Title : Sword Art Online
Author : V.D_Cho
Cast : Kibum, Kyuhyun dan teman-teman ^^
Genre : Dark, Action, Romance, Friendship
Type : GS
Rate : T+
Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^
Disclaimer: Cerita ini beserta plot-nya bukan milikku. Ini adalah cerita milik Kawahara Reki-sensei. Dan juga milik tim Baka-Tsuki.
© Kawahara Reki
V.D Entertainment
.
.
Proudly Present
.
.
:::Sword Art Online:::
.
.
.
Chapter III
Setelah menyelesaikan pertarungankudengan musuh yang kuat yang sedang berpatroli di Labyrinth Area di lantai 74, aku mengingat jalan kembaliku, begitu juga dengan masa lalu, dan menghela napasku ketika aku melihat cahaya dari jalan keluar.
Aku mengosongkan pikiranku, berjalan dengan cepat keluar dari labyrinth area, dan menghirup udara yang segar dan bersih dalam-dalam.
Di hadapanku, lorong yang sempit berubah menjadi hutan yang lebat dan penuh dengan pohon. Di belakangku, labyrinth area tempatku keluar barusan menjulang tinggi hingga ke langit –atau lebih tepatnya hingga ke permukaan bagian bawah lantai selanjutnya.
Karena tujuan akhir game-nya adalah untuk mencapai puncak tertinggi dari kastil ini, dungeon di dunia ini tidak menuju ke bawah tanah melainkan berbentuk menara. Tapi, setting dasarnya tidak berubah : monster di labyrinth area lebih kuat dibandingkan monster yang berada di jalanan, dan boss monster menunggu di bagian terdalam dari labyrinth area.
Saat ini, delapan puluh persen dari labyrinth area di lantai 74 telah di jelajahi, atau dengan kata lain, telah di mapped . Dalam beberapa hari, boss room mungkin akan ditemukan, dan sebuah tim untuk melawan boss dengan anggota yang banyak akan dibuat. Saat itu, bahkan aku, seorang solo player, akan ikut ambil bagian.
Aku tersenyum pada diriku sendiri karena merasa tidak sabar dan frustasi pada saat yang sama dan mulai berjalan melewati jalur yang ada.
Saat ini, rumah tempat tinggalku berada di kota terbesar di Aincrad, yaitu Algade, yang lokasinya berada di lantai ke 50. Yah, dari luasnya, Starting City atau Town of Beginnings lebih besar, tapi tempat itu sekarang sudah menjadi markas The Army sepenuhnya., jadi berjalan di sekitar sana menjadi agak tidak nyaman.
Segera setelah aku keluar dari padang rumput yang mulai menggelap, sebuah hutan yang berisi pohon-pohon tua membentang dihadapanku. Jika aku berjalan selama tiga puluh menit lewat sini, aku akan sampai di Housing Area dari lantai 74 dan bisa menggunakan Teleport Gate disana untuk teleport ke Algade.
Aku bisa saja menggunakan salah satu dari instant teleportation item didalam inventory-ku untuk kembali ke Algade kapanpun. Tapi karena harganya sedikit mahal, aku enggan menggunakannya kecuali jika aku sedang berada dalam situasi berbahaya. Masih ada sedikit waktu hingga mataharinya menghilang sepenuhnya, jadi aku menolak godaan untuk kembali kerumah secepatnya dan akhirnya masuk kedalam hutan.
Sebagai catatan, ujung-ujung dari setiap lantai di Aincrad biasanya terbuka lebar langsung ke langit, kecuali bagian tiang penahannya. Pohon-pohon menjadi berwarna merah api karena terkena cahaya yang masuk melalui celah tersebut. Kabut yang mengalir diantara cahaya matahari memantulkan cahaya dengan indahnya. Suara kicauan burung, yang sering terdengar disiang hari, menjadi sulit terdengar, karena suara batang pohon yang bergoyang-goyang karena tertiup angin yang kencang.
Aku tahu dengan jelas kalau aku bisa bertarung dengan monster di area ini meskipun aku mengantuk, tapi rasa takut yang datang bersamaan dengan kegelapan susah dihindari. Sebuah perasaan yang mirip dengan ketika aku tersesat dan tidak bisa pulang waktu kecil menyelimutiku.
Tapi aku membenci perasaan ini. Aku kadang-kadang melupakan rasa takut ini ketika aku masih di dunia nyata. Rasa kesepian yang kau dapatkan ketika kau berkelana sendirian di tempat asing tanpa seorangpun yang terlihat seberapa keras pun kau mencoba melihat.
Ketika aku sedang terpaku mengenang masa lalu, sebuah teriakan yang belum pernah kudengar sebelumnya memasuki telingaku.
Itu terdengar hanya sesaat, keras dan jelas seperti suara sebuah peluit. Aku menghentikan langkahku dan mencari dengan seksama ke arah suaranya berasal. Jika kau mendengar atau melihat sesuatu yang kau tidak pernah alami sebelumnya di dunia ini, itu bisa saja berarti kalau kau sangat beruntung atau bisa juga sebaliknya.
Sebagai seorang solo player, aku melatih skill Scan for Enemy-ku. Skill ini mencegah serangan tiba-tiba dan ketika aku sudah ahli menggunakannya, itu akan memberikan kemampuan tambahan pada si pemain untuk bisa mendeteksi monster yang sedang bersembunyi. Dengan itu, aku bisa melihat seekor monster bersembunyi diantara batang pohon di jarak sepuluh meter dariku.
Monster itu tidak terlalu besar. Monster itu mempunyai bulu hijau untuk berkamuflase diantara dedaunan dan mempunyai telinga lebih panjang dibandingkan tubuhnya. Ketika aku berkonsentrasi kearahnya, secara otomatis monster itu menjadi targetku dan sebuah kursor berwarna kuning muncul bersamaan dengan namanya.
Aku menahan napas saat aku melihat namanya : Ragout Rabbit. Itu cukup langka hingga bisa mendapat gelar "super".
Itu pertama kalinya aku melihat yang asli. Kelinci yang hidup di batang pohon itu tidak begitu kuat, juga tidak memberimu banyak experience points, tapi –
Aku diam-diam mengambil sebuah throwing pick kecil dari sabuk ku. Knife Throwing Skill-ku tidak begitu tinggi. Aku hanya memilihnya sebagai cabang di skill tree-ku pada suatu saat. Tapi, kudengar kalau Ragout Rabbit adalah monster tercepat dari seluruh monster yang diketahui saat ini, jadi aku tidak terlalu percaya diri untuk menangkapnya dengan pedangku.
Aku punya satu kesempatan untuk menyerang sebelum musuh menyadari keberadaanku. Aku mengangkat pick tadi, berdoa, dan bergerak mengikuti posisi gerak awal skill Single Shot.
Yah, sekecil apapun skill ku, tanganku dibantu oleh dexterity-ku yang tinggi dan melempar pick nya dengan gerakan agak terlihat kabur. Pick nya berkilau sekali dan menghilang dibalik pepohonan. Segera setelah aku menyerang, kursor kuning yang tadinya menunjukkan lokasi Ragout Rabbit berada, berubah menjadi merah dan muncul HP bar dibawahnya.
Sebuah teriakan kencang terdengar dari arah pick-ku terlempar. HP bar nya semakin mengecil dan kemudian mencapai 0. Terdengar suara polygon pecah yang tak asing lagi.
Aku mengepalkan tangan kiriku. Aku mengangkat tangan kananku dan membuka main menu. Aku membuka inventory dengan cepat, dan benda itu ada di bagian teratas dari item list baru yang kudapat : Ragout Rabbit's meat. Itu adalah rare item yang bisa dijual ke player lain dengan harga minimal seratus ribu Coll. Uang sebanyak itu cukup untuk membuat satu full set dari armor terbaik dan masih ada sisa kembaliannya.
Alasan kenapa benda ini sangat mahal simpel saja, karena benda ini adalah bahan makanan yang paling enak dibandingkan bahan makanan lainnya di game ini.
Selama beberapa waktu aku melihat kearah nama item itu dan berpikir apa yang harus kulakukan. Kemungkinanku mendapat bahan seperti ini lagi sangat rendah. Sejujurnya, aku sangat ingin memakannya. Tapi semakin tinggi peringkat bahannya, semakin tinggi pula skill yang dibutuhkan untuk memasaknya. Jadi aku harus menemukan orang yang sudah menguasai skill memasak sepenuhnya untuk memasak untukku.
Tapi aku tidak tahu satupun. Yah, aku tahu beberapa, tapi mencari merekalah yang membuatku repot. Selain itu, sudah waktunya aku membeli satu set equipment baru. Jadi, aku memutuskan untuk menjualnya.
Aku menutup window nya untuk menyingkirkan semua rasa menyesal, dan men-scan area di sekitar dengan skill-ku. Kemungkinan bandit muncul di garis depan sangat tipis, tapi kau tidak akan pernah terlalu berhati-hati ketika kau mempunyai sebuah benda S-class.
:::Sword Art Online:::
Aku muncul di Teleport Gate yang berada ditengah Algade.
Dibagian tengah dari plaza yang melingkar, sebuah gerbang yang terbuat dari logam yang berdiri setinggi lima meter lebih. Didalamnya, udara seperti berputar-putar seperti sebuah pusaran dan orang-orang yang teleport keluar masuk.
Empat jalan utama membentang di keempat arah dari plaza, dan disisi dari semua jalan itu, banyak toko-toko kecil yang berdiri. Player-player yang pulang setelah seharian menjelajah berbincang-bincang di depan toko makanan atau minuman.
Berpikir untuk menjual itemnya sebelum kembali kerumah, aku berjalan ke sebuah toko. Jika aku berjalan mengikuti jalur menuju ke barat dari Central Plaza, aku akan sampai ke toko itu setelah melewati keramaian. Didalamnya, sangat sempit sehingga meski hanya ada 5 player saja terasa sempit disini, dan ada banyak papan toko seperti : Peralatan, Senjata, dan bahan makanan yang bertumpuk disini.
Si pemilik toko sedang sibuk melakukan tawar menawar.
Ada 2 cara untuk menjual item. Yang pertama adalah dengan menjualnya ke NPC atau karakter yang digerakkan oleh sistem. Cara ini tidak mempunyai resiko ditipu tetapi harganya selalu sama. Untuk mengurangi peredaran uang berlebihan, harganya dibuat lebih rendah dibanding harga pasaran.
Yang kedua adalah dengan melakukan trade dengan player lain. Dengan cara ini, kau bisa menjual item-nya dengan harga tinggi jika kau menawar dengan baik, dan perselisihan antara player setelah trade selesai sudah biasa terjadi.
"Oke, setuju! 25 Dust Lizard's hide untuk lima ratus Coll!"
Pemilik toko yang sering ku datangi ini, Kangin, menepuk pundak orang yang sedang tawar-menawar dengannya, seorang spearman yang terlihat sangat lemah, dengan tangannya yang besar itu. Kemudian dia dengan cepat membuka trade window dan memasukkan jumlah uang di dalam trade list-nya.
Lawan transaksinya terlihat sedang berpikir, tapi ketika dia melihat wajah Kangin, yang terlihat seperti petarung kuat yang menakutkan –dan nyatanya, Kangin adalah salah satu warrior pengguna axe yang paling hebat dan seorang merchant handal– spearman yang terlihat lemah itu buru-buru menaruh item-nya di trade list dan menekan OK.
"Terima kasih banyak! Silahkan datang kembali lain waktu!"
Kangin menepuk pundak spearman itu sekali lagi dan tersenyum lebar. Dust Lizard's Hide bisa digunakan untuk membuat armor yang cukup bagus. Kupikir lima ratus Coll terlalu murah dilihat dari manapun. Tapi aku tetap diam dan melihat spearman itu pergi. Ambil ini sebagai pelajaran untuk tidak memperlihatkan kelemahan ketika sedang tawar menawar, aku berpikir seperti itu didalam kepalaku.
"Hey, Kangin hyung, kau melakukan bisnis seperti itu tanpa malu seperti biasanya."
Orang tinggi berbadan besar itu melihat kearahku dan tersenyum ketika aku berbicara begitu dibelakangnya.
"Hey, Kibum. Moto toko ku adalah untuk beli murah dan jual murah," dia berkata tanpa menunjukkan sedikitpun rasa menyesal.
"Yah, aku sedikit curiga dengan 'jual murah'nya tapi itu tidak penting. Aku ingin menjual sesuatu juga."
"Kau itu pelanggan, jadi aku tidak bisa menipumu. Yah, coba lihat…"
Sambil mengatakan itu, Kangin menjulurkan lebernya dan melihat ke trade window yang kutunjukkan.
Kedua matanya yang berada dibawah alis tebalnya membesar ketika dia melihat kearah trade window.
"Wow, itukan S-rank rare item. Ragout Rabbit's meat, ini pertama kalinya aku melihatnya… Kibum kau tidak semiskin itu 'kan? Apakah kau tidak berpikir sedikitpun untuk memakannya?"
"Tentu saja aku berpikir begitu. Sulit sekali menemukan benda seperti ini untuk kedua kalinya… Tapi agak susah untuk menemukan orang yang bisa memasak bahan seperti ini…"
Lalu dari belakang, seseorang menepuk bahuku. "Kibummie…"
Itu adalah suara perempuan. Tidak begitu banyak player perempuan yang tahu namaku. Yah, sebenarnya, dalam situasi seperti ini hanya ada satu orang. Aku menggenggam tangan yang berada di bahu kiriku dan berkata.
"Juru masak ketemu."
"A-Apa?"
Dengan tangannya di bahuku, orang itu bertanya dengan ekspresi curiga di wajahnya.
Di wajah kecilnya, yang dikelilingi dengan rambut lurus panjang yang berwarna cokelat madu terdapat dua mata yang berwarna kecokelatan yang bersinar-sinar. Tubuh langsingnya yang ditutupi dengan sebuah combat uniform yang berwarnya merah dan putih, dan ada sebuah rapier yang berwarna perak di dalam sarung pedangnya.
Namanya adalah Kyuhyun. Dia sangat terkenal hingga hampir semua orang di SAO mengenalnya.
Ada banyak alasan kenapa dia terkenal, tapi salah satunya adalah karena dia adalah salah satu dari sedikit player perempuan, dan dia adalah pemilik wajah yang tidak kekurangan apapun, alias dia sangat cantik.
Alasan lainnya adalah karena dia merupakan anggota guild Knights of the Blood. Anggota-anggotanya disebut KoB dengan menggunkaan inisial dari Knights of the Blood, dan, semua guild, mengakui kalau mereka adalah guild terkuat.
Guild itu tidak terlalu besar dan hanya terdiri dari tiga puluh player, tapi mereka semua berlevel tinggi dan petarung berpengalaman, dengan ketua guild-nya yang merupakan player terkuat dan hampir menjadi legenda di SAO. Selain itu, dibandingkan dengan penampilannya yang lemah, Kyuhyun adalah seorang wakil ketua. Kemampuan berpedangnya sangat hebat hingga mendapat gelar Flash.
Karena dia adalah seorang petarung tingkat tinggi, seharusnya tidak ada begitu banyak orang yang akan menantangnya secara langsung. Tapi guild-nya sepertinya mau menunjukkan kalau mereka akan melindunginya, dia sering diikuti oleh dua pengawal atau lebih. Bahkan sekarang ada dua orang pria beberapa langkah di belakangnya yang menggunakan equipment dengan equipment armor logam dan seragam KoB. Salah satu diantara mereka, memelototiku yang sedang memegang tangan Kyuhyun.
Aku melepaskan tangan Kyuhyun dan berkata.
"Ada apa, Kyu? Tumben kau datang ke tempat yang penuh sampah seperti ini."
Wajah dari pria berambut ekor kuda dan di pemilik toko mengerut kesal; yang satu karena aku tidak memanggil Kyuhyun dengan gelarnya dan yang satunya karena aku menyebut tokonya penuh dengan sampah. Tapi si pemilik toko…
"Lama tidak bertemu, Kangin oppa."
… tersenyum gembira setelah mendengar sapaan dari Kyuhyun.
Kyuhyun melihat kembali kearahku dan mem-pout-kan bibirnya sambil terlihat tidak puas.
"Apa-apaan sih? Susah payah aku mencarimu kesini untuk melihat apakah kau masih hidup untuk melawan boss yang akan segera ditemukan."
"Kau sudah mendaftarkanku sebagai teman jadi kau bisa tahu hanya dengan melihatnya. Lagipula alasan kau bisa menemukanku karena kau menggunakan friend trace dipetamu."
Kyuhyun memalingkan kepalanya kesamping setelah mendengar jawabanku.
Selain sebagai wakil ketua, dia juga berada di garis depan untuk menyelesaikan game. Pekerjaan itu termasuk mencari solo player yang menyendiri sepertiku dan membentuk sebuah party untuk melawan boss. Tapi meski begitu, dia benar-benar mendatangiku, seberapa tekunnya seseorang seharusnya masih ada batasnya.
Melihat ekspresiku yang setengah lelah setengah heran, Kyuhyun menaruh tangannya dipinggangnya sebelum berbicara dengan gaya seperti menaikkan dagunya.
"Yah, kau masih hidup dan itulah yang penting. Se-selain itu, apa yang kau maksud? Kau bilang sesuatu tentang juru masak atau sejenisnya."
"Oh, benar, benar. Berapa tinggi teknik memasakmu sekarang?"
Yang kutahu, Kyuhyun memang rajin menaikkan skill memasaknya ketika dia punya waktu senggang diantara latihan skill pedangnya. Dia menjawab pertanyaanku dengan sebuah senyum bangga.
"Dengar dan terkejutlah! Aku sudah Mastered skill itu minggu lalu."
"Apa!?"
Dia itu… bodoh.
Aku berpikir seperti itu. tentu saja aku tidak mengatakannya keras-keras.
Melatih skill itu sangat-sangat membosankan dan menghabiskan waktu, dan hanya bisa Mastered setelah menaikkan level mereka sebanyak 1000 kali. Sebagai catatan, level tidak ada hubungannya dengan skill dan naik setelah mendapat cukup experience point. Hal-hal yang naik bersama dengan level adalah HP, strength, status seperti dexterity, dan jumlah dari Skill Slots yang menentukan berapa banyak skill yang bisa kau kuasai.
Sekarang aku punya 12 slot, tapi yang sudah kusempurnakan hanyalah skill one-handed straight sword, scan for enemy, dan weapon guard. Itu berarti perempuan ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk skill yang tidak akan membantu didalam pertarungan.
"…Yah, ada sesuatu yang aku ingin minta tolong untuk kau lakukan dengan skill itu."
Aku membuat window-ku menjadi terlihat untuk semua orang supaya dia bisa melihatnya. Kyuhyun melihatnya dengan curiga, dan kemudian matanya terbuka lebar saat dia melihat nama item itu.
"Uwaaa! Itu… itu kan bahan makanan rangking S!?"
"Jika kau memasakkannya, aku akan memberimu satu gigitan."
Bahkan sebelum aku berhenti berbicara, Kyuhyun si Flash menggenggam kerah leherku. Lalu dia mendekatkan wajahnya hingga tersisa beberapa sentimeter jarak wajahnya dari mukaku.
"Berikan. Aku. Setengah."
Detak jantungku berhenti seketika karena kaget dan aku mengangguk tanpa berpikir. Ketika aku sadar itu sudah terlambat, dan dia melambaikan tangannya kegirangan. Yah, anggap saja aku beruntung karena aku bisa melihat wajah cantik itu dari dekat. Begitulah aku meyakinkan diriku sendiri.
Aku menutup window-nya dan berbicara sambil melihat kearah wajah Kangin.
"Maaf Kangin hyung. Trade-nya batal."
"Tidak. Itu tidak apa-apa… Hey, kita teman, 'kan? Eh? Bisakah kau membiarkanku mencobanya juga…?"
"Aku akan memberikanmu esai delapan ratus kata tentangnya."
"Ja-jangan begitu!"
Ketika aku dengan dinginnya memalingkan wajahku darinya, dia memanggilku dengan suara yang terdengar seperti kalau dunia akan berakhir. Ketika aku akan berjalan pergi, Kyuhyun menarik lengan baju jaketku.
"Memasaknya gampang saja, tapi dimana kita akan melakukannya?"
"Ah…"
Jika kau ingin memasak, maka kau memerlukan beberapa alat memasak seperti kompor dan oven, begitu juga dengan bahan makanannya. Bukannya di rumahku tidak ada alat-alat seperti itu, tapi aku tidak bisa mengundang wakil ketua KoB ke tempat yang berantakan seperti itu.
Kyuhyun melihat kearahku dengan wajah tidak percaya.
"Yah, rumahmu pasti tidak mempunyai alat yang dibutuhkan. Tapi aku bisa memasakkannya dirumahku sekali ini saja."
Dia berkata sesuatu yang mengejutkanku dengan suara yang tenang.
Kyuhyun mengabaikanku yang berdiri kaku disana seperti aku sedang lag ketika otakku memproses apa yang dikatakannya, dan berbalik menghadap ke pengawalnya lalu berbicara.
"Aku akan teleport ke Salemburg, jadi kalian boleh pergi. Terima kasih atas kerja keras kalian."
"N-nona Kyuhyun! datang ke perkampungan kumuh saja sudah cukup buruk, tapi kau juga mengundang seseorang yang mencurigakan seperti dia kerumahmu. A-apa yang kau pikirkan!?"
Aku tidak percaya apa yang baru saja kudengar. Dia bilang 'Nona'. Dia pasti salah satu orang yang memuja-muja Kyuhyun. Ketika aku melihat Kyuhyun dengan pikiran seperti itu, orang yang baru saja dibicarakan terlihat jengkel.
"Oke, kau mungkin bisa menyebutnya mencurigakan, tapi kemampuannya tidak bisa dipertanyakan. Dia mungkin sekarang sepuluh level diatasmu, Moonbin."
"A-apa yang kau katakan nona Kyuhyun? Apa kau mau mengatakan kalau aku tidak setara dengan orang sepertinya…!"
Suara pria itu terdengar hingga keluar gang. Dia memelototiku dengan matanya yang sipit. Lalu wajahnya memucat seperti dia telah menyadari sesuatu.
"Benar… kau, kau pasti seorang Beater!"
Beater adalah kata gabungan dari Beta Tester dan Cheater. Itu adalah kata yang ditujukan untuk orang yang menggunakan cara yang tidak adil dan juga kata untuk mengutuk atau mengejek yang ada di SAO. Itu adalah kata yang sering kudengar. Tapi berapa kalipun mendengarnya, kata itu masih saja menyakiti hatiku. Wajah dari orang yang pertama kali mengatakannya padaku, orang yang dulu adalah temanku, tiba-tiba muncul di dalam kepalaku.
"Ya. Kau benar."
Ketika aku mengakuinya dengan wajah tanpa ekspresi, pria itu mulai berbicara tanpa henti.
"Nona Kyuhyun, orang-orang seperti itu tidak peduli apapun selama mereka baik-baik saja! Tidak ada untungnya berteman dengan orang-orang seperti itu!"
Kyuhyun, yang dari tadi tenang, tiba-tiba mengernyitkan alis matanya karena jengkel. Tiba-tiba muncul kerumunan dan kata-kata seperti 'KoB' dan 'Kyuhyun' dapat terdengar disana-sini.
Kyuhyun melihat sekeliling dan mengatakan kepada pria yang terus menerus berbicara tadi.
"Pergilah kau dari sini sekarang juga. Itu perintah."
Dia berkata dengan kasar dan menarik ikat pinggangku dengan tangan kirinya. Lalu dia mulai berjalan menuju gerbang plaza sambil menarikku.
"Err…hey! Apakah boleh meninggalkan mereka seperti itu?"
"Tidak apa-apa!"
Yah, aku tidak punya alasan untuk komplain. Kami keluar dari kerumunan meninggalkan dua pengawal tadi dan Kangin yang masih kecewa. Ketika aku mengintip kebelakang, ekspresi jengkel pria yang bernama Moonbin menyangkut di pandanganku seperti terfoto.
:::Sword Art Online:::
Salemburg adalah kota yang mirip dengan kastil dengan pemandangan indah yang terletak di lantai 61.
Kota Salemburg tidak terlalu besar. Tapi kota dengan kastil yang berada ditengahnya itu terbuat dari bati granit putih, dan diwarnai dengan warna hijau yang kontras. Ada lumayan banyak toko disini jadi ada banyak player yang ingin menjadikan kota ini sebagai rumah mereka. Tapi karena rumah-rumah disini sangatlah mahal –harganya mungkin setidaknya tiga kali lebih mahal di bandingkan harga rumah di Algade– hampir mustahil untuk membelinya kecuali sudah berlevel tinggi.
Ketika Kyuhyun dan aku sampai di teleport gate Salemburg, mataharinya hampir terbenam, dan sinar terakhir dari matahari yang berwarna ungu tua menyinari jalanan.
Teleport gate-nya terletak di plaza di depan kastil dan jalan utama, yang menuju keutara, melewati kota dengan dikelilingi oleh lampu-lampu dijalan. Toko dan rumah berbaris dengan rapi di kedua sisi jalan, dan bahkan NPC disini berjalan berkeliling dengan pakaian yang terlihat bagus. Aku merentangkan tanganku dan menarik napas yang dalam, bahkan udara disini berbeda dari udara di Algade.
"Hmmm. Tempat ini luas dan hanya sedikit orang. Aku suka dengan tempat yang luas seperti ini."
"Kalau begitu kenapa kau tidak pindah?"
"Aku tidak punya uang yang cukup," Aku menjawab sambil menaikkan bahuku, sebelum memperbaiki ekspresiku dan bertanya dengan ragu-ragu.
"…omong-omong, apa tidak apa-apa? Tadi…"
"…"
Seperti menyadari apa yang ingin aku katakan, Kyuhyun berputar dengan kepalanya yang menghadap kebawah dan menjejakkan ujung sepatunya kelantai.
"…memang benar kalau ada beberapa hal buruk yang terjadi ketika aku sendirian. Tapi, menempatkan pengawal untukku, itu terlalu berlebihan, 'kan? Aku sudah bilang kalau aku tidak membutuhkan mereka tapi… Para anggota mengatakan kalau itu adalah kewajiban guild."
Dia berbicara lagi dengan suara pelan.
"Dulu, guild-nya masih kecil dengan pemimpinnya mengundang orang secara langsung dengan berbicara dengan mereka. Tapi ketika jumlah anggotanya bertambah dan mulai berubah… ketika guild ini mulai di sebut sebagai guild terkuat atau sejenisnya, ada sesuatu yang menjadi sedikit aneh."
Dia berhenti berbicara dan berputar sedikit. Matanya terlihat seperti dia ingin bergantung padaku dan aku tanpa sadar berhenti bernapas.
Aku harus mengatakan sesuatu. Aku berpikir begitu, tapi apa yang bisa dikatakan oleh seorang solo player egois sepertiku? Aku hanya dia tanpa berbicara selama beberapa detik.
Yang pertama mengalihkan pandangan adalah Kyuhyun. dia memandangi danau yang bermandikan cahaya remang dan berkata sesuatu seperti untuk menghilangkan kekakuan.
"Yah, itu tidak terlalu penting jadi kau tidak perlu khawatir! Ayo, jika kita tidak buru-buru pergi, mataharinya akan segera terbenam."
Kyuhyun berjalan duluan dan aku mengikutinya. Kami berjalan melewati beberapa player tapi tidak ada satupun dari mereka yang melihat ke arahnya.
Aku hanya tinggal disini selama beberapa hari ketika lantai ini masih menjadi garis depan, jadi aku tidak terlalu memperhatikan sekeliling. Ketika aku melihat kearah pahatan indah yang memenuhi kota, aku berpikir kalau tinggal di kota seperti ini untuk beberapa waktu tidaklah buruk. Tapi kemudian aku mengubah pikiranku dan memutuskan kalau lebih baik jika aku hanya datang kesini beberapa waktu sekali untuk melihat-lihat.
Rumah yang ditinggali Kyuhyun adalah rumah bertingkat tiga yang kecil tapi indah yang bisa ditemukan dengan berjalan kearah timur dari area pusat kota selama beberapa menit. Tentu saja itu adalah pertama kalinya aku kesini. Sekarang jika dipikir-pikir, aku hanya berbicara dengan dia ketika dalam rapat boss fight; dan kami bahkan tidak pernah bersama-sama makan di restoran NPC sebelumnya. Ketika aku sadar akan hal ini, aku berhenti tepat di depan pintudan bertanya.
"Apakah ini… boleh? Kau tahu…"
"Apa? Ini kan sesuatu yang aku katakan sendiri, dan tidak ada tempat lain yang lebih cocok untuk memasak, jadi tidak ada pilihan lain."
Kyuhyun membalikkan kepalanya dan naik ke tangga. Setelah menguatkan tekad, aku mengikutinya.
"Maaf mengganggu."
Aku membuka pintu lalu berdiri disana tanpa bisa berbicara.
Aku tidak pernah melihat rumah yang serapi ini sebelumnya. Ruang makan yang lebar dan dapur yang berada di sampingnya mempunyai furniture yang terbuat dari kayu yang berwarna cerah, dan di dekorasi dengan kain hijau tua. Itu semua mungkin adalah item buatan player yang mempunyai kualitas tinggi.
Tapi ruangannya tidak di dekorasi dengan berlebihan, ataupun membuatmu merasa tidak nyaman. Ini sangat berbeda dibandingkan rumahku. Hahaha…
"Erm… berapa uang yang kau keluarkan untuk membeli semua ini?"
Mendengarkan pertanyaan matrealistisku…
"Hmm, rumah sekaligus furniture-nya, sekitar 4000k? Aku mau ganti baju, jadi duduklah dimanapun kau mau."
Dia menjawabnya dengan ringan dan menghilang dibalik pintu. 4000k berarti 4 juta Coll. Aku tinggal di garis depan, jadi aku bisa menabung sebanyak itu jika aku mencobanya. Tapi aku selalu menghabiskannya untuk membeli item aneh atau pedang yang menarik perhatianku, jadi aku tidak pernah menabung.
Kyuhyun muncul setelah beberapa saat, mengganti seluruh pakaiannya menjadi baju putih yang simpel dan rok pendek. Yah, kubilang mengganti pakaian, tapi dia tidak benar-benar melepas dan memakai bajunya sendiri. Yang perlu dilakukan adalah menggerakkan jarimu di stats window. Tapi ada beberapa detik dimana player hanya akan mengenakan pakaian dalam mereka. Jadi, kecuali mereka adalah pria yang sangat tidak tahu malu, kebanyakan player, terutama perempuan, tidak mengganti baju di depan orang lain. Tubuh ini memang mungkin hanya kumpulan data yang dibentuk menjadi 3D, tapi pikiran seperti itu hilang setelah dua tahun berlalu, dan searang ini di depan mataku ada tangan dan kaki Kyuhyun yang tidak di tutupi apa pun.
Kyuhyun, tidak sadar akan apa yang kupikirkan, melemparkan pandangan tajam kearahku dan berkata.
"Apa kau berencana untuk tetap berpakaian seperti itu?"
Aku lantas membuka menu screen-ku dan melepas jaket dan pedangku. Setelah melakukannya, aku mengeluarkan Ragout Rabbit's Meat dan menaruhnya kedalam mangkuk keramik diatas meja didepanku.
"Jadi ini bahan makanan rangking S yang legendaris… Lalu, apa yang harus kubuat?"
"Rekomendasi juru masak."
"Oh…? Kalau begitu, aku akan membuat stew."
Kyuhyun menuju keruang sebelah; aku mengikutinya.
Dapurnya luas, dan berbagai alat memasak yang terletak disamping oven terlihat agak mahal. Kyuhyun mengklik dua kali di permukaan oven, mengatur waktu di pop up window yang muncul, dan mengeluarkan panci logam dari lemari. Dia menaruh daging mentah, memasukkan beberapa herba, dan menuangkan air kedalamnya sebelum menutup pancinya.
"Jika ini memasak sungguhan, akan perlu membuat beberapa persiapan terlebih dahulu. tapi memasak di SAO sangat singkat, jadi tidak begitu menyenangkan."
Dia menaruh pancinya didalam oven dan menekan tombol "start" di menu sambil menggerutu. Bahkan sambil menunggu selama 300 detik, dia membuat berbagai macam makanan lainnya dengan cepat.
Hanya dalam lima menit, mejanya sudah penuh dengan makanan dan Kyuhyun dan aku duduk berhadapan di depan meja. Stew yang berwarna cokelat itu terlihat sangat enak di depan mataku.
Kami mengangkat sendok bersamaan, dan merasa kalau waktu berkata "selamat makan" bahkan terlalu panjang. Lalu kami memakan sesendok penuh makanan terbaik yang pernah ada di SAO. Aku merasakan panas dan rasanya didalam mulutku ketika aku menggigit dagingnya, dan cairan didalamnya meleleh dimulutku.
Makan di SAO tidak memperhitungkan perasaan dari menggigit makanannya. Melainkan menggunakan Taste Reproduction Engine yang dibuat oleh Agas dan para programmer pendesain yang bekerja sama.
Sinyal itu mengirimkan sensasi makan yang telah deprogram dari berbagai makanan dan bisa membuat penggunanya merasa seperti mereka benar-benar memakan sesuatu. Itu sebenarnya dibuat untuk orang-orang yang sedang diet atau butuh membatasi jumlah makanan yang mereka makan, jadi Nerve Gear mengirimkan sinyal palsu ke bagian dari otak yang merespon panas, rasa dan bau untuk membuat perasaan itu. Dengan kata lain, tubuh asli kami tidak benar-benar makan sesuatu sekarang ini dan yang sebenarnya terjadi adalah programnya mengirimkan sinyal secara acak untuk merangsang otak kami.
Akhirnya, setelah kami memakan habis semua makanan kami –dan membiarkan piring dan panci kosong didepannya, Kyuhyun menghela napasnya.
"Ah… Senangnya aku masih hidup hingga sekarang…"
Kyuhyun yang duduk didepanku dengan segelas teh yang dipegang di kedua tangannya, memecah keheningan yang ada sejak setelah makan.
"Entah kenapa ini terasa aneh… Bagaimana mengatakannya ya, aku merasa seperti kalau aku lahir di dunia ini dan telah hidup disini hingga sekarang atau seperti itulah."
"… Aku juga. akhir-akhir ini ada hari-hari dimana aku tidak memikirkan sama sekali tentang dunia yang satu lagi. Bukan hanya aku saja… sekarang ini tidak banyak orang yang masih terobsesi untuk 'clearing' atau 'keluar' dari SAO."
"Kecepatan menjelajah lantai juga semakin berkurang. Sekarang hanya ada sekitar lima ratus player di garis depan. Itu bukan karena bahayanya, tapi… semua orang, telah terbiasa dengan dunia ini…"
Aku memandangi wajah Kyuhyun yang disinari oleh lampu oranye.
Wajah itu tentu saja bukan wajah manusia asli. Kulit yang halus dan rambut yang mengkilap, itu terlalu cantik untuk dimiliki oleh makhluk hidup. Tapi bagiku, wajah itu tidak lagi terlihat seperti dibuat oleh kumpulan polygon. Sekarang aku bisa menerima hal itu apa adanya. Jika aku kembali kedunia nyata dan melihat orang asli, aku mungkin akan merasa aneh.
Apa aku benar-benar berpikir kalau aku ingin kembali… ke dunia itu…?
Aku dibingungkan dengan pikiran yang muncul tiba-tiba. Aku selalu bangun pagi-pagi dan mencari experience point sambil memetakan labyrinth. Apa ini karena aku ingin keluar dari game ini?
Dulu aku memang memiliki keinginan seperti itu. aku ingin keluar secepat mungkin dari death game yang kau tidak tahu kapan kau akan mati ini. Tapi sekarang aku telah terbiasa dengan game ini –
"Tapi aku ingin kembali."
Kyuhyun berkata dengan suara yang jelas seperti dia telah melihat kebingunganku. Aku segera mengangkat kepalaku.
Kyuhyun tersenyum padaku karena suatu alasan dan meneruskan.
"Karena, ada begitu banyak hal yang masih belum kulakukan."
Aku mengangguk dengan keinginanku sendiri mendengar kata-katanya.
"Ya, kupikir kita harus melakukan yang terbaik yang kita bisa. Aku tidak mungkin bisa memandang kearah wajah para technician yang mendukung kita jika aku tidak melakukannya…"
Aku meminum teh lagi, seakan untuk menghilangkan kebingunganku. Lantai teratas masih sangat jauh. Jadi masih belum terlambat untuk memikirkan hal ini.
Merasa sedikit tenang, aku melihat kearah Kyuhyun sambil memikirkan kata-kata yang tepat untuk mengucapkan terimakasih. Lalu wajah Kyuhyun memerah dan sambil melampaikan tangannya dia berkata.
"J-J, Jangan."
"Apa?"
"Beberapa player pria melamarku ketika mereka menunjukkan ekspresi seperti itu diwajah mereka."
"What!?"
Meski aku telah menguasai skill bertarungku, aku tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya, karena ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan skill bertarungku, jadi aku hanya bisa membuka dan menutup mulutku tanpa bisa membalas perkataannya.
Kyuhyun melihat kearahku dan tertawa. Aku pasti terlihat agak aneh sekarang.
"Jadi apa tidak ada orang yang dekat denganmu?"
"Memangnya kenapa? Yah, itu tidak apa-apa, lagian aku 'kan seorang solo."
"Yah, karena kau memainkan MMORPG seharusnya kau berteman dengan beberapa orang."
Kyuhyun menghilangkan senyumannya dan bertanya, seperti dia tiba-tiba menjadi seperti seorang guru atau seorang kakak perempuan.
"Apa kau tidak pernah berpikir untuk bergabung dengan sebuah guild?"
"Eh…"
"Aku mengerti kalau seorang beta tester sepertimu tidak terbiasa berkelompok, tapi…"
Ekspresinya menjadi semakin serius.
"Setelah lantai tujuh puluhan, kupikir semakin banyak jenis monster yang muncul secara acak."
Aku juga menyadarinya. Apakah programmer-nya berencana untuk membuat taktik CPU-nya semakin sulit dibaca, ataukah itu adalah hasil dari programnya yang benar-benar belajar dengan sendirinya? Jika yang terakhir benar, maka ini akan menjadi semakin susah.
"Jika kau seorang solo, akan semakin susah untuk mengatasi situasi tak terduga. Kau tidak selalu bisa kabur. Akan lebih aman jika kau bersama dengan sebuah grup."
"Aku punya cukup banyak jaringan pengaman. Terimakasih atas saranmu, tapi… kalau guild, itu…"
Akan lebih baik jika aku berhenti disitu, tapi aku malah meneruskannya.
"Anggota grup lebih sering membebaniku daripada menolong."
"Oh, benarkah?"
Flash, sebuah garis perak terlihat memotong udara di depanku, dan ketika aku menyadarinya, pisau Kyuhyun sudah berada tepat di depan hidungku. Itu adalah skill dasar rapier yang bernama, Linear. Yah, kubilang sih dasar, tapi karena dexterity Kyuhyun yang sangat besar, kecepatannya sangat menakutkan. Sejujurnya, aku bahkan tidak bisa melihat jejak senjatanya.
Dengan senyuman terpaksa, aku mengangkat tanganku menyerah.
"…Baiklah, kau pengecualian."
"Hmm."
Dia menarik pisaunya dengan ekspresi bosan dan memutarkannya dengan jarinya sambil mengatakan sesuatu yang tidak bisa kuduga.
"Kalau begitu party-lah denganku. Sebagai ketua party untuk melawan boss, aku akan melihat apakah kau sekuat yang dikatakan oleh rumor. Aku telah menunjukkanmu kalau aku cukup kuat. Selain itu, warna keberuntungan minggu ini adalah hitam."
"Tapi… jika kau melakukan itu, bagaimana dengan guild-mu?"
"Guild kami tidak memiliki level quota."
"Kalau begitu, bagaimana dengan pengawal-pengawalmu?"
"Aku akan meninggalkan mereka."
Aku mengangkat gelas tehku kemulutku untu menambah sedikit waktu untuk berpikir tapi akhirnya aku sadar kalau gelasku sudah kosong. Kyuhyun mengambilnya dari tanganku dengan ekspresi puas diwajahnya dan mengisinya kembali dengan cairan panas dari dalam teko.
Sebenarnya –itu adalah tawaran yang menarik. Hampir semua pria ingin membuat party dengan seseorang yang dikatakan sebagai gadis tercantik di Aincrad. Tapi karena itulah, aku terus menanyakan kepada diriku sendiri kenapa orang terkenal seperti Kyuhyun mau membuat party denganku.
Mungkin karena dia megasihaniku karena aku adalah seorang player solo yang menyendiri? Sesuatu yang kukatakan tanpa sadar karena kepalaku di penuhi oleh pikiran negatif seperti tu hampir saja membuat hidupku berakhir.
"Garis depan sangat berbahaya."
Kyuhyun mengangkat pisaunya yang terlihat agak lebih mengkilap dari sebelumnya lagi. Aku mengangguk secepat yang ku bisa. Bahkan dengan keraguanku tentang mengapa dia memilihku yang tidak terlalu mencolok diantara orang-orang yang mencoba menyelesaikan game ini, aku mengatakan dengan penuh resolusi.
"Oke. Kalau begitu… Aku akan menunggu di depan gerbang lantai 74, besok pagi jam sembilan."
Kyuhyun menjawabnya dengan senyuman percaya diri sambil menurunkan tangannya.
Tidak tahu berapa lama aku bisa berada di rumah seorang perempuan tanpa melakukan hal yang tidak sopan, aku mengatakan ucapan perpisahan segera setelah kami selesai makan. Ketika Kyuhyun menemaniku ke pintu depan rumahnya, dia menganggukkan kepalanya sedikit dan berkata.
"Yah… Kupikir aku harus berterima kasih untuk hari ini. Makanannya sangat enak."
"Ah aku juga. Aku ingin minta tolong padamu lagi… tapi kupikir tidak semudah itu aku bisa mendapatkan bahan makanan seperti itu lagi."
"Oh, bahkan makanan biasa terasa berbeda jika kau cukup ahli."
Kyuhyun menjawab sebelum menengokkan kepalanya kearas untuk melihat langit. Langitnya sudah sepenuhnya diselimuti oleh kegelapan malam. Tapi, tentu saja kau tidak bisa melihat bintang. Ada besi dan batu berwarna gelap yang menutupinya seratus meter diatas udara. Aku mengarahkan kepalaku ke atas juga sambil berkata, "Situasi ini, dunia ini, apa ini yang mau di buat oleh Jung Yunho…?"
Yunho, yang pastinya sedang mengamati dunia ini sambil bersembunyi entah dimana, apa yang dapat dia pikirkan? Situasi damai ini yang datang setelah kekacauan yang penuh darah di awal, apakah dia puas ataukah dia kecewa? Tidak mungkin aku bisa tahu.
Ketika Kyuhyun berjalan mendekatiku dengan tenang, aku bisa merasakan sedikit kehangatan di tanganku. Apakah aku hanya membayangkannya, ataukah itu adalah hasil dari simulator yang sangat patuh ini?
6 November 2022 adalah hari dimulainya death game ini, dan sekarang sudah mendekati akhir dari Oktober 2024. Sekarang pun setelah hampir dua tahun, masih belum ada satupun pesan yang datang dari dunia luar, apalagi tanda-tanda pertolongan. Yang bisa kami lakukan adalah hidup dan berjalan, selangkah demi selangkah, menuju ke puncak.
Satu hari lagi terlewati di Aincrad ketika aku memikirkan hal ini. Kemana kami pergi, atau apa yang menunggu kami diakhir, itu semua hanyalah kumpulan hal yang masih belum kami ketahui. Jalan di depan masih panjang, dan cahayanya redup. Tapi, ada beberapa hal baik juga.
Ketika aku melihat kearah besi penutup diatas, aku membiarkan imaginasiku terbang menuju dunia asing yang masih belum kulihat.
:::Sword Art Online:::
.
.
.
To Be Continued…
Bonus : Characters of SAO
KIBUM
Umur : 18
Gender : Laki-laki
Level : 96
Senjata Utama : Elucidator (Pedang lurus satu tangan), Dark Repulser (Pedang lurus satu tangan)
Slot Skill : 12
Skill yang dipakai (Tingkat kemampuan di dalam kurung) :
Pedang satu tangan (1000)
Pedang ganda (1000)
Melempar pisau (967)
Menangkis (1000)
Penyembuhan saat bertarung (944)
Pencarian (1000)
Melacak (963)
Bersembunyi (1000)
Penglihatan malam (908)
Batas bobot tambahan (949)
Gerak cepat (870)
Memancing (604)
Pada usia enam belas, ketika masih menjadi siswa menengah atas tahun pertama, dia dipenjara di SAO. Dia sering bolos dari sekolah karena sangat kecanduan game. Jarang berbicara dengan keluarganya, dia menetapkan untuk terlibat dalam dunia maya, karena itu, dia adalah salah satu pemain pertama yang beradaptasi dengan Aincrad, yang telah berubah menjadi sebuah permainan kematian.
Namun, karena keikutsertaannya di game VR, dia memiliki kecepatan saraf reaksi yang tinggi, dan karena itu dia diberi bukti sebagai pahlawan, dengan skill [Pedang Ganda]. Dengan intuisinya yang baik, dia mungkin menyadari peran yang diberikan dengan cepat.
Dalam batas waktu itu, Kibum adalah orang yang bermaksud untuk memperkuat dirinya sendiri melalui bermain solo, tapi beralih ke gaya yang lebih cocok disebut kelompok pemain sebagai anggota kelompok penyerang. Akibatnya, dia memikul lebih banyak masalah, tetapi karena kesetiaan Kyuhyun dan Eunhyuk yang terus mendukungnya, pada akhirnya dia melakukan tugasnya sebagai pahlawan.
KYUHYUN
Umur : 18
Gender : Perempuan
Level : 94
Senjata Utama : Lambent Light (Rapier satu tangan)
Slot Skill : 11
Skill yang dipakai (Tingkat kemampuan di dalam kurung) :
Rapier satu tangan (1000)
Tombak pembunuh dua tangan (590)
Penggunaan peralatan logam ringan (1000)
Penggunaan peralatan logam berat ( 678)
Penyembuhan saat bertarung (877)
Menangkis (917)
Penyembuhan darurat (968)
Akrobatik (909)
Gerak cepat (852)
Memasak (1000)
Menjahit (211)
Diantara kelompok penyerang, Kyuhyun termasuk di antara sepuluh persen pemain yang berlevel tinggi, yang sebagian besar diduduki oleh beta tester. Namun, Kyuhyun tidak hanya kurang berpengalaman pada beta, dia bahkan tidak pernah menyentuh permainan VR atau MMORPG sebelum SAO.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa gadis ini, yang naik kejajaran pemain top dari seorang pemula benar-benar memiliki potensi tersembunyi terkuat di SAO.
Namun, itu hanya mungkin terjadi karena kecerdasan dan semangat Kyuhyun, dan saat refleks cepatnya memainkan peran, alasan terbesarnya adalah niat yang kuat untuk melindungi dan berdiri disamping Kibum, yang memiliki kebanggaan dalam kehebatan bertarungnya yang tangguh.
EUNHYUK
Umur : 22
Gender : Perempuan
Level : 88
Senjata Utama : Karakurenai (Katana)
Slot Skill : 11
Skill yang dipakai (Tingkat kemampuan di dalam kurung) :
Pedang melengkung satu tangan (957)
Katana (822)
Penggunaan peralatan logam ringan (913)
Penggunaan peralatan perisai ringan (861)
Penyembuhan saat bertarung (562)
Penyembuhan darurat (759)
Pencarian (710)
Pendengaran (594)
Batas bobot tambahan (685)
Semangat bertarung (712) (Skill kebencian)
Menjahit (366)
Guild 'Fuurinkazan' yang dipimpin oleh Eunhyuk adalah inti di antara beberapa kelompok penyerang, mereka memberikan kontribusi besar dengan suasana hati mereka yang penuh dengan ketenangan, yang membantu meringankan suasana tegang di barisan depan.
Dia memiliki sikap periang, tetapi tidak mudah untuk melihat ke bagian dalam lubuk hatinya. Ia terpesona oleh Kibum, yang keahlian bertarungnya membuatnya menonjol meskipun lebih muda, dan dia selalu ada untuk mendukung Kibum saat kondisi mentalnya tidak aman.
Dalam penyerbuan Aincrad, dia adalah pembuat riang suasana hati, dan tentu saja itu sangat diperlukan.
KANGIN
Umur : 25
Gender : Laki-laki
Level : 80
Senjata Utama : Ground Gorge (Kapak perang dua tangan)
Slot Skill : 10
Skill yang dipakai (Tingkat kemampuan di dalam kurung) :
Kapak perang dua tangan (875)
Pertarugan tangan kosong (726)
Menangkis (726)
Penggunaan peralatan Kulit (733)
Penilaian perlengkapan (930)
Penilaian alat (901)
Negosiasi pembelian (846)
Negosiasi penjualan (716)
Batas bobot tambahan (838)
Memasak (514)
Paket SAO Aincrad yang dijual di tempat lain selain di Korea Selatan, dan pengguna yang terhubung pada tanggal rilis telah menjadi "tahanan", sehingga pemain dari Negara lain memang ada tapi dalam minoritas kecil.
Kangin adalah salah satu dari mereka, tapi untungnya, bahasa Korea-nya yang fasih (Kangin berasal dari Jepang), tubuhnya yang berotot ternyata malah menjadi popular, dan dia menjalankan tokonya yang sama sekali tidak pernah kekurangan pelanggan.
Dia seperti dianggap sebagai pemilik aset kelas atas di antara semua pemain, namun ada rumor bahwa dia menginvestasikan keuntungan dari penjualan untuk meningkatkan kelompok penyerang.
Karena orang tersebut selalu diam, kebenaran di balik masalah ini masih belum jelas.
:::Sword Art Online:::
.
.
.
See you at next chapter ^^
P.S : Sebelumnya, Grey ingin memberitahukan bahwa FF ini adalah FF GS. Dan di chapter sebelumnya Grey lupa untuk merubah di bagian 'Warning' bahwa ff ini adalah ff GS. Grey minta maaf. Dan akan segera Grey perbaiki. ^-^
