"Bertahanlah! Kami akan mengeluarkanmu dari sini."

"Ti-tidak. Aku tidak akan mampu. Kamu tahu itu. Virus ini sudah ada dalam tubuhku."

"Tidak! Kamu akan pergi bersama kami!

"Claire... A-aku, mencintaimu..."

"Steve? Steve?"

"Steve?"

Kepalaku terasa sangat pusing. Sungguh menyakitkan harus terbangun karena terkejut akan sesuatu. Tanpa sadar keringatku bercucuran deras. Mimpi yang kulihat tiap malam semakin memburuk dan memburuk. Seakan aku bisa merasakan hal sama terulang untuk kedua kalinya.

"Kau baik-baik saja?"

Kulihat Ada sudah terduduk di atas sofa. Entah kapan dia masuk ke dalam ruangan apartemenku. Dia memang wanita yang misterius, dan sedikit menyeramkan.

"Tidak apa. Hanya mimpi buruk."

"Apa yang terjadi selama seminggu kebelakang? Apa kamu sudah menemuinya?"

Apa yang sudah kulakukan selama ini? Apa aku sudah menemui Claire? Jangankan untuk itu, aku sama sekali tidak berani untuk berdiri di dekatnya. Hampir tiap hari aku membuntuti dan memperhatikan Claire kemanapun dia pergi. Memalukan memang, aku khawatir akan ditangkap oleh polisi akibat bertindak seperti itu. tapi apa daya, aku tidak bisa terlalu jauh sekaligus terlalu dekat dengannya. Setidaknya, memandangi wajah bahagianya dari kejauhan sudah cukup bagiku.

"Tidak masalah jika kamu tidak mau bicara. Tapi, apa kamu tahu apa yang telah kamu perbuat?"

Kenapa Ada bertanya seperti itu? Tentu saja aku tidak tahu apa-apa karena tidak pernah melakukan apapun selain memandangi Claire dari kejauhan setiap harinya. Aku ingin bertanya, sungguh aku penasaran dengan kabar yang dibawa Ada. Tampaknya dia sadar aku merasa seperti itu, karena tanpa dipinta pun Ada segera menjelaskannya padaku.

"Claire menyadari kehadiranmu."

"Apa?" Entah harus senang atau merasa seperti apa, yang jelas aku sangat terkejut. Tanpa sadar bibirku sedikit tersungging.

"Ya. Maksudku dia belum benar-benar menyadarinya, hanya saja dia bisa merasakan kehadiranmu. Kenapa kamu masih bersembunyi di balik bayangan yang selalu menghantuinya? Tidakkah kamu berpikir hal tersebut tanpa sadar membuat Claire terluka?"

Aku termenung sembari tetap mendengarkan semua cerita Ada. Tentang seperti apa respon Claire saat dia mulai terbayangi oleh kehadiranku. Hanya saja... semua cerita itu tidak ada yang terdengar bahagia. Aku hanya mendengar kata-kata yang membuatku merasa telah menjadi penjahat yang membuat hidup Claire semakin tidak tenang. Apa yang telah aku lakukan? Aku benar-benar tidak pernah menyangka akan seperti ini. Rasa sesal mulai terasa jelas di dalam hatiku.

"Bukankah ini pertanda sudah saatnya kamu menampakan diri di hadapannya?" tanya Ada lagi. Aku masih tidak bisa menjawabnya. Tapi, aku merasa Ada benar. Mungkin, inilah saatnya.