Rate: T Genre: Shounen-ai,humor/comedy,romance
Warn: Author abal-abal,typo,bahasa acak adul,tidak ada kaidah EYD yg pasti~
SENPAI NOTICE ME!
'Ya tuhan selamatkanlah makhlukmu yang paling unyu ini'
.
.
.
.
.
"kita sampai Nagisa-kun" kata-kata dari Karma itu sukses membuat Nagisa beku ditempat dan berhenti mengeluarkan sumpah serapah dalam hati, 'mampus,ini kan ruang kesehatn nding,sepi lagi! Gurunya pada kemana ya tuhan!'
"S-senpai u-untuk apa kita ke-kesini"pertanyaan Nagisa itu justru membuat cengiran diwajah Karma bertambah lebar,yang pertamanya Devil sekarang jadi Devil++ *dibunuh Karma*.
"Kita akan menjalankan hukumanmu….." perkataannya sempat terhenti sebentar "disini"
DEG
'mapus aku,ya tuhan saya masih pengen punya pacar ya tuhan…kalo ntar di rape sama nih orang masa depan saya bakal jadi kayak gmn?' sementara Nagisa sibuk berdoa Karma sudah mempersempit jarak diantara mereka.
"Nagisa-kun,kau mau hukuman yang ringan atau yang berat?" karma mengatakannya dengan berbisik tepat di telinga Nagisa,hal itu membuat sang empunya telinga merinding gara-gara suara senpainya ini kelewat sexy-ehem- maksudnya serem
"R-ringan" Nagisa menggumam pelan,bahkan mungkin tidak terdengar oleh Karma
"Kau bilang apa? Aku tidak mendengarmu" Karma mengangkat dagu Nagisa dan mempersempit jarak diantara mereka
'Ma,Nagisa udah ga kuat ma,gaada kamera ya? Mau lambain tangan ke kamera aja ma ato gak terjun ke mulut titan dari fandom sebelah,nih orang bikin iman Nagisa goyah ma' Begitulah doa Nagisa *:doa apaan tuh:*
"a-aku bilang ya-yang ri-ringan senpai" Nagisa membuang pandangannya kearah lain,ga kuat dengan pesona senpainya ini 'katanya'
"hm..baiklah,padahal aku berharap kau memilih yang berat" Karma semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nagisa yang sedang komat-kamit baca mantra pengusir setan (*digiles Karma* dan…
CHU~
Ciuman pertama Nagisa selama 15 tahun hidupnya itu sukses besar membuat sang empunya bibir (Nagisa) nge-blush se jadi-jadinya,sementara yang mencuri ciuman pertama Nagisa justru makin memperdalam ciumannya
"nggh-" Karma memaksa Nagisa membuka mulutnya yang sedari tadi tetap ditutup rapat,akhirnya dia menggigit bibir bawah Nagisa yang membuat sang empunya bibir mengaduh dan membuka mulutnya,tidak mau melewatkan kesempatan Karma memasukkan lidahnya kedalam mulut Nagisa,dimulai dari mengabsen satu persatu giginya,lalu perang lidah yang tentunya didominasi oleh Karma mengingat Nagisa sudah benar-benar lemas dan pasrah karena hampir kehabisan udara
"ne, Nagisa-kun kau mau yang lebih dari ini?" Tanya Karma diantara ciuman ganas mereka *wih ganas nih ye :v*
Nagisa yang sudah malu setengah mati plus lemas hanya bisa pasrah menerima perlakuan sang senpai yang seenak jidat merubah orientasinya jadi 'belok'
Karma pun memulai serangan invasi jilid 2 (?) dia kembali mencium Nagisa bahkan lebih ganas dari sebelumnya tangannya iya gunakan untuk meraba-raba tubuh san Kouhai dimulai dari rahang,leher,bahu,sampai pada –ehem- harap reader pahami sendiri . setelah melepaskan ciumannya Karma turun ke leher Nagisa dan membuat err- cium,jilat,hisap,gigit untuk membuat sebuah kissmark disana
"ahnn- se-senpai hmpff—"
Karma kembali melanjutkan ciumannya dan tangannya kembali melakukan kegiatan tidak senonoh yaitu membuka kancing kemeja Nagisa satu persatu
SRETT
Suara pintu terbuka mambuat Karma menghentikan aksinya untuk melihat siapa yang berani-beraninya membuka pintu ruang kesehatan saat dia sedang panas-panasnya *yaiyalah orang itu ruang umum kok*
"K-KAU!?" keduanya sama-sama berteriak
.
.
.
.
"Bitch-sensei!?" Karma meneriakkan nama orang yang sudah mengganggu adegan panasnya dengan Nagisa *oh bitch sensei toh* sementara Nagisa sibuk membenarkan seragamnya yang sudah seperti anak yang habis diculik oleh om om pedo (?)
"Kepalaku pusing makanya aku pergi kesini,dan disini aku justru melihat adegan yang membuatku makin pusing" 'emang lu pikir lu kayak gmn guru kampret! Tuh baju liat dulu!'
"E-Er Irina-sensei a-aku permisi dulu!" Nagisa pamit pergi *sebenernya sih kabur dari senpainya sekaligus biar ga kena hukuman* 'untung tuh guru dating,gw selamet dari serangan setan fuh—'
"ya kembalilah ke kelas Nagisa-kun kau sudah terlambat masuk 15 menit" Irina-sensei menyuruh Nagisa pergi lalu menghampiri Karma yang masih setia berdiri ditempatnya
"Nah Karma-kun,apa yang kau lakukan bersama Nagisa-kun tadi?" Irina-sensei bertanya sambil berjalan mondar mandir didepan Karma
"Tch,bukankah kau tahu apa yang aku lakukan? Jangan pura-pura tidak tahu guru jalang" Karma menjawab dengan nada kesal 'tch,ga nama,ga sifat sama aja bitch' *:Karma diaa gurumu loh :v:*
"Hhh,baiklah,sekarang cepat kembali ke kelasmu Karma-kun aku akan memberitahukan hukuman untukmu dan Nagisa nanti" "Hm, satu lagi Karma-kun apa kau tidak takut Asano cemburu?"
"Ck,diam dan jangan sebut nama itu,aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengannya" Karma pun melangkah pergi dari ruang kesehatan
Sementara di dalam kelas 1-2….
"Nagisa-kun! Kau tadi diapakan oleh Karma-senpai?" 'diapakan endasmu,gw hamper aja di raep kalo aja Irina-sensei tadi ga dateng'
"Err- dia Cuma memberiku hukuman membersihkan ruang kesehatan" 'sumpah gw ga ikhlas ngomongnya!'
"Oh~ begitu ya,yasudah cepet duduk sana sebentar lagi jamnya Koro-sensei" 'ini daritadi gw dah duduk kalo gak lo ajak omong semprul'
"hm,baiklah"
Beberaapa menit kemudian Koro-sensei guru mereka yang paling Absurd se-dunia *dilempar ke new York ama Koro-sensei* masuk dan menjelaskan pelajaran dengan caranya yang membuatnya dijuluki 'Absurd'.
Sementara dimejanya Nagisa tidak memperhatikan apa yang diajarkan oleh Koro-sensei di depan kelas,dia justru melamunkan kejadian yang tadi menimpanya. 'Hhh—tuh orang kenapa sih? Pertama darimana dia tahu nama gw? Kedua nama gw? Ketiga…..kenapa hukumannya kayak gitu coba? Apa dia-'
"NOOOOOOOO!" Nagisa berteriak seperti orang kesetanan (?) atau lebih tepatnya cewek yang mau di rape? Author juga gatau *dibunuh*
"Huwaa! Ada apa Nagisa-kun!?" Koro-sensei yang tadi mengajar kini ikut panic mendengar teriakan super Nagisa *Mario teguh ya? /dibunuh*
Anak-anak yang tadi focus mendengarkan penjelasan Koro-sensei juga langsung menoleh ke Sumber teriakan (Nagisa)
"A-Aku tidak apa-apa Koro-sensei,tadi aku hanya melihat kecoa sedang menari balet (?) *nahloh alasan apaan tuh?* tapi ya memang guru kita yang satu ini terkenal dengan kepercayaannya yang tinggi pada muridnya (?) dia percaya-percaya saja *guru pea' lu*
"oh~ baiklah Nagisa-kun,nanti lain kali kalo kau melihat yang seperti itu lagi di rekam ya!" 'nih orang percaya? Horry sh*t!? mana ada kecoak nari balet!?' batin seisi kelas yang mendengarkan percakapan Koro-sensei dan Nagisa
"e-eh i-iya" 'buset! Nih guru percaya? Helo!? Gw Cuma ngarang! Mana ada kecoak nari balet!'
Pelajaran pun kembali dilanjutkan setelah acara 'Debat teriakan maut Nagisa' –ehem- 15 menit kemudian terdengar bunyi bel istirahat ke 2 yang membuat wajah para murid yang tadinya burem udah kayak kertas buram matematika jadi secerah kaca yang habis dibersehin Levi Heichou dari fandom sebelah.
"Nagisa-kun,ayo kita ke kantin" Sugino menepuk bahu Nagisa yang sedari tadi iya ketahui sedang 'melamun'.
"Ha!- e-eh iya" Nagisa yang kaget setengah hidup *setengah mati udah mainstream bro :v* kelabakan menjawab pertanyaan Sugino membuat Sugino yang tadi mengagetkannya tertawa
"HAHAHAHA, Maaf Nagisa-kun,sudah ayo kita ke kantin" kata Sugino disela-sela tawanya
"Hm,iya" Nagisa segera melangkah keluar mengikuti Sugino yang sudah berjalan mendahuluinya
Sementara di kelas 2-3…
"Karma-kun…" perkataan orang itu terhenti sejenak "apa tadi kau melakukan sesuatu dengan bocah genderless itu?"
*%&$ #&
Hehe :'v maaf kalo chapter yang ini banyak kekurangan dan ga seru :'v sekali lagi saya minta maaf -/\-
Mohon reviewnya mas mbak :'v
dan buat yg kemarin nge review makasih reviewnya ya :'D
