"Pa-Papah.."

Natsu mendengarnya, suara lembut ini mengganggu pendengarannya.

Dia menatap Lucy seakan bertanya "apa ini anak kita, Luce", Lucy yang mengerti pun mengangguk mantap.

"Kesini nak…" melambaikan tangan ke Luna

Luna berlari menuju Papahnya, dia pun memeluk erat Papahnya.

"siapa namamu ?"

"Luna Dragneel"

Natsu tersenyum bahagia, dan ada sedikit kesedihan dibalik senyumnya itu. Dia sudah meninggalkan keluarganya terlalu lama, dia merasa bersalah pada Lucy. Adegan keluarga Dragneel di depan pintu Guild membuat seluruh anggota Guild menangis haru, karena akhirnya dia bisa melihat Luna memeluk ayahnya.

~~~Luna Dragneel~~~

Suasana haru masih menyelimuti Guild, pertemuan ayah dan anak ini terlalu mengharukan. Lucy menangis, Luna pun menangis, manik Onyx Natsu menatap sedih saat kedua malaikat di hidupnya begitu terharu melihat kepulangannya.

5 tahun berlalu, perubahan yang cukup signifikan terlihat pada diri Natsu. Rambut Pink nya sedikit memanjang, terlihat luka di pipinya, dan yang membuat semua bertanya-tanya adalah sisik naga di bagian dada bidangnya.

Rahasia besar bahwa Natsu adalah E.N.D, sudah terungkap. Natsu pun pergi untuk bisa mengendalikan kekuatan monsternya itu. Nampaknya dia berhasil melakukannya, dan pulang dengan selamat.

Luna memeluk erat Papa nya, sosok yang teramat sangat dia rindukan, sosok yang teramat sangat ingin ia lihat, kini sudah berada di depan matanya dan memeluknya erat.

"ne Luna, apa Mama baik-baik saja selama Papa pergi" Tanya Natsu

Anak itu mengangguk mantap, "umh, Mama selalu percaya pada Papa"

Terlihat rona merah di wajah cantik Lucy, dengan polosnya Luna membicarakan hal itu.

"Arigatou Luce, sudah mempercayaiku"

Keluarga kecil Dragneel seakan memonopoli ruangan Guild, mereka hanyut dalam kerinduan yang sangat mendalam.

"Papa, ayo pulang. Kan sudah lama juga Papa tidak pulang" Seru Luna

Reflex Natsu menggendong Luna, "Oke, Ayo kita pulang. Sudah lama Papa tidak makan masakan Mama mu"

Melihat tindak tanduk Natsu, para anggota Guild hanya bisa menganga tidak percaya. Natsu yang rusuh, tidak dewasa, dan sembrono ternyata sudah berubah. Sekarang Natsu terlihat lebih dewasa.

"Mama, ayo kita pulang"

Lucy mengangguk mantap, melihat kebersamaan yang baru saja terjadi membuat Lucy tak henti-hentinya menyunggingkan senyum manisnya.

"Yo Minna, kami pulang dulu. Sampaikan salamku pada Master" Seru Natsu

"Ja nee, Minna"

Semuanya bersyukur, karena Luna akhirnya bisa bersama Natsu, keluarga Dragneel akhirnya utuh karena kembalinya Natsu.

Baru saja melangkah, tiba-tiba pintu Guild terdobrak dengan kerasnya.

"NATSUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU"

Seseorang berteriak, suara yang tidak asing di telinga, suara seekor Exceed,

"NATSU, KENAPA KAU TINGGALKAN AKU DI DEPAN TOKO TADI"

Suara khas Exceed biru yang menjadi partner Natsu, tunggu tapi sosok ini benar-benar berbeda, dia bukan Exceed atau Kucing, tapi seorang manusia, dia bersurai biru, dia bersayap.

"oow Happy darimana saja kau" Tanya Natsu tanpa rasa bersalah

Sang Exceed hanya bisa ber sweatdrop, Happy sudah bisa menguasai sihir perubahan seperti Carla dan Lily. Happy bisa merubah bentuknya menjadi seorang pria tampan, tapi tetap memiliki sayap.

"Natsu, kau jahat" lirihnya.

"Ha-Happy …"

"LUCYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY, Natsu jahaaat" rajuk Happy sambil memeluk Lucy dengan tubuh manusianya

"Papa, itu siapa ? kenapa dia berani memeluk Mama" Tanya Luna,

"haha, dia partner Papa, sebenarnya dia itu berbentuk kucing, dia adalah paman Happy"

Melihat Natsu menggendong seorang anak perempuan, Happy pun bertanya pada Natsu

"nee Natsu, siapa anak itu ?"

"dia adalah Luna Dragneel, anakku"

Happy shock mendengar bahwa itu adalah anak Natsu, bagaimana bisa seorang Natsu memiliki anak, bahkan saat menikah dengan Lucy dia pergi 1 hari setelahnya.

"HEY, Natsu, Happy, kalian berisik sekali. Memang kalian pikir di tempat ini tidak ada kami haah" teriakan seroang wanita yang sangat mereka kenal.

"Erzaaaaaaa"

Happy melompat hendak memeluk Erza, tapi naas ia terpukul jatuh oleh Erza.

"kau tidak bisa melakukan hal sama terhadapku Happy" ucap Erza dengan deathglare nya

"A-Aye Sir…"

"Happy, aku akan pulang kerumah bersama Luna dan Luce. Kau tidak boleh ikut"

Mendengar seruan Natsu barusan, mata Happy berkaca-kaca, ia merubah tubuhnya menjadi seekor kucing lagi. Dia terlihat sedih, partnernya meninggalkannya sendirian di Guild. Bayangan Natsu sudah hilang dari pandangan Happy,

"kewnwapa Nwatsuw, kwau pwergiw, dan kwenawpa awkuw twidwak bwoleh iwkuwt… hiks hiks hiks"

Tangisan Happy membuat seisi Guild terganggu,

"biarkan Natsu pergi bersama keluarganya Happy, lagipula sudah 5 tahun mereka tidak bertemu kan" ucap Mirajane

"benar Happy, Natsu-san pasti merindukan istri dan anaknya" timpal Juvia

"jangan berbuat hal bodoh Happy. Natsu sudah dewasa, dan keluarganya juga adalah tanggung jawabnya" Gray ikut berkomentar

"Mira, Juvia, Gray. Huwaaaa "

Happy malah terus-terusan menangis.

Sementara itu,

Natsu berjalan pulang sambil menggendong Luna, sepanjang perjalanan Luna tersenyum senang sambil bercanda dengan Natsu. Lucy Cuma bisa tersenyum dan kadang mukanya memerah kala Luna menceritakan kehidupan mereka 5 tahun tanpa Natsu.

"Mou, berhenti bicarakan aku" sambil mengembungkan pipinya

"hehehe lihat mama mu lucu kalau lagi seperti itu" sahut Natsu

"hihi, Papa dan Mama lucu"

Mereka tertawa bersama, tawa bahagia.

"ne ne Papa, lihat orang-orang itu, mereka selalu menggoda Mama" sambil menunjuk orang yang biasa menyapa Lucy setiap harinya.

"tenang saja, mau digoda oleh pangeran Fiore sekalipun. Papa tetap percaya Mama mu hanya mencintai Papa"

Lagi, ucapan Natsu yang begitu dewasa, membuat semburat merah di pipi Lucy. Dia sangat malu sekarang. Lagipula darimana Natsu belajar berkata-kata manis seperti itu. Sementara Luna tidak mau berkata apa-apa lagi, dia terlihat bahagia.

"Tadaimaaa….."

"nah kita sudah sampai, ayo turun"

Natsu menurunkan Luna dari gendongannya, senyuman anak itu belum lepas dari wajah imutnya, membuat Natsu sangat teramat bersyukur kepada Kami-sama,

"Luna, biarkan Papa mu membersihkan badannya, dan kita siapkan makan untuk Papa" Seru Lucy

"umh" Luna mengangguk mantap, di pikirannya hanya terbayang bagaimana senangnya bisa makan bersama, lengkap dengan sosok Papa nya.

20 menit berlalu, Lucy sudah selesai menyiapkan makanan untuk anak dan Suaminya. Dibantu Luna, dia memasak makanan special untuk kepulangan Natsu.

Luna sudah duduk manis di meja makan, menunggu Papa nya siap, sementara Lucy masih merapihkan alat-alat yang dipakai untuk memasak tadi. Tiba-tiba…

Tubuh kekar memeluk Lucy dari belakang, Lucy sangat hafal dengan aroma wangi tubuh ini, 5 tahun sudah dia tidak merasakan hangatnya pelukan sang penyihir api ini.

"Luce…" bisik Natsu

"Ya…"

"Maafkan aku sudah meninggalkanmu selama 5 tahun, maaf sudah membuatmu membesarkan Luna sendirian, maaf-" ucapan Natsu terpotong

Lucy berbalik, mengalungkan tangan mulusnya di leher Natsu, dipandangnya sosok pemuda Pink di depannya, wajah yang amat sangat dia rindukan, mata onyx yang selalu memberikan ketenangan dalam jiwanya, surai Pink indah yang kini sudah memanjang, jemari lentik nya membelai wajah tampan itu, di elusnya luka bekas cakaran di wajah pria tercintanya,

"tidak usah minta maaf segala, aku bisa mengerti kau berjuang untuk memperbaiki dirimu, kau berjuang untuk mengendalikan kekuatan END, sudah kubilang kan, aku selalu percaya padamu, dan akan tetap begitu sampai kapanpun"

Natsu tertegun, dia merunduk malu, wanita ini begitu sempurna, dia menerima segala kekurangannya, bahkan dia selalu percaya padanya,

"aku mencintaimu Lucy…"

"umh, aku pun begitu Natsu…"

Bibir mereka saling bertemu, kecupan singkat nan hangat. Ciuman yang sudah teramat lama tidak mereka rasakan,

"PAPA, MAMA, lama sekali siih, makanannya sudah dingin niih"

Teriakan Luna membangunkan mereka, mereka lupa kalau ada acara makan bersama. Natsu melepaskan pelukannya, dan segera berlari menuju meja makan.

"Mou, Papa lama sekali sih" ucapnya kesal

"maaf Luna, nah ayo sekarang kita makan"

Gelak tawa sesekali mewarnai acara makan bersama keluarga ini. Senyum bahagia Luna selalu menghiasi wajah cantiknya, apa yang dia impi-impikan akhirnya bisa terwujud, makan bersama Papa nya.

Setelah acara makan-makan itu, keluarga kecil ini menghabiskan waktu mereka untuk bersantai, Natsu sedang bercerita tentang petualangannya selama 5 tahun ini. Natsu juga becerita bagaiman dia dan Lucy bisa menikah, terkadang muka Lucy harus memerah karena ucapan Natsu, ucapannya terdengar polos namun itu adalah hal sangat tulus yang keluar dari bibir Natsu.

"nah, Luna sekarang biarkan Papamu beristirahat ya" Seru Lucy

Sebenarnya Luna agak kecewa, tapi mengingat Papanya baru pulang dan pasti Papanya sangat cape sekarang.

"baiklah" jawabnya lesu

"hey kenapa anak Papa jadi lesu begitu, besok dan seterusnya kita akan selalu bersama" ucap Natsu menyemangati putrinya

"janji…"

"yaa.."

Ucap Natsu dengan senyuman khasnya, senyuman yang membuat Lucy jadi memerah, tapi lihat ekspresi Luna, dia juga terlihat memerah akibat senyuman Natsu itu.

Sementara Lucy membawa Luna menuju kamarnya,

"Luna, bagaimana Papa menurutmu ?" ujar Lucy sambil memakaikan selimut pada Luna

Anak itu tersenyum manis kepada ibunya, "Papa, sempurna"

Lucy mengecup kening putrinya, "Oyasumi Sayang, mimpi yang indah yaa" dan meninggalkan putrinya itu. Kemudian dia menuju kamarnya, Natsu sudah menunggu disana,

Senyumnya kembali merekah, bibir mungil itu tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman termanisnya, bahkan Luna saja belum pernah melihat senyum itu sebelumnya. Kepulangan Natsu membawa kebahagiaan yang tak terkira untuk keluarga kecil Dragneel ini.

"Nats-, are ?"

Lucy melihat Natsu tengah memandang keluar jendela, sepertinya dia membuat Natsu menunggu terlalu lama. Lucy menghampiri Natsu, dan merangkul pria itu dari belakang.

"sedang apa ?" Tanya nya

Natsu menggeleng, "aku hanya sedang menunggu mu dan aku sedang ingin memandangi langit"

Lucy hanya berdehem,

"hmm, aku merindukanmu"

Kalimat itu dia ucapkan tepat di telinga Natsu.

Lucy melingkari tangannya di leher Natsu, menaruh dagunya pada pundak Natsu, semilir angin malam menambah romantisme diantara mereka berdua. Kerinduan yang sudah ditahan selama 5 tahun ini, sekarang sudah menemui muaranya. Natsu tersiksa, begitupun Lucy.

Mereka masih menikmati kebersamaan ini, seakan tidak ada apapun yang bisa memisahkan mereka.

Lucy berbisik mesra, "Ne, kau curang.."

Natsu yang mendengarnya bingung, "aku curang ? kenapa ?"

Lucy mendengus kesal, Natsu masih tetap saja tidak peka seperti dulu, "Mou, kau curang. Luna begitu tenang saat bersamamu, sementara aku butuh waktu lama untuk menenangkannya"

Natsu pun berbalik, merubah posisinya, dan membelai lembut surai pirang Lucy, "biar bagaimanapun kau lah yang paling mengerti dia, karena kau sudah bersamanya sejak lama, dan terima kasih sudah menjaga Luna di dalam kandungan, terima kasih sudah berjuang melahirkan Luna, terima kasih sudah merawat dan membesarkan Luna, terima kasih, terima kasih, maaf aku tidak ada saat kau sedang berjuang" air mata nya mengalir, dia menyesal tidak bisa melihat perkembangan sang anak.

Dengan mesra Lucy menghapus air mata yang keluar dari manik Onyx orang yang paling dia sayangi itu, dia tersenyum, wajahnya kini sudah memerah padam, "Natsu, sekarang berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku dan Luna lagi, ya"

Natsu tersenyum dan mengangguk, Lucy lalu mengecup bibir Natsu, dengan mesra. Mereka menghabiskan mala mini dengan penuh romansa kasih yang sudah sangat lama tidak mereka rasakan.

TBC ^^

ooOOoo

Terima kasih banyak buat yang sudah review, dan terima kasih sudah kasih kritik dan saran ^^

Nih ceritanya udah lanjuuuut …

Mohon Reviewnya yaaaah

HnS-chan ^_^