya Ino dengan kening berkedut menahan amarah.
"Pfff ... hahaha ... aaa ... maaf-maaf. Wajahmu yang lagi serius benar-benar terlihat aneh. Hahaha..."
Ino memalingkan muka. Dilipatnya kedua lengannya erat-erat di depan dada. Ia tak habis pikir kenapa pemuda itu bisa bertingkah demikian dan menganggap perkataan Ino tadi sebagai bahan lelucon belaka. "Sudahlah! Berhenti tertawa! Kalau kau memang tidak mau belajar, itu bukan urusanku. Aku kan hanya mengingatkanmu saja."
Kazunari menekan perutnya untuk menghentikan gelaknya. Ia menyeringai ke arah Ino. "Maaf, bukan begitu maksudku. Tapi, wajahmu tadi itu benar-benar lucu, lho. Kau persis seperti waktu kecil dulu, Ino-chan yang imut ketika sedang serius."
Ino sempat akan meledak sebelum ia menyadari kalimat terakhir Kazunari. Ia terlihat imut ketika sedang serius?
"Omong-omong, ternyata kau tidak sepenuhnya berubah. Meski kini kau bukan gadis kecil yang imut lagi, tapi sifat masa kecilmu masih ada yang tertinggal, salah satunya ya ... ketika kau sedang serius."
Gadis berambut pirang panjang itu tidak mampu menahan dirinya untuk tidak tersipu. Untung saja sebagian poninya menyembunyikan bagian wajah cantiknya yang memerah itu. Ino tidak habis pikir kalau ternyata Kazunari masih mengingat sosok masa kecilnya. Ia dan Kazunari memang telah berteman sejak kecil. Namun, hubungan pertemanan mereka semakin merenggang ketika mereka memasuki usia remaja. Baru setelah menjadi teman sekelas di kelas 2 SMA, mereka kembali dekat seperti dulu. Kenyatakan bahwa ia sejak kecil menyukai Kazunari benar-benar membuat perasaannya berdebar ketika pemuda itu membicarakan sosok kanak-kanaknya.
"Haha ... saat wajahmu memerah seperti sekarang, kau juga terlihat lucu."
Perasaan Ino benar-benar bercampur aduk antara senang, kesal, dan juga malu. Bisa-bisanya pemuda itu mengubah topik permasalahan menjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh Ino.
"Kau tau, saat menyadari dirimu beranjak dewasa dan berevolusi menjadi seorang gadis yang cantik, terkadang aku merasa sedih. Kupikir kau akan melupakan diriku, teman masa kecilmu. Tapi, setelah mengetahui bahwa Ino-chan tidak sepenuhnya berubah, aku merasa sedikit lega."
Oh, ya ampun. Ino tahu bahwa wajahnya kini pasti sudah semerah tomat, apalagi saat ia melirik Kazunari yang tengah tersenyum kepadanya. Melihat wajah tampan yang boyish itu, Ino benar-benar tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. "Ta-Takao-kun juga tidak jauh berubah. Kau masih suka tertawa seperti dulu. A-aku menyukai itu."
Sejenak, Ino benar-benar menyesali apa yang telah diucapkannya. Ia tertunduk malu sambil mengutuki lidahnya yang secara tidak langsung telah mengungkapkan perasaannya kepada pemilik mata rajawali itu. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Jangan sampai pemuda itu mengungkit-ungkit kalimat terakhirnya.
Ternyata, hal yang ditakutkan oleh Ino tidak terjadi. Kazunari malah tertawa setelah mendengar ucapan Ino. Ino sedikit lega karena menurutnya Kazunari tidak menganggap serius perkataannya. Namun, ia juga merasa kecewa karena pemuda itu tidak menyadari perasaannya. Akhirnya, Ino memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan kembali ke arah yang seharusnya. Ia memaksakan diri untuk tersenyum ke arah Takao sambil. "Baiklah ... baiklah ... sepertinya kita harus kembali ke materi pelajaran kita. Apa ada yang ingin kau tanyakan dari materi yang telah kusampaikan tadi?"
Kazunari pura-pura memasang wajah kecewa. Ia menarik buku catatan Ino dari atas meja yang sedari tadi sempat terlupakan. Kemudian, ia mulai membuka halaman demi halaman buku tersebut sambil tersenyum, meskipun sebenarnya pikirannya tidak terpaku sama sekali pada buku yang dipegangnya. Tanpa disadari, sebuah seringaian muncul di wajahnya. Ino menyukai tertawaku? Apa lebih tepatnya, ia menyukaiku? Heh!
.
.
FIN
.
.
Tralala~
Akhirnya, chapter 3 berhasil saya selesaikan. Kali ini, dengan karakter Takao Kazunari. Maaf, menunggu lama.
Btw, saya akan membalas reviews yang tidak bisa saya balas melalui PM.
Yuu: Hanamiya Makoto nanti ada. Tunggu aja ya. Terima kasih atas review-nya.
de-chan: Iya, memang singkat, namanya juga drabble. Hhe... terima kasih atas pujian dan review-nya.
Oh, iya. Saya belum menjelaskan mengenai seputar fanfiction ini. Fanfic ini terdiri atas beberapa season. Saat ini, tengah berlangsung season 1 yang mana ceritanya berkutat seputar hubungan Yamanaka Ino dengan Point Guards murni. Itu berarti, GoM (selain Akashi Seijuro) tidak akan menjadi karakter utama di season 1 ini.
Ada pun season 1 ini sudah/akan mengisahkan:
Chapter 1: Akashi Seijuro
Chapter 2: Kasamatsu Yukio
Chapter 3: Takao Kazunari
Hanamiya Makoto
Izuki Shun
Furihata Kouki
Imayoshi Shoichi
Kasuga Ryuhei
Fukui Kensuke
Maaf, AN kepanjangan. Sampai jumpai~
