SENPAI NOTICE ME!

Part 4

'Karma-kun…' 'apa tadi kau melakukan sesuatu dengan bocah genderless itu?'

.

.

.

.

"Asano?" Karma menghentikan langkahnya didepan orang yang barusa bertanya padanya.

"Ya,ini aku Karma-kun….." Asano menghela nafas sebentar *buset dari kemaren kalo ngomong berhenti mulu ._.* "Rupanya selama aku pergi kau telah menemukan seseorang yang membuatmu tertarik ya?" Asano mendengus.

"Cih,itu bukan urusanmu" Karma berbalik dan hendak meninggalkan Asano.

"Tunggu-" Asano menahan tangan Karma 'buset kenapa jadi sinetron?' batin Karma.

"Apalagi hah?" Tanya Karma dengan nada dingin.

Asano mendekatkan bibirnya ke telinga Karma, "Kuharap kau masih tahu bagaimana perasaanku,Karma-kun" Lalu Asano pergi meninggalkan Karma yang masih diam ditempatnya sambil memasang wajah sedingin es. *:minta esnya dong~ panas nih :'v /author dibantai:*

"Tch,Aku tidak akan lupa"

Sementara di Kantin,Nagisa dan Sugino sedang menyantap makanan mereka dengan khidmat *lu kira upacara*-ehem-.

"Hei, Nagisa-kun! Kau tadi serius soal 'kecoak terbang itu'?" ujar Sugino di sela-sela acara makan mereka yang khidmat.

'che itu lagi?' batin Nagisa. "Em….ya tadi aku seperti melihat sekilas" kata Nagisa sambil berpura-pura santai,padahal dia sama sekali ga santai

"Haha,bercandamu kelewatan Nagisa-kun! Aku tahu kau berbohong!" sahut sugino sambil menepuk-nepuk pundak Nagisa

"E-eh itu-" belum selesai Nagisa berbicara,

"Hei!,anak berambut biru!" seseorang berteriak dari arah belakang Nagisa dan Sugino. Nagisa yang merasa rambutnya berwarna biru sontak menoleh kearah suara tersebut,disana ada seorang siswa yang berdiri bersedekap memandang kea rah Nagisa.

Nagisa lalu menunjuk dirinya sendiri untuk menunjukan yang dipanggil 'aku?'

"Iya kau! Cepat kemari!" orang itu membentak Nagisa.

Nagisa yang kaget sontak langsung berdiri dari tempatnya dan segera menghampiri pria tadi. 'Apaan nih? Siapa nih orang? Nongol seenak jidat aja' batin Nagisa sambil berjalan kea rah orang itu.

"I-iya ada apa ya Sen-Mfftp" baru saja Nagisa akan bertanya ada apa orang itu memanggilnya,orang itu dengan seenak jidat lansung menarik dan mencium Nagisa.

Nagisa yang kaget harus menunggu otaknya untuk loading mencerna kejadian yang baru ditimpanya, Kantin-orang-panggil-tarik-cium- sekarang Nagisa baru sadar,orang ini sedang menciumnya di tengah-tengah kantin. 'mamaaaaaaa! Nagisa Dicium orang ga dikenal ma! Najis! Ma Nagisa malu suwer ma! Nih orang dah kayak om om pedo maen serobot! Ditengah kantin ma! Ya tuhan bawa saya ke surga sekarang juga,saya udah ga kuat ya tuhan'.

"Mnff-" Nagisa mulai kewalahan saat orang ini tidak memberinya waktu sama sekali untuk bernafas,rohnya mungkin sudah keluar setengah karena hampir kehabisan nafas,dan beruntungnya dewi Fortuna sedang berpihak pada Nagisa,orang itu melepaskan ciumannya.

"Nee- Nagisa-kun apa karma-kun melakukannya seperti itu tadi?" Tanya orang itu

Nagisa,bingung setengah hidup,bagaimana bisa orang didepannya ini mengetahui apa yang Karma dan dirinya lakukan? Apa mungkin Irina-sensei yang memberitahukannya?

"E-eh? M-maksud anda apa ya senpai?" Tanya Nagisa pura-pura tidak mengerti.

"Cih,dasar…..ingat Nagisa-kun aku tidak akan menyerahkan Karma pada siapapun! Kalau kau ingin merebutnya kalahkan dulu aku" Orang itu berlalu begitu saja dari hadapan Nagisa.

"Apa? Apa maksudnya?" 'SETAAAAAN! Tuh orang udah seeenak jidat nyuri ciuman gw sekarang maen ngilang bawa rahasia gw lagi!? Dan apa-apaan ga bakal nyerahin Karma-senpai!? Maksudnya apaan Oh My GOOOD!' sementara Nagisa sibuk mencak2 dalam hati,Sugino menghampiri Nagisa.

"N-Nagisa-kun?"

Nagisa yang baru sadar langsung menjawab pertanyaan Sugino. "E-eh iya? Ada apa Sugino-kun?"

"K-kau? S-siapa orang itu tadi?" Tanya Sugino gugup

"E-eh!? Aku tidak mengenal orang itu! Tiba-tiba saja dia menciumku!" Nagisa menutup wajahnya yang mulai merah karena malu

"Hah,sudahlah Nagisa ayo lebih baik kita kembali ke kelas.." ajak sugino *ah bener2 teman yg baik :'v*

"Hum" Nagisa mengangguk

.

.

.

.

"Apa yang kau lakukan pada Nagisa,Hah!?" Kata Karma sambil menarik kerah baju Asano

"Apa katamu? Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan" kata Asano dingin

"Tch,Asal kau tahu Asano aku tidak akan pernah mau menuruti kemauanmu,Aku tertarik pada Nagisa bukan kau" Ucap Karma melepaskan kerah Asano dan berlalu pergi.

"H-ha-hahahahahaha!,aku akan buat buat kau menarik kata-katamu Karma-kun,karena akulah satu-satunya yang berhak mendapatkanmu!" Asano berteriak di tengah-tengah koridor yang sepi *buset nih bakal orang gila nih! :v rumah sakit jiwa ini ada calon pasien! :v /dibunuh Asano*

.

.

.

.

[Sepulang sekolah]

"Hah~ aku benar-benar lelah lahir batin Sugino-kun" ujar Nagisa kepada Sugino yang ada disebelahnya

"Yah,aku tahu itu,Err- maksudku tiba-tiba dicium oleh sesorang di tengah kantin itu- yah begitulah" Sugino mencoba mengingat ulang adegan di kantin tadi.

"Yasudahlah biarkan,lebih baik kita pulang saja" ajak Nagisa

"hm,Ayo!" Sugino segera berdiri dari bangkunya

Namun bujuk dicinta wulan pun tiba *etdah* orang yang dihindari Nagisa justru sudah menunggu di depan kelasnya.

"S-senpai?" kata Nagisa terbata-bata,karena terkejut melihat senpai yang belakangan ini selalu dipikirkannya *cieee~* sedang berdiri di depan kelasnya.

"Hm,Aku mau bertanya padamu Nagisa-kun" Kata Karma

"T-tapi!" 'buset nih jantung kenapa jadi disko gini sih!? Gatau gua lagi dalam masalah juga!'

" sudahlah ayo cepat!" ujar Karma sambil menarik Nagisa

"T-Tu,Sugino-kun! Kau pulang duluan saja!" Nagisa berteriak kepada Sugino yang masih memproses kejadian barusan *etdah lemot /plak*

"B-baiklah" Sugino lalu melangkah pergi

[Di ruang OSIS]

"S-senpai? A-apa yang akan k-kita bicarakan?" Nagisa membuka pembicaraan pertama kali

"Aku ingin bertanya sesuatu Nagisa,Apa kau…"

.

.

.

.

"Apa kau,ah maksudku bagimu aku ini apa?" Tanya Karma dengan nada penasaran

"Oh,it-EEEEEEH!? B-b-bagiku s-s-senpai i-itu a-anu" Nagisa menjawab dengan tergagap-gagap *lu kira az*z gagap*

"Ssssh" Karma menaruh jari tengahnya di bibir Nagisa menyuruhnya untuk diam. "Kau menyukaiku?" Tanya Karma lagi.

Tidak ada jawaban

Muka Nagisa saat ini mungkin sudah kacau saking merahnya,dia tidak bisa atau lebih tepatnya tidak berani mengakui kalau dia 'Fall in Love' ke Karma,masa bodo bisa jadi cair dia kalau ngomong gitu.

"S-senpai" Nagisa tergugu

"Hm? Ada apa? Apa kau 'menyukaiku'" Karma sengaja menekankan kata menyukai *dasar setan modus lu*

"I-itu, Mfftp" Belum juga Nagisa menyelesaikan omongannya,itu sudah dihentikan oleh ciuman dari sang senpai idaman. Tidak kasar seperti sebelumnya,kali ini terasa lebih lembut,dan juga tidak lama hanya beberapa detik sebelum Karma melepasnya kembali.

"Bagaimana?" Tanya Karma sekali lagi

Nagisa hanya diam mematung,jantungnya seakan berlomba untuk keluar dari tempatnya,kaki-kakinya serasa lemas,dan juga jangan lupakan—oke pikirkan itu apa. 'senpai lu cool banget' setidaknya itu yang ada di batin Nagisa,tapi tidak di mulutnya. Akhirnya setelah mengumpulkan segenap jiwa dan raga Nagisa memutuskan untuk berbicara,tapi baru saja mulutnya mangap.

"HENTIKAAAAAAN!" teriak seseorang yang tiba-tiba muncul di pintu ruang OSIS.

'anjrot! Itu kan orang yang nyium gw tadi!?' Nagisa beringsut mundur ke belakang Karma,bukan karena malu atau apa hanya saja orang itu membawa sebuah 'golok' ya golok,golok men! Go-*ditabok* siapa yang ga takut ngeliat orang kesetanan tiba-tiba masuk ndobrak pintu trus bawa-bawa golok?

"Asano!? Apa yang kau lakukan!" teriak Karma geram

"Apa katamu!? Tentu saja aku akan membunuh bocah itu,dan menjadikanmu milikku!" Asano berteriak menantang Karma

"Kau pikir ka bisa membunuhnya hah!? Kalau begitu bunuh aku terlebih dulu" jawab Karma menantang balik.

"K-kau! Kenapa kau melindungi dia! Sedangkan aku? Kau sama sekali tidak pernah peduli!" Asano berteriak,suaranya bergetar

"Tch,sudahlah,ayo Nagisa" Karma menarik legan Nagisa dan menariknya untuk keluar dari ruangan tersebut

"Tunggu!" Asano kembali membuka suara

"Apa lagi hah!?" Teriak Karma,putus sudah urat kesabarannya

"Aku-aku" Asano tergugu

BRAAK

Karma membanting pintu ruangan itu dengan kasar *sungguh tak berperikepintuan* tidak peduli dengan orang di dalam ruangan itu yang sedari tadi memanggilnya. Sementara Nagisa yang sedari tadi bingung apa yang terjadi hanya diam saja dirinya ditarik oleh sang senpai.

"Nagisa,maaf soal yang tadi" Karma membuka suara setelah mereka sampai di depan pintu gerbang.

"U-uhm tidak apa senpai,aku juga tidak tahu apa yang terjadi,j-jadi a-aku pulang dulu! Sampai jumpa!" belum juga Nagisa angkat kaki tangan Karma sudah menahannya

"Kau lupa sesuatu"Karma lalu mencium lembut kening Nagisa,yang hanya disambut dengan muka semerah kepiting asam manis

"Jadi sekarang kita pacaran eh?" Tanya Karma

"HEEEEEH!?" teriakan kolosal Nagisa kembali dikeluarkan. "A-apa maksudnya!?"

"Kuanggap itu sebagai 'iya'" Karma tersenyum sebelum meninggalkan Nagisa yang masih termenung di depan pagar.

"APAAAAAA!?" teriak Nagisa.

Kalian bayangkan saja bagaimana nanti hari-hari Nagisa bersama Karma.

END

A/N:

Yaaay~ maafkan saya kalau endingnya ga banget :'v abis otak mampet sih :'v trus bahasanya di chap. Ini kok aga gimana gitu :'v kebawa fic yang angst kemaren kali ya? ;w;) maafkan saya *sujud* udah ah selamat membaca ya~ kalau mau request request aja :'v nanti aku buat :'v (kalo sempet). Udah sekian,saya ga banya nge mau banyak bacot :v

Silahkan isi kotak reviewnya -/\-

YangirEcchi'95: wadaw maaf ya :'v kalau mau ganti genre udah telat~ ufufu~ sebenernya saya juga pengen buat yang rate M sih- tapi kokoro masih ga kuat *ditabok*

The Reader 6: huhu~ udah end nih~ *kibas rambut*

Ikhaosvz: Thanks ^^