You're the queen of my goddess

Noctis tidak bisa tidur pada malam itu,jam sudah menunjuk pukul 02.30 namun ia tidak merasa mengantuk,fikiran mereka dipenuhi penilaian satu sama lain.

Noctis duduk di tengah tempat tidurnya sambil membuka laptop,ia sedang melihat foto Claire di media social

'Aku tidak tahu apa yang membuatku jatuh hati padanya,dia bukanlah seorang puteri yang dipenuhi dengan blink-blink,perhiasan,gaun yang terlihat seperti gadis murahan,tidak itu sudah terlalu biasa di karena ia tidak nyaman memakai gaun ataupun rok,kalu begitu dia sama sepertiku,aku benci memakai tuxedo,walaupun aku masih terliha keren'

Noctis tersenyum dengan fikirannya,bagaimanapun ia masih merasa tidak nyaman dengan kejadian di pepustakaan,ia berbaring membiarkan laptopnya masih menyala dan menatap langit langit kamarnya.

Memikirkan apa yang sedang puteri lakukan,apa dia insomnia lagi,atau dia sudah tidur,noctis mamatikan laptopnya,dan ingin sesegera mungkin bisa tidur,ia menarik selimut pada dirinya,dan berharap bermimpi tentang sang puteri.

"argh"mendadak kepalanya terasa sakit lagi,itu begitu menusuk walau hanya datang sekejap,itu sering terjadi saat dia pertama kali jetuh cinta pada Claire

"persetan"gumam noctis dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut

,,,

Claire perlahan berjalan keluar ke balkon,noctis menatap langit gelap dengan angin dingin bertiup lembut

"Claire,kau harus membunuhku"noctis berdiri di balkon kamar Claire,suaranya terdengar sedih dan terbebani,Claire hanya bisa menatap punggung noctis dengan bingung

"apa? Kenapa aku harus melakukannya?"Tanya Claire dengan nada polos,berharap dia hanya bercanda

"kau harus"suara noctis terdengar goyah dan serius

"beri aku alasan,alasan yang kuat untuk membunuh temanku"Claire menjadi serius,terdengar noctis mendapat masalah

"kau harus…atau aku akan…membunuh banyak orang dan mabawa kehancuran"

"kenapa? Kau tidak akan melakukannya aku tahu itu"

"tidak aku akan melakukannya,entah aku melakukannya dengan sadar atau tidak…hanya kau yang tidak akan bisa ku sakiti"

Noctis perlahan menoleh dan memperlihatkan setengah wajah kirinya,mata kirinya yang biru penuh kesedihan perlahan tertutup dengan hitam,bola mata yang memperlihatkan merah,Claire merasa begitu penasaran dan takut

Kemudian bumi berguncang kencang,namun entah mengapa Claire tidak mersakan guncangan itu menggangu tempat ia berpijak,ia menatap noctis,dia mengambang di udara dan masih manatap Claire

Bukan main dia terkejut dan takut,kerajaanya,semua bangunan megah itu hancur dan mengambang di udara,seperti diangkat oleh sebuah kekuatan besar,para manusia yang mengambang di udara,dengan cepat hancur menjadi debu,ayahnya,teman teman noctis sendiri,bahkan orang tuanya,ia merasa begitu takut hingga dia tidak bisa menahan tangis

"hentikan noctis,tolong hentikan…kumohon"ia berteriak dengan menangis,namun noctis hanya diam.

"aku bukan noctis…aku lucis"bisik noctis dengan tersenyum jahat,jelas itu tubuhnya namun itu bukan ia melihat kakaknya

,,,

"KAKAK!"dia terbangun duduk,nafas memburu dan berkeringat dingin,jantungnya masih ketakutan dengan mimpi buruk itu,Claire tidak pernah merasa setakut itu

"kekuatan dari mana yang dimiliki noctis,tidak mungkin,itu pasti hanya mimpi"gumamnya mencoba meyakinkan diri sendiri,namun ia masih meras ketakutan,seluruh tubuhnya bahkan masih gemetar,ia duduk meringkuk tanpa disadar kakaknya sudah berada di dalam kamarnya

"apa yang kau impikan"Tanya cloud lirih,namun itu membuat Claire terkejut karena masih merasa takut

"kakak"Claire turun dari kasurnya dan memluk kakaknya,ia melepaskan ketakutannya dengan air mata

"hei,bukankah kau benci menangis"cloud memeluk dan membelai rambut adiknya,ia masih menangis dan gemetar

"aku melihat kau menjadi debu,semua orang…noctis yang melakukannya,lalu hanya ada aku dan dia yang tersisa"kata Claire

"demon"gumam cloud,Claire melepaskan pelukannya dan menatap cloud,wajahnya serius dan hawatir

"apa?"Tanya Claire

"demon"ulang cloud,alis Claire mengerut

"sial,kenapa harus dia"

"kekuatan itu bisa muncul kapan saja"jelas cloud menyeka air mata adiknya

"lalu,apa yang membuat kekuatan itu menjadi berbahaya"

"keinginan untuk melindungi,namun tubuhnya tidak bisa berbuat apapun,tertekan dengan perasaanya yang membuat fikirannya stress dan tersiksa,dan kemarahan besar"

"apa,jika mimpi itu…"

"bukankah kau tidak pernah salah dalam mimpi buruk seperti itu"

"tapi,aku tidak bisa membunuh noctis"gumam Claire,ia sudah memastikan perasaanya,bahwa dia tertarik pada noctis

"siapa bilang kau harus membunuhnya,jika kita dia mau belajar mengendalikan kekutannya,hal seperti dalam mimpimu akan bisa dicegah"

"benarkah?"Claire merasa secerca harapan datang dalam keputus asaannya

"ya,jika tidak terlambat,dan…jika dia mau"

"jangan hawatir aku akan mengurus semuanya,tapi kau harus menceritakan hal ini pada orang tua noctis juga"Claire tersenyum lebar

"huh dasar,sudahlah pergi tidur sana"

"tidak,tapi…bagaimana kakak tadi tahu,aku mimpi buruk"

"insting saudara"jawab cloud sombong

"huh,sudahlah aku mau tidur lagi,selamat malam menjelang pagi"

"selamat malam menjelang pagi"cloud keluar menghilang dengan menyatu pada udara dan keluar melalui cendela

"akurasa dia tidak pernah memakai pintu"gerutu Claire

,,,

Noctis bangun tepat waktu pagi ini,walau ia masih merasa mengantuk Karen terlambat tidur semalam,ia merasa bersemangat,ia akan megajak Claire jalan,bukan date tidak,belum

"Claire"dia baru saja keluar dari kamarnya,Claire berbalik menatap noctis,ia tersenyum,namun Claire tidak tahu apa yang harus ia lakukan,ia masih merasa takut terhadap noctis,apa mungkin ia harus menjauhinya sampai dia meras siap namun,ia tidak ingin melukai noctis,ia tahu bahwa noctis juga menyukainya

'…tertekan dengan perasaanya yang membuat fikirannya stress dan tersiksa…'

Claire tahu apa yang akan dia lakukan

"Claire,apa aku mengganggumu?"noctis bertanya sedikit merasa sakit,Claire tersenyum dan menggeleng

"baik,aku…"

"noctis,ayo ikut aku ke taman,ada hal yang ingin aku ceritakan padamu"

"hah,um baiklah"noctis merasa bingung,namun ia hanya mengikuti Claire dari belakang

Mereka sampai di taman,walau sudah pukul Sembilan,embun masih begitu tebal menutupi pemandangan taman,mereka duduk di bangku pinggir taman

"kau tidak merasa dingin?"Tanya noctis sambil menggosokan kedua telapak tangannya yang kedinginan

"aku tinggal disini kau ingat"

"ah benar,dan pasti kau sudah terbiasa"

"iya,tapi biasanya kalau cuaca seperti ini,aku akan memillih untuk tetap tidur saja,seperti yang dilakukan kakakku saat ini"

"jadi kau bangun karena ada perlu denganku?"noctis masih berusaha menjaga jarinya dalam kehangatan,itu mengganggu pemandangan Claire,ia merasa bersalah membawa dia ke luar istana

"sini"Claire menggenggam kedua tangan noctis dalam sarung tangannya,ia meras begitu melayang dan kehangatan,kemudian ia menggeser duduknya agar lebih dekat dengannya,itu sedikit membuat Claire terkejut namun tidak mengganggunya

"jadi,apa tadi perlumu?"noctis sebenarnya suka bicara basa basi,namun keingin tahuannya tidak tertahan,Claire menatap sepatunya

"aku…semalam bermimpi tentang kau"kata Claire merasa hawatir,entah mengapa ia seperti sedang berbicar pada anak lima tahun,noctis diam diam tersenyum

"oh ya? Seperti apa?"ia begitu penasaran,ia membayangkan banyak hal saat Claire masih diam,mungkin tentang puteri tidur dan ciuman pangera,atau mereka dan anak anak mereka,entahlah

"aku bermimpi…kau menghancurkan dunia"

"ha?"noctis merasa kaku dan mata melebar

"aku tahu,itu aneh,namun jika aku bermimpi buruk…itu sering menjadi nyata"lirih Claire,noctis menatap wajah yang sedih,ia tidak ingin cintanya sedih

"jadi,bisa kau ceritakan itu bagaimana?"Tanya noctis serius,jika ada kesempatan mencegahnya melakukan hal itu dia akan melakukan apapun

"aku tidak tahu penyebabnya,yang jelas dalam mimpi itu,kekuatanmu tidak terkendali dan membawa kehancuran juga kematian"jawab Claire frustasi

"apa aku menyakitimu?"hal pertama yang ia hawatirkan,namun Claire menggeleng,noctis merasa sedikit lega

"dalam mimpiku,kau mengatakan kau tidak bisa menyakiti aku…"lirih Claire,noctis tersenyum sedih

"namun…kau membuatku begitu merasa takut,bahkan sampai aku menangis"tambah Claire,noctis merasa begitu sakit,walau itu dalam mimpi

"itu mudah Claire…aku mungkin tidak bisa menyakitimu,namun kau bisa,bunuh saja aku kalau…"

"apa yang kau bicarakan,dalam mimpiku kau menyuruh untuk aku membunuhmu dan sekarang…"Claire berdiri membelakangi noctis,ia sedih,hatinya terluka dan nafasnya sesak,ditambah noctis mengatakannya dengan begitu mudah

Noctis merasa perkataannya memang salah,namun saat itu juga ia tahu perasaannya tercermin pada sang puteri,noctis berdiri dan memeluknya dari belakang

"maaf,aku megatakannya tanpa tahu prasaanmu…namun sekarang aku tahu perasaanmu"bisikan noctis membuat Claire terkejut,ia berbalik untuk menatap noctis

"kau…"

"ya,dan aku yakin kau juga tahu perasaanku padamu"noctis tersenyum dan membelai rambutnya,ia terlihat tersentak namun kemudan ia memeluk noctis,mereka berpelukan dalam dingin,untuk mencari kehangatan dari kasih cinta

Namun tiba tiba Claire melepas diri dari pelukan,noctis menatap ia bingung

"noct,kakakku bilang untuk mencegah kekuatanmu tidak terkendali seperti dalam mimpi itu,kau harus belajar megendalikannya"kata Claire

"ya,aku akan mulai belajar"

"tidak,kau akan mendapat seorang guru,dia teman kakakku,dia juga pengguna telekinesis"

"benarkah,baiklah jika itu bisa mencegahnya,akan aku lakukan"noctis tersenyum dan memeluk Claire lagi,selain untuk mendapat kehangatan dari dirinya,ia memang sudah lama ingin memeluknya

"aku mencintaimu noctis"

"aku juga mencintaimu Claire"

"wah,adikku sudah punya pacar?"suara cloud membuat mereka serentak terpisah,jujur saja mereka sebenarnya takut pada cloud

"kakak"kata Claire sedikit malu

"prince,orang tuamu memanggil"kata cloud

,,,

Mereka masuk dalam ruangan yang tidak terlalu besar,orang tua mereka menuggu disana barsama cid,alukas dan tiga teman noctis,namun ayah noctis sudah harus kembali ke eden,yang jelas wajah mereka semua tegang dan hawatir

"jadi kalian sudah tahu?"noctis angkat bicara

"ya,cloud yang member tahu kita"jawab hera dengan kehawatiran,ya ibu noctis memang begitu menyayangi noctis

"aku akan member tahu kalian satu hal lagi,yang belum diketahui kalian semua"kata Claire

"em,maaf bisa Tanya sebentar…"semua orang memandang ke promto

"ya,apa itu?"Tanya cloud gusar

"siapa yang akan tetap hidup?"lanjut promto

"hanya lucis dan Claire,karena dia tidak bisa membunuhnya"jawab cloud tenang,promto menelan ludah

"lucis?"Tanya noctis menatap Claire

"oh,ya aku lupa memberi tahu,dalam mimpi itu sebelumnya kau normal kemudian matamu berubah menjadi…aneh dan kau menyebut dirimu lucis"jawab Claire

"lucis ya"kata alukas

"ada apa guru,kau tahu sesuatu?"Tanya rufus

"setahuku,itu kekuatan dari 'demon',"

"maksudmu?"noctis merasa hawatir pada dirinya sendiri

"setahuku,kekuatan itu terpendam di dalam hati setiap manusia"

"tapi kenapa mereka keluar dari tubuhku? Apa masalahnya?"noctis frustasi hampir berteriak pada alukas,hera memegang lengan noctis untuk membuatnya tenang

Noctis rasanya menyerah,jika saat dia belajar mengendalikan kekuatan itu dan tidak berhasil,dia akan bunuh diri,membayangkan dia akan membunuh ribuan orang dan membuat cintanya menangis ketakutan,dan mungkin dia akan melihatnya sebagai 'demon',dia tidak tahan dengan pemikirannya.

"demon dalam tubuhmu akan berusaha merebut tubuhmu,maksudku kesadaranmu,menggunakan tubuhmu untuk mencapai tujuannya"jelas alukas

"apa itu artinya,semakin besar tujuannya,kekutannya akan semakin besar?"rufus merasa itu sebuah kekuatan dewa,anak anaknya bisa melakukan hal yang sama namun,yah mereka pemalas

"benar"

"lalu,apa masih bisa menyelamatkan noctis?"Tanya hera

"emm…kakak,apa mungkin,noctis sanggup dengan…pemisahan?"Tanya Claire,menatap kakaknya,namun yang menanggapi tiga orang dengan wajah terkejut

"apa?"bentak cloud melotot

"itu tidak mungkin"bentak rufus dengan memukul meja

"puteri Claire,anda harus berfikir jernih"tegas cid

"hem,ya"Claire cemberut,merasa merekalah yang tidak berfikir jernih

"maaf,apa yang kalian bicarakan"Tanya noctis bingung,mengapa mereka memarahi Claire

"pemisahan,mengeluarkan demonmu dari dalam tubuhmu,dan kau harus bisa membununya dalam 13 hari atau jika gagal kalian akan menyatu lagi"jelas cloud serius

"ya,itu lebih mudah dari pada kau harus masuk ke dalam dunia bawah sadarmu dan membunuhnya di sana"tambah Claire

"tapi resikonya terlalu berbahaya,jika dalam proses pemisahan tidak berjalan lancear kau dan demonmu akan mati bersama"tambah rufus

"ah,aku sudah mendengar hal itu,konon dalam ramalan,seorang wanita,ada lima demon kuat yang keluar dari tubuh menusia mereka"kata alukas

"lima?"noctis sudah menduga,dia salah satunya

"ya,sephirot,dia gagal membunuh demonnya lewat alam bawah sadar"kata rufus,cloud merasa dia tidak senang mendengarnya,ia sebelumnya adalah gurunya,namun kini sudah digantikan dengan demon terkutuk itu

"lalu siapa lagi?"Tanya gladio

"…genesis…"parkataan rufus terhenti saat Claire bergerak keluar dengan wajah marah,cloud mengikutinya keluar

"siapa sebenarnya genesis?"noctis menduga dia ada hubungn dengan Claire

"genesis,adalah teman pertamanya…waktu kecil mereka memiliki satu guru…namun suatu hari genesis dikuasai demonnya dan tidak bisa mengendalikan dirinya…tujuan demon itu adalah menguasai dunia dengan cara mengendalikan manusia"rufus menjelaskan dengan wajah sedih,ini sebenarnya masalah pribadi Claire

"lalu apa dia berhasi?"promto merasa tidak percaya,mengendalikan manusia,mana mungkin.

"tidak,saat dia berhasil mengendalikan para warga di sebuah desa,Claire datang…dia membunuh semua penduduk yang berada dibawah kendalinya…dan dia terpaksa membunuh genesis"

"dan setelah itu,dia tidak mau membunuh lagi,dan tidak mau punya teman lagi,benarkan?"alukas menduga itu penyebab dia menjadi tidak suka berteman

Noctis bisa merasakan kesedihannya,apa lagi dia baru saja memintanya untuk membunuhnya,pantas dia begitu marah dan sedih,keadaanya sama seperti yang dialami genesis,sekali lagi ia merasa tertekan,mengapa hal ini harus terjadi pada dirinnya

"dan dua demon yang lain?"Tanya hera merasa ingin membuktikan tentang siapa yang ia fikirkan

"cloud dan Claire"jawab rufus ringan,mereka semua terkejut,tentu kacuali cid,dan hera tertunduk,dugaanya ternyata benar

"merek berhasil mengendalikan demon mereka,perlu kau ketahui,setiap demon memiliki nama sendiri,demon dari cloud bernama roxas,dan milik Claire lumina"jelas rufus

"bagaimana mereka bisa mengendalikan demon mereka?"Tanya noctis tidak sabar,ia tidak pernah menduga cloud dan Claire,merasakan pengalaman yang sama,mungkin mereka bisa membantu

"cloud mengalahkan roxas saat dia Sembilan tahun,sementara claire sebelas"

"apa semuda itu?"teriak promto tidak percaya

"ya,mereka mengalahkan dengan cara pemisahan"

"kalau begitu aku juga akan mengambil cara itu"kata noctis dengan yakin

"itu tidak mudah"kata rufus tidak yakin pada noctis

"apapun persiapannya,akan aku lakukan"rufus menatap noctis dia serius dengan tekat besar,kemudian rufus mengangguk

"susulah cloud,dia akan membantu persiapan fisikmu"perintah rufus

,,,

Cloud selalu bisa menemukan adiknya,ia hanya tinggal mengikuti insting saudara,ia mengawasi dari kejauhan,berdiri bersandari di bawah pohon,sementara adiknya berada di jembatan atas kolam ikan di taman nasional kota

Claire memandang kolam dengan fikiran kenangan sahabatnya,dia adalah sahabat pertamanya,genesis yang dibawah pengaruh demonnya membunuh guru mereka,mencoba membunuh Claire namun gagal,Claire kemudian membunuh banyak orang dan kemudian membunuhnya

Setelah itu dia dapat beberapa teman lagi,zack,tifa dan Vincent,namun mereka satu persatu mati karena melindungi dirinya,dia begitu tertekan dan maraj pada dirinya,hingga membuat demonnya mencoba keluar

"cloud"noctis memanggil cloud,ia hanya melirik tidak senang

"jadi apa keputusannya?"Tanya cloud berusaha peduli

"aku memilih pemisahan"jawab noctis serius

"baiklah,hal pertama yang aku minta padamu adalah melatih fisik,kau akan bertarung melawanku tanpa senjata dan sihir"noctis merasa tidak sanggup pada ujian pertamanya,melawan cloud adalah hal yang paling sulit,meskipun ia tidak tahu kemampuan cloud

"tenang saja aku beri kau waktu,empat hari mulai besok,kau harus bisa menyamaiku atau kalau bisa mengalahkan aku"cloud menepuk bahu noctis dan berjalan pergi

"cloud"

"kenapa?"cloud setengah menoleh

"aku tidak pernah berfikir kau mau perintah ayahmu?"

"tidak ada yang bisa memberiku perintah,aku akan melakukan apapun agar adikku tidak sedih"cloud melanjutkan meninggalkan noctis

Noctis menoleh untuk melihat Claire,ia menuju jembatan untuk menghiburnya,entah dia bisa atau tidak,jika dia tidak bisa dia akan pergi,ia berdiri di samping Claire dan ikut menatap kolam

"jadi,keputusanmu adalah…pemisahan"lirih Claire,mencoba menyembunyikan kesedihannya,namun dari suaranya itu masih kesedihan

"ya,dan yang paling mengerikan aka harus berhadapan dengan kakakmu"kata noctis dengan nada menyerah

"jangan hawatir,kakakku hanya akan menentukan kau lulus atau tidak,kau tidak harus bisa mengalahkannya"

"lalu,memang bagaimana kakakmu melakukan pertarungan tinju itu"noctis berharap mendapat contekan

"dia terampil mematahkan tulang,membanting,memutuskan urat atau sarap,dia bahkan bisa menghancurkan kepala seseorang dengan hanya meremasnya dengan satu tangan"kata Claire dengan nada bangga pada kakaknya,ia bahkan tidak terliha sedih lagi,namun kali ini noctis yang sedih dan merinding

Claire baru menyadari perkataannya hanya memperburuk keadaan noctis,kemudian pendangannya teralih pada penjuar es krim,ia menelan ludah,Claire sangat ingin membeli es krim itu,namun tidak mungkin meninggalkan noctis dengan suasana hati buruk

"kau mau?"Tanya noctis tersenyum

"es krim? Tetu aku mau"

,,,

Noctis berjalan di tempat yang aneh,tempat itu putih seluruhnya,pohon hanyalah batangan kering berdiri disana tanpa daun,ia merasa tidak ada angin yang berhembus,lagit disana senja oren

Kemudian dia berhenti pada cermin persegi tepat di depannya,cermin itu tidak memperlihatkan pantulan bayangan noctis karena begitu kusam

"apa yang kau lihat?"noctis beralik untuk melihat seseorang di belakanya,ia tidak terlalu terkejut,itu dirinya,namun matanya aneh dan dia tersenyum

"jadi,kau yang bernama lucis?"noctis memandangnya penuh kebencian,sementara lucis hanya memandangnya dengan remeh

"aku tahu,lucis adalah nama tengahmu,ya cukup ironis buka?"

"diam! Katakana sebenarnya apa yang kau inginkan?"geram noctis,lucis berhenti tersenyum dan menutup matanya

"kau lihat sekitarmu? Demon,kami hidup berbailkan dengan kalian para manusia"kata lucis datar,dia perlahan memuka matanya,itu penuh kemarahan dan kebencian

"kau punya teman dan keluarga,aku tidak,kau hidup di dunia yang nyaman,aku tidak,dan kau punya kekasih,aku tidak…tapi aku jauh lebih kuat darimu"mata noctis memerah mendengar semua yang dikatakan lucis,ia merasa tersentuh

"lalu,apa maumu?"Tanya noctis lebih marah,lucis tersenyum lebih lebar,namun ia memandang noctis jahat

"pertama,aku akan menghancurkan duniamu,membebaskan semua demon dalam tubuh manusia…kemudian aku akan membangun kerajaanku sendiri dengan Kristal,namun…aku butuh seorang ratu…"kata kata lucis terhenti,ia menatap noctis,dan kelihatannya noctis sudah menduga,dan wajahnya terlihat takut dia akan menyebut namanya

"…laire"lanjut lucis

,,,

Matahari kali ini muncul dari balik mendung yang biasanya menutupi pulse,namun noctis sudah terjaga semenjak mimpi buruk itu,ia meringkuk duduk di dekat candela,matanya memandang terbitnya matahari,itu indah dengan warna langit oren,namun itu membuatnya teringat mimpinya semalam

Noctis bangkit untuk membasuh wajahnya berharap fikirannya akan segar kembali,ia masuk dalam kamar mandinya,menghadap cermin untuk menyisir rambutnya,kemudian menyalakan keran dan membasuh wajahnya

Saat ia mengangkat wajahnya,ia melihat pantulan bayangannya dari cermin adalah lucis,ia tersenyum penuh kesenangan dan noctis memandangnya dengan kebencian

"akau akan merebut pacarmu"noctis memukul cermin hingga cermin itu hancur dan tangannya berdarah,namun itu tidak seberapa dengan kemurkaan hatinya

Dia baru saja mendapatkan cinta Claire dan tanpa harus berusaha,dan dia,orang gila itu akan merebut kekasihnya?

Noctis geram,dia keluar kamar mandi,membalut lukanya dengan perban dan pergi untuk menemui cloud,ia ingin segera mengahadapinya,lulus,dan membunuh bajingan itu

Dia sampai di depan pintu kamar cloud,ia mengetuk keras tidak sabaran

"masuk"terik cloud dari dalam,ia terdengar marah

Noctis masuk dan mengejudkan,di tempat tidur cloud,Claire meringkuk tertidur,itu membuatnya sedikit cemburu dan iri,sementara cloud tergeletak di sofa,noctis berjalan menuju cloud dengan langkah panjang,sementara cloud mencoba duduk dengan setengah kantuk

"aku siap"kata noctis dengan geram,cloud menatapnya tidak yakin,padahal baru kemarin dia menyuruh noctis melakukan persiapan melawan dia,namun karena noctis menatapnya serius cloud tidak punya pilihan,ia mengangguk dan berdiri

Mereka akan menuju ruang latihan,cloud mendadak berhenti dan menatap adiknya,ia mendekat ke tempat tidur

'apa yang akan dia lakukan?' fikir noctis

Cloud menarik selimut pada tubuh Claire,merapikan sedikit poninya dan mencium keningnya,dia hanya mengerang sedikit tanpa bangun

"lanjutkan tidurmu"lirih cloud,noctis tidak merasa cemburu,dia merasa bangga pada cloud

'kakak yang luar biasa' noctis tersenyum kecil