You're the queen of my goddess
Cloud menyusuri lorong menuju ruang pengobatan adiknya,langkah kakinya cepat,dan terlihat di punggungnya ia tidak lagi membawa buzternya,mungkin ia menaruhnya di suatu tempat,sejauh ia melangkah langit biru di kerajaan itu berubah tertutup awan hitam dan angin hangat menjadi dingin tajam mengerikan,padahal seharusnya Negara itu sedang musim panas,matanya yang bulat bersinar biru jika ia berada dalam keadaan hati yang buruk.
Ia berhenti di depan pintu yang tidak telalu besar,tanpa buang waktu ia membukanya perlahan,ada seseorang,ia membuka pintu lebih lebar,matanya melihat sosok pria yang wajahnya begitu dekat dengan Claire,ahkan juga bibirnya,ia sepertinya ingin mencium adiknya,tanpa buang waktu cloud melempar bola api biru yang tercipta dari sihirnya,namu sial dia menghilang dengan kekuatanya,tidak perduli,ia hanya ingin mengusirnya,cloud masuk dan berdiri di samping ranjang adiknya,bukan kasur yang besar,karna ia sedang di rumah sakit,pakaiannya juga sudah ganti seerti pasien,dengan piama putih polos,dan perban tebal melilit tulang hatanya (lengan).
"baiklah,seberapa buruk tangnmu itu?"gumamnya menatap lengan kiri adiknya
"cukup buruk"cloud menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang menjawab,prempuan seusia ayahnya,rambut sebahu pirang,dan kacamata persegi,itu tantenya Chalr,dan di belakangnya ayahnya diikuti ayahnya.
"berdasar hasil rongsen,tulang hastanya hampir hancur,semuanya retak tidak beraturan"jelas charl dengan wajah kesal
"tapi dia akan segera sembuh"jawab cloud acuh tak acuh dengan sangat santai
"kau jangan anggap ini hal biasa,jika bukan karna itu luka dalam,adikmu mungkin akan kehilangan tangan kirinya"bentak charl,bagaimanapun walau mereka hanya keponakanny,ia sudah menganggap mereka seperti anak mereka sendiri.
"jika kau pikir aku pergi selama berbulan bulan untuk mengendalikan kekuatan tinggkat duaku dan tidak membawa kejutan,kau salah"cloud menyentuh tangan kiri Claire sihir biru keluar dari sentuhan itu dan merambat di seluruh lengan kirinya yang terluka.
,,,
Tuan regsi duduk di ujung meja pertemuan para dewan kerajaan,dan beberapa pemimpin kerajaan sekutu.
"apa yang akan kita lakukan selanjutnya,apa ada yang memiliki ide?"Tanya regis dengan nada stress dan terdengar pasrah,bagaimanapun ia masih khawatir dengan apa yang terjadi dengan anaknya,dokter mengatakan tubuhnya seluruhnya bengkak,dan seluruh beberapa tulangnya memar,bahkan perisai dari 20 pedangnya hampir hancur menjadi kerikil,entah jika tanpa perisainya,ia akan jadi apa.
"entahlah tuan,selama bertahun tahun,bahkan berabad abad,semua kerajaan tidak percaya akan rumor itu,bahkan mereka menertawakan kerajaan pulse,dan tidak ada satupun kerajaan mau bersekutu dengan mereka,mungkin kita harus…"kata dewan penasehat terputus saat raja dari tenebare berdiri untuk angkat bicara.
"yang mulia lucis,biar tenebare yang melakukan serangan balik,berdasarkan cerita dari anak anda,kelihatannya puteri Claire,masih belum bisa mengendalikan kekuatan itu,ini bisa menguntungkan kita"kata aldep
"hem,baiklah aku serahkan padamu,tapi kita semua juga akan mengawasi penyerangan lewat satelit Negara"jawab regis pasrah,yang dib alas anggukan aldep dan kemudia ia pergi untuk mengatur penyerangan.
Setelah setengah hari aldep megatur strategi dan ia mengumpulkan raja regis,para dewan,dan pangeran noctis juga juga promto argentium teman masa kecil pangeran,ignis stupeo scienta anak penasehat istana,galdio amicitia anak komandan istana,mereka hadir,di depan mereka ada layar yang besar,yang akan mereka gunakan untuk memantau penyerangan mereka.
"tuan aldep,aku harus member tau anda sesuatu"noctis pertama bicara dengan wajah hormat
"apa itu pangeran?"
"cloud,yang di sebut yellow flash itu sudah pulang ke pulse"yah akhirnya noctis mau membaca dokumen dari ayahnya itu,dan tau nama asli lightning adalah Claire dan yellow flash adalah cloud
"apa?"dua alis aldep menyatu di tengah
"ini gawat,pangeran cloud begitu brutal dalam membunuh dan bahkan pasukan yang kami kirim untuk berperang dengan pulse di bawah pimpinannya tidak ada yang utuh,kalaupun ada hanya sebagian saja,namun tetap mereka kehilangan beberapa anggota tubuh"salah satu dari raja sekutu merasa gemetar,noctis yang mendengar saja keringat dingin mengalir di pelipisnya,padahal noctis hampir terkena sihirnya saat ia mencoba mencium adiknya.
"aku tau,namun untuk melakukan itu,ia harus melakukan secara manual,sementara itu pasukan,dan minotaur,juga beberapa monster besar sudah berangkat kesana,ini akan sulit baginya,apalagi ia juga harus menjaga aidiknya sekaligus"senyum licik tergambar di wajahnya membuat noctis teringat khawatir dengan Claire, ia ingat saat ia teleportasi ke ruangan di mana ia di rawat.
Noctis merasa tubuhnya masih benar benar sakit saat ia melakukan teleport,namun matanya memandang pada seseorang yang tidur atau tidak sadarkan diri di hadapannya,beruntung tidak ada pasukan atau siapapun untuk menjaganya,noctis berjalan mendekat ke samping kirinya,membelakangi jendela yang terbuka,di sana ia bisa melihat tangan kirinya terluka,itu terlihat parah,ia beralih ke dahinya yang berkeringat deras,ia merogoh sakunya dan mendapatkan saputangan hitam,dengan itu ia menghapus keringatnya.
'ia terlihat manis jika ia tenang dalam tidurnya…'pikiran noctis membuatnya tersenyum sendiri
'walau aku tidak bisa melihat matanya yang indah,namun bibirnya boleh juga'tanpa pikir panjang,ia tergoda untuk menyentuhkan bibirnya pada bibirnya sendiri,ia mendekat kemudian…cloud…
Noctis mendesah dalam kehawatiran,dan ia hanya bisa berharap Claire tidak semakin buruk,kawan kawannya tau bagaimana perasaan pangeran mereka,setidaknya setelah mereka tau bahwa teman mereka sedang kasmaran bukan main.
"tenanglah brow,si kuning cloud tidak akan membiarkan adiknya terluka"bisik teman pirangnya promto
"itu benar,yang aku dengar juga,pangeran cloud begitu menyayangi adiknya,lebih dari apapun"tambah gladio,noctis hanya menjawab dengan senyun setengah hati.
Kamera layar sudah menampilkan penyerangan tenebare,lumayan sangat besar ribuan pasukan dengan armor putih dan senjata maju,puluhan monster,dan satu naga raksasa,pulse membalas serangan mereka dengan kasar juga bahkan pasukan mereka lebih besar,namun karna tenebare selangkah lebih depan dengan monster naga mereka yang bagitu besar,saat ini tenebare lebih unggul.
"raja aldep harus aku akui,dari man anda mendapat naga itu? mungkin aku juga harus punya yang seperti itu"kata regis
"haha,yang mulia bisa saja"aldep tertawa angkuh
"jika dia itu pacarku dan aku punya hak untuk melindunginya,akanku tebas dia"lirih noctis yang beruntung hanya teman temannya saja yang mendengar.
Mereka semua tertawa,namun regis terlihat sedikit prihatin di perhatian noctis,ia pernah dengar bahwa rufus raja pulse dan ayahnya waktu mereka masih kecil mereka sering melanggar peraturan kerajaan dan menjadi teman,dan saling berjanji jika sudah menjadi raja nanti mereka akan menyudahi perang antar negar mereka,itu janji mereka saat mereka masih kecil,noctis tau itu dari cerita ibunya.
"ohya,apa satelit ini bisa di gunakan untuk melihat dalam kerajaan mereka,aku ingin tau apa reaksi rufus"Tanya regis
"tentu,prajurit lacak!"
"baik"prajurit itu muali mengetik beberapa ketikan dan gambar berganti.
di ruangan yang tidak terlalu besar,namun di sana kaca besar yang menjadi batas balkon depan dan itu memperlihatkan pemandangan kota yang hancur,ada rufus yang duduk santai memandang bidak bidak caturnya yang ditata di atas meja di depannya dengan terlihat berpikir keras,lalu cloud yang tidur di sofa panjang brown,namun sofa itu kurang panjang untuk ukurannya,sehingga kakinya melebihi batas,dan tangan yang ia gunakan sabagai bantal di belakang kepala,mata yang di tutupi kain.
"huh,apa seperti itu pangeran masa depan pulse?"komentar aldep
Dari layar itu bisa menunjukan apa apa saja yang mereka lakuakan,tidak ada yang menarik di situ,ia hanya menghawatirkan Claire,lalu ia muncul,pintu terbuka kasar,gadis itu masih memakai piama tapi bukan putuh polos melainkan biru gelap,dengan celana panjang dan lengan panjang,ia terlihat semakin cute,dengan memeluk bantal putih yang cukup besar,dan mata panda.
"kakak lakukan sesuatu,aku tidak bisa tidur dengan semua keributan aneh ini"Claire berteriak manja pada cloud yang hanya di jawab dengan mengerang.
"kakak"rengek Claire sambil menghentak hentakan kakinya,noctis yang melihat hal itu tidak tahan menahan senyumannya,sementara kawan kawannya menatap tanpa percaya.
'ternyata dia adik yang manja'pikir noctis.
Rufus hanya tetap tenang dengan sesekali memindah satu persatu bidak caturnya,sementara puterinya masih terus merengek,hampir menagis,saat rufus melihat puterinya ia sudah hampir menagis,karna terlalu mengantuk dan kakaknya hanya membuatnya semakin kesal,akhirnya ia angkat bicara.
"cloud,tolonglah adikmu,kau tidak maukan dia tidak bisa tidur,dia baru sembuh dan butuh istirahat"kata rufus halus,noctis iri,ayahnya bahkan tidak pernah bicara sehalus itu padanya.
"huh…"cloud melepaskan kain yang menutup matanya,dan membukanya perlahan menatap adiknya dengan mata yang masih setengah terbuka,ia tersenyum hangat pada adiknya,yang cemberut.
"jadi kau mau aku melakukan apa?"Tanya cloud lirih malas,namun ia masih tersenyum.
"apapun, yang jelas aku ingin segera tidur"jawab Claire manja
" huh baiklah,bagaimana dengan…pembunuhan brutal tanpa tersisa?"cloud bangkit dari sofa dan mendekat ke jendela kaca,dengan matanya bersinar biru lebih terang,itu memang terlihat indah namun di sertai dengan senyum jahatnya itu terlihat mengeririkan,Claire menyandarkan bantalnya di di salah satu ujung sofa dan menutup mata di sana.
"terserah aku tidak peduli"jawab Claire kentus,cloud tersenyum lebih lebar,ia membuka pintu kaca dan menuju keluar ke balkon depan.
"apa yang akan dia lakukan?"salah seorang dewan merasa hawatir,namun aldep dan regis memperhatikan dengan serius,walau mereka memiliki pertanyaan yang pasti sama.
Cloud melentangkan kedua tangannya dengan maa tertutup dan kepalanya mendongak ke langit,langit mendung itu,secara mendadak tertutup awan gelap,cloud menundukan kepalanya dan memperlihatkan mata biru bercahaya iblis itu,para dewan dan raja raja diam memperhatikan.
Awan mebentuk tornado yang menuju bumi dan berputar menyeret para pasukan,monster,dan bahkan naga raksasa itu juga ikut terseret,beberapa orang berpikir itu tornado yang sama seperti yang di ciptakan Claire,namun mereka memperhatikan dengan saksama,para manusia yang terseret dalam tornado itu,tubuh mereka tercabik cabik oleh angin tornado itu,bahkan tulang mereka juga larut melebur hingga tidak tersisa,armor,naga itu,dan pesawat tempur juga mengalami hal yang sama,tidak ada satupun raja atau dewan yang berbicara,mereka sama sama tidak percaya ,tangan noctis gemetar melihat betapa kejam dan menakutkan kekuatan cloud,ia benar benar berbeda dengan adiknya yang bahkan tidak ingin membunuh sama sekali.
"hah sial"kata aldep dengan nada menyerah
"penasehat,apa saranmu?"Tanya regis pada ayahnya ignis,zith crauz scieta
"yang mulia,sebaiknya kita mulai menyambung tali perdamaian"kata zith,noctis tersenyum tipis dengan pemikirannya,'pernikahan'
"ap-apa maksud anda?"noctis terputus
"tidak pangeran,jika tentang pernikahan jelas puteri Claire akan menolak"jawab ayahnya gladio,ziel,jujur itu membuat noctis merasa sedih,namun ia berharap ayahnya mau melakukan negosiasi terhadap teman lamanya itu,agar dia punya waktu untuk mendekati Claire.
"baiklah aku akan melakukan negosiasi,noctis beri tau ibumu kita akan pergi ke pulse,kau dan teman temanmu akan ikut juga"regis meninggalkan mereka semua.
,,,
"selesai dan selesai"kata cloud seraya masuk kembali,rufus hanya menggelengkan kepala dengan apa yang di lakukan anak tertuanya ini,ia terliahat tidak terlalu perduli dan melanjutkan bermain catur,dan Claire dia sudah tidur,kemudian cid masuk dalam ruangan.
"itu semua luar biasa pangeran cloud"puji cid dengan senyuman bangga
"ayolah cid,panggil saja aku cloud"
"jadi itu,kekuatan tinggkat dua yang kau latih selam berbulan bulan ini?"Tanya rufus,tanpa memalingkan dari caturnya
"oh ya,yang mulia aku sudah mengirimkan beberapa tim medis untuk mengobati warga sipil dan pasukan"
"cid,panggil aku rufus,kita sudah berteman sejak kecilkan"kata rufus santai dengan senyum
"hem,bahkan walaupun berteman sejak kecil,bukan berarti anda harus percaya begitu mudah,kan?"kata cid sambil menatap kebawah,rufus hanya tersenyum geli dan kembali pada permainan caturnya
cloud menoleh pada Claire yang meringkuk di sofa,itu pas untuk panjang tubuhnya tapi tidak pas untuk panjang tubuh cloud,perlahan lembut ia membangunkan adiknya untuk pindah kekamar,karan Claire tidak mau bangun,cloud akirnya menggendong Claire di punggungnya,dan ia masih tidur,cid menyingkir dari depan pintu untuk member mereka jalan,setelah mereka keluar ia menutup pintu kembali.
"apa menurutmu,mereka akan keras kepala menyerang lagu,rufus?"
"tidak cid,mereka akan bernegosiasi"jawab rufus santai,dan bidak catur telah sekak mat
"apa kau tau tentang apa yang akan terjadi dari catur?"Tanya cid sedikit mengejek
"hanya menduga,dan selalu 98% seperti yang aku duga"jawab rufus sedikit kesal,seorang prajurit masuk dan memberikan serat dengan stempel kerajaan lucis,cid membukanya dan membacanya sebelum di berikan pada rufus.
"okey,kau benar"
,,,
Semua tersiap seperti sebuah metting dengan meja bundar tidak terlalu besar,dan sofa sofa mengelilinginya,raja eden regis datang dengan istri dan anaknya,sementara teman teman noctis menunggu di ruangan lain,pintu utama terbuka,raja tidak menduga yang masuk adalah cloud,noctis adalah yang pertama tidak berani menatap dan mendapat tatapan membunuh dari cloud
"pangeran cloud? Mengejutkan kaulah yang datang"kata sang ratu dengan lembut
"tidak,mana mungkin aku akan memimpin,ayahku masih bicara dengan Claire,untuk keputusannya"jawab cloud tanpa acuh
"jadi harus menunggu lagi?"Tanya regis
"terserah kau,jika kau tidak mau kau bisa keluar"kata cloud kasar,lalu ia merasa ada sosok di belakangnya yang membuatnya diam membeku
"hahahah,rufus kau tidak berubah,selalu menjadi anak yang keras dan kasar"kata seorang laki laki yang di belakang cloud,dari suaranya dia terdengar sudah lanjut usia,regis memandang kakek itu dengan kenal begitu juga ibu noctis,sementara cloud tetap beku dan tidak berani menatap kebelakang,sementara kakek itu menepuk nepuk bahu cloud.
"hahaha,bahkan walau kau sudah punya anak mudel rambutmu masih anek aneh saja"kakaek itu tertawa lagi dan berganti menatap regis
"hei regis,dan juga hera,apa kalian berkunjung untuk…"
"guru alukas?"rufus muncul di samping kakek itu,lalu ahirnya cloud berani menatap kakek itu.
"wah,pantas sedari tadi kau diam tidak menjawab,ternyata kau itu…cloud strife kan?"
"hei,siapa kakek ini ayah?"Claire muncul di samping cloud
"wah,dan dia ini adalah anak perempuanmu,emm namanya…claire,ya Claire strife,wah dia punya rambut yang sama dengan ibunya"cloud dan Claire saling melempar tatapan tidak mengerti,lalau kakek itu berganti memandang noctis.
"aha dan pria itu,anak tunggalmu regis?"
"ya,begitulah,guru"jawab regis dengan sopan
"hahah,dia ternyata tampan,dia mirip dengan ibunya"
"jadi…apa yang guru lakukan di sini?"Tanya rufus sedikit dengan nada terganggu.
"rufus rufus,walau kau sudah menjadi raja dan punya dua anak dewasa,tapi tidak pernah sopan"rufus melempar pandangan kesal karna alukas tidak pernah berhenti mengomentari kelakuannya.
"oi,pak tua,kau ini siapa sih?"Tanya cloud kasar,alukas menoleh melihat cloud dengan wajah kesalnya.
"kakak,yang baik,dia ini lebih tua dari kita"bisik Claire
"hahaha,memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"
"ha?"kata Claire dan cloud bersamaan
"kau cloud,tidak sopan dan tidak sabaran,juga tidak perduli dengan urusan orang lain yang tidak menyangkut dirimu,kau punya wajah yang mirip dengan ayahmu,begitu juga mata,rambut,dan sifat buruk kalian,hahaha"Claire sedikit terkikik,sapai kakaknya member tatapan sinis
'apa? Apa dia kenal aku'pikir cloud sedikit terkejut,namun ia semakin tidak suka orang ini
"dan kau Claire,kau tumbuh menjadi gadis yang cantik,sama seperti ibumu,rambut pink ibumu,dan mata aqua ibumu,dan wajahmu mirip dengan ayahmu…dan hanya satu hal yang harus aku pastikan"
"hem? Kakek mau memastikan apa?"Claire sedikit memiringkan kepalanya.
"ohoho,tidak ada hanya saja,pink itu membuatmu terlihat menjadi…"
"menjadi apa?"Tanya Claire yang masih tersenyum ramah
"terlihat,seperti anak yang manis"keheningan melanda tempat itu,hanya detik jam yang terdengar,lalu…
"APA? BERANI SEKALI KAU MENYEBUTKU MANIS"Claire berteriak pada alukas dengan nada yang sangat tinggi,dia juga terlihat berapi api,hera hanya terkikik dengan tingkah laku Claire yang ia pikir imut,dan mata noctis melebar,sementara regis menutup matanya heran,cloud dan rufus menutup telinga sebelah mereka.
"sudah aku duga kau sama seperti ibumu,yang galak"
"ENAK SAJA KAU BICARA,IBUKU ITU ORANG YANG LEMBUT DAN BAIK"protes Claire disertai anggukan cloud
"ya,itu sebelum dia melahirkan cloud,dia orang yang galak dan keras kepala,juga berani dan sifatnya itu terkadang lembut dan galak"
"hem,dasar…ayo kak,kita pergi"
"tunggu…aku dengar kedua kerajaan ini akan melakukan negosiasi,dan kalian mau keluar"
"itu bukan urusan kami,itu urusan ayah"jawab cloud
"huh,apa apaan kau ini,sifat buruk ayahmu benar benar kau kuasai dengan baik,coba kau tiru pangeran noctis,aku dengar dia selalu mengerjakan tugasnya sebagai pangeran dan semua perintah ayahnya"kalimat itu membuat noctis begitu bangga sekaligus malu,dan ia sempat melakukan kontak mata dengan Claire saat mereka tidak sengaja saling menatap namun hanya sebentar,itu kalimat yang membuat cloud benar benar jera.
"untuk seseorang yang sembarang akan mencium gadis yang tidak sadarkan diri"lirih cloud yang secara tidak sengaja didengar seluruh orang di ruangan itu,seluruh perhatian tertuju pada cloud dengan tenda Tanya,kecuali noctis yang beku.
"emm,kau bilang sesuatu?"Tanya Claire
"hem,bukan apa apa jadi keputusannya? Ayah?"rufus melihat mantan kawan,yang cukup ia benci,karena ia telah membunuh istrinya,sulit baginya untuk memaafkan,rufus menatap regis dengan seluruh jemarahannya,dan regis bisa mengerti kemarahan temannya itu,alukas bisa melihat masalah antara kedua muridnya,alukas mengambil nafas dalam.
"rufus,kau tau tugas dari seorang raja adalah…"
"mentersampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan kerajaan,aku tau…"rufus menutup matanya untuk mengingat bagaiman istrinya meninggalkan mereka bertika begitu saja,di hari ulang tahun puterinya,dimana ia menginginkan untuk membuat foto keluarga,dimana hal itu tidak akan pernah terwujud.
"…Claire,kita tau kaulah,yang paling marah dan terluka…kau bahkan tidak mngenali lagi…hari ulang tahunmu…"kata rufus begitu terluka,namun Claire henya memasang wajah manisnya,menutup matanya dan tersenyum manis dan menaruh kedua tangannya di belakang pungungnya,cloud hanya meliriknya maklum,sementara hera,regis dan noctis menatapnya heran.
"jadi,aku ingin kau,yang memutuskan"lanjut rufus
"aku tau,jika ayah sedang menghadapi keputusan yang sulit,pasti akan bertanya padaku"kata Claire manis
"sssh,dan dia tidak mau dibilang manis"lirih cloud dengan wajah yang dipalingkan dari Claire
"kalau kakak yang bilang aku manis,tidak apa"ejek Claire
"ehem"rufus berdahem tidak sabar
"oh,yah baikla,kita terima perdamaian ini"jawab Claire lentang,alukas,regis dan keluarganaya terkejut dengan keputusan cepat anak ini,mereka pikir akan butuh beberapa hari untuk memikirkannya,rufus hanya tersenyum maklum,ia sebenarnya sudah menduga itu keputusan anaknya
"kau kau yakin,Claire"heran alukas tidak percaya
"kau yakin,apa kau tidak terlalu cepat mengambil keputusan?"Tanya noctis,menyembunyikan kegembiraannya
"bukankah aku sudah bilang,akan aku lakukan apapun untuk menghentihan perang ini"tegas Claire
"atas dasar apa? Bukankah kau membenciku daningim balas dendam pada eden?"Tanya regis tidak percaya
"aku tidak benci siapapun…"kata claire dengan senyum dan begitu santai,itu membuat mereka tersekap
"lagipula,tidak ada gunanya balas dendam,itu tidak akan membawa kembali ibu,dan yang ada rohnya tidak tenang jika kematiannya di permasalahkan,aku tidak benci,kebencian hanya akan membuat orang itu hidup dalam kesuraman dan kesendirian…"jelas Claire dengan wajah sedih lalu dengan cepat ia tersenyum dan melirik kakaknya.
"benarkan,kak?"goda Claire dengan mengankat satu alis kirinya dan cloud hanya memalingkan mukanya
"baiklah,regis entah kau percaya atau tidak dengan penjelasan puteriku,tapi dia memutuskan untuk menerima perdamaian ini"jelas rufus dan anehnya ia memandang regis seperti ia memandang teman masa kecilnya,keraguan tersingkir dari pikiran regis,ia bahkan hampir menagis bahagia dengan semua yang di katakana oleh Claire bahkan hera sudah menitikan airmata terharu,ia tidak pernah bertemu perempuan seperti ini,dan noctis ya apa yang bisa dibilang,ia berharap Claire akan menjadi ratunya.
"baiklah,semua perjanjian dan persyaratan akan di bahas nanti malam,dan rufus ,kau beruntung memiliki puteri seperti dia"
"tidak juga,dia ini hanya pemalas,kerjaannya hanya tidur,makan,mandi,mengganggu orang,setelah itu tidur lagi"kata cloud kesal
"wah,sama seperti noctis yang suka tidur"kata hera dengan sdikit malu
"hem? Ap-apa…"
"tidak Claire,jika ini adalah pertunangan untuk menyatukan kedua Negara kau pasti akan menolak,dan dengan amukanmu kau sendiri akan menyerang eden"kata rufus
"itu benar,aku sudah mendengar kau pernah mengamuk di kingdom heart,karna puteri mereka tifa memaksa kakakmu untuk menikah dengannya dan kau cemburu,lalu di soilheim,saat pangeran squall tidak terima dengan penolakanmu,dan ingin melakukan penyerangan balas dendam,kau lebih dulu mengamuk di sana…"
jelas regis dengan sesekali tertawa geli,dia mengamuk karna hal sepele,dan Claire hanya tersenyum malu,noctis membayangkan bagaimana ia akan menjadi istri yang mudah cemburu nanti,diam diam ia tersenyum senyum dengan memalingkan wajahnya sehingga tidak ada yang melihat,namun ibunya melihat itu.
"itu benar,jadi jika noctis ingin kau menjadi pacarnya…ia harus berusaha sendiri"hera menatap noctis,dan noctis hanya melotot
"ah,ibu tidak kok"ia melihat dua saudara itu menatapnya tajam membunuh.
"baikla,kita bertemu nanti malam,kalian akan tinggal di istana dan mendapat kamar yang terbaik"kata rufus,dua saudara itu pertama memimpin keluar.
