You're the queen of my goddess
Insomnia,Claire memilih untuk duduk di taman dari pada membangunkan kakaknya untuk menemaninya bermain di saat ia mengalami insomnia seperti karena kakaknya tadi harus menghadiri pembahasan dari negosiasi,itu bukan gayanya,tapi apa boleh buat.
Ia merasa kasihan dan tidak tega membangunkan cloud di tengah malam seperti ini,Yang ia lakukan hanya memandang langit dan duduk di rerumputan taman.
"apa yang dilakukan perempuan diluar malam dingin seperti ini?"tanpa menoleh ia tahu suara siapa yang berada di belakangnya.
"insomnia,aku sulit tidur,lalu apa yang kau lakukan di sini,noctis?"jawab Claire tanpa berbalik melihatnya
"wah,kau mengenali suaraku sebaik itu,aku rasa itu karena kau menyukai suaraku"
"justru karena suaramu sangat buruk,jadi aku mudah mengenalinya"
"oh benarkah?"
"ya,suara kakakku lebih baik dari kau"noctis sedikit cemburu,tapi mungkin dia menemuka cara untuk tahu seperti apa laki laki impiannya
"lalu…memang kau ingin pria yang mirip dengan kakakmu?"
"mungkin,dia harus berani mengambil resiko apapun,walau tidak berani mengambil resiko keselamatan diriku,dia tampan tidak sombong,baik,kuat,dan memiliki tubuh yang gagah berotot"
"hahaha…"noctis tertawa geli tidak terkendali,Claire merasa ia di ejek dan berbalik sinis padanya.
"apa? Kenapa kau tertawa?"Tanya Claire kesal,noctis perlahan berhenti tertawa
"kenapa tidak singkat saja…"
"maksudmu?"noctis berjalan mendekat ke Claire kemudian berjongkok di sampingnya
"pria,yang kau maksud itu…adalah…aku"noctis terkejut dengan reaksi Claire saat ia mengatakan hal itu,ia tersenyum dengan menutup matanya,itu membuatnya terlihat begitu manis,noctis memerah dan apa hal itu benar…
'buak'.
Noctis terjatuh mundur sambil memegangi pipinya yang panas,ia melihat sang puteri membungkuk untuk memamerkan senyum manis kemenangannya di depan wajahnya.
"nocty…kau ini besar kepala sekali,jika kau berfikir seperti itu lagi…kau hajar kau"dia sedikit membisih di akhir kalimatnya,lalu pergi meninggalkan taman.
Noctis duduk dengan berfikir keras,ia tidak pernah mengira Claire punya banyak topeng atau kepribadian yang sensitive.
Ia bisa menjadi,manis,galak,kejam,besar hati,bijaksana,pintar,pemalas,manja,tegas,perhatian,tidak perduli,kekanak kanakan,dewasa,terlihat anggun atau tomboy,selanjutnya apa?
Noctis mangangkat kepalanya dan menatap bintang,ia tidak tau seperti apa sifat asli Claire,jika ia tidak tahu sifat dari Claire akan sulit untuk mendapatkan hatinya,ia putus asa,Claire punya banyak puzzle yang sulit untuk di rangkai,dia juga penggemar coklat,lampu kecerahan fikiran noctis menyala.
"itu dia,jika aku ingin mendapatkan hatinya,aku harus tahu apa yang ia suka dan apa yang ia tidak suka,baiklah"noctis menghirup udara dalam dan kembali ke kamarnya,untuk apa yang akan dia lakukan besok,setidaknya ia punya waktu 1 mingga untuk semua yang akan dia lakukan sampai semua Negara sekutu setuju dengan persyaratan negosiasi.
,,,
"promto,hei promto cepat bangun"noctis mengoyak promto yang masih tidur,namun membangunkan promto cukup mudah,perlahan ia membuka matanya dengan cepat matanya melebar.
"noct? Apa aku bermimpi,ini masih terlalu petang untuk bangun dan kau suadah bangun lebih dulu? Biasanya kau yang paling sulit dibangunkan''
"diamlah aku ada tugas untukmu"
"ha? Tugas apa?"noctis membisikan di dekat telinga promto,ia mendengarkanya serius dan tidak lama kemudian ia tersenyum lebar,setelah selesai berbisik noctis menatapnya serius,seperti isyarat untuk jangan sampai gagal
"oh…ya itu mudah saja,prince"katanya dengan hormat di kepalanya.
"dan satu hal lagi,jangan sampai ada yang tahu,entah itu gladio ataupun ignis"
"oh,jadi kau memberi tahu aku sekarang agar mereka tidak tahu…ok tidak masalah"
"baiaklah,aku mau tidur lagi"noctis bergegas keluar,dengan cepat promto melompat turun dari ranjangnya dan membuka tirai jendelanya.
"Hei ini pagi yang indah untuk olah raga,noct"promto berteriak teriak ,walau noctis bisa mendengar tanpa ia harus berteriak,namun yeah itulah ekspresi berlebihan kawannya itu sehingga noctis terpaksa menghentikan langkahnya di depan pintu,sementara promto mengintip keluar jendela.
"seperti yang kau bilang tadi,ini masih terlalu petang untuk bangun,jadi aku ingin menyambung tidurku lagi"jawab noctis dengan tangan kanannya di pinggang.
"wow,itu puteri Claire,dia sedang melakukan senam dengan baju yang,wow"mata noctis melebar,dan langsung berlari ke arah promto dan ikut mengintip di samping promto.
"mana mana"noctis memperhatikan dengan jelas,dan ia tau bahwa ia sudah termakan tipuannya,promto tertawa terbahak tidak karuan,noctis hanya merengut dan pergi keluar dengan langkan panjang,sementara promto masih terus tertawa
,,,
Promto berjalan menuju ke arah dapur sambil bersiul,selama ia menyusuri lorong lebar menuju dapur ia kerap mendapat hormat dari para buruh yang bekerja di sana dengan hormat juga ia membalas salam mereka
ia ahirnya sampai di jantung dapur,semua makanan di sajikan dengan buatan tangan,dan ada beberapa mesin besar.
'baik,aku mulai darimana ya?'pikir promto bingung dengan menggaruk belakang kepalanya,sampai ia penasaran dengan banyaknya buah coklat yang datang dengan puluhan ranjang raksasa
kemudian ia mendekat untuk bertanya,pada seorang gadis rambut oren yang sedang menulis di dekat ranjang buah coklat itu
"oh,tuan maaf tapi ini bukan tempat yang memiliki udara yang segar,apa ada yang anda perlukan di sini?"Tanya gadis itu sopan
"eh,ya ini semua coklat,untuk apa? Apa ada sebuah festival atau perayaan menggunakan semua coklat ini?"Tanya promto dengan memasang wajah bingung,selain itu di negaranya sendiri makanan manis sangat jarang bisa di jumpai,yang ada hanya permen,gula gula,marshmallow dan slai.
"oh semua coklat ini untuk puteri Claire"
"ha? Semua ini?"mata promto terkejut
"haha,tidak,semua ini untuk persediaan selama satu bulan,biasanya dalam sehari jika dia tidak melakukan apapun,ia bisa menghabiskan tiga kotak camilan coklat"promto masih belum percaya,bagaimana bisa orang yang begitu banyak makan makanan manis seperti coklat,bisa memiliki penampilan yang seksi,terhindar dari pemikirannya,promto mengeluarkan pena dan note kecil dari sakunya dan menulis sesuatu
"em,sebenarnya aku ingin tahu tentang semua makanan yang dibuat di sini,masalahnya pangeran kami sedikit memilih milih tentang makanannya"promto cukup ahli dalam hal berbohong
"tuan panggil saja aku vanillie,mari tuan saya ajak anda berkeliling"
"dan kau harus panggil aku promto"
"ok tu,ehem…promto,mari saya ajak berkeliling"
promto mengikuti vanillie,semua yang di jelaskan ditulis di note oleh promto,mereka selesai setelah dua jam,itu tidak membosankan karna vanillie adalah gadis yang menyenangkan untuk di ajak bercanda,seperti promto.
"wah vanillie terimakasih ya telah membantuku"
"tidak masalah tuan,kapanpun anda butuh bantuan saya bersedia membantu,dan pangeran noctis pasti beruntung punya teman seperti anda"
"ah tidak juga kok,baiklah aku pergidulu"promto berjalan pergi dan melaimbaikan tangan pada vanillie,ia juga membalas dengan melambai dan tersenyum
Dalam perjlanan promto mengecek hpnya untuk mengabari noctis tentang misinya,dan ternyata sudah ada lima ratus pesan dari noctis,kemudian promto hanya membaca pesan terahir untuk menyuruh dia menuju ke kamarnya noctis,sampai di sana promto masuk dengan ceria namun ia disambut dengan mata merah amarah yang duduk di salah satu kursi sofa yang berada di depan televisi besar
"hei noct,jangan marah,aku mendapatkan semua lengkap"kata promto sedikit tergagap
"jangan banyak bicara dan cepatlah"
"ini catatannya"promto mangambil catatan note yang ada di sakunya dan memberinya pada noctis,kemudian duduk di sofa samping noctis dan minum jus jeruk milik noctis,keheningan sementara saat noctis membaca catatan itu dalam batinnya
'dia suka,coklat,ya aku sudah tau itu,dia vegetarian,suka makan buah apapun asalkan tidak asam dan pahit,dia tidak terlalu suka daging,dia suka camilan apapun yang manis,dia juga suka makanan yang asin,dia suka minuman yang manis dan juga soda,tapi tidak terlalu suka air mineral,dan yang paling penting ia tidak suka pedas'
Noctis menatap aneh dengan tulisan paling bawah,itu sebuah nomor,nomor telepon
"promto,apa ini?"noctis menunjukan nomor di notenya,dengan cepat promto merebut notenya dan memasukkan kembali dalam sakunya
"ah,bukan apa apa kok"kata promto dengan senyum malu malu,tidak lama kemudian ignis dan gladio masuk
"noct,ini kabar baik"kata ignis dengan menyilangkan tangan depan dada
"apa maksudmu?"Tanya noctis tidak dalam mod yang baik
"perang sudah berakhir"jawab gladio
"apa? Benarkah? Ini hebat"teriak promto berdiri dan meloncat kemudian memeluk noctis,lalu ignis dan gladio,kemudian keluar ruangan.
"apa apaan itu?"gerutu gladio merasa sedikit jijik
"sudahlah,aku ingin keluar dulu"noctis berdiri untuk mencari seseorang,mungkin ia bisa menemukannya di sana
"ingin mencari puteri tidur? Pangeran tidur?"Tanya gladio mengejek
"diam kau"noctis keluar dari kamarnya dan menuju ke taman,hari masih cukup sejuk untuk siang,karena memang kerajaan pulse itu jarang terkena sinar matahari yang banyak,matahari hanya muncul beberapa jam kemudian tertutup awan mendung dingin.
Noctis sempat tersesat di sebuah lorong lebar,seingatnya jalan menuju taman tidak melewati lorong itu,dinding lorong itu terhias mewah,ada beberapa lukisan para keturunan kerajaan,noctis memandangi satu persatu,hingga ia sampai pada lukisan raja rufus dan istrinya aerith.
"rufus adalah raja yang paling hebat dari semua pendahulunya"suara seorang lelaki dari belakang noctis
"tuan alukas,apa maksud perkataan tuan?"
"panggil saja aku kakek,regis sudah ku anggap seperti anak sendiri,jadi secara tidak langsung kau adalah cucuku"kata alukas dengan ramah,sebelumnya noctis berfikir dia adalah orang tua yang menyebalkan dan pikun
"baiklah,jadi kakek apa maksud perkataan kakek tadi?"
"perkataan? Yang mana?"
noctis merasa sedikit frustasi karena dia harus segera menuju ke taman dan dia malah menanggapi kakek pikun ini,dengan sabar noctis menghela nafas untuk mencoba tenang
"perkataan kakek tentang raja rufus adalah raja yang paling hebat melebihi pendahulunya"
"oh yang itu,baiklah,dengar baik baik cerita ini"noctis menatap alukas serius.
"dulu saat rufus masih 5 tahun dia selalu ingin menjadi raja yang akan melebihi semua raja pulse yang ada,dia berjuang keras,kemampuannya melebihi semua muridku,bahkan melebihi ayahmu,rufus lebih suka menghabiskan waktu dengan bukunya,berlatih dan terus belajar,dia bahkan anak yang tidak punya teman selama 2 tahun pelajaran,sampai hal itu terjadi…"
Raut wajah alukas beubah menjadi duka,noctis penasaran dengan cerita selanjutnya
"hal? Hal apa?"
"ibu rufus,dia terbunuh,karena ayahnya harus memilih antara nyawa istrinya atau keselamatan banyak orang di negaranya,dan dia gagal menyelamatkan istrinya…sejak saat itu rufus menjadi anak yang sulit diatur,dia menjadi nakal walaupun kemampuannya juga semakin berkembang,dia menjadi tidak sudi menjadi raja karena tidak ingin mengorbankan seseorang yang ia cintai…"
"namun dia gagal,melindungi istrinya ?"Tanya noctis
"ya,begitulah"
"apa perasaan yang sama juga terjadi pada pangeran cloud?"
"panggil saja dia cloud,jika dia mendengar kau memanggilnya begitu,dia akan merasa tergelitik…tidak,dia sejak lahir tidak ingin menjadi raja,dia hanya ingin menjadi seorang kakak"
Keheningan sementara saat mereka menatap lukisan cloud dan Claire,yang berada di baris paling akhir
"tapi,aku rasa,cloud akan menjadi raja yang paling kuat"komentar noctis,dia memang tidak suka cloud,rasanya dia akan menjadi dinding tinggi untuk mendekati Claire,namun jujur kekuatannya di atas dirinya ia sadar itu.
"kenapa kau fikir begitu?"alukas menoleh untuk memandang noctis sedikit bingung
"dia kuat,ditambah kecerdasan adiknya,mereka tidak akan terkalahkan,karena itu cloud akan jadi raja yang paling hebat"
"jangan harap"suara dingin kasar membut mereka berbalik,yang menarik pengelihatan noctis adalah sang puteri yang memberi mereka senyum yang lembut,noctis membalas dengan memberi senyuman terbaiknya dengan mencoba agar tidak memerah
"kenapa kau senyum senyum dengan adiku"cloud menatap curiga
"kakak kalu orang tersenyum untuk menyapa harus di balas dengan senyuman juga,jika tidak aku akan merasa tidak di hargai"
Jelas Claire,dan cloud hanya memalingkan wajah dan menjulurkan lidah mengejek,alukas dan noctis mengetahui hal itu,tapi Claire tidak.
"noctis,aku butuh sedikit bantuanmu,mau kan?"Claire memegang satu tangan noctis dengan tersenyum,mata noctis melebar,nafasnya terhenti,keringatnya keluar dingin,dan hampir serangan jantung,sementara cloud hanya melirik sinis.
"noctis,kau tidak mau ya?"Claire melepaskan pegangan tangannya
"o-a-aku tentu,bantuan apa?"noctis mencoba menenangkan dirinya,namun itu percuma cloud menyadarinya dan menatapnya semakin curiga,sementara alukas hanya mengangkat sebelah alisnya
"aku tahu keluargamu punya kekuatan telekinesis dan teleport,aku butuh beberapa buku di perpustakaan istana untukku pelajari"
"jadi kau meminta bantuanku untuk mengambilnya dengan telekinesis?"
"ehem,apa kau mau?"
"tentu itu tidak masalah,jadi dimana perpustakakannya?"
"ayo ikut denganku,kakak aku pergi dulu ya"cloud hanya mengangguk,noctis mengikuti Claire dibelakang
,,,
Vanillie duduk di taman,dia sedang berencana untuk melakukan perayaan kecil dengan promto,ya dengan melakukan piknik,di taman juga banyak anak anak bermain,beberapa pasangan dan pejual makanan hot dog dan es cream.
Promto datang dengan nafas yang membunuh,dengan cepat vanillie member botol air minum kemudian dengan rakusnya ia menghabiskan semua air dalam botol itu.
"kau kenapa promto?"
"anjing…aku dikejar anjing"kata promto masih dalam nafas yang tidak tenang
"baiklah,kalau begitu kita cari tempat untuk memulai piknik kita,ayo"vanillie mengambil ranjang makanan dan menarik tangan promto
,,,
"argh"noctis merasa pusing menusuk otaknya,walau ia sudah mencoba menahan pusingnya dia tidak tahan dan membuatnya kehilangan keseimbangan lalu terjatuh
"noctis"dengan cepat Claire membantu noctis untuk duduk,untung saja yang mereka injak adalah karpet dan bukan marmer dingin
"apa kau baik saja?"Tanya Claire dengan nada cemas,ia merasa ini salahnya karena meminta noctis untuk menggunakan telekinesis terlalu banyak
"ya,jangan hawatir"jawab noctis lirih dengan senyum kecil agar Claire tidak merasa cemas
"maaf,aku terlalu banyak menyuruhmu"
"jangan meminta maaf,kau tidak salah"Claire menatap wajah noctis yang kelelahan,namun ia memaksakan tersenyum,ia melihat darah keluar dari hidung noctis
"argh,sial"gerutu noctis,Claire mengeluarkan sapu tangan dan menghapus darahnya
"seharusnya kau bilang kalau kau kelelahan,jangan memaksakan diri"kata Claire sedikit kesal
"aku melihatmu begitu serius mempelajari dan mencatat semua buku yang kau suruh aku ambilkan,kau bahkan tidak berhenti walau kau juga sudah kelelahan,jadi mana mungkin aku kalah darimu"jawab noctis yang diam diam setengah fikirannya memandangi keindahan wajah Claire,apalagi wajah mereka hanya beberapa senti
Claire mulai merasa noctis memandangnya aneh,ia berhenti menyeka darah di hidung noctis dan melawan menatapnya,mereka saling menatap dan saling mengagumi ketampanan dan kecantika,mata antar mata saling menatap tanpa bergeser dan berkedip,hingga mata noctis menurun pada bibirnya yang sedikit terbuka.
Claire tahu apa yang dia ingin lakukan,jelas dengan gerakan mendekatnya dan mata noctis yang terus menatap pada bibirnya,ia tidak tahu apa yang akan dia lakukan,apa dia akan mebiarkannya menciumnya,sebelum ia bisa memutuskan,dahi merek sudah saling menempel.
Mata noctis sedikit tertutup dan sudah siap mencium,namun Claire belum,tangannya masih gemetar untu mendorongnya
"jika kau menolak,kau bisa menjauh,jika kau mau…tutup matamu"bisik noctis,Claire sedikit terkejut,namun dia tahu,bahwa dia juga mau,akhirnya ia menutup matanya
Noctis akhirnya menciumnya dengan lembut dan perlahan,ternyata benar bibirnya manis dan begitu lembut,claire juga membalas ciuman noctis seimbang,satu tangan noctis memegang pinggan belakang Claire
Untuk sementara mereka bisa mengendalikan keadaan panas ini,sampai kedua tangan noctis menarik tubuh Claire untuk lebih dengannya,kemudian kedua tangan Claire menekan sedikit di dada noctis,dan ciuman noctis semakin menggila
Claire mencoba berfikir jernih namun bibir noctis terlalu memaksa kesenangan,bahkan beberapa kali lidahnya menjilat bibirnya,ia mendorong noctis saat lidah noctis mencoba mencari akses masuk ke dalam mulutnya,mereka terpisah dengan nafas membunuh
Noctis menunuk,merasa malu pada dirinya sendiri dan merasa bersalah,Claire hanya menatapnya tidak paham,ia tidak bisa melihat wajahnya noctis karena ia membungkus kepalanya dalam lengannya sendiri yang bertumpu pada kakinya
"maaf,maafkan aku"kata noctis lirih
"noctis…"
"kau,kau pasti menganggap aku ini brengsek,kan?"
"tidak,aku tidak berfikir begitu"jawab Claire dengan senyum tipis,berharap ia mau memperlihatkan wajahnya
Perlahan noctis mengangkat wajahnya,ia terlihat begitu sedih,dan takut bila akan di benci,dan matanya yang biru ternyata sudah berganti merah
"benarkah?"
"iya,aku tidak marah atau benci,memang terkadang beberapa orang sulit mengendalikan dirinya terhadap sesuatu"
"terimakasih,Claire"kata noctis sedikit tersenyum,perlahan mata merah itu kembali pada biru,Claire tersenyum dan mencium kening noctis dan memeluknya
