"Tahanan Rockfort, kosong-dua-enam-tujuh. Kamu tidak bekerja untuk Umbrella, bukkan? Aku Claire Redfield."
"Cih, perempuan!"
"Jadi, siapa namamu?"
"Namaku Steve!"
"Saatnya untuk bangun, honey!"
"Mataku menyipit saat Neil membuka tirai jendela. Sinar matahari pagi menyeruak masuk membuatku terbangun. Kulihat jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Tidak biasanya Neil bangun lebih pagi dari pada aku. Tapi kali ini sepertinya dia tengah bersiap-siap untuk berangkat.
Aku tersenyum ke arah Neil yang sedang memasang dasi pada kemejanya. Dia berdiri di depan cermin besar. Aku bertatapan dengannya melalui pantulan dari cermin tersebut. "Kenapa kamu pergi sepagi ini?" tanyaku malas sambil tetap tidur berselimut di atas kasur.
"Ada rapat awal tahun hari ini. Jadi, aku harus berangkat lebih dulu. Jangan sampai terlambat datang ke kantor ya!"
" Biasanya aku dan Neil pergi bersama ke tempat kerja karena memang tujuan kami sama. Neil merupakan atasanku di tempat kerja. Kami sama-sama mengabdikan diri untuk terjun mengurusi para korban dari wabah virus yang selama ini menghantui kehidupan semua orang. Neil merupakan salah satu pemegang jabatan tertinggi di perusahaan, sementara aku hanya pegawai biasa.
Padahal aku ingin bergabung ke dalam kepolisian atau mungkin ke tempat kerja yang sama dengan Chris. Tapi, Chris langsung menolak keinginanku. Meski aku bersikeras dan mengabaikan perintahnya, dia tetap memiliki kekuasaan yang bisa saja membuatku langsung gagal dalam tes penerimaan. Entah kenapa dari dulu dia tidak senang melihatku melakukan pekerjaan yang berbahaya seperti yang dilakukan para polisi. Padahal, keadaan Raccoon City telah melatihku dengan cukup baik. Setidaknya aku ingin menggunakan kemampuanku untuk membantu Chris saat ini, agar dia bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjaanya.
"Aku berangkat," ucap Neil setelah memberiku kecupan.
Aku masih malas beranjak dari atas kasur. Jadi, kurebahkan badan dan menatap langit-langit kamar. Sesaat, aku teringat akan mimpi semalam. Mimpi yang begitu nyata. Seakan aku bisa kembali merasakan di saat pertama kalinya bertemu dengan Steve. Aku masih ingat wajah paniknya, warna rambutnya, pakaian tahanannya, bahkan kalung aneh yang ingin sekali aku lepaskan dari lehernya. Entah kenapa, sesaat semua itu membuatku merasa... rindu.
Segera kubuang jauh-jauh semua pikiran tadi. Aku tidak ingin kembali terpuruk dalam masa lalu. Apalagi jika hal tersebut bisa membuatku melakukan hal konyol seperti penasaran untuk bisa kembali ke Rockfort Island. Tapi, itu mustahil! Apa yang kuharapkan lagi? Meskipun aku ternyata bisa bertemu dengan Steve di sana, apa yang akan aku lakukan? Dan apa yang akan aku katakan pada Neil? Lebih baik aku berharap untuk tidak pernah menginganya lagi
Mulai hari ini, aku berjanji tidak akan membahas maupun mengingat kembali semua hal yang berhubungan dengan Steve Burnside.
"Tapi sepertinya... takdir berkata lain...
Sejak saat ini pula, bayangan akan lelaki tersebut semakin jelas di dalam mataku...
